Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

MOTOR BAKAR
SISTEM PENYALURAN BAHAN BAKAR

Oleh:
Lutfita Diaz A
A1H013046

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2015

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mesin (machine) adalah suatu alat yang berfungsi memudahkan dalam
melakukan pekerjaan Engine didefinisikan sebagai suatu alat yang berfungsi
merubah suatu energi dari satu bentuk ke bentuk lain. Heat engine atau mesin
kalor adalah suatu mesin yang merubah energi kimia menjadi energi termal dan
selanjutnya dirubah menjadi energi mekanik dimanfaatkan untuk melakukan
kerja.
Bahan bakar mesin merupakan persenyawaan Hidro-karbon yang diolah
dari minyak bumi. Untuk mesin bensin dipakai bensin dan untuk mesin diesel
disebut minyak diesel. Premium adalah bensin dengan mutu yang diperbaiki.
Bahan bakar yang umum digunakan pada sepeda mesin adalah bensin. Unsur
utama

bensin

adalah

carbon

(C)

dan

hydrogen

(H).

Bensin terdiri dari octane (C8H18) dan nepthane (C7H16). Pemilihan bensin
sebagai bahan bakar berdasarkan pertimbangan dua kualitas; yaitu nilai kalor
(calorific value) yang merupakan sejumlah energi panas yang bisa digunakan
untuk

menghasilkan

kerja/usaha

dan

volatility

yang

mengukur

seberapa mudah bensin akan menguap pada suhu rendah. Dua hal tadi perlu
dipertimbangkan karena semakin naik nilai kalor, volatility-nya akan turun,
padahal volatility yang rendah dapat menyebabkan bensin susah terbakar.

B. Tujuan
1. Praktikan dapat lebih memahami tentang sistem penyaluran bahan bakar
sistem karburasi motor bensin dan sistem injeksi diesel.
2. Praktikan dapat mengetahui bagian0bagian utama sistem penyaluran bahan
bakar motor bensin sistem karburasi dan injeksi motor diesel beserta
fungsi dan mekanisme kerjanya.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Pembakaran adalah reaksi antara bahan bakar dengan udara (oksigen / O2)
yang terjadi pada suhu yang merupakan titik bakar bahan bakar. Dengan
demikian, syarat terjadinya pembakaran adalah: (1) ada bahan bakar, (2) ada udara
(O2), dan (3) suhu yang cukup tinggi untuk memulai pembakaran.
Bahan bakar mengandung unsur kimia karbon (C) dan hidrogen (H). Ketika
bereaksi dengan udara (O2) maka akan terbentuk panas, seperti ditunjukkan dalam
persamaan reaksi kimia berikut ini:

Bahan bakar untuk motor bakar torak terdiri atas dua jenis, yaitu: (1) bahan bakar
cair (minyak bensin dan minyak diesel), dan (2) bahan bakar gas (LPG / Liquified
Petroleum Gas). Berat jenis atau densitas dan nilai panas dari bahan bakar
disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Berat jenis atau densitas dan nilai panas dari bahan bakar
Densitas
Jenis bahan bakar
Minyak bensin
Minyak diesel
Ethanol (ethyl-alcohol)

(g/liter)
740
825
773

Nilai panas
kcal/g

kcal/liter

10.61
10.42
6.60

7850
8600
5100

Pembakaran di dalam silinder dapat berlangsung apabila ketiga syarat pembakaran


terpenuhi, dimana bahan bakar yang digunakan harus dalam bentuk gas, atau
kabut gas melalui proses pengkabutan. Semakin banyak kabut gas yang digunakan

dalam pembakaran maka proses pembakarannya akan berlangsung dengan


semakin cepat sehingga akan semakin tinggi putaran poros engkol yang
dihasilkan.
Pada motor bensin proses pengkabutan dilakukan oleh karburator
(carburetor) setelah bercampur dengan udara, sedangkan pada motor diesel proses
pengkabutan dilakukan oleh injektor setelah ditekan oleh pompa injeksi. Dalam
Gambar 1 dan Gambar 2 diperlihatkan proses terbentuknya kabut gas yang masuk
ke dalam ruang bakar di dalam silinder, baik untuk motor bensin maupun motor
diesel.

Gambar 1. Kabut gas dibentuk oleh karburator setelah bercampur dengan udara

Gambar 2. Kabut gas dibentuk oleh injektor setelah ditekan oleh pompa injeksi

Sistem karburasi yaitu suatu sistem yang mengubah bahan bakar cair menjadi

kabut gas dan mencampurnya dengan udara dengan perbandingan tertentu yang
dibentuk oleh karburator dan merupakan campuran eksplosif yang akan
menghasilkan pembakaran sempurna (normal), yaitu bahan bakar : udara (1:15).
Dalam Gambar 3 diperlihatkan prinsip pengkabutan bahan bakar cair.

Gambar 3. Prinsip pengkabutan bahan bakar cair (minyak bensin)

Kabut gas campuran udara dan bensin masuk ke ruang bakar di dalam silinder
untuk melaksanakan proses pembakaran. Penggabungan sistem penyaluran
bahan bakar (fuel system) dan sistem penyalaan listrik / pengapian (ignition
system) menghasilkan pembakaran di dalam silinder untuk proses langkah tenaga
(power stroke), seperti terlihat dalam Gambar 4.

Gambar 4. Sistem bahan bakar dan sistem pengapian pada suatu motor bensin

III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kompresor
Kuas
Baki
Bensin
Perlengkapan perbengkelan sederhana
Karburator dan pompa injeksi
Kamera
Alat tulis

B. Prosedur Kerja
1. Alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan.
2. Karburator dan pompa injeksi diamati.
3. Komponen-komponen karburator dan pompa injeksi dilepas.
4. Komponen yang sudah terpisah dibersihkan dengan menggunakan kuas, bensin
dan kompresor.
5. Mekanisme kerja komponen penyaluran bahan bakar tersebut diamati dan
dirakit kembali seperti kondisi semula.
6. Dilakukan penyetelan ulang sistem penyaluran bahan bakar.
7. Setiap langkah yang dilakukan didokumentasikan.
Pembahasan
Karburator merupakan bagian dari mesin yang bertugas dalam sistem
pengabutan(pemasukan bahan bakar ke dalam silinder). Untuk itu fungsi dari
karburator antara lain:
1. Untuk mengatur udara dan bahan bakar ke dalam saluran isap.
2. Untuk mengatur perbandingan bahan bakar-udara pada berbagai beban
kecepatan motor.
3. Mencampur bahan bakar dan udara secara merata.
Cara kerja dari karburator dimulai pada saat mesin dihidupkan. Saat mesin hidup,
mesin mengisap udara luar masuk melalui karburator. Karena kecepatan udara
yang memasuki spuyer kecil, maka tekanan udara di permukaan saluran masuk
rendah. Sehingga bahan bakar yang memancar melalui spuyer kecil.campuran

bahan bakar dan udara akan menghasilkan gas yang nantinya akan dibakar di
dalam silinder.
Dalam dunia motor bakar ada banyak jenis mesin karburator antara lain:
karburator PE, karburator PJ, karburator PWK 28-41 series, karburator FCR
series, karburator Mikuni (TM), karburator Mikuni (TMX).
1. Karburator PE

(Sumber: http://2.bp.blogspot.com)
PE 24
PE 28
PE 38
karakter karburator PE yaitu mempunyai tarikan atas yang oke, namun
konsekuensinya mempunyai tarikan bawah yang agak susah untuk
didapat. karburator ini menjadi pilihan nomor satu terutama untuk ajang
balap drag misalnya.
2. Karburator PJ

(Sumber: http://2.bp.blogspot.com)

karakter karbu ini mempunyai skep yang berbentuk oval. sangat cocok
untuk konsumen yang menginginkan top speed jozz.
3. Karburator PWK 28-41 series

(Sumber: http://2.bp.blogspot.com)

PWK 28 biasa
PWK 28 sudco
PWK 35 air stiker
PWK 41 Pro series

karakteristik : karbu PWK atau Keihin PWK mempunyai tarikan bawah dan atas
yang mumpuni, setting karbu mudah didapat, tetapi main jetnya tidak sama.
4. Karburator FCR Series

(Sumber: http://2.bp.blogspot.com)

FCR downdraf
FCR Vertikal 28, 33, 35
karakteristik : digunakan untuk ajang road race, FCR horizontal untuk mesin
tegak dan FCR vertikal untuk mesin rebah/tidur.
5. Karburator Mikuni (TM)

(Sumber: http://2.bp.blogspot.com)

tersedia dari ukuran Mikuni 24 hingga 39.


6. Karburator Mikuni (TMX)
skep oval : mirip dengan karbu PWK, tersedia ukuran 35,38, TMX 35
SUDCO, TMX 38 special set completed, with selenoid SUDCO

(Sumber: http://2.bp.blogspot.com)

Karakteristik TMX
Mikuni seri TMX memiliki skep berbentuk setengah lingkaran, yaang
memiliki kelebihan yaitu meningkatkan akselerasi dan powerband
yang merata di semua rpmmemiliki skep berbentuk setengah
lingkaran, Cocok utk balapan road race an harian.
Berikut ini adalah bagian- bagian dari karburator beserta fungsinya :

(Sumber: https://otomaster.files.wordpress.com)
1. Mangkok karburator (float chamber)
Berfungsi sebagai penyimpan bahan bakar sementara sebelum digunakan.
2. Klep/jarum pelampung (floater valve)
Berfungsi mengatur masuknya bahan bakar ke dalam mangkuk karburator.
3. Pelampung (floater)
Berfungsi mengatur bahan bakar agar tetap pada mangkuk karburator.
4. Skep/katup gas (throtle valve)
Berfungsi mengatur banyaknya gas yang masuk ke dalam silinder.
5. Pemancar jarum (main nozzle/needle jet)
Berfungsi memancarkan bahan bakar waktu motor di gas, besarnya diatur
oleh terangkatnya jarum skep.
6. Jarum skep/jarum gas (Needle jet)
Berfungsi mengaturbesarnya semprotan bahan bakar dari main nozzle pada
waktu motor di gas.
7. Pemancar besar (main jet)
Berfungsi memancarkan bahan bakar ketika motor di gas penuh(tinggi)
8. Pemancar kecil/stationer (slow jet)
Berfungsi memancarkan bahan bakar waktu lamsam/stationer.
9. Sekrup gas/baut gas (trhottle screw)
Berfungsi menyetel posisi skep sebelum di gas.
10. Sekrup udara/baut udara (air screw)

Berfungsi mengatur banyaknya udara yang akan dicampur dengan bahan


bakar,
11. Katup cuk (choke valve)
Berfungsi menutup udala luar yang akan masuk ke dalam karburator
sehingga gas menjadi kaya, digunakan pada waktu start.
Berikut ini adalah cara-cara memelihara karburator agar tetap bersih dan bisa
digunakan :
1. Sediakan alat alat yang diperlukan seperti obeng, tang, kunci pas,
kunci ring, kuas 1 inci, kain lap, dan sebagainya. Sediakan pula tempat
yang cukup untuk menampung komponen komponen karburator itu
agar tidak kotor dan tercecer. Jangan lupa bensin secukupnya untuk
membersihkan komponen tersebut.
2. Tutup kran bensin dari tangki, kamudian lepaskn semua selang dari
karburator.
3. Lepaskan karburator dari dudukannya, simpanlah mur dan ring pada
tempat yang telah disediakan.
4. Buka saluran pembuangan bensin pada karburator, dan keluarkan
bensin dari ruang pelampung. Tampunglah bensin tersebut pada tempat
yang tersedia. Hindari api terbuka.
5. Buka penampung bensin (ruang pelampung) dengan posisi karburator
terbalik.
6. Ambil jarum pelampung dengan hati-hati, kemudian periksa apakah
aus atau tidak. Bila aus atau tergores sebaiknya diganti.
7. Lepaskan main jet, air screw, dan yang lainnya dengan hati-hati.
Bersihkan dengan udar bertekanan atau tiup kuat-kuat.Simpan pada
tempat yang tersedia.

(Sumber: https://otomaster.files.wordpress.com)
8. Cucilah komponen-komponen karburator dengan bensin yang bersih.
Semprotkan setiap saluran dengan udara bertekanan, atau tiup kuatkuat.

(Sumber: http://1.bp.blogspot.com)
9. Bila semua komponen sudah dibersihkan dan diperiksa, maka semua
komponen tersebut siap dipasang kembali dengan urutan langkah
kebalikannya dari pembongkaran.
Komponen-komponen yang telah rusak (aus, tergores, atau cacat)
sebaiknya diganti.
Perbedaan antara sistem karburator dan injeksi adalah hanya pada proses

penghisapan bensin ke ruang bakar. Pada Sistem Injeksi sudah menggunakan


peranti elektronik seperti injektor, yang tugasnya menyemprotkan bensin ke ruang
bakar. Sedangkan pada karburator yang masih mengandalkan hisapan yang
diperoleh

dari

pergerakan

piston

pada

silinder.

sistem

injeksi

bisa

menyeimbangkan volume bensin yang disemprotkan ke ruang bakar dengan


kebutuhan mesin, sehingga didapat hasil pembakaran yang efisien. Jadi Sistem
Injeksi sudah tentu akan lebih irit.
Namun pada setiap Sistem tetap memiliki Kelebihan dan Kekurangannya masingmasing. Berikut merupakan Kelebihan pada Sistem Injeksi dan Karburator :

Pada Sistem Injeksi :

(Sumber: https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn)
Kelebihan

Dapat mengatur A/F ratio berdasarkan kebutuhan mesin dan kondisi

cuaca.
Dapat mengatur A/F berdasarkan kadar emisi yang diwajibkan sehingga
emisi lebih baik.
Ketika temperature dan tekanan udara berubah maka dia dapat
menyesuaikannya.
Injector menyuplai bahan bakar kemesin berdasarkan kebutuhan mesin
sehingga penggunaan bahan bakar dapat lebih effisien sehingga menjadi
lebih irit.

Kelemahan
Harga lebih mahal dibandingkan karburator sebab lebih banyak terdapat
komponen.
Jumlah komponen yang lebih banyak dan kompleks
Perawatan harus menggunakan alat khusus dan teknik tertentu.
Pada sistem karburator :

(Sumber: https://otomaster.files.wordpress.com)

Kelebihan
Lebih murah dibandingkan system injection tetapi apabila ditambah alat
lain, maka harganya mendekati system injection.
Jumlah komponen lebih sedikit dan tidak kompleks
Perawatan lebih gampang dan sederhana
Gampang saat dilakukan pembersihan atau servis

Kelemahan
Untuk penyetelan A/F ratio dilakukan manual dan hanya bisa sekali.
Membutuhkan penyetelan yang tepat untuk semua kondisi tetapi tidak
dapat mengatasi setiap kondisi yang dapat berbeda-beda

Perlu adanya alat/komponen tambahan agar kerja karburator dapat


menyesuaikan kondisi seperti pompa akselerasi, coasting enricher, dll
Penggunaan bahan bakar kurang efisien, sehingga cenderung boros.
Kendala kendala pada saat praktikum antara lain:
1. Jumlah karburator yang tidak sesuai dengan jumlah praktikan.
2. Kurang kondusif, dalam hal ini praktikan kurang bisa menangkap apa
yang sedang dijelaskan oleh asisten
3. Ruangan sangat tertutup membuat praktikan tidak nyaman

V.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Karburator merupakan bagian dari mesin yang bertugas dalam sistem
pengabutan atau memasukan bahan bakar ke dalam silinder. Funsi Karburator
yaitu untuk mengatur udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar; untuk
mencampurkan bahan bakar dan udara; mengatur pebandingan jumlah bahan
bakar yang masuk ke ruang bakar sesuai dengan kecepatan motor.
2. Komponen-komponen karburator yaitu pengabut. klep gas, klep udara, klep
cuk otomatis, ruang pelampung, pengapung, jarum pengapung, pemancar
utama, pemancar percepatan, penghidup.

B. Saran
Pada praktikum ini sebaikya alat berbengkelan sederhananya diperbanyak
sehingga tidak saling menunggu jika digunakan kelompok lain.

DAFTAR PUSTAKA

Hardjosentono, Mulyoto.1978. Mesin-mesin Pertanian. Yasaguna: Jakarta.


Radians.
http://otoradians.blogspot.com/2013/04/mengenal-berbagai-macamjenis.html. Diakses tanggal 11 Mei 2015 pukul 20.00.
Smith, Harris P & Wilkes, Lambert H. 1990.Mesin dan Peralatan Usaha Tani.
Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.