Anda di halaman 1dari 24

PENYULUHAN

PERIKANAN
Praktek penyuluhan bertujuan
mewujudkan kualitas hidup lebih
baik.
Sejarah
• Tahun 1960-1970-an kegiatan penyuluhan sangat
diwarnai dengan transfer teknologi ke masyarakat.
• Pembangunan tanpa partisipasi masyarakat acap kali
hanya ditujukan tercapainya target-target yang
ditetapkan
• Pembangunan demikian tidak menumbuhkan rasa
memiliki dan tidak merangsang rasa tanggung jawab
untuk menjaganya
• Undang-Undang No. 16 tahun 2006 tentang Sistem
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
• Penyuluhan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan
kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum
merupakan hak asasi warga negara Republik Indonesia.
Pembangunan Ekonomi
Kerakyatan
• Indonesia mengembangkan suatu konsep pembangunan
yang bertumpu pada manusia dan berakarkan
kerakyatan. Dan pembangunan yang berorientasi
kerakyatan dan berbagai kebijaksanaan yang berpihak
pada kepentingan rakyat, tidak berarti akan
menghambat upaya mempertahankan atau
meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Pertumbuhan hanya akan sinambung dalam jangka
panjang jika sumber utamanya berasal dari rakyat
sendiri, baik itu berupa produktivitas rakyat maupun
sumber daya yang berkembang melalui penguatan
ekonomi rakyat.
Pemberdayaan masyarakat adalah
• sebuah konsep pembangunan ekonomi yang
merangkum nilai-nilai sosial. Konsep ini
mencerminkan paradigma baru pembangunan,
yakni yang bersifat “people-centered,
participatory, empowering, and sustainable”
(Robert Chamber).
• Salah satu upaya penting dalam strategi
pemberdayaan, adalah pendidikan,
• dan melalui pendidikan terjadi pengembangan
dan penyerapan ilmu pengetahuan.
• Sejak berlakunya ortonomi daerah dan
Undang-Undang No. 16 tahun 2006
tentang Sistem Penyuluhan Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan, maka
penyelenggaraan penyuluhan menjadi
kewenangan daerah (Pemda)
• Permasalahan pokok yang dihadapi selama ini adalah
rendahnya kualitas dan kuantitas tenaga penyuluh.
Karena itu, untuk memperkuat tenaga penyuluhan,
pemerintah tahun 2006 telah mengangkat 6.000 orang
penyuluh honorer, dan rencananya akan ditambah lagi
10.000 orang tahun2007. Selain itu, Deptan juga
berupaya memperbaiki dan memfungsikan Balai
Penyuluhan Pertanian (BPP), menyediakan kendaraan
dinas untuk transportasi penyuluh, serta membenahi
metoda dan sistem penyuluhan yang selama ini lebih
banyak berorientasi pada peningkatan produksi kepada
penyuluhan yang berorientasi kepada agribisnis dan
peningkatan kesejahteraan petani dan keluarganya.
Sistem penyuluhan adalah
• seluruh rangkaian pengembangan
kemampuan, pengetahuan, keterampilan,
serta sikap pelaku utama dan pelaku
usaha melalui penyuluhan.
Penyuluhan adalah
• proses pembelajaran bagi pelaku utama
serta pelaku usaha agar mereka mau dan
mampu menolong dan mengorganisasikan
dirinya dalam mengakses informasi pasar,
teknologi, permodalan, dan sumberdaya
lainnya, sebagai upaya untuk
meningkatkan produktivitas, efisiensi
usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya,
serta meningkatkan kesadaran dalam
pelestarian fungsi lingkungan hidup.
• Perikanan adalah semua kegiatan yang
berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan
sumber daya ikan dan lingkungannya secara
berkelanjutan, mulai dari praproduksi, produksi,
pengolahan sampai dengan pemasaran yang
dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.
• Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh
atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam
lingkungan perairan.
• Nelayan adalah perorangan warga negara Indonesia
atau korporasi yang mata pencahariannya atau
kegiatan usahanya melakukan penangkapan ikan.
• Pembudi daya ikan adalah perorangan warga
negara Indonesia atau korporasi yang melakukan
usaha pembudidayaan ikan.
• Materi penyuluhan adalah bahan
penyuluhan yang akan disampaikan oleh
para penyuluh kepada pelaku utama dan
pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang
meliputi informasi, teknologi, rekayasa
sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan
kelestarian lingkungan.
• Penyuluhan diselenggarakan berasaskan
demokrasi, manfaat, kesetaraan,
keterpaduan, keseimbangan, keterbukaan,
kerja sama, partisipatif, kemitraan,
berkelanjutan, berkeadilan, pemerataan,
dan bertanggung gugat.
Tujuan pengaturan sistem
penyuluhan meliputi pengembangan
sumber daya manusia dan peningkatan
modal sosial, yaitu:
• a.memperkuat pengembangan pertanian, perikanan,
serta kehutanan yang maju dan modern dalam sistem
pembangunan yang berkelanjutan;
• b.memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha
dalam peningkatan kemampuan melalui penciptaan iklim
usaha yang kondusif, penumbuhan motivasi,
pengembangan potensi, pemberian peluang,
peningkatan kesadaran, dan pendampingan serta
fasilitasi;
• c.memberikan kepastian hukum bagi
terselenggaranya penyuluhan yang produktif,
efektif, efisien, terdesentralisasi, partisipatif,
terbuka, berswadaya, bermitra sejajar, kesetaraan
gender, berwawasan luas ke depan, berwawasan
lingkungan, dan bertanggung gugat yang dapat
menjamin terlaksananya pembangunan pertanian,
perikanan, dan kehutanan;
• d.memberikan perlindungan, keadilan, dan
kepastian hukum bagi pelaku utama dan pelaku
usaha untuk mendapatkan pelayanan penyuluhan
serta bagi penyuluh dalam melaksanakan
penyuluhan; dan
• e.mengembangkan sumber daya manusia, yang
maju dan sejahtera, sebagai pelaku dan sasaran
utama pembangunan pertanian, perikanan, dan
kehutanan.
Fungsi sistem penyuluhan
meliputi :
• a.memfasilitasi proses pembelajaran pelaku
utama dan pelaku usaha;
• b.mengupayakan kemudahan akses pelaku
utama dan pelaku usaha ke sumber informasi,
teknologi, dan sumber daya lainnya agar mereka
dapat mengembangkan usahanya;
• c.meningkatkan kemampuan kepemimpinan,
manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama
dan pelaku usaha;
• d.membantu pelaku utama dan pelaku usaha
dalam menumbuhkembangkan organisasinya
menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing
tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha
yang baik, dan berkelanjutan;
• e.membantu menganalisis dan memecahkan
masalah serta merespon peluang dan tantangan
yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha
dalam mengelola usaha;
• f.menumbuhkan kesadaran pelaku utama dan
pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi
lingkungan; dang.melembagakan nilai-nilai budaya
pembangunan pertanian, perikanan, dan
kehutanan yang maju dan modern bagi pelaku
utama secara berkelanjutan
SASARAN PENYULUHAN
Pasal 5 
•  (1)Pihak yang paling berhak memperoleh
manfaat penyuluhan meliputi sasaran utama dan
sasaran antara.
• (2)Sasaran utama penyuluhan yaitu pelaku
utama dan pelaku usaha. 
• (3)Sasaran antara penyuluhan yaitu pemangku
kepentingan lainnya yang meliputi kelompok
atau lembaga pemerhati pertanian, perikanan,
dan kehutanan serta generasi muda dan tokoh
masyarakat.
kebijakan penyuluhan
Pemerintah dan pemerintah daerah memperhatikan
ketentuan sebagai berikut :  
 a.penyuluhan dilaksanakan secara terintegrasi dengan
subsistem pembangunan pertanian, perikanan, dan
kehutanan; dan  
 b.penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan oleh
pelaku utama dan/atau warga masyarakat lainnya
sebagai mitra Pemerintah dan pemerintah daerah, baik
secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama, yang
dilaksanakan secara terintegrasi dengan program pada
tiap-tiap tingkat administrasi pemerintahan.
Strategi penyuluhan
• Strategi penyuluhan disusun dan ditetapkan
oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai
dengan kewenangannya yang meliputi metode
pendidikan orang dewasa; penyuluhan sebagai
gerakan masyarakat; penumbuhkembangan
dinamika organisasi dan kepemimpinan;
keadilan dan kesetaraan gender; dan
peningkatan kapasitas pelaku utama yang
profesional.
Kelembagaan penyuluhan terdiri
atas :
• a.kelembagaan penyuluhan pemerintah;
• b.kelembagaan penyuluhan swasta; dan
• c.kelembagaan penyuluhan swadaya.
Kelembagaan penyuluhan
pemerintah
• a.pada tingkat pusat berbentuk badan
yang menangani penyuluhan;
• b.pada tingkat provinsi berbentuk Badan
Koordinasi Penyuluhan;   
• c.pada tingkat kabupaten/kota berbentuk
badan pelaksana penyuluhan; dan
• d.pada tingkat kecamatan berbentuk Balai
Penyuluhan.
Kelembagaan penyuluhan swasta

• dapat dibentuk oleh pelaku usaha dengan


memperhatikan kepentingan pelaku utama
serta pembangunan pertanian, perikanan,
dan kehutanan setempat.
Kelembagaan penyuluhan swadaya

• dapat dibentuk atas dasar kesepakatan


antara pelaku utama dan pelaku usaha.
• 2.2.2.3. Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan
Penyelenggaraan penyuluhan meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi penyuluham. Kegiatan perencanaan penyuluhan meliputi kegiatan penetapan
sasaran, amteri, metode, tempat dan waktu pelaksanaan penyuluhan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan harus dilaksanakan pada waktu yang tepat yaitu sesuai dengan
tujuan dan kebutuhan sasarn, serta di lokasi yang tepat.(Mardikanto, 1993). Evaluasi penyuluhan dapat dibagi ke dalam berbagai jenis tergantung dari tujuan evaluasi dan
fase kegiatan yang dilakukan. Menurut Thomas S,dkk (2005), jenis-jenis evauasi adalah sebagai berikut : Evaluasi awal (Pre Evaluation), Evaluasi proses atau evaluasi
pelaksanaan (On Going Evaluation), Evaluasi akhir (Post Evaluation) dan Evaluasi dampak (Expost Evaluation).
• 2.2.2.4. Pembiayaan Penyuluhan Perikanan
Sumber pembiayaan untuk penyuluhan disediakan melalui APBN, APBD baik provinsi maupun kabupaten/kota, baik secara sektoral maupun lintas sektoral, maupun
sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat (Anonimusb, 2006).
2.3. Analisis Masalah
a. Analisis SWOT
Suatu bentuk analisis masalaha yang paling sering digunakan adalah analisis SWOT, Analsis SWOT adalah identifikasi berbagai factor secara sistematis untuk
merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara
bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats) (Suratman, 2001).
Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencana strategis
(strategic planner) harus menganalisis faktor – faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut
dengan Analisis Situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah Analisis SWOT.
SWOT adalah singkatan dari lingkungan Internal Strengths dan Weaknesses serta lingkungan Eksternal Opportunities dan Threats yang dihadapi dunia bisnis. Analisis
SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) dengan faktor internal kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses)
(Rangkuti, 1997).
• b. Analisis Pohon Masalah
Analisis pohon masalah adalah suatu teknik untuk dapat melihat akar permasalahan. Analisa pohon masalah sering dipakai dengan masyarakat sebab sangat visual dan
melibatkan banyak orang dengan waktu yang sama. Teknik ini dapat dipakai dalam situasi berbeda, dimana saja dengan penyebab masalah yang kurang jelas.
Adapun tahapan dari analisis phon masalah adalah :
a) Identifikasi masalah utama
b) Identifikasi penyebab masalah tersebut
c) Mengelompokan penyebab masalah tersebut
d) Mengidentifikasi tingkatan penyebab
e) Menentukan tujuan dan harapan
f) Memprioritaskan masalah yang paling mendesak
g) Memprioritaskan harapan yang paling efektif
h) Mudah dan realistis untuk dicapai
i) Menyusun rencana kegiatan dengan metode 5 W dan 1 H.
(Anonimus, 2007)
• Pada tataran penjabaran target keberhasilan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan,
yang mencantumkan angka peningkatan produksi perikanan budidaya sebesar 353%; maka
tidak ada jalan lain, kecuali menggerakkan seluruh potensi sumber daya manusia kelautan
dan perikanan secara bersama melangkah dan menyatukan persepsi. Langkah terobosan
yang telah dilakukan Pusat Pengembangan Penyuluhan KP selama beberapa tahun ini
adalah merekrut lulusan D III atau D IV atau S1 bidang perikanan, sebagai Penyuluh
Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK). Sepanjang tahun 2009, sejumlah lulusan D IV atau S1
bidang perikanan, telah memberikan waktunya mendukung program kelautan dan perikanan
sebagai PPTK dengan menandatangani kontrak kerja sebagaimana tercantum dalam surat
Keputusan Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan BPSDMKP Nomor
SK.001/BPSDMKP.4/KP.350/ 1/2009 dan Nomor SK.003/BPSDMKP.04/TU.210/I/2009; yang
menyatakan bahwa seluruh PPTK yang melakukan kontrak kerja pada tahun 2009 telah
berakhir masa kontraknya tanggal 31 Desember 2009.
• Pada tahun 2010, Pusat Pengembangan Penyuluhan, Badan Pengembangan SDM KP
membuka Penerimaan Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak dengan penajaman
persyaratan, sehingga memberi keyakinan bahwa PPTK tahun 2010 yang memenuhi
persyaratan akan menjadi dinamisator dan penggerak utama yang mampu meningkatkan
Pengembangan Penyuluhan dalam mewujudkan dua indikator kinerja tersebut di atas.