0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan4 halaman

SOAP Asma

Pasien mengeluhkan batuk berdahak putih dan demam. Pemeriksaan menunjukkan suhu 37,2°C dan leukosit 18.980. Diagnosis bronkitis akut. Terapi yang diberikan antara lain cetirizin untuk menangani alergi, ambroxol untuk melelehkan dahak, dan azitromycin sebagai antibiotik golongan makrolida. Terapi akan dilanjutkan sambil memantau gejala dan efek sampingnya.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan4 halaman

SOAP Asma

Pasien mengeluhkan batuk berdahak putih dan demam. Pemeriksaan menunjukkan suhu 37,2°C dan leukosit 18.980. Diagnosis bronkitis akut. Terapi yang diberikan antara lain cetirizin untuk menangani alergi, ambroxol untuk melelehkan dahak, dan azitromycin sebagai antibiotik golongan makrolida. Terapi akan dilanjutkan sambil memantau gejala dan efek sampingnya.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PM

Dispepsia

SUBJEKTIF
Mual
Muntah

OBJEKTIF

ASSESSMENT

Inj. Omeprazole 2x1


Ondancentron 3x4mg
Sucralfat 3x1c
Inj. Ranitidine 2x1amp

Mekanisme Kerja
Omeprazol menekan
produksi asam lambung
dengan cara menghambat
pompa H+/K+ ATPase di sel
parietal lambung
Ondancentron merupakan
antagonis reseptor 5-HT3
yang memblok serotonin
baik di perifer maupun
sentral
Sukralfat membentuk
kopleks dengan cara
berikatan dengan protein
bermuatan positif di dalam
lumen lambung sehingga
membentuk struktur seperti
pasta bersifat adesif yang
melapisi dinding lambung
Ranitidin memblok
reseptor Histamin H2 di sel
parietal lambung sehingga
menghambat sekresi asam
lambung

PLAN

MONITORING

Ondancentron
3x4mg Mual, muntah sembuh
dilanjutkan
Jika
pemberian
Inj. Omeprazole 2x1,
ondancentron
tidak
sucralfat 3x1c, dan Inj.
menurunkan gejala mual
Ranitidine 2x1 amp
muntah, maka perlu
dihentikan karena pasien
dilakukan
EGD
hanya mengeluhkan
(Essophago
Gastro
mual muntah dan pasien
Duodenumscopy)
belum melakukan
pemeriksaan EGD
(Essophago Gastro
Duodenumscopy)

PM
Asma

SUBJEKTIF
Sesak nafas

OBJEKTIF
RR: 32x/menit

ASSESSMENT
Oksigen 3 lpm
Retaphyl 2x1 tab (teofilin)
Nebulizer Combivent 4x
(Salbutamol & Iprtopium
Bromida)

Mekanisme kerja:
Oksigen meningkatkan
volume pernafasan tidal
dan oksigenasi jaringan
pada level molecular
Teofilin meningkatkan
konsentrasi cAMP
sehingga meningkatkan
epinefrin pada sel medulla
yang menyebabkan
bronkodilatasi
Salbutamol merelaksasi
otot polos bronkial dengan
cara bekerja pada reseptor
beta2
Ipratropium memblok kerja
asetilkolin pada
parasimpatik di dalam otot
polos bronkial sehingga
menyebabkan
bronkodilatasi

PLAN
Nebulizer combivent
diteruskan hingga
kondisi stabil
Retaphil dihentikan
karena teofilin
berinteraksi dengan
salbutamol pada
nebulizer combivent
Oksigen tidak perlu
diteruskan pada tanggal
23 hingga seterusnya
kecuali jika kondisi
pasien memburuk

MONITORING
Sesak nafas reda
RR: 16-20x /menit

Rekomendasi penggantian
nebulizer menjadi inhaler
ketika pasien sudah bisa
pulang ke rumah

PM
Alergi

Bronkitis

SUBJEKTIF

OBJEKTIF

Subjek:

Objek:

Batuk
berdahak
berwarna
putih, demam

Suhu: 37,20 C
Leukosit:
18.980
Foto thoraxs

ASSESSMENT
Cetirizin 2x1 tab

Mekanisme Kerja
Cetirizin bekerja dengan cara
berkompetisi dengan
histamine pada reseptor
histamine H1 pada saluran
pernafasan
Pasien telah mendapatkan
terapi inj. Cefotaxim.
Pemerian ini kurang tepat
karena cefotaxim merupakan
golongan sefalosporin
generasi ke 3, yang bukan
merupakan first line.

Untuk menangani batuk,


pasien telah mendapatkan
terapi ambroxol. Pemerian
terapi ini telah tepat.

PLAN
Cetirizin diteruskan

untuk menanggulangi
efek samping Ambroksol
yaitu menyebabkan
reaksi alergi

Terapi diganti menjadi first


line, yakni golongan
makrolida.

MONITORING
Reaksi alergi

Leukosit: normal
Suhu: normal

Inj. Azitromycin 500 mg


MK: menghambat sintesis
protein dengan cara
membuat ikatan pada
ribosom 50s bakteri.

Efek samping azitromycin:

Terapi dilanjutkan.

Batuk hilang

Ambroxol

Efek samping ambroxol:

MK: memecah serat


mukopolisakarida pada
dahak sehingga lebih
longgar dan encer

>10%: diare, mual

Nyeri ulu hati,


dyspepsia, mula dan
muntah

Terapi non-Farmakologi:
Aktifitas fisik dikurangi agar tidak mudah lelah.
Kebersihan lingkungan dijaga terutama untuk menghindari muncu lnya reaksi alergi khususnya terhadap debu
Pemakaian rokok dihentikan

Anda mungkin juga menyukai