Anda di halaman 1dari 3

A.

Ciri-Ciri Makanan Mengandung Formalin


1. Mie Basah
: Tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah rusak dan tahan dalam
jangka waktu lama
2. Tahu
: Teksturnya yang terlampau keras, kenyal, tapi tidak padat, tidak mudah
rusak dalam waktu lama
3. Ikan
: Insang berwarna merah tua, tidak cerah atau bukan merah segar, tidak
berbau khas ikan asin, warna daging putih bersih, kenyal dan tak mudah rusak, tidak
mudah patah, agak keras serta tidak dihinggapi lalat
4. Bakso
: Tekstur sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar, jika
dibelah di dalamnya tampak warna merah tua mencolok tidak wajar
5. Daging Ayam : tekstur daging kencang, tak mudah rusak dan tak disukai lalat

B. Ciri-Ciri Makanan Mengandung Boraks


1. Mie Basah

: Tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah putus

2. Bakso
: Tekstur sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan
daging, tapi lebih cemerlang keputihan
3. Lontong

: Rasa getir dan sangat gurih, serta beraroma sangat tajam

4. Kerupuk
lidah

: Teksturnya sangat lembut dan renyah, bisa menimbulkan rasa getir di

C. Ciri-Ciri makanan mengandung Pewarna Tekstil


1. Bila pewarna terkena kulit, sulit hilang jika dicuci dengan air.
2. Tampilan warnanya terlihat lebih mengkilap dan cerah.
3. Bila terkena panas, semakin lama akan semakin mengkilap.

D. Cara Pengujian Laboratorium Sederhana Untuk Makanan

a. Cara pengujian boraks

Bahan dan alat yang dibutuhkan:


1. Kunyit atau kunir
2. Kertas saring

Cara melakukan pengetesan kadar Boraks :

1.

Buat larutan kunyit dan masukkan kertas saring ke dalamnya (rendam 15 menit)

2.

Keringkan kertas saring tersebut.

3.

Panaskan air beserta potongan makanan atau jajanan yang akan dites (sampai keluar
buih atau mendidih).

4.

Tunggu sampai agak dingin, lalu masukkan atau tetesi kertas saring kunyit dengan air
rebusan tersebut.

Hasil pengujian dengan kertas saring Kunyit :


1. Jika warna kertas berubah jadi merah bata, itu artinya makanan atau jajanan tersebut
mengandung boraks.
2. Jika warna kertas tidak berubah, itu artinya tidak ada boraks dalam makanan tersebut.

b. Cara Pengujian Formalin


1. Mendiamkan makanan (makanan basah) pada suhu ruangan (25C) selama 3 hari.
Kalau makanan tidak rusak atau berlendir, serta tidak lalat dan semut yang mendekat
maka makanan tersebut mengandung formalin.
2. Uji pemanasan
Alat dan Bahan :
1. Kompor/pemanas
2. Panci
3. Gelas tahan panas
4. Sendok/pengaduk
5. Sampel makanan 5 gr.
6. Aquades 50 ml
7. Asam Kromatofat
Prosedur :
1. nyalakan kompor, pasang panci, lalu rebus akuades hingga mendidih.
2. Masukkan produk yang akan diuji ke dalam gelas, lalu rendam dengan akuades
yang sudah mendidih.
3. Masukkan asam kromatofat ke dalam gelas, lalu aduk semuanya dengan sendok.
4. Produk yang mengandung formalin akan ditunjukkan dengan berubahnya warna
air dari bening menjadi merah muda hingga ungu.
5. Semakin ungu berarti kadar formalin semakin tinggi.
c. Cara Pengujian Makanan/Minuman Berpewarna Tekstil
Uji Kromatografi Kertas
Alat dan Bahan :
1. Kertas saring.
2. Pemanas/kompor.
3. Gelas tahan panas/panci.
4. Pipet Pasteur.
5. Baskom/wadah air.
6. Aquades/air biasa.
7. Sampel makanan/Minuman.
Prosedur :
1. Kalau sampel minuman bias langsung diuji, kalau sampel makanan harus dilarutkan
dulu dengan cara :
a. Ambil 5 gr sampel makanan.

2.
3.

4.
5.
6.

b. Makanan dihaluskan.
c. Dipanaskan dengan cara mencampurnya dengan 10 ml aquades sambil diaduk
sampai mendidih.
d. Ambil bagian yang cairnya.
Masukkan air kedalam baskom sampai ketinggian 3cm.
Teteskan sampel minuman/makanan pada kertas saring 4-5cm dari dari bagian
bawah kertas saring, jangan sampai tetesan sampel lebih rendah dari ketinggian air di
baskom (>3cm).
Taruh kertas saring di baskom air, tunggu beberapa menit.
Air dari bawah akan mampu menyeret zat-zat pewarna keatas.
Dilihat tinggi kapilaritas air terhadap tetesan sampel.

Hasil :
1. Apabila bahan pewarna tersebut merupakan bahan yang aman dikonsumsi, maka akan
terseret jauh (lebih dari 5 cm) oleh air dari gelas secara kapilaritas.
2. Sedangkan jika bahan pewarna tersebut merupakan zat pewarna yang berbahaya
seperti bahan pewarna tekstil maka tidak akan terseret jauh oleh air (kurang dari 3
cm) melalui kapilaritas pada kertas saring, bahkan terkadang tetap diam ditempat.