Anda di halaman 1dari 11

Arti Lambang Pancasila

Afrizal. S. IP. MA
Reva Rinanda Siregar
S.IP.
Universitas Riau

Deskripsi dan arti filosofi


Burung Garuda:
Burung garuda berwarna kuning emas mengepakkan sayapnya
dengan gagah menoleh ke kanan. Dalam tubuhnya mengemas
kelima dasar dari Pancasila. Di tengah tameng yang bermakna
benteng ketahanan filosofis, terbentang garis tebal yang bermakna
garis khatulistiwa, yang merupakan lambang geografis lokasi
Indonesia. Kedua kakinya yang kokoh kekar mencengkeram kuat
semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika yang berarti
Berbeda-beda, Namun Tetap Satu.
Keberhasilan bangsa Indonesia dalam meraih cita-citanya
menjadi negara yang merdeka bersatu dan berdaulat pada
tanggal 17 Agustus 1945, tertera lengkap dalam lambang garuda.
17 helai bulu pada sayapnya yang membentang gagah
melambangkan tanggal 17 hari kemerdekaan Indonesia, 8 helai
bulu pada ekornya melambangkan bulan Agustus, dan ke-45 helai
bulu pada lehernya melambangkan tahun 1945 adalah tahun
kemerdekaan Indonesia.

Pita bertuliskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Kedua cakar Garuda Pancasila mencengkeram sehelai pita putih


bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika " berwarna hitam.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah kutipan dari
Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular . Kata "bhinneka"
berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata "tunggal" berarti
satu, kata "ika" berarti itu. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika
diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun
berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap adalah satu kesatuan,
bahwa di antara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu
kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan
persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa
daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Perisai:adalah tameng yang telah lama dikenal dalam kebudayaan dan

peradaban Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan


perjuangan, pertahanan, dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang
melukiskan garis khatulistiwa yang menggambarkan lokasi Negara
Kesatuan Republik Indonesia, yaitu negara tropis yang dilintasi garis
khatulistiwa membentang dari timur ke barat.
Warna dasar pada ruang perisai adalah warna bendera kebangsaan
Indonesia "merah-putih". Sedangkan pada bagian tengahnya berwarna
dasar hitam.
Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara
Pancasila. Pengaturan lambang pada ruang perisai adalah sebagai berikut

Bintang Tunggal:

Perisai hitam dengan sebuah bintang


emas berkepala lima
menggambarkan agama-agama
besar di Indonesia, Islam, Khatolik,
Protestan, Hindu, Buddha, dan
Konghucu.

Rantai Emas:

Rantai yang disusun atas gelang-gelang


kecil ini menandakan hubungan manusia
satu dengan yang lainnya yang saling
membantu. Gelang yang lingkaran
menggambarkan wanita, gelang yang
persegi menggambarkan pria.

Pohon Beringin:
Pohon beringin (Ficus benjamina) adalah sebuah pohon
Indonesia yang berakar tunjang - sebuah akar tunggal panjang
yang menunjang pohon yang besar tersebut dengan bertumbuh
sangat dalam ke dalam tanah. Ini menggambarkan kesatuan
Indonesia. Pohon ini juga memiliki banyak akar yang
menggelantung dari ranting-rantingnya. Hal ini
menggambarkan Indonesia sebagai negara kesatuan namun
memiliki berbagai akar budaya yang berbeda-beda.

Kepala Banteng:
Binatang banteng (Latin: Bos javanicus) atau lembu
liar adalah binatang sosial, sama halnya dengan
manusia cetusan Presiden Soekarno dimana
pengambilan keputusan yang dilakukan bersama
(musyawarah), gotong royong, dan kekeluargaan
merupakan nilai-nilai khas bangsa Indonesia.

Padi Kapas:
Padi dan kapas (yang menggambarkan sandang dan
pangan) merupakan kebutuhan pokok setiap
masyarakat Indonesia tanpa melihat status maupun
kedudukannya. Hal ini menggambarkan persamaan
sosial dimana tidak adanya kesenjangan sosial satu
dengan yang lainnya, namun hal ini bukan berarti
bahwa negara Indonesia memakai ideologi
komunisme.

Nilai nilai Luhur Pancasila


1.
2.
3.
4.

Ketuhanan yang Maha Esa


Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang Dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat
Indonesia

Terima Kasih