Anda di halaman 1dari 8

Mata Pelajaran : Kewirausahaan

Kelas/semester : XI / 3

Pembimbing : Khaerul Syabar

Standar Kompetensi : Merencanakan Usaha Kecil / Mikro

Kompetensi Dasar : Menganalisis Aspek-Aspek Perencanaan Usaha

Sekolah : SMK MUHAMMADIYAH GARUT

A. ASPEK ORGANISASI USAHA SEDERHANA DALAM PENGELOLAAN USAHA

Aspek organisasi usaha sederhana dalam pengelolaan usaha meliputi tujuan dan sasaran usaha, bentuk badan usaha dan
struktur organisasi.

1. Tujuan dan Sasaran Usaha


a. Visi
Visi merupakan imajinasi seseorang tentang usahanya di masa yang akan datang. Visi membahas tentang :
1) Wawasan yang menjadi tolak ukur arah pertumbuhan usaha;
2) Bentuk usaha dimasa yang akan datang;
3) Cita-cita yang ingin dicapai oleh organisasi / perusahaan;
4) Arah dan strategi bisnis yang harus dilakukan untuk mengembangkan usaha.
b. Misi
Misi adalah usaha, pemikiran, dan langkah-langkah formal untuk mewujudkan sebuah visi. Misi selalu
menggandung hal sebagai berikut.
1) Tujuan dan alasan keberadaan suatu organisasi / usaha;
2) Tindakan dan langkah-langkah yang harus dilakukan;
3) Alasan mengapa bisnis harus berkembang;
4) Cara mewujudkan tujuan usaha.
c. Tujuan
Tujuan adalah penjabarn visi dan misi, dan merupakan hal yang akan dicapai atau dihasilkan oleh suatu
organisasi/perusahaan. Penentuan tujuan organisasi / perusahaan harus dibuat sedetail mungkin, realistis/dapat
dilakukan, fleksibel, jelas perumusannya, terukur kemajuannya, dan dapat dirancang untuk jangka pendek,
menengah dan dapat dirancang untuk jangka panjang.
Alasan seseorang untuk memulai usaha, antara lain :
a) Untuk meningkatkan pendapatan,
b) Untuk membuat perbedaan dan berkontribusi kepada masyarakat,
c) Untuk menggali potensi dengan melakukan sesuatu yang disukai,
d) Untuk menggunakan sumberdaya yang tersedia ( tenaga kerja, lahan, uang ) secara lebih efektif.
d. Sasaran
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan, yaitu apa yang akan dicapai atau dihasilkan oleh organisasi/perusahaan
dalam jangka waktu tertentu. Sasaran usaha harus spesifik, terukur, jelas kriterianya, memiliki indikator yang rinci
sehingga bisa tercapai secara efektif dan efisien.

1
B. BENTUK BADAN USAHA

Badan usaha merupakan kesatuan yuridis ekonomi yang bertujuan untuk mencari keuntungan. Badan usaha
mempunyai fungsi sebagai badan tertinggi yang mengurusi perusahaan, sedangkan perusahaan merupakan alat bagi
badan usaha dalam mendapatkan keuntungan tersebut. Maka dapat dikatakan bahwa perusahaan merupakan bagian dari
badan usaha.
Bentuk badan usaha yang akan dipilih seorang wirausahawan/wati banyak ditentukan oleh jenis usahanya,
permodalan, tanggung jawab usaha, keanggotaan, pembagian laba, publikasi dan lainnya.
1. Badan Usaha Berdasarkan Bentuk Hukumnya
a. Perusahaan perorangan
Perusahaan perorangan merupakan suatu badan usaha yang didirikan, dimodali, dikelola dan dipimpin oleh
seseorang yang bertanggung jawab terhadap segala resiko yang dijalani perusahaan.
Ciri perusahaan perorangan diantaranya :
1) Modal relatif terbatas
2) Proses pendirin relatif lebih mudah
3) Dikelola oleh seseorang
4) Laba yang dihasilkan oleh perusahaan perorangan adalah menjadi penghasilan pribadi yang diterima oleh
pengusaha tersebut dan terkena pajak yang diwajibkan oleh Internal Revenue Service ( IRS ).
b. Perusahaan Kemitraan / Persekutuan
a. Firma ( Fa )
Firma yaitu persekutuan untuk menjalankan usaha yang masing-masing sekutu baik secara sendiri-sendiri
maupun bersama-sama dapat menjalankan usaha dan bertanggung jawab kepada pihak ketiga.
Ciri-ciri firma antara lain :
a) Tanggung jawab tidak terbatas atas resiko perusahaan.
b) Tidak ada pemisahan antara kekayan pribadi dan kekayaan perusahaan.
c) Mendirikan firma dapat dilakukan dengan membuat akta resmi atau di bawah tangan yang kemudian
dapat didaftarkan pada kepanitraan Pengadilan Negeri dan di umumkan dalam berita negara.
Akta pendirian firma memuat tentang :
(1) Nama, nama kecil, pekerjaan dan tempat kediaman para sekutu
(2) Penunjujan nama bersama dari persekutuan atau cabang dari perusahaan
(3) Penunjukan siapa yang berhak menandatangani atau nama firma
(4) Saat dimulainya dan berakhirnya persekutuan.
d) Pembagian keuntungan berdasarkan pada besar kecilnya modal yang ditanamkan.

b. CV ( Commonditare Vennotschap / persekutuan komanditer )


CV yaitu persekutuan yang terdiri atas beberapa orang yang sebagian memasukkan modal, mengelola dan
bertanggung jawab tidak terbatas atas resiko perusahaan dan sebagian memiliki tanggung jawab terbatas
pada modal yang disertakan.
a) Ciri-ciri CV antara lain :
(1) Terdiri atas sekutu aktif dan pasif
(2) Sekutu aktif memiliki tanggung jawab tidak terbatas, sedangkan sekutu pasif memiliki tanggung
jawab yang terbatas.
(3) Dapat menambah modal perusahaan dengan mudah.
b) Macam-macam persekutuan komanditer :
(1) Persekutuan komanditer asli
(2) Persekutuan komanditer campuran
(3) Persekutuan komanditer bersaham
c. Perseroan Terbatas ( PT )
PT yaitu persekutuan dua orang atau lebih dengan modal yang berasal dari saham-saham dan masing-
masing sekutu mengambil satu atau lebih saham. Sekutu bertanggung jawab hanya pada modal yang
ditanamkan pada perseroan.

2
Ciri-ciri Perseroan Terbatas :
a) Tanggung jawab seluruh anggota perseroan adalah terbatas
b) Saham yang dimiliki dapat diperjualbelikan bila mebutuhkan uang tunai
c) Merupakan badan hukum
d. Koperasi
Koperasi yaitu badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang kegiatannya
beradasarkan pada prinsip koperasi dan sekaligus merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas
azas kekeluargaan.
Ciri-ciri koperasi :
1) Tanggung jawab anggotanya tidak dipengaruhi oleh besarny modal yang disetorkan.
2) Modalnya berbentuk simpanan-simpanan yaitu simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan
sukarela
3) Pembagian SHU ( Sisa Hasil Usaha ) berdasakan besar kecilnya jasa dari anggota.
2. Badan Usaha Menurut Kepemilikan Modalnya
a. Badan Usaha Milik Negara ( BUMN )
Badan usaha milik negara yaitu semua bentuk perusahaan yang seluruh modalnya merupakan kekayaan negara,
kecuali apabila ada ketentuan lain berdasarkan undang-undang. Kegiatan badan usaha ini adalah di bidang
produksi, jasa yang vital atau menguasai hajat hisup orang banyak. Sifat usahanya adalah mengutamakan
masyarakat umum. Contuh BUMN adalah perusahaan jawatan ( perjan ), perusahaan umum ( perum ) dan
perusahaan perseroan ( persero ).
b. Badan Usaha Milik Swasta ( BUMN )
Badan usaha milik swasta yaitu badan usaha yang modalnya berasal dari perseorangan atau sekelompok orang
dan tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. BUMS dibedakan menjadi :
1) Swasta asing, yaitu badanusaha yang modal atau manajemennya di kuasai oleh orang asing.
2) Swasta nasional, yaitu badan usaha yang modal atau manajemennya dikuasai oleh warga negara Indonesia.
c. Badan Usaha Milik Campuran
Badan usaha milik campuran merupakan badan usaha yang sebagian modalnya dimiliki oleh pihak swasta dan
sebagiannya dimiliki oleh negara.
3. Badan Usaha Berdasarkan Perbandingan Penggunaan Tenaga Kerja dan Mesin
a. Badan Usaha Padat Modal
Merupakan badan usaha yang di dalam kegiatannya lebih banyak menggunakan mesin dibandingkan
menggunakan tenaga manusia.
b. Badan Usaha Padat Karya
Merupakan badan usaha yang dalam kegiatannya lebih banyak menggunakan tenaga kerja ( manusia )
dibandingkan menggunakan tenaga mesin.
4. Badan Usaha Menurut Lapangan Usahanya
a. Badan Usaha Agraris
Badan usaha ini menghasilkan barang-barang dengan bantuan faktor alam, seperti kesuburan tanah dan iklim.
Contohnya adalah perusahaan perkebunan.
b. Badan Usaha Ekstraktif
Badan usaha ini kegiatannya adalah menggali, mengambil dan mengolah kekayaan alam yang tersedia dengan
tidak mengubah atau membuat barang. Contohnya adalah pertambangan.
c. Badan Usaha Industri
Badan usaha ini kegiatannya adalah mengubah atau mengolah bahan dasar menjadi barang setengah jadi atau
barang jadi. Contohnya adalah perusahaan tekstil.
d. Badan Usaha Perdagangan
Badan usaha ini kegiatannya adalah membeli barang untuk disimpan beberapa lama dan kemudian dikeluarkan
kembali melalui pertukaran atau penjualan.
e. Badan Usaha Jasa
Badan usaha ini kegiatannya adalah menyediakan ( memberi dan menyewakan ) jasa kepada orang atau badan
lain. Contohnya adalah usaha salon, bengkel, persewaan mobil dan lainnya.

3
5. Metode Untuk Memiliki Usaha Baru Yang Telah Ada
a. Mengambil Kepemilikan Dari Bisnis Keluarga
Banyak orang bekerja dalam bisnis keluarga dan setelah beberapa waktu dianggap menjadi pemilik. Ini dapat
menjadi cara ideal untuk memiliki bisnis karena kinerjanya dapat diprediksikan selama para karyawan utama
masih tetap bekerja disana.
b. Membeli Bisnis yang Telah Ada
Bisnis banyak yang dijual setiap hari di setiap kota. Kadang mereka diiklankan pada lembar koran lokal. Bisnis
ini di jual dengan berbagai alasan. Ini merupakan salah satu kesempatan untuk memiliki bisnis ini dengan syarat
bisnis yang akan dibeli sesuai dengan keahlian dan kondisi yang kita miliki.
c. Franchise ( Waralaba )
Franchise ( waralaba ) adalah suatu pengaturan perjanjian seorang pemilik bisnis ( franchisor )
memperbolehkan pemilik bisnis lain ( franchise ) memakai hak dagangnya ( berupa merek, nama dagangan atau
hak ciptanya ) dalam kondisi tertentu. Contohnya adalah seperti indomart, alfamart, dan lainnya.

C. STRUKTUR ORGANISASI SEDERHANA

Sebuah struktur organisasi mengidentifikasikan tanggung jawab untuk setiap posisi pekerjaan serta hubungan posisi-
posisi ini. Secara tipikal, struktur organisasi bervariasi untuk beberapa perusahaan.
1. Latar Belakang Struktur Organisasi
Setiap perusahaan hendaknya memiliki rencana strategis yang mengidentifikasikan arah bisnis di masa yang
akan datang. Tanggung jawab para manager harus diatur agar dapat mencapai rencana strategis.
Setiap perusahaan membentuk struktur organisasi atau struktur di dalam perusahaan yang mengidentifikasikan
tanggung jawab untuk setiap posisi pekerjaan dan hubungan antara posisi-posisi itu. Struktur organisasi juga
mengidentifikasikan bagaimana semua tanggung jawab pekerjaan saling melengkapi. Struktur organisasi berdampak
pada efisiensi dimana suatu perusahaan menghasilkan produknya dan oleh karena itu berdampak pada nilai
perusahaan.
2. Prinsip Prinsip Penyusunan Organisasi Usaha
Dalam menyusun suatu organisasi ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Tujuan organisasi sebagai sasaran yang akan dicapai perusahaan tersebut.
b. Menjadikan serangkaian pekerjaan menjadi suatu system.
c. Alur perintah yang mengidentifikasikan jabatan pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan oleh masing-
masing perangkat organisasi.
d. Keterampilan dalam pengawasan agar efisiensi kinerja perusahaan dapat dicapai.
e. Menyusun tatanan jabatan sesuai organisasi usaha secara jelas.
3. Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi
Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas, wewenang serta tanggung jawab, maka bentuk-bentuk struktur
organisasi dibedakan sebagai berikut.
a. Struktur organiasasi lini/garis
Pada model ini wewenang dan tanggung jawab dialirkan secara overhead dari atasan ke bawahan. Bentuk
struktur organisasi lini banyak dipakai pada perusahaan kecil yang jumlah karyawannya sedikit, selain itu model
ini sering dipakai kalangan militer. Struktur ini diciptakan oleh Henry Fayol.
Karakteristik struktur organisasi lini/garis diantaranya :
a) Organisasi bergantung pada satu pimpinan
b) Kesatuan perintah terjamin
c) Pembagian tugas kerja jelas
b. Struktur organisasi fungsional
Pada model ini berawal dari konsep adanya beberapa pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan
setiap atasan mempunyai wewenang member perintah kepada setiap bawahan, seepanjang ada hubungannya
dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berbeda-
beda.

4
Karakteristik struktur organisasi fungsional diantaranya :
a) Tidak menjamin adanya kesatuan perintah
b) Dalam melaksanakan tugas organisasi, dapat berjalan dengan fleksibel
c. Struktur Organisasi Fungsional dan Staf
Model ini merupakan gabungan dari beberapa struktur organisasi. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat
memilaj kebaikan dan keburukan dari masing-masing struktur organisasi yang kemudian kebaikan kebaikan
yang ada bias disatukan.
d. Struktur Organisasi Garis dan Staf
Model ini merupakan pengembangan dari organisasi garis, dimana dalam hal ini ada pemisahan antara pekerjaan
yang bersifat bantuan pekerjaan operasional langsung. Spesialisasi pekerjaan diletakan dalam staf sedangkan
yang berhubungan langsung dengan pekerja merupakan garis. Jadi, sifat staf hanya bersifat membantu
memberikan nasihat dan saran keahlian khusus tanpa mempunyai hak untuk memerintah pekerja secara
langsung.
e. Struktur Organisasi Matriks
Pada model ini, setiap karyawan memiliki 2 atasan atau 2 wewenang yaitu fungsional dan lateral. Dalam
organisasi matriks berbagai bagian dari perusahaan berinteraksi untuk berfokus pada proyek khusus. Karena
proyek itu mungkin hanya memerlukan sebagian dari satu minggu kerja normal, para peserta dapat tetap
melakukan tugas mereka yang normal, dan tetap bertanggung jawab kepada atasan yang sama untuk tugas itu.
4. Berbagai Macam Wewenang Perusahaan
a. Sentralisasi
Beberapa perusahaan menyerahkan sebagian besar wewenang kepada para manajer tingkat tinggi, yang disebut
sebagai sentralisasi. Dalam sentralisasi, para manajer menengah dan pengawas bertanggung jawab atas tugas-
tugas sehari-hari dan bertanggung jawab kepada manajer puncak. Akan tetapi mereka tidak berwenang dalam
membuat keputusan.
b. Desentralisasi
Dalam beberapa tahun terakhir banyak perusahaan terdesentralisasi, yang bererti bahwa wewenang terbagi
diantara berbagai divisi atau para manajer. Bentuk ekstrim dari desentralisasi dalah otonomi, dimana divisi
diperbolehkan membuat keputusan sendiri dan bertindak secara independen. Desentralisasi telah member
kontribusi pada inovasi dari sejumlah besar perusahaan teknologi, karena lebih banyak manajer menjadi lebih
kreatif. Desentralisasi dapat bermanfaat untuk mempercepat proses pembuatan keputusan. Keputusan dapat
dibuat lebih cepat karena para pembuat keputusan tidak harus menunggu persetujuan dari para manajer puncak.
5. Struktur Organisasi Informal
Struktur organisasi informal adalah jaringan komunikasi informasi yang terdapat diantara para karyawan
perusahaan. Jaringan ini ( kadang-kadang disebut sebagai selentingan ) berkembang sebagai akibat interaksi
karyawan dari waktu ke waktu.
Beberapa karyawan berinteraksi karena mereka bekerja pada tugas yang sejenis, interaksi diantara para karyawan
dalam divisi yang tidak berhubungan kadang terjadi di ruangan makan siang. Pada saat acara social, atau juga sebagai
akibat suatu keputusan yang memerlukan masukan dari dua divisi yang berbeda.

D. PRODUK DAN JASA

Perusahaan diciptakan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa atau lebih. Manajemen produksi ialah cara
mengelola suatu proses agar sumber daya dapat menghasilkan barang dan jasa. Proses yang dipakai perusahaan untuk
menghasilkan produk barang atau jasa akan mempengaruhi nilai perusahaan tersebut. Semakin maju peradaban,
kebutuhan manusia akan semakin banyak dan semakin beragam. Kebutuhan manusia tidak akan dapat dipenuhi oleh diri
sendiri, tetapi memerlukan bantuan dari orang lain, hal ini berarti harus ada orang yang membuatnya ( memproduksinya )
dan masyarakat pada umumnya hanya tahu barang tersebut sudah tersedia, jarang menelusuri jalur.
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan di suatu pasar yang akan menimbulkan permintaan,
penawaran, dan konsumsi sehingga dapat memuaskan kebutuhan. Produk terdiri atas 2 macam yaitu dapat berupa barang
atau jasa. Produk yang berupa barang memiliki wujud, sedangkan yang berupa jasa adalah hasil kegiatan produksi yang
tidak memiliki wujud tertentu serta tidak berwujud secara fisik.

5
Sebuah perusahaan harus memiliki kelebihan agar dapat bersaing dalam kehidupan ekonomi saat ini. Kelebihan ini
sering disebut keunggulan kompetitif atau sifat unik yang dapat membuat produknya lebih diminati dari pada produk
pesaingnya. Keunikan ini dapat berupa cirri khas dari suatu produk perusahaan tertentu yang dapat membedakan dari
produk perusahaan lain yang sejenis, keunikan tersebut dapat berbentuk harga yang lebih rendah dengan kualitas barang
yang lebih tinggi atau jasa yang lebih menyenangkan dibanding perusahaan pesaing.
1. Produk Barang
Dalam menciptakan suatu produk barang, produsen harus dapat mengidentifikasikan kebutuhan konsumennya, yaitu
dengan cara membagi jenis kebutuhan apa yang diinginkan konsumen. Kebutuhan konsumen dapat diidentifikasikan
sebagai berikut :
a. Kebutuhan pokok, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi;
b. Kebutuhan penunjang, yaitu kebutuhan yang sifatnya menunjang kehidupan seseorang;
c. Kebutuhan mewah atau pelengkap, yaitu kebutuhan yang sikapnya melengkapi kehidupan seseorang. Dalam hal
ini barang-barang mewah.
Setelah melakukan identifikasi,maka produsen melakukan klarifikasi barang yang diinginkan konsumen, diantaranya:
a. Barang belanja
Merupakan barang yang terdapat di tempat tertentu. Contohnya : barang elektronik, mobil, dan lain-lain.
b. Barang yang mudah di dapat
Merupakan barang yang dapat dibeli dimana saja atau di banyak tempat. Contohnya : barang sembako.
2. Produk Jasa
Pada produk jasa adaa beberapa sifat yang dapat ditunjukan sebagai berikut.
a. Berubah-ubah ( variability )
Produk jasa sangat mudah berubah, tergantung kepada siapa yang menyajikan, kapan dan dimana disajikan.
b. Daya tahan ( Perishability )
Daya tahan jasa tidak akan menjadi masalah jika tetap ada permintaan dari konsumennya dan kondisinya stabil.
c. Tidak berwujud ( Intangibility )
Jasa mempunyai sifat tidak berwujud, karena tidak bias dilihat atau diraba sebelum transaksi pembelian.
d. Tidak dapat dipisahkan ( Inseparability )
Suatu produk jasa tidak akan bias dipisahkan antara konsumen dengan sember pemilik jasa, apakah sumber itu
berbentuk aorang atau mesin, apakah sumber itu hadir atau tidak, produk fisik yang berwujud tetap ada.

E. PENGELOLAAN PERSEDIAAN

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalan mengelola persediaan-persediaan tersebut adalah :
a) System pencatatan yang jelas;
b) Metode pencatatan yang tepat untuk memnentukan persediaan;
c) Menghitung persediaan barang dagangan;
d) Menyusun laporan persediaan.

Dalam pengelolaan persediaan, terdapat dua system pencatatan yang dapat dilakukan, diantaranya :

1. System perpektual, merupakan pencatatan persediaan yang dilakukan secara terus menerus.
2. System periodic, merupakan pencatatan persediaan yang dilakukan pada periode tertentu, misalnya mingguan,
bulanan ataupun tahunan.

Untuk metode pencatatan persediaan, dapat dilakukan dengan 3 macam metode, yaitu :

1. First In First Out ( FIFO )


Adalah barang yang pertama masuk, akan dikeluarkan terlebih dahulu.
2. Last In First Out ( LIFO )
Adalah barang yang terakhir masuk, akan digunakan terlebih dahulu.
3. Average Cost
Adalah barang dan jasa yang digunakan dan dicatat berdasarkan rata-rata.

6
F. MENGHITUNG KEBUTUHAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU

1. Pengertian Bahan Baku


Bahan baku merupakan dasar yang sangat penting bagi perusahaan. Bila dalam perusahaan tidak tersedia bahan
baku, bisa dipastikan proses produksi pun akan berhenti. Dan sebaliknya, bila persediaan bahan baku berlebihan, juga
akan menambah biaya-biaya persediaan yang harus di tanggung perusahaan.
Jadi bahan baku adalah bahan yang membentuk suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dati produk jadi.
2. Perhitungan Biaya Bahan Baku
Perhitungan biaya bahan baku di ukur dengan metode perhitungan :
a. Metode FIFO
b. Metode LIFO
c. Metode Average Cost
3. Pencatatan Bahan Baku
a. System periodic
b. System perpektual

G. PROSES PRODUKSI

Perusahaan yang menghasilkan baik barang maupun jasa memerlukan proses produksi atau serangkaian tugas,
dimana sumber daya digunakan untuk mendapatkan barang atau jasa itu.
Manajemen produksi akan lebih efektif dengan menentukan jumlah bahan yang tepat, campuran sumber daya yang
tepat, pembagian tugas yang benar, dan urutan tugas yang benar.
1. Sumber Daya untuk Produksi
Sumber-sumber daya yang digunakan dalam kegiatan produksi diantaranya adalah :
a. Sumber Daya Manusia
b. Bahan Baku
c. Sumber Daya Lain
2. Menggabungkan Sumber Daya untuk Produksi
Para manajer berupaya memanfaatkan sumber daya yang telah diuraikan diatas dengan cara memproduksi
dengan biaya yang rendah. Mereka menggabungkan sumber daya itu melalui pos kerja ( work station ) dan jalur
produksi dan inilah yang merupakan proses produksi. Jadi, proses produksi adalah rangkaian kegiatan pembentukan,
mengubah dan menciptakan untuk meningkatkan nilai suatu barang.
3. Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi merupakan sebuah keputusan yang sangat penting dalam sebuah perusahaan yang harus
ditentukan oleh manajemen. Lokasi akan mempengaruhi biaya produksi dan kemampuan bersaing perusahaan itu
dengan perusahaan lain. Terutama untuk perusahaan industry yang memerlukan investasi mesin dan peralatan yang
besar. Pemilihan lokasi juga dapat menentukan penghasilan karenma jika produk di jual di lokasi hal ini akan
mempengaruhi permintaan terhadap produk.
Beberapa factor yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi yang relevan adalah sebagai berikut :
a. Biaya Ruang Kerja
b. Biaya Tenaga Kerja
c. Insentif Pajak
d. Sumber Permintaan
e. Akses ke Transportasi
f. Ketersediaan Tenaga Kerja
4. Memilih Rancangan dan Tata Letak ( Layout )
a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rancangan dan Tata Letak
1) Karaktersitik lokasi
2) Proses produksi
3) Jenis produk
4) Kapasitas produksi yang diinginkan

7
b. Tujuan Perencanaan Layout yang Baik
1) Mengurangi jarak material dan produk sehingga mengurangi material handling;
2) Menciptakan ruang gerak yang yang cukup di sekeliling mesin agar dapat direparasi dengan mudah bila
diperlukan;
3) Mengurangi ongkos produksi karena overhead cost dapat ditekan seminim mungkin dan sekaligus juga
dapat mengurangi investasi;
4) Mempertinggi kesempatan kerja;
5) Memberikan hasil produk yang baik.
c. Cara Pengaturan Layout
1) Product Layout ( flow / line layout )
Dengan cara ini, mesin dan fasilitas manufacturing lainny diatur menurut aturan dari proses yang
dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk.
2) Process Layout ( fungctional layout )
Dengan cara ini, mesin-mesin/ peralatan yang sama atau sejenis ditempatkan / dikelompokan dalam satu
ruangan / area / departemen yang sama sehingga di setiap bagian atau departemen terdapat satu jenis proses.
5. Pengawasan Produksi
Dalam pengawasan produksi, perusahaan melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Pembelian Bahan Baku
Ketika melakukan pembelian bahan baku, para manajer melakukan tugas-tugas sebagai berikut :
1) Memilih pemasok bahan baku
2) Memperoleh diskon volume
3) Menyerahkan produksi kepada pemasok
b. Pengawasan Persediaan
Pengawasan persediaan ialah proses mengelola persediaan pada tingkat yang meminimalkan biaya. Yang
diperlukan dalam pengawasan persediaan antara lain :
1) Pengawasan persediaan bahan baku
2) Pengawasan persediaan work in process
3) Pengawasan persediaan barang jadi.
c. Routing
Routing ialah urutan ( atau rute ) tugas yang perlu dilakukan untuk menghasilkan sebuah produk.
d. Penjadwalan
Penjadwalan adalah tindakan menetapkan periode waktu untuk setiap tugas dalam proses produksi. Jadwal
produksi ialah rencana untuk timing dan volume tugas produksi.
e. Pengawasan kualitas
Kualitas diartikan sebagai derajat di mana barang atau jasa memuaskan persyaratan atau harapan pelanggan.
Kualitas berhubungan dengan kepuasan pelanggan yang dapat memengaruhi penjualan di masa yang akan datang
oleh karena itu mempengaruhi pula pada kinerja perusahaan di masa mendatang.
Pengawasan kualitas merupakan proses untuk menentukan apakah kualitas barang atau jasa memenuhi tingkat
kualitas yang diharapkan dan mengideentifikasikan perbaikan ( jika ada ) yang perlu dilakukan pada proses
produksi.

Anda mungkin juga menyukai