Anda di halaman 1dari 10

DISTRIBUSI SOAL UAS AGAMA 2 ISLAM

SEMESTER GENAP 2016


Rabu, 22 Juni 2015, pkl: 08.50 - 10.30

Doa Sebelum
Belajar

1. M enyebutkan doa sebelum belajar

TIPE/RANAH KOGNITIF/TINGKAT KESULITAN/JUMLAH/PEMBUAT

PILIHAN GANDA
URAIAN
C1-C2
C3
C4-C6
C3-C6
JML %
Mdh Sulit Mdh Sulit Mdh Sulit
Mdh Slt
1(AW)
1 3,3
0

2. M enuliskan dan memberi arti doa sebelum belajar

1(AW)

3,3

1(AW)

3,3

1(AW)

3,3

3,3 1(AW)

1(AW)

3,3

1(SD)
1(SD)

1
1
1
1
1

3,3
3,3
3,3
3,3
1(SD)
3,3

13. Menyebutkan dalil agar menyembah Allah & menjauhi thogut

1(SD)

3,3

14. Memaknai ayat Al Qur-an pertama yang turun


15. Menyebutkan hikmah tabayyun

1(SL)

3,3
3,3
3,3

3 M enyebutkan dalil kehidupan adalah ujian

Makna
kehidupan
dunia

4 M emaknai surat Al M ulk Ayat 2


5 M emaknai

1(AW)

6 M enyatakan standar amal


7 M enyebutkan syarat diterimanya suatu amal
8. M enyebutkan kriteria amal ikhlas

1(AW)
1(AW)
1(SD)

9 M enyebutkan pengertian-2 amal maqbulah


10.Menyebutkan dalil ayat "yang mensucikan jiwa"
Manajem en 11. menyebutkan ciri orang tak berqolbu saqiim
Qolbu
12. menyebutkan dalil ingin selalu mendapat hidayah & rahmat Allah

Riset dalam
Perspektif
Islam

16. Mengungkap etika riset dlm Srt Ali Imron 78

1(SL)

1
1
1

17. Menjelaskan makna/tafsir surat Al Baqoroh ayat 43

1(SY)

3,3

1(SY)

3,3

1(SY)

1
1
1

3,3
3,3
3,3

3,3

3,3

3,3

1
1
1
1
1
1
1

3,3
3,3
3,3
3,3
3,3
1(AW)
3,3
3,3

1(SL)

Mem bangun
Persatuan 18. Menjelaskan hadits tentang mengatur shof
Um at via
19. Menuliskan doa masuk shof
Sholat

1(SY)

20. Menjelaskan makna/tafsir Surat An Nisa' ayat 43

Sains dan
Teknologi
Menurut
Islam

21. Menidentifikasi sifat Ilmuan Muslim dalam surat Faathir:28

1(SL)

22. Menyebutkan dorongan mengkaji Sainstek dalam Al Quran

1(SL)

23. Menjelaskan keahlian para Nabi di bidang sains dan teknologi

1(SY)

24. Menyebutkan akar masalah problematika ummat

1(KA)
1(KA)

Problem atik 25. M emaknai Surat Al Hujurat ayat 10


Um m at
26. Memaknai penyakit "al wahn "

1(KA)

27. Menyebutkan solusi total problematika ummat

1(KA)
1(AW)

28. Menyebutkan makna prinsip dakw ah


Dakw ah
Kam pus

1(AW)

1(AW)

29. Menyebutkan dalil dakw ah aktivitas termulia

1(AW)

30. Menyebutkan adab dalam berdakw ah

1(AW)

31. Menyebutkan dalil mengemban dakw ah bg ulama

JUMLAH
Surabaya, 12 April 2016
Penanggung Jawab Mata Kuliah (PJMK)

Drs. R. Arif Wibowo, M.Si.


NIP.: 131933021/196409281991021001

11

30 100

Keterangan:
Jumlah rincian soal tiap soal uraian maksimum 3
Skor benar per soal Pilihan Ganda 2,2
Skor maksimal per soal uraian 6
SY
: Suyanto
AW : R. Arif Wibowo
SL
: Salamun
KA Khusnul Ain
SD
: Sediono

1(SL)

JAWABAN KISI-KISI UAS AGAMA II T.A. 2015/2016


DOA SEBELUM BELAJAR

[Ya Allah, bukakanlah bagi kami hikmahMu dan tebarkanlah atas kami rahmatMu dari perbendaraan
rahmatMu, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang]

[Ya Allah, sesungguhnya aku mohon berlindung kepada-Mu dari menyesatkan atau disesatkan, dari
menggelincirkan atau digelincirkan, dari menganiaya atau dianiaya, dari membodohkan atau
diperbodohkan] (Riwayat Abu Daud dan At-Tirmidzi, dll. dengan sanad shohih)

[Ya Tuhanku, berilah aku tambahan ilmu, lapangkanlah rizkiku dan berkahilah apa yang telah Engkau berikan
kepadaku. Jadikanlah aku orang tercinta di hati para hambaMu dan mulia dimata mereka. Jadikanlah aku
orang yang terpandang di dunia dan di akhirat serta termasuk golongan muqorrobin (orang-orang yang dekat
denganMu), Wahai Dzat yang banyak memberi, wahai Dzat yang baik segala perbuatan, wahai Dzat yang
tegak berdiri yang tak pernah lenyap, wahai Dzat yang menciptakan tanpa perlu contoh sebelumnya, bagiMu
segala puji, bagiMu seluruh kebaikan, dan bagiMu segenap kemuliaan di setiap keadaan]

MAKNA KEHIDUPAN DUNIA


1. Menyebutkan dalil kehidupan adalah ujian
Al-Mulk ayat 2

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik
amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Al-Anbiya ayat 35

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan
kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu
dikembalikan.
Al-Jasiyah ayat 18

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu),
maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Al-Anam ayat 153

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan
janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu
dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
Al-Anam ayat 116

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan
menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan
mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
Al Fudhail bin Iyadh lalu berkata, Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak
mencocoki ajaran Nabi shallallahu alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu
pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu alaihi wa sallam namun
tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima.
2. Memaknai surat Al Mulk Ayat 2
alladzii khalaqal mauta wal hayaata (Yang menjadikan mati dan hidup.) ayat ini dijadikan dalil
bagi orang-orang yang berpendapat bahwa kematian adalah sesuatu yang wujud karena ia
diciptakan [makhluk]. Sedangkan makna ayat itu sendiri bahwa Allah telah mengadakan
makhluk ini dan ketiadaan untuk menguji mereka, yakni untuk menguji siapakah di antara
mereka yang baik amalnya. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah yang artinya: Mengapa
engkau kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkanmu. (al-Baqarah:
28) dengan demikian, keadaan pertama, yaitu ketiadaan sebagai matu [kematian]. Sedangkan
penciptaan disebut sebagai hayaat [kehidupan]. Oleh karena itu Allah berfirman yang artinya:
Kemudian Dia mematikanmu dan setelah itu menghidupkanmu kembali. (al-Baqarah: 28).
liyabluwakum ayyukum ahsanu amalan (supaya dia mengujimu, siapakah di antara kamu yang
lebih baik amalnya.) yakni yang paling baik amalnya, sebagaimana yang dikatakan oleh
Muhammad bin Ajlan. Dan Allah tidak mengatakan: Yang paling banyak amalnya.
Wa Huwal aziizul ghafuur (Dan Dia Mahaperkasa lagi Mahapengampun.) yakni Dia
Mahaperkasa lagi Mahaagung, Mahamenolak, lagi Mahamenghindari. Meskipun demikian, Dia
Mahapengampun bagi orang-orang yang bertaubat dan kembali kepada-Nya setelah
sebelumnya bermaksiat dan mendurhakai perintah-Nya. Meskipun Dia Mahatinggi lagi
Mahamulia, namun demikian Dia tetap mau memberikan ampunan, kasih sayang serta
memberikan maaf.
3. Memaknai
Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir. (HR. Muslim)
Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan, Orang mukmin
terpenjara di dunia karena mesti menahan diri dari berbagai syahwat yang diharamkan dan
dimakruhkan. Orang mukmin juga diperintah untuk melakukan ketaatan. Ketika ia mati, barulah
ia rehat dari hal itu. Kemudian ia akan memperoleh apa yang telah Allah janjikan dengan
kenikmatan dunia yang kekal, mendapati peristirahatan yang jauh dari sifat kurang.
Adapun orang kafir, dunia yang ia peroleh sedikit atau pun banyak, ketika ia meninggal dunia, ia
akan mendapatkan azab (siksa) yang kekal abadi.
Al-Munawi rahimahullah dalam Mirqah Al-Mafatih menjelaskan, Dikatakan dalam penjara
karena orang mukmin terhalang untuk melakukan syahwat yang diharamkan. Sedangkan keadaan
orang kafir adalah sebaliknya sehingga seakan-akan ia berada di surga.

4. Menyatakan standar amal


Berdasarkan hukum syara. Amal buruk : tidak ikhlas, tidak mengikuti sunnah. Amal baik : Ikhlas
dan mengikuti sunnah
5. Menyebutkan syarat diterimanya suatu amal
Dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti sunnah nabi.
6. Menyebutkan kriteria amal ikhlas
Amal ikhlas dilakukan karena Allah taala, ada 7 kriteria yaitu wajib, takut, mengharap pahala,
ketaatan, merasa lezat karena amal shaleh, ridha, rasa syukur.

7. Menyebutkan pengertian-2 amal maqbulah


Amal maqbulah (amal yang diterima) adalah amal yang dapat mengantarkan kepada ridha Allah
dan surga (negeri akhirat dan kehidupan yang kekal).
Amal shaleh : Takwa, iman, tidak syirik, tawakkal kepada Allah, sabar dan syukur, berdzikir dan
berfikir
Amal baik : ikhlas karena Allah taala dan mengikuti sunnah nabi.
MANAJEMEN QOLBU
1. Menyebutkan dalil ayat "yang mensucikan jiwa"
Al-Imran ayat 164

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus
diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepda mereka
ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al
Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam
kesesatan yang nyata.
At-Taubah ayat 103

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan
mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa
bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
2. Menyebutkan ciri orang tak berqolbu saqiim
Tak berqolbu saqiim = qolbu salim, qolbun orang yang beriman. hati yang tunduk, hati yang bersih
dari akidah kesyirikan, bersih dari perbuatan-perbuatan Bidah, bersih dari kesalahan-kesalahan
dunia, karena mengikuti hawa nafsu, dan telah ditundukkan semata-mata karena Allah subhanahu
wa taala. Golongan Qolbun Salim adalah orang-orang yang bertaqwa, mendapatkan hidayah dari
Allah, yang mau menjalankan dengan ikhlas seluruh ajaran Allah dan Rasul-Nya.
Asy-Syuara ayat 87-89

dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna.

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.


As-Saffat 83-84

Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh)

(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci


3. Menyebutkan dalil ingin selalu mendapat hidayah & rahmat Allah
Al-Imran ayat 8

(Mereka berdoa) : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan
sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi
Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".
4. Menyebutkan dalil agar menyembah Allah & menjauhi thogut
An-Nahl ayat 36

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan):"Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu
ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah
pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
Thaghut secara bahasa artinya melampaui batas.
Thaghut adalah setiap sesuatu yang melampui batasannya, baik yang disembah (selain Allah), atau
diikuti atau ditaati (jika dia ridha diperlakukan demikian).
Thaghut adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Allah (dalam keadaan dia rela).
RISET DALAM PERSPEKTIF ISLAM
1. Memaknai ayat Al Qur-an pertama yang turun
Di dalam ayat-ayat yang diturunkan pertama kali ini termuat peringatan mengenai permulaan
penciptaan manusia dari segumpal darah. Dan bahwasanya di antara kemurahan Allah Taala
adalah Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Dengan demikian,
Dia telah memuliakannya dengan ilmu. Dan itulah hal yang menjadikan bapak umat manusia
ini, Adam a.s. mempunyai kelebihan atas malaikat. Terkadang, ilmu berada di dalam akal
fikiran dan terkadang berada dalam tulisan. Secara akal, lisan, dan tulisan, mengharuskan
perolehan ilmu dan tidak sebaliknya. Oleh karena itu, Allah Taala berfirman: iqra wa rabbukal
akram. Alladzii allama bil qalam. allamal ingsaana maa lam yalam (Bacalah, dan Rabb-mulah
yang Paling Pemurah, yang mengajar [manusia] dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.) di dalam atsar disebutkan: qayadul ilma bil

kitaabaH (Ikatlah ilmu dengan tulisan.) selain itu, di dalam atsar juga disebutkan:
Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, maka Allah akan mewariskan kepadanya apa
yang tidak diketahui sebelumnya.
2. Menyebutkan hikmah tabayyun
agar tidak ceroboh bertindak,
cermat memutuskan dan mengambil langkah,
tidak menyesal,
selamat di dunia dan akhirat.
3. Mengungkap etika riset dlm Srt Ali Imron 78
Jujur, tidak dusta

Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab,
supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab
dan mereka mengatakan : "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah," padahal ia bukan dari
sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.
MEMBANGUN PERSATUAN UMAT VIA SHOLAT
1. Menjelaskan makna/tafsir surat Al Baqoroh ayat 43

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'
rukulah bersama orang-orang yang ruku mengisyaratkan perintah sholat berjamaah
tafsir jalalayn : Salatlah bersama Muhammad dan para sahabatnya. Lalu Allah ta'ala menunjukkan
kepada para ulama yang pernah memesankan kepada kaum kerabat mereka yang masuk islam, "
Tetaplah kalian dalam agama Muhammad, karena ia adalah agama yang benar!"
2. Menjelaskan hadits tentang mengatur shof

Luruskan shof (sholat)mu, karena sesungguhnya meluruskan shof termasuk menegakkan sholat
(HR. Imam Ahmad, Al Bukhori, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat (HR.
Muslim)
3. Menuliskan doa masuk shof

Ya Allah berilah aku keutamaan seperti yang Engkau berikan kepada hambamu yang sholeh

4. Menjelaskan makna/tafsir Surat An Nisa' ayat 43

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga
kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan
junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam
musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu
tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan
tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
SAINS DAN TEKNOLOGI MENURUT ISLAM
1. Mengidentifikasi sifat Ilmuan Muslim dalam surat Faathir:28

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada
yang bermacam-macam wananya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Takut kepada Allah.
2. Menyebutkan dorongan mengkaji Sainstek dalam Al Quran
Al-Imran 190-191

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang yang berakal,

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring
dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) :" Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari
siksa neraka.
3. Menjelaskan keahlian para Nabi di bidang sains dan teknologi
Nabi Daud : Allah memberikan hikmah dan ilmu pengetahuan dan melunakkan besi baginya.
Nabi Harun : fasih dan pandai berbicara, partner dakwah nabi Musa
Nabi Ibrahim : membangun kakbah bersama nabi Ismail
Nabi Idris : orang pertama yang pandai menulis dengan pena, pandai menjahit, berpikir soal
astrologi.
Nabi Isa : pandai bicara ketika masih di dalam buaian, pernah menyembuhkan orang buta dan
penderita penyakit kusta serta menghidupkan orang yang sudah mati atas seijin Allah
Nabi Ishak : arif dan bijaksana
Nabi Ismail : penutur pertama bahasa arab
Nabi Musa : membelah laut dengan tongkat
Nabi Nuh : membuat kapal

Nabi Sulaiman : dapat berbicara bahasa burung dan binatang, menundukkan angin dan jin.
Nabi Muhammad : Al-Qur'an (tata bahasa al-qur'an mengalahkan syair-syair arab) dan isra mi'raj
PROBLEMATIK UMMAT
1. Menyebutkan akar masalah problematika ummat
Umat Islam tidak menjadikan aqidahnya sebagai landasan berpikir.
Rusaknya sistem yang diadopsi
Sistem Kapitalisme, Sekularisme, Individualisme.
Terjangkit Penyakit Al Wahn
2. Memaknai Surat Al Hujurat ayat 10

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan)
antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
sesungguhnya kaum mukminin itu bersaudara.
3. Memaknai penyakit "al wahn"
Cinta kepada dunia dan takut mati.
Cinta dunia atau hubuddunya adalah cinta berlebih kepada dunia. Cintanya pada dunia melupakan
dirinya sebagai hamba Allah swt. Akibatnya larangan-larangan Allah swt tidak ladi diperhatikan.
Tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme adalah contoh dari hubuddunya. Rasulullah saw dalam
hadis lain mengatakan bahwa cinta dunia adalah sumber dari segala kesalahan. Sedangkan Utsman
bin Affan mengatakan, Menggandrungi dunia itu kegelapan hati dan menggandrungi akhirat
adalah cahaya hati. Orang yang telah terjangkiti penyakit ini akan melakukan apa saja demi
mencapai keinginannya mendapatkan harta, jabatan, kekuasaan dan segala hal yang berhubungan
dengan kenikmatan dunia.
Islam mengajarkan kepada para pemeluknya untuk zuhud terhadap dunia. Dan ingat zuhud bukan
berarti antipati terhadap dunia. Sebaliknya menempatkan dunia pada tempatnya. Dunia tidak
sampai mengganggu dirinya dalam pengabdian kepada Allah swt. Orang yang zuhud tidak
memandang segala hal berdsarkan materi. Sifat zuhud inilah yang sekarang telah luntur dari kaum
muslimin di mana mereka selalu menilai segalanya berdasar pada materi. Sahabat-sahabat Nabi
saw pun banyak yang menjadi saudagar-saudagar kaya. Tetapi kekayaan yang mereka miliki tidak
dijadikan sebagai pemuas hawa nafsu sebalilknya menggunakan harta yang dianugerahkan oleh
Allah kepada mereka sebagai sarana untuk ber-taqarrub kepada Allah. Dan saking hati-hatinya
para sahabat Nabi saw terhadap kenikmatan dunia sampai sahabat Abu Bakar r.hu berdoa kepada
Allah swt, Ya Allah jadikanlah dunia ini ada di tangan kami dan bukan di hati kami.
Karahiyatul maut atau takut mati merupakan buah dari sifat hubuddunya. Di mana kecintaan yang
berlebih terhadap dunia membuat seseorang takut berpisah dari kehidupan dunia atau bahkan
melupakan kematian yang merukan suatu kepastian dari Allah swt. Hal ini telah difirmakan olehNya dalam alquran, Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke
dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang memperdayakan. ( Qs.al-Imran [3] : 185).

4. Menyebutkan solusi total problematika ummat


Aqidah Islam dijadikan sebagai asas berpikir dan berperilaku.
Pembinaan Islam Secara Benar
Mengembalikan setiap perkara kepada standar syara.

Mengembalikan kehidupan Islam di tengah-tengah kaum Muslimin dalam bingkai Islam Kaffah
(Al Baqoroh:208) sebagaimana dicontohkan Rosul, Sahabat dan Tabiin (Kekhilafahan).

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam keseluruhan, dan janganlah kau
turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
DAKWAH KAMPUS
1. Menyebutkan makna prinsip dakwah
(Makna dakwah) Yunus ayat 25

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya
kepada jalan yang lurus (islam).
Menyeru manusia kepada Allah dan Syariatnya, Amar maruf Nahi munkar
(Prinsip dakwah) Hud ayat 29 (berharap hanya pahala Allah) dan ayat 88 (bermaksud berbuat
ishlah)

Dan (dia berkata):"Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi
seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang
telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku
memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui".

Syu'aib berkata:"Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari
Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahNya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.
Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan
tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku
bertawakkal dan hanya kepada-Nya lah aku kembali.
2. Menyebutkan dalil dakwah aktivitas termulia
Fushshilat ayat 33

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan
amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?

3. Menyebutkan adab dalam berdakwah

4. Menyebutkan dalil mengemban dakwah bg ulama


Al-Imron ayat 104

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang
beruntung.