Anda di halaman 1dari 27

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat,


taufik dan hidayah sehingga kami bisa menyelesaikan makalah
kami tentang Perbandingan Sistem Pemerintahan Suku
Baduy dan Desa Panimbang Jaya. Semoga bisa menjadi
acuan dalam belajar dan menambah pengetahuan kita tentang
Perbandingan pemerintahan
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini
ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat,
baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin
mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah.
Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada
Dosen Mata kuliah Perbandingan Sistem Pemerintahan
serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik
bantuan berupa moril maupun materil, sehingga makalah ini
terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

Pandeglang, Januari 2016

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................... i
DAFTAR ISI............................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................ 1
B. Rumusan Masalah....................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Sistem Pemerintahan Suku Baduy Desa Kanekes 2
B. Sistem Pemerintahan Desa Panimbangjaya......... 9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................. 18

DAFTAR PUSTAKA................................................................... 19

2
MAKALAH
PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN SUKU BADUY
DESA KANEKES DAN DESA PANIMBANGJAYA
Diajukan untuk Ujian Komprehensif Mata Kuliah Perbandingan Sistem
Pemerintahan

Disusun Oleh :
Nama : Tria Aulia

NIM : J.22130067

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

3
UNIVERSITAS MATHLAUL ANWAR
BANTEN
2016

4
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam revisi Undang-undang no. 22/1999 ditegaskan bahwa
desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut
desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-
batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat
istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem
Pemerintahan Nasional dan berada di dalam Kabupaten. Dengan
demikian, desa harus dipahami sebagai kesatuan masyarakat
hukum yang memiliki hak dan kekuasaan dalam mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat setempat. Artinya, Undang-
Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang direvisi tetap memberikan
dasar menuju self governing community, yaitu komunitas yang
mengatur dirinya sendiri. Berdasarkan pemahaman ini, desa
memiliki posisi strategis yang memerlukan perhatian seimbang
terhadap penyelenggaraan otonomi daerah.
Apabila dipahami lebih seksama, desa merupakan tempat
bertemunya arus kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat.
Dengan kata lain, desa merupakan tempat terwujudnya kerjasama
antara Pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan
pembangunan. Dalam arti ini, desa mempunyai posisi strategis
dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan
pelayanan masyarakat.
Posisi desa yang sangat strategis ini menjadi modal dasar
yang harus dipahami secara menyeluruh dan terintegrasi, baik dari
segi kekuatan, kelemahan, peluang dan kendala, maupun
hubungan dengan lingkungan strategis, baik regional, nasional dan
internasional. Oleh karena itu perlu ada core strategy untuk
memandirikan Desa. Dalam rangka memantapkan

1
penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan untuk menunjang
perwujudan otonomi daerah,

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana
perbandingan system pemerintahan suku baduy dan Desa
Panimbang

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sistem Pemerintahan Suku Baduy Desa Kanekes


1. Asal Pemerintahan Baduy
Bagi orang Baduy seorang pemimpin dalam
pemerintahan (jaro, girang seurat, tangkesan kokolotan,
kokolot, dan baresan), berasal dari keturunan para puun yang
artinya, satu sama lain terikat oleh garis kerabat. Dalam
konteks itu, ciri penting dalam pamarentahan Baduy, terletak
pada diferensiasi peran dan pembagian jabatan yang
terpisahkan melalui struktur sosial, namun semuanya terikat
oleh satu hubungan kerabat yang erat.
Perbedaan peran yang mendasar antara para pemimpin
yang disebut puun dan yang disebut para jaro, adalah pada
tanggung jawab yang berurusan dengan aktivitasnya, karena
para puun berurusan dengan dunia gaib sedangkan para jaro
bertugas menyelesaikan persoalan duniawi. Atau, dengan
perkataan lain, para puun berhubungan dengan dunia sakral
dan para jaro berhubungan dengan dunia profan. Oleh karena
itu, para puun menerima tanggung jawab tertinggi pada hal-
hal yang berhubungan dengan pengaturan harmonisasi

2
kehidupan sosial dan religius, sehingga kehidupan warga
masyarakatnya dapat berlangsung dengan tertib.
Dalam situasi seperti itu warga masyarakat dituntut
patuh memenuhi ketentuan pikukuh yang telah digariskan
para karukun. Pelanggaran terhadap pikukuh berarti telah siap
menerima hukuman berupa pengusiran dari daerah tangtu.
Atau, bagi masyarakat panamping melanggar ketentuan itu
berarti harus menangung kewajiban bekerja di huma puun,
yang lamanya disesuaikan dengan berat ringannya
pelanggaran.
2. Pemerintahan Baduy
Dalam kehidupan bermasyarakat pasti terdapat
organisasi kemasyarakatan yang terdapat dalam
lingkungan tempat tinggal, karena manusia hidup
bersosial dan berkomunikasi untuk menuju perubahan sosial
yang lebih baik dan maju. Terdapat pula struktur organisasi
dalam suatu kelompok atau komunitas tertentu agar
mempermudah dalam menjalankan kegiatan karena sudah
ada orang yang bertanggung jawab dalam hal tertentu.
Dalam struktur organisasi ada kekuasaan tertinggi yang
diduduki seseorang, oleh karena itu terdapat proses
pemilihannya. Seperti apa yang telah diperoleh data dari
responden mengenai hal tersebut.
Intisari proses dan pelaksanaan pemilihan tokoh adat
atau pemimpin adat di Suku Baduy, diawali dengan
pemenuhan syarat-syarat atau kriteria pemimpin secara
Lahiriah bagi seorang calon pemimpin, dan diakhiri dengan
tata cara pemilihan secara Batiniah dengan proses tertentu
yang dilaksanakan melalui musyawarah para tokoh adat
dan kokolotan di forum rapat musyawarah lembaga adat

3
tangtu tilu jaro tujuh dengan tahapan-tahapan sidang
sampai pada sidang pleno lembaga adat.

Keterangan:
a. PUUN
Dilihat dari struktur sosial pemerintahan adat Suku
Baduy, maka kedudukan puunsudah jelas yaitu sebagai
pemimpin tertinggi adat di Baduy. Fungsi dan tugas
utamanya adalah pengambil keputusan dan menetapkan
hukum adat yang berlaku atas dasar hasil musyawarah
lembaga adat dan sekaligus penjamin keberlangsungan
pelaksanaan hukum adat di masyarakat Suku Baduy. Puun
dipandang sebagai kepala adat, pemimpin tertinggi adat
atau pemberi restu hukum adat. Puun tidak langsung
mengurus dan/atau memimpin senua kegiatan
kemasyarakatan secara operasional. Puun adalah sebagai
pemberi keputusan tertinggi terhadap hukum adat dalam
rangka menjalankan amanah wiwitan. Ruang lingkup
dan gerak kehidupan anggota masyarakatnya,
kehidupan puun lebih mendekati pada kehidupan

4
seorang begawan/resi yang jauh dari nafsu
kematerian.Suku Baduy sangat jauh dari timbulnya
persaingan kekuasaan apalagi perebutan kekuasaan.
Mereka menyadari sepenuhnya bahwa
pemimpin/kekuasaan hanyalah sebuah kepercayaan dan
amanat dari leluhurnya bukan karena semata-mata
didorong oleh keinginan pribadi.
b. Jaro Tangtu
Jaro tangtu adalah wakil puun yang memiliki
mandat untuk melaksanakan roda pemerintahan dan
segala amanat hukum adat dengan kedudukannya
adalah sebagai tangan kanan puun yang berkaitan
dengan pelaksanaan seluruh aspek kehidupan (seluruh
kegiatan adat), baik yang berhubungan dengan sosial
kemasyarakatan, pelaksanaan dan penerapan hukum
adat (rule of law) beserta penerapan sanksi, penentuan
dan pengaturan waktu kegiatan upacara-upacara adat,
sosialisasi seputar tatanan hukum adat pada masyarakat,
penataan keamanan dan ketertiban. Jaro tangtu
merupakan pusat pemecahan masalah dan berkewajiban
untuk mengambil sikap demi terjaminnya pelaksanaan
hukum adat dan keselamatan masyarakat Suku Baduy.
Jaro tangtu berkewajiban mengawasi secara umum
tentang pelanggaran pelaksanaan hukum adat di
masyarakat Baduy dalam maupun di Baduy luar.
c. Jaro Warega
Jaro warega adalah khusus sebutan untuk
mengurus dangka kamancing yang sekarang
dipindahkan ke kampong Cipondoh Baduy, dan Dangka
ini dipandang sebagai pusatnya jaro tujuh. Jaro tujuh

5
adalah petugas adat yang diangkat dari warga Baduy luar
dengan tugas utamanya lebih dititikberatkan pada
pelaksanaan kebijakan/keputusan hukum adat dan
sekaligus mengawasi pelaksanaan hukum adat pada
masyarakat Baduy termasuk mengawasi pelanggaran-
pelanggaran terhadap hukum adat, baik yang dilakukan
oleh masyarakat Baduy sendiri ataupun pelanggaran yang
dilakukan oleh orang luar Baduy.
d. Jaro Dangka
Dangka adalah istilah yang digunakan oleh
masyarakat Baduy tentang pembagian wilayah atau nama
wilayah atau batas-batas wilayah untuk mempermudah
pembinaan, pengontrolan, dan pengawasan kegiatan
masyarakat Baduy, baik yang berada di wilayah Baduy
dan/atau masyarakat Baduy yang berada di luar wilayah
Baduy dalam melaksanakan amanah wiwitan.
e. Jaro Pamarentah
Jaro pamarentah adalah bertugas sebagai
penghubung antara masyarakat adat Kanekes dengan
Pemerintah Nasional, yang tugasnya dibantu oleh
Pangiwa, Carik, dan Kokolot Lembutatau Tetua
kampung.
f. Tangkesan
Tangkesan adalah salah satu pemangku adat Baduy
yang berasal dari warg Baduy luar berkedudukan di
kampong Cicatang, tangkesan ini memiliki charisma,
wibawa yang cukup tinggi bahkan disegani oleh seluruh
warga Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar
termasuk dihormati oleh para pemimpin adat Baduy.
Tangkesan adalah tokoh adat yang memiliki pengaruh

6
kuat dalam mengangkat, melantik, dan memberhentikan
para petugas adat yang berada di Baduy Luar, tetapi
tidak untuk pemangku adat Baduy Dalam, tangkesan
juga memiliki kelebihan dan kemampuan berdoa dalam
hal yang bersifat transcendental (suprnatural) untuk
keselamatan bumi alam, bangsa dan negara juga bagi
warga/masyarakat yang tertimpa masalah termasuk
mendoakan tentang masalah yang dihadapi puun.
g. Baresan
Baresan membantu seputar kebutuhan adat atau
kepuunan termasuk doa bersama untuk kepentingan adat
kepentingan umum.
h. Girang Seurat
Girang Seurat memiliki tugas khusus yang spesifik
yaitu sebagai pendahulu dalam menentukan waktu
pelaksanaan acara ngaseuk huma serang (huma
gotong royong seluruh masyarakat Baduy) dari awal
pembukaan nyacar, nuaran, ngaduruk, ngaseuk, ngored,
ngubaran huma sampai pada proses panen yang
diamanatkan oleh Dewi Sri (dewi padi) bukan petugas adat
yang bertanggung jawab di bidang keamanan. Ruang
lingkup kerjanya terbatas hanya mengurus huma serang di
sekitar Baduy Dalam.
Seperti yang telah digambarkan melalui bagan
struktur sosial mengenai struktur organisasi lembaga
adat yang terdapat di Suku Baduy Desa Kanekes
Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten,
dimana sudah terbagi tanggung jawab masing-masing
untuk dapat mengatur dan menjalankan kegiatan yang
terdapat di Suku Baduy tersebut.

7
Di rumah, kepala keluarga inti mengatur kehidupan para
anggota keluarganya, termasuk pengawasan sosial terhadap
aturan adat. Urusan dan pengaturan yang dilakukannya ialah
membina kehidupan keluarga intinya, berhuma, hubungan
dengan kaum kerabat, melakukan perhitungan untuk
menentukan saat mulai menanam, bepergian,
menyelenggarakan perkawinan, pengasuhan, pendidikan anak
dan turut serta dalam berbagai upacara.
Pada tingkat kampung ada beberapa jenis pemimpin. Di
kampung dangka terdapat seorang pemimpin adat dan agama
yang disebut jaro dangka. Ia meneruskan dan mengawasi
ketentuan karuhun yang disampaikan melalui puun, dan ia
juga dapat berkumpul di tangtu dalam upacara keagamaan
penting. Selain itu, jaro dangka juga diharuskan turut serta
dalam upacara membersihkan kampung tangtu dari dosa
yang ditinggalkan oleh si pelanggar.
Dalam pamarentahan Baduy, ada dua orang yang
dituakan dalam kampung panamping namun berfungsi
berbeda, yaitu: pertama, kokolot lembur. Yang menjadi
pemimpin pikukuh. Ia bertugas atas nama puun untuk
mengawasi, mengatur, dan melaksanakan ketentuan puun.
Kedua, kokolotan lembur yang kedudukannya sejajar dengan
ketua rukun kampung dalam sistem pemerintahan formal.
Rumah kokolot lembur dianggap sakral yang tidak boleh
diinjak orang asing. Karena itu, rumah kokolot terletak di
bagian paling ujung dari jajaran paling luar yang berbatasan
langsung dengan hutan kampung. Hal itu, maksudnya agar
para guriang yang kehadirannya dianggap penting sebagai
penjaga keselamatan masuk ke kampung melalui rumah
kokolot.

8
Pemimpin kampung tangtu adalah jaro tangtu. Ia
bertugas sebagai kokolot lembur dan sekaligus pula bertindak
sebagai kokolotan lembur. Selain itu, ia pun harus turut serta
seba ke ibukota kabupaten di Rangkasbitung dan keresiden
Banten yang kini Gubernur di Serang. Jaro tangtu diangkat
menurut alur keturunan dari para jaro terdahulu, yang
disiapkan oleh pikukuh langsung di bawah tangkesan dan
pengawasan puun. Apabila calon jaro tangtu dianggap siap,
walaupun ia masih muda, ia dapat saja diangkat.
Dalam pamarentahan Baduy, istilah jaro banyak
digunakan. Arti kata jaro sendiri adalah ketua kelompok atau
pemimpin. Pada tingkat panamping terdapat seorang jaro
yang tidak hanya mengurus dan mengatur seluruh jaro, tetapi
juga berkuasa mutlak sebagai pengawas serta pelaksana
tertinggi pikukuh di panamping. Dari keduabelas jaro, yaitu
tiga jaro tangtu, tujuh orang jaro dangka, seorang jaro
warega, dan seorang jaro pamarentah, maka ia adalah
koordinator kerja para jaro yang dalam pamarentahan Baduy
dikenal dengan sebutan jaro duawelas. Jaro warega berperan
dalam upacara keagamaan, terutama untuk persiapan dan
pelaksanaan seba, tetapi pada posisi pimpinan dalam Sunda
Wiwitan, ia adalah pembantu utama tanggungan jaro
duawelas.
Jaro pamarentah, adalah jaro Kanekes, kepala desa yang
pengangkatannya disetujui oleh kedua belah pihak, para puun
dan pemerintah daerah. Acuan ke atas juga dua yaitu puun
dan camat. Karena itu seorang jaro pamarentah merupakan
pengimbang di antara kedua kategori pemimpin itu, yang
dengan penuh bijaksana harus mampu melaksanakan
semuanya. Masa kerja seorang jaro pamarentah tergantung

9
dari lamanya dan sejauh mana ia mampu melaksanakan
kebijaksanaan pengimbang dimaksud. Jaro pamarentah
dibantu oleh paling tidak tiga orang pembantu utama, yaitu
carik adalah juru tulis desa yang selalu berasal dari luar
Kanekes, dan dua orang pangiwa, pembantu jaro pamarentah
yang berasal dari panamping.
Pada tingkat tangtu terdapat tiga puun, yang tidak
hanya menjadi pemimpin agama dan adat tertinggi di
kampung tangtu, tetapi juga untuk seluruh Kanekes. Semua
pemimpin bawahan termasuk jaro pamarentah harus tunduk
kepada mereka. Puun dalam menjalankan aktivitasnya
dibantu oleh sejumlah pejabat adat dan agama. Pejabat adat
dan agama tertinggi yang berfungsi sebagai penasihat ialah
tangkesan yang juga disebut dukun putih. Ia biasanya berasal
dan berkedudukan di kampung Cikopeng. Dukun-dukun pada
tingkat kampung lainnya selain berada di bawah pengawasan
puun juga diamati oleh tangkesan.
Puun mempunyai staf yang lengkap, seperti seurat atau
girang seurat yang menjadi pembantu puun untuk berbagai
hal. Jabatan seurat hanya ada di Cikeusik dan Cibeo, tetapi
tidak ada di Cikertawana. Jaro tangtu membantu seurat dan
puun secara langsung. Penyampaian berita dan lain-lainnya
dilakukan oleh pembantu umum. Jumlahnya tergantung dari
kekerapan kerja, upacara dan pelaksanaan pikukuh.
Semacam dewan penasihat puun terdapat di setiap
kampung tangtu, yang disebut baresan (barisan, dewan atau
kumpulan) atau sering disebut baresan salapan, karena terdiri
dari sembilan orang tokoh, termasuk jaro tangtu, seurat dan
lainnya. Fungsi baresan adalah membantu puun dan jaro

10
tangtu memecahkan berbagai masalah dan melaksanakan
pikukuh.
Dengan demikian seorang puun didukung oleh
panasihat batin melalui tangkesan dan penasihat pelaksanaan
pikukuh oleh baresan salapan. Pengawasan para puun mampu
menjangkau wilayah dan seluruh warga Kanekes melalui
tanggungan jaro duawelas dan dukun-dukun lembur serta
kokolot dan kokolotan lembur.
Dalam konteks itu, pamarentahan Baduy berfungsi
untuk mensucikan dan membuat tapa dunia, termasuk
memelihara alam sebagai pusat dunia, sedangkan dunia
beserta isinya dijaga oleh keturunan muda, dan sultan-sultan
Banten yang harus membuat dunia ramai.seorang pemimpin
agama dihubungkan dengan garis keturunan yang paling tua,
sedangkan seorang pemimpin politik dihubungkan dengan
garis keturunan yang paling muda. Kekuasaan agama
dihubungkan dengan para leluhur atau karuhun dan
kekuasaan politik dihubungkan dengan aktivitas manusia
untuk memenuhi kebutuhan hidup. Itu artinya, seorang
pemimpin agama mewujudkan identatis masyarakat Baduy,
sedangkan seorang pemimpin politik mengurus kehidupan
duniawi termasuk mengurus dan memelihara kelestarian
tanah.
Untuk melangsungkan aktivitasnya itu, kegiatan duniawi
dipusatkan di tangtu Cibeo, sedangkan aktivitas ritual dan
keagamaan berada di tangtu Cikeusik. Namun tangtu dalam
menjalankan aktivitasnya itu saling menyokong dan sekaligus
saling terikat. Karena diantara keduanya saling memberikan
pengaruh untuk mengokohkan tradisi Baduy yang bersandar
pada pikukuh karuhun, yaitu: nu lain kudu dilainkeun, nu enya

11
kudu dienyakeun, nu ulah kudu diulahkeun. Artinya, yang
bukan harus dikatakan bukan, yang benar harus dikatakan
benar dan yang dilarang harus dikatakan dilarang.

B. Sistem Pemerintahan Desa Panimbangjaya


1. Gambaran Umum Desa Panimbangjaya
Wilayah Desa Panimbangjaya secara geografis
terletak pada 062900- 063600 Lintang Selatan dan
1053800- 1055000 Bujur Timur. Dengan luas wilayah
10,6 km atau sebesar 10,8% dari luas Kecamatan
Panimbang. Desa Panimbangjaya berjarak 60 km dari
Kecamatan Pandeglang sebagai Ibukota Kabupaten
Pandeglang dan memiliki batas administrasi, sebagai
berikut :
Utara : Desa Mekarjaya
Selatan : Desa Gombong
Barat : Selat Sunda
Timur : Desa Mekarsari
Alamat kantor Desa Panimbangjaya terletak di
kampong Neglasari. Registrasi penduduk di kecamatan
Panimbang dilaksanakan oleh kantor desa yang
dikumpulkan setiap bulan berdasarkan KEPRES No.
52/1997. Dengan demikian data registrasi penduduk ini
memiliki keterkaitan dengan tertib administrasi di kantor
desa.
2. Struktur Organisasi Desa

12
Kepala Desa mempunyai wewenang memimpin penyelenggaraan
Pemerintahan Desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD,
mengajukan Rancangan Peraturan Desa, menetapkan Peraturan Desa yang
telah mendapat persetujuan bersama BPD, menyusun dan mengajukan
rancangan peraturan desa mengenai APBDes untuk dibahas dan ditetapkan
bersama BPD, membina kehidupan masyarakat Desa, membina
perekonomian Desa, mengkordinasikan pembangunan desa secara
partisipatif, mewakili desanya didalam dan diluar Pengadilan dan dapat
menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Kepala Desa mempunyai kewajiban untuk
memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada Bupati,
memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD, serta
menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada
masyarakatSekretariat Desa merupakan unsur Staf Pemerintah Desa
dipimpin oleh seorang Sekretaris Desa sebagai perangkat desa yang berada
dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Desa.Dalam menjalankan

13
tugas dan fungsinya Sekretaris Desa, Kepala Seksi dan Kepala Dusun
bertanggung jawab kepada Kepala Desa sedangkan dalam menjalankan
tugas dan fungsinya Kepala Urusan bertanggung jawab kepada Sekretaris
Desa.
a. Kepala Desa
Kepala Desa merupakan pimpinan penyelenggaraan pemerintah
desa. Kepala Desa dipilih langsung oleh rakyat, Kepala Desa memiliki
tugas dan tanggung jawab yang besar untuk penyelenggaraan
pemerintahan dan kemajuan desa, karena Desa memilki otonomi sendiri.
Tugas dan kewajiban Kepala Desa menurut Peraturan Daerah Kabupaten
Tangerang Nomor 7 Tahun 2006 pasal 21 adalah:
1) Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa
2) Membina kehidupan masyarakat Desa
3) Membina perekonomian Desa
4) Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa
5) Mendamaikan perselisihan masyarakat di Desa
6) Mewakili Desanya diluar dan didalam pengadilan dan menunjuk kuasa
hukumnya;
7) Mengajukan rancangan Peraturan Desa bersama Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) dan menetapkannya sebagai Peraturan
Desa;
8) Menjaga kelestarian adat istiadat yang hidup dan berkembang di Desa
yang bersangkutan selama tidak bertentangan dengan undang-undang
yang berlaku;
9) Melaksanakan tugas pembantuan dari Pemerintah Provinsi atau
Pemerintah Daerah.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Kepala Desa
mempunyai wewenang :
1) Menggerakan partisipasi masyarakat dalam pembangunan;
2) Melaksanakan pungutan terhadap masyarakat desa baik berupa uang
maupun benda dan atau barang untuk keperluan penyelenggaraan

14
pemerintah dan pembangunan Desa dengan memperhatikan keadaan
sosial ekonomi yang bersangkutan dan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3) Menumbuh kembangkan semangat gotong royong masyarakat sebagai
sendi utama pelaksanaan pemerintah dan pembangunan Desa.
4) Melaksanakan pembinaan dan pengembangan adat istiadat di Desa.
5) Menetapkan keputusan Kepala Desa sebagai pelaksana dari Peraturan
Desa dan kebijaksanaan pimpinan pemerintah Desa sepanjang tidak
bertentangan dengan kepentingan umum dan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
b. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Kedudukan BPD sejajar dengan pemerintahan desa maksudnya
BPD merupakan mitra kerja pemerintah desa, memiliki kedudukan
sejajar dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan dan
pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan pasal 34 PP No.72 Tahun
2005, BPD bersama kepala desa menampung dan menyalurkan aspirasi
masyarakat.
Wewenang BPD
1) membahas rancangan peraturan desa bersama kepala desa;
2) melaksanakan pengawasan terhadap pelakasanaan pereturan desa
dan peraturan kepala desa.
3) Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala desa;
4) Membentuk panitia pemilihan kepala desa;
5) Menggali, menampung, menghimpun, merumuskan dan
menyalurkan aspirasi masyarakat;
6) Menyusun tata tertib BPD.
c. Sekretaris Desa mempunyai fungsi :
1) Pengkoordinasian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh perangkat
Desa
2) Pengumpulan bahan, pengevaluasi data dan perumusan program serta
petunjuk untuk pembinaan penyelenggaraan tugas umum Pemerintah,
pembangunan dan pembinaan kesejahteraan;

15
3) Pelaksanaan pemantauan terhadap kegiatan penyelenggaraan tugas
umum Pemerintah, pembangunan dan pembinaan kesejahteraan
masyarakat;
4) Pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat dibidang pemerintahan,
perekonomian dan kesejahteraan;
5) Pelaksanaan urusan keuangan, perlengkapan rumah tangga, surat
menyurat dan kearsipan serta memberikan pelayanan teknis dan
administrative kepada seluruh perangkat pemerintah Desa;
6) Penyusunan program kerja tahunan Desa;
7) Penyusunan laporan pemerintah Desa
d. Kepala Urusan Umum mempunyai tugas :
1) Melakukan administrasi kepegawaian;
2) Melaksanakan urusan perlengkapan dan inventaris Desa;
3) Melakukan urusan rumah tangga;
4) Mengatur pelaksanaan rapat-rapat dinas dan upacara;
5) Melakukan urusan surat menyurat, kearsipan dan ekspedisi;
6) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
e. Kepala Urusan Keuangan mempunyai tugas:
1) Menerima, menyimpan dan mengeluarkan uang desa;
2) Mengurus dan membayar tunjangan pegawai;
3) Mengurus pembukuan keuangan desa;
4) Mengurus pertanggung jawaban atas penggunaan keuangan yang
dikeluarkan;
5) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan laporan dibidang keuangan;
6) Melaksanakan tugas-tugas lainnya diberikan oleh atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
f. Kepala Urusan Pemerintahan mempunyai tugas:
1) Mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi data dibidang
pemerintahan;

16
2) Mengumpulkan bahan dalam rangka pembinaan wilayah dan
masyarakat;
3) Melakukan pelayanan kepada masyarakat dibidang Pemerintahan;
4) Melakukan tugas-tugas dibidang pemungutan pajak, retribusi
pendapatan lainnya;
5) Membantu pelaksanaan tugas-tugas dibidang keagrariaan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
6) Membantu tugas-tugas dibidang administrasi kependudukan dan
catatan sipil;
7) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan laporan dibidang
pemerintahan;
8) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
g. Kepala Urusan Ketentraman dan Ketertiban mempunyai tugas:
1) Mengumpulkan, mengelolah dan mengevaluasi data dibidang
ketentraman dan ketertiban;
2) Melakukan pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat;
3) Melakukan pelayanan kepada masyarakat dibidang ketentraman dan
ketertiban masyarakat;
4) Membantu menyelenggarakan kegiatan administrasi ketahanan sipil;
5) Membantu pelaksanaan pengawasan terhadap penyaluran bantuan
kepada masyarakat serta melakukan kegiatan pengawasan akibat
bencana alam dan bencana lainnya;
6) Membantu dan mengusahakan kegiatan yang berkaitan dengan
pembinaan kerukunan warga;
7) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan laporan dibidang ketentraman
dan ketertiban;
8) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
h. Kepala Urusan Ekonomi dan Pembangunan mempunyai tugas :

17
1) Mengumpulkan, mengelolah dan mengevaluasi data dibidang
Perekonomian dan Pembangunan;
2) Melakukan bimbingan di bidang perkoperasian, pengusaha ekonomi
lemah dan kegiatan perekonomian lainnya dalam rangka
meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat;
3) Melakukan kegiatan dalam rangka peningkatan swadaya dan
partisipasi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dan
pelaksanaan pembangunan;
4) Melakukan pelayanan kepada masyarakat dibidang perekonomian
dan pembangunan;
5) Membantu koordinasi pelaksanaan pembangunan serta menjaga dan
memelihara prasarana dan sarana fisik dilingkungan Desa;
6) Melakukan administrasi perekonomian dan pembangunan di desa;
7) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan laporan dibidang
perekonomian dan pembangunan;
8) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
i. Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas :
1) Mengumpulkan, mengelolah dan mengevaluasi data dibidang
Kesejahteraan Rakyat ;
2) Melakukan bimbingan di bidang keagamaan, kesehatan keluarga
berencana dan pendidikan masyarakat;
3) Membantu mengumpulkan dan menyalurkan bantuan terhadap
korban bencana ;
4) Melakukan pelayanan kepada masyarakat dibidang Kesejahteraan
Rakyat;
5) Membantu pelaksanaan bimbingan kegiatan pembinaan kesejahteraan
keluarga, karang taruna, pramuka dan organisasi kemasyarakatan
lainnya;
6) Membina dan membantu kegiatan pengumpulan zakat, infaq dan
shodaqoh ;

18
7) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan laporan dibidang
Kesejahteraan Rakyat ;
8) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
j. Kepala Dusun atau dengan sebutan lain mempunyai tugas membantu
melaksanakan tugas-tugas operasional Kepala Desa didalam wilayah
kerjanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Kepala Dusun
mempunyai fungsi :
1) Pembantu pelaksanaan tugas Kepala Desa
2) Pelaksanaan kegiatan Pemerintah bersifat Pembangunan dan
Kemasyarakatan serta ketentraman dan ketertiban masyarakat ;
3) Pelaksanaan Keputusan Desa di wilayah kerjanya ;
4) Pelaksanaan kebijaksanaan Kepala Desa;
5) Pembantu pelaksanaan tugas Kepala Desa dalam kegiatan pembinaan
dan kerukunan warga ;
6) Pembinaan dan peningkatan swadaya gotong royong;
7) Pelaksanaan kegiatan penyuluhan program Pemerintah ;
8) Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa

3. Lembaga Kemasyarakatan
Di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan,
yaitu lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai
dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa
dalam memberdayakan masyarakat.Lembaga
kemasyarakatan ditetapkan dengan peraturan desa. Salah
satu fungsi lembaga kemasyarakatan adalah sebagai
penampungan dan penyalur aspirasi masyarakat dalam
pembangunan.

a. PKK/ Posyandu

19
Tugas dan fungsi PKK/ Poyandu secara umum,
yaitu mengadakan penyuluhan mengenai pentingnya
program keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak,
pendataan akseptor KB, Penimbangan Balita, dan lain-
lain. PKK/ Posyandu inipun kegiatannya tidak hanya
terfokus pada masalah kesehatan ibu dan anak, tetapi
juga mengenai pentingnya bagaimana cara mendidik
anak yang baik pada usia balita. Program ini sudah
berjalan dengan baik secara menyeluruh dan
berkelanjutan.

b. Karang Taruna

Karang Taruna adalah wadah pengembangan


generasi muda non partisipan yang tumbuh atas dasar
dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk
masyarakat, khususnya generasi muda, di wilayah desa/
kelurahan atau komunitas sosial yang sederajat,
bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Fungsi Karang
Taruna adalah memelihara dan memupuk kesadaran
dan tanggung jawab sosial, semangat kebersamaan,
jiwa kekeluargaan, dan rasa kesetiakawanan sosial,
memupuk kreativitas generasi muda untuk dapat
mengemban tanggung jawab sosial kemasyarakatan,
melaksanakan usaha-usaha pencegahan kenakalan
remaja, penyalahgunaan narkoba, dan menangani
masalah-masalah sosial lainnya. Namun sangat
disayangkan, karang taruna di Desa Waringinkurung
cenderung tidak aktif dan tidak ada kegiatan. Masalah
lainnya adalah kekurangan pemuda karena kebanyakan
pemuda berurbanisasi untuk bekerja di kota.

BAB III

20
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem pemerintahn desa Panimbangjaya mengunakan system
pemerintahan secara nasional atau berdasarkan UU yang terdiri dari kepala
desa. Kepala Desa mempunyai wewenang memimpin penyelenggaraan
Pemerintahan Desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD,
mengajukan Rancangan Peraturan Desa, menetapkan Peraturan Desa yang
telah mendapat persetujuan bersama BPD, menyusun dan mengajukan
rancangan peraturan desa mengenai APBDes untuk dibahas dan ditetapkan
bersama BPD, membina kehidupan masyarakat Desa, membina perekonomian
Desa, mengkordinasikan pembangunan desa secara partisipatif, mewakili
desanya didalam dan diluar Pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum
untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kepala
Sekretariat Desa merupakan unsur Staf Pemerintah Desa dipimpin oleh
seorang Sekretaris Desa sebagai perangkat desa yang berada dibawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Desa.Dalam menjalankan tugas dan
fungsinya Sekretaris Desa, Kepala Seksi dan Kepala Dusun bertanggung
jawab kepada Kepala Desa sedangkan dalam menjalankan tugas dan
fungsinya Kepala Urusan bertanggung jawab kepada Sekretaris Desa.
Sistem pemerintahan desa Baduy ini dikenal dua sistem
pemerintahan, yaitu sistem nasional dan sistem tradisional
(adat). Dalam sistem nasional, seperti halnya dengan daerah
lain di Indonesia, setiap desa terdiri atas sejumlah kampung.
Desa Kanekes ini dipimpin oleh kepala desa yang disebut Jaro
Pamerentah. Seperti kepala desa atau lurah di desa lainnya, ia
berada di bawah camat, kecuali untuk urusan adat yang
tunduk kepada kepala pemerintahan tradisional (adat) yang
disebut puun. Uniknya bahwa bila kepala desa lainnya dipilih
oleh warga, tetapi untuk Kanekes ditunjuk oleh puun, baru

21
kemudian diajukan kepada bupati (melalui camat) untuk
dikukuhkan. Puun merupakan pemimpin tertinggi pada
masyarakat Baduy.dilaksanakan oleh jaro, Dalam
melaksanakan kehidupan sehari-hari pemerintahannya dibagi
ke dalam empat jabatan, yaitu jaro tangtu, jaro dangka,jaro
tanggungan, dan jaro pamarentah

22
DAFTAR PUSTAKA

Basri, Amaluddin. 1982. Administrasi Pembangunan Untuk PembangunanDesa.


Bekasi: Akademi Pembangunan Desa.

Hikmat, Harry.2004. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung:


HumanioraUtama Press.

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka


Cipta.Miles, Matthew dan Huberman, A. Michae.1992. Analisis Data
Kuantitatif :Buku Sumber tentang Metode- Metode Baru. Jakarta : UI
Press.

Rahardjo.1999. Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian.Gadjah


MadaUniversity Press.

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT: Raja


GrafindoPersada.

Usman, Husaini dan Akbar Setiady, Purnomo.1995. Metode Penelitian


Sosial.Jakarta Sianar Grafika Offset.

Usman, Sunyoto. 2003. Pembangunan Dan Pemberdayaan


Masyarakat.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widjaja, HAW. 2002. Otonomi Daerah dan Daerah Otonom. Jakarta: PTRaja
Grafindo Persada.

Widjaja, HAW. 2001. Pemerintahan Desa/Marga berdasarkan Undang-


UndangNomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah . Jakarta:
PTRaja Grafindo Persada.

23