Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perdarahan pada kehamilan harus dianggap sebagai kelainan yang berbahaya . Perdarahan
pada kehamilan muda disebut sebagai abortus sedangkan perdarahan pada kehamilan tua disebut
perdarahan anterpartum. Salah satu kelainan pada plasenta adalah plasenta previa. Perdarahan
antepartum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta, sedangkan perdarahan
yang tidak bersumber pada kelainan plasenta umpamanya kelainan serviks biasanya tidak
seberapa berbahaya. Pada setiap perdarahan anterpartum pertama-tama harus selalu dipikirkan
bahwa hal itu bersumber pada kelainan plasenta .
Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim dan menutupi
sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Plasenta previa terjadi pada kira-kira 1 diantara 200
persalinan. Di umah Sakit Dr. !ipto "angunkusumo, antara tahun 1#$1 % 1#$&, terjadi '$
kasus plasenta previa diantara ($)1 persalinan yang terda*tar, atau kira-kira 1 diantara 12&
persalinan terda*tar. +iteratur negara barat melaporkan *rekuensi plasenta previa kira-kira 0,' %
0,,-. Di negara-negara berkembang berkisar antara 1 % 2,(-. "enurut jenisnya, .astman
melaporkan plasenta previa sentralis 20-, lateralis '0- dan letak rendah &0-.
Perdarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari
plasenta previa. Perdarahan dapat terjadi selagi penderita tidur atau bekerja biasa. Perdarahan
pertama biasanya tidak banyak, sehingga tidak akan berakibat *atal. /kan tetapi, perdarahan
berikutnya hampir selalu lebih banyak daripada sebelumnya, apalagi kalau sebelumnya telah
dilakukan pemeriksaan dalam. 0alaupun perdarahannya sering dikatakan terjadi pada triwulan
ketiga, akan tetapi tidak jarang pula dimulai sejak kehamilan 20 minggu karena sejak itu segmen
bawah uterus telah terbentuk dan mulai melebar serta menipis. Dengan bertambah tuanya
kehamilan, segmen bawah uterus akan lebih melebar lagi, dan serviks mulai membuka. /pabila
plasenta tumbuh pada segmen bawah uterus, pelebaran segmen bawah uterus dan pembukaan
serviks tidak dapat diikuti oleh plasenta yang melekat disitu tanpa terlepasnya sebagian plasenta
dari dinding uterus. Pada saai itu mulailah terjadi perdarahan. Darahnya berwarna merah segar
berlainan dengan darah yang disebabkan solusio plasenta yang berwarna kehitam-hitaman.
Sumber perdarahannya ialah sinus uterus yang terobek karena terlepasnya plasenta dari dinding
uterus, atau karena robekan sinus marginalis dari plasenta. Perdarahannnya tak dapat dihindarkan
karena ketidakmampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi menghentikan
perdarahan itu. "akin rendah letak plasenta, makin dini perdarahan terjadi.
1
1leh karena itu, negara 2ndonesia yang sedang membangun di segala bidang perlu
memperhatikan pendidikan kesehatan masyarakat untuk men3egah berbagai kelainan saat
kehamilan, sehingga jumlah angka kematian ibu dan anak dapat menurun. Selain itu, wanita
hamil diatas '& tahun memerlukan tindakan atau program pen3egahan yang terarah.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 /pa de*inisi plasenta previa 4
1.2.2 /pa saja etiologi plasenta previa 4
1.2.' /pa mani*estasi klinis klien dengan plasenta previa 4
1.2.( 5agaimana panatalaksanaan klien dengan plasenta previa4
1.2.& /pa komplikasi klien dengan plasenta previa 4
1.2., 5agaimana asuhan keperawatan klien dengan plasenta previa 4
1.3 Tujuan
1.'.1 6ujuan 7mum
"enjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan plasenta previa.
1.'.2 6ujuan 8husus
1. "enjelaskan de*inisi plasenta previa.
2. "enjelaskan etiologi plasenta previa.
'. "enjelaskan mani*estasi klinis plasenta previa.
(. "enjelaskan penatalaksanaan klien dengan plasenta previa.
&. "enjelaskan komplikasi dari plasenta previa.
2
1. Man!aat
"ahasiswa dapat memahami dan melaksanakan asuhan keperawatan klien dengan
plasenta previa.
3
BAB II
TIN"AUAN PU#TA$A
2.1 De!%n%s%
Plasenta atau ari % ari terdiri dari vili % vili dan kotiledon yang ber*ungsi untuk
jalan masuk dan oksigen bagi janin. "akanan akan diantar melalui peredaran darah yang
sebelumnya disaring terlebih dahulu melalui plasenta. Plasenta juga menyaring ra3un dan
obat % obatan yang membahayakan janin. Pada usia kehamilan awal, lokasi plasenta
berada pada bagian bawah rahim, dekat dengan jalan lahir, tetapi seiring dengan
perkembangan janin dan pembesaran rahim maka plasenta bergeser ke atas sehingga
menempati lokasi pada korpus atau *undus 9 bagian atas : rahim pada triwulan ketiga.
Pada plasenta previa, plasenta letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim
sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum meskipun
perkembangan janin sudah memasuki triwulan ketiga. 9;872, 2000:.
"enurut Prawiroharjo 91##2:, plasenta previa adalah plasenta yang ada didepan
jalan lahir 9prae < di depan = vias < jalan:. >adi yang dimaksud plasenta previa ialah
plasenta yang implantasinya tidak normal, rendah sekali hingga menutupi seluruh atau
sebagian ostium uteri internum.
"enurut !unningham 9200,:, plasenta previa merupakan implantasi plasenta di
bagian bawah sehingga menutupi ostium uteri internum, serta menimbulkan perdarahan
saat pembentukan segmen bawah rahim.
2.2 Et%&l&g%
1. 7sia lebih dari '& tahun. ?al ini mungkin dikarenakan otot-otot dinding rahim
pada wanita berumur diatas atau sama dengan '& tahun ini sudah mulai melemah
sehingga dapat menyebabkan letak plasenta turun.
2. "ultiparitas. "ultipalaris adalah ke3enderungan plasenta yang tidak akan
menempati tempat yang sama dengan plasenta lama pada kehamilan sebelumnya.
Sehingga kehamilan yang berulang-ulang dapat pula menyebabkan terjadinya
plasenta previa. Penelitian dari 5abins@ki dkk melaporkan bahwa kejadian
4
plasenta previa 2,2- lebih tinggi pada wanita yang telah memiliki anak & atau
lebih, terutama jika jarak antar kehamilan pendek
'. "erokok
(. iwayat abortus
&. iwayat operasi 3aesar. "elahirkan dengan operasi 3aesar mengakibatkan parut
di dalam rahim. 8ejadian meningkat pada wanita yang sudah melakukan 2 atau
lebih operasi 3aesar
,. ?ipoplasia endometrium A bila kawin dan hamil pada umur muda
$. 8ehamilan kembar
). 8orpus luteum bereaksi lambat, dimana endometrium belum siap menerima hasil
konsepsi.
#. 6umor-tumor, seperti mioma uteri, polip endometrium
10. iwayat operasiBpembedahan uterus sebelumnya
2.3 'akt&r Pre(%s)&s%s%
1. iwayat plasenta previa sebelumnya
2. iwayat seksio sesarea sebelumnya. Pada wanita % wanita yang pernah menjalani
operasi sesar sebelumnya, maka sekitar ( dari 100 wanita tersebut akan
mengalami plasenta previa. esiko akan makin meningkat setelah mengalami
empat kali atau lebih operasi sesar 9 pada wanita % wanita yang pernah ( kali atau
lebih menjalani operasi sesar, maka 1 dari 10 wanita ini akan mengalami plasenta
previa :
'. "ultiparitas, apalagi bila jaraknya singkat. Se3ara teori plasenta yang baru
berusaha men3ari tempat selain bekas plasenta sebelumnya.
(. 7sia ibu hamil. Diantara wanita-wanita yang berusia kurang dari 1# tahun, hanya
1 dari 1&00 yang mengalami plasenta previa. Satu dari 100 wanita yang berusia
lebih dari '& tahun akan mengalami plasenta previa. 0anita lebih dari '& tahun, '
kali lebih berisiko.
2. Pat&!%s%&l&g%
Perdarahan antepartum akibat plasenta previa terjadi sejak kehamilan 20 minggu
saat segmen bawah uteri telah terbentuk dan mulai melebar serta menipis. 7mumnya
5
terjadi pada trimester ketiga karena segmen bawah uterus lebih banyak mengalami
perubahan.
Pelebaran segmen bawah uterus dan pembukaan serviks menyebabkan sinus
robek karena lepasnya plasenta dari dinding uterus atau karena robekan sinus marginalis
dari plasenta. Perdarahan tak dapat dihindarkan karena ketidakmampuan serabut otot
segmen bawah uterus untuk berkontraksi seperti plasenta letak normal.
6
2.* $las%!%kas%
1. Plasenta Previa totalis A Plasenta menutupi seluruh ostium uteri internum
2. Plasenta Previa Parsialis A Plasenta menutupi sebagian dari ostium uteri internum
'. Plasenta Previa Marginalis A Plasenta berada tepat pada tepi ostium uteri internum
(. Plasenta Letak Rendah A Plasenta yang letaknya abnormal pada segmen bawah
uterus tetapi belum sampai menutupi ostium uteri internum 9 berada '-( 3m pada
tepi ostium uteri internum :
2.+ Man%!estas% $l%n%s
1. Perdarahan tanpa nyeri
2. Perdarahan berulang
7
'. Pendarahan pertama 9*irst bleeding: biasanya tidak banyak dan tidak *atal, ke3uali
bila dilakukan periksa dalam sebelumnya. 6etapi perdarahan berikutnya
9re33urent bleeding: biasanya lebih banyak
(. 0arna perdarahan merah segar
&. 6erjadi pada saat tidur atau saat melakukan aktivitas
,. asa tidak tegang 9biasa: saat palpasi
$. Denyut jantung janin ada
). 6eraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina
2., Pemer%ksaan Penunjang
a. Pemeriksaan 7ltrasonogra*i 9 7SC : transabdominal dapat memperlihatkan lokasi
plasenta dengan keakuratan tinggi sekitar #,-.
b. Pemeriksaan in spekulo. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui asal dari
perdarahan yang terjadi pada saat kehamilan, apakah perdarahan tersebut berasal
dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan 3erviD dan vagina. Perdarahan yang
berasal dari ostium uteri eksternum mengindikasikan adanya plasenta previa.
3. /rteiogravi. "emasukkan @at kontras ke dalam arteri *emoralis. 8arena plasenta
sangat kaya akan pembuluh darah, maka ia akan banyak menyerap @at kontras ini
akan terlihat dalam *oto dan juga lokasinya.
d. Pemeriksaan Dalam
5ahaya pemeriksaan dalamA
a. Dapat menyebabkan perdarahan yang hebat
b. 2n*eksi
3. "enimbulkan his, dan kemudian terjadilah partus prematurus.
8
6eknik dan persiapan pemeriksaan dalam A
a. Pasang in*us dan persiapkan donor darah
b. Pemeriksaan dalam dilakukan di kamar bedah
c. Dilakukan se3ara hati-hati dan lembut
d. >angan langsung masuk ke dalam 3analis servikalis tapi raba dulu bantalan
antara jari dan kepala janin pada *orniks 9uji *orniks:
e. 5ila ada darah beku, keluarkan sedikit-sedikit dan pelan
8egunaan pemeriksaan dalam pada perdarahan antepartum
a. menegakan diagnose
b. menentukan jenis dan klasi*ikasi plasenta previa
2ndikasi pemeriksaan dalam pada perdarahan antepartum
a. perdarahan banyak, E&00 33
b. perdarahan berulang 9re3urrent:
3. perdarahan sekali, banyak, ?5 F ) g-
d. his ada dan janin viable
9
2.- $&m)l%kas%
Pada 2bu A
1. Syok hipovolemik akibat perdarahan
2. /nemia akibat perdarahan
'. Plasentitis
(. .ndometritis pas3a persalinan
&. Plasenta akreta. Pada kondisi ini, plasenta berimplantasi terlalu dalam dan kuat
pada dinding uterin, yang menyebabkan sulitnya plasenta terlepas se3ara spontan
saat melahirkan. ?al ini dapat menyebabkan perdarahan hebat dan perlu operasi
histerektomi. 8eadaan ini jarang, tetapi sangat khas mempengaruhi wanita dengan
plasenta previa atau wanita dengan sesar sebelumnya atau operasi uterus lainnya.
Pada >anin A
a. Premature
b. /s*iksi berat, gangguan pernapasan akibat oksigen tidak men3apai jaringan
3. +ahir mati
2.. Penatalaksanaan
Semua pasien dengan perdarahan per vagina pada kehamilan trimester ketiga,
dirawat di rumah sakit tanpa pemeriksaan dalam. 5ila pasien dalam keadaan syok karena
perdarahan yang banyak, harus diperbaiki keadaan umumnya dengan pemberian in*use
atau trans*use darah.
10
Selanjutnya penanganan plasenta previa bergantung kepada A
a. 8eadaan umum pasien, kadar ?b
b. >umlah perdarahan yang terjad
3. 7mur kehamilan B taksiran 55 janin
d. >enis plasenta previa
1. Penanganan .kspekti*
8riteria A
a. 7mur kehamilan kurang dari '$ minggu
b. Perdarahan sedikit
3. 5elum ada tanda % tanda persalinan
d. 8eadaan umum baik, kadar ?b ) gr- atau lebih
11
en3ana penanganan A
a. 2stirahat baring mutlak
b. 2n*use D &- dan elektrolit
3. Spasmolitik, tokolitik, plasentotro*ik, roboransia
d. Periksa ?b, ?!6, !16, golongan darah
e. Pemeriksaan 7SC
*. /wasi perdarahan terus % menerus, tekanan darah, nadi, dan denyut
jantung janin
2. Penanganan /kti*
8riteria A
a. 7mur kehamilan G '$ minggu, 55 janin G 2&00 gr
b. Perdarahan banyak &00 33 atau lebih
3. /da tanda % tanda persalinan
d. 8eadaan umum pasien tidak baik, ibu anemis ?b F ) gr-
7ntuk menentukan tindakan selanjutnya S! atau partus pervaginum, dilakukan
pemeriksaan dalam kamar operasi, in*use trans*usi darah terpasang.
2ndikasi Sesario !aesar A
a. Plasenta previa totalis
b. Plasenta previa pada primigravida
3. Plasenta previa janin letak lintang atau letak sungsang
d. ;etal distress
e. Plasenta previa lateralis, jika A
Pembukaan masih ke3il dan perdarahan sangat banyak
Sebagian besar ostium uteri internum ditutupi plasenta
12
Plasenta terletak di sebelah belakang 9 posterior :
*. Pro*ause bleeding, perdarahan sangat banyak dan mengalir dengan 3epat
13
BAB III
A#UHAN $EPERA/ATAN
$LIEN DEN0AN PLA#ENTA PRE1IA
2&nt&h $asus
Hy./ usia ') tahun datang ke rumah sakit pada hari Sabtu, ) 1ktober 2011. 8lien
datang diantar oleh suaminya dengan kondisi gawat yaitu perdarahan pervagina sekitar
&0033. 8lien sedang hamil ) bulan. Suami mengatakan bahwa klien mengeluh sering
merasa pusing saat mengerjakan pekerjaan rumah tangganya selama 1 bulan terakhir dan
klien selalu men3emaskan kehamilannya. Setelah menjalani pemeriksaan, didapatkan
data pengkajianA
6DA )0B(0 mm?g = ?A #) DBmnt = A '0 DBmnt = 6A '&,)
o
! = konjungtiva anemis = 55
berdasarkan pemeriksaan 1 minggu yang lalu di poli kandunganA ,& kg.
?asil pemeriksaan lab ditemukan ?b )mgBdl. dan pada pemeriksaan janin, D>>
nya 1$0DBmnt. Dari pemeriksaan diagnostik yang sudah dilakukan, yaitu 7SC dan
pemeriksaan inspekulo, diagnosa medis menyatakan Hy./ mengalami plasenta previa.
Hy./ harus menjalani rawat inap di S untuk persiapan dilakukan seksio. Hy./
menjalani seksio dua kali selama tiga kelahiran anak sebelumnya, yaitu anak ke dua dan
ketiga.
3.1 Pengkaj%an
1. 2dentitas A
Hama A Hy. /
7mur A ') th
/gama A 2slam
14
Suku B 5angsa A >awa B 2ndonesia
Pendidikan A S"/
Pekerjaan A 2bu rumah tangga
/lamat A >l. /sem jawa no. & surabaya
15
2. 8eluhan utama A
8lien mengalami perdarahan
'. iwayat kesehatan yang lalu A
8lien menyatakan bahwa ia tidak pernah menderita hipotensi
(. iwayat kesehatan keluarga A
8lien mengatakan dalam keluarga tidak ada keturunan kembar
&. iwayat kehamilan persalinan dan ni*as sekarang A
a. 8ehamilan
2bu mengatakan ini adalah kehamilan yang ke empat dengan usia kehamilan )
bulan. 2bu rutin periksa hamil pada bidan tiap trimester.
b. Persalinan
Pada tanggal 1,-10-2010 jam 1'.1& ibu mengatakan keluar perdarahan sebanyak
&0033
3. Hi*as
2bu mengatakan mengeluarkan darah pada jalan lahir dan nyeri pada luka bekas
operasi kehamilan ketiga selama tujuh hari
,. iwayat 85
2bu tidak pernah ikut 85 sebelumnya dan tidak mengerti tentang 85
$. 8eadaan Psikologis
2bu merasa 3emas karena perdarahan yang dialaminya dan takut terjadi sesuatu
pada bayinya.
3.2 Pemer%ksaan '%s%k
16
1. 51 9breath: 3 RR men%ngkat 34 56men%t
2. 52 9blood: 3 TD menurun -464 mmHg7 k&njungt%8a anem%s7 H9 - mg6(l7
9%sa 9erlanjut ke s:&k h%)&8&lem%k
3. 5'9brain: A Pusing
4. 5( 9bladder: A -
5. 5& 9bowel: A -
6. 5, 9bone: A 8elemahan
3.3 Anal%sa Data
Data Et%&l&g% Masalah $e)era;atan
DS A kelelahan, dispneu,
pusing
D1 A < '0 DBmenit
Plasenta previa
I
Perdarahan
I
?ipovolemia
I
Penurunan 3ardia3 output
Penurunan 3ardia3 output
DS A Perdarahan,
lemah, pusing
D1 A perdarahan &0033
6D < )0 B (0
mm?g
pu3at
Plasenta previa
I
Perdarahan
<
Darah banyak yang hilang
I
8ekurangan volume 3airan
8ekurangan volume 3airan
D1 A lemah, pusing Plasenta previa Perubahan per*usi jaringan
17
DS A konjungtiva anemis,
pu3at
I
Perdarahan
<
?ipovolemia
I
Perubahan per*usi jaringan
D1 A perdarahan
DS A luka di daerah uterus
yg mengakibatkan
perdarahan
Plasenta previa
I
Perdarahan
<
esiko in*eksi
esiko in*eksi
D1 A klien menyatakan
ke3emasannya
DS A klien terlihat tidak
tenang
Plasenta previa
I
Perdarahan
<
ansietas
/nsietas
3.3 D%agn&sa $e)era;atan
1. Penurunan 3ardia3 output b.d hipovolemia
2. 8ekurangan volume 3airan b.d perdarahan berlebih akibat implantasi plasenta
yang abnormal
'. Perubahan per*usi jaringan b.d hipovolemia
(. esiko in*eksi b.d perdarahan
&. /nsietas b.d e*ek perdarahan pada kehamilan
18
3. Inter8ens%
Ho Diagnosa
8eperawatan
6ujuan 2ntervensi asional
1. Penurunan 3ardia3
output b.d
hipovolemia
Setelah dilakukan
perawatan 1D2(
jam, volume
darah
intravas3ular dan
3ardia3 output
dapat diperbaiki
a. !atat 66J, 6D,
per*usi, jumlah
perdarahan
b. 8olaborasi A
pemberian trans*use
darah
3. +akukan tirah baring.
2nstuksikan klien
untuk menghindari
koitus.
a. Pengkajian yang
akurat mengenai
status
hemodinamik
merupakan dasar
untuk
peren3anaan,
intervensi,
evaluasi
b. 7ntuk
memperbaiki
volume vas3ular
3. Perdarahan dapat
berhenti dengan
reduksi aktivitas.
Peningkatan
tekanan abdomen
atau orgasme
9 yang
meningkatkan
aktivitas uterus:
dapat meransang
perdarahan
2. 8ekurangan
volume 3airan b.d
perdarahan
berlebih akibat
implantasi plasenta
yang abnormal
Setelah dilakukan
1 D2( jam,
masalah
keseimbangan
3airan teratasi
a. .valuasi, laporkan, dan
3atat jumlah serta jumlah
kehilangan darah.
b. +akukan tirah baring.
2nstuksikan klien untuk
menghindari koitus.
3. Posisikan klien dengan
tepat, telentang dengan
panggul ditinggikan atau
a. Perkiraan
kehilangan darah
membantu
membedakan
diagnose
b. Perdarahan dapat
berhenti dengan
reduksi aktivitas.
Peningkatan
19
posisi semi % *owler.
?indari posisi
trendelenburg
d. !atat tanda % tanda
vital Pengisian kapiler
pada dasar kuku, warna
membran mukosaB kulit
dan suhu.
e. ?indari pemeriksaan
re3tal atau vagina
*. 8olaborasi A pemberian
trans*use darah
tekanan abdomen
atau orgasme 9 yang
meningkatkan
aktivitas uterus:
dapat meransang
perdarahan
3. "enjamin
keadekuatan darah
yang tersedia untuk
otak= peninggian
panggul
menghindari
kompresi vena
kava. Posisi semi-
*owler
memungkinkan
janin bertindak
sebagai tanpon.
d. "embantu
menentukan
beratnya kehilangan
darah, meskipun
sianosis dan
perubahan pada
tekanan darah, nadi
adalah tanda-tanda
lanjut dari
kehilangan sirkulasi
atau terjadinya syok
e. Dapat
meningkatkan
hemoragi,
khususnya bila
plasenta previa
marginal atau total
terjadi.
*. 7ntuk
memperbaiki
20
volume vas3ular
'. Perubahan per*usi
jaringan b.d
hipovolemia
Setelah
dilakukan
perawatan
1D2( jam,
terjadi
peningkatan
sirkulasi pada
klien
a. !atat 66J, 6D,
per*usi, jumlah
perdarahan
b. 8olaborasi A
pemberian trans*use
darah
3. +akukan tirah baring.
2nstuksikan klien untuk
menghindari koitus.
a. Pengkajian yang
akurat mengenai
status hemodinamik
merupakan dasar
untuk peren3anaan,
intervensi, evaluasi
b. 7ntuk
memperbaiki
volume vas3ular
3. Perdarahan dapat
berhenti dengan
reduksi aktivitas.
Peningkatan
tekanan abdomen
atau orgasme 9 yang
meningkatkan
aktivitas uterus:
dapat meransang
perdarahan
(. esiko in*eksi b.d
perdarahan
Setelah dilakukan
perawatn 1D2(
jam, tidak terjadi
in*eksi
a. pantau tanda B gejala
in*eksi 9 misalnya suhu
tubuh :
b. instrusikan untuk
menjaga hygiene pribadi
3. 8olaborasi pemberian
terapi antibioti3 bila di
perlukan
a. mendeteksi dini
adanya in*eksi
b. untuk melindungi
tubuh terhadap
in*eksi
3. untuk
mengurangi agens
in*eksius
&. /nsietas b.d e*ek
perdarahan pada
kehamilan
Setelah dilakukan
perawatan selama
1D2( jam, klien
lebih rileks dan
tidak terjadi
ansietas
a. Pantau tingkat ansietas
klien
b. 5eri dukungan dan
pendidikan untuk
menurunkan
ke3emasan dan
a. 7ntuk
mengetahui
seberapa besar
kebutuhan klien
untuk menerima
intervensi
b. Dukungan dan
in*ormasi dapat
21
meningkatkan
pemahaman dan kerja
sama dengan tetap
memberikan
in*ormasi tentang
status janin,
mendengar dengan
penuh perhatian,
mempertahankan
kontak mata dan
berkomunikasi dengan
tenang, hangat dan
empati yang tepat
3. Pertahankan
hubungan saling
per3aya dengan
komunikasi terbuka
d. >elaskan tentang
proses perawatan dan
prognosa penyakit
se3ara bertahap
e. 2denti*ikasi koping
yang konstruksi dan
kuatkan
*. Pertahankan keluarga
tetap
mengurangi beban
psikologis klien
3. ?ubungan rasa
saling per3aya
terjalin antara
perawat dan
klien akan
membuat klien
mudah
mengungkapkan
perasaannya dan
mau bekerja sama
d. "engerti tentang
proses perawatan
dan prognosa
penyakit akan
memberikan rasa
tenang
e. Dengan
identi*ikasi dan
alternati* koping
akan membantu
klien dalam
menyelesaikan
masalahnya
*. Dukungan
keluarga sangat
dibutuhkan guna
untuk memperbaiki
keadaan psikologis
klien
22
BAB I1
PENUTUP
1.1 $es%m)ulan
Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah
rahim sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum meskipun
perkembangan janin sudah memasuki triwulan ketiga.
Penyebab pasti plasenta previa masih belum bisa dijelaskan, tetapi ada beberapa
*a3tor yang diperkirakan bisa memi3u terjadinya plasenta previa seperti usia lebih dari '&
tahun, multiparitas, merokok, riwayat abortus, riwayat operasi !aesar, riwayat
pembedahan uterus.
1.2 #aran
"elihat dari kasus plasenta previa yang masih banyak di 2ndonesia, maka
diharapkan para tenaga medis dan perawat harus lebih pro*esional dan berpengalaman
dalam mengkaji system reproduksi yang mungkin terganggu. Penanganan dan pengkajian
yang tepat akan menentukan penatalaksanaan pengobatan yang 3epat dan tepat pula pada
plasenta previa.
23
DA'TAR PU#TA$A
5agian obstetri3 K ginekologi *akultas kedokteran padjajaran bandung. 2000. Obstetri Patologi.
5andung A .lstar o**set.
Hugroho, tau*an. 2010. Buku Ajar Obstetri untuk Mahasiswa Kebidanan. Logjakarta A nuha
medika.
6aber, ben-@ion. 1##(. Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. >akarta A .C!.
". 0ilkinson, >udith. 200$. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. >akarta A .C!
24