Anda di halaman 1dari 6

Makalah Keselamatan dan

Kesehatan Kerja
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat untuk
memperoleh nilai mata pelajaran Keselamatan dan Kesehatan
Kerja

Disusun oleh:

Nurcholifah Maharani Pratiwi 141431025

Pardiana 141431026

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


TAHUN 2014

Makalah Keselamatan dan


Kesehatan Kerja

Disusun oleh:

Nurcholifah Maharani Pratiwi 141431025

Pardiana 141431026

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


TAHUN 2014

PENDAHULUAN

Kelamatan dan Kesehatan Kerja secara filosofis dapat diartikan sebagai


suatu pemikiran atau upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan
baik jasmani maupun rohani, tenaga kerja pada khususnya dan masyarakat
pada umumnya terhadap hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil
dan makmur. Secara keilmuan dapat diartikan sebagai Ilmu pengetahuan
yang diterapkan dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan
dan penyakit akibat kerja.

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek


perlindungan tenaga kerja yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003. Dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan
kesehatan kerja, diharapkan tenaga kerja akan mencapai ketahanan fisik,
daya kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi, Mencegah timbulnya
kecelakaan dan penyakit dari pekerjaan yang dilakukan, dan dapat
meningkatkan efisiensi kerja. Disamping itu keselamatan dan kesehatan
kerja dapat diharapkan untuk menciptakan kenyamanan kerja dan
keselamatan kerja yang tinggi. Jadi, unsur yang ada dalam kesehatan dan
keselamatan kerja tidak terpaku pada faktor fisik saja, tetapi juga mental,
emosional dan psikologi. Meskipun ketentuan mengenai kesehatan dan
keselamatan kerja telah diatur sedemikian rupa, tetapi dalam praktiknya
tidak seperti yang diharapkan. Begitu banyak faktor di lapangan yang
mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja seperti faktor manusia,
lingkungan dan psikologis. Masih banyak pula perusahaan yang tidak
memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai contoh kasus keselamatan
dan kesehatan kerja, Analisis kasus, Apa saja yang harus dilakukan untuk
mencegah timbulnya kecelakaan kerja.

CONTOH KASUS

JAKARTA - lantai 3 Ledakan yang terjadi di Gedung Puslabfor Mabes


Polri pukul 13.30 WIB. Seorang korban luka, bernama Iptu Syarifuddin
diketahui sedang menganalisa bahan kimia dan menggunakan tabung
pemanas untuk menganalisa logam. Tiba-tiba ledakan pun terjadi akibat
tangki untuk tabung pemanas rusak.

"Sedang kita analisa, tapi ini kecelakaan kerja, itu Syarifuddin


namanya, dia ahli kimia kecelakaannnya karena kimia juga. Dia sedang kerja
tahu-tahu meletus," kata Kapuslabfor Mabes Polri, Brigjen Budiono di Mabes
Polri, Jakarta Jumat (4/2/2011).

Dijelaskan Budiono penyebab ledakan adalah tabung berukuran tiga


liter. "Tangki untuk tabung pemanas. Dia (Syarifuddin) sedang menganalisa
logam. Akibat ledakan itu kaca pintu rusak dan melukai tangannya," kata
Budiono.

Ditegaskan Budiono penyebab ledakan adalah tabung pemanas untuk


analisa logam.
Lebih lanjut ia menegaskan, tak ada korban luka lain selain Syarifuddin. "Dia
Sendirian, sementara kami sembahyang Jumat, saat ini ia sudah dibawa ke
Rumah Sakit Tebet," kata Budiono.
ANALISA KASUS

Menurut kami, kecelakaan diatas adalah kecelakaan kerja akibat


faktor teknis karena kecelakaan tersebut terjadi disebabkan oleh
ledakan tabung pemanas ketika sedang menganalisa bahan kimia
untuk menganalisa logam. Akibatnya tangan Syarifuddin terluka. Hal
ini sebagai akibat dari minimnya penerapan standar keselamatan kerja
di kalangan pekerja. Pertama, Ia tidak melengkapi diri dengan alat-alat
keselamatan kerja, padahal perlengkapan keselaman kerja merupakan
alat antisipasi terhadap kemungkinan negatif yang timbul saat bekerja.

Hal yang harus dilakukan untuk mencegahnya adalah


menggunakan Perlindungan badan saat bekerja yang meliputi seluruh
badan. mengecek keadaan mesin sebelum digunakan serta mengecek
secara berkala keadaan mesin tersebut untuk mengetahui mesin yang
akan digunakan. Pengamanan listrik yang harus pula diadakan
pengecekan secara berkala. dan Pengamanan ruangan , meliputi
sistem alarm serta alat pemadam.
Daftar Pustaka

mgunturborneo.blogspot.com/2014/01/pengertian-tujuan-dan-
undang-undang.html

http://sp.beritasatu.com/home/sebuah-ledakan-keras-terjadi-di-
gedung-puslabfor-mabes-polri/3361

http://navale-engineering.blogspot.com/2013/02/pengertian-k3-
keamanan-kesehatan-dan.html

http://www.slideshare.net/shellyintanpermatasarie/makalah-bab-
13-kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3-hubungan-tenaga-kerja-
atau-manajemen