Anda di halaman 1dari 7

2.

Langkah-langkah Penyampaian Berita Buruk menurut Robert Buckman (2000)


1. Persiapan
Persiapan tempat untuk menyampaikan berita buruk hendaknya dapat menjaga privasi pasien.
Menanyakan terlebih dahulu apakah pasien ingin didampingi oleh orang lain (suami/ istri/
anak/ saudara, dll). Contoh pertanyaan untuk mengawali sesi ini antara lain: bagaimana kabar
anda hari ini?
2. Memulai diskusi
Mengarahkan pembicaraan ke inti pesan dengan menanyakan apakah pasien sudah
mengetahui kondisi yang sebenarnya mengenai penyakitnya, sehingga respon dari pasien
dapat mengukur pemahaman, harapan dan keadaan emosional pasien. Respon yang diberikan
juga akan menunjukkan bagaimana pasien memahami situasinya saat ini melalui makna yang
umum maupun lebih mendetail. Mulai mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi dari
pasien supaya dapat mulai memahami.
Apakah pasien sudah tahu mengenai penyakitnya/situasinya. Contoh : saya menderita
kanker payudara, dan saya memerlukan operasi.
Seberapa banyak dia tahu? Darimana dia tahu? Misalnya : Dokter A mengatakan ada
sesuatu kelainan yang ditemukan di foto rontgen dada saya)
Tingkat pengetahuan pasien misalnya: Saya menderita kanker stadium 4
Situasi emosional pasien, misalnya: Saya takut jangan jangan kanker saya sudah tidak
bisa diobati lagi, sampai samoai seminggu ini saya jadi susah tidur
Terkadang pasien atau keluarga pasien tidak bisa menjawab atau merespon pertanyaan yang
oerawat ajukan, dan mungkin memang tidak mengetahui sama sekali mengenai penyakit
mereka. Pada kasus seperti ini, teknik yang bisa digunakan untuk menstimulasi diskusi adalah
dengan menanyakan kembali tentang hal hal yang sudah mereka ketahui seperti riwayat
penyakit dan hasil pemeriksaan atau hasil test yang telah dilakukan sebelumnya.
3. Melibatkan pasien
Menanyakan kepada pasien seberapa banyak mereka ingin mengetahui tentang kondisinya.
Penting untuk menanyakan pada pasien seberapa detil informasi yang ingin didengarnya.
Apakah sangat detil, atau hanya gambaran besarnya saja?
Perlu diperhatikan bagaimana cara bertanya, dan kemungkinan reaksi pasien. (setiap
pasien tidak akan sama, bahkan pada pasien yang sama kemungkinan akan berubah
permintaanya selama dalam satu sesi percakapan).

Beberapa pertanyaan yang sering digunakan pada tahap ini misalnya:


Bapak/ibu, bila nanti situasi atau kondisi/hasil test menunjukkan sesuatu yang
serius, apakah saya bisa memberitahukan pada anda mengenai masalah tersebut?
Apakah bapak/ibu ingin saya menjelaskan secara rinci atau hanya garis besar dari
kondisi Bapak X sekarang?
Bapak X, hasil test anda sudah keluar. Apakah saya bisa menjelaskan pada
bapak/ibu, atau bapak/ibu ingin agar saya menjelaskan kondisi anda pada
keluarga?
4. Mengungkapkan Informasi
Dalam mengungkapkan informasi yang berisi berita buruk, hendaknya merencanakan untuk
mendiskusikan diagnosis, prognosis, perawatan serta mekanisme untuk mendapatkan
dukungan dan cara mengatasinya. Perencanaan yang membutuhkan persiapan paling sedikit,
memberikan pengetahuan awal mengenai bagaimana harus mengungkapkan atau memberikan
berita buruk kepada pasien tertentu. Hal ini memerlukan lebih dari satu waktu diskusi. Tenaga
kesehatan harus memiliki informasi yang relevan terlebih dahulu, focus dan memiliki satu
atau dia topic pada waktu yang bersamaan. Tenaga kesehatan hendaknya mengatur
kesempatan untuk Tanya jawab dalam proses diskusi. Terminologi medis harus dihindari
kecuali jika pasien dapat memahaminya. Contoh dalam menyampaikan informasinya adalah:

Bapak X, saya khawatir bahwa kabar yang akan saya sampaikan adalah kabar kurang

baik. Hasil test anda ternyata menunjukkan bahwa anda positif terkena kanker payudara.
Bapak X, mohon maaf saya terpaksa menyampaikan kabar ini. Hasil pemeriksaan

menunjukkan bahwa bapak terkena kanker payudara.


Bapak X, hasil test anda sudah keluar, dan ternyata hasilnya tidak seperti yang kita
harapkan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa anda terkena kanker payudara.

5. Pengakuan terhadap Perasaan Pasien


Salah satu dari aspek terpenting dalam interaksi yang manusiawi adalah pengakuan terhadap
reaksi pasien. Jika tidak ada reaksi yang jelas dari penyampaian berita buruk, tenaga
kesehatan dapat meminta pasien untuk dapat mengekspresikan perasaan mereka. Secara
umum, jika pasien mulai menangis, tenaga kesehatan harus menunggu sampai tangisannya
berhenti. Dokter dapat menawarkan agar prosesnya diperlambat contoh: bapak/ibu silakan
minum dulu, kita lanjutkan setelah bapak/ibu siap.
Emosi pasien tidak boleh diabaikan pada proses pembicaraan, namun tidak boleh
mengganggu proses pemberian informasi yang harus diketahui oleh pasien. Hal ini berkaitan
dengan kondisi psikologis pasien ketika menerima berita buruk. Adakalanya pasien lupa

terhadap hal-hal yang spesifik pada diagnosis maupun prognosis penyakitnya. Dokter
hendaknya siap untuk menawarkan kesempatan untuk melakukan follow up untuk diskusi
lebih lanjut dengan profesi lain yang dapat membantu kondisi pasien (psikolog, perawat,
support group, dll).
Kalimat kalimat yang bisa digunakan pada tahap ini antara lain:

Saya tahu bahwa hasil ini adalah hasil yang tidak kita harapkan....
Saya tahu bahwa kabar ini adalah kabar yang tidak mengenakkan...
Setelah mengetahui hasilnya, kira kira hal apakah yang bisa saya bantu?

6. Perencanaan dan Tindakan Selanjutnya


Pada suatu titik tertentu, tenaga kesehatan hendaknya mendiskusikan rencana pengobatan
yang spesifik dengan pasien. Contohnya dokter dapat mengatakan bahwa beberapa tes
diperlukan, kapan tes ini harus dilakukan dan dimana tes ini harus dilakukan. Dokter juga
harus menjanjikan waktu untuk kunjungan pasien selanjutnya dan memastikan agar pasien
dapat dengan mudah dan pantas dapat menghubungi dokter dan petugas kesehatan lainnya.
Contoh kalimat ataupun pertanyaanyang bisa digunakan:
Jadi situasinya memang demikian, pak... tetapi mungkin masih ada sesuatu yang bisa saya
bantu untuk bapak? Jika bapak memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang pengobatan
bisa menghubungi saya, saya akan berusaha membantu semampu saya.
Selain metode tersebut, terdapat juga metode SPIKES untuk penyampaian berita burukyang
terdiri dari: Setting, Patients Perception, Invitation, Knowledge, Empathy, Strategy/
Summarize
Setting, meliputi:
1. privasi
2. kehadiran orang lain yang penting dalam kehidupan pasien
3. posisi duduk
4. tampilan penuh perhatian dan tenang
5. Mendengarkan secara aktif: hening dan ada pengulangan
6. Ketersediaan ruang dan kehadiran pasien, alat bantu yang dirasakan perlu
Patients Perception
Cari tahu sejauh mana pasien/ keluarga pasien mengetahui tentang kondisi pasien.
Menurut bapak/ ibu apa yang sedang terjadi?
Apa yang sudah bapak/ibu ketahui tentang hal ini?

Apakah anda khawatir bahwa hal ini dapat menjadi lebih serius?
Invitation
Melihat sejauh mana pasien/ keluarga pasien ingin tahu:
Apakah bapak/ ibu termasuk orang yang ingin mengetahui penyakit ini secara keseluruhan?
Seberapa jauh informasi yang ingin anda dengar dari saya mengenai diagnosis dan
perawatannya?
Apakah anda menginginkan saya untuk memberikan apa yang terjadi secara rinci atau anda
hanya ingin tahu kenapa saya memberikan perawatan seperti ini?
Knowledge
Membagi informasi
Peringatan keras:
o Mau tidak mau saya harus memberikan berita buruk tentang penyakit anda
o Mohon maaf, saya harus memberitahukan kepada anda bahwa
Jeda : tunggu, sampai pasien dapat menguasai diri dan bersiap untuk menerima berita buruk
Gunakan kalimat yang singkat, mudah dan jelas
Hindari jargon ataupun bahasa ilmiah yang terlalu sulit untuk dimengerti
Atur kecepatan bicara sehingga tidak terlalu cepat/ lambat dalam memberikan informasi
kepada pasien atau keluarganya
Empathy
1. Dengarkan dan identifikasi emosi dari pasien yang muncul
a. Bagaimana perasaan anda?
b. Apa yang akan anda lakukan setelah hal ini saya sampaikan?
2. Identifikasi penyebab atau sumber emosi
3. Tunjukkan kepada pasien/ keluarga pasien bahwa anda mampu mengidentifikasi emosi dan
sumbernya
a. Mengetahui hasil tesnya jelas membuat anda sedih ya
b. Tentu saja, berita ini membuat sedih semua orang
c. Jelas saja, hal ini menyedihkan
4. Empathetic silence; membiarkan pasien bernafas dalam-dalam dan memproses berita
buruknya
5. Jawab segala pertanyaan dengan sabar
6. Sensitive dan penuh kasih saying

7. Merespon pemikiran dan perasaan pasien/ keluarga pasien


8. Mengidentifikasi hal-hal yang bisa menjadikan salah persepsi
9. Validasi : menyetabilkan perasaan pasien/ keluarga pasien
a. Saya mengerti kenapa anda merasa seperti itu.
10. Tunjukkan kepada pasien bahwa menunjukkan emosi merupakan hal yang normal agar
mereka tidak malu atau terkucil
11. Pastikan pada pasien bahwa anda akan selalu bersama mereka dalam proses ini
Strategy/ Summarize
Edukasi, kesimpulan dan tindakan lanjutan
Pastikan bahwa pasien memahami informasi sehingga anda dan mereka memiliki
pemahaman yang sama
Simpulkan informasi dalam proses diskusi dan berikan kesempatan pada pasien/
keluarganya untuk bertanya atau mengungkapkan perhatian terhadap penyakit yang
dihadapi
Buat rencana dan jelaskan kepada pasien, kemudian tawarkan kepada pasien mengenai
kapan rencana perawatan tersebut akan dilakukan sesuai dengan persetujuannya
1. Beberapa hal yang harus dipahami dalam penyampaian berita buruk
Tidak Boleh Dikatakan Boleh Dikatakan
Saya sangat mengerti apa yang anda rasakan
(tidak

didasarkan

personal/professional

pada

Boleh Dikatakan
Pengalaman sebelumnya dengan para

pengalaman

senhingga

pasien yang mengalami hal serupa,

sulit

membuat saya mengerti bahwa saat

dipercaya)

ini anda sedang merasa sedih sekali


Saya dapat membayangkan kesedihan

anda saat ini


Suami/istri/ anak anda gagal dalam proses Sayangnya, pengobatan ini tidak direspon
pengobatan (menunjukkan bahwa gara-gara dengan baik oleh tubuh suami/istri/ pasien
pasien terapi tersebut tidak berjalan sebagai anda
mana mestinya)
Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan

Sepertinya pengobatan ini tidak berjalan


dengan lancer. Meski demikian, anda harus
yakin bahwa kami akan melakukan segalanya
sesuai kemampuan kami untuk memastikan

bahwa (keluarga anda) tidak menderita


Tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Anda Setelah kita bicarakan, terapi yang kita

harus berobat ke tempat lain

anjurkan ternyata tidak berjalan dengan baik,


sehingga pengobatan ini harus dihentikan.
Namun demikian, kami akan merujuk anda
untuk menjalani pengobatan di palliative care
untuk meningkatkan kualitas hidup kelarga

anda.
Apakah anda ingin melakukan semuanya Ibu/Bapak, saya ingin menyampaikan bahwa
dilakukan untuk suami/istri/orangtua/ anda??

tindakan

ini

tidak

berkesan

untuk

penyembuhan.
Berdasarkan ketentuan yang dikutip dari Grigis et al (1995) hal yang harus diperhatikan
untuk menyampaikan berita buruk yang telah disetujui, yang ditentukan melalui penelitian
dan konsensus diantaranya :

Ada satu orang yang bertanggungjawab untuk menyampaikan berita buruk


Pasien memiliki hak legal dan moral untuk mendapatkan informasi
Tanggungjawab utama petugas kesehatan adalah pada pasien sebagai individu
Pasien dan keluarga harus diberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya
Pasien dan keluarga harus ditanyakan seberapa ia ingin tahu tentang berita tersebut
Pasien dan keluarga harus dipersiapkan untuk kemungkinan berita buruk sedini

mungkin untuk diagnosa lanjutan


Jika tes lanjutan dilakukan, hindari menyampaikan hasil setiap tes secara individu.

Selalu libatkan keluarga atau orang terdekat pasien.


Pasien harus diberitahukan mengenai diagnosa penyakit yang ditegakkan secepatnya

dan ketika pasien sudah siap.


Pastikan privasi dan kenyamanan pasien
Idealnya, keluarga dan orang terdekat juga dilibatkan
Jika memungkinkan, tenaga kesehatan profesional lain juga dilibatkan
Dokter ang dan konselor yang menangani pasien tersebut diinformasikan mengenai

situasi dan kondisi pasien


Kontak mata dan bahasa tubuh harus digunakan untuk menyampaikan kehangatan,

empati, dukungan atau menghibur pasien, disesuaikan dengan budaya pasien.


Jika ada kesulitan komunikasi, (seperti gangguan pendengaran, perbedaan bahasa),
strategi komunikasi harus bisa disesuaikan, seperti menggunakanbantuan tenaga

kesehatan terlatih untuk menginterpretasikan perbedaan bahasa.


Sangat penting untuk memperhatikan budaya pasien, ras, kepercayaan agama, dan
latar belakang sosial.

Tenaga kesehatan yang menyampaikan berita buruk harus mengetahui kekurangan


dan kesulitan emosionalnya dalam menjalankan tugas ini.

Baile WF, Buckman R, Lenzi R, Glober G, Beale EA, Kudelka AP. SPIKES - A six-step
protocol for delivering bad news: Application to the patient with cancer. The Oncologist
2000;5:302-311.
Girgis A, Sanson-Fisher RW. Breaking bad news: Consensus Guidelines for medical
practitioners. Journal of Clinical Oncology 1995;13(9):2449-2456.