Anda di halaman 1dari 7

Bab IV Prosedur Kerja

IV.1 Alat
Alat alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi seperangkat
instrument spektrofotometri UV-VIS (Shimadzu), Timbangan
Analitik (Mettler Toledo), pH meter (Mettler Toledo), alat gelas yang
digunakan dilaboratorium.

IV.2 Bahan
Bahan bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
Standar vitamin C, NH4Fe(SO4)2.12H2O (merk), HCl pekat 37%
(merk), KSCN (merk), HNO3(merk),, Aquadest, Sampel tablet
vitamin C.

IV.3 Pembuatan Pereaksi


1. Larutan Standar Besi (III) 1000 g/mL: 0,863 gram
NH4Fe(SO4)2.12H2O ditimbang, dimasukkan kedalam labu ukur
100 mL dan ditambahkan 4 tetes HCl pekat 37%, dilarutkan
dengan aquadest dan digenapkan sampai tanda batas. Kemudian
larutan dikocok sampai homogen.
2. Larutan Standar vitamin C 400 g/mL: 0,1 gram Vitamin C
ditimbang, dimasukkan kedalam labu ukur 250 mL, dilarutkan
dengan aquadest dan digenapkan sampai tanda batas. Kemudian
larutan dikocok sampai homogen.
3. Pembuatan HNO3 0,12 M: Sebanyak 9,2 ml HNO3 pekat dipipet
kemudian diencerkan hingga 250 ml dengan aquadest.
Kemudian larutan dikocok sampai homogen.
4. Pembuatan Pereaksi I: Pereaksi I dibuat dengan cara memipet 10
ml besi (III) 1000 g/mL dimasukkan kedalam labu ukur 500 ml
dan dicampurkan dengan 250 ml HNO 3 0,12 M, kemudian

17
18

diencerkan hingga 500 ml dengan aquadest. Kemudian larutan


dikocok sampai homogen.
5. Pembuatan Pereaksi II: 6,063 gram KSCN ditimbang,
dimasukkan kedalam labu ukur 250 mL, diencerkan dengan
aquadest sampai tanda batas. Kemudian larutan dikocok sampai
homogen.

IV.4 Optimasi Kondisi Analisis


IV.4.1 Penentuan Panjang Gelombang Maksimum
IV.4.1.1 Penentuan Penentuan Panjang Gelombang Maksimum
Pereaksi
Larutan dibuat dengan cara memipet 5 ml NH 4Fe(SO4)2 100 g/mL
dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml, kemudian ditambahkan 5 ml
KSCN 2 M dan 3 ml HNO3 4 M. Larutan tersebut diencerkan dengan
aquadest sampai tanda batas labu ukur dan dikocok sampai
homogen.

IV.4.1.2 Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Pereaksi


dan Vitamin C

Larutan dibuat dengan cara memipet 5 ml NH 4Fe(SO4)2 100 g/mL


dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml yang telah berisi 1 ml larutan
standar vitamin C 100 g/mL, kemudian ditambahkan 5 ml KSCN 2
M dan 3 ml HNO3 4 M. Larutan tersebut diencerkan dengan aquadest
sampai tanda batas labu ukur dan dikocok sampai homogen.
IV.4.2 Penentuan Tahap Penambahan Asam
IV.4.2.1 Penentuan Tahap Penambahan Asam Cara I
Larutan dibuat dengan cara memipet masing-masing 5 ml
NH4Fe(SO4)2 11 g/mL dimasukkan kedalam masing-masing tabung
19

reaksi yang telah berisi vitamin C 1, 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 g/mL,
kemudian campuran tersebut dikocok dan diinkubasi selama 10
menit pada suhu ruang. Larutan tersebut ditambahkan 5 ml KSCN
0,22 M, kemudian larutan dikocok dan diinkubasi selama 10 menit
pada suhu ruang. Ukur larutan pada panjang gelombang 477 nm.

IV.4.2.2 Penentuan Tahap Penambahan Asam Cara II

Larutan dibuat dengan cara memipet masing-masing 5 ml


NH4Fe(SO4)2 11 g/mL dimasukkan kedalam masing-masing tabung
reaksi yang telah berisi vitamin C 1, 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 g/mL,
kemudian campuran tersebut dikocok dan diinkubasi selama 10
menit pada suhu ruang. Larutan tersebut ditambahkan 2,5 ml KSCN
0,44 M dan 2,5 ml HNO3 0,528 M, kemudian larutan dikocok dan
diinkubasi selama 10 menit pada suhu ruang. Ukur larutan pada
panjang gelombang 477 nm.

IV.4.2.3 Penentuan Tahap Penambahan Asam Cara III


Larutan dibuat dengan cara memipet masing-masing 10 ml campuran
NH4Fe(SO4)2 22 g/mL, HNO3 0,528 M dan KSCN 0,44 M dengan
komposisi 2 : 1 :1 dimasukkan kedalam masing-masing tabung
reaksi yang telah berisi vitamin C 1, 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 g/mL,
kemudian campuran tersebut dikocok dan diinkubasi selama 10
menit pada suhu ruang. Ukur larutan pada panjang gelombang 477
nm.

IV.4.2.4 Penentuan Tahap Penambahan Asam Cara IV


Larutan dibuat dengan cara memipet masing-masing 5 ml
NH4Fe(SO4)2 11 g/mL dimasukkan kedalam masing-masing tabung
reaksi yang telah berisi vitamin C 1, 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 g/mL,
20

kemudian campuran tersebut dikocok dan diinkubasi selama 10


menit pada suhu ruang. Larutan tersebut ditambahkan 5 ml campuran
KSCN 0,44 M dan HNO3 0,528 M, kemudian larutan dikocok dan
diinkubasi selama 10 menit pada suhu ruang. Ukur larutan pada
panjang gelombang 477 nm.

IV.4.2.5 Penentuan Tahap Penambahan Asam Cara V


Larutan dibuat dengan cara memipet masing-masing 7,5 ml
campuran NH4Fe(SO4)2 22 g/mL, HNO3 0,528 M dengan komposisi
2 : 1 dimasukkan kedalam masing-masing tabung reaksi yang telah
berisi vitamin C 1, 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 g/mL, kemudian
campuran tersebut dikocok dan diinkubasi selama 10 menit pada
suhu ruang. Larutan tersebut ditambahkan 2,5 ml KSCN 0,44 M,
kemudian larutan dikocok dan diinkubasi selama 10 menit pada suhu
ruang. Ukur larutan pada panjang gelombang 477 nm.

IV.4.3 Penentuan Waktu Inkubasi


IV.4.3.1 Penentuan Waktu Inkubasi I
Larutan dibuat dengan cara memipet masing-masing 1 ml larutan
standar vitamin C 8 g/mL dimasukkan kedalam masing-masing
tabung reaksi, ditambahkan masing-masing 5 ml Pereaksi I
kemudian campuran tersebut dikocok dan diinkubasi masing-masing
pada waktu 1-20 menit pada suhu ruang, kemudian ditambahkan
masing-masing 4 ml Larutan KSCN 0,1 M, kemudian larutan
dikocok dan diinkubasi selama 10 menit pada suhu ruang. Ukur
larutan pada panjang gelombang 477 nm.

IV.4.3.2 Penentuan Waktu Inkubasi II


21

Larutan dibuat dengan cara memipet masing-masing 1 ml larutan


standar vitamin C 8 g/mL dimasukkan kedalam masing-masing
tabung reaksi, ditambahkan masing-masing 5 ml Pereaksi I
kemudian campuran tersebut dikocok dan diinkubasi pada waktu
optimum inkubasi I pada suhu ruang, kemudian ditambahkan
masing-masing 4 ml Larutan KSCN 0,1 M, kemudian larutan
dikocok dan diinkubasi masing-masing pada waktu 1-20 menit pada
suhu ruang. Ukur larutan pada panjang gelombang 477 nm.

IV.5 Validasi Metode Analisis (USP 37, 2014)

IV.5.1 Uji Spesifitas


Larutan dibuat dengan cara memipet 1 ml larutan standar vitamin C
8 g/mL dan 1 ml standar vitamin C 8 g/mL dan placebo
dimasukkan kedalam masing-masing tabung reaksi, ditambahkan
masing-masing 5 ml Pereaksi I kemudian campuran tersebut dikocok
dan diinkubasi masing-masing pada waktu 10 menit pada suhu
ruang, kemudian ditambahkan masing-masing 4 ml Larutan KSCN
0,1 M, kemudian larutan dikocok dan diinkubasi selama 10 menit
pada suhu ruang. Ukur larutan pada panjang gelombang 477 nm.

IV.5.2 Uji Linearitas


Larutan dibuat dengan cara memipet 1 ml larutan standar vitamin C
(2-14) g/mL dimasukkan kedalam masing-masing tabung reaksi
yang telah berisi 5 ml larutan Pereaksi I kemudian campuran tersebut
dikocok dan diinkubasi selama 10 menit pada suhu ruang. Larutan
22

tersebut ditambahkan 4 ml KSCN 0,1 M, kemudian larutan dikocok


dan diinkubasi selama 10 menit pada suhu ruang. Ukur larutan pada
panjang gelombang 477 nm.

IV.5.3 Batas Deteksi (BD) dan Batas Kuantitasi (BK)


Dibuat tujuh seri konsentrasi 2, 4, 6, 8, 10, 12 dan 14 g/mL,
kemudian nilai batas deteksi dan batas kuantitasi dihitung secara
statistik melalui garis regresi linier dari kurva kalibrasi, nilai
pengukuran akan sama dengan nilai b pada persamaan garis linier
y = ax + b.

IV.5.4 Uji Akurasi


Sampel simulasi dibuat dengan konsentrasi 80 %, 100 % dan 120 %,
Sampel simulasi dibuat sesuai dengan tabel IV.1 Prosedur
pengukuran sesuai dengan tahap penetapan kadar. Tiap konsentrasi
diukur sebanyak 3 kali.

IV.5.5 Uji Presisi


Sampel simulasi dibuat dengan konsentrasi 100%, Sampel simulasi
dibuat sesuai dengan tabel IV.1 Prosedur pengukuran sesuai dengan
tahap penetapan kadar. Pengukuran dilakukan sebanyak 10 kali
pengulangan.

Tabel IV.1
Pembuatan Sampel Simulasi Akurasi dan Presisi

Replika Vitamin Zat Tambahan (mg)


No.
konsentrasi (%) C (mg) Dengan komposisi tertentu
1 80 40 60
2 100 50 50
3 120 60 40
23

IV.6 Penentuan Kadar Vitamin C


Sebagai absorbansi I dipipet 1 ml aqua dm dimasukkan kedalam
tabung reaksi, ditambahkan masing-masing 5 ml Pereaksi I
kemudian campuran tersebut dikocok dan diinkubasi pada waktu 10
menit pada suhu ruang, kemudian ditambahkan 4 ml Larutan KSCN
0,1 M, kemudian larutan dikocok dan diinkubasi selama 10 menit
pada suhu ruang. Ukur larutan pada panjang gelombang 477 nm.
Sebagai absorbansi II sampel vitamin C ditimbang sebanyak 20
tablet digerus dan ditimbang setara 1 tablet, dilarutkan dalam labu
ukur 250 ml, kemudian dipipet 10 ml dimasukkan ke dalam labu
ukur 25 mL. Dipipet 1 ml larutan vitamin C dimasukkan kedalam
tabung reaksi, ditambahkan masing-masing 5 ml Pereaksi I
kemudian campuran tersebut dikocok dan diinkubasi pada waktu 10
menit pada suhu ruang, kemudian ditambahkan 4 ml Larutan KSCN
0,1 M, kemudian larutan dikocok dan diinkubasi selama 10 menit
pada suhu ruang. Ukur larutan pada panjang gelombang 477 nm.
Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali.