Anda di halaman 1dari 4

ALAT RADIOLOGI

Pengenalan alat merupakan langkah pertama sebelum kita melakukan percobaan atau
penelitian . Dengan mengenal alat, kita dapat mengetahui fungsi masing-masing bagian dari
alat tersebut serta cara pengoprasian atau penggunaan alat-alat yang akan digunakan dalam
percobaan atau penelitian yang dilakukan. Dan dengan kita mengetahui akan fungsi dan cara
penggunaan alat-alat yang akan digunakan dapat memperlancar jalannya suatu percobaan
atau penelitian. Sehingga dengan berbekal pengetahuan pemahaman akan fungsi dan cara
kerja dari alat yang digunakan kita dapat memperoleh hasil suatu percobaan atau penelitian
yang maksimal.
Selain pengetahuan pemahaman akan alat, kita juga dituntut untuk terampil dalam alat-alat
yang kita gunakan. Hal tersebut harus dibarengi dengan ketelitian dalam melakukan suatu
percobaan ataupun penelitian sehingga didapatkan hasil yang maksima
Pembangkit sinar-X berupa tabung hampa udara yang di dalamnya terdapat filamen yang
juga sebagai katoda dan terdapat komponen anoda. Jika filamen dipanaskan maka akan
keluar elektron dan apabila antara katoda dan anoda diberi beda potensial yang tinggi,
elektron akan dipercepat menuju ke anoda. Dengan percepatan elektron tersebut maka akan
terjadi tumbukan tak kenyal sempurna antara elektron dengan anoda, akibatnya terjadi
pancaran radiasi sinar-X.
Pemanfaatan sinar-X di bidang kedokteran nuklir merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat. Aplikasi ini telah cukup beragam mulai dari radiasi
untuk diagnostic, pemeriksaan sinar-X gigi dan penggunaan radiasi sinar-X untuk terapi.
Radioterapi adalah suatu pengobatan yang menggunakan sinar pengion yang banyak dipakai
untuk menangani penyakit kanker. Alat diagnosis yang banyak digunakan di daerah adalah
pesawat sinar-X (photo Rontgen) yang berfungsi untuk photo thorax, tulang tangan,kaki dan
organ tubuh yang lainnya. Alat terapi banyak terdapat di rumah sakit-rumah sakit perkotaan
karena membutuhkan daya listrik yang cukup besar. Di negara maju, fasilitas kesehatan yang
menggunakan radiasi sinar-X telah sangat umum dan sering digunakan.
Radiasi di bidang kedokteran membawa manfaat yang cukup nyata bagi yang
menggunakannya. Dengan radiasi suatu penyakit atau kelainan organ tubuh dapat lebih awal
dan lebih teliti dideteksi, sementara terapi dengan radiasi dapat lebih memperpanjang usia
penderita kanker atau tumor.
A. Mesin x-ray
Mesin x-ray terdiri dari tabung hampa yang di dalamnya terdapat sepasang
elektroda,yaitu katoda dan anoda. Katoda terbuat dari filamen yang dipanaskan. Arus
listrik pada pemancar sinar-x dilewatkan melalui filamen ini sehingga filamen
menjadi panas ,akibatnya elektron-elektron terpancar dari permukaan filamen
tersebut. Anode yang bermuatan positif ,dibuat dari bahan tungsten berbentuk
lingkaran datar, menarik elektron-elektron tersebut membentuk berkas elektron dari
katoda.

Pada mesin x-ray terdapat collimator yang berfungsi untuk membatasi jumlah sinar-x
yang keluar sesuai dengan luas objek yang di roentgen. Tube stand yaitu bagian yang
dapat di putar sehingga di sesuaikan dengan posisi dan jarak objek yang akan di
roentgen. Control panel yaitu bagian untuk mengontrol tegangan tabung dan arus
filamen.

B. Meja roentgen
Meja roentgen merupakan tempat untuk memposisikan pasien yang akan di
roentgen,meja roengen terdapat 2 bagian yaitu tob table dan tray. Top table yaitu
tempat memposisikan pasien dan tray adalah tempat untuk menyimpan kaset film.

C. Kaset
Kaset adalah suatu alat untuk menempatkan film yang akan ataupun sudah
diekspos.Fungsi kaset yaitu untuk melindungi film dari pengaruh cahaya, untuk
menjaga agar film tetap dalam keadaan rapat screen dan untuk melindungi
intensifying screen dari pengaruh tekanan mekanik. Bahan kaset terbuat dari bahan
yang tembus radiasi dan tidak tembus cahaya pada bagian depan dan bagian belakang
dapat menahan radiasi dan juga tidak tembus cahaya.Beberapa bahan yang biasa
digunakan adalah aluminium,carbon,plastic dan bahkan kertas.Ukuran kaset sangat
bervariasi,18cmX24cm,24cmX30cm,30cmX40cm,35cmX35cm,35cmX43cm.

D. Alat proteksi tubuh


Alat proteksi tubuh terdiri dari apron,glove,pelindung radiasi gonad,pelindung radiasi
tiroid,dan papan pelindung tubuh. Alat proteksi tubuh terbuat dari bahan yang di lapisi
timbal yang tidak tembus sinar-x.

E. Film holder/hanger
Film holder memiliki fungsi untuk menggantung film yang akan di cuci dan di
keringkan.
F. Illuminator
Illuminator memiliki fungsi untuk mengvisualisasikan dan membangdingkan hasil
film x-ray.

G. Film
Film radiografi terdiri dari basis transparan, berwarna biru yang dilapisi di kedua sisi
dengan emulsi. Emulsi yang terdiri dari gelatin yang mengandung mikroskopis, kristal
tersebut sensitive terhadap radiasi perak halida, seperti perak bromida dan perak

klorida. Ketika sinar-x, sinar gamma atau sinar cahaya menyerang kristal atau butir,
beberapa ion Br- dibebaskan dan ditangkap oleh ion Ag+. Dalam kondisi ini, radiografi
yang disebut berisi gambar laten (tersembunyi) karena perubahan dalam butir hampir
tidak terdeteksi, tetapi butir yang terkena sekarang lebih sensitif terhadap reaksi
developer.(ratna,2003)
KESIMPULAN
Radiologi adalah ilmu kedokteran yang di manfaatkan untuk melihat bagian dalam
tubuh manusia dan hewan yang menggunakan pancaran atau radiasi gelombang.
Peralatan radiodiagnostik antara lain roentgen,fluroscopy dan MRI
REFERENSI
B. H. Bransden & C. J. Joachain. 1991.Physics of Atoms and Molecules, Longman
Scientific & Technical, New York.
C. Kittel. 1991. Introduction to Solid State Physics, 6th ed., John Wiley & Sons, Inc.,
New York.
B. K. Agarwal. 1991.X-Ray Spectroscopy, an Introduction, 2nd ed., Springer-Verlag,
London.
N. W. Ashcroft & N. D. Mermin. 1976. Solid State Physics, W. B. Saunder Co.,
Philadelphia. M. A. Omar. 1975. Elementary Solid State Physics, Addison-Wesley,
Reading.
Shantiningsih, Rurie Ratna. 2003. Processing Film. Tersedia di: http://scribd.com
diakses pada 29 April 2013