Anda di halaman 1dari 3

PULP MACHINE DEPARTEMENT

Pulp Machine Departement berisikan alat-alat yang difungsikan untuk mengubah


lembaran-lembaran kayu menjadi bubur kayu dan kertas melalui beberapa
tahapan yakni:
1. Chipping : proses ini berfungsi untuk mengubah balok-balok kayu menjadi
chip-chips kayu dalam bentuk yang lebih kecil.
2. Digester : berfungsi untuk merebus lembaran-lembaran chips kayu agar
lebih lunak sehingga dapat mempercepat proses pembentukan bubur
kayu.
3. Separator : untuk memisahkan kandungan air yang terdapat pada
lembaran-lembaran chips kayu.
4. Heat Exchanger : untuk melakukan pertukaran panas didalam dan diluar
alat.
5. Decanter : alat pemisah berdasarkan perbedaan berat jenis dengan
menggunakan prinmsip sentrifugal, bisa antara fase liquid-liquid atau fase
liquid-solid.
6. Storage : tangki penyimpanan bagi produk dan bahan baku dan juga untuk
menjaga kelancaran bahan baku dan serta menjaga produk dari
kontaminan.
7. Pulping : untuk mengubah chips-chips kayu menjadi bubur kayu yang
lebih halus dan lunak.
8. Blow Tank : tangki penampung bubur pulp yang sudah dimasak dari
digester yang funsi utamanya adalah untuk memisahkan kandungan air
dari bubur pulp dalam penampungan.

9. Washing : proses/teknik pencucian untuk meningkatkan softness serta


untuk mendapatkan kelusuhan dan pemucatan warna serta
menghilangkan zat pengotor yang masih terdapat dalam bubur kayu .
10.Pulp Washing Systems : untuk melakukan pencucian bubur kayu.
11.Bleaching : suatu proses yang bertujuan untuk menghilangkan sisa lignin
dari proses pulping yang banyak menggunakan bahan kimia seperti ClO2,
O2, H2O2, NaOH .
12.Pulp Bleaching Towers : menara tempat terjadinya proses pemutihan
bubur kayu agar tampak lebih bersih dan putih.
13.ClO2 Generator : mesin pendukung untuk memasok kebutuhan ClO2
sebagai bahan pemutih.
14.Stock Prep :
15.Pulp Storage : penyimpanan sementara bubur kayu yang telah melewati
proses pemutihan.
16.Mixing Chest : stok yang akan diproses menjadi lembaran yang sama
bentuknya seperti konsistensi,ph dan suhu.
17.Belnding :
18.Machine Chest : menjaga tekanan dalam alat.
19.Condensate Receiver Tanks : tangki pemurnian air kondensat dengan cara
mengalirkan air kondensat melintasi penukar ion dengan injeksi kimia
agar pencemar yang dapat mengakibatkan deposit dapat dihilangkan.
20.Evaporator : alat yang berfungsi untuk menguapkan molekul secara
spontan dari keadaan cair menjadi uap gas.
21.Recovery Boiler : boiler yang mempunyai fungsi untuk memurnikan
senyawa anorganik yang terdapat pada sisa hasil pembakaran dari
digester dan juga berfungsi sebagai pembangkit uap bertekanan tinggi.
Recovery boiler adalah bagian dari proses Kraft dari pembuatan pulp.
22.Slaker :
23.Smelt Disolving Tank :
24.Clarifier : alat untuk menjernihkan air baku yang keruh, dengan cara
melakukan pengendapan memisahkan sejumlah kecil zat-zat pengotor.
25.Green Liquor Storage : tangki penyimpanan cairan green liquor yang akan
digunakan sebagai bahan baku pada bagian recaustisizing untuk
menghasilkan white liquor(lindi putih
26.Weak Black Liquor Storage : cairan limbah produk yang dihasilkan dari
proses Kraft saat memasak bubur kayu menjadi bubur kertas untuk
menghilangkan lignin, hemiselulosa dan senyawa lainnya yang terdapat
dalam serat kayu.
27.Strong Black Liquor Storage :
28.Causticizer :
29.White Liquor Storage : tangki penyimpanan cairan putih yang merupakan
hasil reaksi dari green liquor dengan CaO(kapur tohor). Kandungan utama
dari white liquor adalah NaOH, Na2S, Na2CO3.
30.Chip Bin :
31.Source Water and Bar Screen :
32.Paper Making :
33.Turpentine Recovery :
34.Liquor Recovery :
Plant Wide:

MC Pump Standpipes :
Chemical and Additives :
Mill Water Storage :
Lubrication and Hydraulic Oils :