Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

ASAS ASAS PENDIDIKAN


Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengantar
Pendidikan

Disusun Oleh :
KELOMPOK 3
DIKSATRASIADA 1 A
NENG NURHAYATI
ITS BATISMUNA
SAIFUL MUHAEMIN
AAT

SUPANDI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATHLAUL ANWAR

BANTEN
2010/2011
i

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam saya sampaikan ke hadirat Tuhan


Yang Maha Pemurah,

karena berkat kemurahanNya makalah ini

dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam makalah ini


kami membahas Asas Pendidikan, sebagai salah satu tugas mata
kuliah Pengantar Pendidikan.
Dalam

proses penyusunan makalah ini,

tentunya kami

mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa


terima kasih yang dalam-dalamnya pihak yang membantu.
Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat,
Pandeglang,

Desember 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul ..

KATA PENGANTAR...

ii

DAFTAR ISI

iii

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang ..

B. Tujuan

BAB II ASAS ASAS PENDIDIKAN


A. Pengertian Asas Pendidikan ..
B. PENERAPAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN ................

3
6

BAB III PENUTUP


A.Simpulan ..

10

DAFTAR PUSTAKA

11

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara umum pendidikan sebagai usaha sadar yang
sistematik-sistemik selalu bertolak dari sejumlah asas-asas tertentu.
Landasan

dan

asas

sangatlah

penting,

karena

pendidikan

merupakam pilar utama terhadap pengembangan manusia dan


masyarakat suatu bangsa tertentu. Untuk Indonesia pendidikan
diharapkan mengusahakan pembentukan manusia pancasila sebagai
manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri,
dan mampu mandiri dan memberikan dukungan bagi perkembangan
masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Landasan pendidikan
dapat memberikan pijakan dan arah terhadap pembentukan manusia
Indonesia, sedangkan asas pendidikan akan memberikan corak
untuk

penyelenggaraan

memberikan

pendidikan

hasil pendidikan

yakni

dan

pada

manusia

gilirannya
dan

akan

masyarakat

Indonesia.

B. Tujuan
Dalam pokok ini dibahas tentang azas-azas pendidikan serta
penerapannya di dalam praktek sehingga memantabkan setiap usaha
yang dilakukan dalam melatih, membimbing serta membelajarkan
i

peserta didik yang merupakan kewajiban utama kita sebagai pendidik


yang profesional.

BAB II
ASAS ASAS PENDIDIKAN

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tingkah laku


seseorang
manusia

atau

kelompok

melalui

upaya

orang

dalam

pengajaran

dan

usaha

mendewasakan

pelatihan.

Dan

juga

pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus


menerus dari generasi ke generasi dimana pun di dunia ini. Upaya
mengubah manusia melalui pendidikan itu dilaksanakan sesuai
dengan pandangan hidup dan dalam latar sosial-kebudayaan setiap
masyarakat tertentu. Oleh karena itu, meskipun pendidikan itu
universal,

namun

terjadi

perbedaan-perbedaan

tertentu

sesuai

dengan pandangan hidup dan latar sosial kebudayaan tersebut.


Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan yaitu tuntunan didalam
hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu
menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar
mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingi-tingginya.
Sedangkan dalam UU N0. 20 th 2003pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
i

diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari beberapa


definisi di atas menunjukan arti bahwa pendidikan yaitu suatu
proses

bimbingan,

tuntunan

atau

pimpinan

yang

didalamnya

mengandung unsur-unsur seperti pendidik, anak didik, tujuan dan


sebagainya

A. Pengertian Asas Pendidikan


Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi
dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun
pelaksanaan pendidikan. Khusu s di Indonesia, terdapat beberapa
asas

pendidikan

yang

memberi

arah

dalam

merancang

dan

melaksanakan pendidikan itu. Diantara asas tersebut adalah Asas


Tut Wuri Handayani, Asas Belajar Sepanjang Hayat, dan asas
Kemandirian dalam belajar.
Asas asas Pendidikan terdiri dari :
1. Asas Tut Wuri Handayani
2. Azas Demokrasi
3. Azas Kepastian Hukum
4. Azas Pendidikan Seumur Hidup
5. Asas Kemandirian dalam Belajar

1. Asas Tut Wuri Handayani


Secara historis Tut Wuri Handayani lahir sebagai semboyan
yang digunakan oleh Ki Hajar Dewantoro dalam sistem pendidikan
Taman Siswa. Makna Tut Wuri Handayani adalah
Tut Wuri : Mengikuti perkembangan sang anak dengan
penuh perhatian berdasarkan cinta kasih tanpa pamrih

Handayani :

Mempengaruhi

dalam

arti

merangsang,

memupuk, membimbing, menggairahkan agar sang anak


mengembangkan pribadi masing-masing melalui disiplin
pribadi
Asas Tut Wuri Handayani Sebagai asas pertama, Tut wuri
handayani merupakan inti dari sistem among dari Perguruan
Nasional

Taman

Siswa.

Asas

Tut

wuri

handayani

yang

dikumandangakan oleh Ki Hadjar Dewantara itu mendapat tanggapan


positif dari Drs. R.M.P. Sostrokartono (filsuf dan ahli bahasa) dengan
menambah dua semboyan untuk melengkapinya, yakni Ing Ngarso
Sung Tulada dan Ing Madya Mangun Karsa. ( Raka Joni, et. Al.,
1985 : 38; Wawasan Kependidikan guru, 1982 :93 )
Jadi ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu
kesatuan asas, yaitu :
1. Ing Ngarsa Sung Tulada ( Jika di depan, menjadi contoh )
2. Ing

Madya

Mangun

Karsa

Jika

ditengah-tengah,

membangkitkan kehendak, hasrat, atau Motivasi )


3. Tut Wuri Handayani ( Jika dibelakang, mengikuti dengan
hati-hati ).

2. Azas Demokrasi
Azas Demokrasi dalam pendidikan bersumber pada sila ke-4
pancasila. Dari sila ini dirumuskan pedoman dalam penghayatan dan
pengamalan menjadi 7 butir P4. Dalam UU No.2 Tahun 1989 tentang
Sistim Pendidikan Nasional ditegaskan adanya hak peserta didik

3. Azas Kepastian Hukum

Azas kepastian hukum untuk melindungi berbagai kepentingan


individu maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat yang
selaras dan serasi, pemerintah menciptakan keputusan maupun
peraturan yang menyangkut berbagai aspek, diantaraya aspek
perekonomian, hak milik, perkawinan, pendidikan, dsb. Ketentuan
hukum yang mengatur masalah pendidikan bersumber pada UUD 45
pasal 31 dan ayat 2.

4. Azas Pendidikan Seumur Hidup


Azas Pendidikan seumur hidup bahwa pendidikan merupakan
proses budaya intuk meningkatkan harkat dan martabat manusia,
dilaksanakan

dalam

keluarga,

sekolah,

dan

masyarakat.

Pada

hakekatnya pendidikan seumur hidup menurut John Dewey tidak


dapat dipisahkan dari belajar seumur hidup.
Ada sebuah hadis Nabi Saw yang sudah tidak asing lagi
ditelinga kita, beliau bersabda yang artinya: Tuntutlah ilmu dari
buaian sampai meninggal dunia. Disini islam telah lama mengenal
konsep ini jauh sebelum orang-orang barat mengangkatnya. Konsep
tersebut menjadi aktual kembali terutama dengan terbitnya buku An
Introduction To Lifelong Education, pada tahun 1970 karya Paul
Lengard, yang dikembangkan lebih lanjut oleh UNESCO. Dalam latar
pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar di sekolah
seharusnya

mengemban

sekurang-kurangnya

dua

misi,

yaitu

memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan efesien dan


efektif. Untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar
mandiri sebagai dasar dari belajar sepanjang hayat.
Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan
sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life
i

long

education).

diimplementasikan

Kurikulum
dengan

yang

dapat

memperhatikan

dua

meracang

dan

dimensi

yaitu

dimensi vertikal dan horisontal.


Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan
dan

kesinambungan

antar

tingkatan

persekolahan

dan

keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan.


Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan
antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di
luar sekolah.
Asas belajar sepanjang hayat merupakan sudut pandang dari
sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup. Pendidikan seumur
hidup merupakan a concept. (P. Lengrand,1970) yang new significance
of an old idea (Dave,1973). Oleh karena itu UNISCO Institute for
Education (UIE Hamburg) menetapkan suatu difinisi kerja yakni
pendidikan seumur hidup adalah pendidikan yang harus:
1. Meliputi seluruh hidup individu setiap individu
2. Mengarah kepada pembentukan,pembaruan, peningkatan
dan sikap yang dapat meningkatkan kondisi hidupnya
3. Tujuan akhirnya adalah mengembangkan penyadaran diri
(Self fulfilment) setiap individu
4. Meningkatkan kemampuan dan motifasi untuk belajar
sendiri
5. Mengakui kontribusi dari semua pengaruh pendidikan yang
mungkin terjadi.

5. Asas Kemandirian dalam Belajar


Dalam

kegiatan

belajar

mengajar,

sedini

mungkin

dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari


i

campur tangan guru, namun guru selalu siap untuk ulur tangan bila
diperlukan.
Asas Kemandirian Dalam Belajar Di dalam Asas Tut wuri
handayani maupun Belajar sepanjang hayat secara langsung sangat
erat kaitannya dengan asas Kemandirian dalam belajar. Dalam
kegiatan

belajar

mengajar,

mungkin

dapat

dikembangkan

kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan


guru, namun guru selalu siap untuk membantu apabila diperlukan.
Adapun dalam asas belajar sepanjang hayat hanya dapat diwujudkan
apabila didasarkan pada pendapat bahwa peserta didik mau dan
mampu mandiri dalam belajar, oleh karena itu tidak mungkin
seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari
bantuan guru atau pun orang lain.
Perwujudan

asas

kemandirian

dalam

belajar

akan

menempatkan guru dalam peran utama sebagai fasilitator dan


motifator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam
melatih kemandirian belajar peserta didik adalah sitem CBSA (Cara
Belajar Siwa Aktif).

B.PENERAPAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN


Pasal

UU

No

4/1950

menyatakan,

"Pendidikan

dan

pengajaran berdasar atas asas-asas yang termaktub dalam Pancaila


dan

UUD

Negara

Republik

Indonesia

dan

atas

kebudayaan

kebangsaan Indonesia". Pada Pasal 2 UU No 2/1989 dan RUU SPN


menyatakan

"Pendidikan

Nasional

berdasarkan

Pancasila

dan

Undang-Undang Dasar 1945". Dari pasal ini dapat dikethui bahwa


pemerintah

menerapkan

setiap

asas-asas

landasan pendidikan.
i

pokok

berdasarkan

Di samping itu pada asas Tut wuri handayani dan asas


kemandirian dalam belajar nampak dengan diterapkannya kurikulum
pendidikan sekarang. Kurikulum sekarang menuntut siswa yang aktif
dengan guru sebagai pembimbing. Sedangkan asas belajar sepanjang
hayat (pendidikan seumur hidup), melihat dari kenyataan bangsa
Indonesia

memang

belum

berjalan

dengan

baik

namun

bila

dibandingkan dengan pendidikan yang lampau, pada pendidikan


sekarang telah lebih baik. Kesadaran pentingnya pendidikan (bahkan
tidak hanya mengikuti pendidikan tetapi juga berprestasi) pada
masyarakat Indonesia sudah lebih meningkat.
1.Dalam kaitan asas belajar sepanjang hayat.
Dapat dikemukakan beberapa keadaan yang ditemui sekarang:
(1) usaha pemerintah memperluas kesempatan belajar telah
mengalami

peningkatan.

Terbukti

dengan

semakin

banyaknya peserta didik dari tahun ke tahun yang dapat


ditampung baik dalam lembaga pendidikan formal, non
formal,

dan

informal;

berbagai

jenis

pendidikan;

dan

berbagai jenjang pendidikan dari TK sampai perguruan


tinggi,
(2) usaha pemerintah dalam pengadaan dan pembinaan guru
dan tenaga kependidikan pada semua jalur, jenis, dan
jenjang agar mereka dapat melaksanakan tugsnya secara
proporsional. Dan pada gilirannya dapat meningkatkan
kualitas hasil pendidikan di seluruh tanah air. Pembinaan
guru dan tenaga guru dilaksanakan baik didalam negeri
maupun diluar negeri ,
(3) usaha

pembaharuan

kurikulum

dan

pengembangan

kurikulum dan isi pendidikan agar mampu memenuhi


i

tantangan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya


yang berkualitas melalui pendidikan,
(4) usaha pengadaan dan pengembangan sarana dan prasarana
yang semakin meningkat: ruang belajar, perpustakaan,
media pengajaran, bengkel kerja, sarana pelatihan dan
ketrampilan, sarana pendidikan jasmani,
(5) Pengadaan buku ajar yang diperuntukan bagi berbagai
program pendidikan masyarakat yang bertujuan untuk:
(a) meningkatkan sumber penghasilan keluarga secara
layak dan hidup bermasyarakat secara berbudaya
melalui berbagai cara belajar,
(b) menunjang tercapainya tujuan pendidikan manusia
seutuhnya,
(6) Usaha pengadaan berbagai program pembinaan generasi
muda: kepemimpinan dan ketrampilan, kesegaran jasmani
dan daya kreasi, sikap patriotisme dan idealisme, kesadaran
berbangsa dan bernegara, kepribadian dan budi luhur,
(7) Usaha

pengadaan

berbagai

program

pembinaan

keolahragaan dengan memberikan kesempatan yang seluasluasnya kepada anggota masyarakat untuk melakukan
berbagai macam kegiatanolahraga untuk meningkatkan
kesehatan dan kebugaran serta prestasi di bidang olahraga,
(8) usaha pengadaan berbagai program peningkatan peran
wanita dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya
dalam upaya mewujudkan keluarga sehat, sejahtera dan
bahagia;

peningkatan

ilmu

pngetahuan

dan

teknologi,

ketrampilan serta ketahanan mental.


Sesuai dengan uraian di atas, maka secara singkat pemerintah
secara lintas sektoral telah mengupayakan usaha-usaha untuk
i

menjawab tantangan asas pendidikan sepanjang hayat dengan cara


pengadaan sarana dan prasarana, kesempatan serta sumber daya
manusia yang menunjang.

2. Dalam kaitan penerapan asas Tut Wuri Handayani


Dapat dikemukakan beberapa keadaan yang ditemui sekarang,
yakni
1) peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan
dan ketrampilan yang diminatinya di sema jenis, jalur, dan
jenjang pendidikan yang disediakan oleh pemerintah sesuai
peran

dan

profesinya

dalam

masyarakat.

Peserta

didik

bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri,


2) peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan
kejuruan yang diminatinya agar dapat mempersiapkan diri
untuk

memasuki

lapangan

kerja

bidang

tertentu

yang

diinginkannya,
3) peserta didik memiliki kecerdasan yang luar biasa diberikan
kesempatan

untuk

memasuki

program

pendidikan

dan

ketrampilan sesuai dengan gaya dan irama belajarnya,


4) peserta didik yang memiliki kelainan atau cacat fisik atau
mental memperoleh kesempatan untuk memilih pendidikan
dan ketrampilan sesuai dengan cacat yang disandang agar
dapat bertumbuh menjadi manusia yang mandiri,
5) peserta didik di daerah terpencil mendapat kesempatan untuk
memperoleh

pendidikan

dan

ketrampilan

agar

dapat

berkembang menjadi manusia yang memiliki kemampuan


dasar yang memadai sebagai manusia yang mandiri, yang

beragam dari potensi dibawah normal sampai jauh diatas


normal (Jurnal Pendidikan,1989)

BAB III
PENUTUP

A.Simpulan
Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi
dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun
pelaksanaan pendidikan. Khusu s di Indonesia, terdapat beberapa
asas

pendidikan

yang

memberi

arah

dalam

merancang

dan

melaksanakan pendidikan itu. Diantara asas tersebut adalah Asas


Tut Wuri Handayani, Asas Belajar Sepanjang Hayat, dan asas
Kemandirian dalam belajar.
Di samping itu pada asas Tut wuri handayani dan asas
kemandirian dalam belajar nampak dengan diterapkannya kurikulum
pendidikan sekarang. Kurikulum sekarang menuntut siswa yang aktif
dengan guru sebagai pembimbing. Sedangkan asas belajar sepanjang
hayat (pendidikan seumur hidup), melihat dari kenyataan bangsa
Indonesia

memang

belum

berjalan

dengan

baik

namun

bila

dibandingkan dengan pendidikan yang lampau, pada pendidikan


sekarang telah lebih baik. Kesadaran pentingnya pendidikan (bahkan
tidak hanya mengikuti pendidikan tetapi juga berprestasi) pada
masyarakat Indonesia sudah lebih meningkat

DAFTAR PUSTAKA

Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan.


Jakarta: Rineka Cipta
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Edisi Revisi 5, Jakarta, PT.
Raja Grafindo Persada, 2006