Anda di halaman 1dari 39

Skenario 1

Benjolan di Payudara
Seorang perempuan berumur 55 tahun, ibu rumah tangga, datang ke poliklinik
bedah karena adanya benjolan di payudara sebelah kanan sudah setahun ini. Mula-
mula sebesar biji rambutan, kemudian sekarang sebesar bola tenis. Tidak terasa sakit,
hanya kadang terasa pegal. Pasien merasa berat badannya menurun drastis dalam
empat bulan terakhir ini. Pada keluarga terdapat riwayat penderita tumor ganas
payudara, yaitu bibi pasien (adik kandung dari ibu pasien). Bibi pasien meninggal
karena penyakitnya ini. Pasien tidak mempunyai anak. Sebulan ini timbul luka koreng
berbau di kulit di atas benjolan payudara. Pasien juga merasa sesak sebulan terakhir
yang bertambah dengan aktifitas tapi tidak berkurang dengan istirahat.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, BB 40 kg, vital sign
dalam batas normal. Status lokalis pada payudara kanan didapatkan massa oval lebih
kurang 8x7x7cm3 di kwadran medial atas, keras, berbenjol, melekat ke dinding dada,
peau de orange, ulkus, retraksi papilla mammae, dan nipple discharge. Teraba
limfonodi aksilla 2 buah, ukuran 1cm, saling melekat satu dengan yang lain. Pada
pemeriksaan Rontgen thoraks didapatkan coin lesion di lobus superior paru kanan
disertai efusi pleura. USG abdomen tidak didapatkan nodul. Biopsy insisi memastikan
pasien menderita kanker payudara (stadium terminal) kemudian menjalani operasi
simple mastectomy dilanjutkan kemoterapi dan radioterapi. Bagaimanakah
seharusnya pasien menghadapi penyakit berat dan terminal yang dideritanya dari sisi
agama Islam?
KATA SULIT

1. Peau De Orange : gambaran sepertu kulit jeruk karena metastasis sel tumor
pada saluran limfe kulit
2. Coin Lesion : lesi seperti gambaran uang logam pada rontgen, biasanya terjadi
saat ada massa dalam paru paru
3. Nipple Discharge : supstasi yang terekskresi dari papilla mammae
4. efusi pleura : pengumpulan cairan dalam ringga pleura yang terletak diantara
ruang visceral dan pariental
5. Simple Mastectomy : oprasi pengangkatan payudara karena sudah menyebar
ke seluruh payudara
6. Stadium Terminal : stadium terakhir perubahan dari pre-maligna ke maligna
dan sudah menginvasi ke jaringan sekitar
7. Retraksi Papila: Tertariknya papilla mammae ke dalam
BRAINSTORMING

1. Mengapa berat badan menurun drastic?


2. Mengapa pasien tidak merasa sakit?
3. Mengapa bisa terjadi nipple discharge?
4. Mengapa timbul koreng diatas payudara?
5. Apakah ada hubungan riwayat keluarga dengan penyakit pasien?
6. Mengapa dilakukan simple mastectomy?
7. Bagaimana cara pasien menghadapi penyakit dari sisi islam?
8. Apa indikasi simple mastectomy?
9. Apa hubungan kanker dengan efusi pleura?
10. Apa saja pemeriksaan penunjang dan gold standard?
11. Bagaimana pencegahan penyakit tersebut?

1. karena nutrisi seperti glukosa diambil oleh sel-sel kanker.


2. Karena massa tidak menekan saraf.
3. Karena tumor mengenai ductus mammae.
4. Sel kanker menyumbat pembuluh darah sehingga terjadi nekrosis.
5. Ada, karena salah satu factor Ca mammae adalah gen.
6. Untuk mencegah metastasis payudara sebelah.
7. Sabar dan tawakal
8. timbul metastasis, belum menempel di m. pectoralis
9. Sel sel kanker metastasis ke paru-paru
10. - periksa sendiri (sadari)
- menyusui anak
- mengurangi makana yang mengandung karsinogenik
11. - mamografi (untuk melihat nodul yang tidak terlihat)
- USG
- Biopsi (gold standard)
- MRI
HIPOTESIS

Salah satu penyebab kanker payudara adalah riwayat keluarga (genetic) yang
menimbulkan gejala nipple discharge karena tumor mengenai ductus mammae,
penurunan berat badan karena nutrisi seperti glukosa diambil oleh sel-sel kanker,
timbul koreng diatas payudaran karena sel kanker menyumbat pembuluh dara
sehingga terjadi nekrosis, dan efusi pleura karena sel kanker metastasis ke paru.
Untuk membantu menegakan diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan penunjang
mamografi, USG, MRI, dan gold standard nya adalah Biopsi. penatalaksanaan yang
dapat dilakukan adalah simple mastectomy dan dapat dicegah dengan periksa dini,
menyusui anak, menurangi makanan yang mengandung karsinogenik. dalam
pandangan islam seorang muslim harus sabar dan tawakal dalam menghadapi
penyakit yang berat.
SASARAN BELAJAR

LI. 1 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN CA MAMMAE


LO.1.1. DEFINISI
LO.1.2. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
LO.1.3. KLASIFIKASI
LO.1.4. EPIDEMIOLOGI
LO.1.5. MANIFESTASI KLINIS
LO.1.6. PATOGENESIS
LO.1.7. DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING
LO.1.8. TATALAKSANA
LO.1.9. PENCEGAHAN
LO.1.10. KOMPLIKASI
LO.1.11. PROGNOSIS
LI.2 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PANDANGAN ISLAM DALAM
MENGHADAPI PENYAKIT BERAT

SASARAN BELAJAR
LI. 1 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN CA MAMMAE
LO.1.1. DEFINISI

Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan
mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat
dan tidak terkendali. Kanker payudara (Carcinoma mammae) adalah suatu penyakit
neoplasma yang ganas berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh Word Health
Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases
(ICD).
Kanker payudara adalah Kanker yang membentuk jaringan payudara. Jenis yang
paling umum kanker payudara adalah karsinoma duktal, yang dimulai pada lapisan
saluran susu (tabung tipis yang membawa susu dari lobules payudara dengan pentil).
Lain jenis kanker payudara adalah karsinoma lobular, yang dimulai di lobules
(kelenjar susu) payudara. Kanker payudara invasif adalah kanker payudara yang telah
menyebar dari mana dimulai di saluran payudara atau lobules ke sekitar jaringan
normal. Kanker payudara terjadi pada pria dan wanita, meskipun kanker payudara
laki-laki langka.
Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus
tumbuh berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk bejolan di payudara.
Jika benjolan kanker itu tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bisa menyebar
(metastase) pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bisa terjadi pada kelenjar getah
bening (limfe) ketiak ataupun di atas tulang belikat. Selain itu sel-sel kanker bisa
bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, dan bawah kulit.

LO.1.2. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO


1. Umur
Risiko Ca mammae bertambah seiring dengan umur. Wanita umur 60 tahun
memiliki risiko terkena ca mammae 100 kali lipat dibanding dengan wanita umur 20
tahun
2. Jenis Kelamin
Risiko terkena ca mammae pada pria sangat rendah, namun prognosisnya lebih
buruk karena cenderung terlambat diagnosis. Jarang terjadi pada perempuan berusia
kurang dari 30 tahun. Setelah itu risiko meningkat secara tetap sepanjang usia, tetapi
setelah menopause bagian menanjak kurva hampir mendatar.
3. Variasi geografik
Bervariasi di tempat yang berbeda. Resiko untuk neoplasia bermakna lebih
tinggi di amerika utara dan eropa barat dibandingkan di asia dan afrika. Perbedaan ini
disebabkan oleh factor lingkungan daripada fakotr geografik karena kelompok migran
daerah dengan insidensi rendah ke daerah dengan insidensi tinggi cenderung
mencapai angka ngara tujuan, dan demikian sebaliknya. Makanan, pola reproduksi,
dan kebiasaan menyusui diperkirakan berperan.
4. Genetika dan riwayat keluarga
Sekitat 5-10% kanker payudara berkaitan dengan mutasi herediter spesifik.
Perempuan lebih besar kemungkinannya membawa gen kerentanan kanker payudara
jika mereka mengidap kanker payudara sebelum menopause, mengidap kanker
payudara bilateralm mengidap kanker terkait lain (missal : kanker ovarium), memiliki
riwayat keluarga yang significan ( yaitu banyak anggota keluarga terjangkit sebelum
menopause), atau berasal dari kelompok etnik tertentu.
Sekitar separuh perempuan dengan kanker payudara herediter memperlihatkan
mutasi di gen BRCA1 (pada kromosom 17q21.3) dan sepertiga lainnya mengalami
mutasi di BRCA2 (di kromosom 13q12-13) gen ini berukuran besar dan kompleks
serta tidak memperlihakan homologi yang erat diantara keduanya, juga dengan gen
lain yang diketahui. Diperkirakan kedua gen ini berperan penting dalam perbaikan
DNA, meskipun peran pasti karsinogenesis dan spefisitas relative terhadap kanker
masih diteliti.
Kedua gen tersebut berperan sebagai gen penekan tumor, karena kanker
muncul jika kedua alel inaktif atau cacat. Pertama disebabkan oleh mutasi sel
germinativum dan kedua oleh mutasi somatic berikutnya. Tersedia uji genetic, tetapi
uji ini diperumit oleh terdeteksinya ratusan mutasi yang berlainan, dan hanya sebagian
yang berkaitan dengan kerentanan terhadap kanker.
5. Hormon
Peningkatan estrogen dan androgen darah yang persisten dapat meningkatkan
risiko ca mammae, namun peningkatkan progesteron dapat menurunkan risiko pada
wanita premenopause
a. Kehamilan dan menyusui
Umur saat melahirkan anak pertama (<24 tahun), memiliki anak (7%/anak), dan
menyusui (4,3%/tahun menyusui) dapat menurunkan risiko terkena ca
mammae.
Hamil pertama saat umur 30 tahun mengalamin peningkatan risiko terkena ca
mammae
dua kali lipat dibanding pada umur <25 tahun. Tidak mempunyai anak
meningkatkan
risiko terkena ca mammae sebesar tiga kali lipat
6. Kontrasepsi hormonal
7. Terapi pengganti hormon
Terapi estrogen + progesteron memiliki efek signifikan pada ca mammae dan
meningkatkan agresivitas serta prognosis yang lebih buruk, namun apabila
terapi jangka pendek dengan indikasi sindrom menopause, maka tidak ada
pengaruh pada risiko
8. Riwayat haid
Risiko terjadinya kanker payudara meningkat pada wanita yang mengalami
menstruasi pertama sebelum umur 12 tahun. Umur menstruasi yang lebih awal
berhubungan dengan lamanya paparan hormon estrogen dan progesteron pada wanita
yang berpengaruh terhadap proses proliferasi jaringan termasuk jaringan payudara.
Penelitian Indriati tahun 2009 di RS Dr. Kariadi Semarang dengan desain case
control menunjukkan bahwa diperkirakan risiko bagi wanita yang menarche pada
umur 12 tahun terkena kanker payudara 3,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan
kelompok wanita yang menarche pada umur >12 tahun (OR=3,6).
9. Penyakit payudara jinak
10. Penyakit proliferative
Orang yang pernah didiagnosa dengan ca ovarium atau ca uterus memiliki risiko
terkena ca mammae lebih tinggi.
Pengaruh yang belum dipastikan :
1. Pajanan lama ke estrogen eksogen pasca menopause dikenal
sebagai terapi sulih estrogen ( ER, estrogen replacement therapy)
2. Kontrasepsi oral
3. Radiasi pengion
4. Kegemukan
Peningkatan berat badan setelah menopause dapat meningkatkan risiko terkena
ca mammae.
5. Faktor makanan
a. Alkohol
Mengkonsumsi alkohol 1-2 gelas/hari memiliki risiko terkena ca mammae 150%
dibanding normal dan mengkonsumsi alkohol 6 gelas/hari memiliki risiko terkena ca
mammae 330% dibanding normal.
Alkohol dapat meningkatkan :
Kadar estrogen dan androgen
Kerentanan gen terhadap bahan carcinogenik
Kerusakan DNA mammae
Potensi metastase
Proses angiogenesis tumor
b. Intake Lemak
Tidak terdapat pengaruh signifikan pada ca mammae, namun berdasarkan statistik,
orang dengan diet rendah lemak memiliki risiko yang lebih rendah Penggunaan
kontrasepsi hormonal jangka panjang meningkatkan risiko terkena ca mammae
daripada diet tinggi lemak
Intake lemak yang tinggi kemungkinan hanya berpengaruh pada wanita
premenopause
c. Iodine
Iodine dapat menurunkan sensitivitas reseptor estrogen, mengurangi
pertumbuhan sel tumor, dan menyebabkan apoptosis pada sel yang malignant.
d. Merokok
Perokok pasif meningkatkan risiko terkena ca mammae 70% pada wanita
premenopause

LO.1.3. KLASIFIKASI
Berdasarkan WHO Histological Classification of breast tumor, kanker payudara
diklasifikasi dalam tabel

Berikut penjelasan beberapa tipe histologis dari kanker payudara:


1) Karsinoma duktal
Karsinoma duktal invasif merupakan kelompok terbesar (78%) dari
seluruh tumor ganas payudara. Secara mikroskopik tampak proliferasi
anaplastik epitel duktus yang dapat memenuhi dan menyumbat duktus.
Karsinoma duktal noninvasif (karsinoma duktal in situ atau karsinoma
intraduktal) biasanya terjadi tanpa membentuk massa karena tidak ada
komponen scirrhous.
2) Karsinoma lobular (9%)
Separuh kasus karsinoma lobular ditemukan in situ tanpa tanda-tanda
invasi lokal sehingga sering dianggap premaligna dan disebut neoplasia
lobular. Secara histologi menunjukkan gambaran sel-sel anaplastik yang
semuanya terletak di dalam lobulus-lobulus.
3) Comedocarcinoma (5%)
Duktus yang diisi oleh tumor sel kecil dan debris sentral.
4) Karsinoma medular (4%)
Gambaran histologi menunjukkan stroma yang sedikit dan penuh berisi
kelompok sel yang belum berdifferensiasi, tidak teratur dan tidak jelas
membentuk kelenjar atau pertumbuhan kapiler. Terdapat banyak sebukan
limfosit yang menjolok pada stroma di dalam tumor.
5) Karsinoma koloid (3%)
Duktus dihambat oleh sel-sel karsinoma dan kista proksimal
berkembang.
6) Karsinoma mukoid/musinus (3%)
Tumor ini tumbuh perlahan-lahan dan secara mikroskopik sel tumor
yang menghasilkan musin tersusun membentuk asinus pada beberapa
tempat. Juga tampak sel-sel cincin stempel (signet ring cells).
7) Karsinoma skirus (schirrous)
Pada pemeriksaan mikroskopik tumor terdiri dari stroma yang padat
dengan kelompok sel epitel yang terlepas atau membentuk kelenjar. Sel-
sel berbentuk bulat atau poligonal, hiperkromatik.
8) Karsinoma inflamasi (1%)
Karsinoma ini memiliki prognosis paling buruk. Sistem limfa dipenuhi
oleh tumor memicu perubahan payudara dan kulit yang mirip infeksi.
9) Penyakit Paget (1%)
Merupakan karsinoma intraduktus pada saluran ekskresi utama yang
menyebar ke kulit puting susu dan areola, sehingga terjadi kelainan
menyerupai ekzema yaitu adanya krusta di daerah papil dan areola. Jika
tidak ditemukan massa tumor di bawahnya penyakit ini termasuk
karsinoma insitu, tapi jika ada massa tumor termasuk karsinoma duktal
invasif. Kelainan ini ditemukan pada wanita berusia lebih tua dari
penderita kanker payudara umumnya dan bersifat unilateral. Tanda khas
adalah adanya penyebukan epidermis oleh sel ganas yang disebut sel
paget

Sistem TNM
TNM merupakan singkatan dari T yaitu tumor size atau ukuran tumor, N
yaitu node atau kelenjar getah bening regional dan M yaitu metastasis atau
penyebaran jauh. Ketiga faktor T, N, dan M dinilai baik secara klinis
sebelum dilakukan operasi, juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan
histopatologi (PA). Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut
Pengelompokan Stadium TNM
Stadium 0 Tis N0 M0
*
Stadium 1 T1 N0 M0
Stadium IIA T0 N1 M0
*
T1 N1 M0
T2 N0 M0
Stadium IIB T2 N1 M0
T3 N0 M0
Stadium IIIA T0 N2 M0
T1 N2 M0
T2 N2 M0
T3 N1 M0
T3 N2 M0
Stadium IIIB T4 N0 M0
T4 N1 M0
T4 N2 M0
Stadium IIIC Tiap T N3 M0
Stadium IV Tiap T Tiap N M1
Keterangan:
TX : Lokasi tumor ganas tidak dapat dinilai
Tis : Tumor in situ (pre invasive carcinoma)
T1 : Tumor diameter 2 cm
T2 : Tumor diameter lebih besar dari 2 cm tapi kurang dari 5 cm
T3 : Tumor diameter > 5 cm
T4 : Tumor ukuran apapun invasi ke daerah sekitar (otot, kulit)

Nx : Penyebaran pada KGB tidak dapat dinilai


N0 : KGB tidak terlibat
N1 : Metastasis KGB ipsilateral aksila dapat digerakkan
N2 : Metastasis KGB ipsilateral terfiksasi dengan jaringan sekitar
N3 : Metastasis KGB ipsilatral KGB mammae atau ipsilateral KGB supraklavikuler
Mx : Metastasis tidak dapat dinilai
M0 : Tidak ada metastasis
M1 : Metastasis pada organ - organ lainnya
Stadium I : tumor kurang dari 2 cm, tidak ada limfonodus terkena (LN) atau
penyebaran luas.
Stadium IIa : tumor kurang dari 5 cm, tanpa keterlibatan LN, tidak ada
penyebaran jauh. Tumor kurang dari 2 cm dengan keterlibatan LN
Stadium IIb : tumor kurang dari 5 cm, dengan keterlibatan LN. Tumor lebih
besar dari 5 cm tanpa keterlibatan LN
Stadium IIIa : tumor lebih besar dari 5 cm, dengan keterlibatan LN. semua
tumor dengan LN terkena, tidak ada penyebaran jauh
Stadium IIIb : semua tumor dengan penyebaran langsung ke dinding dada atau
kulit semua tumor dengan edema pada tangan atau keterlibatan LN
supraklavikular.
Stadium IV : semua tumor dengan metastasis jauh.

LO.1.4. EPIDEMIOLOGI

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2004, menyatakan bahwa 5 besar


kanker di dunia adalah kanker paru-paru, kanker pa-yudara, kanker usus besar, kanker
lambung, dan kanker hati. WHO mengestimasikan bahwa 84 juta orang meninggal
akibat kanker dalam rentang waktu 2005-2015. Survei yang dilakukan WHO
menyatakan 8-9 persen wanita mengalami kanker payudara. Hal itu membuat kanker
payudara sebagai jenis kanker yang pa- ling banyak ditemui pada wanita setelah
kanker leher rahim. Kanker payudara merupakan masalah besar di Indonesia maupun
di negara lain. Jumlah kasus baru di Amerika Serikat pada tahun 2003 mencapai
211.300 orang dan 39.800 pasien meninggal akibat kanker payudara pada tahun yang
sama. Kanker payudara di Indonesia berada di urutan kedua sebagai kanker yang
paling sering ditemukan pada perem- puan, setelah kanker mulut rahim. Penelitian di
Jakarta Breast Cancer pada April 2001 sampai April 2003 menunjukan bahwa dari
2.834 orang memeriksakan benjolan di payudaranya, 2.229 diantaranya (78%)
merupakan tumor jinak, 368 orang (13%) terdiagnosis kanker payudara dan sisanya
merupakan infeksi dan kelainan bawaan payudara (Djoerban, 2003).
Berdasarkan Profil Kesehatan Republik Indonesia tahun 2008, 10 peringkat
utama pe- nyakit neoplasma ganas atau kanker pasien rawat inap di rumah sakit sejak
tahun 2004-2008 tidak banyak berubah. Tiga peringkat utama adalah neoplasma ganas
payudara disusul neoplasma ganas serviks uterus dan neoplasma ganas hati dan
saluran intra hepatik. Kanker payudara terus meningkat selama 4 tahun tersebut
dengan kejadian 5.297 kasus di tahun 2004, 7.850 kasus di tahun 2005, 8.328 kasus di
tahun 2006, dan 8.277 kasus di tahun 2007 (Depkes RI, 2008).
Faktor risiko kanker payudara adalah jenis kelamin, dengan perbandingan laki-
laki perempuan kira-kira 1:100. Berdasarkan data penelitian Harrianto dkk di Rumah
Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo tahun 2005, faktor risiko kanker payudara di
antaranya adalah riwayat keluarga dengan penderita kanker payudara (15,79%),
menarche dini (8,77%), nullipara (7,02%) dan pemakaian pil yang me-ngandung
estrogen jangka panjang (42,11%). Selain itu, juga terdapat faktor risiko lain yang
diduga berpengaruh terhadap kejadian kanker payudara yaitu menopause terlambat,
riwayat pemberian ASI, dan obesitas (Harianto, 2005).

LO.1.5. MANIFESTASI KLINIS


Massa tumor
Sebagian besar bermanifestasi sebagai massa mammae yang tidak
nyeri.Sering kali ditemukan secara tidak sengaja.Lokasi bias di kuadran mana
saja dengan konsistensi agak keras,batas tidak tegas,permukaan tidak
licin,mobilitas kurang.
Perubahan kulit
a. Tanda lesung : ketika tumor mengenai ligament glandula
mammae,ligament itu memendek hingga kulit setempat menjadi cekung
disebut tanda cekung
b. Perubahan kulit jeruk (peau dorange) : ketika vasa limfatik subkutis
tersumbat sel kanker,hambatan drainase limfe menyebabkan udem
kulit,folikel rambut tenggelam ke bawah tampak sebagai tanda kulit
jeruk.
c. Nodul satelit kulit : ketika sel kanker didalam vasa limfatik subkutis
masing masing membentuk nodul metastasis,disekitar lesi primer dapat
muncul banyak nodul tersebar,secara klinis disebut tanda satelit.
d. Invasi,ulserasi kulit : ketika tumor menginvasi kulit,yerlihat tanda
berwarna kemerahan atau gelap.lokasi dapat berubah menjadi
iskemik,ulserasi membentuk bunga terbalik.
e. Perubahan inflamatorik : tampil sebagai keseluruhan kulit mammae
berwarna merah bengkak,mirip peradangan,dapat disebut juga tanda
peradangan.Tipe ini sering pada kanker mammae waktu hamil atau
laktasi.

Perubahan papilla mammae


a. Retraksi,distorsi papilla mammae : umumnya akibat tumor menginvasi
jaringan sub papilar
b. Secret papilar : sering karna karsinoma dalam duktus besar atau tumor
mengenai duktus besar.
c. Perubahan eksematoid : merupakan manifestasi spesifik (paget) klinis
tampak aerola,papilla mammae tererosi,berkusta,secret,deskuamasi sangat
mirip eksim.

Perubahan kelenjar limfe regional


Pembesaran kelenjar limf yg biasa disebut sebagai karsinoma mammae tipe
tersembunyi.

LO.1.6. PATOGENESIS

Transformasi
Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang
disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi.

Fase inisiasi

Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang
memancing sel menjadi ganas.Perubahan dalam bahan genetik sel ini
disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang bisa berupa bahan
kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. Tetapi tidak semua sel
memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik
dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih
rentan terhadap suatu karsinogen.Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa
membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.

Fase promosi

Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah
menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh
oleh promosi. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya
keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).

Fase metastasis

Metastasis menuju ke tulang merupakan hal yang kerap terjadi pada kanker
payudara, beberapa diantaranya disertai komplikasi lain seperti
simtomahiperkalsemia, pathological fractures atau spinal cord compression.
Metastasis demikian bersifat osteolitik, yang berarti bahwa osteoklas hasil
induksi sel kanker merupakan mediator osteolisis dan mempengaruhi
diferensiasi dan aktivitas osteoblas serta osteoklas lain hingga meningkatkan
resorpsi tulang.

Tulang merupakan jaringan unik yang terbuat dari matriks protein yang
mengandung kalsium dengan kristalhydroxyappatite sehingga mekanisme
yang biasa digunakan oleh sel kanker untuk membuat ruang pada matriks
ekstraselular dengan penggunaan enzimmetaloproteinase matriks tidaklah
efektif. Oleh sebab itu, resorpsi tulang yang memungkinkan invasi neoplastik
terjadi akibat interaksi antara sel kanker payudara dengan sel endotelial yang
dimediasi oleh ekspresiVEGF. VEGF merupakan mitogen angiogenik positif
yang bereaksi dengan sel endotelial. Tanpa faktor angiogenik negatif seperti
angiostatin, sel endotelial yang berinteraksi dengan VEGF sel kanker melalui
pencerap VEGFR-1 dan VEGFR-2, akan meluruhkan matriks ekstraselular,
bermigrasi dan membentuk tubulus.

Tumor/neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan cirri-ciri:


proliferasi sel yang berlebihan dan tidak berguna yang tidak mengikuti
pengaruh struktur jaringan sekitarnya.

Neoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker yang menunjukkan


proliferasi yang tidak terkendali yang mengganggu fungsi jaringan normal
dengan menginfiltrasi dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar
ke organ-organ yang jauh. Di dalam sel tersebut terjadi perubahan secara
biokimia terutama dalam intinya. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari
suatu sel di mana telah terjadi transformasi maligna dan berubah menjadi
sekelompok sel-sel ganas di antar sel-sel normal.

Patofisiologi

Gambar 3.Proses Pembentukan Sel Kanker

Tumor atau neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan ciri-ciri
proliferasi sel yang berlebihan dan tidak berguna yang tidak mengikuti pengaruh
struktur jaringan sekitarnya.

Neoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker yang menunjukkan proliferasi
yang tidak terkendali yang mengganggu fungsi jaringan normal dengan menginfiltrasi
dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. Di
dalam sel tersebut terjadi perubahan secara biokimia terutama dalam intinya. Hampir
semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel di mana telah terjadi transformasi maligna
dan berubah menjadi sekelompok sel-sel ganas di antar sel-sel normal.

Carsinoma mammae berasal dari jaringan epitel dan paling sering terjadi pada sistem
duktal. Mula mula terjadi hiperplasia sel sel dengan perkembangan sel sel atipik.
Sel sel ini akan berlanjut menjadi carsinoma insitu dan menginvasi stroma.
Carsinoma membutuhkan waktu 7 tahun untuk bertumbuh dari sel tunggal sampai
menjadi massa yang cukup besar untuk dapat diraba ( kira kira berdiameter 1 cm).
Pada ukuran itu kira kira seperempat dari carsinoma mammae telah bermetastasis.

Carsinoma mammae bermetastasis dengan penyebaran langsung ke jaringan


sekitarnya dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah.

Pada keluarga dengan riwayat kanker payudara yang kuat, banyak perempuan
memiliki mutasi dalam gen kanker payudara, yang disebut BRCA-1 (di kromosom
17q21.3). Pola keturunan adalah dominan autosomal dan dapat diturunkan melalui
garis maternal maupun paternal. Sindrom kanker payudara familial lainnya berkaitan
dengan gen pada kromosom 13, yang disebut BRCA-2 (di kromosom 13q12-13).
Kedua gen ini diperkirakan berperan penting dalam perbaikan DNA. Keduanya
bekerja sebagai gen penekan tumor, karena kanker muncul jika kedua alel inaktif atau
cacat pertama disebabkan oleh mutasi sel germinativum dan kedua oleh sel somatik
berikutnya.

Kanker payudara dibagi menjadi kanker yang belum menembus membran basal
(noninvasif) dan kanker yang sudah menembus membran basal (invasif).

Proses jangka panjang terjadinya kanker ada 4 fase:

1 Fase induksi: 15-30 tahun


Sampai saat ini belum dipastikan sebab terjadinya kanker, tapi bourgeois lingkungan
mungkin memegang peranan besar dalam terjadinya kanker pada manusia.
Kontak dengan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun samapi bisa merubah
jaringan displasi menjadi tumor ganas. Hal ini tergantung dari sifat, jumlah, dan
konsentrasi zat karsinogen tersebut, tempat yang dikenai karsinogen, lamanya terkena,
adanya zat-zat karsinogen atau ko-karsinogen lain, kerentanan jaringan dan individu.

2 Fase in situ: 1-5 tahun


Pada fase ini perubahan jaringan muncul menjadi suatu lesi pre-cancerous yang bisa
ditemukan di serviks uteri, rongga mulut, paru-paru, saluran cerna, kandung kemih,
kulit dan akhirnya ditemukan di payudara.

3 Fase invasi
Sel-sel menjadi ganas, berkembang biak dan menginfiltrasi meleui membrane sel ke
jaringan sekitarnya ke pembuluh darah serta limfe. Waktu antara fase ke 3 dan ke 4
berlangsung antara beberpa minggu sampai beberapa tahun.

4 Fase diseminasi: 1-5 tahun


Bila tumor makin membesar maka kemungkinan penyebaran ke tempat-tempat lain
bertambah. Metastasis di parenkim paru pada rontgenologis memperlihatkan
gambaran coin lesion yang multiple dengan ukuran yang bermacam-macam.
Metastasis ini seperti pula mengenai pleura yang dapat mengakibatkan pleural
effusion. Metastasis ke tulang vertebra akan terlihat pada gambaran rontgen sebagai
gambaran osteolitik atau destruksi yang dapat pula menimbulkan fraktur patologis
berupa fraktur kompresi.
Metastasis tumor ganas payudara dapat terjadi melalui dua jalan :
A Metastasis melalui sistem vena
Metastasis tumor ganas payudara melalui sistem vena akan menyebabkan terjadinya
metastasis ke paru-paru dan organ-organ lain. Akan tetapi dapat pula terjadi
metastasis ke vertebra secara langsung melalui vena-vena kecil yang bermuara ke v.
Interkostalis dimana v. Interkostalis ini akan bermuara ke dalam v. Vertebralis. V.
Mammaria interna merupakan jalan utama metastasis tumor ganas payudara ke paru-
paru melalui sistem vena,

B Metastasis melalui sistem limfe


Metastasis tumor ganas payudara melalui sistem limfe adalah ke kelenjar getah
bening aksila. Pada stadium tertentu, biasanya hanya kelenjar aksila inilah yang
terkena.
Metastasis ke kelenjar getah bening sentral. Kelenjar getah
bening sentral ini merupakan kelenjar getah bening yang
tersering terkena metastasis. Menurut beberapa penyelidikan
hampir 90% metastasis ke kelenjar aksila adalah ke kelenjar
getah bening sentral.
Metastasis ke kelenjar getah bening interpektoral.
Metastasis ke kelenjar getah bening subklavicula.
Metastasis ke kelenjar getah bening mammaria eksterna.
Metastasis ini adalah paling jarang terjadi dibanding dengan
kelenjar-kelenjar getah bening aksila lainnya.
Metastasis ke kelenjar getah bening aksila kontralateral. Jalan
metastase ke kelenjar getah bening kontralateral sampai saat ini
masih belum jelas. Bila metastase tersebut melalui saluran
limfe kulit, sebelum sampai ke aksila akan mengenai payudara
kontralateral terlebih dahulu. Padahal pernah ditemukan kasus
dengan metastasis ke kelenjar getah bening aksila kontralateral
tanpa metastasis ke payudara kontralateral. Diduga jalan
metastasis tersebut melalui deep lymphatic fascial plexus di
bawah payudara kontralateral melalui kolateral limfatik.
Metastasis ke kelenjar getah bening supraklavicula. Bila
metastasis karsinoma mammae telah sampai ke kelnjar getah
bening subklavicula, ini berarti bahw metastasis tinggal 3-4 cm
dari grand central limfatik terminus yang terletak dekat
pertemuan v. Subklavicula dan v. Jugularis interna. Bila
sentinel nodes yang terletak di sekitar grand central limfatik
terminus telah terkena metastasis, dapat terjadi stasis aliran
limfe. Sehingga bisa terjadi aliran membalik, menuju ke
kelenjar getah bening supraklavicula dan terjadi metastasis ke
kelenjar tersebut. Penyebaran ini disebut sebagai penyebaran
tidak langsung. Dapat pula terjadi penyebaran ke kelanjar
supraklavicula secara langsung dari kelenjar subklavicula tanpa
melalui sentinel nodes.
Metastasis ke kelenjar getah bening mammaria interna ternyata
lebih sering dari yang diduga. Biasanya terjadi pada karsinoma
mamma di sentral dan kuadran medial. Dan biasanya terjadi
setelah metastasis ke aksila.
Metastasis ke hepar. Selain melalui sistem vena, ternyata dapat
terjadi metastasis karsinoma mammae ke hepar melalui sistem
limfe. Keadaan ini terjadi bila tumor primer terletak di tepi
medial bagian bawah payudara. Metastasis melalui sistem limfe
yang jalan bersama-sama vasa epigastrika superior. Bila terjadi
metastasis ke kelenjar preperikardial akan terjadi stasis aliran
limfe dan bisa terjadi aliran balik limfe ke hepar dan terjadi
metastasis hepar.
Metastasis ke tulang belakang. Jika metastase tulang yaitu ke
tulang belakang mungkin terjadi kompresi medula spinalis,
metastase otak, limfedema kronis jika tumor kambuh lagi pada
aksila.
Metastasis ke otak. Metastasis jenis ini mempunyai gejala
yaitu, nyeri kepala dan tidak ditemukan adanya rasa mual.

Sel, gen-gen atau produk-produk yang berperan dalam pertumbuhan tumor pada ca
mammae diantaranya (Brashers, 2008) :

1. Lob 1
Lob 1 mengandung banyak ssel tidak berdiferensiasi dengan tingkat
proliferasi tinggi dan sangat sensitif terhadap karsinogen
Kehamilan dan menyusui mengurangi jumlah Lob 1 di payudara

2. BRCA 1
Normalnya gen BRCA1 menghasilkan produk sebagai inhibitor
pertumbuhan yang mengontrol proliferasi sel payudara
Produk gen ini hilang ketika gen mengalami mutasi, lokasi mutasi
biasanya pada kromosom 17 lengan panjmutasi pada gen ini
menyebabkan kanker payudara pada 54% wanita usia 60tahun

3. Mutasi p53
Normalnya, gen ini merupakan regulator transkripsi, penstabil genom,
berperan dalam repair DNA dan fasilitatorapoptosis sel yang rusak
Mutasi sel ini sering menyebabkan ca mammae

4. Reseptor estrogen (ER)


Normalnya, ER terdapat dalam nukleus sel payudara normal, diperlukan
dalam fungsi sel payudara normal
Penurunan estrogen pada orang menopause misalnya dapat
mengakibatkan apoptosis sel payudara
Pada sel neoplastik, stimulasi ER menyebabkan over ekspresi produksi
faktor pertumbuhan dan ataureseptor mengakibatkan proliferasi sel tidak
terkontrol
60% tumor primer dianggap ER positif
Tumor ER negatif terjadi akibat metilasi (penambahan radikal metil)
DNA (secara ekperimental penghambatan metilasi DNA dapat
mengembalikan reseptor ER) dan mampu menstimulasi autokrin estrogen
secara mandiri, sehingga resisten terhadap terapi endokrin dan cenderung
menjadi tumr yang lebih agresif

5. Faktor pertumbuhan epidermal peningkatan mitposis dan resistensi terhadap


tamoksifen

6. Molekul adhesi
Sel tumor melepaskan diri dari molekul adhesi di membran basal sel
normal sehingga dapat menginvasi
Untuk di payudara molekul adhesi yang penting adalah E-cadherin yang
diatur secara lambat di dalam kanker payudara

7. Gen resistensi obat ganda / multidrug resistance gene, MDR1 menurunkan


konsentrasi agen anti kanker intrasel

8. Metaloproteinase matriks dan cathepsin kanker payudara mengandung


proteinase ekstra sel yang mengatur interaksi membran basal sel dan dapat
menghancurkan membran sehingga memungkinkan invasi dan metastasis.
LO.1.7. DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS
BANDING

A. Anamnesis
Riwayat

keluarga
Adakah faktor- faktor resiko dan faktor-
faktor etiolgi
Keluhan-keluhan, gejala klinis
B. Pemeriksaan fisik
Tujuannya adalah untuk mencari benjolan, dilakukan pada
kurang lebih 1 minggu dari siklus menstruasi
a) Inspeksi
Menurut Muchlis (2002) baiknya dilakukan pada posisi duduk
Perhatikan tanda-tanda perubahan pada kulit seperti retraksi dan warna
Ada atau tidaknya retraksi papil, skin dimpling (tarikan berupa
cekungan kulit akibat terperangkapnya ligamentum Cooper segmental),
peau dorange (terjadinya oenyumbatan aliran limf sehingga kulit
menjadi smebab dan menebal) kemerahan, ulser,

Gambar 8.Gambaran Peau dOrange (Yeoh, 2003)


Gambar 9.Gambaran Kondisi Payudara pada Karsinoma Payudara
(http://thewitchprogramme.co.uk/tlc/, 2011)

Gambar 10.Skin Dimpling pada Payudara (WHO-IARC, 2012)

b) Palpasi mamae
Dilakukan pada posisi berbaring
Menggunakan falang medial dan distal jari II.III. IV
Dipalpasi 3 macam tekanan sesuai dengan kedalaman (superfisial,
tengah dan profunda)
Dilakukan dengan vertikal (dari kranial iga 2 sampai distal iga 6) atau
sirkuler (dari papilla ke puncak axilla atau sebaliknya)

Gambar.11.Palpasi Vertikal pada Payudara (WHO-IARC, 2012)

Gambar.12.Palpasi sirkular pada payudara (oxford, 2010)

c) Palpasi KGB
Dilakukan pada posisi duduk
Tangan pasien dilemaskan, disanggah oleh tangan yang sama pada
tangan pemeriksa dan dipalpasi oleh jari tangan yang satunya
Gambar.13.Palpasi Limfonodus pada Puncak Axilla (Oxfrd, 2010)

d) Lokalisasi benjolan

Gambar.14.Pembagian Kuadran Payudara

Menurut Haagensen (2002), lokalisasi benjolan karsinoma ppayudara kebanyakan


terdapat pada upper outer quadrant / lateral atas

C. Pemeriksaan penunjang
1) Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium rutin untuk menunjang diagnosis tumor padat
penting dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan pasien apakah ada
penyulit kanker atau penyakit sekunder, dan juga untuk persiapan terapi yang
akan dilakukan baik itu tindakan bedah maupun tindakan medik. Beberapa
pemeriksaan yang perlu dilakukan, antara lain :
a. Darah lengkap
b. Urin lengkap imunoglobulin
c. Tes fungsi hati SGOT SGPT jika tinggi berarti ada metastase ke liver
d. Tes fungsi ginjal
e. Gula darah
f. Faal hemostatik
g. Protein serum
h. Alkali fosfatase jika tinggi dalam darah mengindikasikan adanya
metastasis ke liver, saluran empedu dan tulang
i. Elektrolit serum
j. LDH
k. Asam urat
l. Serum
m. Tumor marker ca mammae Carsinoembrionik antigen (CEA), cancer
antigen (CA) 15-3, dan CA 27-29, sensitif tapi tidak spesifik

2) Sitologi
Pemeriksaannya meliputi : Aspirasi jarum halus, needle core biopsy dengan
jarum silverman, biopsi eksisi, dan pemeriksaan frozen section saat operasi.
Pada umumnya pungsi dengan jarum halus (FNAB/Fine Needle Aspiration
Biopsy) sering dipakai. Pemeriksaan ini juga dapat menentukan perlu tidaknya
segera pembedahan dengan sediaan beku atau dilanjutkan dengan pemeriksaan
lain ataupun langsung dilakukan ekstirpasi. Penentuan derajat differensiasi
histologis :
- G1 : Derajat keganasan rendah.
- G2 : Derajat keganasan sedang.
- G3 : Derajat keganasan tinggi.
Hasil positif pada pemeriksaan sitologi bukan indikasi untuk bedah radikal,
sebab hasil negatif palsu sering terjadi, sedangkan hasil pemeriksaan positif
palsu selalu dapat terjadi.

3) Mammografi
Merupakan teknik pemeriksaan soft tissue, menggunakan X-ray dosis
rendah
Tanda keganasan primer fibrosis reaktif, cornet sign, dan
mikrokalsifikasi
Tanda keganasan sekunder retraksi, perubahan kulit, bertambahan
vaskularisasi perubahan posisi papilla
Dapat untuk mendeteksi tumor yang secara tidak teraba
Cukup mahal
Ketepatan 83% - 95% tergantung teknisi dan radiologist. Terkadang
terjadi negatif palsu dikarenakan jaringan payudara mirip dengan
jaringan kanker, tapi harus perhatikan tanda-tanda klinisinya

gambar 15. Mammografi


Mammografi dapat direkomendasikan untuk skrening maupun untuk
diagnosis
Untuk skrening dilakukan minimal usia 40tahun , dilakukan tiap 1-2 tahun
Untuk diagnosis apabila ditemukan abnormalitas payudara baik melalui
SADARI maupun melalui pemeriksaan oleh dokter

4) Termografi
Suhu karsinoma mammae meningkat dari jaringan sekitarnya
Darah vena yang keluar yang memperdarahi karsinoma mammae lebih
panas dari darah arteri
5) Xerografi ketepatan diagnosis 95,3%
6) Scintimammografi
Teknik radionuklir menggunakan TC 99m sestambi
Sensitifitas tingkat
Untuk menilai aktifitas dari karsinoma
Mendeteksi lesi multiple dan keterlibatan KGB regional
Tanda-tanda resiko karsinoma mammae yag segera memerlukan eksisional
bipsy / jarum halus FNAB :
1. Keluarnya darah segar hitam dari papilla
2. Kista mengeluarkan cairan darah
3. Pada mammogram terlihat bayangan batas tidak tegas, bentuk stellata,
spikula dengan distorsi struktur arsitektur payudara dan mikrokalsifikasi

Diagnosis Banding:

a. Fibroadenoma
o Pada usia 1530 tahun
o Padat kenyal, mobile, bulet lonjong, berbatas tegas
o Pertumbuhan lambat,tidak nyeri
o Tidak ada perubahan kulit
o Pengobatan eksisi tumor

b. Fibrokista
o Gejala nyeri timbul menjelang haid
o Ukurannya dipengaruhi pada saat menstruasi
o Ditemukan pada usia pertengahan usia

c. Kistasarkoma filoides
o Tidak bermetastase
o Bentuk haid lonjong permukaan berbenjol
o Batas tegas, ukuran 20-30 cm
o Pengobatan simple mastektomi

d. Galactocele
o Bukan neoplasia, tapi massa berisi asi mengental yang terjadi karena adanya
sumbatan duktus laktiferus
o Biasanya terjadi pada ibu yang sedang / baru selesai masa laktasi

e. Mastitis infeksi kelenjar payudara biasanya pada ibu menyusui

LO.1.7. TATALAKSANA
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh
terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi.
Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat
penghambat hormon. Terapi penyinaran digunakan membunuh sel-sel kanker di
tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.
Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembanganbiak
dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat
hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel
kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.
Pengobatan untuk kanker payudara yang terlokalisir
Untuk kanker yang terbatas pada payudara, pengobatannya hampir selalu meliputi
pembedahan (yang dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan) untuk mengangkat
sebanyak mungkin tumor. Terdapat sejumlah pilihan pembedahan, pilihan utama
adalah mastektomi (pengangkatan seluruh payudara) atau pembedahan breast-
conserving (hanya mengangkat tumor dan jaringan normal di sekitarnya).
Pembedahan

Pembedahan breast-conserving

Lumpektomi : pengangkatan tumor dan sejumlah kecil jaringan


normal di sekitarnya

Eksisi luas atau mastektomi parsial : pengangkatan tumor dan


jaringan normal di sekitarnya yang lebih banyak

Kuadrantektomi : pengangkatan seperempat bagian payudara.

Pengangkatan tumor dan beberapa jaringan normal di sekitarnya


memberikan peluang terbaik untuk mencegah kambuhnya kanker.
Keuntungan utama dari pembedahan breast-conserving ditambah terapi
penyinaran adalah kosmetik. Biasanya efek samping dari penyinaran
tidak menimbulkan nyeri dan berlangsung tidak lama. Kulit tampak
merah atau melepuh.
Mastektomi

Mastektomi radikal

Reaksinya mencakup kulit berjarak minimal 3cm dari tumor, seluruh


kelenjar mammae, m. pektoralis mayor dan minor dan jaringan
limfatik, lemak subskapular.
Mastektomi radikal modifikasi

Lingkup reseksi sama dengan tekhnik radikal, tapi mempertahankan


m. pektoralis mayor dan minor.
Mastektomi total

Hanyamembuang seluruh kelenjar mammae tanpa membersihkan


kelenjar limfe. Model operasi ini terutama untuk karsinoma insitu
atau pada pasien lanjut usia.
Mastektomi segmental

Diseksi kelenjar limfe aksilar. Secara umum disebut dengan operasi


konversi mammae. Biasanya dibuat insisi dua terpisah di mammae
normal dan aksila. Bartujuan mereseksi sebagian jaringan kelenjar
mammae normal di tepi tumor.
Terapi penyinaran

Terapi penyinaran yang dilakukan setelah pembedahan, akan sangat mengurangi


resiko kambuhnya kanker pada dinding dada atau pada kelenjar getah bening di
sekitarnya. Ukuran tumor dan adanya sel-sel tumor di dalam kelenjar getah bening
mempengaruhi pemakaian kemoterapi dan obat penghambat hormon. Beberapa ahli
percaya bahwa tumor yang garis tengahnya lebih kecil dari 1,3 cm bisa diatasi dengan
pembedahan saja. Jika garis tengah tumor lebih besar dari 5 cm, setelah pembedahan
biasanya diberikan kemoterapi. Jika garis tengah tumor lebih besar dari 7,6 cm,
kemoterapi biasanya diberikan sebelum pembedahan.
Penderita karsinoma lobuler in situ bisa tetap berada dalam pengawasan ketat dan
tidak menjalani pengobatan atau segera menjalani mastektomi bilateral (pengangkatan
kedua payudara). Hanya 25% karsinoma lobuler yang berkembang menjadi kanker
invasif sehingga banyak penderita yang memilih untuk tidak menjalani pengobatan.
Jika penderita memilih untuk menjalani pengobatan, maka dilakukan mastektomi
bilateral karena kanker tidak selalu tumbuh pada payudara yang sama dengan
karsinoma lobuler. Jika penderita menginginkan pengobatan selain mastektomi, maka
diberikan obat penghambat hormon yaitu tamoxifen.
Setelah menjalani mastektomi simplek, kebanyakan penderita karsinoma duktal in situ
tidak pernah mengalami kekambuhan. Banyak juga penderita yang menjalani
lumpektomi, kadang dikombinasi dengan terapi penyinaran.
Kanker payudara inflamatoir adalah kanker yang sangat serius meskipun jarang
terjadi. Payudara tampak seperti terinfeksi, teraba hangat, merah dan membengkak.
Pengobatannya terdiri dari kemoterapi dan terapi penyinaran.
Radioterapi
Radioterapi murni kuratif

Radioterapi murni terhadap kanker mammae terutama digunakan untuk


pasien dengan kontraindikasi atau menolak operasi.
Radioterapi adjuvan

Menurut pengaturan waktu radioterapi dapat dibagi menjadi radioterapi


praoperasi dan pasca operasi. Radioterapi praoperasi terutama untuk
pasien stadium lanjut lokalisasi, dapat membuat sebagian kanker
mammae non-operabel menjadi operabel. Radioterapi pasca operasi
adalah radioterapi seluruh mammae pasca operasi konservasi mammae.
Radioterapi paliatif

Terutama untuk terapi paliatif kasus stadium lanjut dengan rekurensi dan
metastasis.
Rekonstrusi payudara

Untuk rekonstruksi payudara bisa digunakan implan silikon atau salin maupun
jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Rekonstruksi bisa dilakukan
bersamaan dengan mastektomi atau bisa juga dilakukan di kemudian hari. Akhir-akhir
ini keamanan pemakaian silikon telah dipertanyakan. Silikon kadang merembes dari
kantongnya sehingga implan menjadi keras, menimbulkan nyeri dan bentuknya
berubah. Selain itu, silikon kadang masuk ke dalam laliran darah.
Kemoterapi & Obat Penghambat Hormon

Kemoterapi dan obat penghambat hormon seringkali diberikan segera setelah


pembedahan dan dilanjutkan selama beberapa bulan atau tahun. Pengobatan ini
menunda kembalinya kanker dan memperpanjang angka harapan hidup penderita.
Pemberian beberapa jenis kemoterapi lebih efektif dibandingkan dengan kemoterapi
tunggal. Tetapi tanpa pembedahan maupun penyinara, obat-obat tersebut tidak dapat
menyembuhkan kanker payudara.
Efek samping dari kemoterapi bisa berupa mual, lelah, muntah, luka terbuka di mulut
yang menimbulkan nyeri atau kerontokan rambut yang sifatnya sementara. Pada saat
ini muntah relatif jarang terjadi karena adanya obat ondansetron. Tanpa ondansetron,
penderita akan muntah sebanyak 1-6 kali selama 1-3 hari setelah kemoterapi. Berat
dan lamanya muntah bervariasi, tergantung kepada jenis kemoterapi yang digunakan
dan penderita. Selama beberapa bulan, penderita juga menjadi lebih peka terhadap
infeksi dan perdarahan. Tetapi pada akhirnya efek samping tersebut akan menghilang.
Tamoxifen adalah obat penghambat hormon yang bisa diberikan sebagai terapi
lanjutan setelah pembedahan. Tamoxifen secara kimia berhubungan dengan esrogen
dan memiliki beberapa efek yang sama dengan terapisulih hormon (misalnya
mengurangi resiko terjadinya osteoporosis dan penyakit jantung serta meningkatkan
resiko terjadinya kanker rahim). Tetapi tamoxifen tidak mengurangi hot flashes
ataupun merubah kekeringan vagina akibat menopause.
Kemoterapi
Kemoterapi pra-operasi

Terutama kemoterapi sistemik, bila perlu dapat dilakukan kemoterapi


intra-arterial.
Kemoterapi adjuvant pasca operasi

Dewasa ini indikasi kemoterapi adjuvant pasca operasi relative luas,


terhadap semua pasien karsinoma invasif dengan diametr terbesar tumor
lebih besar atau sama dengan 1 cm harus dipikirkan kemoterapi
adjuvant.
Kemoterapi terhadap kanker mammae stadium lanjut atau rekuren dan
metastatik
Kemoterapi adjuvant karsinoma mammae selain sebaian kecil masih
memakai regimen CMF, semakin banyak yang memakai kemoterapi
kombinasi berbasis golongan antrasiklin.

Terapi Hormonal
Obat Antiesterogen

Tamoksifen. Merupakan penyekat reseptor estrogen, mekanisme


utamanya adalah berikatan dengan reseptor esterogen secara kompetitif.
Efek samping trombosis vena dalam, karsinoma endometrium.
Inhibitor Aromatase

Menghambat kerja enzim aromatase, sehingga menghambat atau


mengurangi atau mengurang perubahan androgen menjadi esterogen.
Golongan obat : anastrozol, Letrozol, dan golongan steroid.
Obat sejenis progestrogen

Medroksiprogesterogen asetat dan megosterol. Mekanisme obat ini


adalah melalui umpan balik hormon progestin menyebabkan inhibisi
aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal, andrgen menurun, sehingga
mengurangi sumber perubahan manjadi estrogen dengan hasil turunya
kadar estrogen.
Pengobatan kanker payudara yang telah menyebar
Kanker payudara bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh. Bagian tubuh yang
paling sering diserang adalah paru-paru, hati, tulang, kelenjar getah bening, otak dan
kulit. Kanker muncul pada bagian tubuh tersebut dalam waktu bertahun-tahun atau
bahkan berpuluh-puluh tahun setelah kanker terdiagnosis dan diobati. Penderita
kanker payudara yang telah menyebar tetapi tidak menunjukkan gejala biasanya tidak
akan memperoleh keuntungan dari pengobatan. Akibatnya pengobatan seringkali
ditunda sampai timbul gejala (misalnya nyeri) atau kanker mulai memburuk.
Jika penderita merasakan nyeri, diberikan obat penghambat hormon atau kemoterapi
untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh. Tetapi jika kanker hanya
ditemukan di tulang, maka dilakukan terapi penyinaran. Terapi penyinaran merupakan
pengobatan yang paling efektif untuk kanker tulang dan kanker yang telah menyebar
ke otak.
Obat penghambat hormon lebih sering diberikan kepada:
kanker yang didukung oleh estrogen
penderita yang tidak menunjukkan tanda-tanda kanker selama lebih
dari 2 tahun setelah terdiagnosis - kanker yang tidak terlalu
mengancam jiwa penderita.
Obat tersebut sangat efektif jika diberikan kepada penderita yang berusia 40 tahun dan
masih mengalami menstruasi serta menghasilkan estrogen dalam jumlah besar atau
kepada penderita yang 5 tahun lalu mengalami menopause. Tamoxifen memiliki
sedikit efek samping sehngga merupakan obat pilihan pertama. Selain itu, untuk
menghentikan pembentukan estrogen bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat
ovarium (indung telur) atau terapi penyinaran untuk menghancurkan ovarium.
Jika kanker mulai menyebar kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah
pemberian obat penghambat hormon, maka digunakan obat penghambat hormon yang
lain. Aminoglutetimid adalah obat penghambat hormon yang banyak digunakan untuk
mengatasi rasa nyeri akibat kanker di dalam tulang. Hydrocortisone (suatu hormon
steroid) biasanya diberikan pada saat yang bersamaan, karena aminoglutetimid
menekan pembentukan hydrocortisone alami oleh tubuh.
Kemoterapi yang paling efektif adalah cyclophosphamide, doxorubicin, paclitaxel,
dosetaxel, vinorelbin dan mitomycin C. Obat-obat ini seringkali digunakan sebagai
tambahan pada pemberian obat penghambat hormon.

LO.1.8. PENCEGAHAN
Pada prinsipnya, strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar,
yaitu pencegahan pada lingkungan, pada pejamu, dan milestone. Hampir setiap
epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit
tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker
payudara, pencegahan yang dilakukan antara lain berupa:

Pencegahan primer
Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi
kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan
diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat.
Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan
payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko
terkena kanker payudara.

Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena
kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal
merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan
dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami
perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari
semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada
mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya
kanker payudara. Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan
dengan beberapa pertimbangan antara lain:
Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk
assessement survey.
Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan
mammografi setiap tahun.
Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai
mencapai usia 50 tahun.
Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit
pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)
dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker
payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas
mendeteksi secara dini menjadi 75%

Deteksi Dini Kanker Payudara Sendiri dengan SADARI

PENGERTIAN SADARI
Usaha atau cara pemeriksaan payudara yang secara teratur dan sistematik oleh
wanita itu sendiri yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari program
screening atau deteksi dini. (Romauli, Suryati, 2009 : 166)

TUJUAN SADARI
Dapat mendeteksi ketidaknormalan atau perubahan yang terjadi pada
payudara.

1.Ciri-ciri Tumor Payudara


Adanya benjolan
Keras
Dan mastalgia (rasa sakit) pada payudara (Nugroho, 2010)

2.Ciri-ciri Kanker Payudara


Adanya benjolan di payudara
Adanya borok atau luka yang tidak sembuh (Romauli, Suryati, 2009 : 165)
Keluar cairan yang tidak normal dari putting susu, cairan berupa nanah, darah,
cairan encer atau keluar air susu pada wanita yang tidak hamil dan menyusui
Perubahan bentuk dan besarnya payudara
Kulit putting susu dan areola menekuk ke dalam atau berkerut
Nyeri dipayudara (Setiati, Eni, 2009:51).

3. Penyebab kanker payudara


Pola makan yang tidak baik atau mengkonsumsi lemak terlalu banyak
Merokok
Minum minuman alcohol
Tidak menyusui (ibu menyusui yang ASInya tidak disusukan)
Faktor keturunan

4. Fungsi payudara: Suatu organ tambahan yang ada pada perempuan yang fungsinya
sebagai produksi susu setelah melahirkan

WAKTU MELAKUKAN SADARI


Dengan mengikuti cara yang sama setiap bulan, sekitar 1 minggu sesudah
menstruasi terhitung sejak hari pertama pada waktu payudara dalam keadaan
tidak membengkak. Pada wanita yang umurnya lebih dari 20 tahun,
melakukan SADARI tiap 3 bulan sekali. (Saryono, 2009)
Beberapa cara melakukan pijatan payudara
A.Ke atas kebawah (Up and Down)
B.Pijatan menuju puting (Wedge)
C.Pijatan melingkar (Circular)

SADARI (Indonesian Breast Self Examination, 2003)

Pencegahan tertier
Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita
kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan
stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup
penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita
serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan
pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap
ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan
kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan
hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.

Banyak faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli
kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi
angka kejadian kanker. Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker
payudara lebih mudah diobati dan bisa disembhan jika masih pada stadium
dini.SADARI, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur
penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.
Penelitian terakhir telah menyebutkan 2 macam obat yang terbukti bisa mengurangi
resiko kanker payudara, yaitu tamoxifen dan raloksifen.Keduanya adalah anti
estrogen di dalam jaringan payudara.tamoxifen telah banyak digunakan untuk
mencegah kekambuhan pada penderita yang telah menjalani pengobatan untuk kanker
payudara. Obat ini bisa digunakan pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi.

Mastektomi pencegahan adalah pembedahan untuk mengangkat salah satu atau kedua
payudara dan merupakan pilihan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang
memiliki resiko sangat tinggi (misalnya wanita yang salah satu payudaranya telah
diangkat karena kanker, wanita yang memiliki riwayat keluarga yang menderita
kanker payudara dan wanita yang memiliki gen p53, BRCA1 atauk BRCA 2).

LO.1.9. KOMPLIKASI
Metastasis di parenkim paru pada rontgenologis memperlihatkan gambaran
coin lesion
yang multiple dengan ukuran yang bermacam-macam. Metastasis ini seperti
pula mengenai pleura yang dapat mengakibatkan pleural effusion. Metastasis ke
tulang vertebra akan terlihat pada gambaran rontgen sebagai gambaran osteolitik atau
destruksi yang dapat pula menimbulkan fraktur patologis berupa fraktur kompresi.

Metastasis tumor ganas payudara dapat terjadi melalui dua jalan :


1) Metastasis melalui sistem vena
Metastasis tumor ganas payudara melalui sistem vena akan menyebabkan
terjadinya metastasis ke paru-paru dan organ-organ lain. Akan tetapi dapat pula terjadi
metastasis ke vertebra secara langsung melalui vena-vena kecil yang bermuara ke v.
Interkostalis dimana v. Interkostalis ini akan bermuara ke dalam v. Vertebralis. V.
Mammaria interna merupakan jalan utama metastasis tumor ganas payudara ke
paruparu melalui sistem vena,
2) Metastasis melalui sistem limfe
Metastasis tumor ganas payudara melalui sistem limfe adalah ke kelenjar getah
bening aksila. Pada stadium tertentu, biasanya hanya kelenjar aksila inilah yang
terkena.
a. Metastasi ke kelenjar getah bening sentral. Kelenjar getah bening sentral ini
merupakan kelenjar getah bening yang tersering terkena metastasis. Menurut beberapa
penyelidikan hampir 90% metastasis ke kelenjar aksila adalah ke kelenjar getah
bening sentral.
b. Metastasis ke kelenjar getah bening interpektoral.
c. Metastasis ke kelenjar getah bening subklavicula.
d. Metastasis ke kelenjar getah bening mammaria eksterna. Metastasis ini adalah paling
jarang terjadi dibanding dengan kelenjar-kelenjar getah bening aksila lainnya.
e. Metastasis ke kelenjar getah bening aksila kontralateral. Jalan metastase ke kelenjar
getah bening kontralateral sampai saat ini masih belum jelas. Bila metastase tersebut
melalui saluran limfe kulit, sebelum sampai ke aksila akan mengenai payudara
kontralateral terlebih dahulu. Padahal pernah ditemukan kasus dengan metastasis ke
kelenjar getah bening aksila kontralateral tanpa metastasis ke payudara kontralateral.
Diduga jalan metastasis tersebut melalui deep lymphatic fascial plexus di bawah
payudara kontralateral melalui kolateral limfatik.
f. Metastasis ke kelenjar getah bening supraklavicula. Bila metastasis karsinoma
mammae telah sampai ke kelnjar getah bening subklavicula, ini berarti bahw
metastasis tinggal 3-4 cm dari grand central limfatik terminus yang terletak dekat
pertemuan v. Subklavicula dan v. Jugularis interna. Bila sentinel nodes yang terletak
di sekitar grand central limfatik terminus telah terkena metastasis, dapat terjadi stasis
aliran limfe. Sehingga bisa terjadi aliran membalik, menuju ke kelenjar getah bening
supraklavicula dan terjadi metastasis ke kelenjar tersebut. Penyebaran ini disebut
sebagai penyebaran tidak langsung. Dapat pula terjadi penyebaran ke kelanjar
supraklavicula secara langsung dari kelenjar subklavicula tanpa melalui sentinel
nodes.
g. Metastasis ke kelenjar getah bening mammaria interna ternyata lebih sering dari yang
diduga. Biasanya terjadi pada karsinoma mamma di sentral dan kuadran medial. Dan
biasanya terjadi setelah metastasis ke aksila.
h. Metastasis ke hepar. Selain melalui sistem vena, ternyata dapat terjadi metastasis
karsinoma mammae ke hepar melalui sistem limfe. Keadaan ini terjadi bila tumor
primer terletak di tepi medial bagian bawah payudara. Metastasis melalui sistem limfe
yang jalan bersama-sama vasa epigastrika superior. Bila terjadi metastasis ke kelenjar
preperikardial akan terjadi stasis aliran limfe dan bisa terjadi aliran balik limfe ke
hepar dan terjadi metastasis hepar.

LO.1.10. PROGNOSIS

Prognosis kanker payudara ditentukan oleh :


a. Staging (TNM)
Semakin dini semakin baik prognosisnya
Stadium I : 5-10 thn 90-80%
Stadium II : 70-50%
Stadium III : 20-11%
Stadium IV : 0%
Stadium 0 / in situ : 96,2%

i. Jenis histopatologi keganasan


Karsinoma in situ mempunyai prognosis yang baik dibandingkan dengan karsinoma
yang sudah invasif. Suatu kanker payudara yang disertai oleh gambaran peradangan
yang dinamakan mastitis karsinomatosa ini mempunyai prognosis yang sangat
buruk. Harapan hidup kurang lebih 2 tahun hanya 5%. Tepat tidaknya tindakan
terapi yang diambil berdasarkan staging sangat mempengaruhi prognosis.

LI.2 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PANDANGAN ISLAM DALAM


MENGHADAPI PENYAKIT BERAT

Diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun)


dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan).

Hakikat Istighfar dan Taubat :


Imam Ar-Raghib Al-Ashfahami menerangkan : Dalam istilah
syara', taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali
dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya
dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal
itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna. (Al-Mufradat fi
Gharibil Qur'an, dari asal kata tauba hal. 76)
Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan :
Para ulama berkata, 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib.
Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut
pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. Pertama, hendaknya
ia menjauhi maksiat tersebut. Kedua, ia harus menyesali perbuatan
(maksiat)nya. Ketiga, ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya
lagi. Jika salah satunya hilang, maka taubatnya tidak sah.
Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya
ada empat. Ketiga syarat di atas dan Keempat, hendaknya ia membebaskan
diri (memenuhi) hak orang tersebut. Jika berbentuk harta benda atau
sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman)
tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk
membalasnya atau meminta ma'af kepadanya. Jika berupa ghibah
(menggunjing), maka ia harus meminta maaf. (Riyadhus Shalihin, hal. 41-
42)
Adapun istighfar, sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-
Asfahani adalah Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Dan
firman Allah.

Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha


Pengampun. (Nuh : 10)

Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun


hanya dengan lisan semata, tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan
hingga dikatakan, memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja
tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta. (Al-Mufradat fi
Gharibil Qur'an, dari asal kata ghafara hal. 362)

Allah mengajarkan kita cara bertobat sebagaimana tercantum dalam


Alquran, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika
Engkau tidak mengampuni kami, niscaya, pastilah kami termasuk orang-
orang yang merugi." (Q.S. al A'raaf [7] :23).

Sesungguhan kita bertobat insya Allah menjadi bagian dari rezeki


yang besar dari Allah SWT. "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari
Tuhanmu dan kepada surga..." (Q.S. Ali Imran [3]:133).

Ciri-ciri tobat nasuha.

1. Menyesal.
Adanya penyesalan setelah melumuri diri dengan dosa
dan kenistaan; adanya penyesalan setelah berbicara
kotor; penyesalan ketika mata melihat kemaksiatan;
penyesalan ketika menyakiti orang, adalah sikap-sikap
yang menunjukkan adanya kecenderungan tobat nasuha.
Orang yang tidak menyesal, tidak termasuk tobat.
Orang yang bangga pada dosa-dosa yang pernah
dilakukannya, menunjukkan bahwa dia belum sungguh-
sungguh bertobat.

2. Memohon ampun kepada Allah.

Memohon ampun kepada Allah bisa dilakukan dengan


cara mengucapkan istigfar sebagaimana dicontohkan
oleh Nabi Adam as dan Nabi Yunus as di dalam
Alquran. Di samping itu, memohon ampun harus
dilakukan secara sungguh-sungguh dari hati yang paling
dalam. Inilah salah satu tanda orang yang bersungguh-
sungguh dalam tobatnya. Begitu pula dengan ungkapan
sedih, derai air mata, dan menggigilnya perasaan adalah
ekspresi dari penyesalan yang mendalam.

3. Gigih untuk tidak mengulangi.

Bukan sekadar tidak berbuat dosa, berpikir ke arah sana


saja tidak boleh. Memang, kita dikaruniai
kecenderungan untuk berbuat hal-hal yang negatif.
Akan tetapi, bukan berarti harus dituruti. Namun, untuk
dihindari, karena itulah yang akan membuat kita
mendapatkan ganjaran dari Allah SWT.

Al-Quran sangat menaruh perhatian terhadap permasalahan tawakal


ini. Sehingga kita jumpai cukup banyak ayat-ayat yang secara langsung
menggunakan kata yang berasal dari kata tawakal. Berdasarkan pencarian
yang dilakukan dari CD ROM Al-Quran, kita mendapatkan bahwa
setidaknya terdapat 70 kali, kata tawakal disebut oleh Allah dalam Al-
Quran. Jika disimpulkan ayat-ayat tersebut mencakup tema berikut:

1. Tawakal merupakan perintah Allah


SWT.
Allah berfirman dalam Al-Quran (QS. 8 : 61)

Dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha


Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Lihat juga QS.11:123, 25:58, 26:217, 27:79, 33:3, 33:48,

2. Larangan bertawakal selain kepada


Allah (menjadikan selain Allah sebagai penolong)

Allah berfirman (QS. 17:2)

Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan
kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah
kamu mengambil penolong selain Aku,

3. Orang yang beriman; hanya kepada


Allah lah ia bertawakal.

Allah berfirman (QS. 3 : 122) :

Dan hanya kepada Allahlah, hendaknya orang-orang mumin


bertawakal.

Lihat juga QS.3:160, 5:11, 5:23, 7:89, 8:2, 9:51, 58:10, 64:13.

4. Tawakal harus senantiasa mengiringi suatu azam (baca;


keingingan/ ambisi positif yang kuat)

Allah berfirman (QS. 3 : 159)


Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-
orang yang bertawakkal kepada-Nya.

5. Allah sebaik-baik tempat untuk menggantungkan


tawakal (pelindung)

Allah berfirman (QS. 3: 173)

Dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami


dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."

Lihat juga QS.4:81, 4:109, 4:132, 4:171.

6. Akan mendapatkan perlindungan, pertolongan dan


anugrah dari Allah.

Allah berfirman (QS. 8 : 49):

"Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah


Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

Lihat juga QS.17:65.

7. Mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat (surga)

Allah berfirman (QS. 16: 41-42):

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka


dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada
mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih
besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang sabar dan
hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal.

Lihat juga QS.29:58-59.

1. Allah akan mencukupkan orang yang bertawakal kepada-Nya.

Allah berfirman (QS. 65:3):

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan


barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah
mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

1. Orang yang bertawakal hanya kepada


Allah, akan masuk ke dalam surga tanpa hisab.

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda:






















) (

Dari Abdullah bin Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda: Telah


ditunjukkan kepadaku keadaan umat yang dahulu, hingga saya melihat
seorang nabi dengan rombongan yang kecil, dan ada nabi yang mempunyai
penigkut satu dua orang, bahkan ada nabi yang tiada pengikutnya.
Mendadak telihat padaku rombongan yang besar (yang banyak sekali), saya
kira itu adalah umatku, namun diberitahukan kepadaku bahwa itu adalah
nabi Musa as beserta kaumnya. Kemudian dikatakan kepadaku, lihatlah ke
ufuk kanan dan kirimu, tiba-tiba di sana saya melihat rombongan yang
besar sekali. Lalu dikatakan kepadaku, Itulah umatmu, dan di samping
mereka ada tujuh puluh ribu yang masuk surga tanpa perhingungan (hisab).
Setelah itu nabi bangun dan masuk ke rumahnya, sehingga orang-orang
banyak yang membicarakan mengenai orang-orang yang masuk surga tanpa
hisab itu. Ada yang berpendapat; mungkin mereka adalah sahabat-sahabat
Rasulullah SAW. Ada pula yang berpendapat, mungkin mereka yang lahir
dalam Islam dan tidak pernah mempersekutukan Allah, dan ada juga
pendapt-pendapat lain yang mereka sebut. Kemudian Rasulullah SAW
keluar menemui mereka dan bertanya, apakah yang sedang kalian
bicarakan?. Mereka memberiktahukan segala pembicaraan mereka. Beliau
bersabda, Mereka tidak pernah menjampi atau dijampikan dan tidak suka
menebak nasib dengan perantaraan burung, dan hanya kepada Rab nya lah,
mereka bertawakal. Lalu bangunlah Ukasyah bin Mihshan dan berkata,
Ya Rasulullah SAW doakanlah aku supaya masuk dalam golongan
mereka. Rasulullah SAW menjawab, Engkau termasuk golongan mereka.
Kemudian berdiri pula orang lain, dan berkata, doakan saja juga supaya
Allah menjadikan saya salah satu dari mereka. Rasulullah SAW menjawab,
Engkau telah didahului oleh Ukasyah. (HR. Bukhari & Muslim).

2. Tawakal merupakan sunnah Rasulullah


SAW.

Rasulullah SAW sendiri senantiasa menggantungkan tawakalnya


kepada Allah SWT. Salah satu contohnya adalah bahwa beliau selalu
mengucapkan doa-doa mengenai ketawakalan dirinya kepada Allah SWT:






( )

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah SAW senantiasa berdoa, Ya


Allah hanya kepada-Mulah aku menyerahkan diri, hanya kepada-Mulah aku
beriman, hanya kepada-Mulah aku bertawakal, hanya kepada-Mulah aku
bertaubat, hanya karena-Mulah aku (melawan musuh-musuh-Mu). Ya Allah
aku berlindung dengan kemulyaan-Mu di mana tiada tuhan selain Engkau
janganlah Engkau menyesatkanku. Engkau Maha Hidup dan tidak pernah
mati, sendangkan jin dan manusia mati. (HR. Muslim)
DAFTAR PUSTAKA

Bagian Farmakologi FKUI, 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5.


Jakarta:FKUI

http://www.eramuslim.com/syariah/

Kapita Selekta Kedokteran 2000. edisi 3. Jilid II, Jakarta: Media Aesculapius
FKUI

Price, Sylvia Anderson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses Proses


Penyakit Edisi 6. Jakarta : EGC

Robbins. 2007. Buku Ajar Patologi Edisi 7 Volume 2. Jakarta : EGC

Sjamsuhidajat, R. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta : EGC

Tim Penanggulangan & Pelayanan Kanker Payudara Terpadu Paripurna R.S


Kanker Dharmais 2003. Penatalaksanaan Kanker Payudara Terkini , edisi 1,
Pustaka Obor, Jakarta.