Anda di halaman 1dari 15

PENOLAKAN PERUBAHAN

DALAM ORGANSIASI

Oleh
Kelompok 8

Bakti Agus Rahmansyah, SE


Lailatul Kadri, S. Kep
Reffi Heldayani, SE

Disampaikan dalam
Kuliah Manajemen Perubahan MM UNIB
Bengkulu, 12 Oktober 2016
LatarBelakang..
Organisasi akan berada di Perubahan Stabil
antara dua tekanan
Kurt Lewin membuat sebuah
teori yang disebut Medan
Kekuatan (Stoner, 1992) akan selalu ada tarik ulur antara yang menghendaki perubahan
(pendorong) dengan yang menghendaki kestabilan (penghambat).
Ketika Perubahan dilakukan
RESISTANCE TO CHANGE

(Stephen P. Robbins, Organizational


Behavior, Concepts, Controversies, and
Application, 1991)
RESISTENSI INDIVIDUAL
RESISTENSI INDIVIDUAL
1. Kebiasaan :
oMerupakan pola tingkah laku
yang ditampilkan berulang ulang
sepanjang hidup. Kebiasaan
dilakukan karena merasa nyaman,
menyenangkan, jika perubahan
berpengaruh besar terhadap pola
kehidupan maka akan muncul
mekanisme diri yaitu Penolakan.
RESISTENSI INDIVIDUAL
2. Rasa Aman (Kepastian):
oJika kondisi saat ini memberi rasa aman
(nyaman), & kita membutuhkan rasa aman yg
relatif tinggi, maka potensi menolak
perubahan pun besar. Status quo
dikedepankan sbg alasan.

3. Faktor Ekonomi :
oSegala sesuatu yang terkait dengan
pendapatan/income. Dengan perubahan
tertentu mungkin akan mengurangi
pendapatan, misal konsep 5 hari kerja
akan mengurangi upah lembur
RESISTENSI INDIVIDUAL
4. Takut akan sesuatu yang tidak
diketahui (Ketidakpastian) :
oTakut akan sesuatu yang tidak diketahui,
karena sebagian besar perubahan tidak
mudah diprediksi hasilnya. Dengan kata lain,
kondisi sekarang sudah pasti, sedangkan
kondisi nanti setelah perubahan belum
pasti. Maka orang akan cenderung memilih
kondisi sekarang dan menolak perubahan.

5. Persepsi :
oPersepsi merupakan cara pandang
individu tehadap dunia sekitarnya
(cara pandang ini mempengaruhi
sikap individu).
RESISTENSI ORGANISASIONAL

Inersia Struktural

Fokus Perubahan
berdampak luas

Inersia
Kelompok Kerja
RESISTENSI ORGANISASIONAL

Inersia Struktural :
Artinya penolakan yang terstruktur. Organisasi,
lengkap dengan tujuan, struktur, aturan main, uraian
tugas, akan menghasilkan stabilitas organisasi. Jika
perubahan dilakukan, maka besar kemungkinan stabilitas
organisasi akan terganggu

Dampak Luas Perubahan :


Fokus perubahan akan berdampak
luas, perubahan dlm organisasi tdk
mungkin hanya difokuskan pada satu
bagian saja karena organisasi merupakan
suatu sistem. Jika satu bagian diubah
maka bagian lain akan terpengaruh juga.
RESISTENSI ORGANISASIONAL

Inersia Kelompok Kerja :


Meskipun individu mau mengubah perilakunya,
namun norma kelompok memiliki potensi untuk
menghalangi perubahan. Dominasi pengaruh
kelompok lebih kuat pada individu dalam kelompok.

Ancaman Terhadap Keahlian :


Perubahan dalam pola
organisasional dapat mengancam
keahlian kelompok kerja tertentu.
Penerapan IT dapat menggantikan
aktifitas secara manual, terkait mutu
SDM.
RESISTENSI ORGANISASIONAL

Ancaman Kekuasaan :
Ancaman terhadap hubungan kekuasaan yang
telah mapan. Mengintroduksi sistem pengambilan
keputusan partisipatif seringkali dipandang
sebagai ancaman kewenangan, bagi tingkat middle
manager.

Ancaman Alokasi Sumber Daya :


Kelompok-kelompok dalam organisasi yang
mengendalikan sumber daya dengan jumlah relatif
besar sering melihat perubahan organisasi sbg
ancaman, apakah perubahan tersebut akan
mengurangi anggaran atau SDM kelompok
kerjanya atau tidak ?
7.TAKTIK MENGATASI PENOLAKAN
PERUBAHAN

Coch dan French Jr.


mengusulkan ada enam
taktik yang bisa dipakai
untuk mengatasi
resistensi perubahan
yaitu
DAFTAR PUSTAKA

Haerani, Siti, Strategi Menghadapi Penolakan SDM


terhadap Perubahan Organisasi,
Stephen P. Robbins, Organizational Behavior, Concepts,
Controversies, and Application, 1991
L. Coch dan J.R.P.French, Jr. Overcoming Resistance to
Change, 1948
Kurt Lewin, Field Theory in Social Science, 1951