Anda di halaman 1dari 22

Fisiologi Hidung

Brenda Dwi A.
2015.04.2.0025

FUNGSI HIDUNG
1.
2.
3.
4.

Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi

Respirasi
Pembauan (olfactorius)
Resonansi Suara
Drainase-Ventilasi

FUNGSI RESPIRASI
1. Mengatur banyaknya udara yang masuk
2. Air Conditioning (menyiapkan udara yang

akan masuk ke paru-paru)

3. Desinfektan

1. Mengatur banyaknya udara

Banyaknya udara yg masuk diatur &

disesuaikan dengan kebutuhan


( misal: aktivitas (OR) butuh O2 lebih
banyak udara lebih banyak masuk)
Ditentukan oleh tiga faktor:

1. Pengaturan arah oleh nares


2. Bentuk cavum nasi
3. Nares

Inspirasi

udara masuk lewat nares anterior naik


ke atas setinggi konka media, kemudian
turun ke bawah ke arah nasofaring udara
mengalami turbulensi kontak dengan
permukaan cavum nasi
Ekspirasi

arah udara berlawanan dengan arah udara


inspirasi (turbulensi > banyak karena
adanya obstruksi relatif pada bagian
anterior cavum nasi yg disebabkan karena
nares dan limen nasi)

2. Air Conditioning

MENYARING

Partikel besar oleh rambut (vibrissae) dikeluarkan


dengan refleks bersin
Partikel kecil / halus oleh selaput lendir didorong oleh
silia ke belakang

MEMBASAHI

Dilembabkan agar tidak merusak mukosa saluran napas


Dilakukan oleh lendir yg dikeluarkan oleh Sel Goblet dan
selaput lendir dgn menguapkan air dari sekret yg
dihasilkan
BILA UDARA SANGAT KERING, mukosa faring ikut
membasahi faring jadi kering dan timbul keluhan haus
BILA UDARA DINGIN DAN BASAH, dari hidung dapat
menetes air

hawa dingin
sel plasma produksi IgE
sel mastosit keluarkan zat mediator (histamin)
vasodilatasi kapiler
p permeabilitas pembuluh darah kapiler
Oedema mukosa
Histamin pada saraf sensoris
sekresi glandula seromucinous
keluar tetesan air dari hidung

MEMANASI

Udara luar selain kering, juga dapat terlalu


dingin. Sedangkan paru mempunyai suhu 3637*C
Pemanasan udara dilakukan oleh conchae
nasi (mengandung banyak pembuluh darah).
Sehingga yg digunakan adalah panas dari
darah.
Hal ini berlangsung sangat cepat (hanya
sepersekian detik)

Udara pernafasan yang berasal dari udara luar dapat

3. Desinfektan

mengandung banyak kuman yang dapat membahayakan


tubuh, sehingga perlu dibersihkan. Yang dilakukan oleh:
a.

Mukosa melembabkan, menangkap partikel-partikel kecil dari udara inspirasi

b.

Lysozym enzim pada lendir yang ada di mukosa

c.

Suasana Asam ph 6,5 dari lendir mukosa hidung tidak cocok untuk hidupnya
kuman

d.

Silia Menggerakkan kuman dan kotoran yang melekat pada lendir ke arah
belakang Pharynx Dibatukkan atau Ditelan dan masuk ke lambung melalui
oesophagus Asam di lambung akan membunuh kuman

e.

Submukosa Terdapat fagosit, limfosit dan histiosit

f.

Kelenjar regional , ikut berperan bila di submukosa kuman belum berhasil dibunuh

RESPIRASI
Inspirasi
Lewat
hidung

Ekspirasi
Lewat
Hidung
Pertukaran
Gas di
alveoli
Faring
Laring
Trakea
Bronkus
Paru

Ventilasi Normal : 6lt/mnt

Penyaringan
udara

Penghangatan
udara
Pelembapan
udara

FUNGSI PEMBAUAN
(OLFAKTORIUS)

FAKTOR BAU PERANGSANG


Fisis

MEKANIK

1. Substansi yang dapat menguap


2. Substansi yang larut air
3. Substansi yang larut lemak
Mekanis

FISI
K

Pada manusia saraf pembauan bekerja sama

dengan saraf pengecapan (Gustatorius)


Rasa enak dari makanan = 25% dirasakan lidah,
75% karena tercium oleh hidung
Mekanisme:
Ketika makan, udara dari makanan yg sedang
dikunyah menguap naik ke nasofaring ke
hidung dan tercium bau
Jika ada obstruksi nasi bau tidak tercium
Syaraf pembauan rusak, keluhan rasa
pengecapan hilang

MEMBRANA OLFAKTORIUS
Letaknya

di superior cavum nasi


dekat septum
Tersusun atas:
- Lapisan Mukosa (Silia Olfaktorius, Sel
Olfaktorius,
Sel Penunjang)
- Bulbus Olfaktorius
- Traktus Olfaktorius

SEL OLFAKTORIUS
Jumlah 100 juta sel pada

epitel olfaktoria
Ujung berbentuk tombol
tempat Silia
Silia berjumlah 6-12 silia
per tombol
Fungsi silia: bereaksi
terhadap bau di udara
dan merangsang sel
olfaktoria
Sekitar sel olfaktoria:
Kelenjar bowman: sekresi

mukous ke permukaan
membran olfaktorius

Mekanisme Pembauan
Partikel zat yang berbau
Cavum nasi (melalui inspirasi)
Mukosa olfactorius
Olfactorius hair
Olfaktorius reseptor
Depolarisasi sel olfactorius
Potensial aksi
Bulbus olfactorius (melalui lamina kribosa)
Traktus olfactorius (serat bercabang 2 di trigonum olfaktorius) otak

Olfactory bulb
Olfactory tract
Olfactory cortex
of temporal lobe
(conscious
perception
of smell)
Hippocampus
(olfactory memory)
Amygdala
(emotional
responses)

Hypothalamus

Reticular formation
(visceral responses
to smell)

Macam-macam kelainan pembauan


Hiposmia
Penurunan kemampuan dalam mendeteksi bau
Etio : Oedema, polip, tumor
Anosmia
Tidak bisa mendeteksi bau
Etio : Tumor, trauma, kerusakan n.Olfactorius, proses
degenerasi
Parosmia
Perubahan persepsi pembauan
Etio : Trauma
Phantosmia
Agnosia
penderita

: persepsi bau tanpa adanya sumber bau


: tidak bisa
membedakan bau, walaupun
dapat mendeteksi bau.

FUNGSI RESONANSI
SUARA
Rongga cavum nasi + sinus

paranasalis Resonator suara yang


dihasilkan oleh larynx
Jika ada obstruksi nasi Suara

sengau (bindeng) sehingga disebut


RHINOLALIA OCCLUSA

FUNGSI DRAINAGE VENTILASI


Sinus paranasal mempunyai ostium pada

meatus nasi
Jika ada sekret pada sinus paranasalis akan
keluar melalui ostium ke dalam cavum nasi
Selain itu, udara dari cavum nasi masuk
dalam sinus paranasalis juga melalui ostium
ini.
Jika ostium tersumbat (mis. Krn oedema
mukosa / tumor) fungsi drainase dan
ventilasi akan terganggu terjadi
penumpukan sekret dalam rongga sinus