Anda di halaman 1dari 8

Tugas Manajemen Strategi

KONSEP PENGEMBANGAN KAMPUNG NELAYAN PASAR BAWAH


SEBAGAI KAWASAN WISATA

Disusun oleh
Kelompok 2 :
1. Agustina C2B015157
2. Ayatullah Khomeini Budaya C2B015160
3. Bakti Agus Rahmansyah C2B015161
4. Lailatul Kadri C2B015168
5. Reffi Heldayani C2B015174
6. Reni Wijayanti C2B015175
7. Yanoar Pribadi C2B015179

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BENGKULU
2016
KONSEP PENGEMBANGAN KAMPUNG NELAYAN PASAR BAWAH
1
SEBAGAI KAWASAN WISATA

I. PENDAHULUAN

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508
pulau dan dikenal sebagai kawasan Nusantara (Kepulauan Antara). Indonesia sudah
seharusnya bangkit menjadi negara maritim yang besar dan kuat. Wilayah perairan
Indonesia yang lebih luas dari daratan seyogyianya dapat menopang penghidupan
masyarakatnya. Laut, samudera, selat dan teluk merupakan masa depan negara. Nenek
moyang bangsa Indonesia adalah pelaut ulung yang berjaya pada masanya. Namun,
ironisnya saat ini justru nelayan menyumbangkan angka kemiskinan yang cukup tinggi

Menurut data statistik Perikanan Tangkap di Indonesia, Jumlah Nelayan di


Indonesia 2.748.908 orang, sedangkan untuk Individu Rumah Tangga Sasaran (RTS)
Nelayan Miskin menurut data PPLS 2011 berjumlah 1.077.272 orang (261.609 RTS).
Untuk mengurangi jumlah RTS tersebut beberapa kementerian yang tergabung dalam
program PKN (Peningkatan Kesejahteraan Nelayan) telah mengupayakan
penanggulang-an kemiskinan tersebut dengan tujuan meningkatkan akses ketersediaan
pelayanan dasar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.
(http://www.budilaksono.com, 2015)

Tahun 2015-2019 telah dicanangkan program PKN dengan tema Sekaya


Maritim yaitu, Seribu Kampung Nelayan yang Mandiri, Tangguh, Indah, dan Maju.
Diharapkan dengan transformasi program PKN ini akan memberikan dampak positif
bagi kehidupan nelayan dan lingkungan sekitarnya, meningkatkan pendapatan nelayan,
serta memajukan daerah sasaran dengan ketersediaan tenaga terampil, penyerapan
tenaga kerja, dan perkembangan sarana dan prasarana.
Provinsi Bengkulu terletak di bagian barat Sumatera yang berbatasan langsung
dengan Samudra Hindia, Provinsi Bengkulu memiliki potensi yang cukup besar pada
sub sektor perikanan, terutama perikanan laut. Letak wilayah yang sebagian besar
menghadap ke Samudera Hindia dengan panjang pantai mencapai 525 km,
menyebabkan Provinsi Bengkulu memiliki luas Laut Teritorial sebesar 53.000 km2 dan
luas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE jarak 12 200 mil laut dari pantai) mencapai
685.000 km2. Perbatasan dengan samudra hindia ini melewati beberapa Pemerintahan
Kabupaten/Kota, yang meliputi :
2
1. Pemerintah Kabupaten Mukomuko
2. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara
3. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah
4. Pemerintah Kota Bengkulu
5. Pemerintah Kabupaten Seluma
6. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan
7. Pemerintah Kabupaten Kaur
Dari 10 Pemerintah Kabupaten/Kota, terdapat 7 Pemerintah Kabupaten/Kota yang
berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Melihat Geografi Pemerintah Provinsi Bengkulu yang berada di pinggir laut, dan
ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola potensi laut yang ada, mengakibatkan
Provinsi Bengkulu menjadi Provinsi yang berpendapatan terendah di Sumatera dan dari
data BPS dilihat dari jumlah penduduk miskin per Maret 2016 tercatat mencapai 328,61
ribu orang atau sebesar 17,32 persen, terbesar di Sumatera.
Pemerintahan Provinsi yang baru dibawah Gubernur Ridwan Mukti tampaknya
serius untuk merubah wilayah Rafflesia ini menjadi pusat pembangunan maritim di
kawasan barat Sumatera. Keseriusan tersebut ditunjukkan dalam perayaan Pelaksanaan
Pekan Nelayan dan Kemaritiman tahun 2016, Samudra Hindia dan lautan luas yang
dimiliki Bengkulu diharapkan mampu memberikan kontribusi dan kehidupan yang layak
untuk masyarakat Bengkulu. Karena itu, mengembalikan masa kejayaan dan sekaligus
kedaulatn maritim di lautan menjadi keseriusan visi pemerintah kedepan, dan menjadi
langkah awal Bengkulu untuk tidak lagi memunggungi maritim.
Pemprov Bengkulu, telah memprogramkan untuk membangun tujuh
perkampungan nelayan tersebar di sejumlah kabupaten pesisir yang ada di daerah ini.
Pembangunan kampung nelayan ini ditargetkan tuntas dalam tahun depan. "Ketujuh
kampung nelayan yang akan dibangun itu bertujuan meningkatkan kesejahteraan para
nelayan yang ada di tujuh kabupaten dan kota. Ketujuh kampung nelayan direncanakan
dibangun di Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Mukomuko, Kaur, Bengkulu Selatan,
Seluma, dan Kabupaten Bengkulu Utara.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan salah satu Kabupaten yang wilayahnya
berbatasan dengan Samudra Hindia, menerima dampak dengan adanya program
pemerintah ini. Tahun 2017 Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan (BS) mendapatkan
program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun
200 unit rumah khusus Nelayan. Dalam menyikapi bantuan ini dan mensinergiskan
3
dengan Program Kampung Nelayan, Pemerintah Kab. Bengkulu Selatan akan
melaksanakan relokasi kampung nelayan Pasar Bawah ke lokasi baru di Pasar Pino,
seiring dengan upaya untuk menjadikan Pantai Pasar Bawah sebagai kawasan
pariwisata di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS).

II. PERMASALAHAN

Seiring dengan bantuan pemerintah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat untuk membangun 200 unit rumah khusus Nelayan, terdapat permasalahan atas
strategi yang akan dilakukan pemerintah dengan masyarakat. Pemerintah akan
merelokasi kampung nelayan yang sudah ada di Pasar Bawah ke Pasar Pino dan
pembangunan rumah yang ada nantinya akan diperuntukkan bagi nelayan dari Pasar
Bawah. Sedangkan dari sisi lainnya masyarakat mengharapkan tetap di Pasar Bawah.
Dari fenomena yang ada didapat beberapa permasalahan yaitu :

1. Mengapa Kampung Nelayan yang sudah ada di Pasar Bawah harus dilakukan
relokasi ke tempat lain dan apa yang mendasari hal tersebut ?

2. Mengapa Pemerintah tidak melakukan pengembangan pada Kampung Nelayan di


Pasar Bawah dengan konsep wisata ?

III. PEMBAHASAN

Dari uraian permasalahan yang ada dilakukan pembahasan mengenai rencana relokasi
kampung nelayan di Pasar Bawah oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dan
Bagaimana mengembangkan konsep pengembangan kampung nelayan Pasar Bawah
sebagai Kawasan Wisata.

1. Rencana Pemerintah dalam membangun Kampung Nelayan dengan melakukan


relokasi terhadap pemukiman nelayan dari Pasar Bawah ke Pasar Pino. Beberapa
informasi penting diterima berdasarkan wawancara dengan Kepala Dinas Kelautan
dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan :

a. Di lokasi Pantai Pasar Pino sebelumnya (beberapa tahun yang lalu) telah
terdapat dermaga, dan rencana Pemda Kab. BS, dengan dilakukannya relokasi
permukiman nelayan ke Pasar Pino akan membangkitkan dan menghidupkan
kembali dermaga yang pernah ada.

4
b. Dari perspektif Pemda Kab. BS daerah pasar pino merupakan daerah yang
strategis dan cocok dijadikan kampung nelayan.
Melihat kondisi Pasar Pino saat ini dimana masyarakat yang berprofesi sebagai
nelayan sangat sedikit dan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
Jumlah kapal nelayan juga dapat dihitung dengan jari. Dari hasil wawancara dengan
nelayan pasar pino diperoleh informasi yang berbeda dengan pemerintah dan perlu
menjadi perhatian khusus antara lain :

a. Kondisi alam yang ada tidak menguntungkan, dimana ombak dipantai cukup
besar, sehingga menyulitkan kapal nelayan untuk berangkat dan berlabuh.
mengakibatkan nelayan yang menggunakan kapal sangat sedikit dan aktivitas
nelayan lebih kepada mencari ikan dipinggir pantai dengan menggunakan jaring
darat (pukat).
b. Tempat penjualan ikan yang relatif masih sepi, yang berdampak pada tingkat
pendapatan nelayan.
c. Tidak adanya potensi pendapatan lainnya yang dapat diperoleh nelayan, selain
melakukan penjualan hasil ikan.
Dalam kondisi seperti ini, relokasi ke daerah pasar pino tidak akan membuat
nelayan lebih mudah melainkan akan bertambah sulit, karena berhadapan dengan
kondisi alam dan konsumen serta tujuan dari program kampung nelayan untuk
meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para nelayan tidak akan mudah untuk
dicapai. Untuk itu strategi Pemerintah dalam menerapkan relokasi dapat ditinjau
kembali.

2. Relokasi atau perpindahaan penduduk kampung nelayan dari satu tempat ke tempat
lainnya, tidak semudah dan semulus yang diharapkan kecuali bila pemindahan
penduduk terjadi diakibatkan terjadinya bencana alam di lokasi tersebut. Kampung
nelayan pasar bawah merupakan suatu pemukiman yang dihuni oleh sebagian besar
berprofesi sebagai nelayan. Kampung ini telah ada sejak puluhan tahun lalu,
masyarakat lahir dan besar, beraktivitas sosial dan ekonomi di daerah kampung
nelayan pasar bawah.

Johan Silas (1993) mengemukakan rumusan umum mengenai perumahan yaitu bahwa
rumah adalah bagian yang utuh dari permukiman dan bukan semata-mata hasil fisik yang
sekali jadi. Perumahan bukan (kata) benda melainkan merupakan suatu (kata) kerja yang
berupa proses berlanjut dan terkait dengan mobilitas sosial ekonomi penghuninya.

5
Berlandaskan pada pendapat diatas, kampung nelayan pasar bawah merupakan
permukiman yang telah ada sejak dulu, sehingga terjalin hubungan antara
penduduknya dengan tanah kelahirannya, untuk itu Pemerintah Kab. Bengkulu
Selatan TIDAK HARUS melakukan relokasi terhadap permukiman kampung
nelayan pasar bawah dan memusatkan daerah tersebut sebagai daerah wisata.

Pemerintah dapat melakukan Pengembangan Konsep Kampung Nelayan sebagai


Kawasan Wisata, sehingga terdapat interaksi antara masyarakat (nelayan) dengan
pengunjung (yang berwisata). Keterlibatan masyarakat menjadi komponen yang
penting dalam menuju apa yang diharapkan. Disebutkan dalam Turner (1972) bahwa
peran penghuni sangat dibutuhkan untuk terlibat dalam peran pembangunan permukiman.
Peran tersebut akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup sosial masyarakat dan
lingkungan di dalamnya. Sebaliknya, lingkungan permukiman justru dapat menjadi
halangan dalam kelangsungan hidup manusia serta bertambahnya beban biaya hidup jika
penghuni tidak dilibatkan dalam pembangunan permukiman untuk mereka. Pada akhirnya
pembangunan permukiman dan lingkungan ini bertujuan untuk mewujudkan permukiman
yang layak untuk seluruh lapisan masyarakat.

Melihat kondisi Pasar Bawah sekarang dimana akses menuju kampung nelayan
pasar bawah (relatif mudah karena berada di pusat kota). Dekat dengan Benteng
peninggalan sejarah, tempat berziarah (terdapatnya makam seorang syeh) dan satu-
satunya pantai di tengah kota Manna (Ibu Kota Kabupaten Bengkulu Selatan),
namun sayangnya pemukiman di Kampung Nelayan terkesan kumuh, sehingga
pemerintah melihat hal ini tidak mendukung pengembangan kawasan wisata.

Bagaimana hal ini dapat dipadukan, sehingga menjadi nilai jual yang tinggi dan
berdampak pada taraf hidup dan kesejahteraan nelayan ? Pertanyaan ini lah yang
seharusnya menjadi tantangan dalam penyusunan strategi oleh Pemerintah Kab
Bengkulu Selatan dalam meningkatkan pendapatan dan mengurangi tingkat
kemiskinan dan pengangguran di Kampung Nelayan Pasar Bawah.

Dengan memanfaatkan program bantuan pemerintah dari Kementerian Pekerjaan


Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun 200 unit rumah khusus Nelayan,
Pemerintah Kab. Bengkulu Selatan dapat melakukan konsep pengembangan
kampung nelayan sebagai kawasan wisata dengan melakukan :

a. Penataan dan pengecatan, sehingga permukiman di kampung nelayan terlihat


asri (dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan).

6
b. Keterlibatan masyarakat di Kampung Nelayan Pasar Bawah, sehingga
masyarakat mengetahui tujuan dari program pemerintah.
c. Pemanfaatan Sumber Daya Lokal,
- Menetapkan prioritas pengembangan potensi wilayah yang lebih mendominasi
(seperti potensi pantai) dengan membangun kios-kios penjualan ikan olahan
masyarakat setempat.
- Meningkatkan pengembangan kegiatan pariwisata dengan sektor lainnya
(pengembangan kerajinan batik dan produk olahan : ikan kering, gelamai dsb)
- Mengoptimalkan penggunaan sumberdaya lokal yang belum dimanfaatkan, seperti
keberadaan Sungai, lapangan yang memiliki potensi ekonomi, dengan menciptakan
suatu tempat wisata kuliner (warung-warung apung) disepanjang Sungai melalui
penataan ruang yang dilakukan berdasarkan pendekatan secara terkoordinasi,
berwawasan lingkungan, dengan memaksimalkan kondisi alam serta budaya
sebagai atraksi wisata.
- Pemeliharaan secara berkala pada infrastruktur (jalan yang terbangun) serta fasilitas
yang sudah ada guna akses pendukung perkembangan kampung.
d. Keterlibatan masyarakat
- Merumuskan program-program dalam pengembangan kampung untuk menarik
minat dan keinginan masyarakat setempat, yang bertujuan memberikan manfaat
ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat kampung nelayan (seperti bantuan dana
dalam peluang usaha home industri dan koperasi nelayan).
- Memberikan insentif yang sesuai bagi masyarakat untuk dapat lebih tertarik dalam
berpartisipasi secara intensif dengan memberikan program atau kegiatan rutin
dalam pemeliharaan aset wisata dan peluang usaha.
e. Penguatan institusi lokal
- Penguatan institusi lokal atau kelembagaan yang profesional, dalam mengatur
peluang usaha dibidang kepariwisataan pada masyarakat dengan atau tanpa adanya
program perbaikan kampung.
- Meningkatkan keterampilan dan kemampuan sumberdaya manusia dalam
pengelolaan program-program pariwisata dengan memberikan pelatihan yang
sesuai kebutuhan pengembangan kampung nelayan (seperti manajemen pariwisata),
baik yang formal atau non formal agar dapat merumuskan kebijakan-kebijakan
terkait pengembangan kampung sebagai kawasan wisata.
- Peningkatan sumberdaya manusia dan pembinaan kualitas pendidikan masyarakat
kampung nelayan melalui anggota masyarakat lain yang memiliki pendidikan yang
lebih tinggi dan berwawasan luas.

7
Jika konsep Pengembangan Kampung Nelayan Pasar Bawah direalisasikan, maka
Kampung Nelayan di Pasar Bawah sebenarnya LAYAK untuk dipertahankan
dengan mengembangkan Konsep Kampung Nelayan sebagai Kawasan Wisata.
Namun untuk menuju hal tersebut harus memperhatikan beberapa aspek penting,
Gunn (1994) mengemukakan bahwa suatu kawasan wisata yang baik dan berhasil secara
optimal didasarkan pada empat aspek, antara lain : 1) Mempertahankan kelestarian
lingkungannya, 2) Menjamin kepuasan pengunjung, 3) Meningkatkan keterpaduan dan
kesatuan pembangunan masyarakat di sekitar kawasan dan zone penataannya, 4)
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.

IV. KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Strategi Pemerintah Kab. Bengkulu
Selatan dalam memanfaatkan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat untuk nelayan dapat disinergikan dengan Program Kampung
Nelayan dengan tidak melakukan relokasi melainkan pengembangan Kampung Nelayan
dengan kawasan wisata.

Refrensi :
Ismariandi, Rozy et al. 2010. Konsep Pengembangan Kampung Nelayan Pasar Bengkulu
sebagai kawasan wisata. Jurnal Arsitektur ITS.

Edi, Kos. 2012. Strategi Pengembangan Objek Wisata Pasar Bawah di Kecamatan Pasar
Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Naturalis, Jurnal Penelitian Pengelolaan
Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Wardani, Gusti ayu, et al. 2014. Penataan Kampung Nelayan Desa Bendar Bajo Mulyo. Kec.
Juana Kabupaten Pati. Imaji, Vol 3, No. 3