Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA


(GPW 0101)
ACARA X:
PEMAHAMAN KONDISI EKONOMI REGIONAL INDONESIA

Disusun oleh :
Nama

: Mohammad Farhan Arfiansyah

NIM

: 13/346668/GE/07490

Hari, tanggal : Rabu, 25 November 2014


Waktu

: 11.00-13.00 WIB

Asisten

: 1. Elisabeth Simatupang

Asisten

: 2. Septi Purnama S.

LABORATORIUM ANALISA DATA WILAYAH


FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

ACARA 10
PEMAHAMAN KONDISI EKONOMI REGIONAL INDONESIA

I. TUJUAN
1. Dapat memahami kondisi ekonomi tiap provinsi di Indonesia
2. Dapat mengenalkan salah satu indikator ekonomi regional
3. Dapat memahami dan mengidentifikasi tentang potensi dan permasalahan region
II. ALAT DAN BAHAN
1. Alat tulis
2. Petunjuk praktikum Geografi Regional Indonesia
3. Pensil warna
4. Kalkulator
5. Peta administrasi Indonesia
6. Buku referensi acuan lainnya
III.

TINJAUAN PUSTAKA
Pembangunan adalah manifestasi dari suatu proses menuju kemajuan material
perekonomian, sehingga ukuran-ukuran keberhasilannya dapat terlihat dari besaran
indikator ekonomi seperti pertumbuhan GDP, pertumbuhan PDRB, proses akumulasi
modal untuk investasi, dan tingakat konsumsi masyarakat. Dengan karakteristik semacam
itu, negara-negara berlomba menggapai kemakmuran ekonomi lewat serangkaian
penyelenggaraan pembangunan secara sistemastis, dengan tujuan utama memuaskan
masyarakat (individu) secara material. Filsafat pembangunan seperti ini sering disebut
dengan istilah fordisme, yang merujuk kepada upaya terciptanya masyarakat dunia yang
makmur berdasarkan maksimisasi kegunaan tanpa batas, yang dibentuk melalui tiga
elemen penting, yaitu rasionalitas, efisiensi, dan produksi/konsumsi.
Langkah-langkah pembangunan ekonomi sebagai suatu proses multidimensional yang
melibatkan perubahan-perubahan dalam struktur sosial, sikap-sikap yang sadar terbiasa dan
lembaga-lembaga nasional termasuk percepatan / akselarasi 13 pertumbuhan ekonomi,
pengangguran, ketimpangan dan pemberantasan kemiskinan yang absolut.Dengan
demikian pembangunan ekonomi merupakan usaha suatu masyarakat untuk dapat
mengembangkan kegiatan ekonomi dan mempertinggi tingkat pendapatan masyarakat,
sedangkan usaha-usaha pembangunan secara keseluruhan meliputi juga usaha-usaha
pembangunan sosial, politik dan kebudayaan. Dengan adanya pembatasan tersebut maka
pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan
pendapatan per kapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka pembangunan ekonomi meliputi tiga sifat penting.
Pembangunan ekonomi merupakan :
1. Suatu proses, yang berarti perubahan yang terjadi secara terus-menerus.
2. Usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita dan
3. Kenaikan pendapatan per kapita itu harus berlaku dalam jangka panjang.
Di dalam analisis, pembangunan ekonomi perlu dipandang sebagai suatu proses yang
saling berkaitan, berhubungan dan saling mempengaruhi antara faktor-faktor yang
menghasilkan pembangunan itu sendiri. Sehingga pada akhirnya hasil dari pembangunan
ekonomi tersebut dapat dilihat. H.F.Wiliamson mendefinisikan pembangunan ekonomi
sebagai suatu proses, dimana suatu negara dapat menggunakan sumber-sumber daya
produksinya sedemikian rupa, sehingga dapat memperbesar produk per kapita negara
tersebut
Pendapat para ahli mengatakan pembangunan ekonomi sebagai :
1. Peningkatan dalam pendapatan per kapita masyarakat, yaitu tingkat
pertumbuhan GDP suatu tahun tertentu melebihi dari tingkat pertambahan
penduduk.
2. Perkembangan GDP yang berlaku dalam suatu masyarakat yang dibarengi
dengan perombakan dan modernisasi dalam struktur ekonominya, yang pada
umumnya masih bercorak tradisional (Sadono Sukirno, 1985 : 14).
Pembangunan ekonomi bukan saja berarti perombakan dalam corak kegiatan ekonomi
masyarakat tetapi juga merupakan perombakan dalam sikap masyarakat dan berbagai
aspek dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat lainnya. Syarat utama pembangunan
ekonomi adalah bahwa proses pertumbuhan harus bertumpu pada kemampuan
perekonomian di dalam negeri untuk memperbaiki nasib.

IV.

CARA KERJA
Menyiapkan alat dan
bahan

Mengekstraksi
informasi dari
berbagai data yang
tersedia
- Membuat grafik
perkembangan PDRB
tahun 2005, 2007, 2010
- Membuat tabel proyeksi
PDRB

Membuat tabel
matriks
komoditas
ekspor dan
impor
Membuat peta
jalur
perdagangan
ekspor dan
impor di

Membuat tabel
klasifikasi PDRB
tahun 2005 dan
2010
Membuat Peta
klasifikasi PDRB
tahun 2005 dan
2010

Membuat pembahasan dan kesimpulan

V. HASIL
Pada pembelajaran praktikum ini, diperoleh hasil tentang:
1. Grafik perkembangan PDRB tahun 2005, 2007, 2010 (terlampir)
2. Tabel klasifikasi PDRB tahun 2005 dan 2010 (terlampir)
3. Peta klasifikasi PDRB tahun 2005 dan 2010 (terlampir)
4. Tabel proyeksi PDRB (terlampir)
5. Tabel matriks komoditas ekspor dan impor (terlampir)
6. Peta jalur perdagangan ekspor dan impor di Indonesia (terlampir)
VI.
PEMBAHASAN
VII. KESIMPULAN
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Bagoes Mantra, Ida.2010.Demografi Umum. Jakarta : Pustaka Pelajar
Doda, Jhosua.1989. Pendidikan kependudukan dan lingkungan Hidup. Jakarta :
P2LPTK
I Made Sandy. 1996. Republik Indonesia Geografi Regional. Jakarta: PT. Indograph
Bakti
Suharyano. 2005. Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional. Semarang : Universitas
Negeri Semarang Press.

Wirosuhardjo, kartomo (1981). Dasar-dasar Demografi. Lembaga Demografi Fakultas


Ekonomi Universitas Indonesia : Jakarta
Yusupana, Sandra (2005). Belajar Efektif Geografi. Intimedia Ciptanusantara : Jakarta
Timur

LAMPIRAN