Anda di halaman 1dari 2

Konselor sebaya adalah remaja yang mempunyai komitmen dan motifasi untuk memberikan

konseling bagi remaja sebayanya yang telah mengikuti pelatihan konseling dengan menggunakan
modul dan kurikulum standart (BKKBN, 2011).

Waktu yang diperlukan untuk menjadi konselor sebaya adalah selama 41 jam pelajaran (1 jam
pelajaran sama dengan 45 menit), dengan lama pelatihan 5 hari efektif (BKKBN, 2008). Senada
dengan pendapat suarjo (2008) konselor sebaya adalah remaja terlatih yang direkrut dari jaringan
kerja sosial memungkinkan terjadinya jumlah kontak yang sepontan dan informal. Konselor teman
sebaya adalah teman yang memberkan bantuan kepada teman yang lain dibawah bimbingan
konselor ahli. Dalam konseling teman sebaya, peran dan kehadiran konselor ahli tetapp diperlukan.
Dalam model konseling ini terhadap hubungan triadic antara konselor ahli konselor teman sebaya
dan konseli teman sebaya (fitriariza, 2010).

Beberapa pertimbangan yang mendasari pentingnya konselor teman sebaya

1. Remaja menjadikan teman-teman mereka sebagai sumber pertama dalam


mempertimbangkan pengambilan putusan pribadi
2. Berbagai keterampilan terkait pemberian bantuan yang efektif dapat dipelajari oleh orang
awam
3. Penggunaan teman sebaya dapat memperbaiki prestasi dan harga diri individu lainnya.
4. Kebutuhan akan teman sebaya merupakan salah satu kebutuhan yang paling menjadi
perhatian anak dan remaja (suarjo, 2008)

Hakikat dan prinsip-prinip teman sebaya.

Pada hakikatnya teman sebaya adalah konseling antara konselor ahli dengan konseli dengan
menggunakan perantara teman sebaya dari para konseli (konselingthrough peers)konselor sebaya
bukanlah konselor profesional atau ahli terapi konselor

Dalam konseling sebaya, konselor sebaya adalah sahabat yang karena kemampuan dan kelebihan-
kelebihan personalnya, mereka memperoleh pelatihan untuk secara bersama-sama membantu dan
mendampingi proses belajar serta pengembangan diri dan rekan-rekan mereka. konselor teman
sebaya adalah jembatan penghubung (bridge) antara konselor dengan konseli. Fungsi bridge
konselor teman sebaya berlaku dalam dua arti yaitu menjambatani layanannya, yaitu konselor ahli
kepada konseli, dan atau menjembatani konseli untuk bersedia datang guna memperoleh pelayanan
dari konselor ahli (Suwarjo, 2008).

Kontak-kontak yang terjadi dalam konseling teman sebaya dilakukan dengan memegang prinsip-
prinsip (Kan, 1996: 4):

a. Informasi (termasuk masalah) yang dibahas dalam sesi-sesi konseling teman sebaya adalah
rahasia.Dengan demikian, apa yang dibahas dalam kelompok haruslah menjadi rahasia
kelompok
b. Harapan, hak-hak, nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan konseli dihormati
c. Tidak ada penilaian (judgement) dalam sesi konseling teman sebaya.
d. Pemberian informasi dapat menjadi bagian dari konseling teman sebaya, sedangkan
pemberian nasehat tidak.
e. Teman yang dibantu (konseli) bebas untuk membuat pilihan, dan kapan mengakhiri sesi.
f. Konseling temansebaya dilakukan atas dasar kesetaraan (equality)
g. Setiap saat konseli membutuhkan dukungan yang tidak dapat dipenuhi melalui konseling
teman sebaya, dia dialih tangankan kepada konsellor ahli, lembaga, atau organisasi yan
glebih tepat.
h. Kapanpun membutuhkan konseli memperoleh informasi yan gjelas tentang konseling
teman sebaya, tujuan, proses dan tehnik yang digunakan dalam konseling teman sebaya
sebelum mereka memanfaatkan layanan tersebut

selain prinsip prinsip tersebut dalam konseling teman sebaya juga berlaku prinsip bahwa segala
keputusan akhir yan gdiambil konseli berada pada tahap konseli (suwarjo, 2008)

pemilihan calon konselor sebaya kriteria hangat memiliki emosi yang stabil. Energik dan memiliki
prestasi belajar yang cukup baik dan dapat menjaga rahasia yang dapat diketahui dari hasil
pengamat, pembimbing, dan juga dilakukan secara sukarela (suwarjo, 2008).