Anda di halaman 1dari 9

Proses Kraft

(Proses Pembuatan Kertas)

Kelompok 1

Pengertian
Proses kraft adalah suatu proses pembuatan
pulp dengan proses kimia.
Pulp adalah hasil pemisahan serat dari kayu. Berisi
selulosa.

PROSES KERJA

kayu dipotong-potong dengan mesin pemotong hingga ukuran kurang lebih 5cm,
potong-potongan ini kemudian diayak.
Kayu yang sudah halus di masukkan ke dalam tempat penampung yang
kemudian akan digester (dimasak).
Setelah potongan kayu di masukkan, tambahkan NaOH danNa 2S.
Kemudian di panaskan dan di aduk.
Pulp yang telah jadi di keluarkan dan di cuci dengan air dalam tanki pencuci
sehingga cairannya akan terpisah.
Cairan yang dihasilkan dimasukkan ke dalam tanki penampung untuk direcovery
Pulp yang sudah dicuci disaring lagi dengan saringan rotary drum filter
Hasilnya diputihkan dengan kalsium hipoklorit sehingga hasilnya sudah agak
putih.
Selanjutnya diinetralkan dengan CaO atau NaOH, dicuci dan dikeringkan.
Hasilnya terbentuklah pulp kering.

Lignin atau zat kayu adalah salah satu zat komponen penyusun
tumbuhan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses


kraft
Chip Size:
Ketebalan chip sangat berpengaruh dalam proses pulping, ketika cairan pemasak akan menembus chip pada
semua sisi. Jika chip tebal, cairan pemasak tidak akan menembus bagian dalam chip, sehingga bagian tersebut
tidak terjadi proses pemasakan.
Chip Bulk Density:
Merupakan parameter yang penting pada saat pengisian digester. Hal ini menentukan jumlah pulp yang dapat
masuk dan dinyatakan dalam kg/m 3 . Chip bulk density dipengaruhi oleh wood density dan chip size.
Chip Moisture:
Bark (Kulit kayu) dan kontaminasi lainnya:
Bark merupakan komponen yang tidak diinginkan dalam produksi pulp karena bark berisi 20-30% selulosa dan
20-30% ekstrktif dan selebihnya lignin. Bark sendiri akan menaikkan konsumsi alkali dan menguragi kekuatan
pulp. Kandugan ekstraktif yang tinggi menyebabkan masalah di evaporator dan pitch pada pulp machine.
White Liqour Properties:
White liqour merupakan bahan kimia pemasak. Bahan kimia tersebut antara lain: NaOH, Na 2S,
(Na2SO4.Na2CO3). White liquor digunakan untuk mengurangi kandungan lignin dalam digester dan juga untuk
ekstraksi selulosa. Digester yang digunakan adalah digester continue.
Cooking Control Variable:
Variabel yang digunakan adalah waktu dan temperatur.

Alkali Charge
Efektifitas normal alkali charge memiliki nilai
antara 10-18% Na2O dalam kayu kering tergantung
dari jenis kayu, kondisi pemasakan dan derajat
delignifikasi yang dibutuhkan. Kelebihan alkalli
dapat menyebabkan kenaikan angka delignifikasi
dan mengurangi hasil.
Liquor to wood ratio

Komponen Digester

Conveyor
alat pengangkut serpihan kayu dari chip pile ke digester bagian atas

Liquor heater
Merupakan alat penukar panas yang berbentuk tegak yang diletakkan
berdampingan dengan digester. Cara kerjanya adalah cairan pemasak mengalir melewati
pipa sedangkan steam masuk di luar pipa sehingga menjadi panas secara tidak
langsung.

Pompa sirkulasi
Alat yang digunakan untuk mensirkulasikan cairan pemasak dari dalam bagian
tengah digester ke bagian atas dan bawah.

Blow tank
Alat ini adalah tangki untuk menampung bubur kayu yang sudah siap dimasak dari
digester dan dilengkapi alat pengaduk. Agitator mencampur pulp dari digester dengan
black liquorsehingga bubur pulp dapat dipompa. Panas yang dihasilkan dari gas oleh
blow tank diproses kembali oleh blow heat accumulatorsebesar alat penukar panas
yang besar.

Accumulator tank
Alat ini adalah tangki untuk menampung panas yang
dihasilkan dari blow tank yang dihasilkan oleh blowing. Panas
tersebut diproses kembali dengan memanaskan air yang
hangat yang akhirnya air tersebut digunakan pada bagian
washing dan bleaching.
Relief Condenser
Alat untuk mengembunkan panas dari digester bagian atas
pada waktu proses pemasakan.
Air evacuation scrubber
Alat untuk menyerap sisa panas dari digester sesudah
digester blowing.
Heating up white liquor and black liquor system
Alat untuk memanaskan cairan pemasak sebelum
memasak.

Gambar Batch Digester

Gambar Continous Digester