0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan14 halaman

Kuliah Serat Optik

Dokumen tersebut membahas tentang serat optik dan propagasi cahaya, mencakup keunggulan serat optik dibanding kabel koaksial, prinsip dasar komunikasi serat optik, jenis-jenis serat optik, karakteristik serat optik seperti kerugian daya, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kerugian dalam serat optik.

Diunggah oleh

Alfred Budiyono
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan14 halaman

Kuliah Serat Optik

Dokumen tersebut membahas tentang serat optik dan propagasi cahaya, mencakup keunggulan serat optik dibanding kabel koaksial, prinsip dasar komunikasi serat optik, jenis-jenis serat optik, karakteristik serat optik seperti kerugian daya, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kerugian dalam serat optik.

Diunggah oleh

Alfred Budiyono
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SERAT OPTIK (Optical Fiber) DAN PROPAGASI CAHAYA

Komunikasi fiber optik telah memberikan dampak yang besar terhadap berbagai segi pengiriman data informasi, mulai dari lingkup local area networks(LAN) sampai telekomunikasi antar benua. Fiber optik adalah suatu media transmisi yang pemakaiannya sedang berkembang pesat. Hal ini karena media fiber optik memiliki keunggulan yang signifikan dibanding media transmisi kawat konvensional.

Keunggulan-keunggulan fiber optik dibandingkan kabel koaksial adalah :


Mempunyai kapasitas yang besar hanya memerlikan sedikit fiber Ukuran kecil dan ringan sehingga biaya instalasi kabel murah Rugi transmisi rendah Tahan gangguan elektromagnetik dan elektrik

Secara umum komunikasi fiber optik dapat dijelaskan sebagai berikut : Data yang akan dikirimkan dapat berupa analog atau digital. Dalam sistem pengiriman data dalam system fiber optic maka data berasal dari elektrik akan diubah dahulu ke optic oleh sumber cahaya berupa LED, Laser Dioda (LD). Kemudian disambungkan dengan splices atau konektor dari fiber satu ke yang lain dan diterima oleh photodetektor bisa berupa PIN, APD (Avalance Photodioda) yang akan mengubah dari optik ke elektrik selanjutnya akan diubah ke data semula.

Gambar 1.1. Sistem Komunikasi Fiber Optik

Fiber optik dan propagasi cahaya

1.1. Gelombang Elektromagnetik


Cahaya bukan saja hanya merupakan sinyal cahaya tampak saja, tetapi juga sebagai gelombang elektromagnetika lain yang tak tampak tetapi mempunyai sifat cahaya. Yaitu infra merah clan ultra ungu dengan rentang panjang gelombang antara 10-3 samapi 6x 10-10 m. Secara lebih rinci rentang panjang gelombang dan pembagian jenis gelombang elektromagnetik ini dapat dilihat pada Gambar (1.2).

Gambar 1.2. Spektrum Elektromagnetik untuk Telekomunikasi

Cahaya adalah gelombang elektromagnetik dimana dalam penggambaran sederhana dapat dilukiskan sebagai gelombang datar monokromatis. Suatu gelombang elektromagnetik yang yang terdiri dari medan listrik (E) dan medan magnet (B) dapat dinyatakan dalam persamaan berikut : E = E0 cos (kx t ) B = B0 cos (kx t ) 1.1

1.2

dengan Eo adalah amplitudo medan listrik (volt/meter), Bo adalah amplitudo medan

Fiber optik dan propagasi cahaya

magnet (weber/m2). Hubungan antara Eo dan Bo dapat dilihat di persamaan (1.3) E0 = Bo x C dengan c adalah laju cahaya dalam ruang hampa yang memiliki nilai C = 3 x 108 meter 1.4 1.3

Cahaya sebagai gelombang datar mempunyai beberapa sifat penting yang berguna dalam mempelajari optoelektronika, yaitu: refleksi (pantulan) dan refraksi (pembiasan). Sifat ini terutama dipakai dalam pemanduan gelombang dalam fiber optik dan resonator laser. Peristiwa refleksi dan refraksi dapat dilihat pada gambar 1.3. Menurut hukum Snellius jika seberkas sinar masuk pada suatu ujung fiber optik (media yang transparan ) dengan sudut kritis dan sinar itu datang dari medium yang mempunyai Indekss bias lebih kecil dari udara menuju inti fiber optik ( kuartz murni ) yang mempunyai Indekss bias yang lebih besar maka seluruh sinar akan merambat sepanjang inti (core) fiber optik menuju ujung yang satu.

Gambar 1.3. Pemantulan dana pimbiasa cahaya yang terjadi di bidang batas antar dua media yang berbeda Indekss bias.

Jika berkas cahaya melewat dua media yang memiliki Indeks bias berbeda nl dan n2,

Fiber optik dan propagasi cahaya

maka berkas sinar akan terpantul dengan sudut i = r dan terbias yang memenuhi persamaan: n1 sin i = n 2 sin t 1.5

Jika nilai t pada persamaan (1.5) bernilai 90, maka sudut i = c yang disebut dengan sudut kritis, dan berlaku:

sin c = n 2 / n1

1.6

Jika nilai 1 c , maka semua berkas sinar akan terpantul kembali. Hal ini disebut dengan pantulan sempuma (total internal reflection) dan prinsip ini yang digunakan dalam sistem komunikasi fiber optik.

1.2. Fiber Optik


1.2.1. Tipe Fiber Optik

Fiber optik dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur fiber optik yaitu:

Multimode Step index

Step index fiber optik adalah fiber optik yang mempunyai Indeks bias inti dan Indeks bias cladding yang seragam (uniform) tetapi Indeks bias lapisan lebih rendah dari Indeks bias inti sehingga pada batas antara inti dan lapisan terdapat penurunan Indeks bias yang berbentuk undak (step). Ilustrasi step Indeks multimode fiber seperti pada gambar 1.4.

Gambar 1.4. Step Indeks moda jamak

Fiber optik dan propagasi cahaya

Total jumlah moda Mn naik seiring dengan naiknya Numerical Aperture (NA), Untuk jumlah moda yang besar dapat dihitung dengan :

MN =

V2 2

1.7

dimana frekuensi normal atau jumlah V adalah hubungan antara ukuran fiber, sudut datang dan panjang gelombang.

V = [(2 xxa ) / ]xN . A


V = [(2 xxa ) / ]xn1 x(2 x )1 / 2

1.8

dimana a adalah jari-jari inti fiber, pajang gelombang, n1 Indeks bias inti , perbedaan Indeks bias relative

Tabel 1-1. Karakteristik fiber optik mode jamak (multi mode)

a. Single Mode (Moda tunggal) step Indeks

Energi cahaya dalam mode tunggal dikonsentarasikan hanya pada satu mode. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mereduksi dan / atau diameter inti dimana jumlah V mempunyai nilai kurang dari 2,4.

Tidak ada disperse intermodal yang keluar dari fiber optik moda tunggal karena hanya ada satu moda. Karakteristik fiber optik moda tunggal :

Fiber optik dan propagasi cahaya

Kerugiannya kecil kecepatan data tinggi dan attenuasinya rendah biayanya mahal

Tabel 1-2. Parameter fiber optik mode tunggal (single mode)

Gambar 1.5. Fiber moda tunggal

Graded index

Fiber optik yang mempunyai Indeks bias sebagai fungsi koordinat radial R :

n(r ) = n 1 1 2 (r / a )

{ [

2 1/ 2

]}

1.9

Dimana r adalah jari-jari inti, a adalah total jarak dari inti, n1 adalah Indeks bias inti, n1 adalah Indeks bias cladding, nr adalah Indeks bias antara inti dan cladding, perbedaan Indeks bias relative

Jumlah mode dari graded Indeks (parabolic) fiber adalah setengah dari step Indeks dari fiber:

MN =V2 /4 Dispersi dari graded Indeks

1.10

Fiber optik dan propagasi cahaya

t = Lxn1 x2 / (8 xc ) dimana L adalah panjang kabel fiber n1 adalah Indeks bias inti

1.11

perbedaan Indeks bias relative


c adalah kecepatan cahaya

Gambar 1.6. Fiber dengan graded Indekss

1.3. Karakteristik Fiber Optik


Karakteristik fiber optik tergantung dari komposisi yang spesifik material, bentuk dan ukuran dari fiber optik. Seperti komposisi fiber optik yang terbuat dari gelas, diameter, Indeks bias fiber optik semua berhubungan langsung dengan unjuk kerja (performance) fiber optik.

1.3.1. Kerugian fiber optik

Kerugian daya dari fiber optik dapat dilihat pada gambar 1.6. Dimana Pin daya yang masuk ke fiber optik dan Pout daya yang keluar dari fiber optik. Kerugian daya dapat didefinisikan sebagai berikut :

Loss =

Pout Pin

1.12

Bila menggunakan logaritmit,dan satuannya decibel maka

Loss

dB

= 10 log(Pout / Pin )

1.13

Fiber optik dan propagasi cahaya

Pin

Pout

Gambar 1.6. Fiber dengan daya masuk Pin dan daya keluar Pout

Kerugian ini akan naik bila panjang dari fiber optik juga bertambah maka dapat dinyatakan dalam decibel per kilometer (Loss per kilometer )

Tiga macam Kerugian cahaya dalam fiber optik: a. Kerugian material. b. Hamburan (Scattering) c. Kerugian lekungan (Waveguide)

Semua Kerugian ini tergantung dari panjang gelombang. Pemilihan panjang gelombang yang yang tepat pada saat beroperasi dapat meminimalkan Kerugian tersebut.

a. Kerugian material

Penyerapan (absorption) yang disebabkan material yang berhubungan dengan struktur molekul dari material yang nilainya relative kecil. Sebagai contoh kaca germanium-silikon mempunyai Kerugian kurang dari 0,1 dB/km dengan antar 0,8 dan 1,6 m. Hal ini mendekati nol untuk mendekati 1,3 m. Bisa juga disebabkan oleh impurity dari material.dapat dikurang dengan dalam proses pembuatan bahan. Kerugian terbesar disebabkan oleh ion OH. Hal ini tidak dapat dikurangi seperti impuritas pada besi yang dapat diabaikan. Impuritas Oh menyebabkan Kerugian yang berhubungan dengan dengan panjang gelombang. Kerugian paling jelas adalah 4 dB/km terjadi pada = 1,4 m. Untuk konsentrasi impurity 1ppm. Gambar 1.7. Konsentrasi OH mencapai tertinggi. Ada tiga Kerugian terbesar terjadi pada panjang gelombang 0,93 m ; 1,25 m 1,4 m.

Fiber optik dan propagasi cahaya

Gambar 1.7 Kerugian fiber pada spektrum 0,7-1,6 m

b. Hamburan ( Scattering ) Cahaya yang terhamburkan akibat ada halangan yang diakibatkan oleh bervariasinya kerapatan material yang menyebabkan berubahnya Indeks bias. Kerugian ini berhubungan dengan Kerugian daya. Ketika Indeks bias terjadi halangan bervariasi dimana molekul dalam ukuran, Kerugian daya berhubungan dengan hamburan rayleigh. Besarnya hamburan Rayleigh ini berbanding terbalik dengan pangkat empat dari pangjang gelombang cahaya yaitu : 1/ 4 . Sehingga dapat disimpulkan untuk lamda kecil, hamburan Rayleigh besar dan sebaliknya. Sebagai contoh pada panjang gelombang 1,8 m, Kerugian rayleigh untuk tipe fiber gelas adalah 0,1 dB/km. Gambar 1.7 memperlihatkan efek dari Kerugian hamburan rayleigh.Pada gambar 1.8 memperlihatkan hamburan yang disebabkan oleh penghalang yang besar dan lekukan (macrobend).

Gambar 1.8. Hamburan akibat penghalang yang besar

Fiber optik dan propagasi cahaya

c. Wave guide dan Microbending

Kerugian ini disebabkan oleh bervariasi struktur menyebabkan radiasi kesegala arah di dalam fiber optik.Gambar 1.9. memperlihatkan radiasi yang disebabkan perubahan diameter , dimana sudut dating pada struktur daripada sudut kritisnya, sehingga cahaya yang memantul akan meninggalkan fiber optik ( garis benda padat).

Gambar 1.9. Radiasi yang disebabkan radiasi yang berubah.

Microbending yaitu pembengkokan fiber optik untuk memenuhi persyaratan ruangan. Namun pembengkokan dapat pula terjadi secara tidak sengaja seperti misalnya fiber optik yang mendapat tekanan cukup keras sehingga cahaya yang merambat di dalamnya akan berbelok dari arah transmisi dan hilang. Hal ini menyebabkan terjadinya Kerugian. Fenomena ini dapat dilihat pada gambar 1.10.

Gambar 1.10. Kerugian mikrobending

1.3.2. Dispersi Dispersi dapat digunakan untuk mendiskripsikan pulsa broadening akibat dari fiber. Output pulsa yang dihasilkan lebih lebar dari input pulsa yang disebabkan oleh

Fiber optik dan propagasi cahaya 10

ponomena propagasi selama melintasi fiber.Fenomena ini dapat dilihat pada gambar 1.11.

Gambar 1.11. Pulsa broadening

Secara praktis lebar pulsa input tpi dan lebar imput pulsa tpi dimana tpi lebih besar dari tpi . Dispersi dapat didefinisikan sebagai berikut :

t = t p 2 t p1
2

2 1/ 2

1.14

Satuan dispersi dalam waktu seperti nanoseconds, atau picoseconds Total dispersi tergantung dari panjang fiber, karena fiber yang panjang mengakibatkan broadening . Secara umum persamaan untuk menghitung total dispersi :

t = Lx(dispersi / km )

1.15

dimana t adalah dispersi fiber, L adalah panjang fibar (km)

Kategori dispersi secara umum terbagi menjadi dua yaitu dispersi intermodal dan dispersi intramodal.

a. Dispersi Intermodal

Fiber optik dan propagasi cahaya 11

Dispersi intermodal dihasilkan dari gelombang merambat pada moda-moda. Karena adanya dispesi antar moda maka menyebabkan perbedaan dalam perambatan gelombang dalam waktu untuk moda-moda yang berbeda. Untuk mengerti tipe dari disperse maka harus memahami tipe propagasi dalam fiber seperti pada gambar 1.12 (a).Sudut kritis (c) pada moda propagasi dan sudut nol pada moda propagasi yang lain (moda nol). Pulsa dari cahaya akan merambat sepanjang gelombang dikedua moda tersebut.

Untuk moda nol, waktu yang ditempuh akan minimal dapat dinyatakan dalam persamaan :

(a)

(b)
Gambar 1.12. Pelebaran pulsa cahaya karena dispersi intermodal

t d 0 = L /(c / n1 ) t d 0 = L(n1 / c) (delay propagasi minimum) 1.16

Fiber optik dan propagasi cahaya 12

dimana L adalah panjang dari fiber, n1 adalah Indeks bias inti dan c/n1 adalah kecepatan dari cahaya dalam fiber. Untuk cahaya yang bergerak di sudut kritis c maka delaynya akan maksimal dinyatakan dalam persamaan berikut : t dc = ( L / cos c ) /(c / n1 ) t dc = ( L n1 ) /(cos c c) (delay propagasi maksimum) 1.17

Perbedaan antara delay minimal td0 dan delay maksimum tdc digunakan oleh energi pulsa untuk meninggalkan fiber optik. maka didapatkan lebar pulsa sebagai berikut :

t = t dc t d 0

t = [(L n1 ) / c] [(n1 n2 ) / n2 ]

1.18

dimana n1 adalah Indeks bias inti dan n2 Indeks bias cladding. Pada gambar 1.12 (b) mereprentasikan tdc, td0 dan t

Karena perbedaan Indeks bias relatif = (n1-n2)/n1 maka

t = ( L n1 / c)
dalan bentuk Numerical Aperture (NA)

1.19

t = ( L ( NA) 2 ) /(2 n1 c) atau

1.20

t / L = ( NA) 2 /(2 n1 c)

1.21

Fiber optik dan propagasi cahaya 13

dimana t adalah pulsa broadening dan t/L adalah broadening per unit panjang fiber.

b. Dispersi Intramodal

Dispersi intramodal dihasilkan dari gelombang merambat yang terdiri sebuah grup frekuensi. Hal ini berhubungan dengan lebar panjang gelombang . Total dispersi dapat dihitung dengan :
t tot = (t1 ) + (t 2 ) + ...
2 2

1/ 2

1.22

Fiber optik dan propagasi cahaya 14

Anda mungkin juga menyukai