SAMPLE SIZE ATAU BESAR SAMPLE
1. Metode Penelitian Slovin
Dalam melakukan sebuah penelitian ilmiah pasti tidak lepas dari yang nananya sampel
(Inggris :Sample). Sampel digunakan pada kondisi jumlah total populasi yang menjadi objek
penelitian tidak bisa kita amati satu persatu dengan berbagai kendala dan alasan. Oleh karena
itu hanya di ambil sebagian dari seluruh populasi tersebut untuk dijadikan sebagai sampel. Ini
yang disebut sampel. besar jumlah sampel
yang harus diambil temukan dengan
menggunakan rumus slovin. Rumus slovin digunakan sebagai salah satu cara untuk
menghitung jumlah sampel yang tepat dari suatu populasi.
Rumus Sovlin dan Cara Menggunakannya
Rumus Slovin dapat digunakan untuk mencari tahu ukuran sample yang perlu diambil. Secara
matematis rumus slovin ditulis:
n=
N
1+ N e 2
Keterangan :
n = jumlah sampel
N = jumlah total populasi
e = toleransi error
Contoh Kasus :
Anda akan melakukan penelitian pada populasi sebanyak 1000 orang. Coba tentukan jumlah
sampel yang ingin diambil jika diinginkan akurasi 95%
Jawab :
Akurasi 95%, toleransi error 5%
n=
N
2
1+ N e
n=
1000
2
1+1000.0 .05
n= 85,714286
n = 286 objek sampel
Penelitian Observasional
Cara menghitung besar sampel suatu penelitian sangat ditentukan oleh desain penelitian yang
digunakan dan data yang diambil. Jenis penelitian observasional dengan menggunakan disain
cross-sectional akan berbeda dengan case-control study dan khohor, demikian pula jika data
yang dikumpulkan adalah proporsi akan beda dengan jika data yang digunakan adalah data
continue. Pada penelitian di bidang kesehatan masyarakat, kebanyakan menggunakan disain
atau pendekatan cross-sectional atau belah lintang, meskipun ada beberapa yang
menggunakan case control ataupun khohor.
-
Rumus Sampel Penelitian Cross-sectional
Perhitungan besar sampel dengan mempertimbangkan proporsi presisi biasa digunakan dalam
penelitian-penelitian survey maupun penelitian dengan desain cross sectional. Rumus yang
digunakan untuk populasi proporsi dengan presisi didapatkan formula rumus sebagai berikut
(lemeshow, 1991):
Z 2 p(1 p)
n=
d2
Keterangan :
n
= Besar sampel
Z21- = tingkat kepercayaan 95% artinya (1-).
= Proporsi prevalensi kejadian
= Presisi ditetapkan
Contoh Soal
Suatu penelitian dilakukan di Kabupaten Bantul untuk mengetahui perilaku ibu dalam
memberikan makanan kepada bayi. Jika penelitian yang dilakukan menginginkan ketepatan
10%, tingkat kemaknaan 95% dan diketahui prevalensi perilaku ibu dalam pemberian
makanan bayi baik sebesar 30%. Berapa sampel yang harus diambil pada kasus diatas?
Jawab:
Z 2 p(1 p)
n=
d2
2
1,96 .0,3(10,3)
n=
0,12
n=
1.1524 . 0,7
0,12
n=
0.8067
0,12
n = 80 .673
n = 81 sampel
Berdasarkan perhitungan besar sampel secara manual didapatkan jumlah sampel yang
dibutuhkan sebanyak 81 sampel.
Rumus Case Control & Kohort
Rumus yang digunakan untuk mencari besar sampel baik case control maupun kohort adalah
sama, terutama jika menggunakan ukuran proporsi. Hanya saja untuk penelitian khohor, ada
juga yang menggunakan ukuran data kontinue (nilai mean).
Besar sampel untuk penelitian case control adalah bertujuan untuk mencari sampel minimal
untuk masing-masing kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kadang kadang peneliti
membuat perbandingan antara jumlah sampel kelompok kasus dan kontrol tidak harus 1 : 1,
tetapi juga bisa 1: 2 atau 1 : 3 dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Adapun
rumus yang banyak dipakai untuk mencari sampel
minimal penelitian case-control adalah sebagai berikut:
( p 0. q 0+ p 1. q 1 ) (Z
n=
+ Z 1 )
(p 1p 0)2
Keterangan :
n
= jumlah sampel minimal kelompok kasus dan control
Z
= nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan tingkat kemaknaan
(untuk =0,05 adalah 1,96)
Z 1
= nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan kuasa sebesar
diinginkan (untuk
= 0,10 adalah 1,28)
p0
= proporsi paparan pada kelompok control atau tidak sakit
p1
= proporsi paparan padakelompok kasus (sakit)
q0
= 1-p0 dan q1=1-p1
Pada penelitian kohort yang dicari adalah jumlah minimal untuk kelompok kelompok
terpapar dan tidak terpapar. Jika yang digunakan adalah data proporsi maka untuk penelitian
khohor nilai p0 pada rumus di atas sebagai proporsi yang sakit pada populasi yang tidak
terpapar dan p1 adalah proporsi yang sakit pada populasi yang terpapar atau nilai p1 = p0 x
RR (Relative Risk).
Jika nilai p adalah data kontinue (misalnya rata-rata berat badan, tinggi badan, IMT dan
sebagainya) atau tidak dalam bentuk proporsi, maka penentuan besar sampel untuk kelompok
dilakukan berdasarkan rumus berikut:
2(Z
n=
+Z 1 )
(U 1U 2)2
Keterangan :
n
= jumlah sampel minimal kelompok kasus dan control
Z
= nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan tingkat kemaknaan
(untuk =0,05 adalah 1,96)
Z 1
= nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan kuasa sebesar
diinginkan (untuk
= 0,10 adalah 1,28)
= standar deviasi kesudahan (outcome)
U1
= mean outcome kelompok tidak terpapar
U2
= mean outcome kelompok terpapar
Contoh Soal
Contoh kasus, misalnya kita ingin mencari sampel minimal pada penelitian tentang pengaruh
pemberian ASI eksklusif dengan terhadap berat badan bayi. Dengan menggunakan tingkat
kemaknaan 95 % atau Alfa = 0,05, dan tingkat kuasa/power 90 % atau =0,10, serta
kesudahan (outcome) yang diamati adalah berat badan bayi yang ditetapkan memiliki nilai
asumsi SD=0,94 kg, dan estimasi selisih antara nilai mean kesudahan (outcome) berat badan
kelompok tidak terpapar dan kelompok terpapar selama 4 bulan pertama kehidupan bayi (U0
U1) sebesar 0,6 kg (mengacu hasil penelitian Piwoz, et al. 1994), maka perkiraan jumlah
minimal sampel yang dibutuhkan tiap kelompok pengamatan, baik terpapar atau tidak
terpapar adalah:
Jawab
2(Z
n=
n=
+Z 1 )
(U 1U 2)2
2(1,96+ 1,28)2 (0,94 )2
0,6 2
n=51,5 orang ataudibulatkan menjadi52 per kelompok
Pada penelitian khohor harus ditambah dengan jumlah lost to follow atau aka lepas selama
pengamatan, biasanya diasumsikan 15 %. Pada contoh diatas, maka sampel minimal yang
diperlukan menjadi n= 52 (1+0,15) = 59,8 bayi atau dibulatkan menjadi sebanyak 60 bayi
untuk masing-masing kelompok baik kelompok terpapar ataupun tidak terpapar atau total 120
bayi untuk kedua kelompok tersebut.