Anda di halaman 1dari 4

No Exp Nama

M.Pelajaran : Diagnosa Kelas : 3 TKJ B


WAN STP
SMKN 1 Cimahi Instruktur : P’Rudi dan
B’Netty

I. Tujuan

• Agar siswa dapat memahami STP

• Agar siswa dapat mempraktekan STP dilapangan

• Agar siswa dapat mengetahui cara kerja dari STP

II.Pendahuluan

Spanning Tree Protocol disingkat menjadi STP, Merupakan bagian dari standard IEEE
802.1 untuk kontrol media akses. Berfungsi sebagai protocol untuk pengaturan koneksi
dengan menggunakan algoritma spanning tree. Kelebihan STP dapat menyediakan system
jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki
beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host. Loop terjadi bila ada route/jalur
alternative diantara host-host. Untuk menyiapkan jalur back up, STP membuat status jalur
back up menjadi stand by atau diblock. STP hanya membolehkan satu jalur yang active
(fungsi pencegahan loop) diantara dua host namun menyiapkan jalur back up bila jalur
utama terputus. Bila "cost" STP berubah atau ada jalur yang terputus, algoritma spanning
tree merubah topology spanning tree dan mengaktifkan jalur yang sebelumnya stand by.
Tanpa spanning tree pun sebenarnya memungkinkan koneksi antara dua host melewati
beberapa jalur sekaligus namun dapat juga membuat looping yang tidak pernah akan
selesai di dalam jaringan anda. Yang pasti akan menghabiskan kapasitas jalur yang ada
hanya untuk melewatkan packet data yang sama secara berulang dan berlipat ganda.

III. Alat dan Bahan

• Aplikasi Packet tracer

• PC

IV. Langkah kerja

Konfigurasi pada switch pengiri atau server

• Pertama konfigurasikan swicth menjadi server,dengan konfigurasi


“vtp mode server,vtp domain kelompok1,vtp password tkj”

• Buat vlan untuk trunking dan PC “vlan 10,name


kelompok1,interface fastethetnet 0/22,switchport access vlan
10,switchport mode access,switchport trunk native vlan
10,switchport mode trunk.”

• Kemudian keluar dari interface.

Konfigurasi pada switch client 1

• Pertama konfigurasikan swicth menjadi client,dengan konfigurasi


“vtp mode client,vtp domain kelompok1,vtp password tkj”

• Buat vlan untuk trunking dan PC “vlan 20,name


kelompok1,interface fastethetnet 0/21,switchport access vlan
20,switchport mode access,switchport trunk native vlan
20,switchport mode trunk.”

• Kemudian keluar dari interface.

Konfigurasi pada switch client 2

• Pertama konfigurasikan swicth menjadi client,dengan


konfigurasi “vtp mode client,vtp domain kelompok1,vtp
password tkj”

• Buat vlan untuk trunking dan PC “vlan 20,name


kelompok1,interface fastethetnet 0/20,switchport access vlan
20,switchport mode access,switchport trunk native vlan
20,switchport mode trunk.”

• trunk native vlan 20,switchport mode trunk.”

Konfigurasi pada switch client 3

• Pertama konfigurasikan swicth menjadi client,dengan konfigurasi “vtp


mode client,vtp domain kelompok1,vtp password tkj”

• Buat vlan untuk trunking dan PC “vlan 10,name kelompok1,interface


fastethetnet 0/21,switchport access vlan 10,switchport mode
access,switchport trunk native vlan 10,switchport mode trunk.”

• trunk native vlan 10,switchport mode trunk.”

V. Hasil Kerja
VI. Hasil Kerja

Dari hasil praktek yang kami kerjakan dapat kami simpulkan bahwa kita
dapat menentukan jalur dari switch pengirim ke switch penerima agar
tidak terjadi broadcast ke semua switch dapat menggunakan konfigurasi
Spanning Tree Protocol.