Anda di halaman 1dari 8

Pengertian Fluida

Fluida adalah zat yang dapat mengalir. Kata Fluida mencakup zat air dan zat gas karena
kedua zat ini dapat mengalir, sebaliknya batu dan benda-benda keras atau seluruh zat padat
tidak digolongkan kedalam fluida karena tidak bisa mengalir. Susu, minyak pelumas, dan air
merupakan contoh zat cair. dan Semua zat cair itu dapat dikelompokan ke dalam fluida
karena sifatnya yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain. Selain zat cair, zat
gas juga termasuk fluida. Zat gas juga dapat mengalir dari satu satu tempat ke tempat lain.
Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Sebagian besar alam semesta terbuat dari fluida, termasuk atmosfer Bumi dan lautan, planetplanet raksasa seperti Jupiter, bintang-bintang seperti matahari, dan awan besar dari gas dan
debu di ruang angkasa. Bahkan batu dan logam dapat berbentuk fluida jika mereka cukup
panas, itulah apa yang terjadi jauh di dalam bumi.
Fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari
manusia menghirupnya, meminumnya, terapung atau tenggelam di dalamnya. Setiap hari
pesawat udara terbang melaluinya dan kapal laut mengapung di atasnya. Demikian juga kapal
selam dapat mengapung atau melayang di dalamnya. Air yang diminum dan udara yang
dihirup juga bersirkulasi di dalam tubuh manusia setiap saat meskipun sering tidak disadari.
Fluida terbagi menjadi 2 :

1. Fluida Statis
Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam) atau
fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan antar
partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida
tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga tidak memiliki gaya
geser. Contoh fenomena fluida statis dapat dibagi menjadi statis sederhana dan
tidak sederhana. Contoh fluida yang diam secara sederhana adalah air di bak
yang tidak dikenai gaya oleh gaya apapun, seperti gaya angin, panas, dan lainlain yang mengakibatkan air tersebut bergerak. Contoh fluida statis yang tidak
sederhana adalah air sungai yang memiliki kecepatan seragam pada tiap partikel
di berbagai lapisan dari permukaan sampai dasar sungai. Cairan yang berada
dalam bejana mengalami gaya-gaya yang seimbang sehingga cairan itu tidak
mengalir. Gaya dari sebelah kiri diimbangi dengan gaya dari sebelah kanan, gaya
dari atas ditahan dari bawah. Cairan yang massanya M menekan dasar bejana
dengan gaya sebesar Mg. Gaya ini tersebar merata pada seluruh permukaan
dasar bejana. Selama cairan itu tidak mengalir (dalam keadaan statis), pada
cairan tidak ada gaya geseran sehingga hanya melakukan gaya ke bawah oleh
akibat berat cairan dalam kolom tersebut.

2. Fluida Dinamis
1. Fluida Statis
Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam) atau dalam

keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan antar partikel fluida tersebut
atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan
seragam sehingga tidak memiliki gaya geser.

Contoh :
- Air dalam gelas
- Air dalam bak
- Air sumur
- Dll

2. Fluida Dinamis
Fluida dinamis adalah fluida yang berada dalam kondisi bergerak atau mengalir.
Contoh :
- Angin
- Air sungai yang mengalir
- Dll

Beriktu ini adalah contoh-contoh fluida diabtaranya adalah : Minyak peluma, Susu dan air,
Udara, Gas, Cairan.
Kesemua zat-zat diatas atau zat cair itu dapat dikkategorikan kedalam fluida karena sifatsifatnya fluida yang bisa mengalir dari tempat yang satu ketempat yang lain.

Ilustrasi fluida mengalis


Aplikasi fluidaFluida adalah salah satu yang terkatagorikan suatu anugarah yang sangat
penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap hari pasti manusia membutuhkanya untuk

dihirup, diminum, terapung dan juga tenggelam di dalam fluida tersebut.


Fluida juga setiap hari digunakan pesawat udara terbang melalui blowenya, dan kapal
terapung
di
atasnya.
Dongkrak
Hidrolik
Prinsip kerja dongkrak hidrolik adalah penerapan dari hukum Paskal yang berbunyi tekanan
yang diberikan pada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah.

Gambar model sederhana dongkrak hirolik


Tekanan yang kita berikan pada pengisap yang penampangnya kecil diteruskan oleh minyak
(zat cair) melalui pipa menuju ke pengisap yang penampangnya besar. Pada pengisap besar
dihasilkan gaya angkat yang mampu menggangkat beban.

Pompa Hidrolik Ban Sepeda

Gambar

pompa

hidrolik

ban

sepeda

Prinsip dari pompa ini juga menerapkan hukum Paskal, pada pompa hidrolik ini kita memberi
gaya yang kecil pada pengisap kecil sehingga pada pengisap besar akan dihasilkan gaya yang
cukup besar, dengan demikian pekerjaan memompa akan menjadi lebih ringan, bahkan dapat
dilakukan oleh seorang anak kecil sekalipun.
Hidrometer
Hidrometer adalah alat yang dipakai untuk mengukur massa jenis zat cair. Nilai massa jenis
zat dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer yang ditempatkan mengapung

pada zat cair. Hidrometer terbuat dari tabung kaca dan desainnya memiliki tiga bagian. Pada
alat ini diterapkan hukum Archimedes.

Gambar
Hidrometer
Agar tabung kaca terapung tegak didalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani dengan
butiran timbal. Diameter bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar supaya volume zat cair
yang dipindahkan ke hidrometer dapat mengapung di dalam zat cair
Tangkai tabung kaca didesain supaya perubahan kecil dalam berat benda yang dipindahkan
(sama artinya dengan perubahan kecil dalam massa jenis zat cair) menghasilkan perubahan
besar pada kedalaman tangkai yang tercelup di dalam zat cair. Ini berarti perbedaan bacaan
pada skala untuk berbagai jenis zat cair menjadi lebih jelas.

Source
http://namakubeno.blogspot.com/2014/06/pengertian-fluida-dancontohnya.html#ixzz4ACqbUNG8

1.Sifat-Sifat Fluida
Semua fluida nyata (gas dan zat cair) memiliki sifat-sifat khusus yang dapat diketahui,
antara lain: rapat massa (density), kekentalan (viscosity), kemampatan (compressibility),
tegangan permukaan (surface tension), dan kapilaritas (capillarity). Beberapa sifat fluida
pada kenyataannya merupakan kombinasi dari sifat-sifat fluida lainnya. Sebagai contoh
kekentalan kinematik melibatkan kekentalan dinamik dan rapat massa.
a.

Rapat Massa, Berat Jenis dan Rapat Relatif


Rapat massa () adalah ukuran konsentrasi massa zat cair dan dinyatakan dalam
bentuk massa (m) persatuan volume (V).
Rapat massa air ( air) pada suhu 4 oC dan pada tekanan atmosfer (p atm) adalah
1000 kg/m3. Berat jenis () adalah berat benda persatuan volume pada temperatur dan tekanan
tertentu, dan berat suatu benda adalah hasil kali antara rapat massa () dan percepatan
gravitasi (g)
= .g

dimana :
= berat jenis (
N/m3)
2
= rapat masa (kg/dt )
g = grafitasi (m/dt2)
Rapat relatif (s) adalah perbandingan antara rapat massa suatu zat () dan rapat massa
air ( air), atau perbandingan antara berat jenis suatu zat () dan berat jenis air ( air).
b.

kekentalan
yaitu cairan untuk melawan tegangan geser pada waktu bergerak atau mengalir.
Kekentalan disebabkan adanya kohesi antara partikel zat cair sehingga menyebabkan adanya
tegangan geser antara molekulmolekul yang bergerak. Zat cair ideal tidak memiliki
kekentalan. Kekentalan zat cair dapat dibedakan menjadi dua yaitu kekentalan dinamik ()
atau kekentalan absolute dan kekentalan kinematis ().
Dalam beberapa masalah mengenai gerak zat cair, kekentalan dinamik dihubungkan
dengan kekentalan kinematik sebagai berikut:

c.

kemampatan
Kemampatan adalah perubahan volume karena adanya perubahan (penambahan)
tekanan, yang ditunjukan oleh perbandingan antara perubahan tekanan dan perubahan volume
terhadap volume awal. Perbandingan tersebut dikenal dengan modulus elastisitas (k).

d.

tegangan permukaan
Molekul-molekul pada zat cair akan saling tarik menarik secara seimbang
diantara sesamanya dengan gaya berbanding lurus dengan massa (m) dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak (r) antara pusat massa.

e.

kapilaritas
Kapilaritas terjadi akibat adanya gaya kohesi dan adesi antar molekul, jika kohesi lebih kecil
dari pada adesi maka zat air akan naik dan sebaliknya jika lebih besar maka zat cair akan
turun. Kenaikan atau penurunan zat cair di dalam suatu tabung dapat dihitung dengan
menyamakan gaya angkat yang dibentuk oleh tegangan permukaan dengan gaya berat.

Hukum pokok hidrostatika berbunyi: semua titik yang teletak pada suatu bidang datar di
dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan yang sama. Misalkan sebuah pipa U diisi oleh
dua jenis zat cair yang tidak bercampur maka akan terdapat perbedaan ketinggian zat cair
pada
kedua
kaki
pipa
U
(lihat
Gambar
).
Pada kaki kiri di mana terdapat dua jenis zat cair kita buat garis lurus mendatar yang
memisahkan kedua jenis zat cair tersebut. Garisini disebut bidang batas. Kita ambil dua titik
yangterletak pada bidang batas ini, A di kaki kiri danB di kaki kanan. Sesuai dengan hukum
pokokhidrostatika, tekanan pada kedua titik ini sama besar.

Contoh
Soal
Sebuah pipa U mula-mula diisi dengan raksa (massa jenis = 13 600 kg/m3). Jika kemudian
air setinggi 68 cm dituangkan ke dalam kaki kanan, berapakah kenaikan tinggi raksa di dalam
kaki kiri akan naik dari tingginya semula? Jawaban: 2,5 cm. (ref: Seribu Pena Fisika SMU
Kelas
1,
Erlangga,
1999,
Marthen
Kanginan)

Hukum
Pascal
Hukum Pascal berbunyi: tekanan yang diberikan kepada fluida di dalam ruang tertutup
diteruskan sama besar ke segala arah. Dari hukum ini diperoleh prinsip bahwa dengan gaya
kecil dapat dihasilkan gaya lebih besar. Prinsip ini dimanfaatkan dalam: (1) dongkrak
hidrolik, (2) pompa hidrolik ban sepeda, (3) mesin hidrolik pengangkat mobil, (4) mesin
pengepres
hidrolik,
dan
(5)
rem
piringan
hidrolik
pada
mobil.
Perhatikan sebuah dongkrak hidrolik yang penampangnya ditunjukkan seperti pada Gambar
di samping. Jika pengisap kecil dengan luas penampangA1 ditekan dengan gaya input F1
maka pada pengisap besar akan dihasilkan gaya angkat output F2.
Sesuai

hukum

Pascal:

Sumber: 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Fisika untuk SMA/MA. Ahmad Zaelani
dkk. Yrama Widya. 2007

Sebuah pipa U yang diisi alkohol dan air dalam keadaan stabil tampak seperti gambar.

SM Private Makassar

Massa jenis air = 1000 kg.m 3, dan massa jenis alkohol 800 kg.m 3, maka tentukan perbedaan
ketinggian ( h) !
Jawaban:
Palkohol = Pair
P0 + alkohol.g.halkohol = P0 + air.g.hair (P0 sama)
800. 10. 20 = 1000. 10. hair (cm tidak perlu diubah thasil akhir dalam cm)
hair = 16 cm
Jadi
h = halkohol - hair
= 20 16
= 4 cm

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ