Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN

a. Data Fokus

Data Objektif

Data Subyektif

1.
2.
3.
4.

No.

Pasien terlihat lemah


Nafas tersengal sengal
Menggunakan oksige sebagai alat bantu
Gelisah saat tidur

b. Analisa Data
Data

Masalah

1. Pasien mengatakan merasa sesak, sulit bernafas


2. Pasien mengatakan apabila kelelahan dan tidak dapat mengontrol
emosi pasien akan merasa nyeri hebat, dan sesak sekali.
3. Keluarga pasien mengatakan pasien sering merasakan kesakitan dan
nafas tersengal sengal saat kelelahan, sulit tidur karena batuk
tidak keluar dahak.
4. Keluarga pasien mengatakan pasien sering terbangun pada malam
hari.

Etiologi

Diagnosa Keperawatan

1.

DO :
1. Pasien terlihat lemah
2. Nafas tersengal
sengal
3. Menggunakan oksige
sebagai alat bantu
4. Gelisah saat tidur
5. Data Pengkajian
Nyeri :
P : Aktivitas, stress
Q : Nyeri tajam,
semengkrang. (6)
R : Nyeri menyebar
dari dada sampai bahu
bagian kiri, pinggang
kiri.
S : Nyeri biasanya
dirasakan dg dada
sesak, nafas tersengal
sengal., pusing.
T : Apabila banyak
pikiran,kelelahan
lama tidak tentu.
DS :
1. Pasien mengatakan
merasa sesak, sulit
bernafas
2. Pasien mengatakan

Nyeri akut

Sesak nafas,nyeri dada menjalar sampai


punggung

Nyeri akut b.d agen injury ditandai


dengan kegelisahan,sesak nafas,nyeri
dan sering terbangun saat tidur

apabila kelelahan dan


tidak dapat
mengontrol emosi
pasien akan merasa
nyeri hebat, dan sesak
sekali.
3. Keluarga pasien
mengatakan pasien
sering merasakan
kesakitan dan nafas
tersengal sengal saat
kelelahan, sulit tidur
karena batuk tidak
keluar dahak.
4. Keluarga pasien
mengatakan pasien
sering terbangun pada
malam hari.

c. Rencana Keperawatan
Tgl
15 Okt 15

Nomor Dx,dan Datang Penunjang


Nyeri akut b.d agen injury ditandai dengan
kegelisahan,sesak nafas,nyeri dan sering terbangun
saat tidur

NOC
Setelah di lakukan tindakan
keperawatan selama 3X
pertemuan, selama 3 hari
pasien;
1. Pasien menyatakan
nyeri berkurang (6
menjadi 2).
2. Pasien merasa tidak
gelisah,dapat
beristirahat dengan baik
3. KU pasien membaik.

NIC
1. Pantau keadaan umum
pasien dan TTV
2. Buat posisi kepala lebih
tinggi 30 derajat, bantu
pasien menemukan
posisi nyaman
3. Kurangi stimulus, batasi
pengunjung dan waktu
jam kunjung (Edukasi
keluarga)
4. Kolaborasi dengan
dokter dan farmasi
pemberian obat.
5. Ajarkan teknik relaksasi
kepada pasien dan
keluarga yang dapat
dilakukan saat terjadi
nyeri (sentuhan
terapeutik)