Anda di halaman 1dari 99

Serial SI PEMANAH GADIS Oleh: Gilang JILID 1 TABIR ILMU SAKTI RIMBA PERSILATAN

Si Pemanah Gadis Bab 1 Mata Malaikat! Siapa orang persilatan yang tidak kenal dengan dua kata ajaib ini? Siapa saja pasti kenal! Beberapa pendekar persilatan begitu teramat sangat tertarik dengan yang namanya ilmu-ilmu kesaktian tingkat tinggi, apalagi yang namanya !lmu Sakti Mata Malaikat", jangan ditanya berapa jumlah peminatnya# Banyak, $ing! Beberapa argumentasi seputar ilmu ini pun berhembus ken$ang# %da yang mengatakan bah&a dengan menguasai ilmu sakti ini bisa menembus ruang dan &aktu, bisa menembus alam gaib, bisa menembus ke dalam mimpi seseorang yang dikehendaki, bahkan pandangan mata bisa menembus tebalnya tembok dan besi meski berlapis-lapis sekali pun# Bahkan para hidung belang menambahkan bah&a ilmu ini bisa menembus baju seseorang sehingga bisa melihat jeroan" tanpa perlu menggunakan alat bantu# 'Gile ### Sinar ( aja kalah meeenn!?) %da pula yang mengatakan bah&a dengan ilmu ini bisa menghilang dari pandangan, bahkan lebih hebat dari ilmu menghilang yang sejenis, misalnya !lmu Panglimunan" atau pun !lmu *edar Sukma" kalah sakti dari !lmu Sakti Mata Malaikat"! Pernah tersebut seorang tokoh mengatakan bah&a ia memiliki ilmu sakti tersebut, sehingga berbondong-bondonglah jago-jago persilatan mengunjungi tempat kediaman si tokoh dan pada akhirnya ### si tokoh dijadikan bulan-bulanan karena dianggap menipu# Bahkan ada beberapa perguruan silat yang mengklaim memiliki !lmu Sakti Mata Malaikat", hingga membuat beberapa perguruan silat lain mendatangi perguruan tersebut dan buntutnya ### lagi-lagi mereka tertipu mentah-mentah oleh orang tidak &aras yang tersesat jalur tenaga dalamnya sehingga ia berhalusinasi# +alu ### bagaimana sebenarnya Mata Malaikat itu? ,idak ada satu pun yang tahu! -o-oSeorang bo$ah dengan pakaian biru kumal, berjalan tertatih-tatih dengan sebatang tongkat hitam diketuk-ketukkan di tanah, berjalan seorang diri pada pinggiran sa&ah yang mengering akibat musim kemarau panjang# .ambut panjang a&ut-a&utan melengkapi tubuh kurus kering yang sudah hampir satu minggu tidak pernah menyentuh makanan, dimana terlihat dari perut si bo$ah yang terlihat tipis serta berna/as pelan satu-satu# 0engan kaki telanjang, ia menapaki jalan tanah yang retak-retak terpanggang matahari# 1amun yang mengherankan, justru badan si bo$ah berkulit kurus tapi terlihat bersih, seakan

baru saja mandi di sungai atau di danau# ,idak ada bau busuk menyengat yang biasa dimiliki bo$ah-bo$ah gelandangan umumnya# Bo$ah dengan usia kisaran sepuluh tahunan terus berjalan dengan meraba-raba le&at tongkat hitam yang tergenggam di tangan kanan# *ussh!! 2etika angin siang hari sedikit ken$ang, rambut a&ut-a&utan sedikit tersibak sehingga memperlihatkan roman ketampanan yang tidak begitu kentara, sebab debu-debu halus seakan bersi$epat untuk menempel di &ajah bo$ah yang berkeringat# Saat mengejap-ngejapkan matanya, sebentuk hal yang luar biasa terlihat# Mata si bo$ah ber&arna putih! .upanya si bo$ah bertongkat hitam tersebut adalah bo$ah buta, dimana bola mata hitam tidak terlihat sama sekali# ,entu saja kebutaan itu tidak dibuat-buat dengan tujuan agar dikasihani oleh setiap orang yang melihatnya# !a buta sejak dilahirkan ke dunia, dan saat bersamaan dengan tangisan pertamanya di dunia, ia langsung hidup sebatang kara# Saat itu, masa sepuluh tahun silam 0esa Pesisir *etan yang letaknya di tepi sebuah pantai tempat dimana ia dilahirkan mengalami ben$ana besar# 3mbak setinggi bukit meluluhlantakkan desa beserta isinya, bahkan beberapa desa tetangga pun turut menjadi korban# Beruntunglah bah&a 4ang 2uasa masih melindunginya# Saat ben$ana terjadi, ia baru saja dilahirkan dan sesuai dengan kebiasaan penduduk 0esa Pesisir *etan, bah&a setiap bayi yang baru lahir, harus diletakkan diatas kapal ke$il atau sampan dengan harapan ia menjadi seorang nelayan tangguh beserta sebuah kalung dengan bandul taji ayam jago melingkar di leher# Baru saja diletakkan di atas sampan, saat itulah ombak setinggi bukit diikuti dengan amukan badai laut datang bergelombang, menerjang apa saja yang ada didepannya tanpa pandang bulu! Sehari semalam ia terombang-ambing diatas permukaan air laut# 0an sehari semalam itu pula bayi mungil tanpa daya itu dalam keadaan tertidur lelap, lengkap dengan usus dan ari-ari yang masih menempel di pusar karena belum sempat dipotong# 5ingga pada akhirnya, sampan ke$il itu terdampar di antara rekahan batu karang yang menjorok ke dalam laut, dimana diatasnya terdapat dinding-dinding gua tempat bernaung ribuan burung &alet lengkap dengan sarangnya# 0isaat terdampar itulah, ia terbangun dari tidur lelapnya, kemudian menangis keras# Suara tangisan itu didengar oleh sepasang kakek nenek nelayan yang kala itu sedang melepas lelah akibat bekerja seharian mengambil sarang burung &alet yang ada di gua itu# Pada mulanya kakek nenek nelayan itu tidak peduli terhadap tangisan itu, dikiranya suara deburan ombak yang ada diba&ah dimana jarak antara gua itu sejauh tujuh delapan tombak# ,api, lama kelamaan suara itu semakin melengking tinggi#

61yi, kau dengar suara tangis itu?7 tanya si kakek# 6Sedari tadi aku juga mendengar, 2i! 8uma aku ragu ### itu suara bayi apa memang suara ombak yang membentur batu karang?7 68oba kau dengarkan lagi, itu benar suara bayi khan?7 Si nenek sedikit memiringkan kepalanya untuk mempertegas pendengarannya, sebentar kemudian ia berseru, 6Benar, 2i! !tu suara bayi!7 6,api ### bayi siapa yang sampai ke tempat tinggal kita ini, 1yi?7 6%pa %ki tidak mendengar, bah&a kemarin ada ben$ana hebat yang melanda beberapa pesisir pantai ini, mungkin saja bayi itu salah satu korban ben$ana dan tersasar sampai kemari#7 tutur si nenek# 6Benar juga#7 68epat kau ambil bayi itu, dia ada di tenggara dari tempat kita#7 6Baiklah!7 0engan si kakek menuruni dinding-dinding terjal yang tegak lurus seperti $i$ak merayap di dinding# ,idak ada tali atau pun alat bantu yang bisa digunakan si kakek nelayan, semuanya murni menggunakan kekuatan tangan dan kaki# 9elas sudah bah&a pasangan tua renta itu bukanlah orang biasa, sebab tidak mungkin orang biasa mau melakukan gerakan yang si/atnya membahayakan nya&a sendiri, setidaknya mereka berdua sepasang tokoh sakti yang mengasingkan diri di tempat terpen$il untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan damai# Beberapa saat kemudian, mun$ullah si kakek dengan menggendong sesosok benda bergerakgerak yang terbungkus jarik kembang-kembang# Begitu sampai diatas, si kakek segera bergegas menghampiri si nenek sambil berkata nyaring, 61yi! ,ernyata pendengaran kita tidak salah! %ku menemukan bayi di ba&ahsana #7 6Benarkah? Mana bayi itu?7 6!ni!7 Si kakek segera mengangsurkan bungkusan jarik kembang-kembang pada si nenek# Begitu di buka, terlihatlah sebentuk &ajah mungil dan imut seorang bayi laki-laki yang langsung dengan tangan-tangan ke$il berusaha menggapai-gapai untuk meraih &ajah si nenek# :Bayi yang lu$u, 2i!: Pada akhirnya kehidupan pasangan tua renta itu menjadi ramai dengan hadirnya sosok bayi laki-laki mungil yang diberi nama ### 9alu Samudra! 1ama depan 9alu" disebabkan di leher si bo$ah melingkar kalung berbandul taji 'bahasa ja&anya -9alu-) ayam jago, sedang kata Samudra" dikarenakan si bayi ditemukan di laut# 9alu Samudra dianggap sebagai $u$u sendiri oleh pasangan kakek nenek nelayan itu, bahkan saat mengetahui bah&a bayi itu $a$at kedua bola matanya atau buta, tidak memupuskan rasa bahagia mengasuh si bo$ah mungil#

Seiring dengan berjalannya &aktu, si bo$ah mulai bisa beradaptasi dengan kegelapan yang menyelimuti dirinya, bahkan saat 9alu berusia empat tahun, si kakek mengajarkan beberapa gerakan silat pada bo$ah untuk menjaga diri# Gerakan-gerakan silat tersebut bisa dibilang aneh dan bisa juga dikatakan unik, karena posisi badan yang miring-miring ke kiri dan ke kanan, bahkan gerakan tangan dan kaki seperti menggapai-gapai ke depan seperti $apit kepiting# Memang yang diajarkan pasangan kakek nenek sakti itu adalah sejenis ilmu silat langka yang bernama !lmu Silat 2epiting 2en$ana"# !lmu ini tidak ada duanya di dunia persilatan dan satusatunya orang yang mengetahui serta mempelajari !lmu Silat 2epiting 2en$ana" selain pasangan tua renta itu hanya 9alu Samudra seorang, si bo$ah buta yang ditemukan di laut# !lmu Silat 2epiting 2en$ana" merupakan gabungan ilmu-ilmu tingkat tinggi milik si kakek nenek nelayan yang dalam rimba persilatan dijuluki sebagai ,ombak ;tara ,ongkat Selatan# Gerakan tombak dan tongkat digabung menjadi satu bentuk jurus silat baru, dimana tombak yang lentur bisa menyusup ke setiap $elah dipadu dengan gerakan tongkat yang kokoh menggebrak# 9ika dilihat sekilas memang seperti gerakan ketam atau kepiting yang sedang berjalan dengan langkah kaki miring-miring# 9ika pada pagi hingga siang hari 9alu Samudra berlatih silat diba&ah asuhan kakek nenek sakti itu, maka pada malam harinya ia berlatih ha&a tenaga dalam justru di ba&ah asuhan si nenek ,ombak ;tara, sebab ha&a tenaga dalam yang dimiliki si kakek ,ongkat Selatan kalah jauh dengan si nenek ,ombak ;tara, sedang dalam jurus-jurus silat mereka bisa dikatakan seimbang, namun dalam ilmu peringan tubuh atau lari $epat, si kakek jagonya# Meski adakalanya si kakek ,ongkat Selatan juga menga&asi latihan si bo$ah buta dengan memberikan beberapa petunjuk demi kemajuan $u$u angkatnya terutama dengan indera pendengaran sebagai ganti indera penglihatan yang tidak sempurna# Sampai-sampai ilmu ba$a tulis pun diajarkan oleh sepasang kakek nenek itu dengan $ara unik, membuat huru/-huru/ di atas pasir laut sehingga memudahkan bo$ah buta belajar memba$a dan menulis 'kalau sekarang namanya huru/ Braille)# Saat menginjak usia delapan tahun, seluruh rangkaian !lmu Silat 2epiting 2en$ana" yang terdiri dari lima belas jurus beserta ha&a tenaga dalam penunjang ilmu silat langka itu selesai dipelajari oleh 9alu Samudra, termasuk juga didalamnya ilmu ba$a tulis yang aneh itu# *alau sudah dikuasai dengan baik, namun kekuatan ilmu silat dan tenaga yang ada pada diri si bo$ah masih jauh dari harapan# ;ntunglah 9alu Samudra memiliki bakat baik, tulang kokoh, darah bersih serta otak $emerlang, sehingga apa yang berikan oleh kedua kakek neneknya bisa diserap dengan baik# ,inggal bagaimana ia melatihnya saja# <nam bulan kemudian, si kakek mangkat! Selang lima bulan kemudian, si nenek yang sering sakit-sakitan sejak ditinggal pergi sang suami, akhirnya juga menghembuskan na/as terakhir setelah sehari sebelumnya memberikan petuah-petuah serta men$eritakan siapa diri mereka berdua dan bagaimana pasangan tua renta itu menemukan dirinya di laut dan diasuh hingga sekarang# ,entu saja 9alu Samudra sedih ditinggal oleh kakek nenek baik hati yang telah mengasuhnya hingga hampir sembilan tahun lamanya# Setelah ia menguburkan si nenek bersebelahan dengan makam si kakek, 9alu Samudra pergi dari tempat itu dengan membekal sebuah tongkat &arna hitam legam &arisan si nenek, dimana tongkat itu $ukup aneh karena bagian atas ba&ah terdapat lubang ke$il seperti untuk mengaitkan tali atau benang serta ditengahnya agar sedikit menebal dengan beberapa bagian di buat sedikit berlekuk-lekuk mirip badan ular# -o-oSi Pemanah Gadis Bab = 6Panas sekali disini,7 gumam si bo$ah sambil menyusut peluh di dahi# 62alau berada di tempat kakek dan nenek pasti sejuk# %palagi udara yang sedikit bergaram ### hemm ### pasti nyaman sekali buat tidur siang# 2angen juga aku dengan Gua *alet#7

Si bo$ah yang ternyata adalah 9alu Samudra kembali berjalan dengan meraba-rabakan tongkat hitamnya# Sesaat kemudian, saat angin bertiup semilir, terdengar suara keresekan daun-daun di sebelah utara dan bersamaan itu pula dari jarak dua tiga tombak di belakangnya berjalan dua petani yang memegang sabit serta setumpuk rumput di atas pundak# 6Bo$ah! 9angan menghalangi jalan,7 kata yang sebelah kiri dengan sedikit membentak# 63h ### maa/ paman, saya tidak tahu,7 ja&ab 9alu mundur ke belakang dua tindak lalu menoleh ke sumber suara dengan kepala sedikit digoyang-goyangkan# 6,idak tahu? %pa matamu bu ### 6 yang sebelah kanan gantian berkata, namun tidak jadi dilanjutkan setelah melihat sepasang mata putih si bo$ah# Sebab ia tahu, bah&a orang bermata putih tanpa titik hitam ditengahnya pastilah orang buta# 6!ya paman, saya memang buta kok#7 6Maa/ ### paman tidak bermaksud menyinggung perasaanmu, bo$ah muda#7 6,idak apa-apa, paman,7 sahut 9alu Samudra dengan senyum tulus# 63h ya, paman ### apa jarak pohon dengan tempat saya berdiri masih jauh?7 0ua orang itu saling pandang# 62asihan benar anak ini,7 pikir mereka berdua# 6,idak jauh, nak# Berjalanlah ke kiri kira-kiralima belas langkah, kau akan menemukan pohon trembesi yang $ukup rindang# Meski ini musim kemarau, pohon itu tetap berdaun $ukup lebat, karena diba&ahnya ada mata air,7 kata paman yang kanan# 6%pa perlu paman tunjukkan?7 63hh ### tidak perlu# ,erima kasih atas pemberitahuan paman berdua#7 6Sama-sama bo$ah muda#7 0ua orang itu menga&asi 9alu dengan sorot mata kasihan# 62asihan benar tuh anak# Seke$il itu sudah menderita, tidak bisa melihat indahnya dunia#7 kata laki-laki sebelah kanan# 65eh, gelandangan seperti itu buat apa dikasihani?7 6Goblok benar kau! %pa matamu buta?7 6<nak saja kau mengatakan aku goblok dan buta?7 tantang si laki-laki sebelah kiri# 6,unjukkan kalau aku memang benar-benar buta!7 69ika ia memang gelandangan asli, $oba perhatikan kulitnya ### terlalu bersih untuk ukuran bo$ah gembel sekalipun#7 tuturnya me1ilai si bo$ah buta, 6 ### dan lagian, apa kau men$ium bau tak sedap pada diri anak itu? ,idak bukan!?7 +aki-laki yang sebelah kiri mengangguk-anggukkan kepala setelah mengamat-amati si 9alu, lalu ia menja&ab, 6Benar juga apa katamu! %ku yakin ia bukan anak sembarangan#7 6Sudahlah, lebih baik kita lanjutkan perjalanan pulang# Perutku sudah keron$ongan dari tadi#7 6Baiklah,7 ja&ab si laki-laki kiri, lalu ia berseru pada bo$ah buta yang kini sedang duduk bersandar pada pohon trembesi, 6Bo$ah muda! 2ami mau pulang ke desa, apa kau mau ikut dengan kami?7 6,erima kasih, paman! Maa/ tidak bisa mengabulkan kebaikanmu#7 kata si bo$ah dari kejauhan# +alu sambil berjalan beriringan, laki-laki yang kanan pun ikut berseru, 6Baiklah kalau begitu! 9ika kau ingin mampir, berjalan saya ke arah kananmu sejauh dua belas tombak, maka kau akan sampai di desaku# 8ari saja Suro 2eong, semua orang pasti kenal!7 6Baik, paman Suro! Mungkin saja akan bermalam disini, ha&anya lebih sejuk,7 sahut si bo$ah# 0engan kepala sedikit dimiringkan ke kanan kiri, ia mendengar langkah kaki dua orang itu yang berjalan menjauh#

65emm, lebih baik aku tiduran saja diba&ah pohon ini, anginnya sepoi-sepoi bikin ngantuk saja,7 gumam si bo$ah sambil menyandarkan kepalanya di batang pohon yang agak menonjol keluar# 6 ### di mata air ini ada pasti ada ikannya, kudengar suara ke$ipakan di sudut sana# 1anti sore bisa makan ikan bakar nih#7 Pendengaran 9alu memang lain dari pada yang lain, sebab suara ke$ipak ikan yang jaraknya sekitar enam tujuh tombak jauhnya bisa ditangkap dengan baik oleh sepasang telinganya, mungkin karena ia pernah hidup berdampingan dengan laut sehingga bisa membedakan suara ke$ipak air, jatuhnya daun di atas air, sentuhan angin yang saling bergesekan dengan air sehingga menimbulkan suara alam yang unik# Bahkan dengungan lebah yang ada di atas pohon trembesi pun bisa ia tangkap dengan jelas# Sebentar saja ia sudah tidur terlelap dibuai mimpi! Bagi orang buta, siang dan malam tidak ada bedanya, semua serba gelap# 5anya kepekaan indera perasa yang bisa membedakan pergantian siang dan malam# Seperti halnya yang dialami 9alu Samudra, saat sore menjelangi terbangun dari tidurnya# 0engan sedikit menggeliat, ia melemaskan otot-otot tubuhnya# 6<mmm ### nyaman sekali tidur di ba&ah pohon ini,7 katanya dengan sedikit menguap# 5idungnya mengendus-endus perlahan, :sudah sore rupanya, pantas perutku sudah keruyukan sedari tadi#: -o-o0ari arah kejauhan terlihat dua orang gadis berjalan lenggang kangkung# Gadis sebelah kiri yang berusia sekitar lima belas tahunan dengan kulit berjalan lambat-lambat agar gadis sebelahnya yang sedikit lebih muda usianya sekitar tiga tahunan diba&ahnya, pun berusaha mensejajari langkah orang di sebelahnya# meski masih terlihat muda, tapi roman $antik manis ke dua gadis itu sudah bisa terlihat dengan jelas meski dengan kulit sedikit menghitam akibat terpanggang sinar matahari# sorot mata mereka terlihat menderita beban batin yang berat# :2angmbok, memangnya kita mau kemana?: tanya si gadis sebelah kiri# :2umala .ani, kita harus lari sejauh-jauhnya untuk menghindari pengejaran orang-orang Gagak 8emani!: :!ya, .ani tahu, 2angmbok 1ila! ,api kaki .ani sudah pegal-pegal akibat berlari seharian,: rengek si gadis ke$il yang disebut 2umala .ani# :Bagaimana kalau kita istirahat dulu di dekat pohon sana ### : usul 2umala .ani sambil menunjuk pada pohon trembesi# Si gadis yang bernama lengkap 1ila Sa&itri sedikit meragu, :,api ### : :+agian sebentar lagi malam# %yolah ### sebentar saja ### : :5uh ### kau ini memang menjengkelkan, .ani!: sungut 1ila Sa&itri, karena tangan kanan di tarik paksa ke arah pohon trembesi# Sesampainya di dekat pohon, 2umala .ani melihat seorang bo$ah laki-laki berusia sepantaran dirinya duduk santai menikmati sepoinya angin dan rindangnya dedaunan# Gadis ke$il itu langsung memasang muka masam, setelah mengetahui bah&a bo$ah laki-laki ternyata seorang gembel! :Gembel jelek! %ku mau istirahat, $epat kau minggir sana!: bentak si gadis ke$il, sambil kakinya menendang ke arah si bo$ah# 0ukkk! :.ani! 9angan keterlaluan!: bentak kakaknya, namun terlambat! 2aki ke$il 2umala .ani dengan telak mendarat di pinggang si bo$ah 9alu Samudra# 9alu Samudra yang sempat mendengar desiran angin mengarah ke pinggang kanan, sebisa

mungkin mengalirkan ha&a tenaga dalam# Meski sedikit terlambat tapi ia tidak terluka, namun tendangan si gadis ke$il $ukup membuatnya terguling-guling dan hampir menabrak batu yang ada didepan# :Gadis edan! 0atang-datang main tendang saja!: bentak 9alu Samudra sambil mengusap-usap pinggang yang terasa nyeri# :%pa kau tidak pernah diajari sopan santun sama orang tuamu, hah?: :%pa kau bilang?: seru .ani dengan meradang# :.ani, hentikan perbuatan burukmu itu!: bentak 1ila Sa&itri sambil menarik adiknya menjauhi si bo$ah laki-laki, lalu berkata lembut, :Maa/kan perbuatan adikku, sobat ke$il!: :Buat apa minta maa/ sama gem ### : :0iam!: bentak 1ila Sa&itri dengan mata melotot# Si gadis ke$il 2umala .ani segera saja merun$ingkan mulut sambil membanting pantat ke ba&ah, lalu duduk bersender di pohon# 1gambek dia! 9alu Samudra segera beringsut ke depan dengan tangan meraba-raba tanah, apalagi yang ia lakukan jika tidak men$ari tongkat hitamnya? ,entu saja perbuatan 9alu membuat 1ila Sa&itri terperangah kaget dan terlebih lagi 2umala .ani, sampai ia terlonjak ke atas# :2au ### buta?: tanya 2umala .ani dengan muka serba salah# :2alau iya, kenapa?: kata 9alu dengan ketus dengan tangan masih meraba-raba di tanah# :0itanya baik-baik ### ja&abnya pedas amat!: gantian 2umala .ani membentak# :Memangnya tadi kau bertanya &aktu menendangku?: bentak si bo$ah dengan tangan masih meraba-raba# :Brengsek! 0imana sih tongkatku?: 1ila Sa&itri kasihan melihat si bo$ah buta men$ari-$ari tongkatnya, ia melihat tongkat hitam itu sejarak dua tindak di samping kanan si bo$ah, segera berkata, :,ongkatmu ada di sebelah kananmu# 4a ### ke kiri dikit#: Begitu mendapatkan tongkatnya kembali, 9alu Samudra segera berdiri#

:Sobat ke$il, maa/kan adikku yang tadi telah lan$ang menendang pinggangmu#: tanya 1ila Sa&itri# :%pa pinggangmu masih sakit?: :Sudah tidak apa-apa, kok! ,endangan tadi seperti gigitan semut saja,: kata 9alu Samudra dengan angkuh, padahal dalam hatinya ia memaki panjang pendek, :Sialan, sakitnya sampai menembus tulang!: +alu berjalan menjauh dengan mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah# Setelah empat lima tombak, ia berhenti berjalan dan duduk manis sambil memasukkan dua kakinya ke dalam air# :%pa kau bilang? 9adi kau mau ditendang lagi?: kata 2umala .ani sambil bangkit berdiri, lalu pasang kuda-kuda kokoh# :5uh, untung saja kakakmu sudah memintakan maa/ untukmu, kalau tidak ### gadis tengil ma$ammu sudah pasti kulempar ke tengah danau,: jengek si 9alu Samudra dari kejauhan# :.ani! 5entikan tingkah ugal-ugalanmu!: kata 1ila Sa&itri dengan sedikit keras# :9ika kau tidak mau diam, aku tinggal kau disini seorang diri!: lanjutnya dengan sedikit an$aman# Gadis $antik itu tahu seberapa bengalnya sang adik, semakin di$egah akan semakin menjadijadi# :9angan 2angmbok 1ila, jangan!: sahut si gadis dengan muka memelas# -o-o-

Si Pemanah Gadis Bab > Malam pun kini kembali meraja ### 9alu Samudra yang biasa hidup dalam kegelapan, tentu saja tenang-tenang saja# Pendengaran super tajam yang dimilikinya sudah lebih dari $ukup sebagai pengganti mata# Suara dengingan nyamuk serta keresekan badan ular diantara daun-daun yang bertebaran tertangkap jelas di indera pendengarnya# Sambil duduk di tepi danau, beberapa kali ia men$elupkan tongkat hitamnya ke dalam air, entah apa yang dilakukannya# Sedang si gadis galak 2umala .ani dan 1ila Sa&itri duduk melingkari api unggun, selain untuk mengusir ha&a dingin juga mengantisipasi datangnya binatang liar, seperti ular misalnya#

:9alu, lebih baik kau bergabung saja dengan kami,: u$ap 1ila Sa&itri melihat si bo$ah buta hanya duduk manis sedari tadi# :,unggulah sebentar! %ku sedang men$ari makan malam di tempat ini#: seru 9alu dari kejauhan# :5uh, bo$ah buta ma$am dia paling-paling bisanya $uma mengemis,: gerutu 2umala .ani# .upanya gadis ke$il itu masih merasa sebal karena tidak bisa menyalurkan kemarahannya pada 9alu Samudra# 9ika tidak ada kakaknya, mungkin si 9alu sudah diembatnya habis-habisan! :.ani, kau tidak perlu mengejek dia terus-terusan# 2asihan dia!: bisik 1ila Sa&itri,: ### aku yakin ia buta sejak ke$il#: :0ari mana 2angmbok tahu ia buta sejak ke$il?: :Bola matanya putih semua, kemungkinan besar ia telah buta sejak dilahirkan#: :Buta sejak lahir atau tidak ### memangnya apa peduliku?: sahut 2umala .ani dengan ketus# 1ila Sa&itri hanya menghela napas dalam-dalam# :%dikku ini benar-benar keras kepala!: kata 1ila, : ### $oba kalau tidak ada si 9alu! Mungkin saat ini aku sudah berderai air mata karena menangisi kematianmu, tahu!: 2umala .ani diam seribu bahasa# Memang tadi sore, disaat ia mandi di pinggir danau, dibalik rimbunnya ilalang yang lebat# Berenang kesana kemari tanpa menyadari bah&a seekor ular sebesar paha orang de&asa bersarang di tempat itu# 2umala .ani kaget saat ia mengetahui bah&a sepasang mata kuning kehijauan memandang buas tubuh telanjangnya disertai juluran lidah merah ber$abang# ;lar! Sshhh! Seeehhh!! Baru saja sang ular mengangkat kepala dengan mulut terpentang lebar, itu pun sudah membuat 2umala .ani gemetar diam tanpa gerak di dalam air# ,iba-tiba saja ###

*utt! Prakk!! Sebuah tongkat hitam dengan tepat menghantam kepala ular hingga pe$ah berantakan# Suara pe$ahnya kepala ular membuat 1ila Sa&itri terkejut# 0ari kejauhan ia melihat bo$ah buta berdiri dengan posisi badan miring ke kanan, sedang tongkat hitamnya terlihat berlumuran darah# 0an ia mengetahui dengan pasti, bah&a di tempat itulah adiknya mandi# :2urang ajar! 0ia membunuh adikku!: pikir 1ila Sa&itri sambil melesat ke arah si bo$ah# 5ampir saja ia melepaskan pukulan bertenaga dalam tinggi jika tidak melihat bangkai ular sebesar paha orang de&asa mengambang di air, sejarak setengah tombak dari tempat 2umala .ani mandi dan 9alu Samudra berdiri# ,anpa banyak kata karena panik, 1ila Sa&itri langsung menarik keluar adiknya dari dalam air, tapi ia lupa bah&a adiknya mandi dalam keadaan telanjang bulat# :%aahhh ### : 2umala .ani memekik ke$il, dan ### Byurr!! !a kembali masuk ke dalam air! :%pa yang kau lakukan, .ani?: :Bo$ah brengsek! Buat apa kau masih disitu? 8epat pergi!: bentak 2umala .ani dari dalam air dengan mata melotot# :,olol benar kau ini! Bukankah dia ini buta? 2au telanjang bulat di depannya pun tidak bakalan ia bisa melihatmu!: kata 1ila Sa&itri pada adiknya, diikuti senyuman ke$il# :Meski pun ia buta ### tapi ia kan tetap laki-laki! %ku tidak mau telanjang bulat dihadapannya!: seru 2umala .ani dari dalam air# 0engan tanpa bersuara, 9alu Samudra berjalan menjauh, memberi kesempatan pada gadis ba&el itu berpakaian# :Gadis sinting! 0i tolong bukannya bilang terima kasih ### eh ### malah dibentak-bentak# %ku kerjain aja dia,: pikir si 9alu, nakal# Baru saja .ani selesai memakai $elana, si 9alu berseru keras, :%&as ### ! %da ular! %da ular!:

Begitu mendengar kata ?ada ular?, kakak beradik itu langsung pu$at, dan tanpa dikomando lagi mereka berdua lari tunggang langgang meninggalkan tepi danau# :5a-ha-ha!: Si 9alu terta&a terbahak-bahak sambil memegangi perut saking gelinya, sebab dari dengusan napas yang ia tangkap, nyata sekali bah&a si gadis ba&el teramat sangat ketakutan! 1ila Sa&itri yang menyadari bah&a ia dan adiknya dikerjain si bo$ah buta, hanya menghela napas untuk melepaskan rasa dongkol di hati, sedangkan adiknya 2umala .ani harus malu untuk kedua kalinya, sebab ia lari dalam keadaan setengah telanjang! !tulah sebab kemarahannya pada si 9alu, yang setelah itu mereka bertiga saling bertegur sapa dengan mengenalkan diri masing-masing# 9alu Samudra berjalan dengan pelan-pelan# Beberapa kali ia miring-miringkan kepala untuk men$ari tempat keberadaan 1ila Sa&itri dan 2umala .ani# ,angan kiri menenteng sesuatu, setelah dekat dengan dua gadis itu, ia menga$ungkan tangannya# :1ih ### silahkan bagian para gadis yang memasak! %ku sudah $apek seharian meman$ing disana,: kata si 9alu sambil menyodorkan ikan tangkapannya# <ntah disodorkan pada siapa ikan itu! 2umala .ani dan 1ila Sa&itri saling pandang# Mereka tidak habis pikir, bagaimana mungkin orang buta bisa meman$ing dan mendapatkan hasil tangkapan yang begitu banyak? Benar-benar kejadian luar biasa! ,entu saja mereka tidak tahu, bah&a dalam kesehariannya 9alu Samudra hidup berdekatan dengan laut selama sembilan tahun, bahkan ia pun dilahirkan di pesisir laut# ,anpa beru$ap sepatah kata pun, 1ila Sa&itri menerima ikan dari tangan si bo$ah buta# :5emm ### lumayan besar! 8ukup untuk mengganjal perut,: u$ap 1ila# 2umala .ani men$abut pisau pendek dari pinggang, lalu diserahkan pada kakaknya# !a sendiri mempersiapkan tempat pembakaran ikan, $ukup untuk memanggang sebelas ekor sekaligus# Sebentar kemudian, ter$ium aroma gurih dan harumnya ikan bakar# Begitu selesai dibakar seluruhnya, enam tangan dan tiga mulut bagai beradu $epat menyikat habis sepuluh ikan bakar ukuran besar dan satu ekor ukuran sedang# Mereka bertiga makan dengan lahap sekali, mungkin karena kondisi yang benar-benar

kelaparan atau memang rakus, siapa yang tahu? Setelah men$u$i tangan dan membasuh muka dengan air danau, mereka bertiga duduk mengitari api unggun# Mungkin karena perut kenyang membuat kemarahan 2umala .ani pada 9alu Samudra lenyap tak berbekas# -o-o: ### saat ini kami sedang menghindari pengejaran orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani, bahkan dari kabar yang kudengar bah&a perguruan kami telah han$ur rata dengan tanah#: u$ap 2umala .ani sendu, men$eritakan apa sebabnya mereka berdua bisa berada di tempat ini# :Perguruan kalian han$ur? +alu ### apa yang menyebabkan perguruan kalian sampai diserang oleh Perkumpulan Gagak 8emani?: tanya 9alu Samudra, sekalian saja ia menimba pengetahuan baru tentang keadaan rimba persilatan# :!ni semua gara-gara Mata Malaikat, Perguruan Gunung Putri harus han$ur!: kata 2umala .ani geram# :Mata Malaikat? Siapa itu? %pa ia adalah 2etua Perkumpulan Gagak 8emani?: :Bukan! 2ami sendiri tidak tahu apa yang dimaksud Mata Malaikat itu#: sahut 1ila Sa&itri, lalu sambungnya, : ### entah nama orang sakti, sejenis ilmu kesaktian tingkat tinggi, kitab pusaka bahkan benda pusaka pun kami tidak tahu! !ntinya semua itu hanya kabar angin yang dihembuskan oleh orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani dengan maksud agar Perguruan Gunung Putri menghilang selamanya dari kan$ah rimba persilatan ,anah 9a&a ini!: :3rang-orang Gagak 8emani benar-benar keterlaluan!: kata 9alu Samudra dengan lirih# :5anya karena berita yang belum tentu kebenarannya sudah bisa men$elakakan orang lain#: :!tulah si/at asli dari golongan hitam, 9alu!: kata 1ila Sa&itri, : ### bagi mereka, perbuatan jahat sama seperti orang makan, tidak perlu memikirkan apakah merugikan orang lain atau tidak! Pokoknya asal senang tentu mereka kerjakan!: ,iba-tiba saja, 9alu Samudra mengangkat telunjuk kanan dan diletakkan di depan bibir, sambil tangan kirinya menyambar air terus disiramkan air ke api unggun# Bresshh! :%da orang mendatangi tempat ini# Mungkin saja mereka musuh-musuh kalian,: lirih sekali suara si 9alu# : ### sekitar sembilan orang#: 2umala .ani dan 1ila Sa&itri paham apa maksud bo$ah buta itu, segera saja mereka diam

tanpa melakukan gerakan apapun# Sebagai orang buta, tentu telinga si 9alu lebih tajam dari pada telinga dua gadis kakak beradik itu# Belum lagi mereka bertiga beranjak dari duduknya, sembilan sosok bayangan telah mengepung tempat itu! :Mau lari kemana kau, gadis manis?: seru salah seorang yang sebelah kiri# :+ari ke neraka pun tetap akan kami kejar, ha-ha-ha!: u$ap ka&an disebelahnya sambil mengelus-elus golok yang terselip di pinggang# :%palagi jika mengejar gadis $antik, tidak bakalan kami lelah meski sudah dua hari dua malam lari ken$ang!: sahut yang paling kanan bermata juling# :%pa kehan$uran perguruan kami belum membuat kalian puas hingga masih mengejar-ngejar kami berdua?: kata 1ila Sa&itri sambil melolos sepasang trisula dari balik punggung, demikian juga dengan 2umala .ani melolos pula sebilah pedang pendek dan pisau# Srett! Srakk! :*ah ### &ah ### kalian tidak perlu men$abut senjata anak manis# 2ami tidak akan mengganggu kalian, asal ### : si lelaki sebelah kanan berbi$ara dengan di potong-potong# :%sal apa?: :%sal kalian mengatakan dimana beradanya Mata Malaikat pada kami!: kata serak lelaki yang tengah# :Sudah kukatakan berulang kali kami tidak berdua tidak tahu dengan keberadaan Mata Malaikat yang kalian $ari# Melihatnya saja belum pernah!: seru 2umala .ani dengan keras# :2alau begitu ### dengan senang hati kami akan mengganggu kalian, hua-ha-ha!: :.ani ### buat apa bi$ara panjang lebar dengan orang-orang budek ini? Bikin $apek mulut saja!: seru 9alu sambil melintangkan tongkat di belakang punggung# :Benar katamu, 9alu! Mungkin kuping mereka di sumpal tahi kambing hingga tidak bisa mendengar dengan baik,: seru 2umala .ani dengan nada mengejek# Gadis ke$il itu muak sekali mendengar perkataan yang tidak karuan itu# ,anpa menanti kata balasan dari la&an yang sudah mengepungnya, gadis ke$il berkelebat $epat# Sepasang pedang dan pisau saling berputaran susul menyusul mengarah ke orang terdekat, yaitu orang bermata juling di sebelah kanan#

Sett! *i@@!! 2elebatan pisau dan pedang le&at jurus ?Pisau Pedang Membedah Gunung? mengurung salah satu dari sembilan orang pengepung dengan rapat# Si mata juling kaget mendapat serangan mendadak, dengan gugup ia berusaha mundur satu dua langkah# 1amun terlambat# ;jung pedang tanpa bisa di$egah lagi berhasil menyambar jakun di leher# 8rasss! Si mata juling tidak menduga bah&a serangan kilat ditujukan pada leher, sebab sekilas jurus pedang pendek dan pisau mengarah ke paha dan perut, namun ternyata serangan itu berbelok tajam ke atas membentuk sudut siku hingga berubah sasaran ke leher# :2kheek ### kehhhh ### prharr ### ratthh!: Si mata juling mendekap leher yang berdarah-darah sambil menuding 2umala .ani yang baru saja selesai mengerahkan jurusnya, dan bersamaan dengan suara mengorok si mata juling terdengar sumbang, sebuah bayangan biru berkelebat $epat# *utt! Prakk! Si mata juling te&as dengan kepala pe$ah berhamburan dimana $airan putih ber$ampur merah semburat dari kepala yang pe$ah# ,e&asnya si mata juling hanya berlangsung dalam satu helaan napas# Sebuah serangan gerak $epat telah dilan$arkan 2umala .ani dan 9alu Samudra untuk mengurangi jumlah la&an# ,entu saja yang paling kaget adalah delapan orang ka&an si mata juling# Mereka tahu bagaimana kehebatan si mata juling dalam pertarungan# 0ua orang dari mereka saja butuh &aktu lama untuk menjatuhkannya, namun serangan gabungan dari si gadis ke$il dan bo$ah bertongkat hitam berhasil mene&askan si mata juling dalam sekali serang# :Mata juling!: :2eparat! 2alian telah membunuh sahabat kami! ,erimalah kematian kalian!: :8in$ang saja!: :Bunuh tanpa ampun!: 0elapan orang langsung man$abut golok dan pedang masing-masing, kemudian diikuti teriakan kemarahan langsung menyergap ke tiga orang yang ada dalam kepungan#

,rang! ,iing! ,riiing! ,rakk! Suara dentingan senjata membun$ah membelah malam# ,anpa perlu diragukan lagi, pertarungan hidup mati terjadi di tempat itu# 1ila Sa&itri, 2umala .ani dan 9alu Samudra saling berdiri membelakangi satu sama lain# 9ika 1ila Sa&itri dan 2umala .ani terlihat kompak mengerahkan ilmu silat khas Perguruan Gunung Putri yang sebagian besar telah diketahui oleh orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani, lain halnya dengan 9alu Samudra, bo$ah didikan ,ombak ;tara ,ongkat Selatan bergerak dengan langkah-langkah aneh# Gerakan tongkat hitam yang a$ap kali menebas dan menusuk dari samping disertai gerak kaki yang kadang miring ke kiri ke kanan tak tentu arah membuat orangorang itu menjadi sedikit kebingungan# Sett! Sett! ,rakk!! Beberapa pukulan tongkat si bo$ah buta berhasil mengenai tangan kanan orang ke lima dari kiri# Meski hanya menyerempet saja, namun sudah membuat tangan yang memegang pedang kesemutan, dan akhirnya pedang itu jatuh ke tanah# Sambil menggerakkan telinga ke kiri kanan, 9alu bisa mendeteksi tempat keberadaan la&an# 0an setelah bisa memastikan posisi keberadaan la&an tanpa bisa di$egah lagi, 9alu membuat gerakan tongkat setengah lingkaran ke arah la&an disertai ha&a tenaga dalam penuh# *uuung! Bukk! 9urus ?kepiting 2eluar +aut? kembali tepat sasaran# 3rang itu langsung jatuh kelenger karena pundaknya terhantam remuk# Pingsan seketika!

Si Pemanah Gadis Bab A Melihat salah seorang ka&annya berhasil dijatuhkan seorang bo$ah buta bertongkat hitam dalam tiga jurus, membuat tujuh orang lainnya semakin meningkatkan serangan# 6Bo$ah buta keparat! Makan golokku!7 Seorang yang bergolok besar menggerakkan golok sedemikian rupa hingga membentuk gulungan golok membadai, mengurung ruang gerak 9alu Samudra# *eerr! *ess!!

0engan mengandalkan indra pendengaran super tajam, 9alu Samudra bergegas menarik diri ke samping le&at jurus ?2epiting Beringsut?# Sett! +agi-lagi si pemegang golok kaget mendapati kenyataan itu# 69urus apa yang digunakan bo$ah itu? Belum pernah selama akumalang melintang melihat jurus seaneh itu? Miring-miring kayak kepiting?7 pikir si pemegang golok sambil bersalto ke atas menghindari sapuan tongkat hitam yang dilan$arkan 9alu Samudra# 6Bo$ah buta! Murid siapa kau ini?7 6%ku? %ku ya ### muridnya guruku!7 sahut si bo$ah sambil melenting ke atas menghindari sabetan golok# 6Siapa nama gurumu?7 62usebutkan pun kau juga tidak bakalan tahu!7 sahut 9alu Samudra sambil memutar tongkat hitamnya bagai kitiran# *err! *err! ,akk! ,rakk! Suara beradunya tongkat dan golok terdengar keras# 9alu Samudra terjajar beberapa langkah ke belakang# 0an $elakanya ### tepat di belakang bo$ah itu terdapat sebuah lubang yang $ukup besar# +iang ular! Begitu kakinya menginjak udara kosong, tubuh si bo$ah buta itu terjeblos masuk ke dalam liang diikuti jerit lengking memanjang# 6%aaaaa #### !7 Bersamaan suara lengkingan 9alu Samudra yang jatuh ke dalam lubang ular, terdengar pula jeritan ke$il dari arah belakang# 6%hhh ### !7 .upanya 2umala .ani tidak berhasil menghindari sabetan pedang panjang la&an, dimana

pundak kanan terserempet ayunan pedang hingga terluka $ukup dalam# Praktis, pedang pendeknya jatuh ke tanah karena tangan kanan tidak kuasa menggenggam dengan erat# 65e-he-he, terimalah jurus ?Gagak Men$in$ang Bangkai?-ku, gadis binal! 5yaatt ### !7 1ila Sa&itri dengan sepasang trisulanya tidak bisa berbuat apa-apa karena lima orang Perkumpulan Gagak 8emani menekannya dengan keras hingga tidak sempat memberi bantuan pada 2umala .ani yang teran$am bahaya, bahkan gadis $antik itu masih sempat mendengar jerit lengking 9alu Samudra yang terperosok ke dalam lubang# *uuss!! 2umala .ani hanya menatap nanar pada pedang panjang yang berkelebat $epat melalui jurus ?Gagak Men$in$ang Bangkai? ke batang lehernya# .asa ngerinya terhadap kematian terbayang di pelupuk mata# %kan tetapi, rupanya 4ang Maha 2uasa belum menghendaki nya&a gadis keras kepala itu pergi meninggalkan raga# Sesosok bayangan berkelebat $epat menyambar 2umala .ani diikuti dengan berkelebatnya sinar putih sepanjang satu tombak berha&a panas menghambur ke arah orang yang mengayunkan pedang# Blarrr ### ! ,ubuh orang itu langsung hangus disertai bau sangit# 6!lmu Pukulan ,ombak %kherat"!7 seru laki-laki yang berada ditengah, 6Semuanya mundur!7 Serentak tujuh orang dari Perkumpulan Gagak 8emani langsung berlon$atan meninggalkan 1ila Sa&itri# 6Paman Suro Bledek! Paman Suro 2eong!7 seru 1ila Sa&itri sambil menghampiri orang yang baru saja melepas !lmu Pukulan ,ombak %kherat" yang ternyata adalah Suro 2eong adanya, sedang yang menyambar 2umala .ani adalah Suro Bledek# 6Suro 2eong, $epat kau obati 2umala .ani! Biar begundal tengik ini aku yang menghadapi!7 kata si Suro Bledek, seperti namanya, suara memang keras menggelegar seperti halilintar jika ia sedang marah# Suro 2eong, laki-laki yang tadi siang dijumpai oleh 9alu Samudra bergegas menotok beberapa titik jalan darah yang ada di pundak si gadis ke$il, lalu ia menaburi jejak luka dengan bubuk putih# 60asar li$ik! Menghadapi gadis ke$il saja pakai ra$un,7 gumam Suro 2eong#

Sementara itu ### 6Sobat, kami tidak ada urusan denganmu!7 6,idak ada urusan denganku katamu? 2alian mengeroyok keponakanku masih mengatakan tidak ada urusan padaku?7 sahut Suro Bledek dengan suaranya yang menggelegar# 6%pa nya&a kalian rangkap sepuluh hingga berani menghadapiku?7 2ali ini amarahnya benar-benar meledak# 'kalau diumpamakan seperti petasan bersumbu pendek, tinggal disulut langsung meledak!) 6Perkara dia keponakanmu atau bukan, itu bukan urusan kami dari Perkumpulan Gagak 8emani! ,api yang jelas, orang-orang Gunung Putri harus dimusnahkan dari muka bumi!7 seru si lelaki yang ada di tengah# 63oo ### jadi kalian ini $e$unguk-$e$unguk dari perkumpulan nga&ur itu!7 seru Suro 2eong dari kejauhan# 6Bledek! 9angan banyak $ing$ong# Mereka telah membumihanguskan Perguruan Gunung Putri! Sikat saja sekalian!7 6%pa!?7 2ali ini jurus Mulut Guntur" langsung terlepas tanpa kontrol dengan pengerahan tenaga dalam tinggi hingga tempat itu bagai dilanda topan ke$il# *ho@@@! Brakk! <nam orang dari mereka langsung jatuh bergelimpangan dengan telinga mengu$urkan darah kental, sedang pimpinan mereka bertahan dengan dua tangan bersilangan di depan dada# 6<dan! ,eriakannya bisa membuat gendang telingaku pekak!7 batin laki-laki yang masih berdiri kokoh# 63rang-orang Gagak 8emani benar-benar keparat! +ebih baik mampus saja kalian!7 6,unggu se ### 6 Belum lagi u$apan pimpinan rombongan selesai, langsung terdengar teriakan keras membahana yang langsung menerjang ke arah tujuh orang utusan Perkumpulan Gagak 8emani# 65uaaaa #### huaaa #### huaaaaaaaaa ### 6

Bagai sebuah genderang perang di tabuh bertalu-talu sehingga menimbulkan getaran-getaran keras yang merambat $epat le&at udara dimana &ilayah sejauh belasan tombak bergetar bagai gempa bumi# 65uaaaa #### huaaa #### huaaaaaaaaa ### 6 Setingkat demi setingkat, Suro Bledek meningkatkan daya han$ur jurus Mulut Guntur" andalannya# Pada tingkat ke lima, dua orang te&as dengan kepala pe$ah berantakan tidak kuat menahan daya han$ur jurus maut Suro Bledek# 0i tingkat ke enam, kembali tiga korban berjatuhan akibat serangan jurus Mulut Guntur" dengan kondisi yang sama# Pada tingkat ke tujuh, dua orang lagi te&as mengenaskan karena seluruh tubuhnya han$ur bagai di$a$ah-$a$ah dengan sebilah pisau tajam# 65uaaaa #### haaaaaaaaa ### 6 2ali ini tinggal sang pimpinan# !a pun ikut berteriak keras untuk menahan serangan udara dari jurus Mulut Guntur" yang kini memasuki tahap ke delapan# 1amun bagaimanapun juga, jurus Pekikan Gagak" milik si pimpinan rombongan kalah mutu jurus Mulut Guntur" si Suro Bledek# 5ingga memasuki tahap delapan setengah, si pimpinan sudah tidak kuat lagi menahan jurus sakti yang seolah-olah membetot tubuhnya dari segala penjuru# 0an akhir ### 6,oobbaaaatt #### !!!7 0iikuti teriakan keras, tubuh orang terakhir dari Perkumpulan Gagak 8emani meledak berhamburan membentuk serpihan-serpihan daging merah darah# 0harrr ### dhuarr!!! Sebenarnya sembilan orang jago dari Perkumpulan Gagak 8emani bukanlah orang-orang yang lemah# Mereka terkenal dengan sebutan Sembilan Gagak Sakti, dimana sembilan orang itu merupakan orang tingkat kedua dari perkumpulan tersebut# Sembilan Gagak Sakti berhasil dengan gemilang menghan$urkan Perguruan Gunung Putri, bahkan puluhan murid Gunung Putri yang rata-rata gadis $antik pun menjadi budak na/su setan mereka bersembilan# Selesai memperkosa satu gadis, langsung dibunuh begitu saja! Setelah dihitung kembali, ternyata masih tersisa dua orang yang bisa meloloskan diri# ,entu saja mereka tidak mau membiarkan mangsa lepas begitu saja, hingga akhirnya melakukan pengejaran dua hari dua malam lamanya# Pada akhirnya, Sembilan Gagak Sakti berhasil menyusul buruannya yang ternyata 1ila Sa&itri dan 2umala .ani# Belum lagi mereka memperkenalkan diri sebagai Sembilan Gagak Sakti, si mata juling telah te&as terlebih akibat terlalu meremehkan kekuatan la&an, te&as di tangan 9alu Samudra, si bo$ah buta# 5ingga akhirnya Sembilan Gagak Sakti han$ur di tangan Suro Bledek, pemilik jurus Mulut Guntur"#

65anya segitu saja, $uih!!7 kata Suro Bledek sambil menarik kembali ha&a tenaga dalam yang tadi dilan$arkannya# +alu ia berjalan menghampiri ka&annya# 6Bagaimana keadaannya?7 6.a$unnya sudah hilang, tinggal luka luar saja# Paling seminggu juga pulih#7 ja&ab Suro 2eong# 69alu? Mana si 9alu?7 teriak 1ila Sa&itri, panik# 69alu? 9alu siapa?7 tanya Suro 2eong# 6Si bo$ah buta! ,adi ia membantu kami menghadapi mereka,7 kata 2umala .ani lirih# 6Maksudmu bo$ah yang memegang tongkat hitam?7 tanya Suro Bledek# 6Benar! 0ialah orangnya!7 6%duh, $elaka!7 62enapa, Paman Bledek?7 62alau bo$ah buta itu berada di tengah-tengah mereka, pasti sekarang sudah jadi perkedel!7 u$ap Suro Bledek sambil berulang kali menepak jidat# 65ah!?7 pekik dua gadis beda usia itu# 62asihan sekali si 9alu! Padahal aku belum mengu$apkan terima kasih padanya,7 kata 2umala .ani pelan# 62ita $ari dia! Siapa tahu ia masih hidup#7 kata Suro 2eong sambil bangkit berdiri# Mereka berempat dengan obor di tangan men$ari di sekitar lokasi pertarungan# 1amun tidak ditemukan satu petunjuk tentang keberadaan si bo$ah buta berbaju biru# ,iba-tiba saja, .ani berteriak keras, 62emari sebentar!7 ,iga orang itu segera bergegas menghampiri si gadis ke$il yang saat itu sedang berjongkok#

6%da apa .ani?7 tanya 1ila Sa&itri# 6+ihat!7 Gadis itu menjumput sesuatu di rerumputan# Sebuah sobekan baju &arna biru laut! 6!ni ### ini kan baju si 9alu#7 gumam 2umala .ani# 6,api kemana orangnya?7 Baru saja gadis itu melangkah ke depan, tiba-tiba ia terjeblos masuk ke dalam tanah# 6<h?7 *utt! Sebuah tangan kekar langsung menyambar pinggang si gadis ke$il# Siapa lagi yang punya ke$epatan kilat seperti itu jika bukan si Suro 2eong, pemilik !lmu Pukulan ,ombak %kherat"? 9antung 2umala .ani berdebar ken$ang# 6;ntung saja aku bertindak $epat, kalau tidak kau sudah dimakan ular raksasa!7 kata Suro 2eong sambil meletakkan 2umala .ani menjauhi tempat yang tertutup rumput# Suro 2eong segera menghantamkan tangan ke ba&ah, ke arah rerumputan tebal# Blumm! Sebuah lubang terkuak# .upanya tebalnya rumput menutupi sebuah lubang yang menganga lebar# ,erlihat beberapa selongsong kulit ular berserakan di dalam lubang# 62alau begitu ### 6 62emungkinan besar, si 9alu terjeblos masuk ke dalam sarang ular ini#7 kata lirih Suro 2eong setelah mengamati beberapa saat# 2umala .ani dan 1ila Sa&itri terlihat sedih mendengar perkataan paman mereka# Mereka masih ingat kebaikan 9alu Samudra yang meski buta sudah men$arikan makan malam buat mereka berdua dan menolong 2umala .ani dari in$aran ular# ,iba-tiba 2umala .ani tersentak, 6Paman! Berapa jumlah ular yang menghuni liang ini?7

6Memangnya kenapa?7 6Sebab tadi sore 9alu telah membunuh seekor ular besar di sebelah sana,7 kata 2umala .ani sambil menuding ke arah rimbunnya ilalang tempat ia mandi# 6%pakah ular itu belang-belang kuning keemasan dengan kepala sedikit membulat?7 tanya Suro Bledek# 6Benar, Paman!7 65mmm ### si jantan telah mati!7 gumam Suro Bledek, 6 ### jadi tinggal si betina saja yang berada di dalam sarang#7 63ooh ### kasihan si 9alu! !a pasti jadi santapan ular,7 keluh Suro 2eong# !a masih ingat betul bah&a tadi siang dirinya mena&ari si bo$ah untuk singgah dikediamannya, namun ditolak dengan halus# 6+ebih baik kita pulang saja!7 u$ap Suro Bledek# 6+alu ### bagaimana dengan si 9alu?7 62ita doakan saja supaya bo$ah buta baik hati itu diberi umur panjang# 5idup mati seseorang bukan urusan kita,7 kata bijak Suro 2eong# %khirnya, mereka berempat meninggalkan tepi danau yang kini penuh dengan mayat-mayat bergelimpangan# Mayat Sembilan Gagak Sakti!

Si Pemanah Gadis Bab B Begitu memasuki liang ular, tubuh 9alu Samudra langsung melun$ur tegak lurus dengan deras# Setelah sejaraklima belas tombak, bo$ah buta itu merasakan bah&a tempat dimana ia melun$ur sekarang ini mulai meliuk ke kanan ke kiri# Beberapa kali kepalanya terantuk tanah padas# Brakk! Brakk!

6Mati de$h aku ### 6 keluh 9alu Samudra saat kepalanya terbentur padas $ukup keras# Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali hingga membuat kepalanya berdenyut-denyut saking kerasnya setiap benturan# Brakk! +agi-lagi saat melalui belokan ke kiri, kali ini justru jidatnya terbentur padas padat, namun kali ini sudah bisa ditahan lagi# !a pingsan! -o-o<ntah berapa ia pingsan, tapi akhirnya siuman juga# 6;hhh ### kepalaku ### 6 keluhnya sambil memegang kepalanya yang berdenyut-denyut# +alu ia mengambil sikap semadi, dua kali terlipat membentuk teratai dengan dua telapak tangan saling bertemu di depan dada# 1apas mengalir pelan dari hidung, mele&ati leher, dilanjutkan mengisi paru-paru# Begitu seterusnya hingga sebentar kemudian sebuah aliran ha&a hangat yang berada di ba&ah pusar bergolak# Bo$ah berbaju biru itu segera mengalirkan ha&a hangat ke seluruh tubuh# 65emm, lumayan juga! 2epalaku sudah tidak sakit lagi!7 gumamnya# 60imana aku ini?7 2eadaan liang yang gelap dan yang jelas karena ia buta, membuat 9alu sulit sekali menentukan arah dan dimana saat ini ia berada# Beberapa kali ia memiringkan kepala, namun tidak terdengar suara apa pun, hanya desiran angin yang menerpa dari arah depan# 6%ngin bertiup dari depan ### kemungkinan besar ada lubang angin disana# ,idak ada suara seekor binatang pun di tempat ini#7 Baru saja ia bangkit, tangannya se$ara tidak sengaja menyentuh sebuah benda panjang# 6,ongkatku!7 serunya gembira setelah mengetahui bah&a benda yang tersentuh tangan kirinya adalah tongkat &arisan dari nenek ,ombak ;tara# ,ongkat hitam! 0engan memegang tongkat hitamnya, ia mulai meraba-raba keadaan sekitar liang, dan

akhirnya ia menemukan sebuah lorong# 65emm ### disini $uma ada lorong ini? Masuk atau tidak, ya?7 gumamnya, 6 ### ah ### bodo amat! Paling-paling juga mampus#7 Setelah mengambil keputusan bulat, ia memasuki lorong yang tidak diketahui seberapa dalam dan bahaya yang akan dihadapinya# Setelah berjalan dua tombak lebih, ia mendapati sebuah ruangan yang $ukup besar dan lebar# 6%nginnya bertiup semakin ken$ang# Pasti ini sebuah ruang atau gua yang $ukup besar#7 Baru saja berjalan beberapa langkah# 2riuukk! 2riukkk! 64a$h ### perutku minta jatah#7 keluhnya, 6Biasanya ini perut baru minta jatah setelah empat hari# %pa aku pingsan selama itu ya?7 katanya sambil duduk bersandar di dekat pintu gua# 6Mau makan apa di tempat seperti ini?7 Saat ia berniat meletakkan tongkat di samping kiri, tanpa sengaja tangan kanannya menyentuh sesuatu yang menggantung berada persis sejangkauan di depannya# 6<h ### apa itu tadi?7 5idung sedikit mengendus-endus, mirip sekali dengan hidung anjing yang membau daging# 6Baunya harum sekali#7 0engan sedikit meraba-raba, akhirnya ia berhasil menemukan benda yang mengeluarkan bau harum semerbak# 6%pa ini?7 ,angan kanannya memegang-megang dua benda ke$il sebesar buah tomat# 6%pa ini yang namanya tomat ya? 2ata nenek benda seperti ini namanya tomat#7 Setelah itu ia menggeser tangan, searah dengan buat yang disebutnya tomat# 6Buah apa ini? 2ok besar banget! %pa kelapa ya? 0ua lagi!7 tangannya terus menggeser ke samping sambil mengomel panjang pendek# 6;h ### siapa sih yang kurang kerjaan menggantung

buah tomat bersebelahan dengan buah kelapa#7 Saat ia beralih ke sebelah, ia mendapati sebuah benda panjang yang $ukup keras# 5anya sebuah! 6Benda apa lagi ini? 9angan-jangan ### ini mentimun?7 katanya dengan nada aneh# 6%ku pernah makan mentimun pemberian kakek# Meski sedikit keras, tapi bisa mengurangi lapar beberapa lama#7 Setelah itu ia menggeser tangan ke kiri dan ke kanan, tapi tidak ditemukan apapun di tempat itu# 6<nak dimakan nggak ya?7 katanya# 68oba dulu ah ### moga-moga aja tidak bera$un#7 Setelah itu, 9alu menggeser sedikit ke kanan, mele&ati buah mentimun, dua buah kelapa dan akhirnya singgah pada buat yang disebutnya tomat, lalu dipetiknya dengan pelan# 2ress! 65i-hi-hik, suaranya nyaring juga, kayak dipotong dengan pisau,7 katanya sambil memasukkan satu buah tomat ke dalam mulut# Setelah mengunyah sebentar, langsung ditelan, dan langsung amblas ke dalam perut# 6Manis! 8oba yang satunya!7 !a pun memasukkan buah satunya ke dalam mulut, dan dengan $ara yang sama benda itu akhirnya menghuni ke dalam perutnya# 65e-he-he, segar juga!7 katanya sambil menge$ap-nge$apkan mulut# 6Sekarang yang mana lagi ya?7 !a pun menggeser sedikit ke kiri# 62alau makan buah kelapa, ntar ngga habis# +ebih baik yang mentimun aja de$h, buah kelapanya buat empat dan delapan hari ke depan#7 katanya setelah menimbang-nimbang antara makan buah kelapa dan mentimun# 2emudian ia memetik buah mentimun dengan lembut# 0an lagi-lagi terdengar suara pelan seperti pisau memotong daun# 2ress! 6*ah ### yang ini juga bersuara nyaring# 9angan-jangan tanaman aneh ini ada penunggunya,7 gumamnya, 6Bodo ah! Mau makan saja ribet amat! Perkara ada penunggunya atau tidak, itu urusan belakangan!7

9alu Samudra dengan nikmat makan mentimun yang baru saja dipetiknya sambil duduk di dekat pintu gua# 2rauk! 2rauk! 6<dan! !ni buah apa batubata? 2erasnya minta ampun!7 katanya sambil mengunyah $epat, terus di telan begitu saja# 6.upanya mentimun ini ngajak perang mulut! Baik aku layani!7 0engan semangat membara, mentimun itu kembali beradu keras dengan gigi 9alu Samudra# 2rauk! 2rauk! Suara beradu pun kembali terdengar di tempat itu, bahkan sampai menggema ke mana-mana, menjalari seluruh dinding dua# Setiap kali si bo$ah menggigit dan mengunyah, langsung terdengar suara gema yang kian lama kian keras, tapi semua itu tidak disadari oleh 9alu samdra# 4ang ada di kepalanya saat itu hanyalah makan dan makan! Sepeminuman teh kemudian, buah mentimun yang kerasnya mirip batubata itu akhirnya kalah telak, dan kini menghuni perut si bo$ah buta# 6*ah ### sekarang kok haus ya? %mbil buah kelapa ah ### 6 Baru saja ia bangkit berdiri, mendadak sebentuk arus panas dan kuat disertai rasa perih menjalari sekitar perut# 6%duh ### $elaka! 9angan-jangan buahnya bera$un!7 kata si 9alu sambil memegangi perut# Saat ia menekan perut, tiba-tiba saja sepasang matanya bagai dijalari sengatan petir# 6%ahhh ### 6 jerit si 9alu sambil memegangi dua matanya# Setelah mata, gantian ba&ah pusarnya, tepat dimana pilar tunggal penyangga langitnya berada, kini terasa panas membara bagai di godok dalam kuali# 65uaa ### 6 2ali ini jeritan si 9alu semakin keras C semakin keras dan semakin keras terdengar, seolah beusaha memenuhi seluruh ruangan dengan jerit lengking kesakitan# Sebentar kemudian, seluruh tubuh si 9alu merasakan sakit yang terus menjalari seluruh jalan darah di dalam tubuh# .asa panas bagai di panggang api serta sekujur tubuh bagai dihujani sengatan halilintar datang

silih berganti# Si bo$ah buta betul-betul mengalami siksaan yang berat# +ebih berat dari kebutaan yang ia alami! Suara teriakan keras diikuti dengan kelojotan tubuh yang berguling-guling kesana kemari memenuhi gua ba&ah tanah# Sementara itu diluar sana, saat matahari musim kemarau berada tepat di atas kepala, seleret $ahaya kilat datang silih berganti# Sratt! Sratt! Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali# Semuanya mengarah pada liang ular, lalu berkelok-kelok dan akhirnya menghujani tubuh 9alu yang saat ini sedang berkelojotan menahan sakit akibat makan buah tomat dan mentimun aneh# Drrtt! Drrtt! Semua orang bisa melihat kilatan itu dengan jelas, bahkan Suro 2eong dan Suro Bledek yang saat itu sedang menga&asi latihan silat antara 1ila Sa&itri dengan 2umala .ani pun ter$ekat melihat kilatan $ahaya putih di langit biru yang terang benderang# 6%pa akan hujan, ya?7 6,idak mungkin hujan!7 sela Suro 2eong# 6,api kok ada kilat di langit?7 6%ku juga tidak tahu#7 6!ni khan pertengahan musim kemarau, tidak mungkin terjadi hujan, Paman!7 kata 2umala .ani, sambungnya 6 ### ke$uali kepepet! 5i-hi-hi!7 6Maksudmu ### hujan di musim kemarau begitu?7 seloroh Suro 2eong, menimpali $anda 2umala .ani# 2ilatan $ahaya di langit hanya terjadi sebentar, setelah itu langit kembali bersih dan matahari semakin garang meman$arkan sinarnya# 6Bledek, apa kau menghitung berapa jumlah sambaran kilat barusan?7

69ika tidak salah hitungan sekitar sembilan kali#7 kata Suro Bledek# 6Benar! Sembilan kali tepat! ,idak lebih dan tidak kurang!7 u$ap Suro 2eong, mantap# 6Memangnya ada apa dengan sambaran kilat sembilan kali? 2ukira tidak ada yang aneh?7 6%ku masih ingat dengan perkataan mendiang guru kita# 9ika di langit mun$ul sambaran kilat sebanyak sembilan kali, itu artinya ada orang yang berhasil menguasai !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" dengan sempurna#7 6%pa? !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" yang legendaris itu?7 6Benar!7 6Maksudmu sempurna ### itu tingkat ke sembilan?7 6,epat! ,ingkat ke sembilan!7 tegas Suro 2eong, lalu bergumam lirih, 6,api ### siapa orangnya yang bisa menguasai ilmu langka itu?7 0i dalam gua ba&ah tanah ### Begitu sambaran kilat ke sembilan menerjang tubuh 9alu, sebuah lengkingan keras terdengar# Bahkan lengkingan kali ini lebih besar dari sebelumnya# 6%aaaaahh ### 6 ,ubuh ke$il itu kembali tersentak-sentak bahkan lebih keras dari sebelumnya dan ketika sampai pada titik kekuatan yang dimilikinya ### !a pingsan! Bagaimana pun juga, ia masih seorang bo$ah# Sakit atau pun derita tampaknya akan selalu membayangi perjalanan hidup bo$ah buta yang dibesarkan di oleh laut, tepatnya di Gua *alet# Sepanjang ia mengarungi samudra kehidupan selain kakek neneknya yang paling menyayangi dirinya, sudah ratusan bahkan mungkin ribuan orang men$a$i-maki dirinya dengan segala bentuk umpatan yang menusuk perasaan# Gelandangan-lah, pengemis-lah, si buta-lah, atau apalah sebutannya, ia terima dengan lapang dada# 9ustru dengan adanya $a$i maki itulah yang membentuk dirinya menjadi bo$ah bermental baja, berkemauan kuat dan pantang menyerah# Semua itu tidak lepas dari jasa baik ,ombak ;tara ,ongkat Selatan yang mendidiknya sedari ke$il# 8a$i-maki bagi 9alu merupakan $ambuk yang bisa menguatkan semangatnya untuk bisa maju# Baginya putus asa adalah dosa, sebuah perbuatan yang tidak bisa diampuni!

Meski ia mengalami siksaan lahir yang kuat dan menyakitkan, sebisa mungkin ia bertahan dengan sekuat tenaga# Sebisa mungkin hingga titik kekuatan tertinggi yang bisa ia raih# Saat ia mengalami siksa derita sehabis makan buat tomat dan mentimun aneh, sekuat mungkin ia bertahan dari serangan yang bertubi-tubi# 4ang namanya laut saja ada pantainya, seperti halnya 9alu Samudra, kekuatan yang dimilikinya juga ada batasnya# Pada sengatan kilat ke sembilan, ia akhirnya kalah juga# 9i&a dan raganya ambruk, takluk oleh kekuatan alam yang maha dahsyat# 9ustru karena ia makan tomat dan mentimun aneh itulah yang sebenarnya merupakan keberuntungan tidak terduga bagi si 9alu# Siksaan raga dan batin hanyalah proses penyatuan sepasang buah 1aga 2ilat dan Bibit Matahari ke dalam tubuhnya# Setelah penyatuan berakhir, maka berakhir pula siksa derita yang dialami si 9alu# ,anpa disadari sendiri oleh si 9alu, bah&a dalam dirinya kini bermukim dua kekuatan hebat yang bersumber dari 1aga 2ilat dan Bibit Matahari, dimana dengan penyatuan dua benda langka itu bisa menumbuhkan sebentuk kekuatan ajaib, yang oleh kalangan tokoh-tokoh persilatan disebut sebagai ### Mata Malaikat! ,idak ada satu pun tokoh persilatan yang bisa menemukan bagaimana bentuk asli dari Mata Malaikat# Semuanya masih dalam bentuk praduga# %da yang mengatakan sebuah ilmu sakti, ada pula yang menyebut benda langka, bahkan terakhir kabar terdengar ada yang menyebut sebuah kitab pusaka# 1amun, jsutru seorang bermata buta yang tidak kenal sama sekali oleh tokoh silat mana pun, berhasil mendapatkan apa yang disebut sebagai Mata Malaikat dengan sempurna! Padahal sebenarnya, yang dimaksud dengan Mata Malaikat adalah !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" tingkat sembilan! Mungkin dinamakan sebagai Mata Malaikat karena siapa saja yang terkena ilmu ini, tubuhnya langsung berasap dan akhirnya mati dengan tubuh menghilang, seperti halnya malaikat yang bisa datang dan pergi bagai asap# !lmu ini pernah dimiliki oleh pasangan tokoh putih dari Partai Pengemis dari %liran .aja&ali ,erbang pada masa lima ratus tahun silam, yang dijuluki sebagai 0e&a Pengemis dan 0e&i Binal Bertangan 1aga, yang konon kabarnya istri si 0e&a Pengemis merupakan putri tunggal aliran Partai Pengemis 'Gai Bang) dari 0aratan ,iongkok# Pada saat lima ratusan tahun silam hingga sekarang ini, Partai Pengemis dibagi menjadi tiga aliran yaitu ,ongkat 0e&a, 1aga Perak dan .aja&ali ,erbang, dimana setiap aliran memiliki memiliki 2etua %liran yang dipilih berdasarkan tataran ilmu kesaktian dan budi pekerti luhur# ,idak ada 2etua ,unggal dalam Partai Pengemis ini, sebab meski sama-sama dalam golongan pengemis, mereka tetap menghormati satu sama lain# Barulah pada masa 0e&a Pengemis-lah, tiga Partai Pengemis disatukan dalam satu &adah dengan tiga aliran masing-masing# 0e&i Binal Bertangan 1aga yang &aktu itu sedang terluka parah akibat kapalnya han$ur di hantam badai, kemudian di tolong 0e&a Pengemis muda dan akhirnya saling jatuh $inta kemudian mengikat diri sebagai pasangan suami istri# 0ikarenakan kondisi luka yang tidak memungkinkan untuk belajar ilmu silat dalam tiga empat tahun ke depan, dua kitab sakti aliran

aliran Partai Pengemis 'Gai Bang) diberikan pada 0e&a Pengemis untuk dipelajari, dimana si suami yang pada &aktu itu sedang getol-getolnya mempelajari ilmu silat# !tulah sebabnya, mengapa 0e&a Pengemis hanya bisa menguasai tingkat tiga !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" dari leluhur aliran Pengemis yang diketemukan se$ara tidak sengaja di suatu tempat ba&ah tanah# Meski baru men$apai tingkat ke tiga dari !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari", tapi sudah bisa membuat 0e&a Pengemis disejajarkan dengan tokoh-tokoh tingkat atas dan dianggap memiliki ilmu sakti tersebut, sebab dari kedua matanya bisa mengeluarkan kilatan $ahaya yang bisa menghan$urkan apa saja termasuk tubuh manusia yang tersentuh akan berubah menjadi debu# Sampai pada akhirnya, 0e&a Pengemis dan 0e&i Binal Bertangan 1aga menghilang dari per$aturan dunia persilatan lima ratus tahun silam, hingga sekarang ini tidak ada yang mengetahui tempat terakhir dari tokoh utama golongan pengemis tersebut# -o-o-

Si Pemanah Gadis Bab E Sembilan hari sembilan malam lamanya 9alu Samudra terbujur pingsan di tempat itu# Pakaiannya sudah $ompang-$amping, hangus di sana-sini# .ambut gundul plontos, andai seekor lalat hinggap disana pasti terpeleset saking li$innya# Pada hari ke sembilan, tubuh si bo$ah mulai terlihat bergerak-gerak# Saat ia membuka mata, tiba-tiba matanya terasa silau# 6;hh ### $ahaya apa ini? 2enapa silau sekali,7 katanya sambil memejamkan mata kembali# Setelah berkali-kali mengerjap-ngerjap mata menyesuaikan diri, akhirnya ia membuka kelopak mata# Begitu ia membuka mata, langsung terlonjak kaget# 6+ho ### sudah siang tho?7 Sebuah kata yang aneh terlontar dari mulutnya# ,entu saja siang hari, terang benderang begitu masa? di bilang malam? Goblok amat ni anak! ,iba-tiba ia menyadari sesuatu# 6!ni ### pasti tongkatku,7 katanya sambil memungut tongkat hitam#

!a pun melihat ke sekelilingnya# Semua terlihat jelas alias jelas terlihat# Bahkan sampai seberapa luas dan lebarnya gua ia tahu# Saat ia mendongak, dilihatnya beberapa kelela&ar bergelantungan di atassana # Beberapa selongsong kulit ular terlihat berserakan dimana-mana# 6,unggu dulu! %ku ### aku bisa melihat!7 gumamnya sambil mengangkat dua tangan di depan mata# 6,anganku pun bisa kulihat dengan jelas#7 ,iba-tiba ia berjingkrak-jingkrak seperti orang kesurupan# 68ihuy! %syiikkk!! %ku bisa melihat! %ku bisa melihat!7 katanya dengan keras# 6%ku tidak buta lagi! %syiikkk ### !!7 Benar-benar kamso alias kampungan tur ndeso! Makin lama lompatannya makin tinggi, dan hampir saja ia kepala botaknya benjol membentur atap gua, jika tidak dengan sigap men$engkeram tonjolan batu yang ada di depannya# 6;pss!7 2ress! Seperti meremas tahu, batu dinding gua itu langsung han$ur# ,entu saja tubuh telanjang 9alu langsung melun$ur ke ba&ah dengan deras# 9legg! Bless! Begitu menyentuh tanah, sepasang kaki bo$ah buta yang kini bisa melihat itu, langsung amblas setinggi lutut! 6*ah ### kok aku jadi hebat begini?7 0isentuhnya tanah didepannya dengan jari telunjuk kiri# Bless! ,anah langsung bolong bundar! 69ariku pun juga jadi hebat!7 seru 9alu girang, 6 ### kalau gini sih jadi mendadak sakti dong!7 Bukan mendadak dangdut, lho!

Pelan-pelan ia mengangkat kaki kiri keluar dari lubang, diikuti kaki kanan dikeluarkan pula# 69adi orang sakti susah juga, harus bisa mengatur tenaga biar tidak kele&ar takaran#7 keluhnya# Saat ia menunduk dengan maksud melihat bekas injakan kaki, si 9alu terlonjak kaget# 6*uaaa ### kok bisa gedhe begini?7 ,entu saja ia kaget, sebab ia melihat pilar tunggal penyangga langit miliknya menjadi panjang mendekati pusar dan berukuran lumayan besar, sedang berdiri tegak menantang mengajak perang# 0engan gemetar, ia mulai menyentuh pilar tunggal penyangga langit, dan disentilnya pelan# 6Benar-benar keras! %duh gimana nih ### kok tidak lemes-lemes juga?7 keluhnya, 62alau dilihat orang khan malu# 1tar pada bilang masa" kuda ekornya di depan?7 Begitulah ### sesorean 9alu Samudra sibuk dengan hal-hal baru# Mata melek, lalu adanya lonjakan tenaga dalam yang berubah ribuan kali lipat, hingga perubahan postur tubuh yang menjadi lebih kekar, bahkan kulit menjadi lebih liat dan kenyal# %dakalanya ia men$oba jadi orang buta dan berjalan dengan tongkat hitam sambil mengetuk-ngetuk tanah, bahkan dengan otak mesum ia membayangkan tubuh telanjang 2umala .ani yang sedang mandi# 0asar bo$ah piktor 'pikiran kotor)! Merembang malam, barulah ia bisa menyesuaikan dengan keadaan dirinya yang baru# Bahkan saat ia menemukan peti ke$il yang berisi beberapa pakaian, langsung dipakai meski kedodoran dimana-mana, tapi sudah dari $ukup membungkus rapat tubuhnya, terutama sekali pilar tunggal penyangga langitnya yang kini sudah kembali ke bentuk semula, meski saat tertidur terlihat gedhe juga dan rasanya berat di depan# 0i sudut gua, ia menemukan sebuah pan$uran air dengan kolam jernih# Beberapa ekor ikan tampak berlalu lalang di kolam itu# +alu ia menuju dimana beradanya sebuah peti ke$il dan dari dalam peti ke$il ia mengeluarkan satu jilid kitab yang terdiri dari tiga bab, terus berjalan ke pinggir kolam, lalu duduk un$ang-un$ang kaki di tepi kolam# Pada sampulnya ia memba$a tulisan ja&a kuno yang berbunyi ?2itab 0e&a 0e&i 0iperuntukkan Bagi 4ang Berjodoh? sedang diba&ahnya tertulis ?Buah $inta 0e&a Pengemis kepada 0e&i Binal Bertangan 1aga"! 6%pa aku berjodoh dengan kitab ini, ya?7 renungnya setelah ia memba$a sampul kitab# +alu pada lembar kedua, berisi sebuah tulisan yang $ukup panjang#

Muridku, 9ika kau bisa memba$a tulisan ini, berarti kau sudah lulus ujian yang kami berikan! 6;jian? Memangnya tadi ada ujian?7 pikirnya# 9ika muridku laki-laki, haruslah berumur diba&ah dua belas tahun dan jika seorang gadis haruslah berusia diba&ah sebelas tahun# ;ntuk mempelajari kitab ini, yang laki-laki terlebih dahulu harus selamat dari siksaan sambaran 1aga 2ilat dan dipanggang panasnya Bibit Matahari, sedang yang gadis harus selamat dari dinginnya 2abut .embulan# 0ua buah 1aga 2ilat dan Bibit Matahari diberikan khusus hanya laki-laki sedangkan dua butir 2abut .embulan yang berukuran besar hanya boleh diberikan kepada seorang gadis# 2eliru memakan dua jenis benda langka akan mengubah ji&a laki-laki menjadi berji&a perempuan dan berji&a perempuan menjadi ji&a laki-laki# !ngat baik-baik pesanku ini, muridku! 69adi yang berbentuk bulat besar seperti kelapa gading itu namanya 2abut .embulan# *ah ### untung aku tidak rakus kemarin! 2alau kumakan seluruhnya ### 5iiih! Makan Buah 1aga 2ilat dan Bibit Matahari saja sudah seperti ini, kalau sekalian kumakan 2abut .embulan, kayak apa aku ya jadinya?7 gumam 9alu sambil bergidik ngeri# 6Mungkin dinamakan ban$i kali ya?7 Bisa dibayangkan laki-laki seperti dia memiliki payudara yang besar lengkap dengan pilar tunggal penyangga langit panjang dan besar# 9alu Samudra melanjutkan dengan membuka lembaran kedua# Muridku, %kibat dari dua buah 1aga 2ilat dan Bibit Matahari akan memun$ulkan ,enaga Sakti 2ilat Matahari yang jumlahnya sembilan tingkat# Siksa derita ini harus bisa kau tahan hingga sampai pada sambaran ke sembilan, jika kurang dari sembilan sambaran dan kau sudah jatuh pingsan, maka ,enaga Sakti 2ilat Matahari hanya bisa dikuasai sampai tingkat dua setengah# Sama halnya jika tidak kuat dengan dinginnya 2abut .embulan# 6Perasaan ### kemarin aku tersengat sambaran kilat sembilan kali berturut-turut# ,api entahlah ### mau tingkat dua setengah atau sembilan kek, itu bukan urusanku,7 katanya mantap, lalu ia melanjutkan memba$a# 9ika kau tidak tidak menelan buah 1aga 2ilat, Bibit Matahari atau pun 2abut .embulan, jangan harap bisa membuka dan memba$a kitab ini! Mati hangus tersambar kilat atau mati beku diserang kabut!

63oo### begitu rupanya! 9adi untuk bisa membuka dan memba$a kitab ibi, harus disiksa dulu# 2ejam amat yang buat kitab ini!7 gerutunya, 6 ### tapi, sekarang khan mereka berdua sudah jadi guruku# 1gga boleh mengejek guru dong, itu khan sama artinya mengejek diri sendiri#7 Pada bagian ba&ah terdapat tulisan yang terdiri dua baris saja# Seluruh isi kitab harus dipelajari semua! *aktumu hanya sepuluh tahun sejak kitab ini terbuka, dan untuk keluar hanya dengan $ara ikan menyusup ke kedalaman! 6%pa maksudnya?7 kata 9alu sambil membuka lembar berikutnya, 6Masa mempelajari kitab segini tebal harus sepuluh tahun? Mana $ukup?7 Pada lembar berikutnya tertulis, !lmu %smara Pemanah Gadis"! 6!lmu %smara Pemanah Gadis"? 1ama ilmu kok aneh begini?7 katanya sambil membuka lembar berikutnya# Begitu ia terbuka, langsung saja ia terperanjat kaget! 65uah! !lmu apa ini?7 serunya sambil memelototi gambar-gambar yang ada di depannya# Bagaimana tidak kaget, sebab yang namanya !lmu %smara Pemanah Gadis" berisi gambargambar hubungan intim antara pria dan &anita, dimana pada tiap jurus memuat penjelasan detil tentang tata krama dan tata tertib plus aneka trik hubungan intim yang unggul, dimana seluruhnya terdiri dari >- 9urus %smara Pemanah Gadis # 1ama-nama jurus juga ditampilkan dalam nuansa romantis# Benar-benar lengkap! 0i bagian kiri atas terdapat sederet tulisan ke$il yang berbunyi ?2arya $inta kasih 0e&i Binal Bertangan 1aga dan 0e&a Pengemis?! 6*ah ### kalau ilmu seperti ini sih ### tanpa disuruh pun aku juga mau belajar# 5e-he-he ### asyik juga jadi murid mereka berdua!7 ia berkata sambil membuka-buka lembar gambar yang ada, hingga tuntas seluruhnya# Bahkan jurus-jurus silat aneh yang intinya dari >- 9urus %smara Pemanah Gadis terpampang disitu# +alu ia membuka bab berikutnya, tepatnya pada halaman ke tiga puluh tiga# 0isana tertulis ?1F 9urus Panah 5a&a? dari %liran .aja&ali ,erbang karya 0e&a Pengemis, di ba&ahnya tertulis ?9urus ini merupakan gubahan terbaru dari >E 9urus ,ongkat Penggebuk %njing '0a Gou Bang Ga)" dari 0aratan ,iongkok serta seluruh inti ilmu silat 0e&a Pengemis!?#

69urus Panah 5a&a?7 kata lirih si 9alu, sambil mengamati posisi tangan dan kaki dari gambar yang ada di dalam kitab# Pada jurus pertama, tertulis ?telunjuk kanan menghadap ke langit, menghimpun tenaga kilat dan melontarkan ha&a matahari?# Begitu ia mengikuti petunjuk dan posisi seperti gambar, dimana jari telunjuk kiri menuding-nuding diikuti hentakan tenaga dari pusar mele&ati jari# Srett! 2eluar seberkas $ahaya putih berkelok-kelok dari jari telunjuk dan melabrak dinding di depannya, menimbulkan suara desisan keras# 8uss! Brull! 6*ah ### hebat! 0inding batu saja bisa berlobang,7 ujar si bo$ah kagum sambil mengamat-amati jarinya yang baru saja melepaskan 9urus Panah 5a&a" bagian pertama tanpa disadari# Begitu seterusnya, ia men$oba setiap jurus yang ada dalam 2itab 0e&a 0e&i itu# 5ingga pada halaman ke tujuh puluh, terdapat tulisan yang $ukup aneh bagi mata 9alu# 6,ulisan model rumput begini $ara ba$anya gimana?7 keluhnya sambil membolak-balik kitab# %kan tetapi terjadilah keanehan, begitu si 9alu membolak-balik kitab untuk ketiga kalinya, diba&ah tulisan rumput keluar tulisan lain yang berbunyi ?1F 9urus ,apak 1aga Penakluk '(iang +ong Shi Ba Dhang)?! 62itab ini pengertian sekali, $uma dibolak-balik saja bisa menterjemahkan tulisan yang tidak kumengerti#7 katanya sambil membuka-buka 2itab 0e&a 0e&i temuannya# Pada bagian akhir kitab, dimuat pula tata $ara bagaimana melatih !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" hingga tingkat ke sembilan# 6+ebih baik, aku latih dulu tenaga saktiku, biar bisa mengontrol dengan baik dan benar, tidak kelepasan seperti tadi#7 +alu bo$ah yang kini tidak buta lagi itu berlutut di tanah# 6Guru 0e&a Pengemis dan 0e&i Binal Bertangan 1aga, murid 9alu Samudra memberi hormat! Serta berjanji dengan sepenuh hati belajar dengan giat dan pantang menyerah#7 katanya sambil membentur kepala tiga kali ke tanah# 6Mohon ar&ah guru berdua merestui!7 %khirnya, dengan kesungguhan hati, 9alu Samudra yang berjodoh dengan 2itab 0e&a 0e&i mempelajari kitab itu dengan seksama# Bahkan !lmu Silat ?2epiting 2en$ana? yang di&arisi dari kakek neneknya digabung dengan !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" semakin terlihat

kehebatannya# 1amun, ada satu hal yang tidak bisa ditinggalkan oleh 9alu Samudra yaitu kebiasaan mengetuk-ngetukkan tongkat ke tanah seperti orang buta berjalan dan justru yang tidak disadari oleh si bo$ah, meski matanya bisa melihat seperti mata orang pada umumnya, bahkan mungkin lebih tajam, tapi bola mata si 9alu tetap ber&arna putih bersih# Mata orang buta! -o-o-

Si Pemanah Gadis Bab H 63rang-orang Gagak 8emani harus menerima pembalasanku! Gara-gara kalian, kekasihku mati!7 geram seorang gadis $antik berpakaian putih-putih sambil mengarahkan dua jari tangan lurus ken$ang diikuti dengan sentakan kuat ke depan berulang kali# Syutt! Syutt! 0arr! 0aarrr! 3rang-orangan dari tumpukan jerami langsung berhamburan diselimuti bau sangit menyengat saat sinar putih sepanjang satu tombak berha&a panas menerabas langsung# 9urus apalagi yang digunakan gadis $antik berpakaian putih-putih itu jika bukan !lmu Pukulan ,ombak %kherat", dan yang menguasai jurus maut itu selain Suro 2eong yang dijuluki si Pendekar ,ombak Putih, tentulah muridnya# 1amun, ternyata ia bukanlah murid resmi si Pendekar ,ombak Putih, tapi keponakan dari saudara seperguruannya yang bernama Suro Bledek, pemilik jurus ?Mulut Guntur?# Pada sepuluh tahun silam, dua murid Perguruan Gunung Putri yang tersisa yaitu 1ila Sa&itri dan 2umala .ani ditolong oleh Suro 2eong dan Suro Bledek dari keroyokan Sembilan Gagak Sakti, dan pada akhir pertarungan sembilan orang dari Perkumpulan Gagak 8emani harus melepas nya&a di tangan dua tokoh sakti itu, dimana yang satu orang justru terbunuh di tangan 9alu Samudra# 0elapan tahun sejak peristi&a maut itu, di saat 2umala .ani sedang berjalan-jalan dengan kekasihnya yang juga anak kepala desa yang bernama .aganata, mereka diserang orangorang Perkumpulan Gagak 8emani# 1amun kali ini .aganata yang berilmu silat pas-pasan harus meregang nya&a menghadapi satu orang saja dari Perkumpulan Gagak 8emani# 4ang pada akhirnya, sepuluh orang la&an 2umala .ani juga harus menyusul .aganata ke alam baka, sebagai bentuk balas dendam pada kekasih yang sangat di$intai oleh gadis $antik itu# 2umala .ani kemudian semakin tekun berlatih silat diba&ah bimbingan Suro 2eong, sedang kakaknya 1ila Sa&itri yang saat itu baru saja menikah dengan seorang pendekar muda .angga *uni yang berjuluk Pedang 1aga Perkasa juga menimba ilmu pada Si Mulut Guntur, sehingga pasangan suami istri itu masing-masing menguasai jurus Mulut Guntur"# 9ika .angga *uni

hanya men$apai tingkat enam justru 1ila Sa&itri berhasil menembus tingkat delapan# Sekarang pasangan suami istri itu menghuni pun$ak Gunung 1aga yang bersebelahan dengan Gunung Putri dan mendirikan sebuah partai persilatan yang bernama Partai 1aga +angit# Mendengar bah&a kekasih adiknya te&as di tangan orang-orang Gagak 8emani, membuat 1ila Sa&itri naik pitam# Beruntunglah bah&a suaminya dengan sabar memadamkan kemarahan istrinya, karena memang belum &aktunya mereka menggempur Perkumpulan Gagak 8emani yang telah membunuh .aganata dan juga menghan$urkan Perguruan Gunung Putri# 6.ani! 9ika ji&amu dalam kondisi tidak tenang, !lmu Pukulan ,ombak %kherat" hanya ber/ungsi setengah saja,7 seru seorang yang berjalan dengan lambat-lambat menghampiri si gadis# 6Paman!7 6Bagaimana pun juga, kau sudah kuanggap sebagai anakku sendiri, .ani!7 kata Suro 2eong sambil mengelus pelan rambut 2umala .ani yang saat itu berdiri dengan napas memburu, 6%pa kematian .aganata masih terus membayangimu?7 2umala .ani hanya terdiam# ,idak berkata berarti benar# 6Saat ini ### dendam kesumatmu harus kau kubur ke dasar hatimu yang paling dalam# 9ika kau belum menguasai benar ji&amu, tingkat terakhir dari pukulan yang kau mainkan tidak bisa berjalan sempurna#7 kata Pendekar ,ombak Putih sambil mendekati orang-orangan dari jerami itu, 6+ihat buktinya! Seharusnya kau bisa menghanguskan seluruh bagian orang-orangan ini dengan ilmu itu, tapi pada bagian ba&ah masih utuh, tidak tersentuh sedikitpun ha&a pukulanmu#7 sambungnya sambil menunjuk bagian ba&ah orang-orangan jerami# 2umala .ani hanya menunduk lesu# 69ika kau ingin bisa segera membalas dendam, hilangkan dulu ha&a amarahmu#7 kata Suro 2eong kemudian# Gadis $antik berbaju putih segera menghela napas dalam-dalam, lalu dihembuskan dengan pelan melalui hidung dan mulut# Sebentar kemudian ia sudah merasa tenang kembali# 6Bagus!7 seru Suro 2eong, 68oba kau ulangi jurus pukulan tadi#7 2umala .ani mengarahkan dua jari tangan lurus ken$ang diikuti dengan sentakan kuat ke depan# Sinar putih sepanjang satu tombak berha&a panas menerabas langsung dengan $epat# 2ali ini sinar putih itu lebih $epat dan lebih berbahaya dari sebelumnya Syutt! Syutt! Blub! 9darr!

3rang-orangan yang sebelah kiri yang masih utuh langsung han$ur berhamburan diselimuti bau hangus menyengat# Plok! Plok! 62au betul-betul hebat, .ani!7 seru seseorang dengan suara keras# Siapa lagi jika bukan Suro Bledek, Si Mulut Guntur! 62ekuatan seperti itulah !lmu Pukulan ,ombak %kherat" yang sejati!7 kata Suro 2eong membenarkan u$apan Suro Bledek# 6Gunakan dengan ji&a tenang, maka tenaga yang terpan$ar justru semakin mantap dan berbahaya#7 6,erima kasih atas nasehatnya, paman berdua#7 kata 2umala .ani# 65ari sudah sore, lebih baik kau mandi sana# Baumu sudah sampai disini,7 kata Suro 2eong sambil memen$et hidung betetnya# 6Siapa tahu saja ada perjaka tampan yang bisa memikat hatimu jika sudah mandi bersih#7 6%h ### Paman bisa saja#7 2umala .ani segera masuk ke dalam rumah dan keluar lagi dengan sebuah buntalan berisi baju dan $elana# 62au mau kemana?7 tanya Suro Bledek, heran# 6Mau mandi sekalian men$u$i di danau#7 6,api di danau khan ada ularnya?7 6Pukul saja dengan ,ombak %kherat, khan beres#7 seru 2umala .ani dari kejauhan# 63oi ### ilmuku bukan untuk membunuh ular!7 seru Suro 2eong# 6Biarin!7 2umala .ani sudah menghilang di kelokan yang ada di ujung jalan# 6Bo$ah itu makin lama makin bandel saja#7

6+ha memang siapa gurunya? 2han kau juga!7 6<ee ### memangnya kau juga bukan gurunya?7 6Bukan! %ku khan gurunya kakaknya, bukan gurunya adiknya!7 elak Suro Bledek# 65uah-ha-ha-ha!7 2eduanya langsung terta&a terbahak-bahak# <ntah apanya yang lu$u, pokoknya terta&a! -o-o-

Si Pemanah Gadis Bab F 2umala .ani berjalan dengan $epat menuju danau yang telaknya di tepi hutan# Sejak ditemukannya bangkai ular raksasa dan mayat sejumlah sembilan orang pada sepuluh tahun silam, sampai sekarang tidak ada lagi penduduk yang berani lagi men$u$i apa lagi sampai mandi di danau itu# 9angan kata $uma $u$i muka, mau $u$i kaki saja penduduk desa tidak ada yang berani, andai le&at sekitar danau saja mereka langsung lari sipat kuping# 5ingga sekarang hanya 2umala .ani yang berani mandi dan men$u$i di danau, bahkan sang kakak sendiri, 1ila Sa&itri pilih mandi di rumah dari pada harus berjalanlima belasan tombak untuk men$apai danau bening# 5abis mandi bersih kok sudah berkeringat, itulah kata yang selalu dilontarkan oleh 1ila Sa&itri pada .ani# Sebentar saja, 2umala .ani sudah berada di tempat kesukaannya, sebuah $erukan batu yang $ukup dalam dengan lebar tiga kali tiga tombak serta kedalaman dua tombak lebih sedikit# 8ukup besar dan dalam untuk mandi dua belas orang sekaligus# ,empat itu menjadi rindang di ba&ah naungan pohon trembesi raksasa# 0i kiri kanan terdapat pohon-pohon perdu dan batubatu besar yang memang sengaja di susun gadis itu untuk meletakkan pakaian atau tempat $u$ian# Sebenarnya tempat itu adalah tempat dimana sepuluh tahun yang lalu ia mandi pertama kali di danau itu dan disana pula ia hampir mati jika tidak ditolong seorang bo$ah buta bernama 9alu Samudra# %kan tetapi kali ini, tempat /aIorit 2umala .ani sudah ada orang yang senang asyik duduk di atas batu sambil un$ang-un$ang kaki yang dimasukkan ke dalam air# Seorang pemuda!

,entu saja 2umala .ani terkejut saat melihat seorang pemuda berbaju biru laut duduk membelakangi dirinya, bahkan sampai berani menduduki &ilayah kekuasaannya"# %ndaikan ia masih seperti sepuluh tahun yang lalu, pasti pemuda kurang ajar itu sudah babak belur dihajarnya# 6Siapa pemuda itu?7 pikir .ani sambil berjalan sedikit memutar ke kiri untuk melihat &ajah si pemuda# 6%neh ### kenapa ia tidak bereaksi ya?7 pikirnya lagi setelah bisa melihat sebagian &ajah pemuda yang tertutup rambut gondrong, 65emm ### tampan juga# 2ulitnya lumayan bersih, dan dari sini ### ,erlihat ma$ho dan jantan, tapi ### kenapa memejamkan mata? %pa ia sakit mata atau ### sedang menikmati sejuknya udara sore?7 2umala .ani menggeser langkah sedikit ke kiri# 2ini jarak mereka berdua hanya satu tombak lebih sedikit# 62enapa aku jadi deg-degan? Seperti maling ketangkep basah saja,7 pikirnya# Bersamaan dengan angin le&at, pemuda itu membuka sepasang bola mata, 2umala .ani langsung terkaget-kaget# 6Matanya putih!7 pekik .ani, tapi $uma dalam hati# 6!a ### buta!7 .ani berjalan mendekat# 2ini jaraknya tinggal setengah tombak dari si pemuda buta yang sedari tadi hanya diam membisu# 2embali 2umala .ani tersentak kaget untuk kesekian kalinya saat pandangan matanya menatap sebentuk tongkat hitam dengan bentuk aneh tergeletak begitu saja di samping kiri si pemuda, tongkat itu mirip dengan tongkat yang pernah menolongnya sepuluh tahun yang lalu, di tempat ini pula# ,ongkat hitam milik 9alu Samudra! 62enapa $uma diam saja? 2ayak maling saja kau ini,7 kata si pemuda lembut# Saat si pemuda menoleh, seulas $engiran kuda terukir di kedua sudut bibir si pemuda# 63hh ## $engiran itu? 0ia ### mirip sekali Si 9alu!7 pekik 2umala .ani, yang berkali-kali hanya diteriakkan dalam hati# 62au ### Si 9alu?7 tanya 2umala .ani sambil berjalan mendekat#

6Sepertinya aku pernah mendengar suaramu#7 kata si pemuda sambil tetap memasang $engiran khasnya# 64a ### suaramu ### suaramu! 2au memang si 9alu!7 seru .ani dengan senang# Si pemuda gantian yang kaget# 6Bagaimana kau tahu namaku?7 tanya si pemuda yang disebut si 9alu# 6Masih ingatkah kau dengan seorang gadis ke$il yang mandi di danau lalu ### 6 6+alu ada seekor ular besar yang hampir men$aplokmu, kemudian tongkat hitam ini yang mengemplang mampus ular itu#7 6,epat sekali!7 69adi ### kau ini 2umala .ani?7 tanya si pemuda yang tak lain adalah 9alu Samudra# 6!tu juga tepat!7 kata 2umala .ani yang entah kenapa ia senang sekali berjumpa dengan pemuda buta itu setelah sepuluh tahun tidak ketemu# %khirnya ### dua orang yang dulu bagai anjing dan ku$ing saling bertukar $erita sambil duduk bersebelahan# 9ika 2umala .ani ber$erita blak-blakan, justru 9alu Samudra menyembunyikan semua kenyataan yang terjadi pada dirinya# Bahkan saat ia keluar dari dalam perut bumi setelah sepuluh lamanya ia jadi manusia ular di dalam sana dan akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh isi 2itab 0e&a 0e&i milik 0e&a Pengemis dan 0e&i Binal Bertangan 1aga yang se$ara tidak langsung menjadi gurunya, ia lalu men$eburkan diri ke dalam kolam, berenang mela&an arus ke atas dan pada akhirnya ia sampai di ujung selatan danau itu tepat malam hari# 9adi ### ia sudah berada di danau itu sehari semalam, bahkan sempat bermalam di atas pohon trembesi yang masih berdiri kokoh di tempat itu# 6Pantas ### &aktu aku $ari-$ari yang kutemukan $uma sobekan bajumu di atas liang ular, kukira kau sudah menjadi santapan ular di ba&ah sana,7 kata 2umala .ani sambil menatap tajam &ajah pemuda tampan di hadapannya# Selama ini 2umala .ani tetap beranggapan bah&a 9alu Samudra yang tampan itu masih buta seperti sebelumnya, dan lu$unya lagi si 9alu sendiri malah lupa mengatakan pada gadis $antik bertubuh aduhai dengan bongkahan daging kenyal putih mulus di dadanya bah&a ia bisa melihat dengan jelas segala ma$am benda di dunia ini# ,entu saja &ajah $antik dan tubuh mulus gadis itu juga tidak terle&atkan# Buta melek, itulah istilah yang pas untuk kondisi 9alu Samudra saat ini!

2umala .ani perlahan-lahan ia melepas baju atasnya di depan 9alu# ,entu saja pemuda itu terlongong bengong melihat perbuatan si gadis $antik# 6%pa yang kau lakukan?7 6%ku melepas baju#7 6;ntuk apa melepas baju? 2au kepanasan?7 6%ku mau mandi# Bodoh benar kau ini!7 6Mau mandi? 1ggak salah, nih? ,api aku kan ada di depanmu#7 kata 9alu dengan sambil menatap ke arah .ani# 61tar kau marahin seperti dulu lagi?7 6Biarin aja#7 kata .ani sambil menggulung baju putihnya# Saat ini gadis $antik itu masih mengenakan kutang putih tipis, hingga tidak bisa menutupi gumpalan daging segar montok putih mulus yang penuh seakan hendak melon$at keluar dengan ujung-ujung $oklat kemerahan terbayang# ,erlihat sekali kalau kutang putih tipis itu tidak sanggup memuat isi dada 2umala .ani# 6%ku kan bisa melihatmu mandi!?7 u$ap 9alu dengan jakun turun naik# Bagaimana tidak turun naik, benda bulat padat menantang itu hanya sejarak satu jangkauan tangan saja# 65ih-hi-hi, kamu khan buta ### jadi aku telanjang bulat di hadapanmu pun kau tidak akan bisa melihatku,7 kata 2umala .ani sambil melepas jarik yang melingkar di pinggang# 6Silahkan saja kau bayangkan diriku yang sedang mandi telanjang bulat! %ku tak bakalan marah!7 Srett! 2ini terpampanglah paha indah milik 2umala .ani lengkap dengan segala ma$am perabot yang sebelumnya tertutup rapat, termasuk pula pantat besar dan membulat# 2ejutan sering dialami oleh 9alu Samudra, tapi kejutan kali inilah yang paling mengejutkan seumur hidupnya# Melihat gadis $antik dengan sukarela telanjang bulat di hadapannya! 6Benar-benar sinting, ni anak,7 pikir 9alu Samudra dengan mata jelalatan memandangi tubuh mulus dan dada padat 2umala .ani#

62au benar-benar mau mandi?7 tanya 9alu Samudra saat melihat gadis itu melepaskan kutang putih tipis yang menutupi sepasang dada montok putih mulus itu# ,uiing! Sontak, buah dada montok putih mulus tergelar bebas di depan mata pemuda bermata putih# Benar-benar bulat-bundar sempurna! Sosok 2umala .ani yang tinggi langsing dengan kulit putih bersih dihiasi sepasang bukit kembar bulat montok, ken$ang dan padat menantang dengan ujung-ujung &arna $oklat kemerahan di tengah-tengah, tidak menggelantung seperti payudara gadis umumnya, tapi benar-benar berada pada posisi yang pas dan sempurna dilengkapi rambut kepala hitam legam panjang tergerai sampai punggung dibiarkan lepas bebas# Belum lagi dengan muka bulat telur serta bibir tipis kemerahan plus dada membusung ken$ang menambah pesona ke$antikan 2umala .ani# ,entu saja setan-setan burik di belakang 9alu mulai ngo$eh seakan memberi aba-aba, ?sikat saja meen! 0ah di depan mata tuh"! Saat si gadis melepas perlahan-lahan benda ke$il yang menutupi gerbang istana kenikmatan lengkap dengan hutan belantaranya, sudah membuat si 9alu menelan ludah saking terkejutnya# .ani hanya tersenyum ke$il melihat si buta tampan di depan turun naik buah jakunnya saat ia merapatkan pangkal paha putih mulus tanpa $a$at itu# 6Pendengaranmu tajam juga! Pasti dalam otak kotormu sedang membayangkan tubuhku, bukan?7 goda 2umala .ani# 6,ak perlu membayangkan ### aku sudah bisa melihatnya dengan jelas#7 65ihihi, dasar pemuda buta! ,ak mau melihat kelemahan diri sendiri!7 kata .ani sambil mengangkat ke dua tangan, bermaksud mengikat rambut panjangnya# ,entu saja sepasang buah dada montok gadis itu sedikit bergoyang dan terangkat naik, menimbulkan sebuah gerakan indah mempesona# 6.ambutmu tidak perlu kau ikat# 2au lebih $antik apa adanya begitu!7 saran 9alu Samudra pelan# 6Benarkah?7 u$ap .ani sambil menurunkan tangan, tidak jadi mengikat rambut panjangnya# 2umala .ani bangkit berdiri dengan bebas# ,entu saja gerakan tubuh gadis $antik padat berisi semakin membuat bara di dada 9alu Samudra semakin terbakar# Pelan namun pasti, pilar

tunggal penyangga langit miliknya mulai bereaksi# 2en$ang dan keras mengen$ang# 60uh, kenapa pilar tunggal penyangga langitku pakai ikutan bangun segala? 0alam posisi yang salah lagi,7 keluh 9alu Samudra sambil mengubah posisi duduknya# Byurr! ,ubuh telanjang 2umala .ani langsung terbenam ke dalam air# Bagai ikan, ia berenang kesana kemari di dalam sana begitu sampai di dasar danau buatannya, lalu dengan sedikit mengempos tenaga, ia melon$at ke atas# Brashh ### !! %ir bermun$ratan kesana kemari# ,ubuh mulus penuh tetesan air keluar setengah badan ke atas# 0engan menggerakkan sepasang kaki putihnya, gadis itu terlihat mengambang di air# Pemandangan indah itu tidak luput dari mata putih 9alu yang semakin nanar memelototi tubuh mulus si gadis# Sebersit sinar mentari sore lolos dari kepungan dedaunan, dan biasnya jatuh tepat di tubuh telanjang menggairahkan itu# 9alu kembali menelan ludah# Payudara 2umala .ani yang tegak membusung tampak semakin indah dalam $ahaya alami yang agak remang# 1amun yang pasti, 9alu Samudra yang jaraknya hanya setengah tombak dari tempat mandinya 2umala .ani bajunya langsung basah kuyup semua terkena $ipratan air# 65i-hih-hik! 9alu, kau masih membayangkan tubuh mulusku, ya? +ihat aja ### lehermu naik turun begitu!7 6<nggak perlu dibayangin#7 6%laaa ### nggak perlu mungkir deh ### 6 seru .ani sambil mengibaskan tangan kiri# Pratt! %ir kembali mun$rat, dan semakin membasahi baju si pemuda# kali ini si gadis berenang mendekat ke tepi $erukan yang agak dangkal, lalu ia tersenyum sambil berdiri di dasar batu hitam, membiarkan permukaan air hanya menyentuh bagian ba&ah kedua payudaranya# Mata gadis itu bersinar nakal, karena ia tahu 9alu Samudra sedang terperangkap oleh daya khayal tentang tubuh telanjang miliknya# 2edua puting payudaranya mengkilat oleh air dan kedua bukit putih mulus di dadanya menggelembung seperti mengajukan tantangan# 63ii ### kau mau membuatku jadi seperti ikan, ya,7 seru 9alu sambil mengusap air yang mengenai &ajah tampannya# 6Sekalian saja kau mandi disini# %irnya sejuk!7

6Mandi ### bersamamu?7 62enapa? ,idak mau?7 6Beneran nih?7

Si Pemanah Gadis Bab J Si gadis hanya mengangguk pelan# 1un jauh di dasar hatinya, ia merasakan sesuatu yang unik saat ber$akap-$akap dengan 9alu# 6%neh! Baru kali ini aku merasakan sesuatu yang lain# Sesuatu yang belum pernah kualami sebelumnya# Sepertinya 9alu begitu memikat di hadapanku meski ia buta# Menginginkan seorang pemuda mandi bersama? !ni hal aneh yang pernah kulakukan#7 pikirnya saat ia melihat si 9alu melepas pakaian biru dan $elana hitamnya# 6Sudahlah! Mungkin sudah saatnya aku membuka diri untuk pemuda lain#7 +alu sambungnya dalam hati, 6Meski ia buta, tapi tampan juga# 0ada bidang dengan postur tubuh yang tidak begitu kekar, dengan kulit bersih tera&at rapi# 0ia bukan pemuda malas yang biasa aku temui# 0an yang jelas ### dia pernah menyelamatkan nya&aku# 2alau $uma membiarkannya mandi disini, kukira tidak ada jeleknya# +agian ia buta sejak ke$il, sampai matanya $opot pun juga tidak bakalan bisa melihat tubuh indahku# %nggap saja ini sebagai balas budiku padanya#7 Saat itu si 9alu sudah dalam keadaan setengah bugil, baju dan $elana panjang sudah terlepas dan telah dilipat rapi, kini bersiap melepas $elana dalamnya, tapi ia ragu-ragu# ,entu saja keraguan itu dilihat oleh 2umala .ani# 6+epas saja, kenapa sih? %pa perlu kubantu?7 kata 2umala .ani sedikit nakal# +agi-lagi ia merasa aneh sendiri, 62ok aku berani ngomong begitu sih?7 pikirnya# 6%ku bisa sendiri, kok!7 kata 9alu Samudra, 6Beneran nih, mau ngajak mandi bersama? 1tar kalau kenapa-kenapa gimana?7 62enapa-kenapa gimana, maksudmu?7 Si 9alu hanya nyengir kuda sambil melepas $elana satu-satunya yang masih menempel ditubuhnya, dalam hati ia terta&a senang, 6.upanya mau liat punyaku? Boleh!7 Sementara itu, setan-setan burik di belakang si 9alu berteriak-teriak kesenangan# Begitu terlepas, mata .ani sedikit membelalak melihat benda yang tegak menantang di ba&ah

perut si 9alu# Pilar tunggal penyangga langit super jumbo! 6*ah ### gedhe banget!7 pekik 2umala .ani sambil menutup mulut, agar tidak terlalu terdengar oleh si pemuda, dalam hati ia berkata, 6Pilar tunggal penyangga langit 2akang .aganata kalah dengan milik si 9alu# %pa setiap orang buta memiliki pilar tunggal penyangga langit berukuran segitu?7 Si 9alu langsung terjun bebas# Byurr! Menimbulkan suara ramai yang mengagetkan beberapa burung di atas pohon sambil ribut men$i$it seperti segerombolan gadis marah-marah# %ir mun$rat kemana-mana, bahkan .ani sampai terpekik ke$il# Gadis itu berenang menjauh sambil terta&a ke$il, sedang 9alu bagai ikan menyusul dengan $epat di belakangnya# Bagaimana pun juga ia sejak ke$il tinggal dekat laut, berenang dan menangkap ikan adalah keahliannya, apalagi jika menangkap ikan $antik, tentu ia lebih ahli lagi! 0ua insan beda jenis pun mandi bersama, saling $anda dengan ke$ipakan air# %da kalanya tanpa sengaja tangan 9alu menyentuh buah dada sekal .ani, yang tentu saja gadis itu maklum karena beranggapan bah&a si pemuda benar-benar buta# Padahal yang sesungguhnya memang disengaja 'mumpung ada kesempatan) dan ada kalanya pula tangan .ani membalas menyenggol pilar tunggal penyangga langit si pemuda dari ba&ah air# 6Bagaimana kalau kita bertanding?7 kata 9alu sambil mengapung di air, dengan gaya tidur terlentang# Gadis itu kaget juga melihat gaya renang terapung begitu# 6Bertanding apa?7 tanya 2umala .ani dengan sedikit berdebar-debar, sebab memang baru kali ini ia mandi bersama seorang pemuda, meski pemuda itu buta sekalipun 'itu anggapan .ani lho ### !) 6%sal tidak bertanding mengapung saja,7 kata gadis itu kemudian# 6Bagaimana jika bertanding ### menyelam! Berani?7 6Siapa takut!7

6+alu apa hukuman bagi yang kalah?7 tanya 9alu# 6,entu saja yang kalah harus tunduk pada yang menang!7 60alam hal apa?7 60alam segala hal!7 timpal .ani $epat, tiba-tiba .ani menyadari bah&a ia salah kata# 6,ung ### 6 1amun terlambat! Blubb! ,anpa menunggu ja&aban, pemuda itu bagai kura-kura laut sudah menyelam lebih dulu ke dasar danau, lalu duduk manis di ba&ah sana dengan kepala mendongak ke atas# %palagi jika tidak memandang tubuh mulus si gadis dari ba&ah air! 6Brengsek benar dia! Mau meman/aatkan kesempatan dalam kesempitan,7 gerutu 2umala .ani, lalu mengambil napas dalam-dalam, terus menyelam ke dalam air# 62au sudah menyelam duluan, sedang aku belakangan# 2au pasti kalah!7 pikir 2umala .ani# Blubb! 2umala .ani bergegas menyelam ke dasar danau# Meski hanya sedalam tiga tombak, tapi tekanan air di tempat itu lumayan besar# 0an itu dirasakan oleh 2umala .ani# Gadis itu yakin dengan kemampuannya bertahan di dalam air, tentu saja dalam hal ini ha&a tenaga dalam yang dimiliki si gadis sangat berperan serta# Sepeminuman teh lamanya mereka berdua hanya duduk-duduk saja tanpa melakukan gerakan apa pun! 2umala .ani memandang tajam seraut &ajah tampan si 9alu, lalu dengan $uri-$uri pandang menatap pilar tunggal penyangga langit milik pemuda yang duduk di depannya# Selebar mukanya panas dan beberapa segelembung udara keluar tanpa sengaja saat ia membuka mulut# Blubb! 62urang ajar! 9alu benar-benar berhasil memikat hatiku! Perasaanku jadi tidak karuan,7 pikirnya sambil mengatur ha&a dalam tubuhnya# Sementara itu si 9alu tenang-tenang saja, sebab saat ini dirinya menggunakan salah satu jurus

dari 1F ,apak 1aga Penakluk" yang bernama !kan Menyusup 2e 2edalaman" '4u 4ue 4u 4uan) yang selain bisa digunakan sebagai jurus tapak, juga ber/ungsi kuat berlama-lama di dalam air, karena ia menggunakan napas pori-pori kulit# 8urang juga dia! 0ua peminuman teh telah berlalu# Pertandingan menyelam antara 9alu Samudra dengan 2umala .ani sudah mendekati detik-detik akhir# Seluruh rongga dada 2umala .ani sudah panas terbakar karena terlalu lama menahan napas di dalam air# Beberapa gelembung air sudah berhamburan keluar, melayang sebentar ke atas dan akhirnya ### Pyuss ### ! Pe$ah, membebaskan udara yang ada di dalamnya# Payudara putih mulus dengan ujung $oklat kemerahan semakin menggelembung padat# 5ingga pada titik kemampuan yang dimilikinya, gadis itu akhirnya menyerah kalah, dengan sigap ia melun$ur ke atas# Byar!! 65uah-hah-hah!7 2umala .ani megap-megap sambil berusaha mengatur napas# .ongga dada segera terisi udara segar# 1apas gadis $antik itu sudah pulih sebagian sambil melihat ke ba&ah# 62uat benar dia!7 2umala .ani dengan napas yang masih sedikit tersengal-sengal berenang menepi, dan duduk di atas batu besar yang menonjol, hanya kepalanya saja yang diatas air, sedang dari leher ke ba&ah masih terendam# Sepasang kaki indahnya sedikit terbuka dalam posisi ditekuk sedikit, sebab batu tempat duduknya hanya sedalam setengah tombak saja# Sambil memejamkan mata ia beristirahat akibat pertandingan menyelam yang melelahkan itu# 9ustru yang kelabakan sekarang adalah 9alu Samudra yang masih berada diba&ah dan yang paling senang tentu saja setan-setan burik di belakang sana yang langsung bersorak gembira# 6Brengsek! 0ia malah duduk menggodaku, sepertinya gerbang istana kenikmatan itu sengaja disediakan untukku,7 pikir 9alu sambil terus memandangi tubuh telanjang 2umala .ani terutama pada segundukan gerbang istana kenikmatan yang ada di atas sana# Pelan-pelan ia bangkit dari duduknya, lalu berenang pelan ke atas seperti kura-kura# Setelah dekat dengan sepasang betis indah .ani yang saat itu sedikit terpentang lebar, memperlihatkan sebentuk keindahan alami yang dimiliki para gadis# 2edua tangannya memeluk pelan paha

mulus dan bibirnya bergerak mendekati gerbang istana kenikmatan# Pemuda bermata putih melakukan sesuatu yang tak pernah ia lakukan sebelumnya# ,idak pernah di atas air, apalagi di ba&ah permukaan air! ,entu saja 2umala .ani kaget bukan alang kepalang, tapi hanya sebentar kemudian ia sudah mengerang lirih sambil memegang erat di kepala pemuda itu di ba&ah air# 2edua pahanya terkuak melebar ketika lidah pemuda itu melakukan apa yang biasa ia lakukan di mulut# +idah panas terus menjelajah nakal, semakin dalam dan semakin dalam# 2enakalan yang disukai 2umala .ani! 6;uhh ### ssst ### ahh ### nikmat sekali!7 keluh si gadis, dalam hati ia berkata, 6,idak kukira dengan $ara seperti itu aku bisa merasakan getaran nikmat yang menjalari seluruh tubuhku#7 9alu Samudra sanggup menahan napas di dalam air $ukup lama karena menggunakan !kan Menyusup 2e 2edalaman" '4u 4ue 4u 4uan)# ,etapi dengan kegiatan baru ini, ia butuh udara lebih banyak# 8epat-$epat ia mengatur ha&a di pori-pori kulitnya agar bisa mengambil udara yang ada di dalam air, lalu kembali ia melakukannya jurus bersilat lidah di dalam air# 2ali ini pemuda itu mempraktekkan !lmu %smara Pemanah Gadis" untuk pertama kalinya terhadap seorang gadis# Seluk beluk dan lekuk tubuh gadis yang tertera jelas di dalam 2itab 0e&a 0e&i dihapalnya dengan $epat, terutama pada bagian titik-titik kenikmatan yang bisa memanjakan seorang gadis, salah satunya adalah setitik benda bulat ke$il sebesar ka$ang yang ber&arna merah muda# Salah satu jurus ?%smara Pemanah Gadis? adalah jurus ,ikus Menggali +ubang", dimana jurus ini merupakan jurus rangsangan-pemanasan, tangan meraba-raba payudara sambil menjilat dengan lidah berlanjut hingga ke gerbang istana kenikmatan, namun jari tidak diperbolehkan masuk ke pun$ak gerbang kenikmatan, hanya menggesek-gesek lembut di sekitar atas pintu gerbang# Sesaat 9alu melakukan sesuatu dengan kedua bibirnya di ba&ah sana, sontak 2umala .ani mengerang lirih dan merenggangkan lagi kedua belah pahanya# !a ingin membuka diri selebar mungkin, karena rasanya ada sesuatu di dalam sana yang memerlukan sentuhan lembut tetapi $epat# 2umala .ani menggeliat sambil bertahan agar tidak merosot turun dari batu yang kini diduduki pantatnya! Suatu saat 9alu mengambil napas segar ke permukaan air# Mengambil na/as dalam-dalam sebelum tenggelam lagi didorong lembut tetapi setengah memaksa oleh bidadari $antik yang sedang bertahta di atas batu dalam air# Gerakannya semakin $epat dan semakin tangkas# 0an 2umala .ani merasakan titik pun$ak asmara datang se$epat kilat# ,ubuhnya menegangmeregang, lalu bergeletar ke$il dan berkali-kali# 63ooh!7 jeritnya sambil memejamkan mata erat-erat#

!a tidak mau terbangun dari mimpi indah ini! Sentakan-sentakan nikmat memenuhi sekujur tubuh gadis ini berputar dalam hitungan delapan, sembilan atau mungkin belasan kali#

Si Pemanah Gadis Bab 12umala .ani terus menggeliat untuk yang kesekian kalinya dalam pun$ak asmara yang berhasil didakinya dengan sempurna, sebelum membiarkan tubuhnya luruh, masuk ke air lagi sebatas leher# 6Gila!7 pikir pemuda ini dalam hati, 6Gadis ini $epat sekali men$apai pun$akasmara #7 ,api justru apa yang barusan dia lakukan benar-benar lebih gila# ,anpa permisi dulu meminta persetujuan si gadis, langsung serobot begitu saja! 0ua jenis manusia itu melanjutkan kegiatan saling menyalurkan kenikmatan raga&inya# %da saat-saat di mana .ani seperti sedang melun$ur $epat di pusaran air yang bergelora, terba&a arus entah ke mana, $epat sekali menggelandang di antara lika-liku kenikmatan yang diberikan se$ara jelas dan nyata oleh 9alu#%da saat di mana sang gadis bagai melambung di atas bolabola air, ada kalanya bagai melayang di atas a&an yang bergumpal-gumpal# Seluruh pori-pori tubuhnya dijalari rasa nikmat yang mun$ul bertubi-tubi ketika kulit mulusnya tersentuh, tertelusur, terjilat, tergigit, tersedot ### 63h ### !7 .ani sungguh tak pernah menyangka bah&a kendali dirinya bisa begitu $epat lepas# !a membiarkan saja 9alu Samudra men$iumi lembah dangkal di antara dua bukit sekal di dada, membiarkan tangannya meremas dan memilin bergantian di ujung-ujung bukit kembarnya# 0alam 2itab 0e&a 0e&i disebutkan salah satu kiat melakukan rangkaian jurusasmara tertinggi adalah rayulah, rabahlah, biarkan dia merintihlah saat bersetubuh# Menjilat dan biarkan dia menjerit men$urahkan isi hatinya?# 2ali ini si 9alu sudah mulai menga&ali langkah pertama! 9alu mendorong tubuh mereka berdua semakin ke pinggir, ke sebuah lokasi yang agak lapang beralaskan batu hitam datar# 0i situ 9alu men$oba melanjutkan dan menyempurnakan kegiatan mereka# 2ali ini pemuda murid tokoh sakti masa silam itu bersiap-siap melan$arkan jurus 1aga Bersalto 0i ;dara dimana si gadis berbaring terlentang, sementara si laki-laki menindih dan menyerang dari atas dengan pilar tunggal penyangga langit yang kokoh bagai batu karang#

2umala .ani terus mendesah, menggeliat, terlentang pasrah, dibiarkan pemuda tampan yang juga telanjang bulat itu mengangkat kedua lututnya, menguak sebentuk gerbang istana kenikmatan di antara kedua belah paha# 0engan lembut, ujung keras pilar tunggal penyangga langit itu mendekat, berusaha menyelusup masuk dengan pelan namun pasti# ,entu saja 9alu sedikit kesulitan# Sebab selain baru pertama kali, senjata pusaka miliknya terlalu besar untuk ukuran gerbang istana kenikmatan 2umala .ani yang sempit# Baru masuk ujungnya saja, .ani sudah meringis# 6;ghh ### 6 6Sakit ### ?7 6+anjut ### 6 bisiknya parau ketika terasa 9alu berhenti sejenak di tengah jalan# 9alu mendorong masuk lebih dalam# 63h ### !7 2embali 2umala .ani hanya bisa merasakan dirinya terbelah dua dari ujung ke ujung# 0an kembali pula 9alu mendorong masuk lebih dalam lagi# 2umala .ani menjerit ke$il dan menggigit pundak pemuda yang menindihnya# ,erasalah sudah seluruh batang kenyal itu di dalam gerbang istana miliknya, begitu besar dan panjang hingga bergetar menimbulkan rentetan nikmat di sepanjang dinding-dinding lembut bagian dalam istana# Sambil terus mendorong memaju-mundurkan pilar tunggal penyangga langit, bibir si 9alu memagut lembut bibir merah merekah .ani yang langsung menerima# +idah saling bertaut di dalam sana, menimbulkan getaran-getaran halus# Plukk! 8iuman si 9alu terlepas, bergerak turun menyusuri leher, terus turun ke pundak, bermain sebentar di gundukan daging kenyal yang tegak menantang, kemudian menyambar $epat pada ujung-ujung bukit yang $oklat kemerahan# 63ooh ### 6 keluh .ani# 6%ku tidak menyangka 9alu begitu pandai memanjakan diriku# ,idak seperti 2akang .aganata yang langsung tan$ap#7 keluhnya dalam hati sambil membuat perbandingan jurus-jurus asmara milik 9alu dengan mantan kekasihnya# 60ia benar-benar hebat! Benar-benar perkasa!7

Setelah selesai dengan yang kiri, si 9alu berpindah posisi ke yang kanan, sedang tangan kiri yang bebas segera melun$ur dan meremas, memilin bagian satunya, dada bulat menggairahkan! 6Sebentar lagi ### 6 bisik hatinya tidak karuan 6 ### sebentar lagi sempurna sudah ### 6 6+ebih $epat lagi ### 6 desah 2umala .ani# 6%hhhhh ### !7 .upanya gadis itu mendambakan gerakan-gerakan $epat mengagetkan# 5unjaman dalam hingga mampu membentur-bentur apa saja yang ada di dalam sana, kalau perlu tikaman tak kenal ampun# 69a ### lu ### 6 nama itu terlompat dari mulutnya yang terbuka terengah-engah# 2umala .ani sampailah sudah pada a&al untaian kematian ke$il yang nikmat itu# !a pejamkan mata erat-erat, berkonsentrasi pada luar-dalam yang terpan$ar kuat dari dalam gerbang istana kenikmatan miliknya yang menghadirkan kembali pun$ak-pun$ak asmara# 9alu semakin memper$epat gerakannya# Menambah daya serang# Meningkatkan kemampuan tertinggi dari jurus-jurus asmara, semuanya demi gadis yang sedang menggelepar-gelepar men$ari pelepasan birahi# 0emi menunduk .ani# 9alu semakin menggenjot sekuat tenaga# Srett! Srett! 0an juga ### karena sebuah kekalahan yang ditanggung gadis itu! .ani menjerit, mengeluh dan akhirnya ### menggeliat! 6%aaghh ###7 Begitu 2umala .ani menyelesaikan pun$ak asmaranya, pemuda itu mengubah posisi, dengan pilar tunggal penyangga langit masih terselip rapat di dalam gerbang istana kenikmatan 2umala .ani, si 9alu menggunakan jurus Monyet Bersilat", dimana posisi si gadis telentang dengan pinggang disanggah oleh si pemuda, lututnya didorong sedemikian rupa hingga menempel ke dada dan bagian punggungnya terangkat ke atas, sepasang betis diletakkan pada pundak si pemuda# 9ika pada gerakan a&al seperti jurus ?Monyet Bersilat? tapi pada posisi kaki ia menggunakan jurus ?Burung Meraung" yaitu jurus dimana si gadis berbaring dengan kaki diangkat, pria berlutut dan memasukkan pilar tunggal penyangga langit sampai ke daerah gerbang dalam istana yang gelap dan lembab# 9urus ini membutuhkan pengendalian diri yang sangat tinggi dan dalam hal ini, pemuda bermata putih itu justru sangat menguasai!

63oh ### apalagi yang ingin dilakukannya?7 pikir 2umala .ani# !a tersenyum saja sambil mengikuti kemauan si 9alu# Pada serangan pertama, 2umala .ani tersedak nikmat karena ujung pilar tunggal penyangga langit tanpa permisi langsung menghantam ujung dinding yang paling dalam# 65egh ### heghh ### mmmh ### !!7 Suara itu $ukup keras terdengar# 6Gila! !ni lebih nikmat dari yang tadi!7 pikirnya# Begitulah, sampai petang menjelang, entah sudah berapa kali 2umala .ani mendaki dan men$apai pun$ak asmara# 1amun anehnya, hingga sekarang ini si 9alu belum juga memuntahkan lahar panas miliknya sebagai titian pun$ak asmara seorang pemuda# 2eluhan dan lenguhan datang silih berganti baik dari mulut 9alu dan .ani# Saling pagut, saling lilit dan saling raba dilakukan oleh dua insan yang sedang berlayar di tengah samudra# 6+uar biasa! Sudah begini lama, ia masih bisa bertahan! Benar-benar pejantan tangguh!7 pikir .ani# 62akang .aganata pasti sudah jatuh tertidur sedari tadi#7 69alu ### 6 kata .ani di sela-sela lenguhan ke$ilnya# 6%pa?7 62au belum lelah?7 6Belum#7 ja&ab 9alu sambil tetap melakukan kegiatannya# ,angan kiri kanan meremas-remas benda kenyal 2umala .ani sedang pinggangnya bergerak maju mundur dengan $epat# 6%ku ada satu permintaan,7 kata 2umala .ani sambil memejamkan mata menikmati seranganserangan yang diterima ba&ah perutnya# 6%pa yang kau minta?7 62eluar ### kan ### 6 suara 2umala .ani terhenti karena 9alu melakukan serangan $epat membahana pada liang miliknya# 6 ## ooohh ## 6 6%pa ### 6

62eluarkan ### $airan ### keperkasaanmu di dalam sana ### aku sudah hampir sam ### pai ### sstt ### 6 .ani berkata sambil menggoyang-goyangkan pantatnya yang besar untuk menambah rasa geli-geli nikmat yang serasa mengaduk-aduk gerbang dalam istana# 62au yakin?7 68ere&et! 8epat lakukan perintahku!7 bentak .ani, karena saat ini ia sudah merasakan bah&a gelombang asmara akan datang lebih besar lagi dari sebelumnya dan ia ingin sekali bisa pada saat yang bersamaan si 9alu memuntahkan lahar panasnya# Si 9alu segera menarik mundur seluruh tenaga yang dipakai# Srepp! Begitu tenaga ditarik, ia mengganti dengan sebuah tarikan napas lembut, mengalir $epat mele&ati pori-pori ba&ah perut dan pada akhirnya sebuah denyutan kuat berjalan $epat dari ba&ah pusar ke ujung pilar tunggal penyangga langit# 6,erima ini, sayang!7 kata 9alu sambil memper$epat gerakan# 2umala .ani sampai tergun$ang-gun$ang, tapi justru inilah yang diharapkannya# !a pun semakin menggerakkan pinggul dan pantat lebih $epat ### lebih $epat! 6%aah ### hhh #### hehh ### ssst ### ugh ### 6 Bersamaan dengan itu pula, sebentuk denyutan $epat bergerak pada dinding-dinding gua, menjalar $epat menuju ke ujung# 0an akhirnya ### 9rass ### ! Sebentuk $airan panas menggelegak tersembur keluar diiringi dengan sentakan keras pilar tunggal penyangga langit hingga melesak ke dalam, menekan erat bagian terujung dari dinding dalam gerbang istana kenikmatan# 0an bersamaan dengan itu pula, 2umala .ani mengalami hal yang sama# Serr ### ! 8airan asmara meman$ar kuat, bertemu dengan lahar panas di dalam# Saling sembur dan saling semprot!

9ika tubuh si 9alu menegang sambil mendekat erat punggung si gadis hingga dada padat .ani menempel erat dada bidang si 9alu yang membuat pilar tunggal penyangga langitnya semakin dalam menekan ke gerbang istana terujung, lain halnya dengan 2umala .ani# ,ubuhnya melengkung indah ke depan dengan kepala mendongak ke belakang memperlihatkan sebentuk leher jenjang serta sepasang tangan melingkar kuat ke pinggang si 9alu, seakan dengan begitu, ia bisa memperdalam hunjaman pilar tunggal penyangga langit si pemuda# 0ada ken$ang gadis itu semakin membusung# 0elapan-sembilan helaan napas kemudian, tubuh mereka mulai melemas# 62au benar-benar pejantan tangguh, 9alu#7 kata 2umala .ani sambil berpindah posisi setelah gelombang asmaranya mereda# Mereka berdua beristirahat sambil berpelukan erat dimana kali ini posisi 9alu di ba&ah, sedang posisi .ani berada di atas 9alu, dan tentu saja pilar tunggal penyangga langit masih ter$engkeram erat di dalam gerbang istana kenikmatan# 6Mengapa kau katakan begitu?7 .ani pun mulai ber$erita tentang masa lalunya pada si pemuda yang telah memberikan berjuta-juta kenikmatan raga&i# 60ulu ### sekitar dua tahun yang lalu, ditempat ini pula aku serahkan milikku yang paling berharga pada 2akang .aganata, tunanganku# 2ami begitu berna/su melakukannya, dan setelah itu hanya keke$e&aan yang aku dapat# Belum pernah aku merasakan seperti apa yang aku rasakan saat bersamamu# .asanya beda jauh dan jauh beda#7 6Benarkah?7 .ani hanya mengangguk pelan, lalu ia merengkuh bahu si pemuda dan melumat bibir dengan lembut serta kaki sedikit di tekuk ke belakang# *ah ### rujak bibir nih! 6,api ### aku hanya merasakan satu keanehan di dalam sana#7 kata .ani setelah melepas pagutan panasnya# 68airan keperkasaanmu terasa lain#7 6Sebenarnya ### itu bukan $airan keperkasaanku, tapi ha&a keperkasaanku#7 65a&a keperkasaan?7 9alu Samudra mengangguk# 65a&a ini hanya sebuah saluran tenaga lembut, memang hasil akhir agak sedikit mirip dengan $airan keperkasaan tapi berbeda,7 kata 9alu, lalu sambungnya, 6 ### ha&a ini berasal dari tekanan udara yang diolah di perut, seperti mengolah tenaga dalam# ;ntuk meman$arkan ha&a

keperkasaan membutuhkan pengaturan tenaga yang tepat, tidak lebih dan tidak kurang# !lmu ini dinamakan jurus ?Perjaka Murni?!7 6%pa akibat dari ha&a keperkasaan itu?7 6,idak ada ### hanya rasa nyaman yang menjalari seluruh tubuh# 0an yang pasti ### kau tidak bakalan hamil gara-gara ha&a keperkasaanku!7 seru 9alu sambil meraih punggung si gadis, bibir ranum di depannya langsung dilumat dengan penuh perasaan# ,entu saja badan segar dengan buah dada sekal dan menantang langsung beradu keras dengan dada bidang si pemuda# Sementara mulut masih bertautan, 2umala .ani yang mengambil inisiati/ terlebih dahulu, segera ia menaik turunkan pantatnya dengan dengan dada terayun-ayun ke depan# 65emm ### jurus ini dalam !lmu %smara Pemanah Gadis" dinamakan ?2un$i Pusaka Menemukan +ubang Gerbang?!7 pikir 9alu sambil membalas lumatan bibir si gadis# 9urus ?2un$i Pusaka Menemukan +ubang Gerbang? adalah jurus dimana posisi pasangan duduk bersama dengan kedudukan gadis di atas kaki pria# 2aki sedikit direntangkan hingga kaki sang pria berada di ba&ah kaki sang gadis# 2emudian kaki gadis ditekankan ke perut pria agar pilar tunggal penyangga langit dapat digerakan maju mundur serta dapat keluar masuk gerbang istana kenikmatan dengan bebas# 6;hh ### 6 +enguhan dan desahan napas kembali terdengar di tepi danau# Suasana yang menjelang petang justru menambah keromantisan dua insan yang sedang dimabuk asmara itu# Melihat bongkahan daging kenyal putih mulus bulat indah dan menggairahkan dengan ujungujung $oklat kemerahan terayun-ayun bebas di depan mata, membuat 9alu semakin bersemangat# 5app! 0engan sebuah tangkapan mulut yang manis, ujung bongkahan daging sebelah kiri tertangkap mulut, sedang tangan kiri merengkuh pinggang ke depan dan tangan kanan dengan lembut meremas dan memilin benda menggairahkan itu le&at jurus ?Mematuk 2eras 0an Berputar .ingan Persis <lang Meme$ahkan 2ulit Gabah?# Sebentar kemudian, 2umala .ani kembali merasakan gelombang tinggi mendera gerbang istana kenikmatan dengan $epat# 6Ssst ### shhh ### 6 desisan terdengar saat gadis itu sudah berada di ambang pun$ak asmara#

0an ### 6%ahhh ### 6 0iikuti dengan sentakan-sentakan keras, gadis itu menekankan keras gerbang istana kenikmatannya dalam-dalam! ### tujuh ### delapan helaan napas berlalu# 2embali gadis itu terkulai untuk kesekian kalinya# 2ali ini dahaga raga&inya benar-benar terpuaskan# Setelah beristirahat sejenak, 9alu Samudra dan 2umala .ani membersihkan badan masing-masing, tentu saja diselingi dengan remasan dan pagutan-pagutan ke$il# Si Pe anah Ga!i" # Ba$ 11 Sebentar kemudian, mereka berdua telah berjalan berendeng menuju ke desa# ,anpa ketinggalan tongkat hitam 9alu kembali memerankan diri sebagai penunjuk jalan bagi si buta# +u$u juga, sudah bisa melihat dengan sempurna masih menggunakan tongkat penunjuk jalan# dalam hal ini si 9alu mempunyai pendapat sendiri# *aktu di danau, ia pernah sekali ber$ermin pada air# ,erlihat dengan jelas bah&a matanya meski bisa melihat dengan sempurna, tapi tetap ber&arna putih seperti orang buta, jadi tidak ada salahnya ia menggunakan tongkat itu# 4ang kedua, tongkat hitam itu adalah &arisan satu-satunya dari nenek baik hati yang mengasuhnya sejak bayi# dan yang terakhir, tongkat itu bisa digunakan sebagai senjata, dimana antara ujung ke ujung dikaitkan seutas benang tipis dari kulit ular yang banyak ditemuinya di gua ba&ah tanah# 9ika ditarik dan direntangkan dari tengah, akan membentuk sebuah busur yang kuat# Busur tongkat hitam digunakan untuk melengkapi ?1F 9urus Panah 5a&a? dari %liran .aja&ali ,erbang yang telah dikuasainya dengan sempurna, meski dengan kemampuannya sekarang, tanpa busur pun ia bisa menggunakan !lmu ?,enaga Sakti 2ilat Matahari? untuk membentuk ha&a panah dahsyat# Saat malam sudah merembang dan de&i malam sudah bertahta di atas langit, dua muda-mudi berjalan bergandengan tangan sambil bersenda gurau menuju ke sebuah pondok ke$il namun tera&at rapi# 0i kiri kanan tumbuh dengan subur tanaman pisang dan pepaya yang saat itu sedang ranum-ranum# ,entu saja kedatangan dua orang yang adalah 2umala .ani dan 9alu Samudra diketahui oleh dua laki-laki parobaya yang sedang duduk-duduk sambil menghisap rokok klobot# 4ang satu selalu terlihat bergerak lamban sambil membolak-balik sesuatu di tangan, sedang satunya terlihat terkantuk-kantuk menikmati sedapnya klobot yang kini tinggal beberapa hisapan lagi# Siapa lagi jika bukan Suro 2eong dan Suro Bledek yang saat itu sedang keheranan melihat kedatangan gadis $antik anak asuh mereka# 2alau pulang sedikit malam sudah bukan hal baru lagi bagi dua orang itu, tapi kini justru terlihat sesuatu yang ganjil# 2umala .ani pulang dengan menggandeng mesra seorang pemuda! ,api itu masih belum seberapa# 4ang luar biasa adalah sinar mata gadis itu yang sekarang begitu hidup, begitu riang, begitu $emerlang laksana bintang dan teramat sangat bahagia, hal yang sudah dua tahun tidak dijumpai oleh pasangan Pendekar ,ombak Putih dan Si Mulut Guntur# 6Paman Suro! Paman Bledek!7 teriaknya nyaring# 6+ihat siapa yang datang bersamaku!?7 6Gadis bandel! 2enapa baru malam kau pulang? 2elayapan kemana saja kau?7 bentak Si Mulut Guntur# 2alau perkara bentak membentak, dia nih jagonya! .ani yang biasanya mengkeret saat dibentak Suro Bledek, kini justru terta&a terkikik-kikik sambil tangan kiri menuding-nuding hidung sang paman# 6hi-hi-hik! Baru kali ini aku tahu ### jika Paman Bledek marah seperti itu, &ajahnya benar-benar lu$u, hi-hi-hik!7

60asar gadis sinting!7 umpat Suro Bledek, tapi kali ini tidak begitu keras seperti sebelumnya, 60engan siapa kau datang?7 6Pa$ar barumu ya?7 tanya selidik Suro 2eong# 6Masa? paman berdua sudah lupa? 8oba perhatikan baik-baik!7 kata 2umala .ani sambil meletakkan bakul $u$ian di dipan bambu panjang# 68oba tebak deh!7 Suro 2eong dan Suro Bledek bangkit dari duduknya, lalu berjalan mengitari pemuda tampan yang berdiri di depan mereka# Persis dua orang sedang menaksir harga ayam aduan! ,entu saja si 9alu merasa risih dipelototi dua orang laki-laki seperti mereka# 6Brengsek! 0ikiranya aku ayam aduan apa?7 makinya dalam hati# 2alau ngomong keras, ntar dikira ngga sopan dan pasti dapat bonus tempelengan! 65emm ### siapa ya?7 gumam Suro 2eong sambil mengusap-usap dagunya yang klimis# 6Seperti aku pernah melihatmu, bo$ah ganteng,7 tutur Suro Bledek, 6%ku tahu! ### kau pasti ### 6 ,iga orang yang mendengarnya menahan napas saat suara Suro Bledek menggantung# 6Pasti siapa?7 tanya Suro 2eong tidak tahan# 6Pasti ### pa$ar barunya gadis bengal itu!7 sahut Suro Bledek kemudian# Plakk! Suro Bledek langsung $eleng di tempeleng Suro 2eong# 6Setan alas! 2enapa kau memukul kepalaku?7 bentak Suro Bledek sambil mengelus-elus kepalanya# Pening juga dia! 6Goblok benar kau ini! ,anpa kau kasih tahu pun aku juga tahu!7 timpal Suro 2eong, 6+ihat saja &ajah keponakanmu itu! 8erah $eria! Mendung saja tidak ada! !tu artinya pemuda buta ini memang pa$arnya# <h ### tunggu ### tunggu dulu!7 seru Suro 2eong sambil mengamat-amati &ajah dan sepasang mata putih pemuda bertongkat hitam itu# 6%aaahh #### aku tahu ### aku tahu ### 6 6%pa yang kau ketahui?7 62au masih ingat dengan bo$ah buta yang sepuluh tahun lalu kita temui di ladang?7 6!ngat! !ngat! +alu kenapa?7 tanya Suro Bledek dengan muka ketolol-tololan# 6Siapa?7 65uuh,7 dengusnya pelan, 6Siapa lagi jika bukan 9alu? Bo$ah yang dulu ditangisi keras-keras sama gadis bandel itu#7 6Siapa yang menangis?7 kata 2umala .ani yang sedari a&al hanya diam, saling beradu pandang dengan si pemuda bermata putih# 6+ho ### jadi air mata yang mengalir itu bukan air mata, tho?7 tanya Suro Bledek dengan &ajah ketolol-tololan# 6Paman brengsek!7 seru .ani sambil mengayunkan tangan untuk men$ubit# 65a-ha-ha!7 Suro 2eong dan 9alu Samudra terta&a keras melihat gaya ber$anda Suro Bledek yang ko$ak, namun kadang menjengkelkan# 2ini ### pondok ke$il itu terlihat ramai# ,entu saja yang bikin ramai 9alu Samudra yang ketularan penyakit sintingnya Suro Bledek# Gelak ta&a ber$ampur dengan jeritan khas terdengar santer# 5ingga saat santap malam tiba, masih saja mereka berempat bersenda gurau seperti keluarga besar# 6.ani ### ada yang ingin Paman katakan padamu#7 kata Suro 2eong# 6Silahkan paman,7 kata .ani sambil melirik sekilas pada 9alu# Suro 2eong menyodorkan se$arik kertas pada gadis itu# 6Ba$alah!7 2umala .ani menerima kertas, dan langsung memba$anya dengan seksama# Sebentar kemudian, seluruh mukanya merah padam dengan napas berat tersengal-sengal# 6Gagak 8emani keparat! ,idak ada habis-habisnya kalian mengganggu ketenteraman keluargaku!7 .upanya surat itu berisi permintaan bantuan dari 1ila Sa&itri kepada Suro 2eong dan Suro Bledek, dimana disebutkan dalam surat bah&a Perkumpulan Gagak 8emani dalam tiga hari mendatang akan membumihanguskan seluruh Partai 1aga +angit jika tidak mau memberitahukan tentang adanya Mata Malaikat# Sebab orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani, terutama sekali ketuanya, si Gagak Setan ,angan Seribu sangat berkeyakinan bah&a dua orang terakhir murid Perguruan Gunung Putri mengetahui dengan jelas letak keberadaan

Mata Malaikat# Bahkan dari kabar terakhir yang terdengar, Perserikatan Mata <mas telah han$ur lebur di tangan orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani# 62ita harus membantu 2angmbok 1ila dan 2akang .angga, Paman!7 kata 2umala .ani dengan berapi-api# 6Bagaimana menurutmu, 2akang 9alu?7 6Betul katamu, .ani! 3rang-orang Gagak 8emani kelihatannya harus diberantas dari muka bumi# 5anya karena kabar burung yang tidak jelas sudah menyusahkan orang banyak,7 timpal 9alu, lalu tersenyum ke$il saat mendengar sebutan 2akang" untuknya# 0uuuh ### manisnya! 62alau begitu ### kita berangkat saja bersama-sama membantu Partai 1aga +angit#7 kata 2umala .ani seraya bangkit dari duduknya# 6,idak!7 62enapa, Paman!?7 6Malam ini biar kami duluan yang berangkat# Besok pagi kalian pergi menyusul ke sana#7 62enapa kita tidak berangkat bersama-sama saja?7 usul 9alu Samudra# 6Bukankah itu lebih ### 6 69ustru itulah sebabnya kami ingin mendahului kalian#7 potong Suro 2eong, lalu lanjutnya, 6%ku dan Bledek akan mengintai seberapa besar kekuatan la&an# Sebab menurut pendapatku, tidak mungkin orang-orang Gagak 8emani hantam kromo begitu saja terhadap Partai 1aga +angit#7 tutur Suro 2eong kemudian, lalu lanjutnya, 6 ### jika berangkat bersama kalian ### aku takut tidak bisa melindungi kalian dengan sebaik-baiknya#7 6Bukannya kami meremehkan kepandaian kalian, tapi ini jalan satu-satunya yang bisa kita tempuh#7 kata Suro Bledek, 6kita bantu Partai 1aga +angit dari belakang!7 6Benar juga apa kata Paman Suro 2eong, .ani!7 sahut 9alu sambil menyentuh lembut lengan kiri gadis itu dengan maksud menenangkan, 68ara ini bisa digunakan untuk mengurangi jumlah la&an# 2ukira hanya itu $ara yang terbaik saat ini!7 Setelah mendengar penjelasan panjang lebar, akhirnya 2umala .ani menyerah juga, 6Baiklah! 9ika itu memang $ara yang terbaik# 2apan Paman berangkat?7 6Sekarang juga!7 kata Suro 2eong bangkit berdiri diikuti dengan Suro Bledek, lalu melangkah keluar# 62utunggu kalian di Gunung 1aga,7 kata Suro 2eong, lalu berkelebat $epat menembus kegelapan malam# &uuss!! Suro Bledek juga melakukan hal yang sama, tapi ia kembali lagi menghampiri dua muda-mudi yang berdiri berjajar itu# 6%pa apa lagi, Paman?7 tanya 2umala .ani, heran# 62alian berdua kutinggal disini# !ngat jangan ma$am-ma$am, ya?7 kata Suro Bledek sambil menjungkit-jungkitkan alis, lalu berkelebat $epat menyusul Suro 2eong# 69angan kha&atir, Paman! 2ami tidak akan ma$am-ma$am kok,7 seru .ani# 6,enang saja, Paman! 2ami tidak akan ma$am-ma$am, $uma ### satu ma$am saja kok,7 u$ap 9alu dengan diikuti $engiran konyol, setelah mengetahui dengan pasti bah&a dua orang itu benar-benar telah pergi jauh# 62au berani?7 kata .ani sambil berka$ak pinggang# 6Siapa bilang aku tidak berani?7 kata 9alu sambil memegang dagu si gadis# 2umala .ani hanya mendengus lirih saat bibir pemuda tampan yang membuat jantung berdebar-debar keras melumat bibirnya# 6%ku ingin tanya satu hal padamu?7 tanya 9alu sambil melepas pagutan mautnya# .ani hanya mendesah saja, 6%pa yang kau tanyakan, 2ang?7 6Sejak kapan kau memanggilku 2akang?7 6%aaah ### brengsek!7 seru .ani sambil memukul-mukul pelan dada 9alu# %palagi jika bukan pukulan mesra? 6Memangnya kau tidak suka?7 6,entu saja suka dan ingin sekali#7 sahut 9alu sambil menangkap dua tangan mulus yang kini menempel di dada bidangnya# 6%pakah kau men$intaiku?7 tanya 9alu tiba-tiba# Pertanyaan yang mendadak itu langsung membuat selebar pipi .ani merah merona# Gadis itu hanya mengangguk pelan# 6Sejak kapan?7 tanya 9alu sambil memandang lekat mata bening didepannya# 0engan muka semakin menunduk karena malu, ia berkata, 6Sejak kita bertemu# 0an yang pasti sejak 2akang menyelamatkan diriku dari sergapan ular di danau# Mulai saat itu aku sudah

berjanji dalam hatiku bah&a aku akan mengabdikan diriku seluruh ji&a raga#7 6+alu ### kenapa kau berhubungan dengan .aganata?7 tanya 9alu Samudra# Suaranya tetap lembut dan tidak ada nada $emburu disana# 2umala .ani memberanikan diri memandang &ajah tampan pemuda yang kini sedang meremas-remas dua tangannya# 6*aktu itu ### aku menduga bah&a kau di$elakai oleh Sembilan Gagak Sakti dan telah te&as# %ku begitu mendendam pada mereka karena mengakibatkan penolongku te&as dan yang lebih menyedihkan, jasadmu lenyap, yang tersisa hanyalah sobekan bajumu saja#7 .ani berkata sambil melepaskan ikatan pita biru laut di kepalanya# 6!nilah sobekan bajumu itu, 2akang 9alu! Sampai sekarang aku masih menyimpannya#7 9alu Samudra begitu terharu melihat ketulusan $inta gadis itu padanya# 6,api .ani ### aku khan buta# ,idak bisa melihat ### 6 6Sttt!7 gadis itu menempelkan jari telunjuk di bibir si pemuda, 62akang, $intaku tidak mengenal batas! 4ang aku $intai adalah hati tulusmu, ji&a budimanmu! 8a$at /isikmu tidak menyurutkan langkahku untuk terus men$intaimu# Meski aku pernah menjalin asmara dengan pemuda lain, namun di dasar hatiku yang paling dalam, namamu terukir indah disini#7 kata 2umala .ani sambil menyentuh dada kiri# 9alu Samudra semakin terharu mendengar ungkapan rasa $inta gadis itu# 0engan serta merta ia memeluk erat tubuh montok 2umala .ani dan di balas pula dengan pelukan hangat dari si gadis# 0ua muda-mudi yang dulu dipisahkan oleh &aktu, kini bisa bersatu kembali meski dalam suasana haru# 0isertai $iuman panas membara, bibir dan lidah saling bertaut seperti bertautnya $inta mereka# 62akang, kapan kita berangkat?7 tanya .ani diantara desahan menggelora, saat pemuda itu menyusuri leher jenjangnya# 6%pa kau begitu tergesa-gesa hingga mele&atkan mau malam pengantin kita?7 6%hhh ### 2akang,7 gumam 2umala .ani sambil merangkul mesra sebuah gigitan ke$il mampir di telinga# 0engan sigap 9alu membopong tubuh montok 2umala .ani yang segera memeluk erat pundak dan leher 9alu, bahkan disertai desahan manja, entah apa yang diperbuat 9alu pada .ani, sehingga dia bisa berdesah seperti itu# 62akang ### 6 65mmh ### 6 6Malam ini aku hanya ingin tidur dalam pelukanmu#7 6,idak mau ?yang lain??7 65i-hi-hik ### 2akang genit ### 6 6Baiklah ### 2akang juga lelah gara-gara mandi di danau tadi sore,7 kata 9alu sambil merebahkan tubuh 2umala .ani diatas kasur empuk, lalu ia menyusul merebahkan diri di samping si gadis yang segera memeluk erat sambil memejamkan mata# 2ali ini ### mereka benar-benar tidur! -o-oSi Pe anah Ga!i" # Ba$ 1% 62ali ini kita harus bisa mengorek keterangan tentang adanya !lmu Sakti Mata Malaikat" pada bekas murid Perguruan Gunung Putri yang tersisa,7 kata salah seorang yang sebelah kanan, sebab dialah pimpinan rombongan ke$il yang terdiri dari tiga puluhan laki-laki# ,ujuh delapan diantaranya masih berusia muda, sekitar sembilan belas tahunan, akan tetapi sorot mata mereka terlihat kejam dan bengis# Sedang yang lainnya berusia rata-rata dua puluh tujuh tahunan# 0i bagian pinggang terlilit sabuk kuning dengan garis merah melintang satu, sedang sang pimpinan mengenakan sabuk kuning dengan garis merah melintang tiga# Seluruh tubuh mereka terbalut pakaian abu-abu dengan sulaman burung gagak raksasa merentangkan sayap di bagian punggung# 0iantara mereka semua, dialah yang ilmunya paling tinggi# 0an uniknya, semua orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani selalu memberikan nama ?gagak? di depan nama mereka# 62akang Gagak +udira, apa rombongan yang lain sudah sampai di tempat yang diren$anakan

ketua?7 tanya salah seorang yang bernama Gagak %ngkeran# 6%ku sudah mengirim sandi ?%pi Gagak Su$i? untuk memberitahukan posisi kita berada saat ini,7 ujar Gagak +udira menanggapi pertanyaan Gagak %ngkeran# 6kau tidak perlu kha&atir, %di Gagak %ngkeran#7 62ali ini 2etua membagi kita dalam enam kelompok ke$il ### hampir seluruh murid tingkat dua dan enam orang murid tingkat satu dikerahkan semua# %ndaikata murid utama ketua, yaitu Sembilan Gagak Sakti tidak te&as sepuluh tahun yang lalu, mungkin kita masih melanjutkan pelajaran silat kita#7 6Memang te&asnya Sembilan Gagak Sakti membuat kita semua kelimpungan, sebab se$ara tidak langsung mereka bersembilan adalah tulang punggung Perkumpulan Gagak 8emani# 2ehilangan satu saja sudah merupakan tamparan berat bagi kita, tapi kita justru kehilangan mereka bersembilan sekaligus# <ntah siapa yang bisa membantai mereka bersembilan yang kita tahu ilmunya hanya dua tingkat saja di ba&ah 2etua kita,7 papar Gagak +udira# Pandang matanya menyapu seluruh teman-temannya, dan kemudian ia menemukan sebuah &ajah muram# 6%pa ada, %ngkeran? 2ulihat kau sedang ada masalah serius?7 62akang, kali ini /irasatku mengatakan akan terjadi sesuatu yang luar biasa di tempat ini,7 gumam Gagak %ngkeran# 6%pakah /irasat buruk?7 tanya yang paling muda, ia bernama Gagak Berpedang Sakti# 6<ntahlah# %ku sendiri tidak tahu#7 gumaman kali ini agak sedikit keras# 62akang Gagak +udira, apa menurutmu Partai 1aga +angit adalah memang tempat mun$ulnya !lmu Sakti Mata Malaikat" yang sesungguhnya? 9angan-jangan $uma kabar angin saja#7 69aga mulutmu, Gagak .ambata!7 bentak Gagak +udira pada Gagak .ambata, 6 ### yang menyatakan tempat kemun$ulannya Mata Malaikat di Partai 1aga +angit adalah guru 2etua sendiri, 2i Gagak Surengpati# %pa kau meragukan kemampuan ilmu nujum beliau?7 6,idak 2akang, sama sekali tidak! 5anya saja aku merasa heran, sudah sepuluh tahun lamanya kita memburu !lmu Sakti Mata Malaikat" tapi hasilnya tidak ada# Bahkan beberapa perguruan silat telah kita han$urkan dan yang terakhir kali ### Perserikatan Mata <mas, yang dikatakan sebagai tempat keberadaan !lmu Sakti Mata Malaikat", tapi tidak ada hasilnya sama sekali,7 sahut Gagak .ambata membela diri# 69elas tidak mungkin ilmu bisa berpindah-pindah seenaknya seperti itu?7 Gagak +udira hanya mendengus saja, meski dalam hatinya ia pun mulai goyah dalam keyakinan# 6Benar juga apa kata Gagak .ambata! Semua perguruan yang dihan$urkan adalah tempatnya orang-orang aliran putih yang sebagian besar memusuhi perkumpulan kami# 9angan-jangan ini merupakan siasat adu domba yang dilakukan oleh guru 2etua# ,api tidak mungkin guru 2etua setega itu pada murid kesayangannya?7 pikirnya# Sementara itu, di balik rimbunnya pohon-pohon raksasa yang ada di sekitar tempat itu, dua sosok manusia duduk mengintai di atas ketinggian# 5elaan napas mereka sudah menyatu dengan alam, sehingga orang sehebat Gagak +udira tidak akan bisa mengetahui keberadaan mereka# .upanya, dua saudara seperguruan Suro 2eong dan Suro Bledek sudah sampai terlebih dahulu di tempat itu# 65emm, mereka ada bertiga puluh, apa perlu kita sikat sekarang?7 bisik Suro Bledek, namun meski berbisik tetap saja suaranya keras# 6Bledek, rendahkan sedikit suaramu,7 bisik pula Suro 2eong, 6 ### mereka bukan orang-orang berilmu rendah#7 6%ku tahu!7 bisiknya dengan nada lebih rendah lagi, 6!ni sudah jadi $iri khasku# %pa perlu kuserang dengan jurus ?Mulut Guntur?-ku?7 69angan, nanti kita ketahuan#7 6+alu bagaimana $aranya membunuh mereka tanpa ketahuan siapa diri kita# !lmu-ilmu kesaktian kita sudah banyak dikenali orang-orang persilatan ### 6 62ita berdua masih punya ilmu sakti yang belum pernah kita gunakan sama sekali#7 6!lmu apa?7 bisik Suro Bledek setelah berpikir keras# 62au ingat dengan jurus ?Memindah Bayangan? dan jurus ?2elereng %r&ah?? Bukankah tidak ada yang mengetahui ilmu itu selain kita berdua dan dua keponakanmu#7 6Benar juga! .ata-rata orang persilatan mengenalmu dengan !lmu Pukulan ,ombak %kherat" dan aku dengan jurus ?Mulut Guntur?, tapi tidak ada yang tahu kalau kita punya ilmu sakti yang tingkatannya lebih tinggi dari ilmu yang biasa kita gunakan#7 kata Suro Bledek manggut-

manggut, 6Sekarang tunggu apa lagi?7 6Biarkan matahari berada tepat di atas kepala!7 62enapa harus menunggu selama itu?7 6Bego benar kau ini! 2alau kita gunakan sekarang, mereka pasti bisa menduga siapa bayangan yang tiba-tiba menyerang mereka# 2alau matahari tepat di atas kepala, akan sulit menentukan kita ini manusia atau setan?7 63oo ### betul juga kau!7 bisik Suro Bledek, 6Baiklah! 2ita perpanjang sedikit umur mereka hingga tengah hari, toh juga tidak lama lagi#7 6!tu baru sobat karibku!7 bisiknya sambil menyenggol rusuk kiri Suro Bledek# 5ampir saja orang tua itu terjatuh jika tidak segera berpegangan pada ranting yang ada di samping kanan# Sementara itu, matahari yang semula berada di u/uk timur sedikit demi sedikit bergeser ke barat, dan tepat di tengah hari, dua sosok bayangan samar bergerak lin$ah dari sesekali menjentikkan jari ke arah kerumunan orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani# 6%&as serangan gelap!7 seru Gagak +udira sambil berkelit ke samping# 9rub! 9rub! 9rub! ,iga lesatan benda bulat sebesar kelereng melesat dalam-dalam di tanah menimbulkan kepulan asap# %kan tetapi serangan bayangan yang sulit sekali ditentukan bentuk dan rupanya kembali melakukan serangan kilat# 2ali ini enam orang langsung terkapar menjadi mayat saat dahi mereka tertembus benda-benda ke$il pemba&a maut# 9rub! 9rub! 8rook! 8rook! 6%hh ### 6 jerit kematian terdengar bersamaan dengan tumbangnya enam orang sekaligus# Gagak Berpedang Sakti dengan bergulingan di tanah segera men$abut pedang yang ada di punggung# Srangg! Se$epat ia men$abut pedang, se$epat itu pula ia mengayunkan benda tajam ke bagian tengah bayangan samar yang memunggunginya# Bless! %neh, pedang itu berhasil menebas dengan tepat tapi seperti memotong bayangan, bahkan terdengar jerit kesakitan saja tidak! 6<h?7 Gagak Berpedang Sakti terperanjat, 6!ni ### bukan manusia?7 2eterperanjatan Gagak Berpedang Sakti harus ditebus dengan mahal# 0ua butir benda sebesar kelereng langsung menembus dada kiri dan mata kanan dengan telak# 9rub! 8rook! 6;ghh ### 6 terdengar lenguhan pendek sebelum akhirnya ia terkulai melepas nya&a# Benar-benar $epat nya&a pemuda itu pergi! 2ali ini /irasat buruk yang dirasakan Gagak %ngkeran benar-benar menjadi kenyataan# Bahkan pemuda itu sebisa mungkin berkelit kesana kemari dengan jurus peringan tubuh sambil membagi-bagikan serangan bertenaga dalam tinggi, harus rela melepaskan nya&a satusatunya yang ia miliki# +ehernya tertembus benda bulat yang sebelumnya telah merenggut nya&a Gagak Berpedang Sakti# 9rubb! 6;kkh ### khekk ### 6 5anya terdengar suara mengorok nyaring, kemudian ia ambruk dengan tubuh berkelojotan dan akhirnya ### mati juga! 6Biadab! !lmu apa ini?7 keluh Gagak +udira sipat kuping menghindari serangan-serangan gen$ar dari dua bayangan yang berkelebat $epat bagai malaikat maut pen$abut nya&a# 6Serangan pukulan-pukulan sakti tidak berguna sama sekali# 0ua bayangan ini benar-benar seperti bayangan yang sesungguhnya, bisa menembus benda apa saja#7 gumamnya sambil bersalto ke atas menghindari lontaran benda bulat yang mengarah ke dada# *utt! Serangan bayangan melesat le&at di ba&ah kakinya, tapi dua orang yang di belakanglah yang menjadi korban# 9rubb! 9rubb! 2embali dua nya&a melayang ke neraka# 0ua bayangan samar yang melihat hasil karya mereka, semakin mempergen$ar pola serangan yang semakin hebat# *utt! *utt! 9rubb! 9rubb!

2ali ini orang-orang Gagak 8emani harus ketemu batunya# 0ua orang tokoh kelas tinggi rimba persilatan yang $ukup terkenal adalah la&an yang tidak sepadan dengan mereka, apalagi mereka menggunakan jurus-jurus aneh dan langka, yaitu jurus ?Memindah Bayangan? dan jurus ?2elereng %r&ah? yang saat ini hanya dikuasai dengan sempurna oleh Pendekar ,ombak Putih dan Si Mulut Guntur# Sepeminuman teh kemudian, dua puluh sembilan mayat terbujur kaku malang melintang di sana-sini, sedang yang seorang yaitu Gagak +udira masih dengan lin$ah menghindari sergapan-sergapan benda bulat sebesar kelereng yang kemana-mana selalu mengejarnya# *utt! *utt!! Gagak +udira berusaha menghindari serangan yang tiba-tiba saja sudah berada tepat di depan mata dengan mendongak ke belakang, tapi terlambat! 9rubb! 0ahinya sempat terserempet benda pemba&a maut# 2epalanya bagai pe$ah saat rasa panas menyengat merebak di jejak luka berdarah di dahi# 6;ghh ### pe$ah kepalaku ### 6 gumamnya sambil memegang erat kepala dan dahinya yang kini berlinang darah merah# 0arah merah itu begitu panas bagai dimasak pada kuali mendidih# Sambil terhuyung-huyung, kembali Gagak +udira berusaha menghindari serangan beruntun# *utt! *utt! 0ua tiga serangan berhasil di hindari, tapi hujan serangan yang kian banyak membuatnya tidak bisa bergerak leluasa, apalagi ditambah dengan mata berkunang-kunang karena ha&a panas menyengat# 6;uhh ## kalian pasti setan gentayangan!7 serunya keras saat melihat tiga serangan beruntun mengarah ke tiga jalan darah kematian ditubuhnya# 9antung, ulu hati dan ubun-ubun! 9rubb! 9rubb! 9rubb! ,iga benda maut yang berasal dari jurus ?2elereng %r&ah? sukses menembus jantung, ulu hati dan ubun-ubun hingga ke belakang# 0an tentu saja ### orang tingkat satu rombongan ke$il itu menyusul rekan-rekannya yang lain# Begitu selesai dengan pekerjaannya, dua bayangan itu mendadak menghilang begitu saja# +enyap bagai dtelan bumi! 0i atas pohon ### 62ali ini kita berhasil mengurangi jumlah la&an# <ntah berapa banyak orang-orang Gagak 8emani yang akan menyerang Partai 1aga +angit,7 kata Suro 2eong# 60ari apa yang berhasil aku sadap tadi, mereka mengerahkan hampir seluruh kekuatan yang ada#7 6Benar-benar ga&at keadaan sekarang ini# 2ita harus bergerak $epat dalam mengurangi jumlah la&an#7 6Benar katamu# %yo kita $ari yang lain!7 kata Suro Bledek sambil berkelebat $epat, diikuti Suro 2eong yang berada dibelakangnya# Blass! Blass! Sebentar kemudian, terlihat dua titik hitam di kejauhan! -o-oSi Pe anah Ga!i" # Ba$ 1& 6Berapa jumlah mereka?7 tanya seorang pemuda berbaju biru laut pada dara $antik di sebelahnya# 6Sekitar tiga puluhan orang, mungkin lebih,7 ja&ab si gadis tanpa mengalihkan pandangan# 6Banyak juga! 9ika langsung diserang mendadak, mungkin sembilan sepuluh orang bisa kita bereskan, justru sisanya itulah yang paling merepotkan,7 bisik si pemuda lirih# 62enapa dulu aku tidak belajar melempar pisau terbang atau senjata rahasia,7 sahut lirih si gadis# 62akang 9alu, kau pernah belajar menggunakan senjata rahasia?7 6Belum pernah, .ani!7 kata 9alu dengan singkat# Mata putih menatap nanar pada sekumpulan orang yang sedang menyantap daging ayam bakar# Saat ini mereka berdua sedang bertengger di atas sebuah dahan yang $ukup besar dengan duduk bersebelahan# Pohon tempat persembunyian mereka berada dalam jarak aman sehingga

la&an tidak bisa mendeteksi keberadaan dua insan itu# 6Bagaimana kalau kita serang sekarang juga?7 kata .ani sambil mengarahkan dua jari tangan lurus ken$ang# 69angan gegabah! 0engan jurus pukulanmu mereka akan mengenali siapa kau adanya,7 $egah 9alu sambil menyentuh lembut lengan gadis itu# 6+alu kita harus bagaimana?7 tanya 2umala .ani sambil menurunkan tangan# Pemuda itu tidak menja&ab# ,angan kiri meraih tongkat kayu hitam, tangan kanan menarik pelan seutas tali hitam, lalu sedikit direntangkan mundur# Sebuah busur kini terentang! 6%pa yang 2akang lakukan?7 6Membuat hujan turun dari langit#7 kata si 9alu sambil mengarahkan busur ke atas# !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" tingkat empat dikerahkan dengan $ara menghimpun tenaga kilat dan melontarkan ha&a matahari yang ada di pusar# S&oshh ### !!! Sebentuk tenaga berupa kilatan $ahaya kuning kebiru-biruan merambat keluar mele&ati tangan kanan dan kiri, lalu membentuk empat buah benda bulat ke$il memanjang sepanjang setengah tombak# .upanya dengan !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari", 9alu Samudra bisa membuat anak panah sejumlah empat sekaligus, dimana mata anak panah berbentuk kepala burung raja&ali dengan tangkai yang meman$arkan $ahaya bening kuning kebiru-biruan# 6!lmu apa lagi yang mau digunakan 2akang 9alu?7 pikir 2umala .ani takjub, 65ebat juga dia bisa membuat anak panah dari pan$aran ha&a tenaga dalamnya# <ntah darimana ia mempelajari ilmu unik ini#7 2ali ini 9alu Samudra mengerahkan jurus 5ujan ,urun 0ari +angit" yang merupakan salah satu bagian dari ?1F 9urus Panah 5a&a? dari %liran .aja&ali ,erbang yang di&arisinya dari 0e&a Pengemis# Begitu empat anak panah telah terbentuk sempurna, dengan sedikit tarikan yang semakin mengen$angkan busur, 9alu melepaskan tali yang direntang# Sasarannya adalah ### matahari! Srett! ,&anggg! <mpat anak panah terlepas dari busur# Bagaikan burung raja&ali langsung melesat $epat ke angkasa menuju matahari# 6%pa yang 2akang panah? Bukankah mereka ada di ba&ah sana?? kata 2umala .ani sedikit kesal setelah mengetahui serangan panah tidak ditujukan pada orang-orang Gagak 8emani yang ada diba&ah sana# 9alu Samudra hanya tersenyum ringan# 6<dan! 0itanya baik-baik malah senyam-senyum mirip orang sinting#7 pikir .ani, 6 ### tapi kalau dilihat-lihat, senyumannya manis juga#7 Sementara itu, rombongan ke$il itu tidak menyadari bahaya yang mengan$am# 6%pa itu?7 tanya salah satu diantara mereka yang makan sambil tiduran hingga bisa menatap langit biru sehingga bisa melihat seka&anan benda ke$il ber&arna hitam bergerombol di atas sana Salah seorang berkomentar, 68uma seka&anan burung yang mau ka&in# %pa anehnya?7 Beberapa orang terta&a pelan mendengarnya# ,ess! Setitik air bening menetes dan mengenai lengan kanan orang baru saja berkomentar# 6+ho, ini khan air hujan? Masak siang benderang ada air hujan?7 katanya sambil mendongak# 6 ### tapi ### kenapa rasanya panas menyengat ya?7 katanya lagi sambil mengusap-usap lengan yang terkenan tetesan air hujan# Semakin diusap justru semakin membengkak besar# Belum lagi hilang keterkejutan mereka, datanglah ben$ana yang sangat mengejutkan# 2ali ini justru nya&a mereka yang terkejut bukan alang kepalang! Bagai di$urahkan dari langit, titik-titik air maut berbentuk panah berkepala raja&ali langsung menerjang bagai hujan lebat dari langit# Bress! Bress! Bessh! 65uahhh ### aakhh #### ugh ### 6 6Panas ### panass ### tolooong ### 6 9erit lengking kematian terdengar keras bagai membelah bumi menggun$ang langit# ,iga puluh orang itu tubuhnya seketika melepuh bagai tersiram air panas dan kulit terkelupas bagai disayat pisau# Beberapa diantara mereka yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit dan panas menyengat bagai terkena sambaran kilat, langsung memukul kepala mereka sendiri#

Bunuh diri! Sisanya dengan bergulingan di tanah, berkelojotan meregang nya&a# ,eriakan kepanasan dan minta tolong mengiringi jerit kematian kini telah mereda dan dalam &aktu yang hampir bersamaan pula mereka melepas nya&a# Mati dengan kondisi mengenaskan! ,api kematian mereka masih berlanjut# Saat hujan panah buatan akibat jurus 5ujan ,urun 0ari +angit" yang dikerahkan 9alu Samudra menggunakan tingkat empat dari !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" berhenti, tubuh mereka mulai meleleh, men$air dan akhirnya menyatu ke dalam tanah# 0ari tanah kembali tanah! 6Bukan main! 9urus yang baru saja kau peragakan betul-betul jurus maut!7 kata 2umala .ani dengan bergidik ngeri saat melihat orang-orang Gagak 8emani te&as terbantai tanpa perla&anan# 65emm ### aku sendiri tidak menyangka kalau jurus yang kugunakan begitu mengerikan akibatnya,7 sahut 9alu Samudra menyesali diri# 62au tidak perlu menyesalinya, 2akang 9alu!7 hibur 2umala .ani pada pemuda yang semakin membuatnya kagum, 69ika dibandingkan dengan perbuatan mereka, perbuatanmu tadi tidak sebanding dengan mereka#7 6Meski begitu, mereka juga manusia sama seperti kita#7 62alau saja pikiran mereka sama dengan apa yang 2akang pikirkan, tentu aku akan sangat mengasihani mereka# ,api pikiran mereka tidak seperti itu, 2akang,7 u$ap 2umala .ani, sambungnya, 6 ### yang mereka pikirkan hanyalah kesenangan diri mereka sendiri, perkara orang lain menderita akibat perbuatan mereka ### itu sudah urusan lain#7 Sambil menghela napas, 9alu beru$ap, 6Mungkin yang katakan tadi benar, .ani! ,api aku ### 6 6Sudahlah, tidak usah 2akang memikirkannya#7 kembali .ani menghibur, 69ika mereka tidak dihabisi sekarang, tentu orang-orang Partai 1aga +angit dan penduduk di sekitarnya yang akan menjadi korban#7 9alu Samudra mengangguk-anggukkan kepala# 2umala .ani sedikit berjinjit dan ### 8upp! Sebuah $iuman hangat mendarat di pipi kiri 9alu# 9alu hanya mengusap pelan pipi kiri yang baru saja mendapat $iuman# 62ita pergi dari sini, siapa tahu masih ada kelompok yang lain,7 kata 9alu sambil menggandeng tangan .ani dan berkelebat turun# 6Selain kau pandai memanah mati orang, ternyata 2akang juga pandai memanah hati seorang gadis#7 kata 2umala .ani dengan mesra, lalu ia bergerak ke punggung 9alu# %palagi jika bukan minta digendong? Sebab selama dalam perjalanan menuju Partai 1aga +angit, 2umala .ani berada dalam gendongan 9alu# %ndai saja ha&a tenaga dalam gadis itu sudah men$apai tingkat tinggi, bisa saja ia menyamai ke$epatan lari yang dikerahkan 9alu# 0an jika tidak dalam kondisi tergesa-gesa, 9alu inginnya berlama-lama dengan dara $antik yang ada dalam gendongannya, dan tentu saja 9alu dengan senang hati menggendong si gadis $antik, sebab dengan begitu punggungnya akan terasa nyaman saat dua gumpalan daging padat di dada 2umala .ani menekan hangat# 6%hhh ### yang bener?7 6Benerr!7 kata rani sambil men$uri $ium dari samping, 68ontohnya ya ### aku ini! Sekali panah ### langsung kena!7 6Bagaimana jika aku memanah gadis lain?7 tanya 9alu sambil berkelebatan diantara lebatnya pepohonan# 6<hhmm ### tidak masalah bagiku!7 62au ### tidak $emburu jika aku juga ber$inta dengan gadis lain?7 6,idak!7 62enapa tidak?7 tanya 9alu dengan heran# 62arena kau buta! 9adi andai seribu orang gadis $antik dari negeri mana pun berhasil kau panah sekaligus, aku tidak bakalan $emburu padamu#7 65anya itu saja?7 tanya 9alu semakin heran, 6 ### padahal aku tidak buta lho### 6 sambungnya# 6%ku tahu, tapi apa yang aku katakan tadi adalah benar, asal ### 6 6%sal apa?7

6%sal 2akang tidak menggeser hatimu untukku! 0an selama dalam relung hatimu yang paling dalam tetap ada nama 2umala .ani yang ter$inta disana#7 bisik gadis itu di telinga 9alu, 6 ### itu sudah $ukup bagiku!7 6Gadis ini benar-benar berlapang dada# ,idak per$uma aku men$intainya sepenuh hati,7 pikir 9alu sambil sesekali menjejakkan kaki di pu$uk-pu$uk daun# *esss! 64ang namanya pendekar khan harus punya gelar, 2akang# kurasa 2akang pun juga harus memilikinya sebagai tanda pengenal kependekaran,7 kata 2umala .ani dari belakang# 6%pa itu harus!?7 65arus itu! Masak jagoan ngga punya gelar, sih?7 6,erus ### kira-kira gelar apa yang pas bagiku menurutmu, sayang?7 tanya 9alu Samudra sambil tangan kiri men$ubit ujung hidung 2umala .ani yang ada dalam gendongannya# 6<mmh ### sebentar ku$arikan nama dulu,7 gumam .ani sambil berpikir, 62alau 0e&a Panah ### kurang $o$ok# 9ika si Pemanah Sakti ### juga tidak bagus# Pemanah Buta? !hh ### jelek banget! %haa ### aku tahu!7 6%pa?7 62akang lebih pantas disebut ### Si Pemanah Gadis! 2ukira gelar itu lebih $o$ok untukmu#7 $etus .ani, 6Bagaimana, bagus tidak?7 65emm ### Si Pemanah Gadis?7 gumam si 9alu sambil melun$ur ke ba&ah, menghindari ular yang baru saja mengeluarkan kepala dari atas dahan pohon# 6%pa tidak kedengaran seperti lelaki hidung belang, tuh?7 6,enang 2akang, aku sudah memikirkannya# 2alau lelaki hidung belang, jelas 2akang tidak masuk hitungan# Sebab yang namanya lelaki hidung belang pasti menggunakan segala tipu daya dalam menghadapi para gadis mau pun istri orang dan pasti tujuan mereka hanyalah tubuh para korbannya# Sedang 2akang tidak! 2akang lebih alami, lebih apa adanya# ,idak ada yang direkayasa atau dibuat-buat# Semua serba asli, dan yang pasti ### 6 urai .ani memperjelas maksudnya memberi gelar aneh pada 9alu Samudra, kekasihnya# 6 ### hidung 2akang tidak belang, tapi man$ung# 5i-hi-hik!7 kata .ani sambil terkikik geli, mirip benar dengan kuntilanak mau beranak# Si Pemanah Gadis, itulah gelar kehormatan yang dipilihkan 2umala .ani untuk kekasihnya ter$inta! Setelah sekian lama mengitari lereng Gunung 1aga, 9alu Samudra dan 2umala .ani menemukan orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani dan dengan jurus 5ujan ,urun 0ari +angit" pula, pemuda berbaju biru berhasil mengurangi jumlah la&an yang akan menyerang Partai 1aga +angit# ,idak kurang empat kelompok berhasil dilumpuhkan pasangan muda-mudi itu# 4ang satu $antik jelita dan satunya tampan rupa&an! 62akang ### kita sudah melumpuhkan empat kelompok# 9ika ditotal sekitar seratus dua puluhan orang#7 kata 2umala .ani, sambil menyantap ayam panggang, 6,entu mereka masih banyak yang berkeliaran di tempat ini# %ku hanya berharap Paman Suro 2eong dan Suro Bledek pun melakukan pengurangan jumlah la&an yang $ukup berarti# Sebab kekuatan Partai 1aga +angit selain terletak pada 2akang .angga dan 2angmbok 1ila, tidak ada yang bisa diandalkan, ke$uali Partai 1aga +angit dibantu pendekar lain selain kita#7 62upikir juga begitu# Meski baru saja mun$ul di jagad persilatan, nama Partai 1aga +angit $ukup diperhitungkan juga, terutama 2etuanya, Si Pedang 1aga Perkasa,7 sahut 9alu# 69ika ada bantuan lain, kemungkinan besar dari Perguruan 8atur Ba&ana dan 2uil +angit,7 kata 2umala .ani# 6Perguruan 8atur Ba&ana dan 2uil +angit yang terkenal itu?7 6Perguruan 8atur Ba&ana masih ada hubungan dengan kami berdua, karena kami berdua adalah $u$u dari &akil 2etua Perguruan 8atur Ba&ana dari garis ayah, sedang 2uil +angit adalah tempat asal perguruan 2akang .angga *uni, bisa dikatakan bah&a dia berguru di tempat itu, meski sekarang tidak resmi#7 6Se$ara tidak resmi, maksudmu ### dia men$uri belajar ilmu silat disana?7 6,idak, 2akang! 2ebetulan 2akang .angga *uni pernah membantu 2uil +angit dari serbuan beberapa pentolan aliran hitam yang pada &aktu itu sedang dalam silang sengketa 2itab +angit Sakti" dan akhirnya, 2akang .angga diangkat sebagai tamu kehormatan 2uil +angit dan dianugerahi jurus Pedang %liran 1aga" yang kini digunakan sebagai ilmu khas Partai 1aga +angit#7

63oo ### begitu rupanya!7 Mereka makan sambil ber$akap-$akap# 6.ani, apa pun$ak Gunung 1aga masih jauh dari tempat ini?7 6,idak seberapa jauh, paling juga tidak sampai tengah malam nanti kita sudah sampai disana# memangnya kenapa?7 6%ku $apek gendong kamu terus ### 6 6Beneran nih?7 6,idak, kok $uma ber$anda!7 seru 9alu sambil meringis kena $ubitan si gadis, lalu ia berkata sambil mengelus-elus lengannya, 62ita harus se$epatnya sampai Partai 1aga +angit, sebab aku merasakan /irasat buruk jika kita datang terlambat#7 2umala .ani ter$enung sebentar, dalam hati ia berkata, 60aya batin orang buta biasanya lebih peka memba$a alam dari pada orang normal# Mungkin /irasat 2akang 9alu ada benarnya#7 62alau begitu kita berangkat sekarang,7 kata 2umala .ani sambil bangkit berdiri# 6%yo!7 2eduanya segera melesat pergi, dan kali ini tujuannya adalah Gunung 1aga, tempat berdirinya Partai 1aga +angit! -o-oSi Pe anah Ga!i" # Ba$ 1'

4ang namanya matahari, mau dibenamkan lumpur mana saja tetap akan bersinar dan menghangatkan! Begitu pula dengan Partai 1aga +angit yang bermarkas di pun$ak Gunung 1aga# Saat mendengar bah&a Partai 1aga +angit yang di2etuai Pedang 1aga Perkasa mendapatkan musibah le&at burung merpati, beberapa orang tokoh dari Perguruan 8atur Ba&ana dan 2uil +angit telah berdatangan memberikan bantuan# ,ujuh murid tingkat pertama dari Perguruan 8atur Ba&ana yang dijuluki ,ujuh 0e&a 8atur di kalangan persilatan dimana mereka bertujuh terkenal dengan jurus unik ?,ujuh Bintang 8atur? telah hadir# Mereka terdiri dari 8atur Satu, 8atur 0ua, 8atur ,iga, 8atur <mpat, 8atur +ima, 8atur <nam dan 8atur ,ujuh sebagai pimpinannya# Sedang dari 2uil +angit hanya mengirim dua utusan, satu Maharsi 'pendeta) dan satu orang parobaya berkulit hitam legam 'dalam bahasa ja&a disebut keling) bertangan buntung sebatas pundak# Meski $uma dua orang, tapi mereka berdua bukan orang sembarangan# Siapa yang tidak kenal dengan Si ,elapak +angit atau Maharsi Manikmaya dan 2i 9liteng, Si 0e&a 2aki 2ilat yang tersohor le&at !lmu ,endangan %pi Membara"# 2onon kabarnya Maharsi ini mendalami !lmu ?,elapak Sakti 0e&a? yang merupakan ilmu ke tujuh dari delapan ilmu-ilmu sakti yang ada di 2itab +angit Sakti", sedang !lmu ,endangan %pi Membara" merupakan ilmu ke lima dari kitab sakti tersebut# 9ustru karena $a$at raga yang dimilikinya menjadikan ilmu ini semakin menunjukkan kehebatannya# 9urus Pedang %liran 1aga" juga merupakan ilmu pilih tanding, tapi masih kalah jauh dengan ilmu !lmu ?,elapak Sakti 0e&a? dan !lmu ,endangan %pi Membara", karena jurus pedang ini merupakan ilmu pertama dari 2itab +angit Sakti"# Meski hanya tahap pertama, sudah bisa membuat .angga *uni sebagai tokoh silat yang diperhitungkan oleh la&an mau pun ka&an# Sementara itu, Suro 2eong, Si Pendekar ,ombak Putih dan Suro Bledek, Si Mulut Guntur juga telah berada di tempat itu# Mereka berdiri bersebelahan dengan 1ila Sa&itri dan .angga *uni, sedang ,ujuh 0e&a 8atur dan dua utusan dari 2uil +angit berdiri di kiri dan kanan mereka# %kan halnya 9alu Samudra dan 2umala .ani tidak terlihat diantara mereka yang ada disitu, entah apa yang sedang dilakukan pasangan kekasih itu# Beberapa orang yang merupakan murid-murid angkatan pertama Partai 1aga +angit juga berada di tempat itu# Pada mulanya Si Pedang 1aga Perkasa sudah memerintahkan muridmuridnya yang rata-rata anak petani yang ada di sekitar lereng Gunung 1aga agar menyingkir terlebih dahulu dari kan$ah pertikaian, namun hanya sebagian ke$il saja yang menuruti perintah sang guru, itu pun hanya murid-murid perempuan yang baru beberapa bulan belajar silat di tempat itu# Sedang sisanya murid-murid bandel yang ingin membela kehormatan partai mereka#

.angga *uni sebagai guru muda begitu terharu melihat pengorbanan murid-muridnya, dan ia bertekad sebisa mungkin menghindari pertumpahan darah yang tidak perlu, terutama di pihaknya# Meski ia menyadari bah&a dalam setiap pertempuran, membunuh atau dibunuh sudah biasa terjadi# Sementara itu, di hadapan orang-orang Partai 1aga +angit berdiri puluhan orang dengan senjata telanjang terhunus# Sorot mata mereka terlihat kejam dan bengis# .ata-rata di bagian pinggang terlilit sabuk kuning dengan garis merah melintang satu, sedang tiga mengenakan sabuk kuning dengan garis merah melintang tiga, dimana seluruh tubuh mereka terbalut pakaian abu-abu dengan sulaman burung gagak raksasa merentangkan sayap di bagian punggung# 4ang paling depan berdiri seorang kakek renta dengan dayung baja di tangan kiri# Meski tubuhnya ringkih seperti pohon mau tumbang, tapi jangan diremehkan kesaktiannya# 0ialah yang digelari Si 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara# 9urus silat menggunakan dayung baja sama ringannya bagaikan memba&a segumpal kapas# 0i sebelah kiri Si 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara berdiri seorang perempuan $antik tinggi langsing dengan dandanan menor serba merah# Potongan baju bagian depan dibuat serendah mungkin sehingga terlihat jelas sumbulan gumpalan daging kenyal yang menggoda# Sebentuk bibir di poles tebal dengan pemerah bibir, lengkap dengan bedak tebal di &ajah# Belum lagi dengan tingkahnya yang genit, saat mana mata besarnya selalu lirik sana lirik sini seperti mata maling yang mau men$uri jemuran# Saat melihat beberapa pemuda tampan dan masih muda di pihak Partai 1aga +angit, membuat mata itu berbinar-binar kegirangan sehingga tanpa sadar berulang kali ia membasahi bibir# 9elas terlihat bah&a sebenarnya &anita $antik yang memang aslinya sudah berusia lanjut sekitar tujuh puluhan tahun sangat menggemari perjaka-perjaka muda dan tampan, apalagi jika tidak untuk melampiaskan na/su bejatnya# 0ialah yang disebut sebagai 0e&i 8abul ,eratai Merah# Selain memiliki ilmu a&et muda yang bernama !lmu ?Serap Sukma? yang selain bisa membuat a&et muda pada kaum ha&a, namun jika diarahkan pada pemuda perjaka, mereka merubah diri menjadi kuda binal yang sulit dikendalikan na/sunya# 2onon kabarnya, ilmu ini juga bisa menyerap kemurnian seorang gadis hingga korban menjadi kering kerontang dan raganya berubah seperti seorang nenek-nenek menjelang ajal, dan kabarnya pula, tidak ada satu obat pun yang bisa menghentikan menjalarnya !lmu ?Serap Sukma? ke$uali ada orang yang memiliki tenaga dalam langka dan unik# Bahkan siapa saja yang menyentuh korban !lmu ?Serap Sukma? akan ikut tertular dan bernasib sama dengan korban yang ditolongnya# 0i sebelah kanannya berdiri pula seorang kakek yang masih terlihat ketampanannya di masa muda# 0ari muda hingga jadi tua bangka seperti ini, tetap saja kegemarannya melahap daun muda tidak pernah berhenti, semakin tua semakin menjadi-jadi# ,ak peduli ia anak gadis orang atau istri orang, jika sudah na/su birahi menguasai diri, membunuh orang yang menghalangi keinginannya seperti membalik telapak tangan# 0ialah 2i Gagak Surengpati, yang juga sekaligus sebagai guru dari Gagak Setan ,angan Seribu, 2etua Perkumpulan Gagak 8emani# 2onon kabarnya, ia memiliki sejenis ilmu yang bisa menembus alam gaib, tapi entah benar entah tidak belum ada yang bisa membuktikannya# 4ang jelas ### dialah merupakan pasangan gelap dari 0e&i 8abul ,eratai Merah! Sedang yang disebut sebagai Gagak Setan ,angan Seribu rupanya masih berusia muda, berusia sekitar tiga puluh lima tahunan, tubuh tinggi besar# Seluruh otot di tubuhnya bertonjolan keluar, dilengkapi dengan &ajah yang lumayan 'lumayan jelek, maksudnya) karena &ajah itu penuh dengan jejak luka yang tidak karuan# %da yang melintang lurus dari dari kiri ke dagu kanan, ada yang meliuk tajam dari pipi kanan ke memutari leher, bahkan ada guratan kasar membentuk gergaji melingkari kepala botaknya# Mata kirinya tertutup bulatan hitam diikat dengan rantai emas, mirip sekali dengan bajak laut! Memang sebenarnya Gagak Setan ,angan Seribu mulanya adalah seorang bajak laut yang kejam dan ganas# 5anya kalah ilmu kesaktian saat adu tanding dengan 2i Gagak Surengpati, sehingga mengangkat laki-laki itu sebagai guru, lalu menggantikan gurunya memimpin Perkumpulan Gagak 8emani# Sejak ia pimpin, Perkumpulan Gagak 8emani menjadi maju pesat# Maju dalam arti sempit yaitu maju kejahatannya, maju kebengisannya, maju kebuasannya dan maju pula keserakahannya# 9ika nama aslinya adalah 0arupaksa, maka sejak memimpin perkumpulan ini, berubah menjadi Gagak 0arupaksa#

!lmu Silat ,angan Seribu" menjadi lebih maju saat ia digembleng dengan ha&a tenaga sakti oleh 2i Gagak Surengpati# 9ika a&alnya Gagak 0arupaksa memiliki hanya tenaga luar yang besar, ditambah dengan ha&a tenaga sakti justru semakin memperkokoh jurus silat andalannya# ,api yang namanya bajak laut, tetap saja tidak luput dari ke$ulasan dan keli$ikan# !a tidak mau mengajarkan ilmu andalannya itu pada orang-orang Gagak 8emani karena takut tersaingi# Praktis hanya ia sendiri yang memiliki !lmu Silat ,angan Seribu"! 9ika di pihak Partai 1aga +angit ada ,ujuh 0e&a 8atur, di pihak penyerbu juga ,ujuh Gembong Bandit dari Sarang <lang +angit# Mereka bertujuh sudah lama menjalin silang sengketa dengan Perguruan 8atur Ba&ana saat ,ujuh 0e&a 8atur membantu 2uil +angit di kala terjadi perebutan 2itab +angit Sakti" dan $elakanya tahap ke tiga dari kitab itu yang dijaga 8atur +ima berhasil di$uri se$ara li$ik oleh salah seorang dari ,ujuh Gembong Bandit meski hanya men$uri separo bagian a&al# Begitu melihat Si <lang Botak, hampir saja 8atur +ima menerjang la&an jika tidak di$egah oleh 8atur <mpat dan 8atur <nam# 6,enang, ka&an! %ku tahu kau ingin sekali melumat si Perkutut Botak itu,7 kata 8atur <mpat mengganti nama <lang Botak menjadi Perkutut Botak# 6Betul! 9angankan kamu, aku saja juga pingin melumat habis Perkutut Botak itu!7 timpal 8atur <nam dengan suara agak dikeraskan# 6Bangsat! 9ika berani, silahkan kalian maju semua!7 bentak Si <lang Botak, diejek sedemikian rupa oleh mereka# 6Bangsat! 9ika berani, silahkan kalian maju semua!!7 tiru <lang +atah, sambil petentangpetenteng# ,entu saja orang-orang jadi terta&a geli mendengar perkataan si <lang +atah, yang tepat meniru apa yang baru saja didengarnya# Bahkan 8atur +ima sampai terta&a terbahak-bahak, sambil berkata, 60asar perkutut tolol!7 60asar perkutut tolol!7 tiru <lang +atah tanpa sadar# 6Perkutut busuk!7 6Perkutut busuk!7 kembali <lang +atah menirukan# 6,ujuh Gembong Bandit adalah kumpulan perkutut tukang kentut!7 6,ujuh Gemb ### umphh!7 Mulut <lang +atah langsung dibekap tangan <lang 2urus, agar ia tidak ngo$eh tak karuan terlalu banyak# ,entu saja per$akapan singkat itu membuat suara gelak ta&a di sana-sini# Bahkan beberapa orang-orang Gagak 8emani terta&a keras mendengar $elotehan latah itu# 60iam ### !!7 bentak salah seorang dari ,ujuh Gembong Bandit yang tinggi besar# Semua langsung terdiam# 0ialah pimpinan Sarang <lang +angit yang disebut sebagai .aja <lang Besar, lalu tudingnya pada <lang 2urus, 6Sumpal mulutnya dengan kain, biar dia tidak ngo$eh sembarangan!7 Mulut <lang +atah terlihat bergerak-gerak menirukan logat suara .aja <lang Besar, tapi tidak kedengaran karena dibekap erat tangan kurus ka&annya# 6Baik, 2akang!7 6,ujuh 0e&a 8atur, aku tahu diantara kita telah terjadi silang sengketa sejak lama hanya masalah sepele#7 6Sepele katamu?7 bentak 8atur Satu, 61ama baik ,ujuh 0e&a 8atur ter$emar gara-gara perbuatan kotor kalian!7 65uh, $uma karena beberapa lembar bagian kitab saja sudah kalian anggap men$emarkan nama baik!?7 6Setan keparat! ,entu saja kalian bisa mengatakan seperti itu, sebab kalian sendiri yang berbuat li$ik!7 sergah 8atur +ima# 6Siapa yang tidak kenal dengan tujuh manusia penge$ut seperti kalian yang bisanya main belakang? 8uihh!7 Mendengar olok-olok 8atur +ima, selebar &ajah .aja <lang Besar merah padam# Baginya kata penge$ut merupakan tantangan berani mati untuknya! Si Pe anah Ga!i" ( Ba$ 1) 62au ### aku tahu siapa kau! Bukankah kau manusia tolol yang dulu dipe$undangi <lang Botak?7 katanya sambil menunjuk hidung 8atur +ima#

6Betul! %ku memang pernah dipe$undangi Si Perkutut Botak itu,7 katanya sambil menuding ke arah <lang Botak yang lagi-lagi disebut Perkutut Botak, 6 ### tapi dia ### membokongku dari belakang menggunakan .a$un Pelemas ,ulang!7 60alam setiap pertarungan, $ara apa pun boleh digunakan asal bisa meraih kemenangan!7 sentak si <lang Botak marah, karena berulang kali disebut Perkutut Botak, pikirnya, 6Benarbenar menghina dia!7 1apasnya naik turun dengan $epat menahan kemarahan yang sudah hampir meledak keluar# 0an akhirnya ### ,anpa diperintah siapa pun <lang Botak langsung menerjang $epat ke arah 8atur +ima yang sepertinya tidak siap untuk diserang ternyata telah siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang terjadi# *utt! Plakk! Plakk! Saling pukul dan saling serang terjadi dalam &aktu $epat# 4ang jelas, serangan dua musuh bebuyutan itu bukan sembarangan# Pan$aran ha&a tenaga dalam terasa memerihkan kulit saat desiran angin menerpa# 9ika 8atur +ima mengandalkan ilmu khas Perguruan 8atur Ba&ana yang unik yang bernama jurus ?,ukang 8atur Membalik +angit?, dengan posisi kaki tangan yang selalu membentuk lingkaran-lingkaran besar ke$il menadahi setiap jurus $akar ganas yang dilan$arkan <lang Botak# *utt! *ess ### !! !lmu Silat ?8akar <lang? yang digunakan <lang Botak begitu lin$ah dan tangkas# Suatu saat $akar kiri berhasil menerobos masuk ke dalam lingkaran ha&a yang dibentuk 8atur +ima, tapi begitu berhasil masuk setengah bagian ke dalam lingkaran, jurus serangan $akar bagai dibalik arah serangannya, mengarah ke diri sendiri# *utt!! 6<hhh?7 <lang Botak terkejut saat mengetahui arah serangannya justru mengin$ar dua bola matanya, dengan sedikit menggeser kepala ke samping, membuat arah serangan meleset dua jari dekat telinga# 6;pss, hampir saja,7 keluhnya sambil mundur selangkah, katanya dalam hati, 6!lmu apa yang digunakan keparat itu?7 6Baru menghadapi jurus ke$il saja sudah kelabakan,7 kat 8atur +ima sambil membuat posisi kuda-kuda depan dengan dua tangan bergerak-gerak membentuk lingkaran# 6Mana jurus-jurus ampuhmu, Perkutut Botak!7 8atur +ima memang berusaha meman$ing kemarahan dari la&an# 9ika la&an dalam keadaan terbelenggu ha&a amarah, berarti ia sudah menang satu langkah! 6!ni baru pemanasan, sobat! Sekarang terimalah kematianmu!7 kata geram <lang Botak sambil melenting tinggi tiga tombak sambil sepasang tangannya yang membentuk $akar melan$arkan serangan-serangan maut# 2ali ini, si <lang Botak tidak mau berlama-lama menghadapi 8atur +ima, sehingga jurus <lang Membabi Buta" langsung digunakan dengan menggunakan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya# *utt! *utt ### ! Puluhan, bahkan mungkin ratusan bayangan $akar elang mengurung ruang gerak 8atur +ima# 62urang ajar! .upanya si botak tidak main-main kali ini,7 pikirnya sambil menghindar kesana kemari, tetap dalam posisi tangan dan kaki yang melingkar-lingkar, namun kali ini justru bentuk lingkaran kaki dan tangan menjadi lebh ke$il dari sebelumnya# %nehnya, daya pental yang dihasilkan malah semakin membesar dan lebih berbahaya# Brakk! Brakk! Pertemuan antara $akar-$akar maut si <lang Botak dengan jurus Perisai 8atur Semesta" yang digunakan 8atur +ima terjadi# 1amun hasilnya justru diluar dugaan 8atur +ima# Saat <lang Botak melan$arkan jurus <lang Membabi Buta" yang ternyata hanyalah jurus pan$ingan, sedang serangan yang sesungguhnya terletak pada sapuan kaki yang saling silang dalam jurus Gunting <lang Besi" yang mengarah pada sepasang kaki 8atur +ima yang lin$ah bergerak berpindah-pindah# Srakk ### srakk ### !! 8atur +ima terkejut bukan main# Menghindar tidaklah mungkin# Satu-satunya $ara adalah bertahan# 0alam tempo singkat, 5a&a Sakti 8atur Ba&ana" dikerahkan untuk mempertahankan diri dari serangan la&an# 65eeaa ### 6

0iikuti dengan teriakan ken$ang, sebentuk ha&a padat kuning pekat dan putih $emerlang berbentuk lingkaran besar ke$il langsung menghentak keluar dari seluruh tubuh 8atur +ima# Glaar ### jdarrr ### !! 9urus <lang Membabi Buta" rontok! 9urus Gunting <lang Besi" kandas! Memang patut dia$ungi jempol hasil didikan Perguruan 8atur Ba&ana# Meski banyak menggunakan jurus-jurus bertahan, tapi ternyata di dalam setiap pertahanan tersimpan daya serangan balik mematikan# Seperti halnya jurus Perisai 8atur Semesta" yang beradu keras dengan jurus <lang Membabi Buta" membuat sepasang tangan <lang Botak patah tulang belulangnya# Bahkan jurus Gunting <lang Besi" yang penuh ha&a sakti juga tumbang oleh 5a&a Sakti 8atur Ba&ana" meski dikerahkan se$ara mendadak oleh 8atur +ima# Sepasang kaki <lang Botak langsung han$ur lumat terkena bias tenaga sakti khas Perguruan 8atur Ba&ana! 8atur +ima mendekati tempat <lang Botak tergeletak# 62au tinggal pilih, mati bunuh diri atau aku yang membunuhmu!?7 kata 8atur +ima sambil berdiri tegak dengan tangan kiri kanan mengen$ang meman$arkan ha&a padat kuning pekat dan putih $emerlang# 6Bangsat!7 kata geram si <lang Botak# 6Bunuh kalau berani!7 6.upanya kau menginginkan aku sendiri yang turun tangan,7 tutur 8atur +ima, dingin# 62ukabulkan permintaanmu, Perkutut Botak!7 Selesai berkata, dua tangan sarat tenaga sakti itu menghantam ke depan# Bumm! Bumm! 0entuman keras langsung terjadi# 9ustru yang aneh adalah tubuh 8atur +ima terpental jauh ke belakang, dan andai tidak di tahan oleh 8atur ,ujuh mungkin sudah jatuh terjengkang men$ium tanah# ,ernyata, .aja <lang Besar-lah yang menapaki pukulan maut 8atur +ima yang hampir saja menghabisi <lang Botak# 6!tu ### jurus <lang 0e&a Menyambar Petir"!7 kata kaget 2i 9liteng mengenali jenis pukulan la&an# 69ika begitu, empat jurus Silat <lang 0e&a" dari 2uil +angit telah kau kuasai dengan baik, .aja <lang Besar,7 kata lembut Maharsi Manikmaya, Si ,elapak +angit# 6!lmu $urian yang kau miliki tidak akan sempurna jika tidak digabung dengan delapan jurus yang lain, sobat#7 69ika bukan karena dia ### 6 katanya sambil menuding 8atur +ima yang terkapar di tanah yang tengah ditolong saudara-saudaranya yang lain, 6 ### aku sudah menguasai dua belas jurus !lmu Silat <lang 0e&a" dengan sempurna# Semua ini gara-gara ,ujuh 0e&a 8atur sialan!7 geramnya kemudian# +alu ia membopong tubuh lemas <lang Botak# Baru beberapa langkah berjalan, ia menyadari bah&a sosok dalam pondongannya ternyata telah tidak bernya&a! 63rang-orang 8atur Ba&ana keparat!7 bentaknya dengan mata berapi-api mengetahui salah seorang saudaranya telah menjadi mayat, lalu diletakkan begitu saja ke tanah, seakan tidak ada rasa hormat sama sekali# 62alian harus membayar semua perbuatan kalian!7 sergahnya, 60asar kalian li$ik, menyerang orang yang sudah terluka parah!7 6Bukankah dalam setiap pertarungan, $ara apa pun boleh digunakan asal bisa meraih kemenangan, itu khan slogan yang sering kau gembar-gemborkan?!7 bentak si 8atur ,ujuh, setelah menolong 8atur +ima dari luka dalamnya, 69ika aturan seperti itu berlaku pada orang lain, kenapa tidak berlaku padamu?7 62au ### 6 6%pa? Mau memakiku?7 ,iba-tiba saja 8atur ,ujuh sudah berada jarak setengah langkah dari .aja <lang Besar# ,entu saja laki-laki tinggi besar itu kaget bukan alang kepalang# +angsung saja ia melompat menjauh sambil menggerakkan sepasang kaki dan tangannya# 62enapa kau malah seperti monyet menari, .aja <lang Besar? ,akut diserang mendadak!7 sergah 8atur ,ujuh dengan $epat# 6Bangs ### 6 6Siapa yang kau maki bangsat! 2aulah yang bangsat! Semua orang juga tahu itu!7 +agi-lagi dengan $ara aneh, 8atur ,ujuh sudah berada dalam jarak setengah langkah dari .aja <lang Besar# 0an untuk kedua kalinya pula, .aja <lang Besar melompat sejauh tiga tombak dari tempat

berdirinya semula, sambil memaki keras, 6Setan bel ### 6 6Siapa yang setan belang? 2au?7 kata 8atur ,ujuh dan lagi-lagi ia sudah sejarak setengah langkah dari la&an, 6Bagus kalau kau menyadari bah&a dirimu adalah biangnya segala setan belang!7 2ali ini .aja <lang Besar benar-benar dibuat tidak berkutik! Gerak kilat 8atur ,ujuh yang seperti bayangan yang menempel terus pada dirinya kemana saja ia pergi membuatnya kehilangan akal# Pikirannya buntu# 2epala senut-senut# Badan gemetar menahan amarah# 2emana pun ia bergerak, selalu saja ada 8atur ,ujuh didekatnya# Sebenarnya apa yang dilakukan 8atur ,ujuh bisa dilakukan setiap orang Perguruan 8atur Ba&ana, terutama sekali ,ujuh 0e&a 8atur# 0alam jurus ?Menempel Setengah +angkah? merupakan jurus peringan tubuh yang paling diandalkan ,ujuh 0e&a 8atur untuk merontokkan nyali la&an# Seperti apa yang dilakukan oleh 8atur ,ujuh pada .aja <lang Besar# +aki-laki pimpinan ,ujuh Gembong Bandit itu sudah kun$up nyalinya# Bagaimana tidak kun$up nyali, laki-laki berbaju kuning putih itu bisa saja menggunakan jurus-jurus maut untuk membunuh dirinya, tapi justru tidak dilakukan 8atur ,ujuh# !tulah yang membuatnya serba susah! 5ingga akhirnya ### laki-laki tinggi besar itu jatuh terduduk dengan meratap-ratap minta ampun seperti pera&an mau dika&inkan! 0an itu semua dilakukan di hadapan para anak buahnya# Benar-benar memalukan! Sebenarnya, 8atur ,ujuh memang sengaja menggiring .aja <lang Besar agar berkumpul dengan para gembong bandit yang lain, dimana mereka berlima berdiri terpisah dari orangorang Gagak 8emani# 6,olong ### tolong jauhi aku ### kumohon ### 6 ,angan kanan 8atur ,ujuh terjulur ke depan# 2repp! +eher .aja <lang Besar langsung terkun$i# 6Berikan!7 6%pa ### apa yang harus ### kuberikan?7 62itab $urianmu,7 kata 8atur ,ujuh, datar# 6 ### dan ingat! 9angan ma$am-ma$am!7 desisnya# 0engan lesu, .aja <lang Besar merogoh ke dalam baju, lalu mengambil sebuah kitab ke$il dan diangsurkan ke arah 8atur ,ujuh# +aki-laki itu menerima kitab ke$il itu, lalu membuka-buka sebentar# Setelah itu menganggukangguk samar# 6Bagus, kau boleh pergi!7 8atur ,ujuh berkata sambil membalikkan tubuh# Begitu melihat 8atur ,ujuh berdiri membelakangi, .aja <lang Besar tersenyum menyeringai# 6Mampus kau, bangsat!7 gumamnya sambil mengerahkan seluruh tenaga dalam, dan tanpa mengindahkan sopan santun dan aturan dunia persilatan, laki-laki itu membokong 8atur ,ujuh yang baru berjalan dua tiga langkah# 62akang, a&as ### !!7 seru 8atur ,iga yang bermata paling tajam# ,erlambat! Bumm ### bummm ### ! Bunyi ledakan keras membun$ah terjadi# 0i tempat berdirinya 8atur ,ujuh diselimuti kepulan asap berbau busuk menyengat# 6Mampus kau! Mampus!7 seru .aja <lang Besar kegirangan melihat serangannya berhasil menghantam la&an# 6Mampus kau! Mampus!7 tiru <lang +atah tanpa sadar# ,entu saja semua orang yang berada disitu kaget melihat keli$ikan .aja <lang Besar, terlebih lagi <nam 0e&a yang lain# Bahkan .angga *uni dan Suro 2eong hampir saja melabrak .aja <lang Besar jika tidak di$epat Maharsi Manikmaya dan 2i 9liteng# 60asar li$ik!7 bentak 8atur <mpat# 6Bukankah itu tadi jurus ?<lang 0e&a Menyambar Matahari?!7 pekik Si ,elapak +angit# Saat semua orang terpengaruh oleh keli$ikan .aja <lang Besar, terdengar suara dari atas# 6.aja <lang Besar! 2au benar-benar manusia li$ik! 3rang sepertimu tidak pantas hidup lebih lama didunia ini# Pukulan Sakti 8atur Ba&ana" sebenarnya tidak $ukup pantas melumatkan manusia sampah seperti kalian ini!7 Bersamaan dengan u$apan yang terdengar dari atas, terpan$arlah dari langit puluhan lingkaran kuning pekat dan putih $emerlang saling dahulu mendahului# 0an arah yang dituju adalah ###

.aja <lang Besar dan anak buahnya yang saat itu sedang meluapkan kegembiraan sehingga mereka lengah! Blarr ### blarrr ### blarrr ### blarrr ### !! +edakan keras terjadi beberapa kali, diiiringi dengan jerit lengking kematian yang menyayat hati# Begitu pan$aran lingkaran kuning pekat dan putih $emerlang berhenti, berhenti pula bunyi ledakan# Sedikit demi sedikit kepulan asap menipis dan pada akhirnya, terlihat serpihan tubuhtubuh hangus terbakar yang berserakan dimana-mana# Bahkan di satu tempat terdapat $ekungan dalam, tepat dimana .aja <lang Besar berdiri pongah sebelumnya# Gara-gara perbuatan .aja <lang Besar, ,ujuh Gembong Bandit dari Sarang <lang +angit benar-benar tamat sampai disini! Mereka te&as karena kejahatan mereka sendiri! Si Pe anah Ga!i" ( Ba$ 1* Begitu menginjakkan kaki di tanah, 8atur ,ujuh berjalan ke arah dua utusan 2uil +angit dan mengangsurkan kitab pemberian .aja <lang Besar# 6Silahkan Paman Maharsi menerima#7 Si ,elapak +angit dan Si 0e&a 2aki 2ilat sangat berterima kasih pada 8atur ,ujuh saat laki-laki itu memberikan bagian a&al 2itab !lmu Silat ?<lang 0e&a?# 6<ntah dengan $ara bagaimana 2uil +angit bisa membalas budi baik ,ujuh 0e&a 8atur#7 kata lembut Si ,elapak +angit# 6Mengikat tali persaudaraan dan persahabatan dengan 2uil +angit sudah merupakan budi yang tidak terkira bagi Perguruan 8atur Ba&ana, Paman Maharsi#7 tutur halus 8atur ,ujuh# 0ua pihak saling memberi hormat satu sama lain# Pertikaian antara ,ujuh Gembong Bandit dan ,ujuh 0e&a 8atur memang tidak diren$anakan sebelumnya oleh 2i Gagak Surengpati sehingga membuatnya memaki panjang pendek di dalam hati, 6Sial, perhitunganku meleset! !ni semua gara-gara ,ujuh 0e&a 8atur membuat bala bantuan yang kuharapkan tenaganya menjadi berkurang banyak#7 pikirnya saat mengetahui tujuh orang terhebat dari Sarang <lang +angit han$ur di tangan dua orang anggota 0e&a 8atur# Sambil menekan perasaannya, ia berkata lantang, 6Pedang 1aga Perkasa! ,anpa perlu kami katakan apa maksud kedatangan kami ke tempat ini, tentu kau sudah tahu dengan sendirinya, bukan?7 6%pa maksudmu?7 65uh! ,ak perlu bertele-tele, anak muda! 8epat serahkan 2itab !lmu ?Mata Malaikat? padaku!7 Mendengar kata ?Mata Malaikat? disebut-sebut, kakek berdayung baja langsung mengumpat, 6Bangsat tua! 2enapa kau tidak mengatakan tujuanmu yang sebenarnya, Gagak Surengpati! .upanya kau berniat mengangkangi sendiri ilmu itu!7 6Sabar, 2akang! %ku tidak bermaksud begitu! Sebab menurut &angsit gaib yang aku terima, ilmu itu akan mun$ul di tempat ini, perkara hasilnya bisa kita pelajari bersama,7 kata 2i Gagak Surengpati saat kedoknya terbongkar# 6Setan tua! 8epat benar dia sadar kalau aku bermaksud menipunya,7 pikirnya# 6%ku sudah sering mendengar kehebatan ilmu nujummu, tapi yang kudengar banyak yang meleset dari pada yang betul#7 kata 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara# 60ari seratus ramalanmu, semuanya $uma omong kosong! Mungkin karena &aktu mudamu banyak kau gunakan mengumbar na/su hingga ilmu setanmu tidak manjur!7 Selebar muka 2i Gagak Surengpati merah padam mendengar boroknya diungkit-ungkit di depan orang banyak# ,api karena pada dasarnya laki-laki $ulas itu mengharapkan bantuan dari si kakek berdayung baja, ia hanya tersenyum masam saja# 6!tu $uma kabar diluaran, 2akang, jangan diper$aya! 4ang pasti ### ilmu itu akan mun$ul di tempat ini!7 sergah 2i Gagak Surengpati, pikirnya, 6Selesai masalah disini, kepalamu bakal kupenggal dan kuberikan pada anjing-anjing peliharaanku, bangsat!7 6Gagak Surengpati ### !7 kata .angga *uni sambil maju ke depan, 69ika memang hal itu yang kau inginkan, maa/ ### di Partai 1aga +angit tidak ada ilmu yang kau maksud ### 6 6Pasti ada ### tidak mungkin ilmu nujumku salah!7 bentak 2i Gagak Surengpati, 68epat serahkan! 2alau tidak ### 6 62alau tidak apa? Mau menghan$urkan partaiku seperti halnya kalian menghan$urkan

Perguruan Gunung Putri?7 bentak 1ila Sa&itri sambil mengerahkan jurus ?Mulut Guntur?# ,entu saja la&an yang ada didepannya langsung merasakan desakan suara bertalu-talu berusaha menjebol dinding telinga# Meski tidak berlangsung lama, tapi sudah $ukup membuat orang-orang Gagak 8emani kelimpungan, bahkan beberapa orang yang paling depan sampai berdarah-darah telinga mereka# 6.upanya kau gadis sundal dari Perguruan Gunung Putri# Pantas &angsit yang kuterima ### 6 6Gara-gara &angsit sintingmu itu ### seluruh teman-temanku habis kalian bantai!7 potong istri Pedang 1aga Perkasa, sambil bersiap melakukan serangan# 6,enang, istriku! 2ita harus bisa menahan diri saat ini! !ngat dengan murid-murid kita,7 bisik .angga *uni men$ekal lengan istrinya saat ia melihat bah&a 1ila Sa&itri berniat melabrak orang tua penujum itu# Melihat perkembangan yang sudah menjurus ke pertarungan hidup mati, Suro 2eong dan Suro Bledek saling pandang# 62au siap, ka&an,7 bisiknya pada Suro Bledek, 6Siapkan penangkal ilmumu!7 Suro Bledek mengambil sesuatu dari saku baju dan ternyata ### bulatan dari tanah padas yang dibuat bulat sebesar kelereng# Sambil berjalan pelan, mereka mendekati murid-murid Partai 1aga +angit sambil berbisik agar memasukan benda bulat tanah padas ke dalam lubang telinga dan dibebat dengan ikat kepala supaya tidak jatuh, karena semua murid Pedang 1aga Perkasa memang mengenakan ikat kepala sehingga perbuatan mereka tidak men$urigakan orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani# 5anya mereka memang melihat orang-orang Partai 1aga +angit mengen$angkan ikat kepala, itu saja! Bahkan Suro 2eong langsung memberikan kata ?bunuh? jika ada kesempatan! Sebenarnya dua orang itu menyiapkan satu kantong besar untuk berjaga-jaga jika kekurangan# 1amun ternyata justru kelebihan jumlah, sebab murid-murid Partai 1aga +angit sekitar delapan puluhan orang telah turun gunung menuruti perintah sang guru, sedang yang tersisa tidak lebih dari dua puluh lima orang yang ingin membela kehormatan partai# 6Sisa banyak!7 bisik Suro Bledek# 62ita gunakan saja sebagai senjata rahasia#7 6Bagus, aku juga begitu! 9urus 2elereng %r&ah" paling $o$ok digunakan dalam pertarungan seperti ini#7 6,api jangan salah sasaran!7 69angan kha&atir, lah!7 kata Suro Bledek, enteng# +alu laki-laki itu mendekati pasangan suami istri itu dan berbisik, 69ika terjadi perkelahian, gunakan jurus ?Mulut Guntur? tingkat tertinggi ### 6 6,api Paman, bagaimana dengan murid-muridku, mereka ### 6 6Mereka akan aman-aman saja# Per$ayalah!7 katanya sambil kembali ke belakang# 68epat berikan kitab itu!7 kali ini 0e&i 8abul ,eratai Merah yang membentak# 6Bagaimana jika kami menolak?7 tantang .angga *uni sambil melolos pedang dari sarung# Srakk! 69ika tidak ### maka partai kalian akan kubuat karang abang!7 62alau begitu ### kami memilih menolak!7 Begitu kata ?menolak? selesai diu$apkan, .angga *uni langsung menerjang maju ke arah dengan pedang menusuk lurus ke arah &anita $abul berbaju merah sambil mengeluarkan teriakan lantang sarat dengan jurus ?Mulut Guntur? tingkat ke enam, 6Serbu ### !7 0e&i 8abul ,eratai Merah $ukup kaget mendapat dua serangan mendadak, tusukan pedang dan suara mendenging di telinga yang langsung berusaha menerobos ke dalam dinding-dinding telinga# 1amun, sebagai tokoh kosen yang diperhitungkan jago-jago persilatan, serangan dadakan itu bukanlah hal berat baginya# Sambil terta&a $ekikikan, nenek $antik itu langsung berjumpalitan ke belakang# *utt! *utt! 9leg! 6,idak perlu tergesa-gesa begitu, pemuda tampan,7 katanya sambil mengumbar senyum manis disertai kerlingan manja# ,entu saja .angga *uni jengah diperlakukan seperti itu oleh musuhnya# 62akang, biar nenek genit ini aku saja yang menanganinya!7 Sekelebat bayangan kuning gading menerjang $epat disertai larikan-larikan sinar putih patahpatah sepanjang satu tombak#

Syutt! Syutt! 0arr! 0aarrr! 6!lmu Pukulan ,ombak %kherat"!7 pekik 0e&i 8abul ,eratai Merah melenting ke atas, lalu turun ke tempat semula, 62au apanya si Pendekar ,ombak Putih?7 60ia adalah ### Pamanku!7 kata gadis $antik berbaju kuning gading, 6Masak kau tidak bisa melihat kedua pamanku sedang membantai orang-orangmu, nenek peot!7 *anita $antik itu geram disebut nenek peot# 62au ### kau harus membayar penghinaan ini, gadis ke$il!7 kata si nenek setelah mengetahui Pendekar ,ombak Putih dan Si Mulut Guntur ternyata berada di tempat itu# 6Setelah kau mampus, giliran ke dua paman keparatmu itu menyusulmu ke akhirat!7 63 ya? %pa tidak kebalik, 1ek?7 goda 2umala .ani# 6Bangsat! 2urobek mulutmu!7 0e&i 8abul ,eratai Merah langsung baku hantam dengan 2umala .ani dengan saling tukar jurus-jurus maut# Gagak Setan ,angan Seribu bertemu dengan la&an yang sepadan# 9ika ia mahir menggunakan dua tangan besarnya le&at !lmu Silat ?,angan Seribu?, justru la&an handal menggunakan jurus kaki le&at !lmu ,endangan %pi Membara" yang dikerahkan Si 0e&a 2aki 2ilat dari 2uil +angit# Prakk! Prakk! Brakk! Beradunya kaki dan tangan bagai suara besi ketemu besi# 2eras la&an keras! Sedang Suro 2eong memilih la&an yang lebih ringan# Berulang kali jurus 2elereng %r&ah" men$abut nya&a orang-orang Gagak 8emani dengan mudah# 9ruub! 9rubb! 6%aah ### 6 %kan halnya 1ila Sa&itri dan Suro Bledek memimpin murid-murid Partai 1aga +angit menghadapi serbuan yang datang bagai banjir bandang# Memang ini adalah untuk pertama kalinya murid-murid Partai 1aga +angit menghadapi suasana pertempuran yang sebenarnya, tapi dengan adanya bantuan dari istri guru dan pamannya membuat semangat mereka kian membara# %palagi kedua orang itu selalu membantu mereka dengan jurus ?Mulut Guntur?# Saat la&an sedang berusaha menutupi telinga akibat desakan suara yang bagai merobek-robek telinga, dengan mudahnya orang-orang Partai 1aga +angit menyarangkan senjata mereka ke tubuh la&an# 8rass ### $roook ### jrabb ### bless ### ! Bahkan sambil mengeluarkan jurus ?Mulut Guntur?, 1ila Sa&itri mengelebatkan pedang telanjang kesana kemari membantai la&an# 2ali ini penyaluran dendam kesumat bekas murid Perguruan Gunung Putri langsung menyeruak keluar bagai letusan gunung api, bahkan trisula yang ada di tangan kiri turut berkelebatan membantai la&an# 9urus ?Pisau Pedang Membedah Gunung? yang seharusnya menggunakan pasangan pedang dan pisau, tidak kehilangan keganasannnya meski digantikan oleh trisula# 8rass ### $rass ### !! 6%aakh ### uughh #### 6 Berulang kali !lmu Pisau Pedang 9alan ,unggal? dari Perguruan Gunung Putri memperlihatkan taringnya# ,ak pelak lagi, korban mulai berjatuhan sehingga darah mulai menggenangi pelataran Gunung 1aga yang asri# 9erit lengking kesakitan dan kematian bagai menghiasi langit biru# .oh-roh keluar dari raga karena di$abut paksa# 0an yang pasti ### tubuh tanpa nya&a berjatuhan satu demi satu! .angga *uni pun menghadapi la&an yang tidak enteng# ,iga murid utama Perkumpulan Gagak 8emani menggempurnya dari tiga jurusan yang berbeda# Serangan mereka yang susulmenyusul $ukup membuatnya $ukup kerepotan# Set! Sett! Beberapa kali pemuda yang juga 2etua Partai 1aga +angit berkelit $epat menghindari serangan la&an yang datang bagai gelombang pasang# ;ntunglah ia telah menguasai tingkat enam dari jurus Mulut Guntur" hingga sesekali ia melan$arkan bentakan-bentakan maut sambil menggerak-gerakkan pedang yang meliuk-liuk bak naga terbang# .ett! .ett! 9urus ke tujuh dari !lmu ?Pedang %liran 1aga? yang bernama ?1aga Menerobos 2erumunan ;lar?

yang digunakan Pedang 1aga Perkasa bergerak lin$ah, menyusup diantara $elah-$elah pertahanan tiga murid utama Gagak 8emani# 2ali ini, Gagak 0e&a menjadi korban pertama# 2epalanya menggelinding ke tanah saat Gagak 0e&a dalam posisi tidak siap dimana ia menghindari sergapan pedang dari kiri ke kanan dengan $ara menundukkan kepala# 1amun rupanya jurus ?1aga Menerobos 2erumunan ;lar? adalah jurus yang unik, begitu tahu la&an berhasil menghindar, tahu-tahu ujung pedang mematuk tengkuk dengan telak 8ras! 2epala Gagak 0e&a langsung terpisah dari raga# Melihat Gagak 0e&a te&as, Gagak +imau dan Gagak ;ngu langsung melontarkan pukulan maut andalan perkumpulan mereka ke arah .angga *uni# Pukulan Gagak 8emani"! 0ubb! *utt! 0ua sinar hitam melesat $epat saat Pukulan Gagak 8emani" dilontarkan hingga mengeluarkan suara menggebubu bagai raungan lebah menggebah# .angga *uni terkesiap# ,idak ada &aktu bagi dirinya untuk menggunakan jurus pukulan, sebab selang &aktu antara kematian Gagak 0e&a dengan lun$uran Pukulan Gagak 8emani" terlalu singkat dan $epat# Satu-satunya jurus siap pakai adalah ### jurus Mulut Guntur" tingkat enam! 65uaa ### haaaa ### haa ### !!!7 Gelombang suara bertenaga dalam tinggi langsung bertemu dengan dua sinar Pukulan Gagak 8emani"# 0etik berikutnya dua dentuman lumayan keras langsung menghentak keluar# Blarrr! Blarr!! ,ubuh Gagak +imau dan Gagak ;ngu terhempas ke belakang disertai mun$ratan darah kental dari mulut, telinga dan hidung# Begitu jatuh menyentuh tanah, berkelojotan sebentar lalu diam untuk selama-lamanya# .upanya saat terjadi benturan tadi, dua sinar Pukulan Gagak 8emani" menghantam balik pemiliknya hingga membuat mereka te&as dengan tulang tengkorak han$ur di bagian dalam# Sedang .angga *uni pun mengalami nasib yang tidak kalah parah dari la&an# 0ari telinga, hidung, sudut mata dan mulut keluar darah segar# Pedang langsung ditan$apkan tanah, selanjutnya si pemuda duduk bersila mengatur napas melakukan pemulihan tenaga dan penyembuhan luka dalam# +ima murid Partai 1aga +angit yang menganggur, dengan sigap membuat pagar betis melindungi# Memang saat itu, de&i keberuntungan tidak sedang berpihak pada Perkumpulan Gagak 8emani# Murid-murid Gagak 8emani hanya tinggal beberapa gelintir saja, itu pun sekarang hanya 1ila Sa&itri seorang yang menghadapi empat orang murid tingkat dua# ,anpa tempo lama, empat murid itu akhirnya tumbang satu demi satu# 8rass! 9rubb! Pada akhir pertempuran di Partai 1aga +angit ### seluruh murid tingkat satu dan dua dari Perkumpulan Gagak 8emani te&as semua! Si Pe anah Ga!i" ( Ba$ 1+ %kan halnya Suro 2eong dan Suro Bledek membantu beberapa murid Partai 1aga +angit yang terluka ringan dan parah# Meski ada lima orang murid te&as di medan laga, gugur sebagai pembela kehormatan partai# Sementara itu, pertarungan antara 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara dengan pemuda bermata putih bersenjata tongkat hitam berlangsung seru dan unik# Bagaimana tidak unik, jika si kakek selalu menggebah maju dengan dayung baja yang bersli&eran mengurung tubuh si pemuda dengan desiran angin kuat, justru si pemuda dengan santainya bergerak miring-miring mirip kepiting berjalan di selokan# Bisa dikatakan seru, sebab setiap si kakek mengayunkan dayung baja, selalu terdengar raungan angin yang tersibak bagai lolongan setan dari neraka, sedang si pemuda tetap bergerak miring-miring se$epat kilat menyambar# Meski belum melan$arkan serangan balasan satu kali pun, pemuda bertongkat hitam itu tetap dengan senyum ramah tersungging melayani serangan-serangan si kakek# 6%yoo kek, yang semangat ### 6 serunya sambil menggeser kaki kiri ke samping kanan diikuti dengan badan membungkuk# 6%duuuh ### meleset ### $oba lagi kek ### 6 2akek itu berhenti menggerakkan dayung baja dengan napas sedikit terengah-engah!

Giuhh #### $apek, deh! 6Setan buta keparat! 0ia bisa menduga arah seranganku dengan tepat,7 pikirnya, 69urus Silat ?0ayung Baja? selalu meleset saja saat hampir menghantam tubuh# %palagi tubuhnya yang bergerak miring-miring seperti orang sinting ### entah ilmu ma$am apa yang dipakainya#7 6%yo, kek! 2enapa diam? 8apek, ya?7 kata si pemuda yang tak lain si 9alu sambil berka$ak pinggang# 6Setan buta sialan! Murid siapa kau ini?7 bentak 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara# 6*ah ### guruku yang mana, kek? %ku punya banyak, tuh!7 62enapa kau ngomong plintat-plintut seperti anak gadis sulit buang air besar, hah!7 6+ho ### kakek ini gimana, tho? ,adi nanya siapa guruku, kok bilangnya seperti itu?7 sahut 9alu Samudra dengan suara dikenes-keneskan# 6Memang guruku ada banyak, jadi sulit mengatakannya satu persatu ### 6 6Bangsat buta! 2atakan yang mana saja, biar aku tidak kesalahan tangan &aktu membunuhmu!7 2ali ini kakek besenjata dayung benar-benar marah# 6Guru yang mana, ya?7 kata 9alu Samudra sambil pura-pura berpikir keras, 6 ### ahh, aku tahu! !tu tuh ### guruku!7 katanya sambil menunjuk ke arah tempat 2umala .ani berkelahi# 64ang $antik di sana tu$h, lagi berantem sama nenek-nenek baju merah!7 Si 2akek menoleh sebentar, lalu mendengus, 6Guru ma$am apa dia? !lmunya lebih jelek daripada dirimu!7 60ia itu guruku yang paling kusayangi, 2ek!7 6Guru silat?7 6Bukan!7 6+alu guru apa?7 6Guru #### ber$inta alias memadu kasih! 5ua-ha-ha-ha!7 9alu Samudra terta&a terbahak-bahak, sukses mempermainkan kakek nelayan di hadapannya# 6Pemuda bangsat! Ber$intalah kau dengan setan-setan di neraka!7 bentak si kakek sambil tangan kanan mengayunkan dayung baja ke arah kepala si pemuda berbaju biru# *utt! ,angan kiri pun juga ikut bekerja dengan melan$arkan beberapa pukulan-pukulan bertenaga dalam tinggi# Pukulan 3mbak +aut ;tara" datang silih berganti dengan kibasan dayung baja, sehingga 9alu Samudra yang saat itu sedang mengerahkan !lmu Silat 2epiting 2en$ana" menjadi kelabakan# *esshh ### &err ### &reett! Blamm! Blaaamm! 0ua larik $ahaya kelabu menghantam tanah kosong di belakang anak muda yang dihindari dengan $ara berguling-guling di tanah# 62alau begini $aranya, mau tidak mau aku harus mengeluarkan ?1F 9urus ,apak 1aga Penakluk?!7 pikirnya sambil mengelebatkan tongkat hitam di tangan kanan, menangkis dayung baja yang siap menggemplang kepala# ,rakk! 6,api jangan, ah! !lmu ini terlalu berbahaya# +ebih baik aku tingkatkan saja ?,enaga Sakti 2ilat Matahari? hingga mendekati tingkat tiga# 2ukira sudah $ukup!7 pikirnya# ,rakk! 2embali dayung baja bertemu tongkat hitam menimbulkan per$ikan api# 6Gila! ,enaga bo$ah ini $epat laksana kilat menyambar,7 batin si kakek merasakan rambatan tenaga menyengat# 6,enaga sakti ma$am apa ini? Baru kali ini aku merasakan tenaga aneh seperti ini#7 6%ku harus $epat membereskan pak tua berdayung ini,7 pikir 9alu Samudra, 62ukuras dulu tenaganya dengan jurus ?2ilat ,anpa Bayangan?!7 Begitu selesai ia menahan serangan dayung, mendadak saja tubuh pemuda itu berkelebat $epat, lima kali lebih $epat dari sebelumnya, membentuk segulungan bayangan biru yang mengurung la&an sambil melan$arkan serangan-serangan aneh# *uss ### ! ,entu saja hal ini membuat 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara kaget bukan alang kepalang# Sehingga tanpa jeda, ia melontarkan puluhan Pukulan 3mbak +aut ;tara" menghujani kelebatan bayangan biru# Blamm! Blamm! Blamm!

Meleset! 62urang ajar! 8epat sekali dia bergerak!7 pikirnya, dan kembali kakek itu melontarkan Pukulan 3mbak +aut ;tara" ke berbagai arah# Blamm! Blamm! +agi-lagi meleset! Bagaimana pun juga, kondisi /isik kakek itu sudah jauh berkurang dari masa mudanya, hingga tenaganya merosot $ukup banyak# %palagi menghadapi pemuda buta yang gerakannya se$epat kilat menyambar semakin menguras tenaga luar dalam# Sebentar saja, na/asnya sudah kembang-kempis# 6Sekarang, giliran jurus ?8apit 2epiting Mengebor Batu? baru beraksi,7 pikir si 9alu saat melihat kakek nelayan itu berhenti melontarkan jurus pukulannya# 62akek ini harus kutaklukkan tanpa membunuh atau melukainya#7 9alu Samudra menggeser kaki kiri saling silang dengan kaki kanan mundur-mundur, sedang tongkatnya bergerak $epat membentuk bulatan mengeru$ut di depan# *utt! Belum sempat 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara bergerak menghindar, ujung tongkat sudah berada tepat sejarak dua jari dari leher la&an# Selebar &ajah kakek itu langsung pusat pias! 69ika kau benar-benar berniat membunuhku, gampang sekali kau melakukannya, anak muda#7 katanya sambil menghela napas# 6%ku memang tidak berniat membunuhmu, 2ek#7 kata 9alu Samudra sambil menurunkan ujung tongkat hitamnya, 62au kalah, 2ek!7 6%ku mengakui kekalahanku, anak muda!7 sahut si 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara# Meski termasuk golongan hitam, tapi 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara termasuk orang yang kesatria, jika kalah ia akan mengaku kalah, jika ia menang dan la&an meminta ampun, dengan senang hati ia akan mengampuninya# ,api jika la&an minta di bunuh, dengan senang hati pula ia akan membunuhnya# 69ika boleh kutahu, siapakah kau sebenarnya ini, anak muda? Siapa pula gurumu hingga bisa mendidikmu sehebat ini?7 tanya 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara# 6,entu saja selain guru ber$intamu itu#7 ,ambahnya lagi sambil melirik pada 2umala .ani di kejauhan# 6Maa/, 2ek! ,adi saya $uma ber$anda, kok#7 ujar 9alu Samudra, malu hati, 6Sebenarnya guruku adalah kakek nenekku sendiri yang bergelar ,ombak ;tara ,ongkat Selatan, merekalah yang mengajari hingga bisa seperti ini#7 9alu memang tidak berbohong, sebab ,ombak ;tara ,ongkat Selatan memang termasuk gurunya juga, guru pertama# 9ustru akan dianggap tukang ngibul jika ia mengatakan bah&a 0e&a Pengemis dan 0e&i Binal Bertangan 1aga adalah guru yang sebenarnya# 6Pantas saja, sekilas aku melihat gerakmu kadang lentur seperti tombak, kadang kaku seperti tongkat# ,ak tahunya mereka adalah kakek-nenekmu, anak ### 6 69alu!7 61ak 9alu#7 kata 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara, 6Baiklah, 9alu# Saya mohon diri! Sebelum berpisah, boleh kutahu nama gelar kehormatanmu?7 6Gelar kehormatan?7 tanya heran 9alu Samudra, 62alau gelar kesayangan, saya punya, 2ek#7 +agi-lagi kakek berdayung baja menghela napas dalam-dalam# 6Pemuda ini tolol apa goblok, sih?7 pikirnya# 64a$h, gelar kesayangan bolehlah ### 6 katanya kemudian# 62ekasih saya menamai Si Pemanah Gadis, 2ek ### 6 ,iba-tiba saja, pipi si kakek menggembung besar menahan ta&a, tapi akhirnya justru meledak keras tanpa bisa di $egah! 65ua-hah-ha-ha, Si Pemanah Gadis ### Si Pemanah Gadis! Benar-benar gelar yang aneh!7 sahut si kakek berdayung baja itu sambil berkelebat pergi, menuruni lereng Gunung 1aga diikuti suara ta&a keras ber$ampur dengan teriakan ?Si Pemanah Gadis? berulang-ulang# 65emm, apa anehnya gelarku?7 pikir si 9alu Samudra# -o-oSi Pe anah Ga!i" ( Ba$ 1,

Sementara itu, pertarungan dua tokoh tua juga terjadi di sebelah selatan, dekat dengan pintu gerbang Partai 1aga +angit# 2i Gagak Surengpati sendiri sudah berjibaku dengan Maharsi Manikmaya# Pertarungan mereka justru berjalan lebih lambat daripada yang lainnya, tapi justru yang paling berbahaya dan paling menentukan hidup mati dua petarung tua ini# 0ebb! 0ebb! 0esiran-desiran ha&a sakti saling bentrok dan labrak hingga menimbulkan gun$angangun$angan dahsyat# 0err ### derrr ### !! Berkali-kali gun$angan dahsyat terjadi, dan berkali-kali pula dua kakek itu kembali terseret ke belakang tiga-empat tombak jauhnya# 2eduanya berimbang! 6,enaga dalammu boleh juga, Si ,elapak +angit!7 kata 2i Gagak Surengpati sambil menyusut darah di sudut bibirnya# 62au terlalu memuji, 2i Gagak Surengpati! ,enaga tuamu juga tidak kalah kuatnya,7 kata halus Si ,elapak +angit sedikit bergetar# 61amun bagaimana pun juga, kejahatan tidak akan menang mela&an kebaikan, lebih baik kau segera bertobat! !ngat dengan usiamu yang sudah tidak lama lagi,7 lanjut Maharsi Manikmaya berkotbah# 6Bah! Simpan saja kotbahmu di neraka, orang sial!7 bentaknya sambil melontarkan jurus 8akar Gagak ,erkembang" dari arah kiri dan kanan# 0ubb! 0ubb! 0ua larik $ahaya kuning dari jurus 8akar Gagak ,erkembang" bila dihantamkan ke batu $adas akan han$ur lumat seperti bubur, entah bagaimana jadinya jika mengenai tubuh manusia# Sulit sekali dibayangkan# 65emmm ### jurus keji!7 gumam Si ,elapak +angit sambil mendorongkan sepasang telapak tangan dari atas ke ba&ah dengan pelan# *utt! Sebentuk $ahaya pijar keemasan berbentuk perisai yang berasal dari jurus ,elapak Sakti 0e&a Bertapa" melindungi diri sang Maharsi dari 2uil +angit dari serangan maut yang dilan$arkan 2i Gagak Surengpati le&at jurus 8akar Gagak ,erkembang"# 2lang! 8laang! Bukannya bunyi letupan seperti biasa, tapi nyaring bagai besi bertemu dengan baja# .upanya saat melontarkan jurus ber$ahaya kuning, 2i Gagak Surengpati se$ara diam-diam melontarkan pula dua bola berduri yang bera$un ganas menyertai jurus 8akar Gagak ,erkembang"# ;ntunglah jurus ,elapak Sakti 0e&a Bertapa" yang digunakan oleh Maharsi sakti dari 2uil +angit bukanlah sembarang jurus, selain bisa membalikkan arah serangan la&an, juga bisa melindungi pemiliknya dari serangan senjata gelap la&an# Begitu mendapati serangannya berhasil dimentahkan la&an, 2i Gagak Surengpati tersentak# 6Gila! Senjata rahasiaku malah mental balik,7 pikirnya sambil memutar $epat dua pasang tangannya di depan dada# Srepp! 0ua bola berduri bagai dimasukkan ke dalam kantong saat menyentuh telapak tangan laki-laki $abul itu# Begitu berhasil ditangkap kembali, sambil memutar badan untuk menambah daya lun$ur lagi-lagi 2i Gagak Surengpati melemparkan bola berdurinya di sertai jurus 8akar Gagak ,erkembang"# 2ali ini jumlahnya puluhan kali lipat dari serangan pertama dan larikan $ahaya kuning juga semakin membesar# *utt! *utt! *utt! 2lang! 8laang! 8rangg! ,rakk! 2ali ini, jurus ,elapak Sakti 0e&a Bertapa" harus bertahan dari serangan yang datang bagai hujan deras, bahkan Maharsi Manikmaya sampai-sampai menambah ha&a tenaga dalam demi mempertahankan jurus saktinya# Puluhan kali serangan senjata gelap 2i Gagak Surengpati kandas dan mental balik ke pemiliknya, tapi berulang kali pula senjata maut itu bisa ditangkap dan digunakan kembali sebagai alat penyerang yang berbahaya# *utt! *utt! *utt! 2lang! 2lang! 8rangg! ,rakk! Setelah dihantam ratusan bahkan mungkin ribuan kali, jurus ,elapak Sakti 0e&a Bertapa" akhirnya jebol# 2rakk! 2rakk! ,erdengar retakan disana-sini, dan pada akhirnya ###

0huaarr ### !! Begitu ha&a tenaga dalam yang menopang jurus ,elapak Sakti 0e&a Bertapa" berada di titik pun$ak kemampuan, Maharsi Manikmaya tidak menarik tenaga, tapi justru melanjutkan ha&a jurus yang sudah terpan$ar dengan jurus baru, ?,elapak Sakti 0e&a Menjungkirkan +angit?! Blarrr ### jdarrr ### !! Puluhan senjata rahasia bola berduri han$ur berkeping-keping# Meski berhasil menghan$urkan jurus ?8akar Gagak ,erkembang?, tak urung Maharsi Manikmaya harus menanggung akibat yang tidak sedikit# ,ubuh Maharsi berilmu tinggi dari 2uil +angit terhumbalang ke belakang, berguling-guling di tanah hingga jubah pendeta miliknya kotor terkena debu# Brakk! Baru berhenti setelah menabrak sebatang pohon sebesar dua pelukan orang de&asa, itu pun pada akhirnya pohon itu juga ikut tumbang, berderak roboh di bagian tengah# Brukkk ### ! Maharsi sakti segera bangkit dengan darah kental keluar dari mulut# 2ali ini luka dalam yang diderita sang Maharsi Manikmaya terhitung parah# ,erlebih lagi di lengan kiri tertan$ap satu buah bola berduri, meski hanya masuk setengah saja# 64a 0e&a ### !lmu 2i Gagak Surengpati benar-benar pilih tanding! 9ika hari ini aku tidak mengenyahkan bibit angkara, aku tidak tahu ben$ana apa lagi yang akan diderita umat manusia,7 kata hatinya sambil mengalirkan ha&a murni ke seluruh tubuh, berusaha mengurangi rasa sakit dan rasa tertusuk-tusuk duri di dalam dada# 6Senjata gelapnya bera$un $ukup ganas#7 pikirnya setelah ia mengetahui bah&a akibat jejak luka di lengan kiri mengeluarkan bau bangkai saat teraliri ha&a murni# Sedang kondisi 2i Gagak Surengpati tak kalah parahnya dengan Maharsi Manikmaya# ,ubuhnya terkapar bersimbah darah dimana puluhan bola berduri hampir memenuhi seantero tubuh# ;ntunglah ia sebelumnya telah menelan pena&ar ra$un, sehingga terhindar dari kematian, namun e/ek dari adu tenaga dalam tetap di derita# 2i Gagak Surengpati dengan tertatih-tatih bangkit berdiri sambil menghentakkan tenaga sakti# 65eaaa ### !!7 Plukk #### pluukk ### ! Bola-bola berduri terlepas dan berjatuhan dari tubuhnya# Memang yang namanya adu tenaga dalam akan mengakibatkan salah satu atau kedua-duanya bisa mengalami luka dalam yang a$ap kali merenggut nya&a# Sebenarnya hal ini diketahui betul oleh 2i Gagak Surengpati, tapi untuk menghadapi manusia sekelas tokoh dari 2uil +angit, mau tidak mau ia harus menggabungkan kekuatan ha&a murni dengan senjata gelapnya# %ndai $uma beradu jurus saja, bisa memakan &aktu tiga hari tiga malam tanpa henti# 6Setan keparat! Minggat kemana nelayan tua itu?7 kata hatinya sambil mengatur napas dalamdalam# 69ika $uma mengandalkan 0e&i 8abul ,eratai Merah dan Gagak Setan ,angan Seribu, tak bakalan mungkin bisa melibas Partai 1aga +angit# Menghadapi pendeta botak ini saja hanya berjalan seimbang# +agi pula, murid-muridku sudah pada tergeletak mati# Benar-benar brengsek!7 Setelah melihat bah&a tidak ada kemenangan yang bisa diraih di Partai 1aga +angit, 2i Gagak Surengpati berniat melarikan diri dari arena pertarungan# ,entu saja niat li$ik tukang nujum itu diketahui oleh Maharsi Manikmaya# 6%pakah kau mau lari dari sini, sobat?7 sindir Si ,elapak +angit# 6+ari? 5uh! ,idak ada kata ?lari? dalam hidupku! %ku hanya ingin memperpanjang sedikit saja umurmu agar kau bisa bertemu dengan teman-temanmu di 2uil +angit sana,7 elak 2i Gagak Surengpati# Bersamaan dengan itu, Gagak Setan ,angan Seribu mengalami nasib yang tidak kalah mengenaskan dengan gurunya# Bahkan lebih buruk lagi! Si Gagak Setan ,angan Seribu se$ara mendadak mendorongkan sepasang tangannya ketika tubuh besarnya hampir mengenai tanah hingga tubuhnya melentik di udara, ia bersalto ke belakang 0e&a 2aki 2ilat sambil mengeluarkan tendangan ke arah belakang kepala le&at jurus ?2aki Seribu Men$abut 1ya&a?! *hutt!! 0e&a 2aki 2ilat menundukkan kepala, kemudian bersalto ke depan sambil mengeluarkan jurus tendangan ke arah pangkal paha belakang la&an# 0alam gerak lambat sungguh tampak indah#

Posisi kepala 0e&a 2aki 2ilat berada di ba&ah, sementara tumit kaki kanannya mengarah ke pangkal paha sebelah belakang la&an# *utt! 9duaaakkk ### !! 9urus ",endangan ,umit Peme$ah Batu" 0e&a 2aki 2ilat masuk telak! Si Gagak Setan ,angan Seribu bersalto ke belakang beberapa kali mengikuti daya tendangan 0e&a 2aki 2ilat untuk mengurangi akibat jurus ",endangan ,umit Peme$ah Batu"# *utt! 0e&a 2aki 2ilat sengaja tidak mengejar la&an, ia ingin melihat dampak tendangan yang barusan dihasilkan# 2aki kanan Gagak Setan ,angan Seribu yang terkena tendangan tampak meleset tulangnya, ia berdiri terseok-seok# *ajah jelek si mata satu kembali menyeringai menahan sakit, ia menarik na/as sebentar untuk mengurangi rasa ngilu akibat tulangnya meleset dari persendian# 62au tidak akan menang adu jurus tendangan denganku, Gagak Setan!7 kata Si 0e&a 2aki 2ilat# 68ukuplah jika kakinya patah, setidaknya ia takkan bisa lagi menyerangku,7 pikirnya# 6Brengsek, jurus tendangannya $epat juga,7 gumam si Gagak Setan ,angan Seribu, 6 ### terpaksa ilmu milik leluhur yang selama ini aku rahasiakan, harus kukeluarkan juga#7 !a menarik napas sebentar mengatur tenaga, lalu menjejakkan kaki kanannya di udara sebentar, terdengar suara keras# 2raaakkk!! 2aki kanannya kembali normal seolah tak pernah terkena jurus ",endangan ,umit Peme$ah Batu" milik Si 0e&a 2aki 2ilat# 2i 9liteng terhenyak kaget, 6!tu ### jurus ?Sambung ,ulang 0an Sendi? dari %liran Pulau 5antu!7 5ampir tak mungkin rasanya, jika ilmu ?Sambung ,ulang 0an Sendi? yang terkenal kehebatannya bisa menyambung segala jenis tulang patah dan remuk yang konon sudah punah, kini justru terpampang di depan mata# !a menyaksikan sendiri kehebatan ilmu ini# 0ampak jurus ",endangan ,umit Peme$ah Batu" yang dilan$arkannya tadi tidaklah main-main# Meski hanya sepertiga dari tenaga dalam yang dipergunakan, kalau mengenai orang biasa, pastilah kaki itu sudah patah total# ,etapi si Gagak Setan ,angan Seribu berhasil mengurangi dampak tendangan itu dengan $ara mengikuti tenaga tendangan dan ia bersalto beberapa kali ke belakang tadi dan mengembalikan persendian dengan ilmu ?Sambung ,ulang 0an Sendi?! Si Pe anah Ga!i" ( Ba$ %6.upanya kau kenal juga dengan leluhurku, manusia tanpa tangan!7 65uh, aku tidak yakin bah&a ilmu ?Sambung ,ulang 0an Sendi? yang kau kuasai benar-benar sempurna!7 kata 2i 9liteng yang bergelar Si 0e&a 2aki 2ilat yang tersohor le&at !lmu ,endangan %pi Membara" meradang# 0engan tiba-tiba Si 0e&a 2aki 2ilat bergerak sangat $epat melayangkan tendangan kaki kanan ke arah ulu hati la&an# *uttt!! Gagak Setan ,angan Seribu melompat ke kiri bersamaan dengan arah tendangan ke arah sambungan lututnya# *ett!! Meleset! Sungguh di luar dugaan# Gagak Setan ,angan Seribu sanggup membuat gerak hindar yang sangat $epat# ,enaga dari tendangan yang tidak tepat sasaran tadi diman/aatkan 0e&a 2aki 2ilat untuk mengangkat tubuhnya, dan di udara ia berputar melayangkan tendangan dengan kaki kirinya mengarah ke ulu hati lagi# 2ali ini jurus 1aga %pi ,erbang Menendang .embulan" diulang untuk kedua kalinya oleh 2i 9liteng# *uss!! ,ubuhnya melayang, tendangan dilayangkan menuju ulu hati dengan gerakan tendangan berputar $epat laksana kilat# *eess ### !! Serangan kilat itu sulit dihindari oleh laki-laki tinggi besar bermata satu# Segera saja na/as ditarik dalam-dalam# Begitu tendangan Si 0e&a 2aki 2ilat masuk, meski masih sempat terhalang dengan ke dua tangan sarat ha&a pelindung agar tidak menyentuh ulu hati#

9derr ### !!! ,ubuh Gagak Setan ,angan Seribu terlempar beberapa tombak, seperti sebuah kapas yang terhembus angin, tubuh itu terlempar dengan meman/aatkan tenaga dari tendangan maut la&an# 6Sungguh hebat tendangan si tanpa tangan ini#7 batinnya# 62alau begini $aranya, lama-lama aku bisa mati mengenaskan!7 Belum lagi sempat berna/as, ia bersalto beberapa kali menuju ke arah Gagak Setan ,angan Seribu, dan sebuah tendangan yang disertai angin deras menuju ke arah leher# *eeesssss!! Gagak Setan hanya bisa bergulingan menghindar ke kiri# ,endangannya yang tidak tepat sasaran terus membentur mengenai tanah keras# Blarrr ### !!! ,anah mengeluarkan asap sedikit mengepul, dan terlihat ada bekas kaki melesak ke dalam# Meman/aatkan tenaga benturan itu, kembali ia melayangkan tendangan berputar, mengangkat kaki kirinya dari atas dan dihunjamkan sekali lagi tepat ke arah ulu hati# +agi-lagi tujuannya $uma ulu hati saja# 9urus 1aga %pi ,erbang Menendang .embulan" dilan$arkan kembali oleh Si 0e&a 2aki 2ilat# 6Gila ### !7 pekik Gagak Setan ,angan Seribu tanpa sempat na/as# %ngin panas berdesir mengikuti arah tendangan kakinya, sekali lagi dengan sedikit ke&alahan ia bergulingan ke kanan menghindari tendangan itu, sambil menekankan dua tangan di permukaan tanah dan bersalto beberapa kali menjauh dari jangkauan rentetan serangan kaki dari !lmu ,endangan %pi Membara" dari Si 0e&a 2aki 2ilat# 9leg! ,anpa mau kehilangan buruan, kembali dikejarnya la&an# Beberapa kali tendangan di arahkan ke ulu hati, leher, dan termasuk pula jurus 2era 5utan Mengin$ar Buah" mengarah selangkangan dan titik-titik lemah tubuh lainnya, seolah serentak dilakukan tanpa jeda# Brakk! Brukk! 2rakk! <ntah berapa puluh tendangan mendarat telak di tubuh Gagak Setan ,angan Seribu# Meski dilindungi dengan tenaga luar dalam tingkat tinggi, tetap saja tubuh besar itu bagai dihantam ribuan palu godam panas membara se$ara beruntun, dan pada akhirnya, sebuah tendangan ke arah belakang kepala mengakhiri penderitaan Gagak 0arupaksa untuk selama-lamanya# Prakk ### ! 2epala mantan bajak laut itu pe$ah diikuti dengan $e$eran $airan otak dan darah merah berhamburan# Brughh! Bersamaan dengan te&asnya Gagak Setan ,angan Seribu, 2i Gagak Surengpati terlempar akibat adu tenaga dalam dengan Si ,elapak +angit# 6Muridku ### 6 seru 2i Gagak Surengpati saat mengetahui murid kesayangannya te&as mengenaskan# Bersamaan dengan te&asnya Gagak Setan ,angan Seribu, sebuah jerit lengking terdengar keras# 9erit penderitaan 2umala .ani! 6%aaakh ### 6 6Mampus kau, 8ah %yu!7 seru 0e&i 8abul ,eratai Merah saat beradu tapak tangan dengan 2umala .ani# 62ali ini ### seluruh ke$antikan dan kemolekan tubuhmu akan menjadi milikku selamanya, hi-hi-hik ### 6 Sebentuk $ahaya hijau tua berpendar-pendar dan bergaris-garis menjalar keluar masuk ke dalam tubuh 2umala .ani se$ara bergantian# Gadis berbaju kuning gading merasakan seluruh jaringan otot dan darah dalam tubuhnya bagai berlomba-lomba keluar dengan paksa, termasuk pula ha&a murni mengalir keluar dengan deras bagai bendungan jebol# .upanya 0e&i 8abul ,eratai Merah berniat menyedot segala apa yang dimiliki gadis $antik berbaju kuning gading# 2ulit putih, &ajah $antik jelita, dada membusung ken$ang dan segala apa yang dimiliki oleh 2umala .ani ingin dimilikinya semua, tanpa peduli bah&a apa yang dilakukannya merupakan perbuatan biadab, dan ia menggunakan ilmu sesat yang paling dikutuk kaum rimba pendekar# !lmu ?Serap Sukma?! !lmu yang bisa menyerap kemurnian seorang gadis hingga kering kerontang dan raganya berubah seperti nenek tua renta menjelang ajal#

Srasss ### srashh ### ! Penderitaan 2umala .ani sungguh tidak terkira# Sedikit demi sedikit tubuhnya mengeriput, kulit menjadi kusam, pipi kempot dan segala apa yang dimilikinya seolah berpindah kepemilikan# Semua menyusut, termasuk pula nya&a si gadis! Semua yang ada di tempat itu terpana melihat hamparan ilmu sesat yang digunakan oleh si nenek berbaju merah# Semua terpaku diam, tidak tahu apa yang mesti diperbuat untuk menolong gadis $antik yang sebentar lagi kehilangan pesona kehormatan sebagai seorang dara ayu# 0e&i 8abul ,eratai Merah betul-betul menikmati penderitaan 2umala .ani# 0i saat si gadis sedang menggeliat-geliat meregang nya&a, si nenek justru tersenyum penuh kemenangan# Sedikit demi sedikit tubuhnya berubah# 9ika pada a&alnya ia hanya $antik biasa-biasa saja, kini jadi luar biasa $antiknya# ,ubuh bagus, mata lentik, hidung bangir, dada ken$ang, tinggi langsing dan rambut hitam legam bagai di$urahkan semua ke tubuh 0e&i 8abul ,eratai Merah# Benar-benar ilmu sesat yang luar biasa! 6Sempurna ### sempurna ### ! ,ubuhku benar-benar sempurna!7 serunya dengan suara merdu# ,iba-tiba sebuah teriakan keras membahana meme$ah suara merdu 0e&i 8abul ,eratai Merah, menimbulkan getaran-getaran dahsyat di bumi# 61enek keparat! +epaskan kekasihku!7 Sebuah raungan keras bagai naga mengamuk, diikuti dengan sambaran kilat kuning kebirubiruan membentuk ha&a naga dengan mulut terbuka lebar mengarah 0e&i 8abul ,eratai Merah# 5roaagghhh ### ! Blammm ### ! Blamm ### ! 0e&i 8abul ,eratai Merah yang sedang asyik-asyiknya menyedot inti sari kehidupan 2umala .ani bagai diterkam sebentuk naga murka hingga menimbulkan dentuman keras dan tanah membun$ah, semburat ke mana-mana# Begitu luruhan tanah sirap, terlihat 9alu Samudra sedang membopong tubuh renta 2umala .ani! .upanya, saat mendengar jerit penderitaan kekasihnya, pemuda bertongkat hitam ini sempat dibuat terpana, tapi akhirnya ia tersadar saat mendengar suara ta&a kemenangan nenek baju merah# 0an yang lebih membuatnya naik pitam, tubuh nenek itu sedikit demi sedikit menyerupai bentuk tubuh dan &ajah kekasihnya# Sosok tubuh gadis yang di$intainya! 5ingga tanpa bisa di$egah lagi, tapak tangannya berkelebat $epat melontarkan salah satu jurus maut dari ?1F 9urus ,apak 1aga Penakluk? '(iang +ong Shi Ba Dhang) yang bernama ?1aga Meraung Menyesal? '2ang +ong 4ou 5ui)! 0e&i 8abul ,eratai Merah terpental dengan luka dalam parah# 0adanya bagai dihantam sebuah kekuatan raksasa, menggedor keras tanpa sempat melakukan aksi perla&anan# Saat tangan kiri mendekap dada kanan, darah kental berleleran sudah membasahi bibir dan baju merahnya# 1enek $antik yang kini berubah sama persis dengan 2umala .ani tersenyum tipis saat mengetahui bah&a yang menyerang dirinya ternyata seorang pemuda tampan meski bermata buta# Pemuda berbaju biru terlihat membopong tubuh 2umala .ani yang kini tinggal tulang pembalut daging# Benar-benar mengenaskan! 62au akan merasakan !lmu ?Serap Sukma?-ku pemuda tampan,7 pikirnya, 62au akan jadi kuda binalku yang perkasa, hi-hi-hik!7 ,unggu punya tunggu, tidak terjadi apa-apa pada pemuda itu# Mukanya tetap kelam membesi, tidak merah seperti seperti pemuda yang diamuk birahi# ,entu saja 0e&i 8abul ,eratai Merah ter$ekat# 62au ### kau ### siapa?7 tanyanya sambil bangkit berdiri terhuyung-huyung# 62enapa kau ### tidak mempan ### terhadap ilmuku?7 Pemuda berbaju biru hanya diam seribu bahasa# .asa penyesalan teramat sangat menggelayuti ji&a# ,iba-tiba saja, tubuh si pemuda bergetar, seperti menahan suatu gun$angan dahsyat yang bergejolak dari dalam dirinya# Bersamaan dengan itu pula, tiba-tiba di langit melon$at bunga api &arna-&arni tanpa suara# 8rakkk ### $rakkk ### !! <ntah bagaimana $aranya, tubuh 9alu Samudra mengeluarkan per$ikan-per$ikan bunga api &arna-&arni, seperti kilat yang berlon$atan di langit dibarengi pula dengan suhu udara yang

mendadak berubah panas membara bagaikan matahari diturunkan di atas kepala# 8rakkk ### $rakkk ### !! Genomena itu hanya berlangsung sekejap, tapi sudah membuat perubahan yang menakjubkan# ,ubuh 9alu serta 2umala .ani yang ada dalam pondongan diselimuti lon$atan bunga api sejumlah sembilan &arna, mengitari tubuh mereka berdua, bagaikan mengikatnya menjadi satu# ,entu saja kejadian tak masuk akal ini sangat mengejutkan semua orang yang ada ditempat itu, termasuk Suro 2eong dan Suro Bledek-lah yang paling terkejut# 6!lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" tingkat sembilan!7 desis Suro 2eong# 6Seperti itukah yang kau maksud dengan ilmu langka legendaris itu?7 tanya Suro Bledek berde$ak kagum# 6Benar!7 sahut Suro 2eong, dengan mata tidak beralih dari sosok 9alu, 6.upanya 9alu-lah orang yang berhasil menguasai ilmu itu#7 Semua per$akapan dua sobat karib tentu terdengar oleh semua orang# Si ,elapak +angit dan 0e&a 2aki 2ilat berde$ak kagum dengan keberuntungan si pemuda# Pedang 1aga Perkasa dan istrinya bahkan sampai lupa berkedip melihat satu bentuk hamparan ilmu sakti paling langka di rimba persilatan# ,ujuh 0e&a 8atur sendiri yang sangat menyukai segala ma$am ilmu kesaktian, sampai gelenggeleng kepala melihat seorang pemuda belia yang tidak terkenal sebegitu beruntungnya bisa memiliki ilmu yang konon kabarnya tanpa tanding sejagad# 0ari sesepuh perguruan mereka pernah berkata, barang siapa bisa menguasai !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" tingkat sembilan dengan sempurna, se$ara tidak langsung menjadi pendekar nomor satu rimba persilatan# Sementara itu, 2i Gagak Surengpati begitu terkesima, hingga tanpa sadar jerit sedih karena kematian Gagak Setan ,angan Seribu musnah berganti dengan rasa heran# 6!tu ### !lmu Sakti Mata Malaikat"!7 katanya, lalu dengan suara sedikit keras, ia menyambung, 6!lmu nujumku kali ini benar-benar tepat! !lmu Sakti Mata Malaikat" benar-benar mun$ul di Partai 1aga +angit!7 ,entu saja kata-kata 2i Gagak Surengpati tentang ilmu yang paling diburu kaum rimba persilatan membuat para pendekar yang ada di tempat itu terhenyak kaget sambil bertanyatanya dalam hati, benarkah !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" adalah sama dengan !lmu Sakti Mata Malaikat"? ,idak ada yang bisa menja&abnya! 9alu Samudra sendiri dalam pun$ak kemarahannya dengan tidak sengaja mengerahkan kekuatan dari sepasang buah 1aga 2ilat dan Bibit Matahari yang sudah bersatu ji&a dan raga dengannya# !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" tingkat sembilan! ,iba-tiba saja, 9alu berteriak keras, 61enek keparat! 2embalikan milik kekasihku!7 Suara 9alu menggema di antara $elah tebing yang jaraknya ratusan tombak, bahkan pelataran Partai 1aga +angit bergun$ang hebat seperti dilanda gempa bumi skala besar, termasuk beberapa bangunan roboh akibat tidak kuat menahan daya gun$angan tersebut# 0e&i 8abul ,eratai Merah pontang-panting menyeimbangkan diri# 6<dan! Pemuda itu telah gila!7 pekiknya# ,iba-tiba saja, mata kiri 9alu Samudra mengeluarkan kilat ber&arna putih perak berpijar sedang mata kanan mengeluarkan kilat ber&arna hijau keemasan dan langsung menyambar 0e&i 8abul ,eratai Merah# Sratt! Sratt! Blaamm ### blamm ### ! ,ubuh &anita yang serakah terhadap ke$antikan raga&i langsung han$ur lebur# Menyerpih lembut seperti debu tertiup angin# Sampai-sampai tempat berdirinya nenek berbaju merah membentuk ka&ah yang lebar dan dalam# Mati tanpa bentuk utuh! Si Pe anah Ga!i" ( Ba$ %1 6Benar-benar !lmu Sakti Mata Malaikat"! %ku harus se$epatnya pergi dari tempat ini, sebelum pemuda itu menghan$urkan tubuhku seperti 0e&i 8abul,7 pikir 2i Gagak Surengpati# ,anpa pikir panjang, kakek yang sama $abulnya dengan 0e&i 8abul ,eratai Merah melesat pergi dari pelataran Partai 1aga +angit, meninggalkan belasan mayat anak buahnya# !lmu peringan tubuh digenjot habis-habisan hingga tataran tertinggi#

*ess ### ! 6Mau pergi kemana kau, kakek setan!7 seru 9alu Samudra sambil meletakkan tubuh 2umala .ani dengan lembut di atas tanah, seakan tubuh &anita yang di$intainya akan han$ur bagai keramik yang jatuh ke lantai# Melihat lesatan tubuh 2i Gagak Surengpati sudah terlalu jauh hingga kelihatan setitik ke$il di lereng Gunung 1aga, 9alu segera meraih tongkat hitam dengan tangan kiri, sedang tangan kanan menarik pelan seutas tali hitam, lalu sedikit direntangkan mundur, membentuk sebuah busur terentang lebar# !lmu ,enaga Sakti 2ilat Matahari" tingkat sembilan dikerahkan dengan $ara menghimpun seluruh tenaga kilat dan melontarkan ha&a matahari yang ada di pusar# Sebentuk ha&a berupa kilatan $ahaya putih perak berpijar dan $ahaya kilat ber&arna hijau keemasan merambat, lalu memanjang selebar rentangan tali busur# S&oshh ### ! *oshh ### !! Mata anak panah kepala burung raja&ali dengan tangkai yang meman$arkan $ahaya bening putih perak di bagian atas, sedang hijau keemasan berada di ba&ah# Mata anak panah diarahkan ke titik ke$il di kejauhan, dan dengan dengan sedikit tarikan yang semakin mengen$angkan busur tongkat hitam, 9alu melepaskan tali busur yang direntang# Srett! ,&anggg! 9urus Panah <kor .aja&ali" telah dilepas# %pa yang dilihat sungguh menakjubkan# %nak panah melesat $epat laksana lon$atan kilat, menerjang melayang bagai raja&ali raksasa menyergap buruan yang sedang melarikan diri dari in$aran# *uuung #### ssrakk ### srakk ### ! Suara mengaung keras terdengar menggema diikuti rekahan tanah bagai di bajak paksa seiring dengan melesatnya mata anak panah berkepala raja&ali# 2i Gagak Surengpati sendiri juga mengetahui bahaya yang mengan$am dirinya# 6%da apa lagi ini?7 pikirnya sambil menoleh ke belakang# Saat menoleh, matanya melihat sebentuk anak panah melun$ur $epat ke arahnya# 9arak antara dirinya dengan anak panah hanya belasan tombak, tapi ha&a panas membara sudah terasa memedihkan kulit# 60asar tolol! Masa mau membunuhku dengan $ara seperti ini?7 pikirnya, 6+ebih baik aku menghindar ke kanan#7 2i Gagak Surengpati mengubah arah pelarian, dengan maksud serangan panah yang menerbitkan ha&a panas dan suara mengaung akan meleset dari sasaran# Settt! Begitu 2i Gagak Surengpati berbelok di sebuah tikungan, panah itu juga ikutan berbelok! *utt! 6<dan! 9urus apa ini? 2enapa anak panah ini bisa mengikuti kemana saja aku pergi,7 pikirnya, setelah mengetahui bah&a anak panah itu ikut berbelok seperti seekor raja&ali menukik kemudian terbang menanjak dengan $epat# Bahkan ke$epatan lun$uran semakin lama semakin $epat, mendekati jarak tiga empat tombak jauhnya# 2i Gagak Surengpati berkelit kesana-kemari untuk menge$oh, tapi dengan lin$ah pula, mata anak panah mengikuti dari belakang seperti ku$ing mengejar tikus# !tulah kehebatan jurus Panah <kor .aja&ali" yang adalah salah satu bagian dari ?1F 9urus Panah 5a&a? dari %liran .aja&ali ,erbang# 9urus ini akan mengikuti terus kemana pun sasaran bergerak, semakin banyak bergerak, lun$uran mata anak panah justru semakin meningkat tajam# Suatu saat, tokoh terkuat Perkumpulan Gagak 8emani itu melenting tinggi ke atas, berniat mengerahkan Pukulan Sakti Gagak 8emani" yang berupa sinar hitam yang sanggup melesat $epat disertai suara raungan lebah menggebah# *utt! Begitu ia melayang ke depan setinggi empat tombak, dan berniat menghan$urkan mata anak panah yang terus mengikuti dirinya kemana pun ia bergerak dengan Pukulan Sakti Gagak 8emani", di saat melayang itulah, tiba-tiba ia berteriak kaget, 6%aahh ### 6 0ari atas ketinggian, ia melihat bah&a tepat di ba&ah kakinya adalah jurang yang menganga lebar bagai mulut naga raksasa! Saking terpananya, sampai tidak menyadari bah&a mata anak panah sudah berada sejarak dua jengkal dari dada# 9rebbb! Blammm #### !!!

Begitu menan$ap di dada tokoh tua itu, mata anak panah yang ter$ipta dari pan$aran ha&a ?,enaga Sakti 2ilat Matahari? tingkat sembilan langsung pe$ah berhamburan, meledak menimbulkan dentuman keras# 0an tentu saja, sosok orang tua yang selalu mengumbar na/su angkara semasa hidupnya tanpa sempat bertobat harus berakhir tragis di atas 9urang Mulut 1aga! Pada akhirnya ### 2i Gagak Surengpati yang a&am dengan lingkungan lereng Gunung 1aga harus mengakhiri masa hidupnya! Suara dentuman keras pun terdengar hingga ke pelataran Partai 1aga +angit# 65emm, dari arah selatan,7 gumam .angga *uni, 6Pasti di sekitar 9urang Mulut 1aga#7 6Benar 2akang, aku juga yakin arah suaranya dari jurang itu, sebab suara ledakan terdengar menggema dimana-mana,7 sahut 1ila Sa&itri# Pedang 1aga Perkasa, 1ila Sa&itri, ,ujuh 0e&a 8atur, Si ,elapak +angit, 0e&a 2aki 2ilat, Suro 2eong dan Suro Bledek bergegas menghampiri tempat 9alu Samudra dan 2umala .ani tergeletak# Mereka begitu mengkha&atirkan keselamatan gadis berbaju kuning gading ini# Sedang beberapa anak murid Partai 1aga +angit yang bertenaga kuat saling bahu membahu menyingkirkan mayat-mayat yang berserakan dimana-mana, sedang lainnya membuat lubang besar untuk mengubur mayat-mayat orang-orang Perkumpulan Gagak 8emani yang te&as di tempat itu, termasuk pula Gagak Setan ,angan Seribu, ke$uali mayat 0e&i 8abul ,eratai Merah yang sudah han$ur luluh menjadi debu halus# 5ampir saja 1ila Sa&itri merangkul tubuh kering 2umala .ani jika tidak di$egah oleh Si ,elapak +angit, Maharsi Manikmaya# 69angan sentuh, 1yi!7 1ila Sa&itri kaget, lalu berkata dengan sedikit meradang, 62enapa, Paman? 0ia toh adikku sendiri!7 6Maa/, 1yi .angga!7 tutur lembut sang Maharsi, 6%dik 1yi .angga terkena !lmu ?Serap Sukma? milik 0e&i 8abul ,eratai Merah# !lmu ini bisa menular pada siapa saja dan dampaknya sama seperti apa yang dialami adik 1yi .angga termasuk seluruh ilmu kesaktian juga turut musnah#7 1ila Sa&itri dan semua orang yang ada di tempat itu terpana dalam kejut mendengar penjelasan Si ,elapak +angit# 6,api ### kenapa aku tidak tertular, Paman Maharsi?7 tanya 9alu Samudra merangkul kekasihnya sambil berusaha menyadarkan 2umala .ani dengan melakukan beberapa totokan di bagian tertentu tubuh pingsan 2umala .ani# 62arena %nakmas memiliki tenaga dalam langka dan unik, sehingga dampak dari !lmu ?Serap Sukma? tidak mempengaruhi diri %nakmas,7 kata 0e&a 2aki 2ilat# 6%pakah bisa diobati, Paman?7 tanya .angga *uni, trenyuh# 0e&a 2aki 2ilat menggeleng lemah, 62ita hanya beruntung saja, bah&a ilmu iblis itu sudah tidak ada lagi di dunia ini#7 0engan menggelengnya laki-laki tanpa tangan itu, sudah mengisyaratkan bah&a umur 2umala .ani sudah tidak lama lagi# Musnah pula harapan 1ila Sa&itri melihat adiknya sembuh seperti sedia kala# 6.ani adikku ### 6 6;uuhh ### 6 2umala .ani siuman dari pingsan# 2ondisi tubuh gadis itu persis seperti nenek umur seratus tahun lebih# ,ubuh yang begitu lemah, tubuh yang semula segar menggemaskan, sekarang berubah menjadi kering kerontang tanpa daya# ,idak ada yang menarik sedikit pun dari sosok renta berbaju kuning gading# 62akang ### 9alu ### 6 kata 2umala .ani terbata-bata dengan linangan air mata berlinang membasahi pipi keriput# 6%ku disini, .ani,7 kata 9alu penuh haru sambil mengusap air mata di pipi si gadis# 62ang ### hidupku ### tidak ### lama lagi ### 6 6.ani, aku yakin kau pasti sembuh!7 potong 9alu dengan $epat# 2umala .ani menggeleng dengan lemah# 6,idak kang ### aku tahu ### keadaan ### diriku ### 6 kata 2umala .ani terbata-bata, 6%ku ada satu ### permintaan ### 6 62atakan adikku ### katakan ### 6 kata 1ila Sa&itri dengan isak tangis tertahan, hampir saja ia menubruk tubuh sang adik yang tergolek lemah disanggah 9alu Samudra, jika tidak di$egah .angga *uni# !stri .angga *uni hatinya bagai tertusuk ribuan duri melihat kondisi kritis adik

satu-satunya itu# Satu-satunya saudara kandung yang dimilikinya! 62ang ### apakah kau ### men$in ### taiku ### setulus hati ### ?7 6.ani, tanpa perlu aku u$apkan, kau pasti mengetahuinya,7 kata 9alu dengan suara tertahan di leher saking sedihnya# 6%ku ### ingin ### 2akang mengatakan ### nya sekarang ### 6 9alu Samudra semakin tertusuk hatinya melihat kondisi 2umala .ani yang semakin payah, dan hampir saja aliran ha&a murni ke tubuh 2umala .ani terhenti mendengar permintaan gadis yang di$intainya# 6%ku men$intaimu, .ani! Sangat men$intaimu!7 kata 9alu Samudra, sedikit bergetar mengungkapkan perasaannya# 60i saksikan semua orang yang ada disini, di saksikan bumi dan langit!7 2umala .ani tersenyum lemah, 6,erima kasih ### 2akang #### terima ### kasih ### 6 9alu Samudra langsung merangkul erat tubuh gadis itu, seakan tidak mau dilepaskan sedikit pun# 2umala .ani ingin sekali membalas pelukan hangat pemuda bermata putih itu, tapi tangannya tak kuasa diangkat barang sedikit# 62ang ### apakah 2akang ### mau menikah dengan ### ku ### ?7 ,anpa berpikir panjang, 9alu Samudra langsung berkata, bukan ke arah 2umala .ani tapi justru ke arah Maharsi Manikmaya! 6Paman Maharsi, bisakah Paman menikahkan kami berdua? Sekarang?7 tanya harap 9alu Samudra# 60i tempat ini!?7 Maharsi Manikmaya tersenyum &elas asih# 6Meski ragamu rusak, tapi ji&amu tetap $antik jelita, 8ah %yu!7 kata Maharsi Manikmaya sambil menunduk, 6Baiklah! %ku akan menikahkan kalian sekarang juga di pelataran yang asri ini#7 0engan disaksikan anak murid Partai 1aga +angit dan semua pendekar yang ada di tempat itu, dilaksanakanlah pernikahan antara 9alu Samudra dan 2umala .ani# Semua dalam kesederhanaan# ,idak ada makanan minuman yang disajikan# ,idak ada gending-gending dan tembang-tembang 9a&a yang didengarkan# 5anya kesunyian# 2epasrahan# 2epedihan# 2eharuan# Semua ber$ampur menjadi satu! Sebentar kemudian, terdengar Maharsi Manikmaya berkata nyaring, 60engan disaksikan bumi dan langit, disaksikan orang-orang yang ada di tempat ini ### kalian berdua se$ara resmi sudah terikat dalam ikatan perka&inan agung yang su$i# Selamat berbahagia!7 Semua orang yang ada di tempat itu memandang pasangan pengantin baru dengan haru# Bahkan beberapa murid laki-laki sampai meneteskan air mata saat melihat ji&a besar si pemuda buta yang sakti mandraguna itu yang mau menikah dengan gadis ber&ajah buruk rupa dengan raga kering kerontang seperti nenek-nenek# Bisakah aku seikhlas dia? Bisakah aku menerima seorang &anita dengan kondisi sekarat seperti ini menjadi pendamping hidupku? !tulah kata hati yang terlontar di dalam dada# 62akang ### aku ingin ### ke danau ### 6 6,empat kita bertemu dulu?7 2umala .ani mengangguk lemah meng-iya-kan# 9alu Samudra segera memondong 2umala .ani, sedang tongkat hitamnya diselipkan di pinggang# 6!jinkan saya meninggalkan tempat ini,7 kata 9alu lirih# 69alu, jagalah adikku dengan sebaik-baiknya,7 kata 1ila Sa&itri dengan air mata berlinang, mengingat nasib adiknya yang mungkin tidak akan ditemuinya lagi# 9alu hanya mengangguk mantap# 2emudian tanpa an$ang-an$ang, tubuh pemuda itu berkelebat $epat sambil memondong istrinya# +appp!! 2elebatan tubuh pemuda itu bergerak $epat sekali, mungkin lebih $epat dari sambaran kilat# 6%ku harus se$epatnya ke gua ba&ah tanah, mungkin ada obat peninggalan guru yang bisa aku gunakan,7 pikirnya, sambil menghempos ilmu lari $epat ?2ilat ,anpa Bayangan? sehingga yang tampak hanyalah kilatan $ahaya biru yang menyambar $epat#

Begitu 9alu pergi, 1ila Sa&itri yang sudah tidak kuat menahan beban batin, akhirnya jatuh pingsan! -o-oSi Pe anah Ga!i" ( Ba$ %% Sore itu, di tepi sebuah danau yang bening ### 0ua orang tampak duduk tenang di atas batu-batu yang tersusun rapi# 2aki-kaki mereka tersentuh sejuknya air danau# 61imas .ani ### 6 65mmm ### 6 sahut orang yang ada di sebelahnya# 62akang punya tempat rahasia di sekitar sini#7 6Benarkah, 2ang?7 6,empat yang selama ini kugunakan untuk menjadikan diriku seperti ini#7 kata si 9alu sambil membelai rambut putih 2umala .ani# 6,idak akan ada satu orang pun yang bisa mengganggu kita berdua di sana#7 6%jaklah ### aku ### kesa ### na#7 62au tidak bertanya dimana tempatnya?7 2umala .ani menggeleng, 62arena ### itu tempat ### rahasia# Benar kan ### ?7 6;ntukmu tidak ada tempat rahasia, 1imas#7 kata 9alu bangkit berdiri sambil membopong tubuh istrinya# 2umala .ani merangkulkan sepasang tangan keriput ke leher sang suami# 6,api ### 6 6,api apa ### kang?7 6%ku terpaksa harus menotokmu ### 6 62enapa harus ### ditotok dulu?7 69angan salah sangka, 1imas ### 6 sergah 9alu, 6 ### sebab tempat rahasiaku ada di ba&ah air# 0i ba&ah danau ini!7 60i ba&ah ### danau?7 6Benar! %pa kau siap?7 2umala .ani mengangguk, kemudian menutup mata# Pasrah dengan segala apa yang akan dilakukan 9alu Samudra# Pelan-pelan 9alu meraba leher belakang istrinya, lalu menotok pelan disana# 2umala .ani langsung jatuh tertidur, tapi bukan sembarang tidur karena 9alu menotok salah satu urat penting di bagian leher, yang mana bisa membuat orang bernapas di dalam air dalam beberapa &aktu lamanya# 62asihan sekali kau, 1imas! %ku akan berusaha menyembuhkan dirimu,7 gumam 9alu Samudra# Pemuda sakti yang dijuluki istrinya dengan Si Pemanah Gadis segera men$eburkan diri ke dalam danau# Byurr ### ! 0engan menggunakan jurus ?!kan Menyusup 2e 2edalaman? '4u 4ue 4u 4uan), Si Pemanah Gadis bisa betah berlama-lama di dalam air, namun kali ini pemuda ini tidak ingin main-main di ba&ah sana# ,ujuannya sekarang adalah ### Gua ba&ah tanah yang ada di ba&ah danau! -o-o0i gua ba&ah tanah ### .upanya selama menimba ilmu &arisan dari 0e&a Pengemis dan 0e&i Binal Bertangan 1aga, 9alu Samudra telah menyulap gua ba&ah tanah yang sederhana menjadi layaknya istana ke$il nan indah# .uang ba&ah tanah yang sangat luas, dimana pada bagian sudut gua terdapat sebuah pan$uran berair jernih bagai kristal berkilauan saat tertimpa sinar matahari# ;ntuk membedakan siang dan malam, 9alu menempatkan $ermin bulat di tepi atas tebing gua yang mengarah keluar, dimana saat pantulan $ahaya matahari pagi menyentuh permukaan kolam, terlihatlah puluhan ekor ikan &arna-&arni berlalu lalang di dalam kolam# ,entu saja hal itu ia lakukan saat merasa jenuh sehingga melakukan pekerjaan sampingan seperti yang saat ini terlihat hasilnya#

3leh 9alu, tempat ini disebutnya sebagai !stana Ba&ah ,anah! 0i sebelah kanan kolam, ditempatkan sebuah batu datar dari Pualam 5itam# Batu Pualam 5itam ia temukan saat sedang latihan bagian a&al dari jurus ?!kan Menyusup 2e 2edalaman? '4u 4ue 4u 4uan), yang memang harus dilakukan di ba&ah air dan ternyata di ba&ah Batu Pualam 5itam itulah tempat keluar masuknya ikan-ikan yang hidup di kolam, serta satu-satunya jalan keluar dari gua ba&ah tanah# 1amun, karena masa sepuluh tahun belum berakhir, 9alu Samudra tidak berniat keluar dari tempat rahasia miliknya# 0i ba&ah Batu Pualam 5itam itu pula ia menemukan sebuah kotak besi hitam dan sebilah pedang ber&arna hitam legam dengan lambang kilatan petir di bagian tengah# Setelah kotak besi hitam dibuka ternyata berisi sebuah kitab &arna merah muda yang bernama 2itab 2embang Pera&an dan pemiliknya ternyata adalah 0e&i Binal Bertangan 1aga# Meski terendam air sekian ratus tahun lamanya, 2itab 2embang Pera&an dan pedang hitam tetap utuh tanpa $a$at akibat terlalu lama terendam air# Pada kitab merah muda terdapat keunikan tersendiri, seperti halnya 2itab 0e&a 0e&i yang sedang dipelajarinya# 2itab itu sulit dibuka dengan $ara apa pun, ke$uali ia telah menelan dua butir 2abut .embulan, dan lagi pula 2itab 2embang Pera&an hanya diperuntukan bagi seorang gadis! ;ntunglah 9alu bukan pemuda yang serakah ilmu dan benda pusaka, baginya mempelajari 2itab 0e&a 0e&i sudah merupakan keberuntungan tak ternilai yang bisa ia dapatkan, hingga 2itab 2embang Pera&an itu dikembalikan lagi ke tempatnya semula di dalam kotak besi hitam, termasuk pula pedang hitam berlambang kilatan petir sedang Batu Pualam 5itam tetap di ba&a naik ke atas, dan dibuat sebagai alas tempat tidur# 2e tempat itulah 9alu Samudra memba&a istrinya yang sekarat menjelang ajal! 0engan lembut, pemuda bermata putih yang baik hati itu meletakkan tubuh sang istri di atas Batu Pualam 5itam# Plekk! Begitu menyentuh bagian atas Batu Pualam 5itam, sebentuk ha&a hangat bergulung-gulung menerobos masuk ke raga lemah 2umala .ani yang tergolek pingsan# *err ### &ess ### ! Meski hanya sekejap, tapi sudah membuat tubuh gadis itu mulai menghangat, dan tanpa tempo lama gadis yang dulunya $antik jelita terbangun dari mimpi indah# 6Selamat datang di tempat rahasia kita, 1imas,7 sapa 9alu sambil menge$up kening dengan lembut# 2umala .ani hanya tersenyum samar, melihat kemesraan yang diberikan sang suami# 6,empat apa ini, 2akang? !ndah sekali ### 6 kata pelan 2umala .ani setelah memandang berkeliling, suaranya tidak terbata-bata seperti sebelumnya# 6 ### seperti di istana kerajaan ### 6 6!nilah istana kerajaanku, 1imas# 0isinilah kita berdua akan bertahta sebagai raja dan ratu,7 kata lembut sang suami# 6+alu prajuritnya dimana?7 6Prajurit kita ada di dalam kolam,7 9alu berkata sambil menuding ke sudut ruangan, 6 #### merekalah hamba sahaya kita#7 65i-hi-hi-hik ### 6 2umala .ani terkikik geli mendengar $anda sang suami ter$inta# 62akang adaada saja#7 Mendengar ta&a lepas 2umala .ani, 9alu menyadari bah&a sesuatu telah terjadi pada istrinya# 61imas, bagaimana kondisimu sekarang?7 2umala .ani heran melihat pertanyaan 9alu Samudra# 6Memangnya kenapa?7 tanya gadis itu sambil bangkit dari tidur# ,entu saja 9alu semakin terperanjat melihat perubahan tersebut, apalagi 2umala .ani# Gadis itu sampai ternganga melihat dirinya bisa bangkit dari tidur, lebih baik dari sebelum datang ke !stana Ba&ah ,anah, meski kulitnya masih seperti kulit kering pembalut tulang saja, tapi sedikit lebih bersih dari sebelumnya# 62akang ### aku tidak mimpi, bukan?7 6,idak, 1imas! 2au tidak bermimpi!7 pekik 9alu Samudra sambil memeluk tubuh istrinya, 6Syukurlah! .upanya Batu Pualam 5itam yang biasa aku pakai sebagai alas tidur ternyata bisa mena&arkan dampak !lmu ?Serap Sukma? yang mengenai dirimu#7 2umala .ani balas memeluk sang suami# 6Bagaimana dengan ilmu silatmu?7 tanya 9alu tiba-tiba# 2umala .ani mengatur napas, berusaha membangkitkan ha&a sakti dari pusar, tapi berulangkali di$oba selalu gagal#

6!lmuku ### musnah, 2akang,7 gumamnya# 6,idak apa-apa! %ku akan membimbingmu untuk meraih semua yang hilang# +ebih baik 1imas berbaring lagi,7 kata 9alu sambil membaringkan istrinya# 6Baiklah, 2ang!7 Begitu punggung 2umala .ani menyentuh bagian atas Batu Pualam 5itam, kembali seberkas ha&a hangat bergulung-gulung menerobos masuk dengan raga 2umala .ani# 6Bagaimana rasanya sekarang?7 6<mmm ### nyaman sekali# ,erasa sebentuk ha&a hangat yang menerobos masuk kemudian mengelilingi seluruh jalan darah di tubuhku,7 kata 2umala .ani mengatakan apa yang dialaminya saat ini, 6 ### bahkan arus ha&a hangat semakin lama semakin $epat mengalir ke dalam tubuh#7 6.upanya Batu Pualam 5itam yang aku temukan di dasar kolam merupakan sarana penyembuh luka,7 pikir 9alu Samudra alias Si Pemanah Gadis sambil mengangguk-angguk pelan# 62akang ### 6 65emmm ### 6 6%ku ### aku lapar dan haus, dari tadi perutku berbunyi tidak karuan ### 6 u$ap 2umala .ani dengan bibir merun$ing# 6Masak 2akang tidak mendengar, sih?7 9alu Samudra terta&a lepas melihat ke$eriaan istrinya# 8entil dan menggemaskan! 6Bagaimana kalau ### minum air kolam dan makan ikan bakar?7 6Boleh juga#7 9alu berjalan ke salah satu sudut ruangan, dekat dengan tempat dulu ia masuk le&at liang ular berniat mengambil $angkir bambu untuk &adah air minum# +u$unya, tongkat hitam yang tergenggam di tangan kanan, tetap diketuk-ketukkan di tanah seperti orang buta# ,anpa sengaja matanya memandang ke arah dekat pintu liang ular, tepat dimana dulu Buah 1aga 2ilat dan Bibit Matahari tumbuh# 62abut .embulan ### 6 pikirnya, 6 ### kenapa tidak kuberikan saja pada istriku? ,oh 2abut .embulan tak bakalan kumakan? Memangnya mau jadi ban$i apa!?7 9alu tidak jadi mengambil $angkir bambu, tapi menghampiri tempat tumbuhnya dua butir 2abut .embulan# ,ess! ,ess! Si Pe anah Ga!i" ( Ba$ %& +angsung di petik dua butir sekaligus! 6Meski terlihat besar, tapi ringan di tangan,7 gumam 9alu sambil menimang-nimang benda bulat sebesar kelapa gading di tangannya, lalu berjalan menghampiri 2umala .ani yang sedang tiduran di atas Batu Pualam 5itam# 61ih, kau makan ini dulu saja buat mengganjal perut#7 kata 9alu sambil menyodorkan dua benda di tangannya, 65abiskan sekaligus, ya!?7 6Buah kelapa, ya? 0apat dari mana?7 tanya 2umala .ani bangkit dari posisi tiduran terus duduk bersila sambil menerima dua butir buah yang disebutnya buah kelapa pemberian suaminya, sedang 9alu terlihat sedang mengamat-amati isi kolam seperti orang mau menangkap ikan# Padahal dari sudut matanya ia melirik tingkah laku 2umala .ani# Sedang yang dilirik, justru lagi asyik menimang-nimang benda bulat di tangannya# 62ok ringan banget,7 pikirnya, 6,ak apalah, dari pada aku nunggu kelamaan 2akang 9alu menangkap ikan#7 2abut .embulan yang ada ditangan 2umala .ani digigit pelan# 2ress ### ! 6Manis dan berair segar# 0ikunyah juga terasa ringan,7 pikirnya sambil menelan# Sedikit demi sedikit, satu butir akhirnya berpindah ke dalam perut# 62ok masih kurang ya?7 pikirnya, lalu ia berkata, 62akang, kuhabiskan sekalian aja, ya?7 ,anpa menunggu ja&aban dari 9alu Samudra, 2umala .ani langsung melahap satu butir 2abut .embulan yang tersisa di tangannya# Pada akhirnya, butir ke dua pun amblas menghuni perut 2umala .ani# 65emm ### sebentar lagi .ani akan diselimuti kabut dingin,7 kata hati 9alu, 6%ku harus berjaga-

jaga supaya bisa memberikan bantuan#7 0ua helaan napas berlalu ### 62akang, kenapa aku tiba-tiba mengantuk?7 kata 2umala .ani sambil menguap# 6!ni sudah malam, tentu saja mengantuk#7 62akang tidak mengantuk?7 6Belum! 2au tidur saja dulu, nanti aku menyusul#7 ,idak sahutan sama sekali# 9alu bangkit berdiri dari tempatnya berjongkok di tepi kolam# 6;uuhh ### $apek juga duduk dengan posisi begitu,7 gumamnya lirih, 6Sudah tertidur rupanya# Semoga saja perkiraanku tentang 2abut .embulan adalah tepat#7 9alu berjalan mondar-mandir di sisi kiri Batu Pualam 5itam# 5atinya gelisah bukan main# 62enapa tidak ada reaksi sedikit pun,7 pikirnya, 6,idak seperti &aktu aku dulu disiksa buah 1aga 2ilat dan Bibit Matahari# %neh! 9angan-jangan aku salah perhitungan?7 kata hatinya dengan kuatir# ,iba-tiba saja, sebentuk kabut tipis turun dari atas pembaringan Batu Pualam 5itam tempat 2umala .ani terlelap# Semakin lama semakin banyak dan kian menebal# 65eemmm ### syukurlah aku tidak salah perhitungan,7 gumamnya lega saat melihat gumpalan kabut putih bagai asap mulai bergerombol di sekeliling Batu Pualam 5itam# *oshh ### &oshh ### ! 65a&a dingin mulai menyengat menusuk tulang,7 gumamnya sambil mengerahkan ilmu ?,enaga Sakti 2ilat Matahari? tingkat satu# 68oba kutahan dengan tingkat a&al dulu#7 Gumpalan kabut semakin banyak membungkus sosok tidur 2umala .ani, hingga dalam sepeminuman teh berikutnya, gumpalan kabut membungkus seluruh tubuh istri Si Pemanah Gadis dengan sempurna# 6*uihhh ### Sampai ke tingkat lima baru bisa menahan sengatan ha&a pembeku tulang ini,7 keluh 9alu Samudra# 5ingga akhirnya di !stana Ba&ah ,anah, ha&a panas dan dingin saling tumpang tindih silih berganti# 9ika dari tubuh 9alu Samudra meman$arkan aura api kuning keemasan bagai sinar matahari di langit disertai kilatan bunga api hijau kebiru-biruan, justru sosok gadis yang tertidur lelap meman$arkan aura putih keperakan sedingin es yang berkilauan bagai bulan purnama# Sehari berlalu tanpa terasa ### 6Sudah satu hari satu malam istriku diselimuti kabut putih ini,7 kata lirih 9alu sambil berjalan mengitari Batu Pualam 5itam yang diselimuti uap-uap putih, 6Berarti tingkat satu telah ter$apai#7 0ua hari ### tiga hari ### hingga pada hari ke delapan, uap tebal super dingin menusuk tulang semakin terasa sekali# 65emm ### terpaksa aku naikkan dua tingkat lagi,7 gumamnya saat merasakan bah&a dengan tingkat lima, 9alu Samudra masih berasa dingin# 0engan begitu, bisa dibayangkan bagaimana kondisi 2umala .ani saat itu# Benar-benar membeku! 6,inggal besok sore ### 6 gumamnya, 6 ### istriku, kau harus bisa mele&ati tingkat sembilan! %ku per$aya bah&a kau akan bisa mengatasi $obaan ini!7 0iluar sana, terjadilah kehebohan yang sulit diterima akal sehat! 0elapan hari berturut-turut terjadi bulan purnama disertai ha&a dingin membekukan tulang! Siang malam ha&a dingin bagai menggerogoti tulang dan sumsum manusia# Bisa dibayangkan jika pada siang hari bolong dengan sinar matahari terik meman$ar, justru ha&a terasa dingin meski tidak sedingin di malam hari# ,entu saja /enomena ini banyak menimbulkan berbagai ma$am pendapat# %da yang mengatakan bah&a Bathara 2ala berhasil menemukan kembali tubuhnya, lalu men$ari si musuh abadi dan terjadi perang tanding dengan Bathara *isnu di khayangan sehingga terjadi bulan purnama penuh selama beberapa hari# %da pula yang mengatakan bah&a sebentar lagi Pulau 9a&a akan han$ur karena pagebluk, dikarenakan terlalu banyak manusia yang adigang, adigung dan adiguna 'bertindak semaunya) yang bertebaran dimana-mana# Beberapa tokoh sakti yang ahli ramal atau pun nujum mengatakan ada seseorang yang sedang menuntut ilmu kesaktian tingkat tinggi, yang dampaknya terasa pada ha&a kehidupan di dunia# Mereka beranggapan bah&a ilmu-ilmu kesaktian yang diburu para pendekar sekarang ini adalah ilmu yang mustahil dikuasai manusia# !tulah sebabnya para tokoh sakti beranggapan jika ada orang yang berhasil menguasai ilmu paling langka sekali pun, pasti ada $ampur tangan para de&a#

Bahkan sampai-sampai 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara turut berkomentar, bah&a mungkin saja akan mun$ul tokoh sakti kharismatik di rimba persilatan# Sebutan Si Pemanah Gadis sebagai tokoh muda bermata buta yang baru saja menan$apkan taringnya di rimba persilatan dengan segala kesaktiannya seringkali terlontar dari mulutnya# ,anpa malu-malu ia mengatakan bah&a dirinya kalah telak diba&ah ujung tongkat hitamnya le&at jurus-jurus silat aneh, termasuk pula guru si pemuda buta yaitu ,ombak ;tara ,ongkat Selatan disebut-sebut pula sebagai tokoh yang sukses mendidik Si Pemanah Gadis# 'Maklumlah ### jaman dulu belum ada baliho atau spanduk, jadi kalau mau terkenal harus bertarung dulu dengan orang-orang hebat, setelah itu barulah namanya dikenal)# ,entu saja kabar bah&a Si Pemanah Gadis menguasai !lmu Sakti Mata Malaikat" yang digembar-gemborkan oleh 2akek 1elayan 0ari +aut ;tara justru semakin membuat nama si pemuda buta menjulang tinggi# %da yang benar-benar per$aya, ada yang setengah per$aya, bahkan ada yang tidak per$aya sama sekali! -o-oPada hari ke sembilan di sore harinya ### 0i bagian tengah !stana Ba&ah ,anah, terdapat enam ikan bakar siap makan tersusun di atas meja batu lengkap dengan nasi hangat serta lalapan komplit, termasuk pula beberapa jenis buah-buahan segar tertata rapi# <ntah darimana datangnya semua makanan itu, tapi yang jelas seperti baru saja selesai dimasak# Si 9alu sendiri tidak kelihatan batang hidungnya, entah pergi kemana Si Pemanah Gadis sehingga tidak menunggui istrinya yang berada antara hidup dan mati# ,iba-tiba air kolam bergolak# Pyarrr ### plassh ### ! 0ari dalam kolam melenting keluar sesosok bayangan, kemudian bersalto beberapa kali dan turun dekat meja batu# 9legg! Sosok bertelanjang dada yang ternyata adalah Si Pemanah Gadis, berdiri tegap dengan badan basah# 0i tangan kiri memegang sebuah kotak besi hitam dan tangan kanan menenteng sebilah pedang hitam berlambang petir yang diambilnya dari ba&ah kolam, kemudian diletakkan di atas meja batu# Brekk! 8rekk! Suara $ukup keras terdengar begitu bagian ba&ah kotak besi hitam menyentuh bagian atas meja batu# 2otak besi hitam dan pedang peninggalan 0e&i Binal Bertangan 1aga! 6Gyuhh ### !7 Begitu menghela napas ringan, badan 9alu Samudra mengepulkan asap tipis, air yang membasahi tubuh yang menguap lengkap dengan $elana hitam yang dipakainya langsung kering seketika# 2emudian 9alu mendekati Batu Pualam 5itam yang di atasnya terdapat gumpalan kabut yang menerbitkan ha&a dingin, meski tidak sedingin tadi siang, sampai-sampai 9alu Samudra harus meningkatkan !lmu ?,enaga Sakti 2ilat Matahari? hingga tingkat tujuh setengah# Begitu mendekati sore hari, ha&a dingin menurun dengan $epat, bahkan tanpa mengerahkan tenaga sakti pun 9alu bisa bertahan dengan ha&a dingin yang keluar# Sedikit demi sedikit uap kabut putih mulai meluruh turun, kemudian mengurai gumpalan putih yang menutupi seluruh tubuh 2umala .ani# 6Sebentar lagi 1imas .ani akan siuman,7 gumam 9alu Samudra memandangi sosok samar istrinya yang bagai tertidur lelap, 6Bagaimana pun bentuk raga&i istriku nanti, aku ikhlas menerima apa pun keadaannya#7 Pelan-pelan, kabut mulai menipis dan dalam tiga peminuman teh berikutnya, gumpalan kabut telah seluruhnya menghilang, meski di bagian kaki Batu Pualam 5itam masih terdapat sisa-sisa kabut meski masih samar# 0i atas batu, terbaring dengan nyaman sesosok gadis berbaju kuning gading# Sosok 2umala .ani! Si Pe anah Ga!i" ( Ba$ %'

4ang terlihat dimata 9alu Samudra sekarang bukanlah sosok tua renta yang sebelumnya terbaring lemah tak berdaya dengan kulit tipis kering sekedar membalut tulang, bukan sosok bertubuh keriput seperti nenek-nenek menjelang ajal dan juga bukan sosok gadis pesakitan yang terkena dampak !lmu ?Serap Sukma? milik 0e&i 8abul ,eratai Merah# 2ini yang terbaring di atas Batu Pualam 5itam adalah sesosok gadis $antik jelita berkulit kuning langsat tinggi semampai# Sepasang bibir merah merekah alami terukir indah di mulut, sedang diatasnya terdapat sebentuk hidung man$ung ditingkahi dengan pipi kemerah-merahan# Sepasang mata gadis se$antik bidadari tersebut masih tertutup rapat dalam masa tidur panjangnya# 0ada membusung di balik baju yang dipakai terlihat turun naik dengan lembut, bagai tanda kehidupan tetap berada di raga $antik 2umala .ani# 2e$antikan dan keagungan 2umala .ani benar-benar sempurna, bagaikan seorang bayi yang terlahir kembali untuk ke dua kalinya! 9alu Samudra sendiri sampai terpesona melihat aura keagungan yang terpan$ar dari raga tidur istrinya# 6Bukan main ### istriku kini menjelma bagai bidadari dari alam khayangan,7 kata hati Si Pemanah Gadis dalam keterperangahan saat melihat sosok baru sang istri# 61imas .ani lebih $antik dari sebelumnya# .upanya di balik musibah ternyata tersembunyi karunia yang tidak terkira duanya#7 9alu membungkukkan badan, mendekati &ajah 2umala .ani# 8uppp ### ! Sebuah $iuman mesra mendarat di kening# Begitu merasakan sesuatu menyentuh dirinya, 2umala .ani membuka mata# 4ang terlihat pertama kali adalah seulas senyum 9alu Samudra yang berada sejarak satu jangkauan saja# Gadis itu membalas senyum 9alu sambil bangun dari tempat tidur yang selama sembilan hari sembilan malam dikuasainya seorang diri# Begitu terbangun, ia merasakan kekagetan luar biasa! 6%ku sembuh! 2akang ### aku sembuh!7 teriaknya sambil tangan meraba-raba &ajah dan seluruh tubuh# 6%ku benar-benar telah pulih seperti sebelumnya# ,erima kasih, 2akang ### terima kasih,7 kata 2umala .ani sambil memeluk erat suaminya# %ir mata gembira menetes membasahi dada telanjang suaminya# Setelah rasa kaget dalam diri 2umala .ani mereda, 9alu berkata dengan penuh kelembutan, 61imas .ani, aku turut senang kau sudah sembuh dari sakitmu! Selama sembilan hari aku ### 6 6Sembilan hari? %ku tertidur selama sembilan hari?7 kata 2umala .ani, heran# 64a, selama sembilan hari sembilan malam kau tertidur pulas di atas Batu Pualam 5itam, sampai aku mau tidur saja tidak kebagian tempat ### 6 sahut 9alu sambil men$ubit ke$il hidung istrinya# 6+ho, kenapa 2akang tidak menyusulku tidur? 2han tempatnya $ukup luas,7 sergah 2umala .ani# 6Sebelum aku menja&ab pertanyaan istriku yang $antik ini, lebih baik kita mengisi perut dulu# Sudah sembilan hari ini aku tidak makan karena men$emaskan dirimu,7 kata 9alu sambil membimbing istrinya ke meja batu# Pasangan suami istri itu akhirnya makan minum sambil ber$erita panjang lebar# 2umala .ani ber$erita, saat ia mulai terlelap tidur, di alam mimpi ia bertemu dengan seorang &anita $antik, namun ke$antikan si &anita yang mengaku bernama 0e&i Binal Bertangan 1aga sangat asing menurutnya, seperti &ajah orang-orang dari negeri seberang laut yang bernama 0aratan ,iongkok# Bahkan dalam mimpinya pun, nama 9alu Samudra disebut-sebut sebagai muridnya juga# 0e&i Binal Bertangan 1aga berkenan mengangkatnya sebagai murid tunggal yang akan me&arisi seluruh ilmu-ilmu kesaktian miliknya# 0alam mimpi itu 2umala .ani digembleng dengan ilmu-ilmu tenaga dalam tingkat tinggi yang bernama !lmu ,enaga Sakti 2abut .embulan"# Mempelajari ilmu yang dahsyat itu ternyata membutuhkan &aktu sembilan tahun lamanya, dimana setiap tingkat berhasil dipelajari dalam satu tahun oleh gadis itu# 4ang paling berat dan hampir saja merenggut nya&anya adalah &aktu mempelajari !lmu ,enaga Sakti 2abut .embulan" tingkat sembilan, dimana tubuhnya bagai dimasukkan ke dalam danau es beku, namun karena tekad bulat yang dimiliki si gadis, tingkat ke sembilan bisa terle&ati dengan lan$ar# Begitu menamatkan pelajaran ilmu tenaga dalamnya, 2umala .ani disumpah untuk mengamalkan ilmu yang dikuasainya di jalan kebenaran, dan untuk lebih menyempurnakan ilmu-ilmunya agar ia meminta bimbingan 9alu Samudra selama dua tahun lamanya#

6!tulah mimpi yang aku alami itu, 2akang,7 tutur 2umala .ani mengakhiri $eritanya# 6Benarbenar menegangkan kalau diingat-ingat!7 69adi &aktu sembilan tahun di alam mimpimu adalah sembilan hari di alam nyata,7 sahut 9alu sambil mengangguk-angguk mengerti# 6Berbeda dengan apa yang aku alami dahulu,7 pikirnya# 64ang justru aku herankan, kenapa guru meminta 2akang membimbingku pula?7 62arena sebenarnya 0e&i Binal Bertangan 1aga adalah termasuk guruku juga, 1imas# Bahkan 0e&a Pengemis, suami dari 0e&i Binal Bertangan 1aga juga guruku pula,7 kata 9alu kemudian, 6Maa/ kalau selama ini aku merahasiakan hal ini padamu# 4ang 1imas ketahui sampai sekarang bah&a kakek nenekku-lah guruku#7 ,entu saja 2umala .ani mengetahui siapa yang dimaksud dengan kakek nenek yang tak lain adalah ,ombak ;tara ,ongkat Selatan adanya! 69adi ### kita saudara seperguruan?7 62enapa? 1ggak mau?7 tanya 9alu dengan nada $anda, 62alau nggak mau ### jadi istriku saja#7 6!ihhh ### kita khan sudah suami istri,7 sahut sang istri sambil melayangkan $ubitan# Pasangan suami istri itu saling $anda ta&a sampai malam menjelang# 9alu memasang penerangan dari minyak jarak dan beberapa obor bertangkai besi di tempat di empat sudur !stana Ba&ah ,anah dan di bagian atas pula, terpan$ang kuat sebentuk benda aneh bersegi delapan yang bisa memantulkan $ahaya putih terang# Si Pemanah Gadis mengatakan bah&a di dalam benda aneh berbentuk segi delapan terdapat sebuah mutiara putih sebesar buah kelapa yang akan memantulkan $ahaya terang jika ada obor atau benda yang bisa menyala# 6Benar-benar !stana Ba&ah ,anah yang indah,7 kata 2umala .ani takjub# 62alau dulu aku sedang senggang, aku menata ruangan hingga seperti yang 1imas lihat sekarang ini,7 kata 9alu sambil memeluk pinggang ramping sang istri# 61imas .ani, aku ada sesuatu untukmu#7 9alu lalu mengambil kotak besi hitam yang ada di sampingnya, lalu diberikan pada 2umala .ani, sedang pedang hitam berlambang petir masih tergeletak di atas meja batu# 6!nilah yang dimaksud guru, bah&a aku harus membimbingmu# Bukalah!7 2umala .ani segera membuka kotak besi hitam yang ternyata berisi kitab bersampul merah muda# diatasnya tertulis ?2itab 2embang Pera&an?, sedang di bagian ba&ah tertulis nama sang pemilik kitab, ?0e&i Binal Bertangan 1aga? dan sebaris tulisan ke$il-ke$il, ?yang bisa membuka kitab ini adalah gadis yang telah menelan dua butir 2abut .embulan?# 6Menelan dua butir 2abut .embulan, apa maksudnya?7 6Buah yang kau makan kemarin itulah yang namanya 2abut .embulan#7 63ooo ### 6 sahutnya sambil membuka lembar kedua# 0i lembar kedua tertulis, !lmu ?%smara 2embang Pera&an?! Begitu ia terbuka, langsung saja mukanya merah jengah! 65iii ### ilmu apa ma$am ini, 2akang?7 serunya seraya menutup kitab di tangannya# 9alu hanya tersenyum saja, lalu ia membuka kitab yang ada ditangannya# 2itab 0e&a 0e&i! 2embali gadis itu kaget mengetahui bagian a&al dari kitab yang ada di tangan suaminya, bahkan lebih kaget lagi saat ia memba$a tulisan !lmu %smara Pemanah Gadis"! 2ekagetan 2umala .ani $ukup beralasan, sebab !lmu ?%smara 2embang Pera&an? berisi jurusjurus hubungan intim antara &anita dan pria, serta bagaimana meningkatkan kualitas hubungan mesra dengan pasangannya# Bahkan pada bagian berikutnya, terdapat jurus-jurus silat unik dan aneh, karena gerakan kaki, tangan dan tubuh seperti orang yang berhubungan badan lengkap dengan penjelasan-penjelasan singkat pada jurus-jurus yang dinamai 1- 9urus %smara 2embang Pera&an # 6.upanya !lmu %smara Pemanah Gadis" merupakan pelengkap dari !lmu ?%smara 2embang Pera&an?,7 gumam 9alu Samudra# 6Benar-benar lengkap, ya, 2ang!7 timpal 2umala .ani tanpa sadar# 6%pa perlu kita praktekkan sekarang?7 kata 9alu sambil menjungkit-jungkitkan alis# 6!hh ### 2akang ### 6 6+ho ### kita ini pengantin baru, masak ### 6 61anti saja!7 sergah sang istri dengan tersenyum# Setelah membuka-buka lembar berikutnya, sampai gadis itu pada bagian yang tertulis judul !lmu ?Pera&an Murni?# ,idak ada jurus atau gerakan apa pun di lembar ini, hanya tertulis dengan rapi bah&a setiap gadis yang telah menguasai !lmu ?,enaga Sakti 2abut .embulan? se$ara

alamiah menguasai pula !lmu ?Pera&an Murni? yang bisa membuatnya benar-benar seperti gadis pera&an# 6Bagus deh kalau begitu ### 6 6%panya yang bagus?7 62alau istriku ini pera&an setiap hari, aku kan jadi senang setiap hari juga,7 katanya sambil men$ium pipi kiri 2umala .ani# 6;uuhh ### maunya!7 Pada lembar pertengahan, disana tertulis ?1F 9urus .embulan Beku, 2arya %khir 0e&i Binal Bertangan 1aga? dan di ba&ahnya tertulis ?9urus ini merupakan inti gerakan dari 1-F 9urus ,angan 1aga %ngkasa dan >E 9urus ,ongkat Penggebuk %njing '0a Gou Bang Ga) aliran Pengemis 'Gai Bang)!#" 61F 9urus .embulan Beku?7 gumam lirih 2umala .ani sambil mengamati semua posisi tangan dan kaki dari gambar yang ada di dalam kitab# 69urus ini rada-rada mirip ?,apak 1aga Penakluk? atau mungkin karena sumbernya sama, ya?7 pikir Si Pemanah Gadis# ?### atau barangkali karena ada bagian dari >E 9urus ,ongkat Penggebuk %njing '0a Gou Bang Ga)" yang merupakan sumber asli dari ilmu ?1F 9urus .embulan Beku? sehingga ilmu ini terlihat mirip? <ntahlah ### 6 Pada lembar berikutnya tertulis ?!lmu Pedang Geledek 5itam?! 69adi ### pedang ini bernama Pedang Geledek 5itam,7 kata 9alu setelah melihat bentuk pedang yang tertera dalam lembaran kitab ternyata sama persis dengan pedang yang tergeletak di atas meja batu# %khirnya, 9alu Samudra membimbing istrinya mempelajari bagian-bagian 2itab 2embang Pera&an termasuk pula bagaimana mengatur ha&a sakti yang tiba-tiba saja meningkat puluhan kali lipat dalam tubuh 2umala .ani# Pada !lmu ?%smara 2embang Pera&an? pun mereka praktekkan berdua, karena pada dasarnya mereka suami istri yang sah, hubungan intim sudah bukan merupakan halangan lagi bagi 9alu Samudra dan 2umala .ani# 0imana pun dan kapan pun! Beberapa bagian dari !lmu ?%smara 2embang Pera&an? yang sudah dipelajari adalah jurus 2upu-kupu Meniup Seruling" dimana 9alu Samudra berbaring telentang dengan tangan memegang pinggul sang istri, sedang 2umala .ani bergerak pelan penuh irama di atas tubuh sang suami sambil menjengkit-jengkit liar berusaha menggapai pun$ak-pun$ak asmara# ,erlebih lagi pada 9urus Bebek +iar ,erbang Mundur", dengan jurus ini Si Pemanah Gadis hanya duduk tenang menikmati putaran-putaran maut pada pilar tunggal penyangga langit yang melesak dalam-dalam di gerbang istana kenikmatan, dengan posisi sang istri duduk memunggungi dirinya sehingga 9alu dapat leluasa meremas dan memilin sepasang gumpalan padat yang terpahat indah dari belakang# 0i jurus 2uda Poni Melonjak-lonjak"-lah yang paling disukai 2umala .ani karena posisi tubuhnya berhadapan langsung dengan 9alu Samudra sedang ia menggeser dan memutarmutar pinggul dengan ringan penuh kenikmatan# -o-o0i pagi itu, 2umala .ani berenang di kolam !stana Ba&ah ,anah yang jernih, begitu jernihnya hingga ia benar-benar bisa merasakan bagaimana berenang bersebelahan dengan ikan-ikan aneka &arna# %da kalanya gadis itu menyelam dan tinggal di dalam air selama mungkin bersama ikan dan jernihnya air# %neh juga, ia bisa berlama-lama di dalam air, tidak seperti &aktu dulu ia bertanding dengan 9alu# ,entu saja, 2umala .ani berenang telanjang bulat di kolam itu# ,anpa sehelai benang pun di tubuhnya yang mulus, gadis itu bagai seekor ikan $antik yang sedang ber$anda bersama alam# %ir bening tak mampu menyembunyikan kemolekan dari tubuh seorang gadis muda yang penuh gejolak gairah# Gerakan tangan dan kaki yang gemulai bagai seorang bidadari turun dari khayangan, menambah pesona keindahan menjadi lebih nyata, lebih hidup# Bahkan ikan-ikan pun tampak senang berenang dekat-dekat kulit mulus berkilauan tertimpa pantulan sang mentari# !kan &arna-&arni berenang mengikuti ke mana pun gadis itu bergerak# 2umala .ani menyeruak keluar dari ba&ah air, rambut hitam panjangnya telah basah sempurna hingga membentuk sebuah $aping legam di atas kepala# %ir bening bagai memenuhi seraut &ajah $antik memukau terus mengalir turun ke leher jenjang, melun$ur $epat di atas sepasang bukit-bukit kenyal nan padat di dadanya# Beberapa butiran sisanya tertahan di ujung-ujung bukit kembar# 2elopak matanya berkerejap pelan meruntuhkan tetesan air, ujung hidungnya yang

bangir serta sudut-sudut bibirnya yang memerah muda begitu basah mena&an# 2umala .ani tersenyum manis kepada seorang pemuda yang duduk menjuntai kaki dimasukkan ke dalam air di atas batu di pinggir kolam# Pemuda yang tak lain 9alu Samudra membalas senyum 2umala .ani tanpa melepaskan pandangan mata ke tubuh indah sang istri yang kini mun$ul perlahan-lahan dari dalam air# Mula-mula hanya senyum dan &ajah manis yang tampak# Berikutnya leher jenjang keluar dari permukaan air, diikuti memba&a serta pemandangan menakjubkan dari dada montok menantang yang basah# Pada perut berhias pusar menyerupai noktah ke$il# Setelah itu kedua paha sintal membulat, menjadi pilar-pilar bagi segitiga gelap rerumputan yang menyembunyikan gerbang istana kenikmatan yang lebih banyak lagi menyimpan rahasia# 2umala .ani mengangkat tangan untuk mengibaskan air dari dahi# Pyukk! Gerakan gemulai itu membuat dada kenyal menantang semakin berani, mengajukan diri untuk lahapan mata putih si pemuda yang terus tersenyum sepanjang kejadian yang berlangsung di depan mata# +alu pemuda itu menjulurkan tangan, mena&arkan tangan untuk menarik keluar 2umala .ani dari dalam air# ,etapi 2umala .ani menggeleng, karena ia ingin tetap telanjang bulat di hadapan sepasang mata suami yang tiada henti menyemburatkan panah-panah asmara ke sekujur raganya yang basah# 2umala .ani kini berdiri sejarak satu jangkauan tangan saja di hadapan si pemuda, lalu salah satu tangan berka$ak pinggang sambil tetap menyungging senyum semanis madu# Matanya berkata, Mari rengkuh diriku kalau kau mau, suamiku#" 6%pa yang kau inginkan?7 tanya 9alu pada istrinya# 6%ku ingin ### 6 sahut 2umala .ani, 6 ### ini!7 2umala .ani men$ium lembut bibir suaminya# -o-oSi Pe anah Ga!i" ( Ba$ %) 0ua sosok bayangan bergerak $epat laksana kilat dan petir menyambar# Blashh ### blash ### ! 2elebatan dua bayangan biru dan kuning saling susul menyusul, bahkan ada kalanya dua bayangan berjajar berdekatan seperti dua orang sedang memadu kasih# 6Sebentar lagi kita sampai,7 kata bayangan kuning dengan langkah lari tetap, 6 ### entah bagaimana kabar kakakku!?7 6%ku yakin ia sehat-sehat saja, istriku,7 timpal bayangan biru# 6Bagaimana kalau kita adu $epat?7 6Boleh!7 sahut $epat si bayangan kuning sambil mengempos tenaga# Sebentuk uap putih terlihat bergumpal di ba&ah kaki bagai asap yang menopang tubuh si bayangan kuning# 62ita adu $epat! Mana yang lebih hebat antara jurus 2ilat ,anpa Bayangan" dengan jurus Bidadari Menunggang %&an"!7 tutur si bayangan kuning sambil mengerahkan jurus ?Bidadari Menunggang %&an?, sehingga uap putih bergumpal-gumpal semakin banyak dan membersitkan ha&a dingin membeku semakin kental# 6Siapa takut!7 sahut si bayangan biru sambil mengerahkan jurus ?2ilat ,anpa Bayangan? hingga yang tampak hanyalah kilatan $ahaya biru keemasan membersitkan ha&a panas membara# 9ika jurus lari $epat ?Bidadari Menunggang %&an? dilandasi dengan !lmu ?,enaga Sakti 2abut .embulan? tingkat delapan, lain halnya dengan jurus ?2ilat ,anpa Bayangan? yang ditopang oleh !lmu ?,enaga Sakti 2ilat Matahari? yang sama-sama dikerahkan hingga tingkat delapan# +app ### ! Blasssh ### ! 5ingga yang tampak hanyalah segulungan a&an putih berpa$u langkah dengan sebentuk kilatan $ahaya biru keemasan, dimana keduanya terlihat berjajar rapat# Siapa lagi dua orang itu jika bukan pasangan suami istri 9alu Samudra yang digelari istrinya 2umala .ani dengan gelar nyentrik, Si Pemanah Gadis# Mereka berdua baru keluar dari !stana Ba&ah ,anah yang selama dua tahun mereka berdua mendekam di dalamnya# ,idak ada yang di ba&a keluar dari !stana Ba&ah ,anah oleh Si Pemanah Gadis dan istrinya, ke$uali sebilah pedang yang seluruhnya ber&arna hitam legam dan kini nangkring dengan enaknya di punggung 2umala .ani# 0ari gagang pedang hingga sarung pedang semuanya ber&arna hitam, ke$uali sebentuk gambar lambang kilat atau petir yang ber&arna putih, $ukup menyolok dengan &arna hitam pada

pedang itu# !tulah Pedang Geledek 5itam! Si Pemanah Gadis dan 2umala .ani saling berpa$u siapa yang paling $epat diantara mereka berdua# ,anpa perlu tempo lama, pasangan suami istri tersebut sudah sampai di depan pintu gerbang sebuah perguruan silat dalam &aktu yang bersamaan# Partai 1aga +angit! 6%ku kalah, 1imas!7 6,idak, 2akang! %ku yang kalah!7 6%ku yang kalah!7 6%ku!7 2umala .ani ngotot# 6! ya deh, i ya ### 6 akhirnya 9alu Samudra mengalah juga# 0engan senyum manis, 2umala .ani langsung merangkul suaminya, 62enapa 2akang 9alu selalu mengalah jika kita adu debat?7 6Sebab ### kalau aku yang menang, toh pada akhirnya aku yang rugi sendiri ### 6 sungut si 9alu sambil memen$et hidung istrinya# 6.ugi?7 6.ugi besar malah!7 62ok bisa!?7 6.ugi karena tidak dapat jatah!7 u$ap 9alu sambil membusai mesra rambut panjang 2umala .ani# 60asar buaya darat!7 kata 2umala .ani sambil men$ubit mesra pinggang suaminya# 9alu hanya terta&a ke$il saja# ,iba-tiba saja ### 2riett! Pintu gerbang padepokan naga langit terkuak# Sebentuk kepala nongol keluar ber&ajah kuyu seperti orang kurang tidur dan patah semangat# 6Siapa yang bi ### 6 suara itu ter$ekat di tenggorokan, lalu ia bergumam lirih, 6.ani? 2au .ani adikku ### ?7 Siapa lagi yang mengakui istri 9alu Samudra sebagai adik jika bukan 1ila Sa&itri!? ,anpa kata, 2umala .ani langsung memburu maju, menguak lebih lebar pintu gerbang dan dengan sigap memeluk erat sang kakak# Pasangan kakak adik yang telah dipisahkan selama dua tahun kini akhirnya berjumpa kembali# 1ila Sa&itri tidak kuasa membendung air mata yang langsung tumpah ruah bagai banjir besar meleleh di kedua pipinya# 0ua tahun belakangan ini, tidak ada pan$aran kehidupan dari sosok $antik 1ila Sa&itri# Semuanya sirna, seperti sirnanya sosok seorang adik yang sedang sekarat menjemput ajal dan diba&a pergi suaminya entah kemana# Berulangkali si Pedang 1aga Perkasa dan 1ila Sa&itri men$ari kabar berita tentang 2umala .ani dan suaminya di sekitar Gunung 1aga dan bahkan meminta bantuan dari 2uil +angit dan Perguruan 8atur Ba&ana, juga tidak mendapatkan hasil sama sekali# Sepertinya 2umala .ani dan 9alu Samudra bagai hilang ditelan bumi! Setiap hari yang dilakukannya hanyalah berada di depan pintu gerbang Partai 1aga +angit, berdiri mematung seharian penuh, tidak makan dan tidak minum# 9ika dipaksa, paling banter satu sendok tidak lebih# 1ila Sa&itri berdiri mematung seolah menantikan sang adik pasti kembali di sisinya# 0alam hitungan hari, minggu, bulan telah dilalui, hingga tepat dua tahun 1ila Sa&itri dengan setia menunggu kedatangan 2umala .ani ditempat yang sama# 5anya kalau sudah tidak kuat berdiri dan lelah yang teramat sangat, 1ila Sa&itri jatuh tertidur di tempat itu# .angga *uni sendiri sudah merasa putus asa melihat penderitaan batin istrinya, terlebih lagi pada kehamilan istrinya yang pertama sempat mengalami keguguran, membuatnya semakin mengkha&atirkan kondisi kesehatan istrinya yang semakin lama semakin menurun# Segala ma$am bujukan sudah ia gunakan, tapi membuat niat sang istri tidak pudar sedikit pun# 1amun sebagai suami yang bijak, .angga *uni maklum dengan apa yang dialami sang istri ter$inta, apalagi ia tahu bah&a baru saja ia kehilangan ka&an dan juga gurunya dari padepokan gunung putri, dan kini kehilangan satu-satunya saudara yang ada di dunia ini# ;ntunglah ia memiliki murid-murid yang pengertian, selalu memberi dorongan dan semangat pantang menyerah pada guru mereka agar lebih sabar dan tabah menerima $obaan kali ini# 5ingga pada hari ini, tepat dua tahun sejak 2umala .ani dan 9alu Samudra menghilang, saat ia sudah berada dalam ambang batas keputus-asaan, 1ila Sa&itri justru bertemu kembali dengan adiknya#

6.ani ### 6 5anya itu suara yang terdengar, selebihnya adalah deraian air mata dan isak tangis membun$ah, menggelegak bagai air mendidih di dalam kuali dan kini ### sebuah penyaluran terhadap ketidakpastian sekarang sedang berlangsung# .asa rindu selama dua tahun terhadap 2umala .ani dimuntahkan dalam bentuk peluk-$ium yang hangat, erat disertai dengan luruhan kasih sang kakak# 2umala .ani sendiri yang berusaha untuk tegar, begitu trenyuh mendapati sang kakak berbeda dengan yang dulu# 9ika dulu ke$antikan dan keagungan yang bisa dilihat, kini justru &ajah keruh dan sederet bentuk keputus-asaan terpampang jelas di depan matanya# Benar-benar mengharukan! Mendengar istrinya menangis sesenggukan, .angga *uni yang saat itu sedang memimpin latihan silat, langsung berkelebat $epat, mele&ati pelataran yang $ukup luas dengan ke$epatan tinggi, dan begitu sampai di depan pintu gerbang, ia hanya bisa berdiri mematung! ,idak ada yang teru$ap dari bibir yang sedikit terbuka, diam tanpa kata dan melihat tanpa rintangan! Melihat sang guru berkelebat $epat ke arah pintu gerbang, murid-murid Partai 1aga +angit tanpa dikomando, segera berhamburan menyusul dan begitu sampai di depan pintu gerbang, mereka semua bengong seperti sapi ompong# 0i hadapan mereka tergelar bebas sebuah pemandangan yang benar-benar sanggup menitikkan air mata! Sang istri guru berpelukan dengan seorang gadis baju kuning gading dengan erat seakan sedang melepas rindu# 0i bagian belakang si gadis yang dipeluk tampak berdiri pula seorang pemuda berbaju biru dengan $elana hitam, dimana sebatang tongkat kayu hitam tampak tergenggam ringan di tangan, dan yang lebih mengejutkan lagi, pemuda itu bermata putih# Pemuda buta! 61imas 1ila ### 6 kata .angga *uni sambil memegang pundak istrinya# Bagai tersadar dari mimpi buruk, 1ila melepas pelukan pada adiknya# 0engan tangan gemetar, 1ila Sa&itri meraba &ajah sang adik dengan kelembutan# 62au ### kau benar-benar 2umala .ani?7 tanya 1ila Sa&itri penuh harap# 6Benar, 2angmbok! !ni aku ### 2umala .ani!7 kata 2umala .ani dengan haru# 62au benar-benar adikku?7 Gadis berbaju kuning gading hanya mengangguk pasti# 62au semakin $antik saja, .ani, 6 lalu ia menoleh pada suaminya dan berkata, 62akang .angga, .ani telah kembali#7 ,erlihat pan$aran kebahagiaan di dalam mata indah 1ila Sa&itri# .angga *uni hanya tersenyum haru, 6Benar istriku! %dikmu yang bengal telah kembali!7 0rama pertemuan di depan pintu gerbang sedikit terpe$ah oleh suara 9alu Samudra# 61imas .ani, apa kita perlu berdiri seharian di tempat ini?7 Bagai tersadar untuk kedua kalinya, 1ila Sa&itri memandang ke arah pemuda buta yang baru saja berkata# 63hh ### 9alu! ,erima kasih kau telah mengembalikan adikku,7 u$ap 1ila Sa&itri# 6Sudahlah ### lebih baik kita masuk ke dalam saja# 0isini banyak angin,7 kata .angga *uni# %khirnya, semua yang ada di tempat itu kembali masuk ke dalam# Pintu gerbang yang semula penuh sesak oleh manusia, kini kembali lengang seperti sediakala# 5anya terlihat dedaunan bergulir di tiup angin# Pada malam harinya, di pelataran Partai 1aga +angit diadakan perjamuan ke$il-ke$ilan untuk menyambut kedatangan pasangan suami istri 2umala .ani dan 9alu Samudra# 0an yang pasti, &ajah keruh 1ila Sa&itri berubah drastis, sekarang terlihat segar dan $antik, meski tubuh kurusnya masih terlihat jelas, tapi tidak menutupi roman mena&an istri .angga *uni ini# ,%M%, 9!+!0 1 9!+!0 1 K ,%B!. !+M; S%2,! .!MB% P<.S!+%,%1 telah selesai di upload# Pada 9!+!0 = K S<1G2<,% 2!,%B P;S%2%, 9alu Samudra atau Si Pemanah Gadis, se$ara tidak sengaja terjebak dalam pertikaian antara Perguruan Sastra 2umala dan %liran 0anau ;tara yang saling tuding telah mengangkangi sebuah kitab pusaka# Bahkan dari pertikaian itu, 9alu Samudra berkenalan dengan gadis $antik yang selalu menenteng pedang kemana-mana seperti tukang jagal# 0an pada episode kali ini pula, 9alu

Samudra dengan sangat terpaksa sekali menggunakan (iang +ong Shi Ba Dhang", padahal ia sudah di&anti-&anti oleh gurunya agar jangan sampai menggunakan ilmu sakti dari 0aratan ,iongkok ini# -o-o,amat Bagian !