Anda di halaman 1dari 22

RESPON EMOTIONAL

DAN GANGGUAN MOOD


OLEH:
Ns. Lilik Supriati, M.Kep

Pengertian

Suatu
keadaan/suasana
hati
yang
mempengaruhi seseorang dalam jangka waktu
yang lama dan digunakan untuk komunikasi
sosial, menggerakkan fisik, kesadaran diri dan
pertahanan psikodinamik

Sama dengan afek, keadaan perasaan dan


emosi

Rentang respon emosional


Kepekaan emosi reaksi berduka
depresi
wajar

supresi emosi
penundaan reaksi
berduka
mania

definisi
Emosional Responsif: termasuk dipengaruhi
oleh dan berperan aktif dalam dunia
internal dan eksternal seseorang. Tersirat
bahwa orang tersebut terbuka dan sadar
akan perasaanya sendiri
Reaksi berduka yang wajar: terjadi sebagai
respon thd kehilangan dan tersirat bahwa
seseorang sedang menghadapi suatu
kehilangan yg nyata serta terbenam dlm
proses berdukanya

Continue

Supresi emosi: penyangkalan terhadap


perasaan sendiri, pelepasan dr
keterikatan emosi atau penalaran thd
semua aspek dr dunia afektif individu.
Reaksi kehilangan memanjang:
ketidakadaan yg persisten respon
emosional thd kehilangan
Depresi: melankolia, suatu kesedihan
atau perasaan duka yg berkepanjangan
Mania: elevasi alam perasaan
berkepanjangan, mudah tersinggung

Definisi depresi

Gangguan alam perasaan yang


ditandai oleh kesedian yg berlebihan,
harga diri rendah dan perasaan kosong
- berfokus pada kegagalan dan
menuduh diri; ada ide bunuh diri
- tidak berminat pada peeliharaan diri
dan aktivitas sehari-hari

Tingkatan depresi.
Depresi ringan
Adanya rasa sedih
Perubahan proses pikir
2. Depresisedang
Afek murung, marah, menangis
Proses pikir; perhatian sempit, berpikir
lambat, ragu dan putus asa
Sensasi somatis dan aktivitas motorik;
bicara gerak lambat, mengeluh sakit
kepala dan dada, tugas terasa berat
Sosial: menarik diri, mudah tersinggung
1.

Continue

3. Depresi berat

Mempunyai 2 episode yg berlawanan (depresi,


mania)

Gangguan afek: pandangan kosong, hampa,


murung, putus asa, inisiatif berkurang

Gangguan proses pikir: halusinasi, waham,


konsentrasi munurun, pikiran merusak diri

Sensasi somatik dan aktivitas morotik: diam dlm


waktu yg lama, hiperaktif, merawat diri yg kurang,
makan berkurang, BB menurun

Kom sosial: verbal berkurang, MD

Definisi Mania
Perasaan hati yg tinggi,
meluas
Tidak mengenal lelah
Hiperaktif
Perilaku tidak terkontrol
Keadaan berat---panik

Kriteria diagnostik
Episode depresif mayor
Sedikitnya 5 dr kriteria berikut, hampir setiap hari
sedikitnya slm 2 minggu
1. alam perasaan tertekan
2. Kehilangan minat atau kesenangan
3. BB turun atau naik
4. Agitasi
5. Imsomnia atau hipersomnia
6. keletihan/kehilangan energi
7. Perasaan tdk berharga
8.Gangguan konsentrasi
9. Pikiran ttg kematian atau bunuh diri

Kriteria diagnotik
Episode manik
Sedikitnya 3 dr keriteria berikut slm 1 minggu
1. Waham kebesaran
2. Kebutuhan tidur berkurang
3. Logorhea
4. Flight of idea
5. Mudah terganggu
6. Agitasi psikomotor
7. Keterlibatan yang berlebihan dlm aktivitas yg
menyenangkan tnpa memperhatikan
konsekuensi negatif

Pengkajian.
Faktor predisposisi
Faktor genetik
Kehilangan objek
Agresi berbalik pada diri
sendiri
Model kognitif
Faktor ketidakberdayaan
Model perilaku
Model biokimia

Faktor-faktor resiko
depresi
Episode depresi sebelumnya
Riwayat keluarga ttg depresi
Percobaan bunuh diri sebelumnya
Jenis kelamin wanita
Masa post partum
Komorbiditas medik
Kurang dukungan sosial
Peristiwa kehidupan yg penuh stres
Riwayat penganiayaan seksual
Penyalahgunaan zat

Faktor presipitasi

putus/kehilangan
hubungan
kejadian besar dalam
kehidupan
Peran dan ketegangan
peran
Perubahan fisik

Mekanisme koping

represi
Supresi
Denial
disosiasi

Perencanaan

Klien dapat terlindung dr


kecelakaan/cidera
Klien dpt terpenuhi kebutuhan
sehari-hari
Klien dapat memenuhi kebersihan

Intervensi lingkungan

Depresi ditunjukkan pada potensial bunuh


diri
Mania; menghindari ancaman kecelakaan
Keduanya ditempatkan pada tempat yang
aman

STRATEGI HUBUNGAN PERAWATKLIEN


Depresi: menarik diri, respon
berkurang!!!!
Intervensi perawat: bicara jelas dan
lambat, sikap empati, hangat dan
menerima, bei waktu klien untuk
berpikir
Mania: senang bicara, konsentrasi
menurun!!!
Intervensi perawat: bicara sederhana,
jelas dan kontrol lingkungan. Teknik
komunikasi Focusing

Afektif

Pada klien depresi sulit


mengekpresikan perasaan
Intervensi perawat: dorong untuk
ekspresikan perasaan, bantu untuk
analisa, sadari perasaan, bersama
klien selesaikan masalah

Kognitif
Klien depresi : perasaan negatif ttg diri--- harga
diri rendah
Intervensi perawat: mengganti pikiran negatif--positif, meningkatkan kontrol diri, meningkatkan
harga diri
Perilaku
- Mengaktifkan klien: diarahkan pada tujuan yg
realitas, beri pujian atas perilaku yg konstruktif

Sosial

Kaji kemampuan, dukungan dan minat


Bimbing klien untuk melakukan hub
interpersonal
Beri umpan balik
Dorong klien untuk hub sosial yg lebih luas

TERIMA KASIH