Anda di halaman 1dari 15

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dengan semua kegiatan dalam manusia didalam sehari terkadang manusia tak
terlepas dari namanya suatu antrian sebgai contoh bila seorang ingin menarik
ataumenabung disuatu bank maka pastinya orang tersebut akan melewati yang
namanyasuatu proses dalam mengantri.Sehingga bila kita pelajari suatu proses antrian
tersebut dengan pendekatan melalui suatu pemodelan matematika demikian sehingga
kita akan menemukan suatu penyelesaian atau suatu solusi yang bisa diterapkan bila
kita mengalami suatu proses antrian tersebut.
Bila kita tindak lanjutin permasalahan yang terjadi di antrian ini adalah
bagaimana kita bisa menemukan suatu nilai atau suatu waktu yang menimalisikan
suatu proses antrian tersebut dengan mengoptimalkan suatu tujuan yang kita
harapkan. Sehingga hal ini menjadi menarik bila diangkat menjadi suatu bahan yang
akan dicoba dimana dengan bantuan excel. Sehingga diharapkan kita mendapatkan
dari tujuan yang kita harapkan dari proses tersebut.
B. Tujuan
1. Dapat memahami fungsi dan manfaat dari teori antrian
2. Dapat memahami konsep dasar dari teori antrian
3. Dapat mengaplikasikan teori antrian yang sudah dipelajari untuk
menyelesaikan permasalahan dalam sistem antrian

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Pada umumnya, sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi sistem yang


berbeda

beda di mana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas.

Klasifikasi menurut Hillier dan Lieberman adalah sebagai berikut :

1. Sistem pelayanan komersial


2. Sistem pelayanan bisnis industri
3. Sistem pelayanan transportasi
4. Sistem pelayanan social
Sistem pelayanan social Sistem pelayanan komersial merupakan aplikasi yang
sangat luas dari model-modelantrian, seperti restoran, kafetaria, toko toko, salon,
butik, supermarket, dansebagainya. Sistem pelayanan bisnis industri mencakup lini
produksi, sistemmaterial handling, sistem pergudangan, dan sistem sistem
informasi komputer.Sistem pelayanan sosial merupakan sistem sistem pelayanan
yang dikelola oleh kantor kantor dan jawatan jawatan lokal maupun nasional, seperti
kantor registrasi SIM dan STNK, kantor pos, rumah sakit, puskesmas, dan lain lain
.Komponen dasar antrian :
1. Kedatangan
Setiap masalah antrian melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil,
panggilantelepon untuk dilayani, dan lain-lain. Unsur ini sering
dinamakan proses input . Proses input meliputi sumber kedatangan atau
biasa dinamakan calling population, dan cara terjadinya kedatangan yang
umumnya merupakan variable acak. Menurut Levin, dkk (2002), variable
acak adalah suatu variabel yang nilainya bisa berapa saja sebagai hasil dari
percobaan acak. Variabel acak dapat berupa diskrit atau kontinu. Bila
variabel acak hanya dimungkinkan memiliki beberapa nilai saja, maka ia
merupakan variabel acak diskrit. Sebaliknya bila nilainya dimungkinkan
bervariasi pada rentang tertentu, ia dikenal sebagai variabel acak kontinu.

2. Pelayan
Pelayan atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih
pelayan, atau satu atau lebih fasilitas pelayanan. Tiap - tiap fasilitas
pelayanan kadang kadang disebut sebagai saluran (Schroeder,1997).
Contohnya, jalan tol dapatmemiliki beberapa pintu tol. Mekanisme
pelayanan dapat hanya terdiri dari satu pelayan dalam satu fasilitas
pelayanan yang ditemui pada loket seperti pada penjualan tiket di gedung
bioskop.
3. Antri
Inti dari analisa antrian adalah antri itu sendiri. Timbulnya antrian
terutamatergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Jika tak
ada antrian berarti terdapat pelayan yang menganggur atau kelebihan
4.

fasilitas pelayanan (Mulyono,1991)


Desain Pelayanan

Menurut

Sinalungga

(2008:249),

Desain

sarana

pelayanan

dapat

diklasifikasikan dalam channel dan phase yang akan membentuk suatu struktur
antrian yang berbeda-beda. Channel menunjukkan jumlah jalur untuk memasuki
sistem pelayanan. Phase berarti jumlah stasiun stasiun pelayanan, dimana para
langganan harus melaluinya sebelum pelayanan dinyatakan lengkap. Ada empat
model struktur antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh sistem antrian:
a. Single Chanel Single Phase Single Chanel
Bahwa hanya ada satu jalur untuk.memasuki sistem pelayanan atau ada satu
pelayanan. Single phase menunjukkan bahwa hanya ada satu stasiun pelayanan

sehingga yang telah menerima pelayanan dapat langsung keluar dari sistem antrian.
Contohnya antrian pada penjualan karcis kereta api yang hanya dibuka satu loket.
b. Single Channel - Multi Phase
Multi phase berarti ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakn secara
berurutan dalam phase-phase. Misalnya pada antrian di laundry, pakaian pakaian
setelah dicuci kemudian dijemur lalu disetrika dan terakhir dikemas.
c. Multi Chanel - Single Phase
Sistem multi chanel-single phase terjadi jika ada dua atau lebih fasilitas
pelayanan dialiri oleh suatu antrian tunggal. Sebagai contoh adalah Sarana
pelayanan nasabah di Bank.
d. Multi Chanel - Multi Phase
Sistem ini terjadi jika ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dengan
pelayanannya lebih dari satu phase. Sebagai contoh adalah pelayanan kepada pasien
di rumah sakit dari pendaftaran, diagnosa, tindakan medis sampai pembayaran.
Setiap sistem-sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahap,
sehingga lebih dari satu individu dapat dilayani pada suatu waktu.

III.

METODOLOGI

A. Alat dan Bahan


1. Komputer atau Laptop
2. Alat Tulis
3. Software WinQSB
B. Prosedur Kerja
1. Survey sistem antrian.
2. Mencatat sistem antrian yang ada
3. Menyelesaikan perhitungan dengan rumus dan dengan software, perhitungan
yang dicari adalah sebagai berikut :
a. Tingkat intensitas fasilitas pelayanan (P)
b. Probabilitas tidak ada pelanggan dalam sistem (Po)
c. Jumlah unit rata-rata yang diharapkan dalam antrian (Lq)
d. Jumlah unit rata-rata yang diharrapkan dalam sistem (L)
e. Waktu menunggu rata-rata yang diharapkan dalam antrian
(Wq)
f. Waktu rata-rata unit dalam antrian (W)
g. Probabilitas menunggu dalam antrian (Pw)
IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil

Gambar 1. Tabel Hasil Perolehan Queiung Analysis

B. Pembahasan
Menurut Siagian (1987), antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan)
yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayan (fasilitas layanan)
Menurut Sinalungga (2008:238), Teori antrian (Queueing Theory) merupakan
studi probabilistik kejadian garis tunggu (waiting lines), yakni suatu garis tunggu dari
customer yang memerlukan layanan dari sistem yang ada.
Menurut Wospakrik (1996:302), sistem antrian adalah himpunancustomer,
server beserta aturan yang mengatur antara kedatangan customer dan pelayanannya.
Salah satu komponen dari sistem antrian adalah pola kedatangan customer.
Tujuan dari sistem antrian adalah meminimalakan biaya total yang merupakan
penjumlahan dari biaya yang timbul karena menunggu dan biaya yang timbul karena
menambah fasilitas layanan.
Manfaat Antrian adalah sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Mengurangi waktu tunggu


Mengurangi waktu administrasi
Mengurangi konflik antrian
Mengerangi kejenuhan dalam antrian
Meningkatkan jumlah transaksi harian
Meningkatkan efisiensi kerja
Meningkatkan kepuasaan pelanggan
Memotivasi staff karyawan dalam memberikan layanan terbaik
Meningkatkan loyalitas pelanggan Efektivitas biaya, ruang dan daya

WinQSB adalah sistem interaktif untuk membantu pengambilan keputusan


yang berisi alat yang berguna untuk memecahkan berbagai jenis masalah dalam
bidang riset operasi. Sistem ini terdiri dari modul-modul yang berbeda, satu untuk
setiap model jenis atau masalah. WinQSB menggunakan mekanisme tampilan
candela seperti Windows, yaitu jendela, menu, toolbar, dll. Oleh karena itu
pengelolaan program serupa dengan yang lain menggunakan lingkungan Windows.
Aplikasi lain yang dapat digunakan adalah POM for windows dan VISUAL
BASIC
POM adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk memecahkan
masalah di bidang usaha produksi dan kuantitatif. Tampilan grafis operasi yang
menarik dan mudah membuat POM untuk Windows sebagai aplikasi alternatif untuk
membantu dalam membuat keputusan tersebut. Misalnya menentukan kombinasi
produksi yang tepat untuk mendapatkan manfaat maksimal. Software ini
menyediakan 20 Menu/Modul yang berbeda penggunaannya yaitu:
1. Aggregate Planning

2. Assigment (Penugasan)
3. Balancing Assembly Line
4. Break Even / Cost-Volume Analysis
5. Decision Analysis
6. Forecasting
7. Inventory
8. job Shop Scheduling
9. Learning Curve
10. Linier Programming (Program Linier)
11. Location
12. Lot Sizing
13. Material Requirement Planning
14. Operation Lay Out
15. PERT/CPM
16. Quality Control
17. Realibility
18. Simulation
19. Transportation (MAsalah Transportasi)
20. Waiting Lines
Microsoft Visual Basic for Applications (VBA) adalah sebuah turunan bahasa
pemrograman Visual Basic yang dikembangkan oleh Microsoft dan dirilis pada tahun
1993, atau kombinasi yang terintegrasi antara lingkungan pemrograman(Visual Basic

Editor)dengan bahasa pemrograman(Visual Basic)yang memudahkan user untuk


mendesain dan membangun program Visual Basic dalam aplikasi utama Microsoft
Office, yang ditujukan untuk aplikasi-aplikasi tertentu. VBA didesain untuk
melakukan beberapa tugas, seperti halnya mengkustomisasi sebuah aplikasi laiknya
Microsoft

Office

atau

Microsoft

Visual

Studio.

Kegunaan

VBA adalah

mengotomatisasi pekerjaan. Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang


dilakukan secara berulang-ulang dan pekerjaan yang kompleks. VBA berbeda dengan
Microsoft Visual Basic, Microsoft Visual Basic memberi banyak pemrograman dan
fungsi tingkat lanjut hingga Microsoft Visual Basic dapat dihasilkan program yang
lebih kompleks untuk sistem operasi Microsoft Windows maupun Office. Sedangkan
VBA hanya dapat dibangun pada aplikasi utama Microsoft Office mengendalikan
fungsi aplikasi tersebut melakukan serangkaian objek terprogram.
Dari hasil praktikum yang sudah di dapat dan kemudian diolah dalam
perhitungan antrian secara manual serta di bandingkan dengan data yang dibuat
dengan menggunakan sofware WinQSB dari data tersebut menunjukkan jumlah
pelanggan yang diharapkan menunggu dalam antrian (Lq) dengan menggunakan
software hasil yang didapt yaitu 0,222 , waktu yang diharapkan oleh pelanggan
selama menunggu (Wq) dilihat dari tabel yang menggunakan sofware WinQSB
0,0015, waktu yang diharapkan dalam pelanggan selama dalam sistem (W) bila
dilihat dari tabel yang menggunakan sofware WinQSB 0,570, jumlah rata-rata

pelanggan yang diharapkan dalam sistem (L) dilihat dengan menggunakan sofware
WinQSB 0,855.

Kendala pada acara 2 adalah dengan ruangan yang panas dan tidak di bagi shift
di setiap kelompoknya menjadikan praktikum tidak kondusif. Dan ada beberapa
laptop yang tidak dapat mendownload aplikasi pada praktikum acara ini.

V.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Manfaat antrian adalah mengurangi waktu tunggu, mengurangi waktu
administrasi, mengurangi konflik antrian, mengerangi kejenuhan dalam
antrian, meningkatkan jumlah transaksi harian, meningkatkan efisiensi kerja,
meningkatkan kepuasaan pelanggan, memotivasi staff karyawan dalam
memberikan layanan terbaik, meningkatkan loyalitas pelanggan efektivitas
biaya, ruang dan daya.
2. Komponen-komponen atau konsep dasar dalam proses antrian yaitu, pola
kedatangan, pola kepergian, kapasitas sistem, sedain pelayanan, disiplin
pelayanan, sumber pemanggilan, prilaku manusia.
3. Pada praktikum yang sudah dilakukan saya dapat menghitung dan
menyelesaikan permasalahan dalam sistem antrian, seperti menghitung jumlah
pelanggan yang diharapkan menunggu dalam antian, menghitung waktu yang
diharapkan oleh pelanggan selama menunggu dalam antrian, menghitung
waktu yang diharapkan oleh pelanggan selama dalam sistem, dan menghitung
jumlah rata-rata pelanggan yang diharapkan dalam sistem.

B.

Saran

Praktikum sudah berjalan dengan baik, sebagian besar praktikan dapat


membuat dan memahami apa yang telah di jelaskan oleh asisten.

DAFTAR PUSTAKA
Bain, L, & Engelhardt. (1992). Introduction to Probability and Mathematical Statistics.
California: Wadsworth Publishing Company.
Barte, R. G, & Sherbert, D. R. (2000). Introduction to Real Analysis. New York: John
Wiley & Sons.
Bhat, N. U. (1984). Element of Applied Stochastic Processes. 2nd. ed. New York: John
Wiley & Sons.
Bronson, R. (1996). Teori dan Soal-Soal Operations Research. (Terjemahan Hans
Wospakrik). Jakarta: Erlangga.
Bunday, B. D. (1996). An Introduction to Queuing Theory. New York: John Wiley &
Sons.
Sinalungga .2008. A First Course in Bulk Queue. New York: John Wiley & Sons.
Cooper, R. B. (1981). Introduction to Queuing Theory. 2nd. ed. New York: Eleseveir
North Holland, Inc.
Wospakrik .1996. Model Antrian MH/G/1. Bandung: Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Katolik Parahyangan.
Dimyati, A, & Tarliyah, T. (1999). Operation Research Model-Model Pengambilan
Keputusan. Bandung: PT Sinar Baru Algesindo.
Djauhari, M. (1997). Statistika Matematika. Bandung: Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, ITB.
Ecker, J, & Kupferschimd, M. (1988). Introduction to Operation Research. New York:
John Wiley & Sons.
Gross, D, & Harris, C. M. (1998). Fundamental of Queuing Theory 3rd. New York: John
Wiley & Sons.
Siagian .1987. Kapita Selekta Terapan I (Teori Antrian). Bandung: ITB.Hillier, F.S, &
Lieberman, G. J. (2005). Introduction to Operations Research. New York: McGrawHill.