Anda di halaman 1dari 24

RANCANGAN BLOK RANDOM

LENGKAP (RBRL)

Kelompok 6 :
1. Neneng Ghea Idialistine
4112313011
2. Ulfatun Khasanah
4112313017
3. Risma Arnitasari
4112313018

PENDAHULUAN
Pada kasus rancangan percobaan tertentu
seringkali
ditemukan
sebuah
sumber
yang
menyebabkan variasi dari sesatan eksperimen.
Rancangan percobaan tertentu juga terkadang
mencakup unit-unit yang tidak homogen, jadi unitunit tersebut sangat heterogen. Tentu akan sulit jika
unit yang akan kita analisis masih dalam bentuk
heterogen karena akan terlalu banyak data yang
akan kita olah. Untuk memudahkan hal tersebut,
maka
kita
dapat
mengelompokkan
unit-unit
eksperimen tersebut menjadi kelompok-kelompok
atau data yang lebih homogen. Berdasarkan
kelompok-kelompok
(blok-blok)
tersebut
maka
Rancangan Blok Random Lengkap (RBRL) akan lebih
menguntungkan jika harus memakai Rancangan
Acak Lengkap (RAL).

Lantas,
APA
YANG
DIMAKSUD
DENGAN
RANCANGAN
PERCOBAAN
DENGAN
RANCANGAN BLOK RANDOM LENGKAP
(RBPL)?

BAGAIMANA RANCANGAN BLOK


RANDOM LENGKAP (RBPL) INI
DITERAPKAN DALAM SEBUAH
PENELITIAN?

TINJAUAN PUSTAKA
Dalam

sebuah percobaan, jika unit-unit


percobaan sangat heterogen dan kita dapat
mengelompokkan
unit-unit
eksperimen
dalam
himpunan-himpunan
yang
lebih
homogen yang disebut blok-blok maka kita
akan
menggunakan
Rancangan
Blok
Random Lengkap. Blok-blok akan disebut
lengkap
jika
semua
perlakuan
yang
dibandingkan dapat dilaksanakan dalam
setiap blok.
Misalkan
kita
mempunyai
buah
perlakuan yang ingin kita bandingkan dan
ada b buah blok. Disini kita akan

Lanjutan...

Dalam rancangan ini randomisasi teradi


hanya dalam masing-masing blok dan tidak
terjadi secara keseluruhan untuk
buah
pengamatan
seperti
dalam
halnya
randomisasi
pada
Rancangan
Random
Lengkap.
Untuk
tiap-tiap
blik
kita
merandomkan buah perlakuan maka dapat
kita anggap dan biasanya dikatakan bahwa
blok
telah
menyebabkan
adanya
pembatasan/restriksi
pada
randomisasi
percobaan.
Model matematika yang dapat digunakan
untuk RBRL adalah Anderson menggunakan
model matematika yang berbeda, yang

Lanjutan...

Untuk pembahasan selanjutnya kita definisikan


efek perlakuan dan efek blok sebagai deviasideviasi. Masing-masing perlakuan dan blok
terhadap mean keseluruhan, demikian hingga
Dan
Jika adalah mean perlakuan ke- maka
hipotesis nol dan hipotesis alternatifnya diambil:

Karena mean perlakuan ke yaitu

Lanjutan...
Untuk

melanjutkan analisis kita, perlu


didefinisikan hal-hal berikut:
a) Jumlah semua hasil pengamatan dari (di
bawah) perlakuan ke- dituliskan sebagai . Jadi
untuk
b) Jumlah semua hasil pengamatan dalam blok
ke- ditulis . Jadi untuk
c) Banyaknya pengamatan dalam eksperimen
d) Jumlah total hasil pengamatan ialah Jadi
e) Rata-rata dari hasil-hasil pengamatan yang
diperoleh dibawah perlakuan ke- ialah Jadi
untuk
f) Rata-rata dari hasil-hasil pengamatan yang

Lanjutan...
Variasi

total dari hasil-hasil percobaan diinyatakan


dalam bentuk
, dan berikan nama Jumlah Kuadrat Total (yang
dikoreksi), disingkat
Maka:

Lanjutan...
Jadi

.
Sebut sebagai Jumlah Kuadrat Perlakuan
disingkat ,
sebagai Jumlah Kuadrat Blok-blok disingkat .
ialah Jumlah Kuadrat Sesatan disingkat .
Maka

Lanjutan...

Karena kita menggunakan buah observasiobservasi/ pengamatan-pengamatan, maka akan


mempunyai derajat bebas sebesar . Karena blok
yang digunakan sebanyak dan perlakuan yang
ada sebanyak maka derajat bebas untuk dan
masing-masing sebesar dan .
Sedang ialah: antara sel-sel, dikurangi untuk
perlakuan dan untuk blok. Jumlah sel seluruhnya
adalah . Jadi derajat bebas antara sel-sel adalah
dan derajat bebas untuk .
Jika asumsi mengenai sifat normal dari
sesatan-sesatan dipenuhi, maka kita dapat
menyimpulkan bahwa

Lanjutan...
Seperti

biasa, masing-masing jumlah kuadrat


dibagi oleh derajat bebasnya masing-masing,
disebut rata-rata kuadrat. Untuk perlakuan dan
blok tetap (fixed) maka dapat ditunjukkan
bahwa

Jadi untuk menguji hipotesis mean-mean


perlakuan sama, yang ekuivalen dengan menguji
hipotesis efek perlakuan , kita gunakan uji
statistik

Lanjutan...
Untuk

mempermudah perhitungan-perhitungan,
digunakan rumus-rumus dibawah ini:

diperoleh dengan pengurangan-pengurangan:

Kriteria Pengujian

ditolakjika

Tabel ANOVA
Sumber

Derajat bebas
(d.b)

Perkakuan

a-1

Blok

b-1

Sesatan

(a-1)(b-1)

Total

N-1

Jumlah kuadrat (JK)

Rata-rata

ERK

kuadrat (RK)

dengan pengurangan

Fo

Uji Lanjut

Jika ditolak maka dilakukan uji lanjut


untukmengetahui mean perlakuan mana yang
mempunyai perbedaan secara signifikan

Lanjutan...

Bila hipotesis mean perlakuan-perlakuan sama


ditolak, maka seringkali peneliti ingin mengetahui
mean perlakuan mean perlakuan mana yang
berbeda. Prosedur uji lanjut tersebut seperti
berikut ini:
1) Mula-mula mean-mean dari masing-masing
buah perlakuan diurutkan dari harga yang
terkecil terurut secara benar ()
2) Standar error dari masing-masing mean
perlakuan dihitung dengan rumus dimana
jumlah blok
3) Setelah itu kita gunakan Tabel Rang Berganda
Duncan dan mencari nilai-nilai untuk

Lanjutan...
4)

Mencari nilai-nilai
5) Selisih-selisih dari mean perlakuan-mean
perlakuan dibanding-bandingkan dengan
urutan sebagai berikut:
dibandingkan dengan
dibandingkan dengan
dibandingkan dengan
Dan seterusnya, hingga
dibandingkan dengan
6) Kriteria pengujian. Bila selisih dua mean dari
butir 5 di atas lebih besar dari nilai
pasangannya, maka kita menyimpulkan bahwa
kedua mean tersebut berbeda. Selanjutnya,

PEMBAHASAN
Contoh
Soal
Sebuah mesin untuk mengukur kerasnya logam
bekerja sebagai berikut:Mesin tersebut mempunyai
tongkat berujung runcing terbuat dari bahan yang
sangat keras. Dengan menekankan tongkat tersebut
pada benda logam yang akan diuji kerasnya, dan
penekanan tersebut dikerjakan dengan suatu gaya
yang tertentu besarnya, akan terjadi lekukan pada
benda logam itu. Kedalaman dari lekukan itu dibaca
oleh suatu alat dari mesin tersebut dan hasil
pembacaan ini akan merupakan jawaban mengenai
ukuran dari kerasnya logam.

Mesin

pengukur keras logam merk A, mempunyai 4


buah tongkat ujung runcing penguji. Seorang
peneliti ingin mengetahui apakah keempat togkat
penguji itu menghasilkan pembacaan pengukuran
yang berbeda atau tidak. Peneliti memutuskan
akanmenggunakan 5 buah observasi untuk tiap-tiap
ujung. Hasil observasi-observasi dari masing-masing
dari keempat buah ujung akan dibandingkan. Jadi
disini kita mempunyai sebuah faktor yaitu faktor
ujung,
dengan
4
taraf.
Jika
kita
misalnya
menggunakan Rancangan Random Lengkap seperti
yang telah dibahas maka kita akan membutuhkan
buah unit eksperimen yaitu 20 buah benda uji dari
logam yang akan diuji itu, yang sama (serupa)
kerasnya. Tetapi jika antara 20 buah benda uji yang
seharusnya sama itu, sebenarnya tidak demikian,
maka perbedaan antara benda uji-benda uji ini
sendiri juga akan menambah variasi-variasi yang
tampak dalam pembacaan data. Jadi sesatan

Seperti biasa, kita selalu menghendaki agar sesatan


eksperimen sekecil mungkin, jadi kita akan berusaha untuk
menghilangkan/mengecilkan variasi yang ada antara benda ujibenda uji. Jika kita dapat mengukurkan keempat buah ujung
yang dipelajari pada sebuah benda uji atau jika benda ujinya
cukup besar untuk diuji oleh empat ujung maka hal ini
tampaknya lebih menguntungkan karena dari sebuah benda uji
diharapkan
keadaannya
lebih
homogen.
Kita
akan
membutuhkan 5 buah benda uji, masing-masing benda uji akan
diukur oleh empat buah ujung yang dipersoalkan. Jadi kita
mempunyai 5 buah unit eksperimen untuk membandingkan
empat buah ujung itu. Pengukuran keseluruhannya adalah
sebanyak 20 kali. Strategi rancangan ini ialah memperbaiki
ketelitian dalam membandingkan 4 buah ujung, dengan cara
mengeliminasikan variasi-variasi antara benda uji-benda uji.
Kemudian ditambahkan pula bahwa pada tiap-tiap benda uji
(benda uji menjadi blok) urutan dimana keempat buah ujung
akan diuji, ditentukan secara Random. Rancangan seperti ini
disebut Rancangan Blok Random Lengkap. Karena semua

Misalkan keempat ujung togkat yang akan dibandingkan


kita beri nama-nama ujung U, ujung T, ujung S, ujung B. Data
hasil percobaannya tertuang dalam tebel 1.3. dibawah ini.
Tabel 1.3. Data Pembacaan Keras Logam
I

II

III

IV

T (10,0)

U (7,9)

B (8,6)

S (8,0)

U (7,9)

U (8,1)

T (8,8)

T (9,1)

B (8,0)

T (8,3)

B (9,6)

S (9,2)

U (7,6)

T (8,1)

B (8,3)

S (8,2)

B (8,3)

S (9,5)

U (7,5)

S (9,2)

Penyelesai

KESIMPULAN
Rancangan Blok Random Lengkap (RBRL) merupakan percobaan

dimana unit-unit percobaan sangat heterogen dan kita dapat


mengelompokkan unit-unit eksperimen tersebut dalam himpunanhimpunan yang lebih homogen yang disebut blok-blok. Perlakuanperlakuan tiap merupakan perlakuan Random Lengkap.
Dalam RBRL akan diteliti apakah mean perlakuan-perlakuan
dalam sebuah percobaan yaitu pada tiap-tiap blok sama atau tidak.
Dalam menganalisis data hasil Rancangan Blok Random Lengkap
kita menggunkan bantuan tabel ANAVA/ANOVA (Analisis Variansi).
Adapun nilai-nilai yang dibutuhkan yaitu dan . Nilai nantinya akan
dibandingkan dengan nilai , Jika maka ditolak.
Apabila terdapat perbedaan pada mean perlakuan-perlakuan
tersebut maka data hasil percobaan tersebut akan diuji kembali
menggunakan uji lanjut dengan menggunakan Uji Rang Berganda
Duncan. Dengan uji tersebut maka dapat diketahui mean perlakuan
mana yang mempunyai perbedaan yang signifikan dibanding dengan
mean perlakuan-mean perlakuan lain.

Latihan So
al