Anda di halaman 1dari 6

2.

Klasifikasi berdasarkan American Association of Mental Retardation (AAMR)


Derajat Retardasi
Rentang IQ
Retardasi sangat berat
0-24
Retardasi berat
25-39
Retardasi sedang
40-54
Retardasi ringan
55-69
Borderline
70-84
Nilai IQ, rentang persentil, dan klasifikasi berdasarkan Skala Inteligensi
Dewasa Wechster disajikan pada tabel 6.2 berikut.
Tabel 6.2 Nilai IQ, rentang persentil, dan klasifikasi berdasarkan Skala
Inteligensi Dewasa Wechster

Nilai IQ
Di atas 130
120-129
110-119
90-109
80-90
70-79
50-69
35-49
20-34
Di bawah 20

Rentang Persentil
Di atas 98
91-97
74-89
25-73
9-23
2-8
<2
<1
<1

<1
Pencegahan Cerebral Palsi dan Retardasi Mental
Edukasi publik
Pelayanan maternal dan kesehatan anak
Konseling genetik
Garis keturunan
Malnutrisi

Klasifikasi
Sangat superior
Superior
Di atas rata-rata
Rata-rata
Di bawah rata-rata
Borderline
RM ringan
RM sedang
RM berat
RM sangat berat

EDUKASI KHUSUS
Edukasi khusus adalah metode yang telah disesuaikan untuk membantu siswa
berkebutuhan khusus untuk mendapatkan kemandirian, mampu secara akademik, dan
sukses di sekolah dan juga dalam kelompoknya. Kemajuan yang diharapkan jika
siswa tersebut mengkuti kegiatan rutin sekolah. Tujuannya direncanakan dan
dimonitor perkembangannya secara sistematis. Prosedur mengajar, peralatan adaptasi,

dan intervensi lainnya yang membuat perbedaan tersebut. Poin utamanya adalah
intervensi dini, karena semakin dini edukasi diberikan, semakin cepat perkembangan
berpengaruh.
Terdapat 4 model edukasi khusus, yaitu:
Inklusi: Kelas pada sekolah reguler untuk setiap hari atau mendekati disebut inklusi.
Anal-anak dengan kebutuhan khusus diberikan pelayanan edukasi khusus secara
terpisah.
Tendensi: pada kasus anak yang diberikan edukasi rutin dengan anak-anak normal
dan kemudian diberikan kelas edukasi khusus dengan anak-anak berkebutuhan
khusus.
Pemsiahan: pembelajaran secara penuh pada edukasi khusus disebut pemisahan.
Pada negara kami, ada beberapa sekolah khusus untuk anak-anak spastik atau
Sindrom Down, dimana anak-anak diajarkan secara penuh. Ini mungkin pada ruang
kelas pada sekolah biasa atau pada sekolah khusus. Fasilitas lainnya yang mungkin
tersedia pada sekolah khusus seperti terapi wicara dan terapi okupasi.
Eksklusi: Kadang-kadang anak-anak hanya di rumah atau di institusi kedokteran pada
disabilitas berat. Pada skenario lain, dia mungkin menerima instruksi one-on-one atau
intruksi grup dalam institusi.
Pada negara kami, SARVA SHIKSHA ABHIYAN (SSA) menjamin setiap anak
dengan kebutuhan khusus diberikan edukasi yang berarti dan berkualitas.Tidak ada
anak yang berkebutuhan khusus membutuhkan ketergantungan berdasarkan macam,
kategori dan derajat disabilitas, mendapatkan edukasi tepat yang masih kurang dan
harus difasilitasi pada sekolah khusus, atau pada sekolah normal dengan bimbingan
khusus. SSA memfasilitasi sejumlah anak untuk diidentifikasi, asesmen, penempatan
studi dan inklusi pada anak disabilitas. Terdapat juga dana untuk pembekalan
kesehatan dan peralatan, pelatihan guru, penghapusan penghalang arsitektur,

penelitian, monitoring, dan evaluasi dengan fokus khusus pada anak perempuan
dengan kebutuhan khusus.
Beberapa karakteristik edukasi khusus adalah:

Terdapat perhatian khusus pada profil akademik dan stres terbesar pada
pelatihan penjurusan dan pre-penjurusan dan pada praktik pengalaman hidup

Pengajar khusus berusaha untuk mengenal poin-poin kecil pada fungsional


anak, izin identifikasi yang tepat pada fakultasnya dan membangun program
individual dengan aset-aset yang ada

Petunjuk dan konsultasi psikologi dilakukan oleh guru dan instruktur

Strategi Mengajar
Guru harus mengingat bahwa anak dengan Retardasi Mental menerima informasi
lebih lambat. Guru harus sabar dan membuat anak belajar dengan cara meniru dan
mengulangi pengajaran lebih sering. Termasuk mengambil tugas besar, guru
membaginya dalam unit yang lebih kecil dan membuat anak melalui langkah awal
yang ragu-ragu tersebut secara perlahan-lahan dan bertahap. Semuanya diproses dari
yang diketahui sampai yang tidak diketahui. Karena itu anak dibuat melakukan apa
yang diketahui pertama kali dan selanjutnya melakukan pelatihan keterampilan yang
dibutuhkan. Anak harus menghabiskan waktu dengan anak lainnya yang seumuran
dengannya. Orang tua dari anak khususnya ibu harus diajarkan cara memberikan
edukasi ke anaknya dan dia harus berperan seperti guru untuk anaknya ketika di
rumah. Kadang-kadang ini membantu dengan membuat pembelajaran yang
menyenangkan dan penuh permainan, role play, drama atau menari yang dapat
dimasukkan ke dalam kurikulum. Prosesnya mungkin lambat tetapi tim termasuk
orang tua tidak boleh putus asa, tetapi memberikan hadiah pada setiap keberhasilan
yang kecil sekalipun, termasuk walau hanya melakukan hal yang sederhana.

Gambar 6.2 Peralatan Mengajar


Pengajaran tidak membutuhkan peralatan yang mahal karena dapat menggunakan
peralatan yang sedrhana dan murah. Gunakan alat-alat latihan yang sesuai, menarik,
dan tersedia. Anak-anak harus diberikan latihan secara periodik. Relawan di

komunitas dapat datang untuk ikut mengajar pada bidang yang mereka kuasai. Ini
dapat membantu partisipasi sosial.
Anak-anak yang diajar terkadang dapat mencapai kelas 4 atau 5. Pada beberapa
kasus, mereka mungkin diintegrasikan pada sekolah pada umumnya. Anak-anak yang
dilatih mungkin harus pergi ke sekolah khusus. Terdapat ribuan sekolah khusus di
India
INTEGRASI SENSORIS
Integrasi sensoris adalah teori yang dikembangkan oleh A. Jean Ayres, seoang terapis
okupasional yang mendefinisikan integrasi sensoris sebagai proses neurologis yang
mengatur sensasi dari tubuh sendiri dan dari lingkungan dan membuatnya
memungkinkan untuk menggunakan tubuh secara efektif bersama lingkungan
Integrasi sensoris adalah kemampuan menerima informasi melalui sensasi, lalu
menganalisis input ini dengan membandingkan dengan memori dan pengalaman yang
ada dan terakhir mengartikannya melalui proses. Ini biasanya dilakukan oleh otak
tengah dan batang otak pada tahap awal, yang juga terlibat pada proses bawah sadar
seperti fungsi otonom, koordinasi, dan kesadaran. Input yang masuk ini diproses pada
pusat ini dan kemudian disimpan pada area otak yang melayani emosi, memori, dan
fungsi kognitif yang lebih tinggi.
Disfungsi pada integrasi sensoris adalah ketidakmampuan untuk membedakan
secara adaptasi, mengatur dan mengkoordinasikan sensasi
Anak-anak dengan masalah integrasi sensori mempunyai masalah dengan sensoris
mereka, dimana mungkin sensoris khusus, vestibular atau propioseptif. Anak-anak
dapat secara kongenital lebih atau kurang sensitif dan mungkin memiliki masalah
pada satu atau lebih sensasi. Mereka mungkin hipersensitif pada beberapa aroma,
suara, tekstur dan ras. Beberapa lainnya mungkin hiposensitif yang mereka rasakan
seperti kurang rasa nyeri dan pada kasus ekstrim, mungkin menikmati sensasi tak
menyenangkan seperti aroma kuat dari amonia, dingin atau rasa yang tidak
mengenakkan.. Satu contoh pada ketidaksesuaian dan ketidaksesnsitifan reaksi

terhadap nyeri, dimana anak tersenyum atau tertawa ketika disuntik atau mendapat
luka bakar derajat 2.
Peneliti belum dapat menjelaskan dengan tepat mengapa ini terjadi, tetapi
kemungkinan otak tidak mampu menyeimbangkan sensasi atau menyaring stimulasi,
juga pada waktu yang sama memilih mana yang penting. Ini tidak sama dengan buta
atau tuli, dimana anak tidak bisa melihat dan mendengar dan olehnya tidak terdapat
stimulasi. Pada kasus ini, input diterima oleh anak-anak dengan gangguan integrasi
sensori, tetapi informasi diproses oleh otak secara berbeda sehingga menyebabkan
distress atau kebingungan.
Beberapa anak tidak suka dipeluk atau dicium, dan ini menyebabkan terlalu banyak
distress pada orang tua mereka. Ini hanya perlu dipahami bahwa setiap sentuhan yang
diterima menjadi tidak menyenangkan, bukan karena anak menolak suatu hubungan.
Hipersensitifitas juga dikenal sebagai sensori defensiveness. Contohnya dalah
merasakan nyeri saat memakai jam tangan, atau tidak mampu bertahan dari terpaan
angin normal dari kipas angin di ruangan.