Anda di halaman 1dari 4

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 11 November 2015 sampai Sabtu, 14
November 2015 di Laboratorium Pendidikan II, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah bak bedah, gunting bedah, pinset, jarum
pentul, botol pembius (killing bottle), botol 5 buah, daun dengan 3 jenis yang berbeda
yaitu daun Melastoma malabathricum, daun Stachytarpheta jamaicensis, dan daun
manihot utilissima, selai sarikaya, selai kacang, dan tisu. Sedangkan bahan yang
digunakan adalah 1 ekor mencit putih (Mus musculus), 4 ekor (Achatina fulica), 1 ekor
katak (Fejervarya cancrivora), 1 ekor kodok (Bufo sp.) dan 30 ekor kecoak (Blatella
germanica).
Cara Kerja
Analisis saluran cerna
Dibunuh terlebih dahulu Bufo sp. dan Fejervarya cancrivora dengan cara dimasukkan ke
dalam killing bottle, sementara untuk Mus musculus dilakukan dislokasi vertebrae
cervicalis. Masing-masing hewan uji kemudian dibedah dari bagian posterior abdomen
hingga rongga mulut. Dilakukan pengangkatan organ pencernaan termasuk kelenjarkelenjar pencernaan, disusun hingga rapi pada kertas. Kemudian dilakukan pengukuran
terhadap panjang total saluran pencernaan panjang esophagus, panjang intestinum tenue
dan panjang intestinum crassum pada masing-masing objek. Kemudian dilakukan analisis
kondisi bahan makanan dalam saluran pencernaan dan dicatat semua data, dirasiokan
kemudian dibandingkan antara saluran pencernaan Bufo sp., Fejervarya cancrivora dan
Mus musculus.
Efisiensi metabolisme saluran cerna Achatina fulica
Ditimbang masing-masing bekicot dan dicatat bobotnya masing-masing. Disediakan 4
toples dan diberi label berbeda sesuai jenis pakan yang akan diberikan kepada bekicot.
Ditimbang daun sebagai bahan makanan bekicot sebanyak 20 gram untuk tiap jenis pakan
dan masukkan ke dalam toples secara terpisah. Untuk tiap toples, dimasukkan satu ekor
bekicot lalu ditutup dengan penutup yang telah dilubangi sehingga aerasinya tetap
terjaga. Dijadikan 1 toples bekicot untuk kontrol dengan ditambahkan tisu didalamnya.
Dilakukan pengukuran bobot bekicot, sisa daun (pakan) yang masih ada dan berat feses
tiga hari kemudian (jadwal pengukuran pada hari Sabtu). Dibandingkan pengukuran pada
data awal dan data pengukuran pada hari ketiga.
Kemudian dihitung efisiensi
metabolisme dengan rumus: Efisiensi metabolisme = (Berat pakan awal-berat pakan
akhir) berat feses.
Efisiensi metabolisme saluran cerna Blatella germanica
Disediakan dua toples yang masing-masing berisikan 15 ekor Blatella. Ditimbang berat
dari 2 jenis selai(kacang dan nenas) masing-masing 5 gram diletakkan diatas sebuah
kertas lalu dimasukkan 1 jenis selai kedalam 1 toples, selai lain ditoples berikutnya.
Dilakukan pengukuran bobot selai pada hari Sabtu dan dibandingkan pengukuran pada
data awal dan data pengukuran pada hari ketiga. Kemudian dihitung efisiensi

metabolisme dengan rumus: Efisiensi metabolisme = (Berat pakan awal-berat pakan


akhir) Berat feses.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Saluran cerna pada Bufo sp., Fejervarya cancrivora, dan Mus musculus.
Tabel 1. Hasil pengamatan saluran pencernaan Bufo sp., Fejervarya cancrivora, dan Mus
musculus.
1

Karakter

Saluran

Bufo sp.

Panjang

Total saluran
pencernaan
Esophagus
Ventrikulus
Intestinum tenue
Intestinum crassum
Ventrikulus
Intestinum tenue
Intestinum crassum
Ventrikulus
Intestinum tenue
Intestinum crassum
Ventrikulus
Intestinum tenue
Intestinum crassum

Bau

Tekstur

Warna

Mus musculus

23 cm

Fejervarya
cancrivora
13,5 cm

4 cm
2,5 cm
14,2 cm
2,5 cm
Amis
Amis
Kasar
Halus
Hitam
Hitam

2 cm
3 cm
10,5 cm
1 cm
Amis
Anyir
Halus
Halus
Hijau kecoklatan
Hijau kehitaman

8 cm
1,4 cm
37,5 cm
5 cm
Busuk
Busuk
Halus
Cair
Hijau muda
Hijau tua

42 cm

Perbandingan Rasio panjang total saluran pencernaan = Bufo sp. : Fejervarya


cancrivora : Mus musculus = 2 : 1 : 3
Efisiensi Metabolisme Saluran Cerna
Tabel 2. Efisiensi metabolisme pada Achatina fulica
Jenis Pakan (gr)
Pengamatan
Berat Achatina fulica
Berat pakan awal
Berat pakan sisa
Berat feses
Efisiensi metabolisme

Kontrol
55,26
0
0
1,34

Daun Melastoma
malabathricum
57,24
20
19,11
0,44
0,45

Daun
Stachytarpheta
jamaicensis
80,87
20
18,04
1,13
0,83

Daun Manihot
utilissima

Tabel 3. Efisiensi metabolisme pada Blatella germanica


Pengamatan
Berat Blatella germanica
Berat pakan awal
Berat pakan sisa
Berat feses
Efisiensi metabolisme

Jenis Pakan (gr)


Selai Sarikaya
0,55
5
4,87
0,02
0,11

Selai Kacang
0,57
5
4,81
0,02
0,17

73,88
20
18,58
0,76
0,66

LAMPIRAN
Lampiran 1. Perhitungan Efisiensi Metabolisme Achatina fulica
Rumus = (Berat pakan awal Berat pakan akhir) Berat feses

Daun Melastoma malabathricum


EM
= (Berat pakan awal Berat pakan akhir) feses
= (20 gr 19,11 gr) 0,44 gr
= 0,45 gr

Daun Stachytarpheta jamaicensis


EM
= (Berat pakan awal Berat pakan akhir) feses
= (20 gr 18,04 gr) 1,13 gr
= 0,83 gr

Daun Manihot utilissima


EM
= (Berat pakan awal Berat pakan akhir) feses
= (20 gr 18,58 gr) 0,76 gr
= 0,66 gr

Lampiran 2. Perhitungan Efisiensi metabolisme pada Blatella germanica


Rumus = (Berat pakan awal Berat pakan akhir) Berat feses

Selai Sarikaya
EM
= (Berat pakan awal Berat pakan akhir) Berat feses
= (5 gr 4,87 gr) 0,02 gr
= 0,11 gr

Selai Kacang
EM
= (Berat pakan awal Berat pakan akhir) Berat feses
= (5 gr 4,81 gr) 0,02 gr
= 0,17 gr