Anda di halaman 1dari 4

8.

bahan
Bahan pemutih melalui intra korona merupakan oksidator / reduktor yang kuat karena daya
penetrasi yang kuat untuk menembus bahan organik pada tubuli dentin dan interprismatik enamel
Sifat self limiting dan tidak residual yang dipakai yaitu Hidrogen Peroksida, Sodium Perborat dan
Karbamid Peroksida.
3.1. Hidrogen Peroksida Bahan pemutih yang paling sering digunakan, tidak berwarna, viskositas
rendah, merupakan oksidator kuat sehingga dalam penggunaannya harus hati-hati, jangan tertelan /
terinhalasi. Contoh Superoxol, merupakan bahan pemutih yang mengandung 30 % H2O2, , dapat
menyebabkan luka kulit Bahan ini dapat rusak / terurai oleh cahaya sehingga perlu tempat
penyimpanan yang sejuk dan kedap cahaya.
3.2. Sodium Perborat, bentuk granular NaBO3 Penggunaan bahan campuran superoxol dengan
sodium perborat, lebih efektif efeknya untuk pemutihan gigi. Komplikasi penggunaan bahan
pemutih yang ceroboh, akan menyebabkan resorbsi akar external dan kebocoran mikro pada
restorasi komposit.
3.3. Karbamid Peroksida / Urea hidrogen Peroksida Merupakan kristal yang berwarna putih, tidak
toksik. Penggunaan bahan dengan konsentrasi 30%-50% untuk in office bleaching, ternyata efektif,
sedangkan pada konsentrasi10%-16% diginakan untuk pemutihan ekstra korona Efektivitas bahan
pemutih intra korona dipengaruhi oleh pH, konsentrasi, suhu, waktu dan penyimpanan. Pada pH
basa, proses oksidasi lebih aktif. Penggunaan bahan dengan konsentrasi tinggi prosesnya lebih cepat
namun perlu hati-hati kemungkinan dapat menyebabkan kaustik pada jaringan lunak. Pengaruh
adanya kenaikan suhu tinggi atau pemanasan / energi cahaya menyebabkan reaksinya lebih cepat.
Adanya kontak bahan pemutih yang lama hasilnya lebih baik.
9. mekanisme pemutih gigi
Hidrogen peroksida merupakan suatu zat yang mempunyai kemampuan untuk Menembu email
mencapai email dan dentin yang terkena pewarnaan.Penembusan ini terjadi karena berat molekul
hidrogen peroksida yang rendah dan mempunyai kemampuan denaturasi protein sehingga dapat
meningkatkan gerakan ion-ion melalui gigi.Menurut beberapa peneliti, terjadinya pemutihan gigi ini
disebabkan oleh adanya reaksi oksidasi. Noda-noda yang ada di email dan dentin akan dioksidasi
oleh hidrogen peroksida yang bersifat sebagai oksidator kuat. Bahan oksidator ini mempunyai
kemampuan untuk merusak molekul-molekul zat warna, melalui reaksinya dengan oksigen bebas
yang dilepaskan, sehingga warna menjadi netral dan menyebabkan terjadinya efek pemutihan.
Hidrogen peroksida merupakan suatu bahan yang dapat menghasilkan radikal bebas, HO2* + O*
yang sangat reaktif. Pada proses pemutihan gigi, hidrogen peroksida berdifusi melalui matriks
organik email dan dentin. Radikal bebas bermuatan merupaka radikal yang tidak stabil dan akan
bereaksi dengan molekul organik atau radikal bebas lainnya terutama molekul-molekul zat warna di
dalam gigi setelah zat warna dirusak sehingga terjadi efek pemutihan (Feinman, 1987; Goldstein
and Garber, 1995).
--

Mekanisme pemutihan gigi merupakan reaksi oksidasi dari bahan pemutih. Proses pemutihan akan
terjadi bila pada bahan peroksida dilakukan pengubahan pH, suhu, cahaya untuk mendapatkan
oksigen bebas (Rismanto dkk., 2005). Hidrogen peroksida mempunyai berat molekul rendah dan
mampu menembus ke dalam email dan dentin. Proses mendasar untuk pemutihan gigi adalah reaksi
oksidasi dan reduksi. Hidrogen peroksida melepas oksigen yang merusak ikatan dalam rantai
protein yang bergabung dengan stain dalam ikatan tunggal (Boksman, 2006). Hidrogen peroksida
(H2O2) sebagai agen oksidator mempunyai radikal bebas yang tidak mempunyai pasangan elektron
yang akan lepas dan kemudian diterima oleh email sehingga terjadi reaksi oksidasi. Radikal bebas
dari peroksida adalah perhidroksil (HO2) dan oksigenase (O+). Perhidroksil ini merupakan radikal
bebas yang kuat dan berperan pada proses pemutihan gigi, sedangkan oksigenase sebagai radikal
bebas yang lemah (Wagner, 1999; Suprastiwi, 2005). Dalam bentuk alami, hidrogen peroksida
adalah asam lemah dan menghasilkan oksigen yang lebih lemah sebagai radikal bebas. Jika kondisi
pH dibawah netral, pada proses penguraian hidrogen peroksida tidak akan membentuk oksigen aktif
seperti yang diharapkan, sehingga pengubahan pH menjadi lebih basa akan menghasilkan oksigen
aktif sebagai radikal bebas yang lebih kuat yang bermanfaat mempunyai efek pemutihan gigi lebih
besar (Nakamura dkk., 2001; Rismanto dkk., 2005). Karena pH larutan mempengaruhi
kekuatannya, maka larutan ini di buffer untuk pH 9.5 - 10.8 agar menghasilkan lebih banyak radikal
bebas HO2 (Wagner, 1999). Radikal bebas ini akan bereaksi dengan ikatan tidak jenuh dan
menyebabkan gangguan konjugasi elektron dan perubahan penyerapan energi pada molekul organik
dalam struktur gigi (email, dentin). Molekul gigi berubah struktur kimianya dengan tambahan
oksigen dan akan membentuk molekul organik email yang lebih kecil dengan warna yang lebih
terang sehingga menghasilkan efek pemutihan dan gigi menjadi lebih bercahaya (Bernie, 2003;
Vanable dan LoPresti, 2004; Suprastiwi, 2005)
10. keuntungan dan kerugian t. bleacing
Prosedur pemutihan gigi vital yang mengalami perubahan warna dapat dilakukan dengan teknik inoffice bleaching, dikerjakan oleh dokter gigi di klinik dan home bleaching atau disebut juga
nightguard vital bleaching, mouthguard bleaching 2 dikerjakan oleh pasien di rumah sesuai dengan
instruksi dokter gigi(Schmidseder,2000; Walton dan Torabinejab, 2009).Teknik pemutihan gigi
ekstrakoronalsecara in-office bleachingbisa dilakukan dengan aktivasi kimiawi (tanpa pemanasan)
atau dengan aktivasi pemanasan (termokatalitik)untuk mengaktifkan bahan pemutih (Jorgensen dan
Carrol, 2002). Pemutihan gigi ekstrakoronal dengan teknik in office bleaching menggunakan bahan
pemutih hidrogen peroksida konsentrasi tinggi 30-50%. Untuk teknik at home bleaching
menggunakan karbamid peroksida dengan konsentrasi 10-22% dalam bentuk gel atau pasta.
Keuntungan in office bleachingyaitu teknik ini tidak menggunkan tray, pasien yang menginginkan
giginya putih secara cepat, seluruh jaringan lunak diproteksi selama proses berlangsung dan
terkontrol oleh dokter gigi. Kerugian teknik in office bleaching yaitu, penggunaan bahan kimia yang

sangat kuat, mengakibatkan sensitivitas dan iritasi gingiva (Leonard dan Haywood,1997; Rismanto
dkk., 2005).
13. perawatan ekstrinsik
Perawatan konvensional untuk menghilangkan pewarnaan gigi ekstrinsik adalah dengan tindakan
skaling dan polishing gigi, namun untuk pewarnaan ekstrinsik yang sukar dihilangkan, ataupun
untuk pewarnaan intrinsik, diperlukan perawatan lain yaitu dengan proses pemutihan gigi (Gursoy
dkk., 2008). Pada proses pemutihan gigi konvensional, digunakan bahan asam oksalat untuk gigi
vital dan kalsium klorida dari batu kapur untuk gigi non vital (Wagner, 1999).
Pada dasarnya proses penghilangan warna gigi dilakukan dengan whitening yang berarti
penghilangan warna agar warna gigi kembali ke warna asal atau bleaching yang berarti pemutihan
gigi. Oleh karenanya, terdapat dua macam bahan untuk memutihkan gigi, yaitu menggunakan
produk bleaching atau produk whitening (non-bleaching). Bahan bleaching membantu
menghilangkan pewarnaan yang bermula dari dalam gigi (intrinsik) dan juga pewarnaan di
permukaan gigi (ekstrinsik) yang hasilnya dapat mengubah warna asli gigi. Produk whitening
(pemutih) hanya untuk menghilangkan pewarnaan di permukaan gigi saja, mengandung bahan yang
bekerja menghilangkan pewarnaan dengan aksi fisik dan kimia (Bernie, 2003; Irmawati, 2005; Silva
dkk., 2006). Terdapat beberapa macam bahan pemutih gigi yang telah digunakan seperti sodium
hipoklorit, sodium perborat, dan hidrogen peroksida (Gursoy dkk., 2008). Sekarang ini bahan
pemutih gigi yang biasa digunakan adalah hidrogen peroksida sebagai bahan aktifnya (Ingle dan
Backland, 2002; Gursoy dkk., 2008). Dalam tulisan ini bertujuan mereview beberapa hal yang
terkait dengan pewarnaan gigi, bahan, dan aplikasi pemutihan gigi.
-Perubahan warna ekstrinsik ditemukan pada permukaan luar gigi biasanya disebabkan karena faktor
lokal, misalnya pewarnaan karena makanan dan minuman. Pewarnaan intrinsik diakibatkan oleh
noda yang terdapat pada email dan dentin. Penyebabnya adalah penumpukan bahan-bahan yang
timbul akibat faktor endogen di dalam struktur gigi misalnya tetrasiklin.Perubahan warna gigi dapat
ditanggulangi dengan pembuatan mahkota selubung, pelapisan dengan resin komposit (vinir
komposit), atau pemutihan (bleaching) (Sarrett DC,2002).
12. riwayat yang harus diketahui
Perubahan warna eksrinsik ditemukan pada permukaan luar gigi dan biasanya berasal lokal,
misalnya noda tembakau yang menyebabkan warna gigi menjadi cokelat kekuning-kuningan sampai
hitam, pewarnaan karena makanan dan minuman menyebabkan gigi menjadi berwarna gelap,
pewarnaan karena noda logam nitrat perak, bercak kehijauan yang dihubungkan dengan membran
Nasmyth pada anak-anak. Perubahan warna intrinsik adalah pewarnaan gigi yang diakibatkan oleh
noda yang terdapat di dalam email dan dentin, penyebabnya adalah penumpukan atau
penggabungan bahan-bahan di dalam struktur gigi misalnya stain tetrasiklin,yang bila masuk ke
dalam dentin akan terlihat dari luar karena transluensi email. Perubahan warna gigi dapat

dihubungkan dengan periode perkembangan gigi misalnya pada dentiogenesis imperfekta atau
setelah selesai perkembangan gigi yang disebabkan oleh pulpa nekrosis.