Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN

PROGRAM ORIENTASI UPTD PUSKESMAS XIII KOTO KAMPAR I

1. Pendahuluan
Fungsi operasional merupakan dasar dalam pelaksanaan menajemen
sumber daya manusia (SDM) yang efesien dan efektif untuk mencapai tujuan
suatu organisasi/instansi tersebut. Fungsi operasional tersebut terdiri dari
orientasi, pelatihan dan pembangunan SDM. Sistem orientasi tersebut sangat
dibutuhkan sebagai wahana pembinaan ketenagakerjaan yang mampu
beroperasi secara efektif dan menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai.
2. Latar Belakang
Ketika memulai suatu pekerjaan baru bagi seorang karyawan, hal
pertama yang akan muncul dalam pikirannya adalah pertanyaan-pertanyaan
tentang kesanggupan melakukan pekerjaan baru serta kecocokan dengan
lingkungan barunya. Hal ini tentunya dapat mengurangi kepuasan karyawan
baru dan kemampuan untukbelajar bekerj, jika tidak ada antipasi lebih awal.
Pada dasarnya kesan awal akan terasa begitu kuat dan wajar wajar saja bagi
karyawan baru, karena karyawan baru masih memiliki sesuatu yang sedikit,
seperti pengetahuan dan pengalaman kerja, serta untuk melakukan penilaian
diri. (Mangkuprawira, 2003)
3. Tujuan Program Orientasi
Orientasi merupkan suatu hal yang penting dalam protes penerimaan
karyawan baru. Tanpa informasi dasar mengenai hal-hal seperti peraturan dan
kebijakan dalam perusahaan, karyawan baru dapat melakukan kesalahan
dalam menjalani pekerjaannya, dan tidak menutupi kemungkinan terjadi
kesalahan yang berbahaya (Gary, 2006). Oleh karena itu harus ada tujuan
yang jelas dalam pelaksanaan program orientasi.
a. Umum: Tenaga kesehatan yang baru dapat memahami tugas dan
fungsinya dengan tepat sesuai dengan visi, misi dan tujuan puskesmas
b. serta dapat mencapai target capaian yang diharapkan.
c. Khusus:
Tenaga kesehatan memahami tugas pokok dan fungsi puskesmas
Tenaga kesehatan memahami Visi, Misi dan tujuan puskesmas
Tenaga kesehatan memahami tugas, fungsi dari masing-masing
dari puskesmas
Tenaga puskesmas memahami tugas pokok, fungsi dan tanggung
jawabnya
4. PELAKSANAAN ORIENTASI
Pada uraian diatas bahwa orientasi merupakan suatu penyesuaian diri
karyawan terhadap perusahaan. Tujuannya jelas untuk membina karyawan
baru merasa cocok dengan lingkungan barunya. Selain itu karyawan baru
perlu dipersiapkan sejak awal agar nantinya mampu melakukan sesuatu tugas
yang dibebankan kepada mereka dengan lebih baik.
Program orientasi berhubungan erat dengan sosialisasi, yaitu
menciptakan hubungan sosial pada karyawan baru. Sosialisasi merupakan
proses yang berlansung melalui upaya agar seorang karyawan mulai mengerti
dan menerima nilai, norma, dan kepercayaan seperti yang terjadi di
perusahaan. Proses sosialisasi membantu memenuhu kebutuhan unutk
meningkatkan produktifitas karyawannya. Suatu instansi akan sukses karena
program orientasinya berlansung optimal, melalui peningkatan proses
sosialisasi terhadap karyawan baru.
5. LANGKAH-LANGKAH ORIENTASI
a. Pengarahan oleh Kepala Puskesmas
b. Pengarahan oleh masing-masing unit kerja di Puskesmas
c. Peninjauan ke masing-masing unit kerja di Puskesmas
d. Perkenalan dengan karyawan lama
e. Membuat uraian tugas
6. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
a. Persiapan (menyusun kegiatan rencana dan jadwal)
b. Pelaksanaan (dikoordinir oleh tatausaha)
c. Metode (ceramah, tanya jawab dan observasi unit kerja)
d. Alat dan bahan (ATK, buku-buku pedoman pelaksanaan program masing-
masing unit)
7. SASARAN
a. Petugas kesehatan yang baru diangkat, pindah dan menduduki jabatan
baru
b. Pengelola program yang BARU ada dipuskesmas
8. EVALUASI DAN PELAPORAN HASIL ORIENTASI
Kegiatan orientasi dicatat oleh Notulen dan dibuat laporannya oleh Tata
Usaha sebagai bahan untuk evaluasi kegiatan.
Mengetahui,
Kepala Puskesmas XIII Koto Kampar I

AKHYAR, S, S. Kep
Nip: 19620101 198512 1 002