Anda di halaman 1dari 3

Pendahuluan

Terima kasih banyak atas ketertarikan anda sebagai calon penerima dana dengan
Program Multi-Donor Pendukung untuk Pemilihan Umum di Indonesia. Dana hibah yang
akan akan disalurkan dan diatur oleh UNDP untuk memandu Informasi dan Pendidikan
bagi Pemilih dalam Pemilu 2009 ditujukan untuk:
1. Pemilih pemuda dan pemula
2. Pemilih perempuan
3. Penderita cacat
4. Kaum marjinal seperti buruh, petani, nelayan, dsb.
Program ini akan diatur oleh UNDP bekerjasama dengan Departemen Dalam
Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (BAPPENAS).
Dokument ini disusun untuk memberikan anda informasi bagaiaman menyusun
proposal, persyaratan yang diperlukan, dan latar belakang informasi yang dapat
membantu anda dalam merancang kegiatan. Selama pelaksanaan program, Ormas yang
diakui akan diundang untuk mengikuti pelatihan oleh UNDP dan departemen Dalam
Negeri (biaya pelatihan tidak perlu dicantumkan dalam proposal) dan akan dimonitor
secara rutin oleh tim yang terdiri dari relawan PBB dan angoota Komite Penyeleksi
Proposal.

Latar Belakang

Program Hibah Pendukung Pemilihan Umum komponen sektor dua bertujuan


untuk meningkatkan kualitas partisipisasi pemilih dengan menyelenggarakan pendidikan
dan informasi seputar pemilu, isu politik dan demokrasi, khususnya bagi wanita, pemuda,
penderita cacat dan kamum pinggiran.
Jaringan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di tingkat bawah adalah saluran
yang efisien dan efektif untuk menyentuh kelompok sasaran diatas. Oleh karena itu,
Program Hibah Pemilu telah dikembangkan dengan sebuah perencanaan anggaran yang
ditujukan kepada Ormas yang mengajukan proposal dan dianggap mampu
mengimlementasikan kegiatannya. Ormas-ormas akan mengirimkan tulisan mengenai
korelasi antara HAM dan Pemungutan Suara; aturannya, tanggungjawab, dan hak
pemilih; hubungan antara pemilu dan demokrasi, dan kondisi yang dibutuhkan dalam
pemilu yang demokratis; kerahasiaan surat suara; pengaruhnya dalam akuntabilitas
publik; dan bagaimana suara dapat diterjemahkan kepada Anggota Legislatif sebaik
proses pemungutannya.
Disamping manfaat langsung menumbuhkan kelompok sasaran melalui kegiatan
ini, rencana anggaran juga akan meningkatkan kapasitas ormas dan mendorong
pelembagaan serta kerjasama diantara ormas dan agen pemerintah seperti KPU.
Kegiatan ini dielenggarakan sesuai dengan Undang-undang No. 22 tahun 2007
Pasal 121 dan 114, Dokumen Hibah Pemilu, Nota Kesepahaman antara BAPPENAS dan
Depdagri, dan peraturan dasar lainnya yang berkaitan dengan penyaluran dana ke ormas
spereti Undang-undang No. 10 tahun 2008, Peraturan mengenai KPU No. 23 tahun 2008,
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 38 tahun 2008, serta buku panduan 2008
pendidikan politik untuk masyarakat di daerah setempat.

Maksud dan Tujuan

Tujuan
Program ini bertujua untuk mendukung perdamaian, demokrasi, dan
pertanggungjawaban pemilu, dengan tingkat parisipasi pemilih yang tinggi. Kunci
kesuksesan dari tujuan tersebut adalah dengan memberikan informasi yang memadai
kepada masyarakat luas untuk memberikan pemahaman terhadap proses pemilihan itu
sendiri, keterlibatan lembaga politik, pemilihan waktu, prosedur pemungutan dan
penghitungan suara, kebutuhan akan terwujudnya pemilu yang damai, kesetaraan,
terbuka, adil dan pemilu yang demokratis.

Maksud
Dalam pemilu sebelumnya, ormas memiliki peran yang penting dalam menjamin
pemilu yang jujur dan adil. Pada pemilu 2009 yang akan datang, ormas diharapkan
mampu memelihara peran tersebut, khususnya dalam persoalan pendidikan dan informasi
pemilih. Untuk alasan tersebut, Menteri Dalam Negeri / BAPPENAS / KPU / UNDP
berinisiatif untuk menyelenggarakan program hibah untuk pendidikan dan informasi
pemilih dengan maksud sebagai berikut:
1. Meningkatkan partisipasi pemilih , khususnya kelompok pemilih pemula, wanita,
kaum marjinal, dan penderita cacat.
2. Mendukung ormas dalam melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih tidak hanya
informasi mengenai bagaimana memilih, tetapi juga pentingnya proses demokrasi,
partisipasi politik, dan pertanggungjawaban terhadap hasil pemungutan suara.
3. Membangun kapasitas ormas dalam merencanakan, melaksanakan, memonitor,
dan mengevaluasi program pendidikan pemilih secra profesional, efektif, dan
terbuka.
4. Membangun masyarakat yang lebih kuat dan profesional dengan kesadaran yang
tinggi terhadap demokrasi.

Ringkasan
 Pengajuan proposal mulai 7 Desember 2008 hingga 5 Januari 2009
 Kegiatan akan dilaksanakan mulai bulan Februari 2009 hingga 30
September 2009
 Kampanye mengenai pendidikan pemilih harus dihentikan ketika masa
tenang dan pada waktu pemungutan suara.
 Proposal akan diseleksi dengan kriteria yang objektif oleh komite yang
dibentuk dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri, BAPPENAS,
KPU, UNDP dan institusi terkait lainnya.
 Dana kegiatan tidak boleh melampaui 150.000 US $. Sebuah ormas
boleh mengirimkan dua anggaran kegiatan terpisah dalam waktu
bersamaan untuk mengumpulkan nilai maksimal 150.000 US $.
 Uang akan disalurkan dalam tiga tahap: pertama ketika
penandatanganan kontrak dengan UNDP dan setelah pelaksanaan
kegiatan,