Anda di halaman 1dari 11

AWAL PERKEMBANGAN METODE EKSPERIMEN DAN PENERAPANNYA DALAM

PENELITIAN FISIKA
Fisika adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari
gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Fisikawan
mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel
submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam
semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem
materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai
hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam
lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang
mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang
dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang
dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan
elektromagnetika.
Nah para sahabat fisika ingin tahu bagaimana sejarah perkembangan ilmu fisika itu? Kalau
dicari asal-usulnya ternyata menarik juga lho. Bahkan sistem kalender sampai mesin mobil yang
kawan-kawan sering temui dalam kehidupan sehari-hari ternyata para ilmuwan fisika yang
menemukannya.

Menurut Richtmeyer, sejarah perkembangan ilmu fisika dibagi dalam empat periode yaitu:
Periode Pertama.
Dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550 an. Pada periode pertama ini
dikumpulkan berbagai fakta fisis yang dipakai untuk membuat perumusan empirik. Dalam
periode pertama ini belum ada penelitian yang sistematis. Beberapa penemuan pada periode ini
diantaranya :
a. 2400000 SM - 599 SM: Di bidang astronomi sudah dihasilkan Kalender Mesir dengan 1 tahun
= 365 hari, prediksi gerhana, jam matahari, dan katalog bintang. Dalam Teknologi sudah ada
peleburan berbagai logam, pembuatan roda, teknologi bangunan (piramid), standar berat,
pengukuran, koin (mata uang).

b. 600 SM 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan
matematika. Dalam bidang Astronomi sudah ada pengamatan tentang gerak benda langit
(termasuk bumi), jarak dan ukuran benda langit. Dalam bidang sain fisik Physical Science, sudah
ada Hipotesis Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom. Archimedes memulai tradisi
Fisika Matematika untuk menjelaskan tentang katrol, hukum-hukum hidrostatika dan lain-lain.
Tradisi Fisika Matematika berlanjut sampai sekarang.

c. 530 M 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di
Timur Tengah. Dalam kurun waktu ini terjadi Perkembangan Kalkulus. Dalam bidang Astronomi
ada Almagest karya Ptolomeous yang menjadi teks standar untuk astronomi, teknik observasi
berkembang, trigonometri sebagai bagian dari kerja astronomi berkembang. Dalam Sain Fisik,
Aristoteles berpendapat bahwa gerak bisa terjadi jika ada yang nendorong secara terus menerus;
kemagnetan berkembang ; Eksperimen optika berkembang, ilmu Kimia berkembang (Alchemy).

d. 1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting
dalam revolusi saintifik. Sudah ada arah penelitian yang sistematis

Periode Kedua
Dimulai dari tahun 1550an sampai tahun 1800an. Pada periode kedua ini mulai
dikembangkan metoda penelitian yang sistematis dengan Galileo dikenal sebagai pencetus
metoda saintifik dalam penelitian. Hasil-hasil yang didapatkan antara lain: Kerja sama antara
eksperimentalis dan teoris menghasilkan teori baru pada gerak planet. Newton: meneruskan kerja
Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang sampai
sekarang masih dipakai. Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula
Persamaan Bernoulli, Teori Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum
Sudut, Persamaan Lagrange. Dalam Fisika Panas ada penemuan termometer, azas Black, dan
Kalorimeter. Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.
Dalam Kelistrikan ada klasifikasi konduktor dan nonkonduktor, penemuan elektroskop,
pengembangan teori arus listrik yang serupa dengan teori penjalaran panas dan Hukum
Coulomb.

Periode Ketiga
Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini diformulasikan konsep-
konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam
periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi
umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai
sampai saat ini.

Dalam Mekanika diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian dipakai dalam Fisika
Kuantum), Persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika.
Dalam Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas, penjalaran
panas dan lain-lain.
Dalam Listrik-Magnet diformulasikan Hukum Ohm, Hukum Faraday, Teori Maxwell dan lain-
lain. Dalam Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi
dan lain-lain.

Periode Keempat
Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang. Pada akhir abad ke 19 ditemukan beberapa
fenomena yang tidak bisa dijelaskan melalui fisika klasik. Hal ini menuntut pengembangan
konsep fisika yang lebih mendasar lagi yang sekarang disebut Fisika Modern. Dalam periode ini
dikembangkan teori-teori yang lebih umum yang dapat mencakup masalah yang berkaitan
dengan kecepatan yang sangat tinggi (relativitas) atau/dan yang berkaitan dengan partikel yang
sangat kecil (teori kuantum).

Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstein menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah
kesetaraan massa dan energi E=mc2 yang dipakai sebagai salah satu prinsip dasar dalam
transformasi partikel.
Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh
Schroedinger, Pauli , Heisenberg dan lain-lain, melahirkan teori-teori tentang atom, inti, partikel
sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan
teknologi.

I. FISIKA ZAMAN PURBAKALA

Sejak zaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifat dari benda: mengapa
objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa material yang berbeda memiliki properti yang
berbeda, dan seterusnya. Lainnya adalah sifat dari jagad raya, seperti bentuk Bumi dan sifat dari
objek celestial seperti Matahari dan Bulan. Sejarah fisika dimulai pada tahun sekitar 2400 SM,
ketika kebudayaan Harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung
sudut bintang di angkasa. Sejak saat itu fisika terus berkembang sampai ke level sekarang.
Perkembangan ini tidak hanya membawa perubahan di dalam bidang dunia benda, matematika
dan filosofi namun juga, melalui teknologi, membawa perubahan ke dunia sosial masyarakat.
Revolusi ilmu yang berlangsung terjadi pada sekitar tahun 1600 dapat dikatakan menjadi batas
antara pemikiran purba dan lahirnya fisika klasik. Dan akhirnya berlanjut ke tahun 1900 yang
menandakan mulai berlangsungnya era baru yaitu era fisika modern.

Tokoh-tokoh fisika di zaman ini diantaranya :


A. THALES (620-547 SM)
1. Saintis pertama. Sudah memahami pentingnya prinsip-prinsip umum ketimbang
kejadian-kejadian khusus/individual.
2. Orang pertama yang mengajarkan strukur mikroskopik materi.
3. Air adalah elemen dasar alam. Segenap isi alam semesta ini terbuat dari air.
4. Gerakan larinya air merupakan alasan dasar untuk seluruh gerakan.
5. Menganggap materi dan gaya sebagai satu kesatuan.

B. ANAKSIMANDROSS (609-546 SM)


1. Muridnya Thales
2. Percaya bahwa alam diatur oleh suatu hukum. Lebih percaya pada kekuatan fisis
ketimbang kekuatan supernatural yang bikin keteraturan di alam.
3. Entitas wujud alam semesta adalan apeiron.
4. Apeiron ini mirip dengan konsep kehampaan/vacuum, sesutau yang tak jelas/tak tentu
dalam ruang dan waktu.
5. Sudah punya gagasan evousi binatang melalui mutasi, dan bukan melalui seleksi alam.
6. Hasil belajar dari Mesir, jam berdasarkan bayangan sinar matahari dari suatu tongkat.

C. ANAKSIMENES (585-525 bc)


1. Murid Anaksimandros
2. Udara/angin merupakan entitas wujud alam semesta, ia yang mendasari segalanya.
3. Panas dan dingin menyebabkan udara menciptakan suatu bentuk.
4. Bumi, matahari dan bintang adalah cakram/piringan di atas udara.

D. EMPEDOCLES (490-430 bc)


1. Entitas wujud di alam semesta terdiri atas 4 unsur: api, angin, air, tanah
2. Unsur-unsur 4 tersebut tidak bisa saling tukar menukar satu sama lain.
3. Ada 2 kekuatan/gaya: centripetal force of love dan centrifugal force of strife. Ini yang
bertanggung jawab dalam interaksi unsur-usur tersebut.
4. Teori 4 unsur ini di adopsi Aristoteles dan diyakini hingga abad renaisans.
5. Untuk membuktikan bahwa dia bisa abadi, dia melompat ke kawah gunung api Etna.

E. LEUCIPPOS (5th century bc)


1. Tak ada yang terjadi secara kebetulan tanpa alasan, segalanya pasti punya tujuan.
2. Bapak Atomisme : entitas wujud adalah atom
3. Ada 2 entitas ang invariant (bhs Indonesia: karar): atom dan kehampaan.
4. Segala sesuatu juga memiliki sifat mendasar: perubahan dan gerak.
5. Biasanya disebut bersamaan dengan muridnya, Democritus

II. FISIKA KLASIK

Pada zaman ini pemahaman dibidang kefisikaan masih sempit dan perkembangannya tidak
seluas pada perkembangan konsep-konsep fisika modern. Contoh-contoh pemikiran pada zaman
ini adalah :

A. MEKANIKA KLASIK (MEKANIKA NEWTONIAN)


Mekanika klasik menggambarkan dinamika partikel atau sistem partikel. Dinamika
partikel demikian, ditunjukkan oleh hukum-hukum Newton tentang gerak, terutama oleh hukum
kedua Newton. Hukum ini menyatakan, "Sebuah benda yang memperoleh pengaruh gaya atau
interaksi akan bergerak sedemikian rupa sehingga laju perubahan waktu dari momentum sama
dengan gaya tersebut".
Hukum-hukum gerak Newton baru memiliki arti fisis, jika hukum-hukum tersebut
diacukan terhadap suatu kerangka acuan tertentu, yakni kerangka acuan inersia (suatu kerangka
acuan yang bergerak serba sama - tak mengalami percepatan). Prinsip Relativitas Newtonian
menyatakan, "Jika hukum-hukum Newton berlaku dalam suatu kerangka acuan maka hukum-
hukum tersebut juga berlaku dalam kerangka acuan lain yang bergerak serba sama relatif
terhadap kerangka acuan pertama".
Konsep partikel bebas diperkenalkan ketika suatu partikel bebas dari pengaruh gaya atau
interaksi dari luar sistem fisis yang ditinjau (idealisasi fakta fisis yang sebenarnya). Gerak
partikel terhadap suatu kerangka acuan inersia tak gayut (independen) posisi titik asal sistem
koordinat dan tak gayut arah gerak sistem koordinat tersebut dalam ruang. Dikatakan, dalam
kerangka acuan inersia, ruang bersifat homogen dan isotropik. Jika partikel bebas bergerak
dengan kecepatan konstan dalam suatu sistem koordinat selama interval waktu tertentu tidak
mengalami perubahan kecepatan, konsekuensinya adalah waktu bersifat homogen.

B. ELEKTRODINAMIKA KLASIK
Elekrodinamika, sesuai dengan namanya adalah kajian yang menganalisis fenomena akibat
gerak elektron. Fenomena ini berkaitan dengan kelistrikan dan kemagnetan. Kendati
elektrodinamika merupakan bagian dari fisika klasik, hukum-hukum elektrodinamika yang
dikompilasi oleh Maxwell ternyata sesuai dengan teori Relativitas, salah satu pilar dari fisika
modern. Teori elektromagnet membahas medan elektromagnet, yaitu medan listrik dan medan
magnet . Kedua besaran ini berhubungan dengan rapat muatan dan rapat arus. Bagian ini tidak
akan mengulas secara rinci teori medan elektromagnet sebab dapat diperoleh dalam kuliah
khusus tentang elektrodinamika. Hal yang perlu dikemukakan di sini adalah bahwa menurut
Maxwell, medan listrik dan magnet memenuhi persamaan

Persamaan ini mengungkapkan bahwa medan elektromagnet merambat dalam ruang dalam
bentuk gelombang dengan kecepatan tetap v. Maxwell adalah orang pertama yang
mengungkapkan bahwa gelombang EM pada jangkauan frekuensi tertentu adalah gelombang
cahaya. Sejak itu orang kemudian memahami bahwa gelombang EM meliputi frekuensi sangat
rendah seperti sinar tampak (frekuensi berkisar 4000 A - 7000A), hingga radiasi frekuensi tinggi
seperti Sinar-X.
Dalam kajian optika dipahami bahwa cahaya memiliki berbagai sifat yang menunjukkan
bahwa konsep cahaya sebagai gelombang tidak esensial. Akan tetapi guna menjelaskan secara
lebih tepat mengenai gejala interferensi, khususnya difraksi, konsep cahaya sebagai gelombang
adalah mutlak.
Pada prinsipnya fisika klasik berpandangan bahwa materi terdiri atas partikel dan radiasi
terdiri atas gelombang. Pandangan ini menjadi acuan dalam menjelaskan gejala alam.
Contohnya, gaya yang dialami oleh partikel bermuatan seperti, elektron dan proton, dengan
massa masing-masing muatan listrik satu satuan, berinteraksi melalui interaksi gravitasi (massa)
dan elektromagnetik. Geraknya dapat dijelaskan melalui Hukum Lorentz. Akan tetapi, teori
klasik tidak mampu menjelaskan bagaiman interaksi partikel ini dengan cahaya (radiasi).

C. TERMODINAMIKA KLASIK
Thermodinamika adalah cabang ilmu pengetahuan yang membahas antara panas dan
bentuk bentuk energi lainnya. Michael A Saad dalam bukunya menerangkan Thermodimika
merupakan sains aksiomatik yang berkenaan dengan transformasi energi dari satu bentuk ke
bentuk lainnya . energi dan materi sangat berkaitan erat, sedemikian eratnya sehingga
perpindahan energi akan menyebabkan perubahan tingak keadaan materi tersebut.
Hukum pertama dari termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan
tidak dapat dihilangkan namun berubah dari satu bentuk menjadi bentuk yang lainnya. Hukum
ini mengatur semua perubahan bentuk energi secara kuantitatif dan tidak membatasi arah
perubahan bentuk itu. Pada kenyataannya tidak ada kemungkinan terjadinya proses dimana
proses tersebut satu satunya hasil dari perpindahan bersih panas dari suatu tempat yang
suhunya lebih rendah ke suatu tempat yang suhunya lebih tinggi. Pernyataan yang mengandung
kebenaran eksperimental ini di kenal dengan hukum kedua termodinamika.
Keterbatasan termodimika klasik. Termodinamika klasik menggarap keadaan sistem dari
sudut pandang makroskopik dan tidak membuat hipotesa mengenai struktur zat. Untuk membuat
analisa termodinamika klasik kita perlu menguraikan keadaan suatu sistem dengan perincian
mengenai karakteristik karakteristik keseluruhannya seperti tekanan , volume dan temperature
yang dapat diukur secara lansung dan tidak menyangkut asumsi asumsi mengenai struktur zat.
Termodinamika klasik tidak memperhatikan perincian, perincian suatu proses tetapi
membahas keadaan keadaan kesetimbangan. Dari sudut pandang termodinamika jumlah panas
yang dipindahkan selama suatu proses hanyalah sama dengan beda antara perubahan energi
sistem dan kerja yang dilaksanakan., jelaslah bahwa analisa ini tidak memperhatikan mekanisme
aliran panas maupun waktu yang diperlukan untuk memindahkan panas tersebut.
Termodinamika klasik mampu menerangkan mengapa perpindahan panas dapat terjadi,
namun termodinamika klasik tidak menjelaskan bagaimana cara panas dapat berpindah. Kita
mengenal bahwa panas dapat berpindah dengan tiga cara yaitu konduksi, konveksi dan radiasi.

D. TEORI RELATIVITAS UMUM


Einstein menyelesaikan teori relativitas umum pada 1915. Teori relativitas umum
menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetik tidak sesuai dengan teori gerakan Newton.
Menurut Newton, gravitasi dianggap sebagai kekuatan penarik... Planet-planet bergerak
mengelilingi matahari dalam bentuk lingkaran elips karena matahari memiliki kekuatan gravitasi
yang amat besar. Tapi menurut Einstein, gravitasi tidak dianggap sebagai kekuatan penarik, tapi
lebih sebagai kekuatan eksterior yang merupakan konsekwensi dari ruang dan waktu atau ruang-
waktu. Rangkaian ruang-waktu empat-dimensi yang melengkung seringkali dilukiskan seperti
sebuah karet yang dimelarkan oleh benda bermasabintang, galaksi, dll. Benda bermassa seperti
matahari melengkungkan ruang-waktu di sekelilingnya dan planet-planet bergerak di sepanjang
jalur melengkungnya ruang-waktu. Einstein berkata: materi memberitahu ruang bagaimana cara
melengkungkan/memelarkan dirinya; ruang memberitahu materi cara bergerak. Teori relativitas
umum memprediksi dengan tepat sampai pada tingkatan apakah sebuah sinar cahaya akan
terbentang saat ia lewat di dekat matahari. Kalau dipaksa menyimpulkan teori relativitas umum
dalam satu kalimat: Keberadaan ruang, waktu, dan gravitasi tidak terpisahkan dari benda.
III. FISIKA MODERN

Fisika modern ini ditandai dengan pemikiran-pemikiran baru oleh para ilmuwan fisika,
dimana pemikiran baru ini lebih luas dari pemikiran di zaman fisika klasik. Dengan kelamahan-
kelemahan fisika klasik, fisika modern mampu mengembangkan dan menjawab berbagai
permasalahan yang tidak terjawab oleh pemikiran fisika klasik. Beberapa penemuan penting
dalam zaman ini diantaranya :

A. RELATIVITAS KHUSUS
Hasil percobaan Michelson Morley tidak dapat dijelaskan melalui Fisika Klasik. Maka
Einstein mengemukakan dua postulat relativitas khusus:
1. hukum fisika dapat dinyatakan dalam persamaan yang berbentuk sama dalam semua
kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan tetap satu terhadap
lainnya.
2. kelajuan cahaya dalam ruang hampa sama besar untuk semua pengamat, tidak bergantung
dari keadaan gerak pengamat itu.

B. EFEK COMPTON
Pada efek fotolistrik, cahaya dapat dipandang sebagai kuantum energi dengan energi yang
diskrit. Kuantum energi tidak dapat digambarkan sebagai gelombang tetapi lebih mendekati
bentuk partikel. Partikel cahaya dalam bentuk kuantum dikenal dengan sebutan foton. Pandangan
cahaya sebagai foton diperkuat lagi melalui gejala yang dikenal sebagai efek Compton.
Jika seberkas sinar-X ditembakkan ke sebuah elektron bebas yang diam, sinar-X akan
mengalami perubahan panjang gelombang dimana panjang gelombang sinar-X menjadi lebih
besar. Gejala ini dikenal sebagai efek Compton, sesuai dengan nama penemunya, yaitu Arthur
Holly Compton.Sinar-X digambarkan sebagai foton yang bertumbukan dengan elektron (seperti
halnya dua bola bilyar yang bertumbukan). Elektron bebas yang diam menyerap sebagian energi
foton sehingga bergerak ke arah membentuk sudut terhadap arah foton mula-mula. Foton yang
menumbuk elektron pun terhambur dengan sudut terhadap arah semula dan panjang
gelombangnya menjadi lebih besar. Perubahan panjang gelombang foton setelah
terhambur. Dimana m adalah massa diam elektron, c adalah kecepatan cahaya, dan h adalah
konstanta Planck.

IV. PENEMUAN BARU DI BIDANG SAINS


Belum lama berselang, tepatnya tanggal 5 Juni yang lalu, suatu berita besar iptek muncul
dari sebuah konperensi fisika Neutrino 98 yang berlangsung di Jepang. Neutrino, salah satu
partikel dasar yang jauh lebih kecil daripada elektron, ternyata memiliki massa, demikian laporan
dari suatu tim internasional yang tergabung dalam eksperimen Super-Kamiokande. Tim ahli-ahli
fisika yang terdiri dari kurang lebih 120 orang dari berbagai negara termasuk AS, Jepang,
Jerman, dan Polandia tersebut melakukan penelitian terhadap data-data yang dikumpulkan
selama setahun oleh sebuah laboratorium penelitian neutrino bawah tanah di Jepang.
Jika laporan ini terbukti benar dan dapat dikonfirmasi kembali oleh tim lainnya maka akan
membawa dampak yang sangat luas terhadap beberapa teori fisika, terutama pembahasan
mengenai interaksi partikel dasar, teori asal mula daripada alam semesta ini serta problema
kehilangan massa (missing mass problem) maupun teori neutrino matahari.
Neutrino, atau neutron kecil, adalah suatu nama yang diberikan oleh fisikawan dan
pemenang hadiah Nobel terkenal dari Jerman: Wolfgang Pauli. Neutrino adalah partikel yang
sangat menarik perhatian para fisikawan karena kemisteriusannya. Neutrino juga merupakan
salah satu bangunan dasar daripada alam semesta yang bersama-sama dengan elektron, muon,
dan tau, termasuk dalam suatu kelas partikel yang disebut lepton. Lepton bersama-sama dengan
enam jenis partikel quark adalah pembentuk dasar semua benda di alam semesta ini.
Ditemukan secara eksperimental pada tahun 1956 (dalam bentuk anti partikel) oleh Fred
Reines (pemenang Nobel fisika tahun 1995) dan Clyde Cowan, neutrino terdiri dari 3 rasa
(flavor), yakni: neutrino elektron, neutrino mu dan neutrino tau. Neutrino tidak memiliki muatan
listrik dan selama ini dianggap tidak memiliki berat, namun neutrino memiliki antipartikel yang
disebut antineutrino. Partikel ini memiliki keunikan karena sangat enggan untuk berinteraksi.
Sebagai akibatnya, neutrino dengan mudah dapat melewati apapun, termasuk bumi kita ini, dan
amat sulit untuk dideteksi.
Diperkirakan neutrino dalam jumlah banyak terlepas dari hasil reaksi inti pada matahari
kita dan karenanya diharapkan dapat dideteksi pada laboratorium di bumi. Untuk mengurangi
pengaruh distorsi dari sinar kosmis, detektor neutrino perlu ditaruh di bawah tanah. Dengan
mempergunakan tangki air sebanyak 50 ribu ton dan dilengkapi dengan tabung foto
(photomultiplier tube) sebanyak 13 ribu buah, tim Kamiokande ini menemukan bahwa neutrino
dapat berosilasi atau berganti rasa. Karena bias berosilasi maka disimpulkan bahwa neutrino
sebenarnya memiliki massa.
Penemuan ini sangat kontroversial karena teori fisika yang selama ini kerap dipandang
sebagai teori dasar interaksi partikel, yakni disebut teori model standard, meramalkan bahwa
neutrino sama sekali tidak bermassa. Jika penemuan neutrino bermassa terbukti benar maka
boleh jadi akan membuat teori model standard tersebut harus dikoreksi.
Penemuan neutrino bermassa juga mengusik bidang fisika lainnya yakni kosmologi.
Penemuan ini diduga dapat menyelesaikan problem kehilangan massa pada alam semesta kita ini
(missing mass problem). Telah sejak lama para ahli fisika selalu dihantui dengan pertanyaan:
Mengapa terdapat perbedaan teori dan pengamatan massa alam semesta? Jika berat daripada
bintang-bintang, planet-planet, beserta benda-benda alam lainnya dijumlahkan semua maka
hasilnya ternyata tetap lebih ringan daripada berat keseluruhan alam semesta.
Para ahli fisika menganggap bahwa terdapat massa yang hilang atau tidak kelihatan.
Selama ini para ahli tersebut berteori bahwa ada partikel unik yang menyebabkan selisih massa
pada alam semesta. Namun teori semacam ini memiliki kelemahan karena partikel unik yang
diteorikan tersebut belum pernah berhasil ditemukan.
Dari hasil penemuan tim Kamiokande ini dapat disimpulkan bahwa ternyata partikel unik
tersebut tidak lain daripada neutrino yang bermassa. Menurut teori dentuman besar (Big Bang)
alam semesta kita ini bermula dari suatu titik panas luar biasa yang meledak dan terus
berekspansi hingga saat ini. Fisikawan Arno Penzias dan Robert Wilson (keduanya
kemudian memenangkan hadiah Nobel fisika tahun 1978) pada tahun 1965 menemukan sisa-sisa
gelombang mikro peninggalan dentuman besar yang sekarang telah mendingin hingga suhu
sekitar 3 Kelvin. Namun salah satu hal yang masih diperdebatkan adalah masalah ekspansi alam
semesta itu sendiri. Apakah hal ini akan terus menerus terjadi tanpa akhir? Penemuan neutrino
bermassa diharapkan akan bisa menjawab pertanyaan yang sulit ini.
Bayangkan suatu neutrino yang sama sekali tidak bermassa, seperti yang diperkirakan
selama ini. Gaya gravitasi tentu tidak akan berpengaruh sama sekali pada partikel yang tidak
memiliki berat. Namun apa yang terjadi jika neutrino ternyata memiliki berat? Dalam jumlah
yang amat sangat banyak neutrino-neutrino ini tentu akan bisa mempengaruhi ekspansi alam
semesta. Tampaknya ada kemungkinan ekspansi alam semesta suatu saat akan terhenti dan
terjadi kontraksi atau penciutan kembali jika ternyata neutrino memiliki massa.
Terakhir masih ada satu lagi problem fisika yang akan diusik oleh hasil penemuan ini yaitu
problem neutrino matahari, dimana terjadi selisih jumlah perhitungan dan pengamatan neutrino
yang dihasilkan oleh matahari kita. Untuk keabsahan penemuan ini tim internasional dari
eksperimen super Kamiokande dalam laporannya juga mengajak tim-tim saintis lainnya untuk
mengkonfirmasi penemuan mereka. Namun menurut pengalaman di masa lalu, laporan osilasi
neutrino dan neutrino bermassa selalu kontroversi dan jarang bisa dikonfirmasi kembali.
Untuk sementara ini para ahli harus sabar menunggu karena eksperimen semacam ini
hanya bisa dilakukan oleh segelintir eksperimen saja di seluruh dunia. Yang pasti jika hasil
penemuan ini memang nantinya terbukti benar maka jelas dampaknya akan sangat terasa pada
beberapa teori fisika modern.

V. FISIKA MASA KEJAYAAN ISLAM


Islam memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ilmu fisika, banyak tokoh-tokoh
islam yang menemukan berbagai teori-teori fisika, diantaranya adalah :
A. IBNU SINA
Sesungguhnya Anda akan mengetahui bahwa materi saat kosong secara alami, dan tidak
ditemukan adanya pengaruh luar (asing), tidak akan keluar dari tempat tertentu dengan bentuk
tertentu. Sebab, secara alami merupakan dasar untuk menjawab itu. Materi tetaplah materi, selagi
tidak ada tuntutan luar yang menggerakkannya maka keadaannya tetap seperti semula. Ini sama
seperti yang dikemukakan oleh Newton dalam hukumnya yang berbunyi materi akan tetap
dalam keadaan diam atau bergerak teratur selagi tidak dipaksa oleh kekuatan luar yg mengubah
keadaan tersebut.
B. ABU BARAKAT HABBATULLAH IBN MALKA AL-BAGHDADI
pada setiap gerakan untuk memendekkan waktu (perjalanan yang ditempuh) itu mungkin
tidak mustahil. Daya jika lebih kuat digerakkan lebih cepat bisa (menggerakkan) waktu yang
pendek. Jika daya itu bertambah kuat bertambah pula kecepatan hingga dapat memperpendek
waktu. Jika kekuatan itu tidak terbatas, kecepatan juga tidak terbatas. Demikian itu menjadikan
gerakan tanpa ruang waktu menjadi semakin kuat, karena penafsiran waktu dalam kecepatan
berakhir sesuai dengan daya kekuatan. Dalam bab 17, Al-Khala juga menyebutkan bahwa
kecepatan itu akan semakin bertambah jika daya semakin kuat. Jika bertambah daya dorong,
bertambah pula kecepatan materi yg bergerak sehingga bisa memendekkan waktu dalam
menempuh jarak tertentu. Hal ini juga dikemukakan oleh Newton dalam hukum yang ditulis
dengan persamaan F = d(mv)/dt.
Bunyi hukum Newton menyebutkan bahwa aksi = - reaksi. Dan Abu Barakat Habbatullah
ibn Malka Al-Baghdadi (480-560 H/1087-1164 M) dalam kitab Al-Mukhtabar fi Al-Hikmah
menyebutkan bahwa himpunan (komponen) saling tarik-menarik antara dua pergerakan pada
tiap-tiap satu dari benda yang saling tarik-menarik dalam daya tariknya, menimbulkan daya
perlawanan terhadap daya lainnya. Jika salah satunya menang bukan berarti menarik
sekelilingnya yang tidak mempunyai daya tarik lain. Bahkan kekuatan itu tetap ada dan kuat.
Andai tidak ada, niscaya yang lain tidak membutuhkan semua daya tarik tersebut.
apakah batu yang dilempar itu berhenti pada titik paling tinggi yang sampai kepadanya
saat dimulai pelemparannya ke sisi bumi? Dan ia menjawabnya sendiri Barangsiapa yang
menyangka bahwa antara gerakan batu yang dilempar tinggi dengan lingkaran kejatuhannya dan
berhenti, dia salah. Hal itu disebabkan karena lemahnya kekuatan yang memaksa batu itu dan
daya beratnya, sehingga melemahkan gerakannya, menyembunyikan gerakan pada satu sudut,
yang disangka dia itu diam (padahal dia telah menariknya, yaitu daya gravitasi).
C. IMAM FAKHRUDIN AR RAZI
partikel-partikel mempunyai daya tarik-menarik sejajar sampai berhenti di tengah-
tengah, tidak diragukan lagi, bahwa salah satu di antara keduanya berbuat dalam suatu gaya yang
saling menghalangi gaya lain. Pernyataan ini masih sama seperti hukum aksi reaksi newton.

D. IBNU HAITSAM
gerakan jika saling bertemu gerakan akan saling menolak. Daya pergerakan itu akan
tetap ada selagi masih terdapat unsur yang menolak (menghalangi). Gerakan akan kembali
menurut arah asal dia bergerak. Dimana daya geraknya untuk kembali itu sesuai dengan daya
gerakan yang menggerakkannya pada permulaan, juga menurut daya yang menolaknya.