Anda di halaman 1dari 3

Obat-obat yang aman pada ibu hamil dan menyusui

APAkah ibu hamil dan menyusui boleh menggunakan obat-obatan selama sakit ?

Disusun Oleh : Dokter Muda Novita Nur Fitriana 012085737

Pembimbing dr. Hj. Nur Anna C. S., Sp.PD

Ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan obat tanpa resep atau tanpa anjuran dokter yang merawat. Karena kandungan zat kimia dalam obat dapat berpengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Terutama pada masa kehamilan 3 bulan pertama. Pada trimester pertama kehamilan, adalah masa yang sangat rawan, karena sedang berlangsung proses pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh janin. Demikian pula pada ibu menyusui, karena obat yang dikonsumsi ibu akan dikeluarkan melalui ASI yang diminum bayi sehingga menyebabkan kadar obat dalam tubuh ibu sama dengan kadar obat dalam tubuh bayi. Tentunya hal ini akan sangat membahayakan bagi si bayi.

seorang ibu hamil dalam kondisi sakit sangat membutuhkan terapi, maka dokter akan berusaha memberikan obat yang paling aman dalam dosis yang direkomendasikan untuk dikonsumsi dengan resiko seminimal mungkin.
Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan oleh ibu hamil & menyusui sehubungan dengan penggunaan obat-obatan ?
1. Ibu

Fakultas Kedokteran RS Islam Sultan Agung UNISSULA Semarang 2013

Namun demikian dalam keadaan terpaksa dimana

hamil disarankan tidak minum obat atau suplemen vitamin yang dijual bebas tanpa seijin dokter/ bidan yang merawat kehamilan. 2. Hindari minum jamu kemasan kering ataupun obat tradisional yang tidak memiliki ijin dari BPOM. 3. Sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi obat resep dokter dan obat tradisional (obat alternatif) dalam waktu bersamaan tanpa berkonsultasi dengan dokter yang merawat. 4. Selalu memeriksa tanggal kadaluarsa, bentuk kemasan, tampilan dari obat yang ibu hamil terima dari apotik.

7. Segera ke dokter bila setelah

5. Menginformasikan

kepada dokter atau bidan tentang riwayat alergi obat tertentu jika pernah mengalami, agar tidak terulang pemberian obat yang sejenis. 6. Jangan lupa untuk mencatat reaksi alergi dari obat dan jenis obat baru yang diresepkan oleh dokter.

minum obat lalu ibu hamil mengalami keluhan mual muntah, nyeri kepala hebat, jantung berdebar-debar dan keringat dingin, gatal-gatal seluruh tubuh, mata bengkak dan sebagainya. 8. Perhatikan cara penyimpanan obat misalnya pada suhu tertentu harus disesuaikan agar tidak mengurangi khasiat obat, jangka waktu pemberian obat harus tepat jangan terlalu dekat juga jangan terlambat. 9. Khusus untuk obat antibiotik yang sudah diresepkan dalam dosis yang aman bagi ibu hamil, obat harus di minum sampai habis sesuai jadwal dokter. Contoh obat bebas (OTC) yang aman bagi ibu hamil dan menyusui

3.Pereda sembelit : Milk of magnesia. Amphogel, Metamucil dan Maalox 4.Pereda nyeri ulu hati : jenis Antasida 5.Multivitamin : pilih multivitamin dengan rekomendasi dosis tidak melebihi angka kecukupan gizi harian 6.Pereda Nyeri : Acetaminophen atau Paracetamol 7. Obat Infeksi jamur : Myestatin/ Nystatin

1.Obat Alergi : Antihistamin seperti Benadryl dan Unisom 2.Anti Mual : Vitamin B6 (maksimum 100 mg/ hari diminum jam sebelum makan)

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda,

Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya. (HR. Bukhari) Dari riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah dia berkata bahwa Nabi bersabda, Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Taala. (HR. Muslim) Para pembaca yang mulia, haditshadits di atas memberikan pengertian kepada kita bahwa semua penyakit yang menimpa manusia maka Allah turunkan obatnya. Kadang ada orang yang menemukan obatnya, ada juga orang yang belum bisa menemukannya. Oleh karenanya seseorang harus bersabar untuk selalu berobat dan terus berusaha untuk mencari obat ketika sakit sedang menimpanya.