Anda di halaman 1dari 4

Definisi

Sinusitis Maksilaris Adalah suatu proses peradangan pada mukosa atau selaput lendir sinus
maksilaris. Akibat peradangan ini dapat menyebabkan pembentukan cairan atau kerusakan tulang
di bawahnya., terutama pada daerah fossa kanina dan menyebabkan sekret purulen, nafas bau,
post nasal drip (Soetjipto, 2008)
Sinusitis maksilaris dapat terjadi akut, berulang atau kronis.Sinusitis maksilaris akut berlangsung
tidak lebih dari tiga minggu.Sinusitis akut dapat sembuh sempurna jika diterapi dengan baik,
tanpa adanya residu kerusakan jaringan mukosa.Sinusitis berulang terjadi lebih sering tapi tidak
terjadi kerusakan signifikan pada membran mukosa. Sinusitis kronis berlangsung selama 3 bulan
atau lebih dengan gejala yang terjadi selama lebih dari dua puluh hari (Soetjipto, 2008)

Gambar Penyebaran infeksi pada sinusitis dentogen

Faktor Dentogen

a. Penjalanan infeksi gigi seperti infeksi periapikal atau abses apikal gigi dari gigi kaninus
sampai gigi molar tiga atas. Biasanya infeksi lebih sering terjadi pada kasus-kasus akar gigi yang
hanya terpisah dari sinus oleh tulang yang tipis, walaupun kadang-kadang ada juga infeksi
mengenai sinus yang dipisahkan oleh tulang yang tebal
b. Prosedur ekstraksi gigi. Pencabutan gigi ini dapat menyebabkan terbukanya dasar sinus
sehingga lebih mudah bagi penjalanan infeksi
c. Penjalaran penyakit periodontal yaitu dijumpai adanya penjalaran infeksi dari membran
periodontal melalui tulang spongiosa ke mukosa sinus (Prabhu; Padwa; Robsen; Rahbar, 2009).
d. Trauma, terutama fraktur maksila yang mengenai prosesus alveolaris dan sinus maksila
e. Adanya benda asing dalam sinus berupa fragmen akar gigi dan bahan tambahan akibat
pengisian saluran akar yang berlebihan
f. Osteomielitis pada maksila yang akut dan kronis ( Mehra, 2004 ).

Gambar Faktor penyebab terjadinya sinusitis dentogen

Gambar Tampilan abses periodontal dan abses periapikal

Epidemiologi
Di Eropa, sinusitis diperkirakan mengenai 10-30% populasi. Di Amerika, lebih dari 30 juta
penduduk per tahun menderita sinusitis. Wald di Amerika menjumpai insiden pada orang dewasa
antara 10-15% dari seluruh kasus sinusitis yang berasal dari infeksi gigi (Soetjipto, 2008).
Ramalinggam di Madras, India mendapatkan bahwa sinusitis maksila tipe dentogen
sebanyak 10% kasus yang disebabkan oleh abses gigi dan abses apikal.Becker et al. dari Bonn,
Jerman menyatakan 10% infeksi pada sinus maksila disebabkan oleh penyakit pada akar
gigi.Granuloma dental, khususnya pada premolar kedua dan molar pertama sebagai penyebab
sinusitis maksila dentogen.Highler dari Minnesota, Amerika Serikat menyatakan 10% kasus
sinusitis maksila yang terjadi setelah gangguan pada gigi (Soetjipto, 2008).

Data dari sub bagian Rinologi THT FKUI RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo
menunjukkan angka kejadian sinusitis yang tinggi yaitu 248 pasien (50%) dari 496 pasien rawat
jalan. Farhat di Medan mendapatkan insiden sinusitis dentogen di Departemen THT-KL/RSUP
H. Adam Malik sebesar 13.67% dan yang terbanyak disebabkan oleh abses apikal yaitu sebanyak
71.43%. Hasil dari penelitian melaporkan bahwa insiden sinusitis dentogen lebih tinggi pada
wanita dan angka kejadian tertinggi pada usia dekade ketiga dan keempat (Soetjipto, 2008)

Daftar Pustaka
1. Soetjipto Damayanti, Endang Mangunkusumo. Sinus Paranasal. Buku Ajar Ilmu
Kesehatan Telinga-Hidung-Tenggorok, Kepala Leher. Edisi VI. Jakarta, Balai Penerbit
FKUI, 2008; 145-53.
2. Mehra P, Murad H. Maxillary Sinus Disease of Odontogenic Origin. Otolaryngologic
Clinic of North America. 2004. p. 347-64