Anda di halaman 1dari 31

PANDU GELOMBANG

SERAT OPTIK
Imam Zaki A 0510630052
Heru Wicaksono 0610630049
Reza Fadillah 0610633063
Ryandicka Anugerah P 0610633066
DEFINISI
Fiber optic atau serat optik
suatu media transmisi yang berfungsi
untuk menghantarkan informasi
dalam bentuk cahaya.

Serat optik terbuat dari bahan silikon dan


germanium yang bereaksi dengan oksigen
membentuk SiO2 dan GeO2 kemudian
menyatu membentuk serat kaca.
BAGIAN-BAGIAN FIBER
OPTIK
Core
kaca tipis yang merupakan bagian
inti dari fiber optik yang dimana
  pengiriman sinar dilakukan.
Cladding
materi yang mengelilingi inti yang
berfungsi memantulkan sinar kembali
ke dalam inti(core).
Buffer Coating
plastik pelapis yang melindungi
fiber dari kerusakan
GAMBAR BAGIAN-BAGIAN FIBER
OPTIK
JENIS SERAT OPTIK BERDASARKAN
CORE

Single mode fiber optik


sebuah sistem transmisi data
berwujud cahaya yang didalamnya hanya
terdapat satu buah indeks sinar tanpa
terpantul yang merambat sepanjang
media tersebut.
Multi mode fiber optik
teknologi transmisi data melalui
media serat optik dengan
menggunakan beberapa buah indeks
cahaya di dalamnya. Cahaya yang
dibawanya tersebut akan mengalami
pemantulan berkali-kali hingga
sampai di tujuan akhirnya.
SINGLE MODE FIBER OPTIK
MULTI MODE FIBER OPTIK
MULTI MODE FIBER OPTIK DIBAGI MENJADI
2:

Step indeks
Pada serat optik step indeks, core memiliki
indeks bias yang homogen atau sama.

Graded indeks
Indeks bias core semakin mendekat ke arah
cladding semakin kecil. Serat graded indeks
memungkinkan untuk membawa bandwidth
yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang
terjadi dapat diminimalkan.
PERAMBATAN CAHAYA DI DALAM
SERAT OPTIK
Sinyal informasinya dalam bentuk cahaya.

Terdapat komponen optoelectronic pada


setiap ujung serat optik yang bertugas
untuk merubah sinyal listrik ke gelombang
cahaya atau sebaliknya.

Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti


dengan secara memantul dari cladding,
dan hal ini disebut total internal reflection,
karena cladding sama sekali tidak
menyerap sinar dari inti.
TOTAL INTERNAL REFLECTION
Pemanduan cahaya dalam serat optik
menggunakan pantulan internal total yang terjadi
pada bidang batas antara 2 media dengan indeks
bias yang berbeda yaitu n1 dan n2. Bila indeks bias
n1 dari medium pertama lebih kecil dari indek bias
medium kedua, maka sinar akan dibiaskan dengan
sudut i2 < i1 terhadap garis normal.
Hubungan antara sudut datang i1 dan
sudut bias i2 terhadap indeks bias dielektrik
dinyatakan oleh hukum Snell.
n1 > n2
Bila indeks bias medium pertama lebih besar
dari indeks bias medium kedua, maka sudut bias
selalu lebih besar dari pada sudut datang.
Sudut kritis atau sudut batas (i1lim) terjadi
apabila sudut bias (i2) jauh lebih besar dari sudut
datang (i1). Sehingga; i1=i1lim
Dari pers 1, diperoleh:
i1 > i1lim
Bila sudut datang lebih besar dari pada sudut
kritis maka cahaya dipantulkan kembali ke media
dielektrik asal (Pantulan internal total), gambar (c).
METODE ANALISIS SERAT
OPTIK

Tinjauan Optik
Geometrik

Tinjauan Optik Fisis


TINJAUAN OPTIK
GEOMETRIK
Tinjauan ini membahas tentang sifat-sifat cahaya
sebagai besaran vektor, ketika merambat di dalam
saluran serat optik.

Terdapat dua tipe sinar yang dapat merambat


sepanjang serat optik yaitu;
Sinar meridian dimana  sinar merambat
memotong sumbu serat optik
Skew ray dimana sinar merambat tidak
melalui sumbu serat optik.
SINAR MERIDIAN (STEP
INDEKS)
Bila suatu sinar bergerak dari suatu titik ke
dalam serat optik. Dimana keadaan awal sinar
tersebut tidak melalui sumbu serat optik. Maka
sinar akan dipandu dalam bidang meridionial.
SKEW RAY (GRADED INDEKS)
Berkas sinar dalam serat optik ada kalanya merupakan
sinar skew (sinar yang dipandu di dalam inti serat optik tidak
melalui/melintasi sumbu serat optik), sama halnya dengan
sinar meridionial sebagian kecil dari sinar skew juga
mengalami pembiasan ke kulit dan sebagian lagi mengalami
pemantulan ke inti. Kondisi untuk kasus terakhir ini terjadi
ditentukan oleh nilai sudut datang.
Berbeda dengan kasus meridional, sudut
kemiringan yang relatif terhadap sumbu serat
kurang dari π/2. Bila sudut i memenuhi
persamaan.

maka sinar akan mengalami pantulan dengan


sudut datang sama dengan sudut pantul.
TINJAUAN OPTIK FISIS
 Tinjauan optik fisis yaitu memandang cahaya
sebagai gelombang elektromagnetik yang biasa
juga disebut teori mode.

 Mode
konfigurasi perambatan cahaya di dalam
serat optik yang memberikan distribusi medan
listrik dalam transverse yang stabil sehingga
cahaya dapat dipandu di dalam serat optik.
Teori mode memandang cahaya sebagai sebuah
gelombang datar yang dinyatakan dalam arah,
amplitudo dan panjang gelombang dari
perambatannya.

Gelombang datar adalah sebuah gelombang yang


permukaannya (dimana pada permukaan ini
fasenya konstan, disebut muka gelombang) adalah
bidang datar tak berhingga tegak lurus dengan
arah perambatan.
JENIS RUGI-RUGI PADA SERAT
OPTIK

Rayleigh
Scattering
(hamburan)
(hamburan

Absorption Dispersion
(penyerapan) (dispersi)
RAYLEIGH SCATTERING
penghamburannya disebabkan oleh
fluktuasi termodinamika yang asli dari bahan
fiber glass, sehingga ada energi cahaya yang
keluar dari fiber optik.

AR = attenuasi karena Rayleigh


scattering
Co = konstanta (Co = 0,7 . 104 dB/km)
λ = panjang gelombang (µm)
PENYERAPAN (ABSORPTION)
Rugi akibat serapan penyebab utamanya
berasal dari adanya logam transisi seperti Fe dan
Cu. Rugi karena serapan adalah rugi transisi pokok
yang berasal dari bahan untuk membuat serat
optik.

AA = attenuasi karena absorpsi


Ao = konstanta (Ao = 1,108
dB/km)
λ o = konstanta (λ o= 4,58 µm)
λ = panjang gelombang (µm)
DISPERSI (DISPERSION)
suatu fenomena dimana sinar cahaya yang
memasuki fiber pada sudut yang berbeda akan
mempunyai jalur perjalanan yang berbeda pula
DISPERSI PADA STEP
INDEKS
Modal Dispersion
pada fiber ini pola modenya sama dengan
pola microwaveguide, yang menyebabkan dispersi
pulsa yang lebar dan bandwith sinyal yang
terbatas.
Cromatic Dispersion
terjadi bila cahaya yang mempunyai
panjang gelombang yang berbeda memasuki
suatu fiber optik, maka akan mempunyai waktu
propagasi yang berbeda dan terjadi dispersi
pulsa.
DISPERSI PADA STEP
INDEKS
Secara umum,dispersi pada fiber ini dapat
dihitung dengan persamaan :

Ts = multipath time dispersion (s)


l = fiber length (m)
n1 = indeks refraksi core
n2 = indeks refraksi cladding
c = velocity cahaya (3. 108 m/s)
DISPERSI PADA GRADED
INDEKS
Pada graded indeks, nilai dispersinya lebih kecil
dari step indeks, karena bentuk parabolik pada
Graded Indeks.

Axial Ray

Meridiona
l Ray

a)Step b)Graded
indeks indeks
DISPERSI PADA GRADED
INDEKS
Ketika graded indeks dioptimasikan untuk
lowest dispersi, maka nilainya dapat dihitung :

TG = graded time dispersion (s)


l = fiber length (m)
n1 = indeks refraksi core
n2 = indeks refraksi cladding
c = velocity cahaya (3. 108 m/s)
s i h
Ka
i m a
Te r