Anda di halaman 1dari 22

Nomor 1 yg C belum

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) terdiri dari dua kata yaitu Pendidikan dan
Kewarganegaraan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara ( pasal 1 UU No.20 Tahun 2003 ).
Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana
untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan
menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak
dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan
kejayaan bangsa dan negara.
Dalam realita kehidupan pendidikan kewarganegaraan seperti hanya sebagai
pendidikan formal yang ada di sekolah dan perguruan tinggi. Karena bentuk
aplikasi pendidikan kewarganegaraan jarang ditemui sekarang ini. Sehingga
banyak pola fikir, pola sikap dan pola perilaku yang tidak mencerminkan
tujuan nasional Indonesia, yang dicirikan banyaknya penyimpangan di
masyarakat. Oleh karena itu agar fenomena tersebut tidak berkelanjutan,
maka setiap warga sadar akan pentingnya pendidikan kewarganegaraan
mulai dari usia dini hingga kapanpun.
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu upaya untuk
membangkitkan kembali semangat kebangsaan generasi muda, khususnya
para mahasiswa, dalam menghadapi pengaruh globalisasi dan mengukuhkan
kesadaran bela negara. Kita sebagai warganegara harus memahami
mengenai hak dan kewajiban, HAM, bela negara. Misalkan wujud bela negara
di jaman sekarang yang berbeda dengan masa lalu, karena di masa lalu saat
negara ini dijajah mungkin kita akan ikut membela dengan jalan berperang
melawan penjajah. Sedangkan di era sekarang wujud bela negara misal
dalam bidang ekonomi bisa dilakukan dengan mengkonsumsi produk dalam
negeri sehingga tidak akan mematikan pasar dalam negeri karena dalam
penilaian saya disaat ini bangsa Indonesia dijajah dengan cara seperti itu.
Contoh lain yaitu hak dan kewajiban warga negara, yaitu hak mendapatkan
pendidikan, pekerjaan dan pengidupan yang layak, hak memeluk agama dan
juga kewajiban bela negara, taat pada hukum dan pemerintahan karena
belum memahaminya warganegara tentang hukum yang berlaku sehingga
masih banyak terjadi penyimpangan dalam masyarakat, dan lain-lain
1. Tujuan Umum Untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar
kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara
serta PPBN agar menjadi warga negara yang diandalkan oleh bangsa dan
negara. 2. Tujuan Khusus A. Agar mahasiswa dapat memahami dan
melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur, dan demokratis serta
ikhlas sebagawai WNI terdidik dan bertanggung jawab. B. Agar mahasiswa
menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dapat mengatasinya

dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan


Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional C. Agar mahasiswa
memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan, cinta
tanah air, serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. C. Sejarah Pendidikan
Kewarganegaraan
Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara
sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan
kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan
bangsa.
Masyarakat dan pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup,
terutama kepada generasi penerus bangsa untuk hidup lebih berguna dan
bermakna serta mampu mengantisipasi perkembangan dan perubahan masa
depannya. Hal ini sangat memerlukan pembekalan ilmu pengetahuan ,
teknologi dan seni yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai
budaya bangsa.
Jadi tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan
wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air,
bersendikan kebudayaan bangsa,wawasan nusantara dan ketahanan
nasional kepada siswa,mahasiswa, calon ilmuwan warga negara Republik
Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan seni yang dijiwai dan
berdasarkan Pancasila. Kemampuasn warga negara untuk hidup berguna dan
bermakna serta mampu mengantisipasi perkembangan dan perubahan masa
depannya sangat tergantung pembekalan ilmu pengetahuan, teknologi dan
seni yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai budaya bangsa.
Nilai-nilai dasar
negara akan menjadi panduan dan mewarnai keyakinan serta pegangan
hidup warganegara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Oleh karena itu peserta didik seyogyanya memiliki motivasi
bahwa pendidikan kewarganegaraan yang diberikan kerpada mereka
berkaitan erat dengan penanaman dan kedudukan serta kepentingan mereka
sebagai individu, anggota keluarga, anggota masyarakat dan sebagai
warganegara Indonesia yang terdidik, serta bertekad dan bersedia
mewujudkannya.
Di dalam buku Prendidikan Kewarganegaraan (Kewiraan) ditulis olerh NoorMs
Bakry (2002:7) mengatakan bahwa tujuan pendidikan kewarganegaraan
secara umum adalah memupuk kesadaran bela negara dan berpikir
komprehensif integral di kalangan mahasiswa dalam rangka ketahanan
Nasional dengan didasari :
Kecintaan kepada tanah air.
Kesadaran berbangsa dan bernegara.
Memupuk rasa persatuan dan kesatuan.
Keyakinan akan ketangguhan pancasila.
Rela berkorb an demi bangsa dan negara.
Kemampuan awal bela negara.
Tujuan di atas sesuai dengan visi,misidan kompetensi pendidikan
kewarganegaraan :

Visi Pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi menjadi sumber nilai


dan pedoman penyelenggaraan progran studi dalam mengantarkan
mahasiswea mengembangkan kepribadiannya selaku warganegara yang
berperan aktif menegakkan demokrasi menuju masyarakat madani.
Misi Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi membantu mahasiswa
selaku warganegara agar mampu mewujudkan nilai-nilai dasar perjuangan
bangsa
Indonesia serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan
ilmunya secara bertanggung jawab terhadap kemanusiaan.
Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk menguasai
kemampuan berpikir, bersikap rasional, dan dinamis, berpandangan luas
sebagai manusia intelektual, serta mengantarkan mahasiswa selaku
warganegara RI memilik :
a. Wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dengan perilaku cinta
tanah
air.
b. Wawasan kebangsaan, kesadaran berbangsa demi ketahanan nasional.
c. pola pikir, sikap, yang komprehensif integral pada seluruh aspek
kehidupan
nasional.
Bab II.
Isi.
Dalam pendidikan kewarganegaraan dipelajari pula Hak dan Kewajiban, Bela
Negara, HAM, pertahanan nasional. Yang akan menjadi acuan utama untuk
menempatkan diri dalam kedudukan sebagai warganegara yang sadar
terhadap tujuan nasional Indonesia. Setiap generasi adalah masyarakat baru
yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian, dan
mengembangkan karakter atau watak publik maupun privat yang sejalan
dengan demokrasi konstitusional. Sikap mental ini harus dipelihara dan
dipupuk melalui perkataan dan pengajaran serta kekuatan keteladanan.
Demokrasi bukanlah mesin yang akan berfungsi dengan sendirinya, tetapi
harus selalu secara sadar direproduksi dari suatu generasi ke generasi
berikutnya (Toqueville dalam Branson, 1998:2).
Bab III.
Penutup.
Maka pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswa pada
umumnya agar mahasiswa bisa menjadi warga negara yang memiliki
pandangan terhadap nilai-nilai HAM, mahasiswa juga mampu berpartisipasi
dalam memecahkan semua persoalan dengan solusi tanpa menimbulkan
konflik, dan berfikir kritis terhadap semua persoalan.
Jadi pentingnya pendidikan kewarganegaraan yang didapatkan sejak
dijenjang sekolah hingga perguruan tinggi adalah untuk menimbulkan

kesadaran warga negara terhadap tujuan nasional bangsa Indonesia agar


berjiwa patriotisme dan cinta tanah air.

Nomor 2
Identity : (harfiah) ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada
seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain.
Terminologis (Kamus Antropologi): sifat khas yang menerangkan dan sesuai
dengan kesadaran diri pribadi,sendiri, golongan sendiri, kelompok sendiri,
komunitas sendiri, atau negara sendir
Identitas berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal
sehingga menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan
hal-hal lain. Nasional berasal dari kata nasion yang memiliki arti bangsa,
menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural tertentu yang memiliki
semangat, cita-cita, tujuan serta ideologi bersama. Jadi, yang dimaksud
dengan Identitas Nasional Indonesia adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas
bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di
dunia.
Identity : (harfiah) ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada
seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain.
Terminologis (Kamus Antropologi): sifat khas yang menerangkan dan sesuai
dengan kesadaran diri pribadi,sendiri, golongan sendiri, kelompok sendiri,
komunitas sendiri, atau negara sendir
Identitas berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal
sehingga menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan
hal-hal lain. Nasional berasal dari kata nasion yang memiliki arti bangsa,
menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural tertentu yang memiliki
semangat, cita-cita, tujuan serta ideologi bersama. Jadi, yang dimaksud
dengan Identitas Nasional Indonesia adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas
bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di
dunia.
Menurut Syarbani dan Wahid dalam bukunya yang berjudul
Membangun
Karakter
dan
Kepribadian
melalui
Pendidikan
Kewarganegaraan, kelima unsur Identitas Nasional tersebut diatas
dapat dirumuskan kembali menjadi 3 bagian:
a.
Identitas Fundamental: berupa Pancasila yang menrupakan Falsafah
Bangsa, Dasar
Negara, dan Ideologi Negara.
b.
Indetitas Instrumental: berupa UUD 1945 dan Tata Perundangannya,
Bahasa
Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, dan Lagu Kebangsaan.
c.
Indetitas Alamiah: meliputi Kepulauan (archipelago) dan Pluralisme
dalam suku,

bahasa, budaya dan kepercaraan (agama).


Adapun jenis identitas nasional Indonesia adalah sebagai berikut :
1.
Indonesia bersifat pluralistik baik menyangkut sosiokultural atau
reliogiositas.
2.
Identitas fundamental/ ideal : Pancasila
3.
Identitas instrumental : alat untuk menciptakan Indonesia yang dicitacitakan, berupa
UUD 1945, lambang negara, bahasa Indonesia, dan lagu kebangsaan
4.
Identitas religiusitas : Indonesia pluralistik dalam agama dan
kepercayaan.
5.
Identitas sosiokultural : Indonesia pluralistik dalam suku dan budaya
6.
Identitas alamiah : Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di
dunia.
Contoh Identitas Nasinal Bangsa Indonesia
Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia, adalah sebagai berikut:
1. Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Bahasa
Indonesia berawal dari bahasa melayu yang dibgunakan sebagai bahasa
pergaulan yang kemudian diangkat sebagai bahasa nasional pada tanggal 28
oktober 1928.
2. Bendera Negara yaitu sang merah putih Warna merah berarti berani dan
putih berarti suci. Bendera merah petih pertama kali dikibarkan pada tanggal
17 agustus 1945, namun telah ditunjukkan pada peristiwa sumpah pemuda.
3. Lagu kebangsaan Indonesia yaitu Indonesia raya Lagu Indonesia sebagai
lagu kebangsaan pertama kali dinyanyikan pada tanggal 28 oktober 1928.
4. Lambang Negara yaitu garuda pancasila Garuda adalah burung khas
Indonesia yang dijadikan sebagai lambang Negara.
5. Semboyan Negara yaitu bhineka tunggal ika Artinya berbeda-beda tetapi
tetap satu jua. Menunjukkan Indonesia adalah bangsa yang heterogen
namun tetap berkeinginan untuk menjadi bangsa yang satu, yakni Indonesia.
6. Dasar falsafah Negara yaitu pancasila Berisi lima sila yang dijadikan
sebagai dasar falsafat dan ideology dari Negara Indonesia. Selain itu
pancasila berkeedudukan sebagai dasar Negara dan ideology nasional.
7. Hukum dasar Negara yaitu UUD 1945 Merupakan hukum dasar tertinggi
dalam tata urutan perundang-undangan dan dijadikan sebagai pedoman
penyelenggaraan Negara.
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.
Bentuk Negara kita adalah kesatuan, bentuk pemerintahan adalah republik
dan sistem politik yang digunakan adalah system demokrasi.
9. Konsepsi wawasan nusantara Sebagai cara pandang bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai
strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta
kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional.
Sebagai Negara kesatuan Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa,
sehingga Indonesia memiliki kebudayaan daerah yang sangat kompleks.

Kita telah mengetahui bahwa setiap makhluk hidup di dunia ini pasti
memerlukan identitas atau jatidiri. Selain berfungsi sebagai penjelas dari
kepribadian seseorang terhadap orang lain, identitas atau jatidiri juga dapat
diperlukan dalam berinteraksi. Sebagaimana sebuah negara, pasti
membutuhkan Identitas Nasional sebagai jatidiri negara tersebut. Suatu
negara memerlukan identitas atau jatidiri sebagai pengenalan dan penjelas
kepribadian dari satu negara ke negara lain. Suatu negara juga dapat
dikatakan sebagai negara jika ia memiliki suatu identitas atau jatidiri negara,
karena adanya pengakuan oleh negara lain dalam interaksi yang telah
berlangsung
Identitas bangsa sangat menentukan bagaimana kondisi bangsa tersebut.
Identitas membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya di dunia.
Identitas menjelaskan kebaikan dan keburukan dalam diri bangsa. Identitas
menjelaskan ciri-ciri dan karakteristik dari sebuah bangsa. Dari identitas
bangsa, seorang warga negara akan memahami hal hal yang dapat
dibanggakan dari bangsanya. Dengan identitas, seorang warga negara dapat
menganalisis sifat sebuah
bangsa. Dengan memiliki identitas, sebuah
bangsa memahami alasan mengapa ia harus melakukan banyak hal dalam
kehidupannya
Nomor 3
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan
perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya
keserasian dan keselarasan secara nasional.
Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar
baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa
dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam
Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk
kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal
ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Kita ketahui dengan
wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau
manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan
bangsa Indonesia.
1. Howard Wriggins
Integritas nasional berarti penyatuan bagian yang berbeda-beda dari
suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau
memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang jumlahnya banyak
menjadi satu kesatuan bangsa.
2.Myron Weiner Menurutnya
Integrasi menunjuk pada proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan
sosial ke dalam satu kesatuan wilayah, dalam rangka pembentukan suatu
identitas nasional.
3. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin
Integrasi nasional ini sebagai proses penyatuan suatu bangsa yang
mencakup semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik, ekonomi,
dan budaya.
4. J. Soedjati Djiwandono

Integrasi nasional sebagai cara bagaimana kelestarian persatuan nasional


dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional bangsa
indonesia berarti hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa,
menjadi satu kesatuan bangsa secara resmi, dan direalisasikan dalam satu
kesepakatan atau konsensus nasional melalui Sumpah Pemuda pada tanggal
28 Oktober 1928.
Negara Indonesia menganut faham nasionalisme. Nasionalisme adalah suatu
faham yang mengajarkan bangsa yang bernegara yang dibangun dari
masyarakat yang majemuk, dan warganya tersebut sungguh-sungguh
bertekad untuk membangun masa depan secara bersama, dengan terlepas
dari berbagai perbedaan ras, etnik, dan agama atau misalnya, dari ikatan
kesetiaan yang melekat sejak lahir terhadap suku daerah kelahirannya.
Suatu negara akan berfungsi dengan baik apabila memiliki dukungan idiologi
nasionalisme, dan juga tidak kalah pentingnya adalah dukungan demokrasi.
Nasionalisme dibangun dari semangat rakyat untuk bersatu, sedangkan
demokrasi menjamin jati diri rakyat, penghormatan dan perlindungnya.
Dalam hal ini keikutsertaan dalam kehidupan bernegara diwajibkan,
sehingga semangat nasionalisme dan demokrasi dapat dibangun dengan
baik yang diharapkan akan tercipta suatu stabilitas nasional yang tangguh,
sekalipun dalam negara demokrasi berbagai kepentingan tidak akan hilang
tetapi dapat ditekan atau larut dalam berbagai organisasi politik yang ada.
Semua itu dapat tercapai apabila pemerintahan itu baik, seperti menegakkan
keadilan dalam mengalokasikan sumber daya nasional, baik antar sektor
maupun antar wilayah, sehingga etnik diperlakukan dengan adil, dapat hidup
dengan tenang, aman, serta dapat melaksanakan seluruh kegiatan
kehidupan sosial dengan baik. Tetapi sebaliknya bila pemerintah mengalami
kemunduran dalam kinerjanya, maka masing-masing golongan yang ada
dalam masyarakat akan berjuang untuk memperoleh hak, serta akan
memenuhi aspirasi sebagai kepentingan yang syah, maka demikian akan
timbul kebangkitan etnik, dan lebih jauhnya lagi akan terjadi suatu gejolak di
masyarakat
Karena Indonesia terdiri dari berbagai macam suku yang disatukan melalui
persatuan dibawah bendera merah putih dan Bhineka Tunggal Ika melalui
proses ini terjadi proses integrasi nasional dimana perbedaan yang ada
dipersatukan sehingga tercipta keselarasan. Persatuan dari kemajemukan
suku inilah yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang
membedakannya dengan bangsa lain. Sehingga adanya kompleksitas
perbedaan suku yang bersatu di Indonesia dijadikan sebagai identitas
bangsa sebagai bangsa yang majemuk yang kaya akan suku, tradisi dan
bahasa dalam wujud semboyang Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi
tetap satu jua. Jadi, antara integrasi nasional dan identitas nasional memiliki
keterkaitan, karena dalam hal ini, di Indonesia Integrasi nasional di jadikan
sebagai salah satu identitas nasional dimana konsep Bhineka Tunggal Ika
yang merupakan hasil dari integrasi nasional dijadikan sebagai identitas
nasional, semboyang ini tidak akan pernah ada di negara lain, semboyang ini

hanya ada di Indonesia dan menjadi identitas bangsa yang membedakan


bangsa Indonesia dengan bangsa yang lainnya.
Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat
besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini
membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan
kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang
melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah
keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Kita
ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan
karakter atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat
mengancam keutuhan bangsa Indonesia.
A) Sikap toleransi antarumat beragama, walaupun agama kita berbeda
dengan teman, tetangga atau saudara, kita harus saling menghormati.
b) Sikap menghargai dan merasa ikut memiliki kebudayan daerah lain, bahkan
mau mempelajari budaya daerah lain, misalnya masyarakat Jawa atau
Sumatra, belajar menari legong yang merupakan salah satu tarian adat Bali.
Selain anjungan dari semua propinsi di Indonesia, di dalam komplek Taman
Mini Indonesia Indah juga terdapat bangunan tempat ibadah dari agamaagama yang resmi di Indonesia, yaitu masjid (untuk agama Islam), gereja
(untuk agama Kristen dan Katolik), pura (untuk agama Hindu) dan wihara
(untuk agama Buddha). Perlu diketahui, bahwa waktu itu agama resmi di
Indonesia baru 5 (lima) macam.

Nomor 4
Syarat berdirinya suatu negera adalah dengan adanya rakyat, wilayah, dan
pemerintah yang berdaulat, sesuai dengan Konvensi Montevideo tahun 1933
oleh Mahfud MD disebut unsur konstitutif, sementara tambahan lainnya
adalah unsur deklaratif (Pengakuan dari negara lainnya).
Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak dimiliki, maka tidak bisa
disebut negara
1. Rakyat (unsur konstitutif)
Rakyatlah yang memiliki kepentingan mewujudkan cita-cita dan harapan
negara. Tidak mungkin negara tanpa rakyat, yang dimaksud adalah
sekumpulan manusia yang disatukan oleh suatu wilayah tertentu serta
tunduk pada kekuasaan negara
Rakyat dibedakan menjadi 2, penduduk dan bukan penduduk. Penduduk
adalah sekumpulan orang yang telah memenuhi syarat administratif dari
peraturan negara. Bukan penduduk adalah orang yang tidak memenuhi
syarat tersebut.
Penduduk juga dibedakan menjadi 2, warga negara dan bukan warga negara.
Warga negara adalah orang yang memenuhi syarat negara, sementara
bukan warga negara adalah orang yang tidak memenuhi syarat tersebut
seperti turis dan lain2
2. Wilayah (unsur konstitutif)
Dibagi menjadi tiga bagian, yaitu darat, laut dan udara.

Darat memiliki garis batas/perbatasan dengan wilayah negara lain yang


dijaga dengan ketat
Laut termasuk danau, sungai, selat dan teluk juga memiliki teritorial dan di
luar itu disebut laut bebas
Udara berada di atas laut dan darat dan perbatasan udara juga memilii
daerah teritorial yang diawasi dengan ketat.
3. Pemerintah yang Berdaulat (unsur konstitutif)
Pengertian pemerintah ada dua, arti luas dan arti sempit.
Arti luas, adalah keseluruhan badan pengurus negara dan segala organisasi
negara.
Arti sempit, adalah suatu badan pimpinan yang terdiri atas seseorang atau
beberapa orang
4. Pengakuan dari Negara Lain (unsur deklaratif)
Bersifat De Jure karena melibatkan hak dan kewajiban anggota masyarakat
internasional.
Indonesia lahir secara de facto tanggal 17 Agustus saat proklamasi dan
mendapat pengakuan de jure tanggal 18 Agustus saat disahkannya UUD
1945
Apakah Arti Penting Konstitusi bagi Suatu Negara? - Konstitusi memiliki
kemuliaan dan arti penting bagi kehidupan suatu negara. Kemuliaan suatu
konstitusilah yang menjadikannya sebagai fundamental law (hukum dasar)
dan the higher law (hukum tertinggi). Hal itu dikarenakan konstitusi dapat
disamakan dengan suatu piagam kelahiran suatu negara baru.
Konstitusi memiliki arti penting bagi negara karena tanpa konstitusi
bisa jadi tidak akan terbentuk negara. Konstitusi menjadi barometer
kehidupan negara yang sarat dengan bukti sejarah perjuangan para
pahlawan.konstitusi merupakan barometer kehidupan bernegara dan
berbangsa yang sarat dengan bukti sejarah perjuangan para pendahulu,
sekaligus ide-ide dasar yang digariskan oleh the founding father, serta
memberi arahan kepada generasi penerus bangsa dalam mengemudikan
suatu negara yang akan dipimpin. Semua agenda penting kenegaraan ini
tercover dalam konstitusi, sehingga benarlah kalau konstitusi merupakan
cabang yang utama dalam studi ilmu hukum tata negara.
Kenapa Pembukaan UUD 1945 tidak dapat diamandemen yaitu karena
Pembukaan UUD 1945 memuat dasar-dasar filosofis dan dasar normatif yang
mendasari seluruh pasal dalam UUD 1945. Pembukaan UUD 1945
mengandung staatidee berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI), tujuan (Haluan) negara serta dasar Negara yang harus tetap
dipertahankan. Oleh sebab itu Pembukaan UUD 1945 tidak diamandemen
dengan alasan-alasan tersebut.
Pembukaan UUD 1945 tidak direvisi bukan untuk mensakralkan pembukaan,
namun lebih dipengaruhi oleh Yuridis Sosiologis dan landasan Filosofi
Historis. Faham kebangsaan telah menyelimuti suasana kebatinan dari
Founding Fathers dalam menyusun pembukaan UUD 1945. Faham ini
memandang manusia sebagai anggota dalam satu keluarga yang tetap

menghormati dan melindungi perbedaan namun tetap rukun dalam satu


keluarga.
Dalam Pembukaan tercantum nilai dasar Negara (Staatfundamental norma)
berupa pernyataan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan hilangnya
penindasan. Pembukaan telah menyatakan kemerdekaan Indonesia hanya
terjadi sekali. Dengan mempertahankan pembukaan maka kita wajib
mempertahankan falsafah kemerdekaan bangsa dan nilai-nilai dasar Negara
Indonesia.
Dalam Pembukaan juga terdapat Visi dan Misi Negara yaitu pada alinea
keempat dalam melindungi bangsa dan tumpah darah, mensejahterakan
serta mencerdaskan bangsa dan terlibat dalam perdamaian dunia. Dalam
pembukaan terdapat dasar dan filsafat Negara yaitu Pancasila,
menempatkan Pancasila sebagai dasar Negara secara tegas menolak
theokrasi (Negara agama) dan paham sekulerisme (pemisahan Negara dan
agama)
Pembukaan UUD 1945 mengandung cita-cita hukum (rechsidee) karena
mengndung asas-asas hukum fundamental, norma-norma dasar yang
berfungsi sebagai hukum tertinggi yang menjadi acuan yuridis semua aturan
perundangan dibawahnya. Konsekuansinya , semua peraturan hukum yang
bertentangan dengan Pembukaan UUD 1945 harus dinyatakan batal demi
hukum. Sebagai sumber hukum tertinggi maka pembukaan harus
mengarahkan pada formulasi peraturan hukum yang mengandung kepastian
hukum (legal certainty) kemanfaatan (utility) dan keadilan bagi semua
(justice for all).
Kedudukan Pembukaan sangat kuat sebagai perjanjian hukum dasar dan
tujuan Negara , cita hukum dan mengandung nilai universal untuk itu harus
tetap dipertahankan. Dalam bahasa hukum, pembukaan memuat azas-azas
dasardan sendi-sendi pokok kehidupan bernegara. Sehingga merubah
Pembukaan UUD 1945 berarti merubah system kenegaraan.
Pada dasarnya amandemen ditujukan pada perbaikan aspek struktur dan
prosedur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar
aspek tersebt konsisten dan mendukung pewujudan nilai-nilai. Oleh karena
itu UUD 1945 sengaja tidak memuat aturan yang dapat menjadi landasan
untuk mengubah Pembukaan UUD 1945 dan tata cara perubahannya hanya
pada pasal-pasalnya saja. (DP)
Jika bicara tentang Pancasila, pada dasarnya kita mengacu pada
prinsip-prinsip yang dinyatakan sebagai dasar Negara Republik
Indonesia sebagaimana tercantum dalam alinea 4 Pembukaan UUD
1945. Pembukaan UUD 1945 merupakan kristalisasi seluruh sejarah
pergerakan nasional bangsa Indonesia sampai titik klimaksnya, yaitu
Proklamasi Kemerdekaan.

Di situ tercermin visi dan kesadaran, cita-cita moral bangsa , makna


proklamasi kemerdekaan dan negara RI yang dibangun sebagai institusi
yang mampu mengantar bangsa Indonesia mencapai dan mewujudkan
keinginannya secara bersama. Oleh karena itu, Pembukaan UUD 1945 harus
dipahami sebagai satu keseluruhan yang setiap alineanya mengungkapkan
makna dalam kajian fungsional dengan alinea lain. Adapun butir-butir
pemaknaannya dapat dirumuskan sebagai berikut;
Pertama : Visi dan Kesadaran Bangsa
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh
sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak
sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. (alinea 1)
Rumusan tersebut mencerminkan visi dan kesadaran bahwa bangsa
Indonesia mempunyai hak dan kemerdekaan atas dasar eksistensinya
sebagai kelompok manusia. Jadi harkat dan martabat bangsa pada
hakekatnya berakar pada harkat dan martabat manusia.
Kedua; Cita-Cita Moral
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh
keinginan luhur supaya berperikehidupan kebangsaan yang bebas, maka
rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. (alinea 3)
Cita-cita moral yang tercermin di dalam rumusan ini adalah keinginan
berkehidupan kebangsaan yang bebas. Bebas dalam arti bebas dari
penjajahan, penindasan, kesengsaraanm kemiskinan, ketertinggalan, rasa
takut dan sebagainya. Disamping itu, bebas untuk memiliki pendapat dan
mengungkapkan pendapat dalam ruang publik, bebas untuk memilih
keyakinan serta menghayati keyakinannya secara terbuka, bebas untuk
mengembangkan bakat, dan potensinya dengan mencari ilmu serta
mengembangkan kemampuan profesionalnya.
Ketiga; Legitimasi Perjuangan Kemerdekaan
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah
kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarakan
rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. (alinea 2)
Rumusan tersebut menunjukan pembenaran atas usaha-usaha bangsa untuk
membebaskan diri dari rintangan, tekanan serta halangan yang dihadapi
untuk mencapai kemerdekaan bangsa.

Keempat ; Wadah kelembagaan


Kemudian daripada itu maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan itu
dalam suatu undang-undang dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam
suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedauatan rakyat.
(alinea 4)
Rumusan itu menunjukkan bahwa pembebasan hanya mungkin dicapai
melalui pembentukan negara RI yang berkedaulatan rakyat dengan tujuan
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia.
Prinsip dasar keberadaan negara serta pedoman pembebasan bangsa adalah
Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan
Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan /perwakilan, serta Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Secara khusus dinyatakan dengan tegas dalam Penjelasan UUD 1945 bahwa
semangat Pembukaan UUD 1945 yang dituangkan dalam Undang-Undang
Dasar mewajibkan pemerintah dan penyelenggara Negara lainnya yaitu
presiden, kabine, DPR, lembaga peradilan, penegak hukum, seperti hakim,
jaksa da polisi serta pejabat dan birokrat untuk mematuhi budi pekerti
kemanusiaan yang luhur dan memegang cita-cita rakyat yang luhur.

1) Pasal 27 UUD 1945, berbunyi:


(1) Segala warga negara bersamaan kedudukan di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjungjung hukum dan pemerinatah itu dengan
tidak ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak bagi kemanusiaan.
(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara.
2) Pasal 28 UUD 1945
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan
dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang
3) Pasal 28 A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan
kehidupannya
4) Pasal 28 B
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan
melalui perkawinan yang sah
(2) Setiap orang berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang
serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
5) Pasal 28 C

(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan


dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari
ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan
kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan
haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan
negaranya
6) Pasal 28 D
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlidungan dan kepastian
hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum
(2) Setiap orang berhak untuk berkerja serta mendapat imbalan dan
perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja
(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalm
pemerintahan
(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan
7) Pasal 28 E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya,
memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih
kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan
meninggalkannya serta berhak kembali.
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan
pikiran dan sikap sesuai hati nuraninya.
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan
mengeluarkan pendapat.
8) Pasal 28 F
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk
mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya serta berhak untuk
mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
9) Pasal 28 G
(1) Setiap orang berhak atas perlindung diri pribadi, keluarga, kehormatan,
martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas
rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau
tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasinya.
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang
merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka
politik dari negara lain.
10) Pasal 28 H
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal
dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak
memperoleh pelayanan kesehatan.
(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk
memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai
persamaan dan keadilan
(3) Setiap orang berhak atas imbalan jaminan sosial yang memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat

(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut
tidak boleh diambil alih sewenang-wenang oleh siapapun.
11) Pasal 28 I
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan
hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui
sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat
dikurangi dalam keadaan apapun.
(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yanbg bersifat diskriminatif
atas dasar apaun dan berhak mendapat perlindungan terhadap perlakuan
yang bersifat diskriminatif itu.
(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras
dengan perkembangan zaman dan peradaban.
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia
adalah tanggung jawab negara terutama pemerintah
(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asaso manusia sesuai dengan
prinsip negara hukum yang demokrastis, maka pelaksanaan hak asasi
manusia dijamin, diatur dan dituangkan dalam peraturan perundangundangan.
12) Pasal 28 J
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam
tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
(2) Dalam menajlan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk
kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan
maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas
hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil
sesuai dengan pertimabangan moral, nilai-nilai agama, keamanan dan
ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokrastis.
13) Pasal 29
(1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk
agamanya masing-masing dan untuk berinadah menurut agama dan
kepercayaannya itu.
14) Pasal 30 ayat (1)
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara.
15) Pasal 31
(1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah
wajib membiayainya.
16) Pasal 32 AYAT (1)
(1) Negara mamajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban
dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan
mengembangkan nilai-nilai budayanya.
17) Pasal 33

(1) Perekonomian disusun sebagi usaha bersama berdasarkan atas azas


kekeluargaan
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai
hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
18) Pasal 34
(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
28 A = Hak untuk hidup dan mempertahankan hidupnya
28 B = Pasal 1 = Hak untuk berkeluarga
Pasal 2 = Hak untuk kelangsungan hidup,tumbuh,dan berkembang.
28 C = Pasal 1 = Hak mengembangkan diri
Pasal 2 = Hak untuk memajukan diri
28 D = Pasal 1 = Hak atas pengakuan,jaminan,perlindungan hukum
Pasal 2 = Hak untuk bekerja dan mendapat upah
Pasal 3 = Hak untuk memperoleh kesempatan yang dlam
pemerintahan
Pasal 4 = Hak atas status kewarganegaraan
28 E = Pasal 1 = Hak untuk memeluk agama dan beribadah
Pasal 2 = Hak untuk kebebasan meyakini kepercayaan,meyatakan
pikiran..
Pasal 3 = Hak untuk bebas berserikat,berkumpul, dan mengeluarkan
pendapat.
28 F = Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi
28 G = Pasal 1 = Hak untuk perlindung diri pribadi,keluarga
Pasal 2 = Hak untuk bebas dari penyiksaan
28 H = Pasal 1 = Hak untuk hidup sejahtera lahir & batin
Pasal 2 = Hak untuk mendapat kemudahan dalam keadilan
Pasal 3 = Hak atas jaminan sosial
Pasal 4 = Hak untuk memiliki hak milik pribadi
28 I = Pasal 1 = hak untuk hidup dan tidak disiksa
Pasal 2 = hak untk bebas dari pelakuan diskriminatif
Pasal 3 = hak untuk masyarakat menghormati identitas budaya
Pasal 4 = hak untuk mendpat perlindungan,pemajuan dari pmerintah
28 J = Pasal 1 = Hak untuk menghormati HAM orang lain
Pasal 2 = Hak untuk tunduk terhadap pembatasan.
UUD 1945 pasal 28 A J Tentang HAM
Pasal 28A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan
kehidupannya.

Makna:. Maksud isi tersebut adalah bahwa setiap manusia terutama warga
negara indonesia, sejak ia lahir mempunyai hak yang sama dalam hal hak
untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya. Tidak ada satu orang pun
yang bisa membeli nyawa orang lain atau menghilangkan nyawa orang lain
dengan alasan apa pun. Jika ada yang menghilangkan nyawa orang lain
dengan atau apa lagi tanpa alasan, maka orang tersebut harus menanggung
hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.
Pasal 28B
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan
melalui perkawinan yang sah.
Makna : Maksud pernyataan tersebut adalah bahwa setiap warga negara
indonesia memiliki hak yang sama untuk membentuk keluarga dan
melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Perkawinan yang sah
adalah perkawinan dimata hukum Jika tidak, maka keluarga tersebut tidak
sah di mata hukum dan hak-hak sebagai warga negara indonesia tidak
dijamin oleh negara.Jika sah, maka keluarga tersebut berhak untuk
membentuk keluarga dan hak-hak seluruh anggota keluarga tersebut
terjamin di mata hukum negara
(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang
serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Makna: Setiap anak sejak dia lahir, memiliki hak untuk hidup,tumbuh,
berkembang dan berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Maka, sejak lahir anak tersebut harus di asuh dan diperlakukan selayaknya
manusia. tidak boleh ada yang melakukan kekerasan atau pun diskriminasi,
walaupun hal tersebut dilakukan oleh keluarganya sendiri. Jika terjadi
kekerasan atau diskriminasi atas anak tersebut oleh keluarga sendiri, apalagi
orang lain, maka orang yang melakukan kekerasaan atas anak tersebut
harus
menerima
hukuman
sesuai
hukum
yang
berlaku
di
negara Indonesia.niorangtuanya sekalipun. Kekerasan terhadap anak
merupakan bagian dari bentuk kejahatan anusiaan yang bertentangan
dengan prinsip hak asasi manusia.
Pasal 28C
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan
dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu

pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas


hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
Makna: Maksudnya setiap orang berhak untuk mengembangkan diri dalam
hal pendidikan, teknologi dan pengetahuan, seni budaya untuk
meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan manusia terutama
rakyat indonesia. Keluarga berkewajiban membantu mewujudkanhal ini, jika
keluarga kurang mampu maka negara berkewajiban membantu mewujudkan
hal ini terutama bagi warga negara yang memiliki kemauan dan kemampuan
yang besar.
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan
haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan
negaranya.
Makna: Setiap orang berhak memajukan dirinya secara kolektif unntuk
membangun masyarakat, bangsa dan negara indonesia. Setiap orang berhak
mencalonkan dirinya untuk menjadi pilihan rakyat dalam hal pembangunan
negara
dalam
arti
dapat
ikut
serta
dalam
calon
Presiden,
DPR,MPR,Mentri,Bupati,gubernur, bahkan RT. Atau jika terbeban, dapat
membangun bangsa secara sukarela melalui Lembaga Swadaya Masyarakat
atau semacamnya. Semuanya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Pasal
28D
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan
kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
Makna: setiap orang berhak atas pengakuan dalam arti diakui oleh negara ,
jaminan dan perlindungan dari negara itu sendiri serta perlakuan yang sama
dihadapan
hukum
.
(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan
perlakuan
yang
adil
dan
layak
dalam
hubungan
kerja.
Makna : Untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan imbalan yang pentas
memang tergantung kepada persiapan para pencari kerja tapi pemerintah
juga berkewajiban menciptakan banyak lapangan pekerjaan agar tingkat
pengangguran semakin menurun dan kesejahteraan masyarakat dapat
meningkat.
(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam
pemerintahan.
Makna: Negara memberikan hak kepada tiap warga atau masyarakat untuk

ikut dalam berpolitik. Negara terlihat berusaha memenuhi kewajibannya. Ini


sudah terlihat dari banyak munculnya berbagai partai politik. Tinggal
bagaimana para partisipan politik benar-benar bekerja sesuai dengan
tugasnya tanpa adanya penyimpangan
(4)
Setiap
orang
berhak
atas
status
kewarganegaraan.
Makna: Tiap orang berhak atas status kewarganegaraan. Berarti masyarakat
mempunyai hak untuk untuk mendapatkan perhatian dan perlindungan
negara serta ikut berpartisipasi dalam berbagai acara nasional seperti
pemilu sebagai warga negara Indonesia. Dan karena memiliki status
kewarganegaraan Indonesia, berarti masyarakat juga berkewajiban untuk
taat terhadap hukum dan peratuaran yang berlaku di wilayah Indonesia
Pasal 28E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya,
memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih
kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan
meninggalkannya, serta berhak kembali.
Makna: Setiap orang berhak untuk memilih agamanya sendiri dalam arti dia
nyaman dengan agamanya tersebut dan tidak berpindah-pindah agama dan
pengajaran untuk menuntut ilmu , memilih pekerjaan mana yang pantas
untuk mereka dan sesuai dengan kualitas mereka masing-masing dan
memilih negara serta bertempat tinggal dinegara piulihannya tersebut tetapi
atas dasar hukum dan pemerintahan yang sah.
(2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran
dan
sikap,
sesuai
dengan
hati
nuraninya.
Makna: Serta pemerintah memberikan kebebasan atas keyakinan yang
diyakini oleh warga Negara tesebut dan berhak atas pemikiran dan sikap
yang mereka ambil dikehidupan sehari hari sesuai dengan hati nurani yang
mereka anggap benar selama semua itu tidak merugikan orang lain.
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan
mengeluarkan
pendapat.
Makna: Serta setiap Negara menjamin atas kebebasan berorganisasi
berserikat dan berkumpul dengan tidak merugikan pihak lain atau Negara itu
sendiri dan mengeluarkan pendapat dengan bebas dan mendengar pendapat
tersebut dengan baik , baik pendapatnya diterima atau pun tidak diterima
Pasal28F

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk


mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk
mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Makna: setiap orang berhak untuk berbicara dan memperoleh informasi dari
mana
pun dan mengembangkannya dalam masyarakat dengan
menggunakan media yang telah tersedia dan tidak merugikan orang lain
atau digunakan untuk mencari fakta maka hal tersebut diperbolehkan.
Pasal 28G
(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan,
martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas
rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau
tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
Makna: setiap warga Negara berhak untuk mendapatkan perlindungan dari
Negara baik bagi dirinya sendiri, keluarga, kehormatan maupun martabat
dan harta benda yang dia miliki dibawah kekuasaannya. Setiap orang pun
berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman untuk berbuat atau
bertindak
yang
tidak
sesuai
dengan
hak
asasi
manusia.
Dan bagi orang yang melakukan kekerasan ataupun mencoba untuk
melakukan tindakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, maka orang
tersebut dapat dipidanakan dan mendapatkan hukuman yang telah diatur
oleh Negara tersebut.
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang
merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka
politik dari negara lain.
Makna: Warga Negara pun berhak untuk bebas dari tindakan penyiksaan dan
perlakuan yang dapat merendahkan derajat dan martabat manusia. Dan
untuk melindungi warganya, maka negara membentuk lembaga di bidang
hukum untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan dan kejahatan di
masyarakat. Setiap warga negara pun berhak memperoleh suaka politik dari
negara lain.
Pasal 28H

(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal,
dan medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan.
Makna: Setiap orang berhak untuk hidup dengan sehat dan bertempat
tinggal yang bersih , aman dan tentram dan mendapat pelayanan kesehatan
yang baik , misalnya dalam masyarakat yang tidak mampu diberi kartu sehat
agar meringankan biaya mereka , tetapi tidak di salah gunakan
(2) Setiap orang mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk
memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai
persamaan dan keadilan.
Makna: Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan
hukum yang sama tanpa diskriminasi. Semua berhak atas perlindungan yang
sama terhadap setiap bentuk apa pun
(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
Makna: setiap orang itu berhak atas jaminan dalam bentuk sosial atau
kebutuhan hidupnya untuk bertumbuh dan menjadi manusia yang baik dan
berpendidikan
(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut
tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.
Makna: setiap orang itu memiliki hak pribadi dan yang milik pribadi itu tidak
boleh ada campur tangan atau diganggu gugat oleh orang lain dengan tidak
sopan
Pasal 28 I
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan
hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui
sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat
dikurangi dalam keadaan apa pun.
Makna: setiap orang lahir bukan untuk disiksa dan hak untuk tidak di siksa
misalnya dalam sebuah pekerjaan TKI masih banyak para-para majikan yang

menyiksa pembantunya dan itu harus dilaporkan kepada yang berwajib agar
merdeka dalam segi hati dan rohani mereka dan kita harus diakui dalam
hukum
(2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas
dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan
yang bersifat diskriminatif itu.
Makna : Setiap orang bebas atas perlakuan seseorang dan mendapat
perlindungan dari pemerintah agar tidak terjadi lagi konflik atau perselisihan
yang berkelanjutan dan berkepanjangan atau pun permasalahan yang
sewaktu-waktu tidak di selesaikan atau tidak terpecahkan sama
sekali(permasalahan yang hanya di jadikan sebagai pemanas global saja)
(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras
dengan perkembangan zaman dan peradaban.
Makna: Budaya harus dihormati, dilestariakan tidak memandang sebalh
mata akan budaya kita dan tidak membiarkan akibat perkembangan zaman
budaya kita menghilang begitu saja kita harus menjaganya dengan baik agar
generasi mudah bisa mengetahui budayanyamasing-masing
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia
adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.
Makna:Pemerintah harusnya lebih memajukan atau memberikan hak penuh
terhadap hak asasi manusia. Agar semua pihak yang mempunyai hak asasi
dapat menegakkan hak-hak mereka yang slama ini tidak pernah di anggap
oleh pemerintah-pemerintah yang hanya mementingkan kepentingan sendiri
atau tidak pernah menganggap serius hak asasi manusia yang tertindas
selama ini.
(5) Untuk menegakan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan
prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi
manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundanganundangan.
Makna: Pemerintah sebaiknya membuat peraturan perundang-undangan
yang berisikan bahwa hak asasi manusia harus dijungjung tinggi dan harus
diperjuangkan agaar tidak terjadi lagi perselisihan konflik yang menyangkut
hak asasi manusia.

Pasal 28J
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam
tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Makna: Setiap orang itu harus saling menghormati satu dengan yang lain
dan tidak ikut campur dalam hak-hak orang tersebut itulah pertandanya kita
bernegara dan berbangsa
(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk
kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan
maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas
hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai
dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban
umum dalam suatu masyarakat demokratis.
Makna: Setiap orang diharuskan untuk selalu mematuhi peraturan yang telah
diberlakukan undang-undang. Dimana bagi siapa yang tidak mematuhi
peraturan atau melanggar peraturan undang-undang harus dikenakan saksi
yang lebih berat dari sebelumnya. Agar tidak terjadi pelanggaran perundangundangan.