Anda di halaman 1dari 4

Shienowa Andaya Sari

102012445/E6
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Terusan Arjuna No. 6, Jakarta Barat. Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731
shienowaandayasari@gmail.com
Fitness to be Detained
Pemeriksaan
Seorang tahanan yang sudah dijatuhi hukuman berhak untuk mendapatkan penyediaan
layanan kesehatan sama seperti di luar tahanan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk
menentukan kelayakan kesehatan seseorang untuk ditahan penting untuk memastikan bahwa
orang tersebut aman dan sehat. Beberapa orang yang sudah membutuhkan layanan kesehatan
misalnya seperti orang yang membutuhkan terapi oksigen jangka panjang, insulin yang terus
menerus dan lain sebagainya terapi yang mereka butuhkan akan dilanjutkan di dalam
tahanan. Sama seperti keadaan diluar tahanan dokter yang ingin melakukan pemeriksaan
harus mendapatkan inform consent dari pasien tersebut dengan keadaan pasien tersebut tidak
ada paksaan dari polisi.A
Penilaian yang dilakukan untuk kesehatan kelayakan tahanan serupa dengan
pemeriksaan klinis umum. Seperti mengetahui riwayat penyakit pasien, riwayat pengobatan
pasien, juga dilakukan pemeriksaan klinis pasien. Ditanyakan riwayat spesifik pada penyakit
asma, diabetes, epilepsy, dan jantung. Juga riwayat kejiwaan pasien perlu diketahui sebelum
masuk tahanan. . Pada gangguan kejiwaan seringkali membuat seorang individu tidak layak
untuk ditahan.A
Prosedur ini dilakukan ketika tahanan pertama kali datang ke kantor polisi dengan
keadaan menderita suatu penyakit atau dalam kondisi cedera. Maka perlu dilakukan
pemeriksaan fisik dan mental secara keseluruhan dan didiskusikan dengan sersan tahanan
tentang hasil pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tahanan tersebut dalam
kondisi penyakit atau cedera yang dapat menyebabkan keadaan kritis atau berat maka tahanan
tidak layak ditahan dan akan dilakukan perawatan sampai tahanan sembuh terlebih dahulu.A
Seperti pada kasus apabila tahanan mempunyai keluhan tertentu maka akan diperiksa
dari tanda-tanda vital, mental, dilihat juga riwayat penyakit pasien. Pada pasien tahanan kasus
korupsi tersebut dikatakan bahwa dia menderita penyakit jantung yang telah lama
dideritanya, penyakit liver, dan penyakit pada lutut kanannya (osteocondritis genu) sehingga
mengalami hambatan saat berjalan. Maka dilakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu
melihat keadaan pasien saat memasuki tahanan dengan dilakukannya pemeirksaan penunjang.
1

Untuk melihat keadaan jantung pasien dapat menggunakan EKG, pemeriksaan enzim yang
berperan seperti CK/CPK (Creatin Posfo Kinase), CKMB (Creatinkinase Label M dan B),
Troponin I dan T, bisa dibantu juga dengan melakukan Rontgen thorax AP. Untuk melihat
keadaan fungsi hati pasien dilakukan pemeriksaan enzim SGOT dan SGPT. Dilakukan juga
rontgen region genu dextra untuk melihat keadaan lutut kanan dimana sesuai dengan keluhan
tahanan tersebut sulit berjalan. Apabila memang dari hasil pemeriksaan pasien memerlukan
pengobatan terlebih dahulu seperti yang telah dikatakan sebelumnya maka pasien berhak
menjalankan pengobatan kemudian sesuai dengan peraturan yang berlaku pasien kembali ke
dalam tahanan.
Fitness to Stand Trial
Pemeriksaan
Fitness To Stand Trial adalah jenis penilaian oleh hakim apakah terdakwa layak atau
tidak untuk diadili. Penilaian ini dilakukan berdasarkan kompetensi terdakwa yang dilihat
dari kesehatan mentalnya yaitu dapat atau tidaknya memberikan pernyataan-pernyataan.
Penilaian ini dapat membantu proses peradilan dalam putusan apakah terdakwa dapat diadili
atau tidak. Ada tiga proses yang digunakan dalam penilaian:
1. Proses pertama, hakim akan menentukan apakah terdakwa perlu dikirim ke psikiater
dengan mendengar pernyataan dari pengacara terdakwa dan terdakwa.
2. Proses kedua, psikiater akan menilai terdakwa dengan melakukan wawancara dan
menyiapkan laporan hasil wawancara tentang kejiwaan terdakwa. Hal ini bisa dilakukan
di ruang sidang maupun rumah sakit jiwa.
3. Proses ketiga, keputusan hakim untuk menentukan apakah terdakwa layak untuk di adili
atau tidak dengan pertimbangan dari laporan psikater dan pengacara terdakwa.
Jika putusan hakim bahwa terdakwa tidak layak diadili ini berarti terdakwa tidak
mampu diadili oleh karena gangguan mental, yang berarti:

Terdakwa tidak mampu memahami bahwa ia berada di ruang sidang, dan siapa saja

orang-orang yang ada diruang sidang dan mengapa mereka ada disana, atau
Terdakwa tidak mampu memahami apa yang dituduhkan kepada ia, apa ia bersalah atau
tidak, apa yang terjadi jika ia mengaku bersalah dan apa yang terjadi jika ia memberitahu

kebeneran di pengadilan, atau


Terdakwa tidak mampu berkomunikasi dengan pengacara mereka dalam hal apa yang ia
ingin lakukan dalam kasus tersebut.

Pada terdakwa yang mengalami gangguan mental mereka akan diberikan pilihan
untuk dilakukan perawatan atau pengobatan selama penilaian oleh hakim masih berlanjut.
Jika terdakwa melakukan tindakan pidana sebelum adanya gangguan mental maka terdakwa
tetap akan diadili sesuai kasusnya.

Pada kasus yang didapat diketahui tidak dijelaskan

adanya gangguan mental sehingga dinyatakan pasien masih dapat berkomunikasi dengan
normal.

Daftar Pustaka
a. Peel M. Assesing fitness to detain in police custody. Nursing standard 2015 Nov;
30:43-9.