Anda di halaman 1dari 5

Video

fisikabimbel
fisikadownload
fisikafree
fisikasd
fisikasma
fisikasmp
fisikatokoh
kelas10
kelas11
kelas12
mgmp

Home fisikasma , kelas11 Momentum sudut dan energi kinetik rotasi

Momentum sudut dan energi kinetik rotasi


Written By Masayid on Wednesday, January 23, 2013 | 11:39 AM
Dalam dinamika, bila suatu benda berotasi terhadap sumbu inersia utamanya, maka momentum
sudut total L sejajar dengan kecepatan sudut w, yang selalu searah sumbu rotasi. Momentum
sudut (L) adalah hasil kali momen kelembaman I dan kecepatan sudut w.
Sehingga dapat dirumuskan :
Bagaimana persamaan tersebut diperoleh? Perhatikan gambar berikut. Momentum sudut
terhadap titik 0 dari sebuah partikel dengan massa m yang bergerak dengan kecepatan V
(memiliki momentum P = mv) didefinisikan dengan perkalian vektor,

Jadi momentum sudut adalah suatu vektor yang tegak lurus terhadap bidang yang dibentuk oleh
R dan v.
Dalam kejadian gerak melingkar dengan 0 sebagai pusat lingkaran, maka vektor R dan v saling
tegak lurus.

Arah L dam w adalah sama, maka:

Momentum sudut sebuah partikel, relatif terhadap titik tertentu adalah besaran vektor, dan secara
vektor ditulis:
L = R P = m (R v)
Bila diturunkan, menjadi:

karena t = F R
maka t =
Apabila suatu sistem mula-mula mempunyai memontum sudut total SL, dan sistem mempunyai
momentum sudut total akhir SL, setelah beberapa waktu, maka berlaku hukum kekekalan
momentum sudut. Perhatikan seorang penari balet yang menari sambil berputar dalam dua
keadaan yang berbeda. Pada keadaan pertama, penari merentangkan tangan mengalami putaran
yang lambat, sedangkan pada keadaan kedua, penari bersedekap tangan roknya berkibar-kibar
dengan putaran yang cepat.

momentum sudut total awal = momentul sudut total akhir


L = L
L1 + L2 = L1 + L2
Hukum Kekekalan momentum rotasi sebagai berikut.
I1 w1 + I2 w2 = I1 w1 + I2 w2
D. Energi Kinetik Rotasi
Misalkan sebuah sistem terdiri atas dua partikel yang massanya m1 dan m2 dan rotasi bergerak
dengan kecepatan linier v1 dan v2, maka energi kinetik partikel ke 1 adalah m1v12. Oleh karena
itu, energi kinetik sistem dua partikel itu adalah (energi kinetik partikel ke 2 adalah m2v22 ) :
EK = m1 v12 + m2v22
Dalam sistem benda tegar energi kinetiknya:
EK = S mi vi2
Benda tegar yang berotasi terhadap suatu sumbu dengan kecepatan sudut w, kecepatan tiap
partikel adalah vi = w . Ri , di mana Ri adalah jarak partikel ke sumbu rotasi.
jadi EK = S mivi2
= S mi Ri2 w2
= (S mi Ri2) w2
E K = I . w2
karena L = I . w
maka EK = L . w

atau EK =
Masalah umum di mana benda tegar berotasi terhadap sebuah sumbu yang melalui pusat
massanya dan pada saat yang sama bergerak translasi relatif terhadap seorang pengamat. Karena
itu, energi kinetik total benda dapat dituliskan sebagai berikut.
EK = mv2 + I . w2
Dalam hal ini hukum kekekalan energi total atau energi mekanik adalah:
E = EK + EP = konstan
mv2 + I w2 + mgh = konstan
Contoh:
Sebuah silinder pejal homogen dengan jari-jari R dan massa m, yang berada di puncak bidang
miring, menggelinding menuruni bidang miring seperti tampak pada gambar. Buktikanlah
kecepatan liniear pusat massa ketika tiba di dasar bidang miring adalah V =
a. dengan menggunakan hukum kekekalan energi,
b. dengan menggunakan hukum II dinamika rotasi!
Penyelesaian