Anda di halaman 1dari 2

BAB II

GAMBARAN UMUM
Salah satu jenis kuliner nusantara yang sangat populer di Indonesia adalah sate, sate
dapat ditemukan di mana saja di Indonesia dan telah dianggap sebagai salah satu masakan
nasional Indonesia. Sate adalah makanan yang terbuat dari potongan daging bisa berupa
daging ayam, sapi, kambing, kelinci, kuda, dan lain sebagainya yang dipotong kecil-kecil dan
ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya dibuat dari lidi tulang daun kelapa lalu dikasih
bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu.
Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu yang bergantung pada
variasi resep sate. Adanya berbagai suku bangsa dan tradisi seni memasak telah menghasilkan
bermacam jenis sate. Di setiap daerah pun dapat ditemui kuliner tersebut walaupun nama
untuk masing-masing daerah berbeda, seperti : sate Padang dari daerah Padang, sate lilit dari
daerah Bali, sate matang dari daerah Aceh, sate Madura dari daerah Madura dan lain
sebagainya.
Ternyata kenikmatan sate tidak senikmat gizi yang kita peroleh, di dalam sate sendiri
terdapat lemak yang jika kita konsumsi akan diuraikan menjadi kolesterol. Kolesterol yang
berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah pembuluh darah.
Penempelan kolesterol pada dinding pembuluh darah disebut lemak jahat yaitu Low Density
Lipoprotein (LDL).
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa sate-sate diatas akan meningkatkan kadar LDL
dalam tubuh kita. Kali ini kami tidak membahas salah satu macam sate diatas tetapi sate yang
akan kami bahas adalah sate herbal. Salah satu bahan herbal yang akan kami gunakan sebagai
bahan produksi adalah jamur. Dikarenakan jamur termaksud salah satu makanan yang
berserat dan dapat menurunkan kadar ldl kami memutuskan untuk menggunakannya dalam
peluang usaha kami. Jamur yang kami ambil disini berupa jamur tiram berikut adalah
penjelasannya:
Jamur tiram disebut juga dengan oyster mushroom. Bentuk tudungnya menyerupai
cangkang kerang atau tiram dengan bagian tepi agak bergelombang. Letak tangkai tudungnya
tidak tepat di tengah, tetapi agak ke samping. Warna jamur tiram beragam, tergantung dari
jenisnya. Dari hasil penelitian departemen sain, kementrian industri Thailand, jamur tiram
mengandung protein 5.94%, karbohidrat 50,59%, serat 1,56%, lemak 0,17%, dan abu 1,14%.
Setiap 100 gram jamur tiram segar mengandung 45,65 kalori, 8,9 miligram(mg) kalsium, 1,9
mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1; 0,75 mg vitamin B-2 dan 12,40 mg vitamin C.

Jamur tiram juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan
anemia.
Pemasaran jamur yang banyak di Purwokerto dan biasanya hanya digunakan sebagai
olahan makanan lauk pauk yang digoreng menggunakan tepung, tumis atau dijadikan sup.
Kami akan membuatnya menjadi lebih menarik yaitu menjadi sate. Karna mengingat juga
minimnya penjualan sate di Purwokerto dan cita rasa yang masih kurang menjual, sehingga
kami termotivasi untuk menjadikan sate herbal dalam produksi kewirausahaan kami.