Anda di halaman 1dari 6

A.

ANTI PARASIT (PROTOZOA)


MEKANISME
GOLONGAN
KERJA
Menghambat
pembentukan asam
folat
Menghambat
dihidrofolat
SKIZONTISIDA
reduktase,
DARAH kerja
mencegah
lambat
regenerasi
tetrahidrofolat,
menghambat sistesis
DNA dan
pembelahan sel
SKIZONTISIDA
DARAH kerja
Plasmodium dalam
cepat
erirosit mencerna
hemoglobin
menghasilkan hem
(feriprotoporfirin X)
yang toksik. Hem
menjadi hemazoid
yang tidak merusak.
Dikonsentrasikan
dalam plasmodium
yang sensistif dan
menghambat
polimerase hem
Belum diketahui
jelas, dalam
beberapa hal mirip
dengan kuinin.

NAMA OBAT
(GENERIK)
Proguanil

Pirimetamin

Kloroquin

Meflokuin

KET. PENTING
Mudah sekali
timbul resisten

Kombinasi dengan
sulfadoksin setelah
pemberian kuinin
untuk infeksi P.
falciparum

Harus diikuti
dengan pemberian
primakuin

Memiliki aktivitas
skizontosid darah
yang kuat

DOSIS
Tablet 100 mg

Tablet 25 mg

INDIKASI

KONTRA
INDIKASI

Untuk profilaksis,
profilaksis malaria

Gangguan fungsi
ginjal dan hati

Profilaksis malaria

gangguan fungsi
ginjal dan hati,
diskrasia darah,
riwayat alergi
sulfonamide, ibu
menyusui dan anak
yang brusia kurang
dari 2 tahun

PO: dosis tunggal


25 mg basa/kg BB
pada hari ketiga.
Hari pertama dan
kedua 10 mg basa
/kg BB
Infuse dan intravena
pada pasien sakit
serius

Malaria, amebiasis
ekstraintestinal,
dan gangguan
autoimun, seperti
rheumatoid
arthritis dan
lupuseritematosus

PO
Dewasa dan akan >
45 kg : 250
mg/minggu dimulai
3 minggu sebelum
masuk daerah
edemis, selama

Mencegah dan
mengobati malaria
yang resisten
klorokuin dan P.
falciparum. Tidak
untuk malaria
falciparum berat

Penderita
psorlasis,
atauporfiria,
gangguan fungsi
hati, alkoholisme,
gangguan
neurologic atau
hematologic,
pemberian IM
pada anak-anak
serta pada
penderita
gangguan lapangan
pandangan mata
dan retina
Wanita hamil,
terutama
kehamilan
dibawah 3 bulan,
anak dengan BB
kurang dari 5kg,
pasien dengan

EFEK SAMPING
Hampir tidak ada,
gangguan saraf
ringan

Anemia makrositik,
anemia,
trombositopenia,
dan leukopenia

Dosis tinggi
menyebabkan mual,
muntah, diare,
ruam, pruritis dan
kadang psikosis.
Dosis tinggi jangka
panjang : merusak
retina secara
ireversibel

Menyebabkan
reaksi
neuropsikiatrik,
nyeri abdomen,
sakit kepala, pusing,
kejang, enselopati,
neurotic dan

NAMA DAGANG
Malarone

Daraprim
Suldox
Fansidar
Maloprin
Daraklor

Resochin
Riboquin
Nivaquine
Avloclor

dilokasi dan
dilanjutkan 4
minggu setelah
meninggalkan
daerah tersebut.
Anak-anak : 25
mg/kg BB per
minggu

Hidroksinaftokuino
n yang menghambat
transpor electron
mitokondria dalam
parasit

Menghambat
sintesis protein

Menekan
pengambilan
oksigen dan
metabolism
karbohidrat,
membentuk khelat
dengan DNA,
mengganggu
duplikasi dan
transkripsi parasit,
berefek pada

Atavaquon

Artemisinin

Kuinin

Waktu paruhnya
1,5 -3 hari

250 mg 2x2/hari
bersama makanan
selama 3 hari

Waktu paruh
diperkirakan hanya
45 menit

Bersifat
teratogenik untuk
janin pada
penggunaan dosis
tinggi

PO: P. falciparum
7 hari
Terapi dilanjutkan
dengan sulfadoksin
+ pirimetamin jika
dicurigai resisten

Malaria, P. carini,
terutama pada
penderita yang
tidak dapat
menerima
kotromoksazol
atau pentamidin
dan toxoplasmodin
gondii.
Untuk malaria
yang berat yang
disebabkan oleh P.
falciparum yang
resisten terhadap
klorokuin dan
obat-obat liannya,
dan efektif untuk
malaria serebral
Skizontisida darah,
infeksi P.
falciparum yang
resisten terhadap
kloroquin

riwayat kejang,
gangguan
neuropsikiatri
berat, gangguan
konduksi jantung,
dan adanya reaksi
samping terhadap
antimalaria
kuinolin

psikotik

Penderita dengan
riwayat reaksi
alergi kulit, anakanak, orang tua,
wanita hamil dan
menyusui

Mual, muntah, nyeri


epigastrium dan
sakit kepala.
Makulopapular
kurang rlebih pada
20% kasus.
Meningkatnya
aminotransferase di
hati

Malarone

Artesdiaquine
Tygacyl
Tidak dianjurkan
pada ibu hamil

Mual, muntah, dan


diare

Hipersensitivitas
terhadap kuinin
atau komponen
lain dalam sediaan,
tinnitus,
opticneuritis,
G6PD defisiensi,
riwayat black
water fever,
trombositopenia,
kehamilan

Nyeri perut, mual,


tinnitus, sakit
kepala, kebutaan
dan reaksi
hipersensitivitas

Kuinin sulfat
Quinol
Quintasa
Quinine

SKIZONTISIDA
JARINGAN

distribusi kalsium
dalam jaringan otot
dan menurukna
eksitabilitas pada
akhir syaraf ;
motorik, efek
terhadap
kardiovaskular
mirip dengan
kuinidin
Skizontisidal;
mekanisme pasti
belum diketahui,
kemungkinan
melibatkan radikal
bebas untuk
merusak sistem
membrane pada
parasit;
menghambat
pertumbuhan parasit
dan mencegah
cytoadherence dan
resetting dengan
onset yang cepat
dan belum
ditemukan adanya
resistensi
Mendefisiensi
glukosa-6-fosfat
dehidrogenasi
(G6PD) yang
diturunkan

Rektokap

Artesunat

Primakuin

Harus digunakan
dalam bentuk
kombinasi dengan
antimalaria lain
yang masa
kerjanya panjang
untuk mencegah
terjadinya
resistensi

Satu-satunya
antimalaria yang
membunuh skizon,
P. vivax, dan P.
ovale yang dorman
dalam hati

Tablet (50 mg) dan


rectal 200 mg.
4 mg/kg BB pada
hari pertama dan
diteruskan 2 mg/kg
BB /hari selama 4
hari

Malaria falciparum :
0,5 0,75 mg
basa/kg BB
Radikal vivax dan
malariae ovale :
0,25 mg/kgBB dosis
tunggal selama 5-14
hari atau 0, 75
mg/kg BB

Menghilangkan
parasitemia, P.
palcifarum

Penyembuhan
radikal P. vivax
dan P. ovale

Pasien
hipersensitifitas
terhadap derivate
artesunate atau
artemisinin.
Artesunat PO tidak
boleh diberikan
pada trimester
pertama kehamilan

Pasien dengan
penyakit sistemik
yang berta yang
cenderung
mengalami
granulositupenia,
depresi sumsum
tulang belakang
dan tidak diberikan

gangguan jantung
(heart block) derajat
satu, peningkatan
enzim hepar, nyeri
perut dan diare

Mual, muntah,
depresis sumsum
tulang, anemia
hemolitik

Riboquin
Arthemeter
Lumefantrine

pada wanita hamil


Karena
menyebabkan
defisiensi G6PD
dan berisiko
hemolisis
PENYAKIT
LAIN

*Amebiasis

*giardisis

Mengalami reduksi
menjadi produk
polar yang
mempunyai aksi
antibakteri dengan
menghambat sintesa
asam nukleat

Menghambat
sintesis protein pada
mRNA dan
menghambat
sintesis DNA parasit
Mengalami reduksi
menjadi produk
polar yang
mempunyai aksi
antibakteri dengan
menghambat sintesa
asam nukleat

Metroniazol

Efektif pada
patogen Giardia
lamblia

Diloxanid

Metronidazol

Meningkatkan
resiko efek
samping
antikoagulan
kumarin

Dewasa : 759 mg 3
kali sehari selama
10 hari.
Anak-anak : 35-50
mg/kg BB sehari
dalam dosis terbagi
3 kali sehari, selama
10 hari

Trikomoniasis,
amebiasis,
giardiasis,
balantidiasis,
penyakit infeksi
gigi, gingivitis,
infeksi bakteri
anaerob, antibiotic
profilaksis operasi,
dan infeksi
helicobacter pylori

Penderita
hipersensitif
terhadap
metroniazole atau
derivate
nitroimidazole.
Kehamilan
trimester pertama

Mual, sakit kepala,


anoreksia, diare,
nyeri perut ulu hati
dan konstipasi.
Sariawan dan
glositis, leucopenia
dan
trombositopenia.
Peningkatan enzim
fungsi hati, hepatitis
kolestatik, jaundice,
dan reaksi
anafilaksis

500 mg x 3

amebiasis

Pregnancy dan
anak < 2 thn

Flatulence, dan
abdominal discofort

Dewasa : 250 500


mg 3 kali sehari
selama 5 -7 hari
atau 2 g 1 kali
sehari selama 3 hari.
Anak anak : 5
mg/kg BB 3 kali
sehari selama 5-7
hari

Trikomoniasis,
amebiasis,
giardiasis,
balantidiasis,
penyakit infeksi
gigi, gingivitis,
infeksi bakteri
anaerob, antibiotic
profilaksis operasi,
dan infeksi
helicobacter pylori

Penderita
hipersensitif
terhadap
metroniazole atau
derivate
nitroimidazole.
Kehamilan
trimester pertama

Mual, sakit kepala,


anoreksia, diare,
nyeri perut ulu hati
dan konstipasi.
Sariawan dan
glositis, leucopenia
dan
trombositopenia.
Peningkatan enzim
fungsi hati, hepatitis
kolestatik, jaundice,
dan reaksi

Biatron, Corsagyl,
Dumozol, Flagyl,
Fortagyl, Grafazol,
Metrofusin,
Metroniazole fima,
Molazol, Promuba,
Rindozol, Ronazol,
Suplin, Tismazol,
Trogiar

Biatron, Corsagyl,
Dumozol, Flagyl,
Fortagyl, Grafazol,
Metrofusin,
Metroniazole fima,
Molazol, Promuba,
Rindozol, Ronazol,
Suplin, Tismazol,
Trogiar

*trikomoniasis

*pneumosistosis

Mengalami reduksi
menjadi produk
polar yang
mempunyai aksi
antibakteri dengan
menghambat sintesa
asam nukleat

Menghambat pada
dua tahap sintesis
asam nukleat dan
protein yang sangat
esensial untuk
mikroorganisme

Mekanisme kerja
belum jelas

Metronidazol

Kotrimoksasol

Pentamidin

Meningkatkan
resiko efek
samping
antikoagulan
kumarin

dewasa : untuk
pengobatan satu
hari, 2 g 1 kali atau
1 gram 2 kali sehari.
Untuk pengobatan 7
hari, 250 mg 3 kali
sehari selama 7 hari
berturut-turut

Menambah efek
antikoagulan dan
memperpanjang
waktu paruh
fenitoin .
pemberian
bersamaan dengan
diuretic terutama
tiazid dapat
meningkatkan
kemungkinan
terjadinya
trobositopenia

Bayi usia 6 minggu


6 bulan : 120 mg,
2 kali sehari
Anak usia 6 bulan
6 tahun : 240 mg, 2
kali sehari
Anak usia6-12
tahun : 480 mg, 2
kali sehari
Dewasa dan anak
diatas 12 tahun :
960 mg, 2 kali
sehari

Memiliki efek
samping yang
kadang-kadang
fatal

Dewasa : 1 hari : 2
gram 1 kali atau 1
gram 2 kali sehari
7 hari : 250 mg 3
kali sehari selama 7

Trikomoniasis,
amebiasis,
giardiasis,
balantidiasis,
penyakit infeksi
gigi, gingivitis,
infeksi bakteri
anaerob, antibiotic
profilaksis operasi,
dan infeksi
helicobacter pylori

Penderita
hipersensitif
terhadap
metroniazole atau
derivate
nitroimidazole.
Kehamilan
trimester pertama

Infeksi saluran
kemih oleh E.coli,
Morganella
morgani, Proteus
mirabilis. Otitis
media akut oleh
Streptococcus
pneumonia, infeksi
saluran pernapasan
bagian atas dan
bronchitis kronis
oleh streptococcus
pneumonia,
pneumonia dan
diare

Penderita dengan
gangguan fungsi
hati yang parah,
insufisiensi ginjal,
wanita hamil,
wanita menyusui,
bayi prematur atau
bayi berusia di
bawah 2 bulan.
Penderita anemia
megaloblastik
yang terjadi karena
kekurangan folat,
penderita
hipersensitifitas
terhadap
trimetoprin dan
obat golongan
sulfonamida

pneumositosis

anafilaksis
Mual, sakit kepala,
anoreksia, diare,
nyeri perut ulu hati
dan konstipasi.
Sariawan dan
glositis, leucopenia
dan
trombositopenia.
Peningkatan enzim
fungsi hati, hepatitis
kolestatik, jaundice,
dan reaksi
anafilaksis

Alergi, ruam kulit,


sakit kepla dan
gangguan
pencernaan,
leucopenia,
trombositopenia,
agranulositosis,
anemia aplastik,
diskrasia darah.
Sindron steven
Johnson, toxic
epidermal, necrosis
fulminant

Stimulasi respiratori
yang diikuti dengan
depresi, hipotensi,
hipoglikemia,
anemia, neuropenia,

Biatron, Corsagyl,
Dumozol, Flagyl,
Fortagyl, Grafazol,
Metrofusin,
Metroniazole fima,
Molazol, Promuba,
Rindozol, Ronazol,
Suplin, Tismazol,
Trogiar

Bactricid, Bactrim,
Batrizol, Cotrim,
Cotrimol, Kaftrim,
infatrim, Septrin,
Spectrem, Sulprim,
Triminex, Trixzol,
Trizole, Wiatrim

Actos

hari berturut-turut.
Terapi IV : 1x sehari
selama 21 hari

hepatitis,
pancreatitis, pada
penggunaan
parenteral