Anda di halaman 1dari 3

GENE EXPRESSION

Based on Kuliah dr. Hartono, Sp.M(K)


By Yessy Martha
Genotip disebut sebagai konstitusi gen, dan hasil ekspresi dari gen tersebut disebut
dengan fenotip. Hasil ekspresi ini juga ditentukan oleh interaksi gen dengan faktor
lingkungan.
Seperti yang udah dijelasin di blok 1.2, bahwa yang namanya fenotip itu intinya adalah
protein dengan segala aktivitas, fungsi serta ciri-ciri yang dihasilkan oleh protein
tersebut.
Nah fenotip dapat dilihat dari beberapa tingkat :
1. Tingkat Biokimiawi, misalnya :
Fenotip molekul protein, seperti protein globin
Fenotip hasil kerja enzim yang berupa aktivitas enzim
Fenotip yang berupa kadar substansi di dalam tubuh
2. Tingkat Fisiologi, misalnya
Tekanan darah
Denyut jantung
Perbedaan hasil EKG
3. Tingkat Histologi, misalnya
Variasi bentuk sel
Adanya senyawa senyawa tertentu yang terdapat dalam sel yang bisa
dideteksi dengan pewarnaan tertentu
Adanya timbunan zat2 yang abnormal dalam sel akibat gangguan
metabolisme
4. Tingkat Anatomi, misalnya
Variasi tinggi badan dan berat badan
Variasi warna kulit dan rambut
Ada tidaknya kecacatan
5. Tingkat Psikologi, misalnya
Tingkah laku
Tinggi rendahnya IQ
Biar lebih memahami dr. Hartono kasi contoh tentang sindrom anemia sel sabit (sickle
cell anemia)
Penyakit sickle cell anemia ini disebabin karena adanta sepasang gen resesif mutan
untuk salah satu molekul globin. Sehingga akan terbentuk globin yang abnormal yang
bisa diperiksa dengan elektroforesis (tingkat biokimia)
Nah selanjutnya globin abnormal tadi akan menyebabkan bentuk eritrosit yang abnormal
jjuga (tingkat histologi). Selain itu dengan bentuk yang abnormal tadi, si eritrosit2 ini jdi
sangat rapuh alias mudah pecah (tingkat histologi dan fisiologi).
Selain itu daya ikat terhadap oksigen juga menjadi rendah (tingkat biokimia dan fisiologi)
dan tentunya si penderita jadi lemah (tingkat fisiologi) dengan tubuh kurus dan wajah
pucat (tingkat anatomi) disertai sesak napas dan kinerja yang buruk (tingkat fisiologi).
Dan mungkin juga mengalami gangguan emosi ( tingkat psikologi).
Patogenesis penyakit Genetik
Patogenesis tu artinya gimana terjadinya suatu penyakit. Nah patogenesis untuk
penyakit genetik dimulai dari terganggunya struktur DNA yang tentunya nyebabin
gangguan struktur RNA yang dihasilin dari transkripsi DNA. Dan akhirnya terjadi
gangguan pembentukan protein atau polipeptida hasil translasi RNA. Protein yang
dihasilkan bisa aja abnormal, jadi cacat gitu, bisa tidak stabil, aktifitasnya rendah atau
bahkan tanpa aktivitas.
Ketidaknormalan protein itu, bisa mencakup :
1. Kecacatan protein yang mempengaruhi kerja langsungnya, misal :
Gangguan pembentukan globin yang bisa nyebabin gangguan hemoglobin,
seperti thalasemia dan sickle cell anemia
Gangguan pembentukan protrombin, bisa nyebabin gangguan proses
pembekuan darah

Gangguan pembentukan sitoskeleton eritrosit yang tentunya bisa nyebabin


abnormalitas bentuk dan fungsi eritrosit
Gangguan pembentukan protein struktural yang tentunya bisa nyebabin
gangguan arsitektur jaringan di berbagai organ tubuh
Gangguan pembentukan kolagen yang bisa nyebabin ketidakseimbangan
matriks ekstraseluler, misal penyakit tulang.

2. Kecacatan protein yang mempengaruhi metabolisme, misal :


Adanya defisiensi produk protein
Adanya timbunan metabolit tertentu yang mengganggu
Adanya kelainan enzim, hormon, protein pengangkut
3. Protein pengatur
Aktivitas gen juga diatur oleh berbagai protein. Jadi kalau ada keabnormalan atau
gangguan pada protein pengaturnya, ya tentunya bisa nyebabin penyakit genetik.
Penyakit Genetik
Secara umum dibagi menjadi penyakit gen tunggal, penyakit kromosom, dan penyakit
polifaktorial (multifaktorial). Tapi ada juga yang ga bisa diklasifikasiin.
Nah disini kita cuma mau dikasi tau frekuensinya aja berdasarkan frekuensi lahir hidup
yang 5.37% diantaranya ngalamin cacat genetik.
1. Penyakit Gen Tunggal
DA (dominan autosom)
RA (resesif autosom)
X-L (X-linkage/terpaut X)

= 0,14%
= 0.17%
= 0.05%
+
0.36%

2. Penyakit Kromosom
3. Penyakit multifactorial
-Kongenital
-lain2

= 0.19%
= 2,35%
=2.4%
+

4. Tidak terklasifikasi

4,7%
0,12%
+

TOTAL

5.37%

Beban Genetik
Setiap individu pada dasarnya memikul beban genetik. Ada penyakit genetik yang
memberi beban sama bagi semua individu di seluruh dunia, tapi ada juga yang
bebannya beda untuk ethnik tertentu. Hal tersebut tergantung dari sejarah ethniknya.
Nah di kuliah ini kita Cuma dikasi contoh aja tentang beban genetik sebagai resiko dasar
genetik untuk hasi kehamilan
1. Cacat lahir
: 1 dalam 30 kehamilan ( 1 per 30)
2. Cacat mental/fisik berat
: 1 per 50
3. Cacat hasil perkawinan sepupu
: 1 per 30
4. Abortus spontan
: 1 per 8
5. Lahir mati
: 1 per 125
6. Kematian perinatal (bbrp mgg sblm/sesudah lahir : 1 per 150
7. Kematian tahun pertama
: 1 per 200
8. Pasangan infertil
: 1 per 10
Risiko Etnik
Ada penyakit-penyakit tertentu, terutama penyakit monogenik yang tidak tersebar
merata di antara berbagai etnik. Pada etnik tertentu bisa didapat penyakit genetik yang
iinsidensinya cukup tinggi. Hal-hal yang mempengaruhi antara lain sejarah etnik itu, ada
tidaknya perkawinan keluarga masa lalu, sejarah dan budaya, serta keuntungan selektif.
1. Yahudi Ashkenazic
a. Penyakit Tay-Sachs
Penyakit ini diturunkan secara resesif autosom.

b. Penyaki Gaucher
c. Penyakit Niemann-Pick

2. Negro
a. Penyakit Anemia Bulan Sabit (sickle cell Anemia)
Disebabkan karena penggantian asam amino nomor 6 pada globin beta dari
asam glutamat yang diganti dengan valin. Penyakit ini diwariskan secara resesif
autosomal.
b. Penyakit hemoglobin C
Disebabkan karena adanya penggantian asam amino nomor 6 pada rantai globin
beta dari asam glutamat diganti dengan lisin. Penyakit ini menyebabkan anemia
yang lebih ringan dibandingkan dengan sickle cell anemia. Penyakit ini
diturunkan secara resesif autosomal
3. Kaukasoid (orang kulit putih)
Contohnya adalah penyakit fibrosis kistika, yaitu penyakit kelenjar eksokrin pada
kulit traktus gastrointestinal, traktus respiratorius, dan traktus reproduksi pada
pria. Diturunkan secara resesif autosomal.
4. Mediterania
Banyak ditemukan penyakit thalasemia beta.Penyakit ini disebabkan
berkurangnya atau ketidakadaan produksi rantai globin beta. Individu yang
homozigit mutan akan menderita thalasemia mayor( lebih parah) dan individu
yang heterozigot akan menderita thalasemia minor (lebih ringan)
5. Asia
Banyak ditemukan penyakit thalasemia alfa. Disebabkan karena berkurangnya
produksi rantai globin alfa akibat mutasi gen globin alfa pada kromosom nomor
16. Setiap kromosom nomor 16, mengandung 2 gen sehingga total untuk
sepasang kromosom adalah 4 gen. Nah beratnya penyakit ini tergantung dari
jumlah gen yang mengalami mutasi. Contoh fatalnya kalo keempat gen globin
alfa ini mengalami mutasi, bayi akan mengalami hidrop fetalis dan meninggal
saat lahir.