Anda di halaman 1dari 3

GEOLOGI STRUKTUR

KULIAH 1
DOSEN : Prof. Febri Hirnawan
Pengetahuan tentang geologi struktur merupakan dasar pemahaman
tentang proses yang menyebabkan kerak bumi ber-evolusi (berkembang
secara bertahap dalam kurun waktu panjang). Ini adalah subjek yang
tidak hanya penting bagi para banyak penetiti akademik tapi justru
bernilai praktek yang besar untuk para ahli pelaksana pengembangan
sumber daya mineral, baik petroleum atau minyak bumi, dan
pertambangan lainnya, termasuk hidrotermal atau panas bumi.

1. PENDAHULUAN
Pendahuluan membahas pengertian tentang geologi struktur sebagai
ilmu, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk arsitektur kerak bumi
yang mengalami proses tekanan-tekanan akibat berada dalam medan
tekanan. Kerak bumi ini mengalami deformasi (perubahan bentuk) mulai
dari perubahan volume atau bentuk, retak-retak, dan mengalami
pergeseran.
Tingkatan perubahan itu dapat diamati dari batuan-batuan sedimen
berlapis yaitu :
a. Perubahan bentuk diamati sebagai perlipatan (antiklin dan/atau
sinklin);
b. Retakan-ratakan berupa kekar-kekar (joints) dari berbagai arah yang
teratur menurut kelompok-kelompok kekar-kekar tersebut
(longitudinal, transversal, dan diagonal joints);
c. Patahan atau sesar.
Tiga tingkatan deformasi ini penting difahami, dan dipelajari
karakteristiknya, meliputi :
Bentuk dan ukuran (dimensi) tubuh struktur tsb, oleh karena itu dipetakan
dalam tiga dimensi. Secara lateral dipetakan pada peta struktur geologi,
secara vertikal digambarkan sebagai penampang-penampang geologi.

1.1. Kepentingan mempelajari geologi struktur


Bentuk dan ukuran tubuh struktur ini penting diamati, dipetakan,
diketahui penyebarannya dalam suatu wilayah, terkait dengan

penyebaran-penyebaran endapan-endapan mineral, batubara, minyak


bumi, panas bumi, dsb. dalam suatu wilayah, sebagai informasi dasar
eksplorasi untuk mendapatkan besarnya ukuran cadangan terukur
(proved reserve; ingat possible, dan probable reserves sebelum diperoleh
proved reserve).

Jadi, pemahaman geologi struktur ini sangat mendasar bagi calon para
ahli geologi (geologists), insinyur tambang (mining engineers), ahli
perencanaan (planners), ahli lingkungan (environmentalists), dsb., yang
terkait dengan pengembangan wilayah.
Di samping diperoleh kesimpulan proved reserve dari endapan mineral
dalam studi tsb di atas, bentuk dan ukuran tubuh struktur geologi juga
dapat diandalkan mampu menjelaskan penyebaran batuan-batuan
(termasuk endapan mineral yang terkandung di dalamnya), sehingga
sangat bermanfaat sebagai masukan bagi para perencana tambang (mine
planners atau designers), sebab dengan diketahuinya penyebaran
endapan mineral di dalam tubuh struktur geologi tertentu (misalnya
antiklin, atau sinklin, yang disertai atau tanpa pergeseran patahan), maka
mine plan (rencana tambang) menjadi lebih terarah (tidak salah arah)
bagi para sarjana tambang dalam mengejar arah sebaran endapan
mineral tsb, sehingga tahapan penambangan menjadi lebih jelas menuju
sasaran untuk mencapai produksi yang tinggi sebagai suatu target. Tanpa
kejelasan bentuk, ukuran, dan sebaran endapan mineral di dalam
kejelasan dimensi tubuh struktur geologi ybs., maka target tersebut tidak
mungkin dapat tercapai.

1.2. Beberapa pengertian


Geologi struktur (tectonics) ialah ilmu tersebut di atas, juga bermakna proses
yang melibatkan gaya-gaya asal dalam bumi, gaya-gaya tektonik yang mampu
merubah bentuk dan ukuran kerak bumi melalui proses deformasi, seperti di
bahas di atas.
Struktur geologi (tectonic) adalah produk dari proses tsb di atas, berupa antiklin,
sinklin, retakan-retakan, sesar-sesar, yaitu bangun-bangun atau bangunanbangunan struktur geologi akibat proses tektonika.

1.3. Bahan ajar


Bahan ajar sbb :
a) Pengertian ilmu geologi struktur atau tektonika, struktur geologi atau
tektonik;

b) Gaya dan tekanan, sumber asal gaya dalam kerak bumi, pergerakan
akibat convection current (arus konveksi), Kerak bumi dan lempeng
tektonika, zona subduksi, distribusi endapan mineral, batubara, minyak
bumi, dan panas bumi;
c) Bangun struktur geologi dan orientasi arah dan besaran tekanantekanan pembentuknya (stress ellipsoids) :
d) antiklin-sinklin;
e) orientasi kekar-kekar dan gugus-gugus kekar dan asosiasinya dengan
sumbu antiklin;
f) sesar-naik, sesar-,endatar, sesar normal
g) Perhitungan keteblan lapisan batubara dsb dari perlapisan batuan
sedimen tertektonik;
h) Lain-lain