Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PSIKOLOGI ANAK

ANALISA KASUS KESULITAN BELAJAR (DISGRAFIA)

Dosen pengampu :
Ari Pratiwi, S.Psi., M.Si

Disusun oleh :
Julia Tia S. 125120302111003
Cik Istitoah 125120301111053
Raras Kurniasari 125120302111001
Sallisa Annisa R. 125120301111053
Evriana N. 125120301111037
Kisruh Wulandari 115120307111060

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
1. Kasus

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dienda Nurmaisitha terhadap anak laki-laki
pasangan Purnawarman dan Suhartini, salah seorang siswa SDN Salen, Bangsal
Mojokerto bernama M. Dien Salafi, menunjukkan ciri-ciri anak tersebut menderita
disgrafia. Dalam penelitian tersebut ditemukan perilaku - perilaku M. Dien yang
tampak, diantaranya : Perhatian mudah teralih, lambat dalam mengikuti instruksi
atau menyelesaikan tugas, sering kehilangan barang-barang atau mudah lupa,
kesulitan untuk mengemukakan pendapat, kesulitan untuk membedakan huruf b-d,
p-q, n-u, kualitas tulisan sangat buruk (tidak terbaca), kehilangan huruf saat
menulis, dan kesulitan untuk mengemukakan pendapat.

2. Analisa

Disgrafia adalah kesulitan belajar yang melibatkan proses menggambar simbol


bunyi menjadi simbol huruf atau angka. Disgrafia adalah akibat ketidakmampuan
belajar dari kesulitan dalam mengungkapkan pikiran secara tertulis dan grafik,
biasanya mengacu pada tulisan tangan yang tidak bisa dibaca.

Adapun karakteristik anak berkesulitan menulis atau disgrafia ( Jamil K.A


Muhammad, 2008:1138: Dalam Sony Abdian Pranata, Pengaruh Abjad 8 (Alphabet
8S) dalam mengatasi kesulitan menulis (Dysgraphia) dan membaca (Dyslexia) anak
tuna grahita ringan, 2011) sebagai berikut :

a. Anak-anak dapat berkomunikasi dengna baik tetapi menghadapi masalah


dalam kemampuan menulis
b. Menggunakan tanda baca yang tidak benar, ejaan yang salah, mengulang
kealimat atau perkataan yang sama.
c. Salah dalam mengartikan pertanyaan yang diberikan

Observasi dilakukan oleh peneliti selama lima hari. Ada tujuh perilaku yang tampak
saat peneliti melakukan identifikasi awal pada tanggal 25 oktober 2013 yang
meliputi:

0
a. Perhatian mudah teralih, lambat dalam mengikuti instruksi atau
menyelesaikan tugas
b. Sering kehilangan barang-barang atau mudah lupa
c. Kesulitan untuk mengemukakan pendapat
d. Kesulitan untuk membedakan huruf b-d, p-q, n-u
e. Kualitas tulisan sangat buruk (tidak terbaca)
f. kehilangan huruf saat menulis
g. Kesulitan untuk mengemukakan pendapat

Assesmen dilakukan selama tiga hari, dari hasil assesment tersebut diketahui
bahwa terdapat kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh Dian seperti menulis huruf
dari a-z, mampu menulis kalimat meskipun tulisannya masih belum rapi, mampu
menulis kalimat meskipun sering terjadi pengurangan huruf pada kalimat yang
ditulisnya, dapat bersosialisasi dengan baik dan memiliki banyak teman, memiliki
tingkat responsitivitas cukup baik, serta memperhatikan dengan serius ketika proses
pemberian materi berlangsung, terutama dalam bidang pelajaran yang ia sukai.

Selain daripada kemampuan tersebut, ia memiliki potensi seperti menggambar


dengan rapi dan dapat mewarnai dengan pemilihan warna yang tepat serta teknik
mewarnai yang rapi.

Adapun kekurangan yang ditemukan seperti disleksia yakni ia kesulitan untuk


membedakan huruf n dengan u, perhatiannya mudah teralihkan, ada keterlambatan
dalam mengikuti instruksi guru atau menyelesaikan tugas, kesulitan membedakan arah
kiri dan kanan, sering kehilangan huruf saat menulis, dan lain sebagainya.

Setelah dilakukan treatment selama lima hari oleh peneliti Dian mengalami
kemajuan, misalnya pada treatment pertama ia menyambung garis yang sudah diberi
garis putus-putus, treatmen berikutnya ia sudah mampu membuat garis tanpa penebalan.
Selain itu, Dian juga sudah mampu memilih dan menulis huruf yang hampir sama
seperti h-m-n-r-u, namun ketika di dikte ia masih kesulitan untuk menuliskannya lagi.

1
Dalam sebuah blog yang beralamatkan
(http://c3i.sabda.org/disgrafia_pada_anak_yang_kesulitan_menulis_dan_solusinya
memberikan solusi mengenai aplikasi teori Vygotsky dapat digunakan guru dan orang
tua untuk membantu anak yang mengalami disgrafia.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi:

1. Identifikasi masalah disgrafia, antara lain :


a. Penggunaan huruf kapital dalam penulisan, seperti A, B, dan
seterusnya
b. Ketidakkonsistenan bentuk huruf, seperti mencampur huruf kapital
dengan huruf kecil, misalnya SaYa SukA BuaH MANGga
c. Alur penulisan yang tidak stabil (tulisan naik turun)
d. Ukuran dan bentuk huruf tidak konsisten, semua huruf sama namun

ukurannya berbeda, misalnya saya suka mangga

2. Menentukan ZPD (Zone Of Proxymal Development) atau suatu kondisi dimana


anak ketika belajar harus didampingi oleh orang dewasa, seperti :
a. ZPD untuk kesalahan penggunaan huruf kapital.
b. ZPD untuk ketidakkonsistenan bentuk huruf.
c. ZPD untuk ketidakkonsistenan ukuran huruf.
d. ZPD untuk ketidakstabilan alur tulisan.
3. Merancang program pelatihan dengan teknik scaffolding. Teknik scaffolding
atau perancah suatu teknik dalam memberikan dukungan belajar secara
terstruktur dan menyeluruh dari awal hingga akhir pembelajaran guna
mendorong siswa agar dapat belajar secara mandiri, dalam pelatihan ini meliputi
tahapan sebagai berikut.
a. Memberikan tugas menulis kalimat yang didiktekan orang tua/guru. Hal
ini telah diakukan kepada Dian oleh peneliti.
b. Bersama-sama dengan siswa mengidentifikasi kesalahan tulisan mereka.
c. Menjelaskan mengenai pelatihan dan ZPD masing-masing permasalahan.
d. Menjelaskan kriteria penulisan yang benar dan meminta anak
menyatakan kembali kriteria tersebut.

2
e. Memberikan latihan menulis dengan orang tua/guru memberikan
bantuan.
f. Mengevaluasi hasil pekerjaan siswa bersama-sama dengan anak.
g. Memberikan latihan menulis dengan mengurangi bantuan terbatas pada
kesalahan yang banyak dilakukan anak.
h. Mengevaluasi hasil pekerjaan bersama-sama dengan anak.
i. Memberikan latihan menulis tanpa bantuan orang tua/guru.
j. Mengevaluasi pekerjaan anak.

Pelatihan tersebut diulang-ulang pada tiap-tiap kesalahan disgrafia yang dialami anak
hingga terdapat perubahan.

Daftar Referensi

Nikmanezh. Z. Prof. Dr. 2012. The effek of puposive drawing on dysgraphic disorder.
http://ijonte.org/FileUpload/ks63207/File/07.nikmanesh.pdf. Ijonte. Diakses
11 oktober 2014

Suryani. Y. E. S.Pd. M.Si. 2010. Kesulitan belajar.


http://journal.unwidha.ac.id/index.php/magistra/article/viewFile/96/56.
Diakses 11 oktober 2014.

Yuswan. 2013. Psikologi anak berkebutuhan khusus.


http://yuswan62.files.wordpress.com/2013/11/psikologi-anak-berkebutuhan-
khusus-use.pdf. Wordpress. Diakses 11 oktober 2014