Anda di halaman 1dari 3

GENETIKA II RESUME HAL 514 517

Represi Katabolit

Adanya glukosa telah lama diketahui untuk mencegah induksi operon lac, serta operon lain
yang mengendalikan enzim yang terlibat dalam katabolisme karbohidrat. Fenomena ini
disebut represi katabolit (atau efek glukosa), menjamin bahwa glukosa dimetabolisme saat
ini, dalam preferensi untuk yang lain, kurang efisien, sumber energi.

Represi katabolit dari operon lac dan beberapa operon lainnya diperantarai oleh protein
regulator yang disebut CAP (catabolite activator protein/protein aktivator katabolit) dan
molekul efektor kecil yang disebut AMP siklik (adenosin-3, 5-monophosphate; disingkat
cAMP). Karena CAP mengikat cAMP ketika mononukleotida ini berada pada konsentrasi
yang cukup, sehingga sering disebut protein reseptor AMP siklik.

Lacpromoter memiliki dua sisi yang berikatan yang terpisah, satu sisi untuk RNA polymerase
dan sisi lain untuk CAP/Camp kompleks (gambar 18.10).

CAP/cAMP harus ada dan berikatan dengan sisi di lac promoter agar operon dapat diinduksi.
CAP/cAMP kompleks mengakibatkan diberikannya control positif atas transkripsi operon
lac. Hal ini mengakibatkan adanya efek yang berlawanan dengan repressor yang mengikat
operator. Meskipun mekanisme CAP/ cAMP dapat merangsang terikatnya RNA polymerase
namun promotornya masih belum pasti, hal ini mengakibatkan adanya kontrol positif dari
transkripsi lac operon yang mapan dengan hasil walaupun dengan percobaan in vivo dan in
vitro. Fungsi dari CAP adalah sebagai dimer, hal ini seperti dengan lac repressor sebagai
multimeric dalam keadaan fungsional.

Hanya CAP/cAMP kompleks yang dapat berikatan dengan promoter lac, ketiadaan
cAMP mengakibatkan CAP tidak dapat berikatan. cAMP berfungsi sebagai effector molekul,
hal ini menentukan efek dari CAP saat transkripsi lac operon. Konsentrasi dari intraseluler
cAMP sangat sensitive terhadap kehadiran dari glukosa. Konsentrasi yang besar dari glukosa
dikarenakan tajamnya penurunan dari konsentrasi cAMP. Glukosa mencegah aktifnya
adenilcyclase, enzim ini berfungsi sebagai pengkatalis dari formasi cAMP dari ATP. Dengan
demikan, kehadiran hasil glukosa dalam penurunan konsentrasi intraseluler cAMP. Kehadiran
dari konsentrasi yang rendah cAMP, mengakibatkan CAP tidak dapat berikatan dengan lac
promoter. Sebagai gantinya RNA polymerase tidak dapat berikatan dengan efektif dengan lac
promoter karena CAP/cAMP yang tidak berikatan. Dengan demikian keberadaan glukosa,
transkripsi lac operon tidak pernah melebihi 2% dari tingkat induksi yang diamati dalam
ketiadaan glukosa. Dengan mekanisme yang mirip, CAP dan cAMP menjaga arabinosa (ara)
dan glukosa (gal) operon dari E. coli yang menginduksi kehadiran dari glukosa.

GAMBAR HAL 516

Gambar 18.8
Penelitian mengenai diploid parsial E. coli menunjukkan bahwa operator hanya bertindak
dalam konfigurasi cis. Sintesis fungsional -galactosidase, -galactosidase permease, dan -
galactosidase transacetylase adalah (a) diinduksi dalam diploid parsial genotif FI+P+OcZ-Y-
A- /I+P+O+Z+Y+A+ dan (b) konstitutif dalam diploid parsial genotif FI+P+OcZ+Y+A+/ I+P+O+Z-
Y-A-. Hasil ini menunjukkan bahwa operator (O) bertindak pada kondisi cis (cis-acting), yaitu
hanya mangatur gen-gen struktural yang terletak pada kromosom yang sama.