Anda di halaman 1dari 3

Klorokuin sangat efektif terhadap bentuk skizon darah semua pem spesies

Plasmodium Selain itu klorokuin jugs bersifat gametosidal md: pada semua spesies
parasit malaria. Obat ini secara tunggal tidak efektif untuk memberantas bentuk
intrahepatik. Untuk pengobatan radikal malaria vivax dan malaria ovale klorokuin
digunakan dalam kombinasi bersama prime/Quin.

Penggunaan

Klorokuin dapat digunakan untuk mengatasi malaria akut, malaria pada anak,
malaria berat (koma atau muntah), dan untuk pencegahan terhadap infeksi malaria.
Malaria falsiparum dan malaria malariae yang masih sensitif terhadap klorokuin
dapat diobati hanya dengan klorokuin. Karena banyaknya laporan resistensi parasit
malaria falsiparum dan malaria viva): terhadap klorokuin, pemakaian klorokuin
sebagai obat antimalaria semakin berkurang.

Efek samping

Dengan dosis pengobatan untuk malaria, klorokuin dapat menimbulkan efek


samping Efek samping. penggunaan klorokuin yang dapat terjadi bila klorokuin
diminum dalam keadaan perut kosong berupa gejala gastrointestinal berupa mual,
muntah, sakit perut, dan diare. Selain itu pandangan penderita menjadi kabur, sakit
kepala, pusing/ vertigo, gatal-gatal dan gangguan pendengaran yang sementara
sifatnya. Karena itu klorokuin sebaiknya diminum 1 jam sesudah makan

Pengobatan parenteral dapat menimbulkan kolaps kardiovaskuler dan gangguan


interferensi kardiak. Pengobatan iangka paniang dapat menimbulkan retinopan' dan
gangguan visus permanen.

Overdosis

Keracunan akut klorokuin dapat tetiadi karena menelan obat anumalant ini dengan
takaran 1,5-2 g., yang dapat menimbulkan kematian. Genit lain yang dapat tcr'yadi
akibat overdosis adalah sakit k mamah.

b. Amodiakuin

Obat ann'malaria yang tersedia dalam bentuk tablet 200 mg amodiakuin basa ini
mudah diserap dengan cepat sesudah penggunaan per oral. Obat dimetabolisir
secara efektif menjadi metabolit yang aktif yaitu desetilamodiakuin yang dapat
terdeteksi dalam waktu kurang dari 8 jam. Desetilamodiakuin terkonsentrasi di
dalam sel eritrosit dan hilang secara

perlahan-lahan dengan waktu paruh sampai 18 hari lamanya.

Penggunaan dan dosis pemberian

Amodiakuin digunakan untuk mengobati serangan malaria akut pada penderita


yang non-imun dan diberikan pada malaria yang sudah resisten terhadap klorokuin.
Obat yang efektif terhadap bentuk skizon semua spesies Plasmodium ini diberikan
dengan dosis 600 mg (base) dalam bentuk dosis tunggal, diikuti 200 mg sesudah 6
jam, lalu 400 mg/hari / hari selama dua hari

Atau diberikan dengan dosis 10 mg /kg berast badan amodiakuin basa per hari
selama 3 hari dengan dosis total sebesar 30 mg/kg/hari.

Untuk terapi pencegahan amadz'akuz'n diberikan 400 mg satu kali per minggu
untuk orang dewasa, dan untuk penderita berumur di bawah 15 tahun diberikan 7
mg(base) /kg berat badan satu kali per minggu, yang dilanjutkan sampai 6 minggu
sesudah meninggalkan daerah endemis.

Amodiakuin untuk pencegahan malaria tidak dianjurkan karena risiko

keracunannya dapat menimbulkan kematian.

Untuk perempuan hamil obat ini belum dapat dipastikan

keamanannya.